English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Meja Roti Sajian menunjuk pada kehidupan...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 November 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 adalah PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Petrus, rasul yang hebat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 18 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 tentang doa penyembahan.
Tuhan menghendaki...

Ibadah Doa Malang, 26 Maret 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 19 Desember 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas gunung.

Lukas...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 24 November 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:41-52 berjudul "Yesus pada umur...

Ibadah Doa Malang, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Bpk. Anta

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:43-52 adalah tentang Yesus ditangkap di taman Getsemani.
Ini adalah cerita yang bernubuat bagi gereja...

Ibadah Pendalaman Alitab Surabaya, 27 September 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.
Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Natal GPT seJawa Timur, 22 Januari 2009 (Kamis Sore)
Lukas 7: 16
TEMA: "Allah melawat umatNya".Umat Tuhan adalah umat pilihan Tuhan, itulah bangsa Israel asli....

Ibadah Kaum Muda Malang, 12 September 2009 (Sabtu Sore)
MARKUS 13:18
Nubuat ke-4: tentang antikris

Siapa yang tertinggal...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan I Surabaya, 14 Mei 2014 (Rabu Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Krsitus. Selamat malam,elamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera dan kasih sayang Tuhan selalu dilimpahkan di tengah kita sekalian. Juga selamat Paskah, Tuhan memberkati kita sekalian.

Tema kita:
Lukas 24: 34
24:34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."

"sesungguhnya Tuhan telah bangkit".

'Sesungguhnya', artinya memang demikian/sebenar-benarnya Tuhan telah bangkit.
Untuk mengalami kebangkitan, maka Yesus harus mati lebih dahulu.

Lukas 24: 1
24:1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

'mereka pergi ke kubur' = Yesus dikuburkan, berarti Yesus benar-benar mati, sehingga benar-benar bangkit.
Kalau antikris hanya setengah-setengah, tidak benar-benar mati dan tidak benar-benar bangkit.

Lukas 24: 2-3
24:2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,
24:3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.

'Batu sudah terguling dari kubur dan mayat Yesus sudah tidak ada lagi' = kubur Yesus kosong danYesus sudah bangkit.

Ada 2 bukti kuat bahwa Yesus benar-benar sudah bangkit:

  1. kubur Yesus kosong.
    Kalau hanya bukti pertama, maka kurang kuat dan telah tersebar berita palsu dari Mahkamah Agama yaitu mayat Yesus dicuri. Dan berita ini tersiar sampai sekarang, sehingga banyak bangsa Yahudi tidak percaya bahwa Yesus mati dan bangkit.


  2. Yesus menampakkan diri kepada murid-murid.

Ada 3 pribadi yang berkaitan dengan kubur kosong/mengalami kuasa kebangkitan Yesus:

  1. Lukas 24: 10
    24:10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.

    Pribadi pertama yang mengalami kuasa kebangkitan: Maria Magdalena, mewakili ibu-ibu/wanita/gadis.

    Siapa Maria Magdalena yang bisa berkaitan dengan kubur kosong?
    Lukas 8: 2-3
    8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
    8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.


    • kehidupan yang najis (dikuasai oleh 7 roh jahat dan najis), tetapi dapat dilepaskan.
    • kehidupan yang kaya ('melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka').
    • Yohanes 20: 1-2, 11
      20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
      20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
      20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan
      menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

      = kehidupan yang lemah= ditandai dengan tangisan, air mata, masalah dan penderitaan.


    Kesimpulan: kekayaan, kedudukan dan kepandaian tidak bisa menyelesaikan masalah di dunia ini, terutama masalah dosa sampai puncaknya dosa, yaitu:


    • dosa makan-minum: merokok, mabuk dan narkoba.
    • dosa kawin-mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya sampai penyimpangan seks dan nikah yang hancur.
      Kalau tidak ada pengajaran benar, gerejapun tidak bisa membendung dosa ini.


    Hanya kuasa kebangkitan Yesus yang mampu menyelesaikan semua masalah di dunia sampai masalah/beban yang terberat yaitu masalah dosa sampai puncak dosa.

    Tadi, dalam Lukas 24, Maria melihat batu kubur yang sudah terguling.
    'batu' = gambaran kekerasan hati. Karena Maria Magdalena mewakili wanita/ibu-ibu/gadis-gadis, maka wanita sesungguhnya bejana yang lemah (kehidupan yang lemah), tetapi HATINYA SANGAT KERAS seperti batu kuburan (menyimpan kebusukan, dendam, kepahitan, kenajisan, dan sebagainya), sehingga tidak bisa melihat Yesus yang sudah bangkit.

    Sekarang, artinya tidak bisa menerima Firman pengajaran yang benar = cahaya injil kemuliaan Kristus = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Ada injil keselamatan, tetapi sudah terjadi 2000 tahun lalu. Tetapi juga ada injil tentang kmuliaan Kristus.

    Firman pengajaran yang benar/ injil tentang kmuliaan Kristus adalah Firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga (suami /Kepala).

    Ini yang harus diberitakan. Tetapi, Maria tidak bisa melihat pribadi Yesus. Karena apa? Karena sering melihat manusianya, bukan pengajarannya => Yesus dikira penunggu taman (hanya melihat manusianya, kalau manusianya tidak ada, pengajarannya dianggap tidak ada lagi).
    Inilah yang banyak membuat air mata dan masalah baik dalam ibadah pelayanan maupun dalam nikah.
    Ini terjadi karena mau memandang Yesus, tetapi ditutupi oleh manusianya.

    Yohanes 20: 14-16
    20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
    20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
    20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya
    Guru.

    'Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman'= Yesus dikira penunggu taman dan penunggu taman dikira Yesus= benar dikira salah, salah dikira benar= = keras hati = kebimbangan. Di lautan, ketika Yesus berjalan di atas air, Yesus dikira hantu dan hantu dikira Tuhan.

    Batu terguling artinya Maria mengalami kuasa kebangkitan Yesus yang mampu MENGHANCURKAN KEKERASAN HATI, sehingga Maria bisa melihat Yesus yang sudah bangkit = bisa menerima Firman pengajaran benar sekeras apapun (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai).

    ay. 16= 'Guru'= ada pengajaran.
    Yesus memanggil 'Maria' = Yesus memanggil kita,
    yaitu saat Firman menunjuk keadaan ( banyak air mata dan masalah) dan dosa-dosa kita, maka saat itu Yesus sedang mengenal kita secara pribadi sedalam-dalamnya dan Yesus sedang memanggil kita secara pribadi untuk ditolong.
    Sebab itu, kita harus sabar dalam mendengar Firman sampai Firman mengena pada kita. Kita dikenal Yesus sedalam-dalamnya dan dipanggil secara pribadi untuk ditolong, bukan untuk dipermalukan atau dihukum.

    Saat Firman menunjuk dosa kita, jangan marah karena bukan untuk mempermalukan kita tetapi untuk menolong kita.

    Saat kena Firman, saat itu juga kita mengenal Yesus sedalam-dalamnya ('Rabuni').
    Mungkin orang lain tidak mau mengenal dan memperhatikan kita. Tetapi saat kita kena Firman, saat itu Yesus mengenal kita sedalam-dalamnya dan Ia memanggil kita secara pribadi.
    Saat itulah kita mengenal Yesus sedalam-dalamnya untuk percaya sepenuh dan mengasihi Dia= menyembah Dia= mengulurkan tangan kepada Dia. Kita sudah tidak bisa apa-apa dan hanya mengulurkan tangan. Hanya tangisan, tidak ada suara lagi karena sudah terlalu banyak berteriak 'Yesus'. Tapi kalau malam ini Firman mengena pada kita, kita harus akui dan kita bisa percaya kepada Yesus. Kita bisa mengasihi dan menyembah Dia (mengulurkan tangan kepada Dia).
    Maka semua masalah diselesaikan dan air mata kita dihapuskan oleh Tuhan. Kita pulang dengan sukacita dari Surga.

    Ibu-ibu banyak air mata. Mungkin di depan orang atau suami, ibu-ibu ini menyimpan air mata. Tetapi kalau pergi semua, banyak air mata yang menetes. Tapi malam ini, Tuhan mau memanggil kita.


  2. Yohanes 20: 3-7
    20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
    20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
    20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
    20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia
    melihat kain kapan terletak di tanah,
    20:7 sedang
    kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

    Pribadi kedua yang mengalami kuasa kebangkitan: Simon Petrus.

    Diterangkan juga di dalam:
    Lukas 24: 12
    24:12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

    Inilah ayat menerangkan ayat dalam Alkitab.

    Simon Petrus mewakili laki-laki/bapa.
    Petrus adalah murid yang paling tua (senior), punya segudang pengalaman, dan punya keberanian (Petrus langsung masuk ke kubur, kalau yang muda tidak berani masuk).

    Tetapi sayang, Petrus TIDAK PUNYA KASIH. Praktiknya:


    • Petrus menyangkal Yesus.
      Artinya: hidupnya tidak sesuai dengan Firman pengajaran benar/menyangkal Firman pengajaran benar. Atau sebaliknya, mungkin gembar-gembor Firman pengajaran benar tetap hidupnya tidak sesuai dengan Firman pengajaran benar.


    • tidak punya kasih kepada sesama, yaitu memotong telinga Malkus, hamba Imam Besar = menyakiti sesama atau merugikan orang lain.
      Sekarang, negara kita sedang dikejar oleh korupsi. Jangan sampai korupsi masuk dalam gereja Tuhan.


    Tetapi untunglah, Petrus melihat 2 hal di dalam kubur yang kosong:


    • kain kapan/kain lenan (diberi oleh Yusuf Arimatea yang memberanikan diri untuk meminta mayat Yesus dan mengapaninya).
      Wahyu 19: 8
      19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

      'perbuatan-perbuatan yang benar'= kebajikan (dalam terjemahan lama).

      'Kain lenan' adalah perbuatan benar dan baik dari orang-orang kudus = PERBUATAN BENAR DAN BAIK sesuai Firman pengajaran benar.

      Banyak kali kita berbuat baik, tetapi tidak benar.

      Kesaksian:
      "Dulu kami punya toko, lalu di depan pasar banyak pencopet-pencopet. Mereka mencuri tikar 10 buah dan yang 8 buah dipersembahkan untuk rumah ibadah. Kelihatannya baik, tetapi tidak benar. Jangan-jangan kita juga bagi-bagi uang di gereja, tetapi hasil korupsi.

      Satu waktu, mohon maaf, saya pimpin pujian di sebuah gereja besar tahun 80an di Surabaya. Ada kesaksian dari pengusaha besar yang menyunbang gereja sini. Tetapi beberapa tahun kemudian, dia ditangkap, waktu itu oleh BLBI dan masuk penjara. Bagaimana kalau dia menyumbang dengan uang hasil korupsi. Sebab itu, hati-hati kalau menerima uang. Kita perlu bergumul.
      "

      Kuasa kebangkitan membuat Petrus bisa berbuat benar dan baik, tidak menyakiti sesama.
      Di rumah tangga, jangan menyakiti sesama (tahu-tahu istri sudah melelehkan air mata karena dibentak suami), di gereja juga jangan menyakiti sesama (hamba Tuhan sering emosi dan menghantam jemaat dengan pedang).
      Jangan emosi. Tetapi kalau pedang itu memang dari Tuhan, harus ditunjukkan. Misalnya ada jemaat yang punya istri 2, jangan takut! Kalau takut, sementara Tuhan kasih pedang, justru gembala itu menjadi gembala yang paling jahat. Tetapi jangan emosi, melainkan dengan urapan dan kasih.

      Kisah Para Rasul 3: 6-7
      3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
      3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

      a
      y. 7 = 'memegang tangan kanan' = dulu, tangannya digunakan untuk menyakiti orang, tetapi sekarang, tangan Petrus digunakan untuk menolong orang lain.

      Biarlah kuasa Paskah menolong kita laki-laki, suami-suami dan gembala-gembala untuk bisa berbuat benar dan baik sesuai Firman pengajaran benar, dimanapun kita berada.

      Kalau terus berbuat benar dan baik (secara jasmani dan rohani), itu tidak akan dilupakan oleh Tuhan. Jumlah dari segala perbuatan benar dan baik adalah pakaian putih berkilau-kiluan = pakaian mempelai.

      Tetapi, kalau perbuatan merugikan orang lain, termasuk fitnah, maka pakaian makin lama makin dirobek. Maka jumlahnya nanti adalah telanjang.


    • Yohanes 20: 7
      20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

      'kain peluh' = sapu tangan untuk penutup wajah/kepala, untuk menyapu keringat dan air mata.
      Artinya: suatu aktifitas pelayanan yang ditandai dengan cucuran air mata, keringat, bahkan bercucur darah seperti Yesus.

      Jadi, kuasa Paskah membuat Petrus bisa MELAYANI TUHAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, yaitu dengan cucuran keringat, air mata, bahkan cucuran darah seperti yang diteladankan Yesus.

      Kita harus sungguh-sungguh! Jangan sedikit-sedikit kita terhalang. Harus ada tanda cucuran air mata, keringat dan darah (pengorban apapun).

      Kalau kita sudah hitung-hitung waktu untuk pelayanan dan berkorban, lihat salib! Bandingkan dengan salib, betapa jauh dan kita tidak layak!
      Pengorbanan kita dari dulupun tidak ada seujung kuku dibanding dengan pengorbanan Yesus. Berapa yang kita kasih untuk Tuhan, sementara Tuhan sudah tinggalkan Surga untuk kita.
      Lebih dari itu, Yesus sampai rela berkorban nyawa. Berapa harga nyawa dari orang yang suci dan sempurna?
      Sedangkan nyawa seorang penjahatpun dipandang berharga oleh Yesus, apalagi harga nyawa seorang yang suci dan sempurna.
      Kita tidak bisa mencapainya. Oleh sebab itu, semoga kita bisa melayani Yesus dengan setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kedua kali.

      Kesaksian:
      "Saya bersyukur dalam kabar mempelai ini, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, 3 saksi (sempurna), yaitu, yang pertama: bapak Pdt. In Juwono tahun 89. Saya melihat sendiri dan saya bersembunyi di balik pintu Lemah Putro waktu melihat jenazahnya. Saya betul-betul menangis, tidak pernah saya menangis seperti itu seumur hidup saya. Saya katakan 'akulah Tuhan salah satunya yang menyebabkan beliau harus mati. Saya kurang bertobat'. Tapi Tuhan, kalau Engkau mau panggil saya, saya siap untuk menebus semua ini. Saya berjanji'. Setelah itu, kami ke Netherland, bapak Pdt. Totaijs. Selisih satu jam, saya tidak sempat lihat. Tetapi saya sempat memeluk dan menangis, namun beliau tidak menangis. Kita yang nangis-nangis karena saya ingat beliaulah yang meneguhkan dan memberkati nikah kami. Jadi saya sempatkan ke Netherland waktu beliau sakit keras. Dia biasa saja waktu kami peluk. Dan satu jam kami dipesawat, beliau sudah meninggal (sampai garis akhir). Juga bapak Pdt Pong Dongalemba. Yang lain tidak saya sebut, mohon maaf, karena ini dalam kabar mempelai. "


    Inilah kekuatan kuasa kebangkitan. Dulu, Petrus takut pada seorang budak (menyangkal Tuhan= tidak punya kasih). Tetapi begitu ia masuk ke dalam kubur (menerima kuasa kebangkitan dengan kain lenan dan kain peluh), dia sungguh-sungguh mengulurkan tangan sampai mati.

    Yohanes 21: 18-19
    21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    'engkau sudah menjadi tua'= Petrus punya pengalaman, keberanian dan sekarang ditambah punya kasih kepada Tuhan lebih dari semua.
    Kuasa kebangkitan membuat Petrus dapat mengulurkan tangan kepada Tuhan yaitu taat dengar-dengaran sampai mati/sampai rela berkorban nyawa.
    Dalam Matius 28, Maria Magdalena/perempuan-perempuan dapat mengulurkan tangan untuk menyembah Tuhan.
    Petrus mengulurkan tangan sampai rela berkorban nyawa dan Petrus dipermuliakan oleh Tuhan.


  3. Yohanes 20: 4, 8
    20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
    20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.


    Pribadi ketiga yang mengalami kuasa kebangkitan: Yohanes, mewakili kaum muda.
    Orang muda ini lebih cepat dari orang tua. Tetapi sudah sampai di kubur, yang muda tidak berani masuk dan yang tua berani masuk.
    Jadi, yang tua dan muda, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.
    Untuk itu, perlu kerjasama.

    Yohanes= kehidupan yang tidak berani masuk ke kubur kosong= TIDAK BERANI MENGAHADAPI KUBUR KOSONG. Sekarang, artinya:


    • kehidupan yang tidak berani menghadapi masalah, tantangan, dan lain-lain, seringkali ragu-ragu/bimbang dan kuatir. Itulah kehidupan kaum muda.

      Kehidupan kaum muda adalah
      kehidupan yang tidak berani menghadapi masalah, termasuk masalah masa depan.
      Kehidupan kaum muda seringkali banyak pertanyaan ('bagaimana nanti, siapa pendamping saya, dan sebagainya'), sehingga sering ragu, kuatir dan bimbang.

      Kalau ragu, kuatir dan bimbang, jangan melangkah! Lebih baik diam, baca dan mendengar Firman.
      Sebab, melangkah dalam keraguan/kebimbangan, 99% pasti salah.

      Seringkali kaum muda sudah tanya pada gembala, dijawab dengan jelas lewat konsultasi dan lewat Firman, tetapi karena tidak puas, bertanya lagi pada orang lain dan ikut orang lain. Ini juga yang merupakan keluhan dari bapak Pdt. Pong.

      Diam artinya berdiam diri di bawah kaki Tuhan = banyak mendengarkan Firman Tuhan/membaca Alkitab sampai mantap.

      Kalau melangkah dalam keraguan, maka 99% pasti salah dan tenggelam.
      Ini yang banyak menimpa kaum muda.


    • kehidupan yang paling cepat (Yohanes lebih dulu tiba di kubur) = kehidupan yang mau cepat-cepat/instant.
      Artinya: mendahului Firman Tuhan/Firman penggembalaan/gembala.

      Kesaksian:
      "Saya waktu Lempin-El angkatan XVII, bapak Pdt Sadrakh berkotbah 'satu waktu lulusan Lempin-El ditempatkan di tempat yagn pendetanya sudah tua'. Kemudian ia mendapatkan giliran kotbah dan ia berkotbah 'Musa sudah tua, tidak bisa membawa ke Kanaan. Kita yang muda yang membawa ke Kanaan'. Maksudnya, untuk hantam-hantam gembalanya. Inilah kaum muda, belum apa-apa, sudah seperti itu. Saya cuma bilang, 'sedang bis kota tidak boleh saling mendahaului'. Coba kalau ada kaki kanan maju dan kaki kiri rebutan maju, apa jadinya. Ikutilah. Kalau kaki kanan maju, kaki kiri ikuti di belakang, dan satu waktu kaki kiri akan ada di depan. Sabar-sabarlah, jangan mau cepat-cepat, apalagi mendahulu Firman pengajaran benar.

      Perhatikan pengerja-pengerja. Baru satu kali kotbah dan dipuji, gembalanya sudah tidak dilihat. Padahal gembalanya kotbah 4 kali seminggu. Baru 1 kali setahun, pengerja sudah seperti itu. Itulah kalau mau cepat-cepat.
      "

      Kalau mendahului Firman/gembala (bersembunyi dari gembala supaya gembala tidak tahu dan cepat-cepat mengambil langkah), akhirnya tidak taat dengar-dengaran = mengambil jalan di luar Firman Allah, bukan jalan keluar tetapi jalan buntu ditambah BINASA (tidak bisa balik lagi. Ini yang gawat). Dan ini menyangkut segala perkara, baik penggembalaan, pelayanan, nikah dan apa saja.
      "Guru saya mengatakan, sulit sekali untuk kembali. Biasanya sudah nabrak tembok dan mati. Kalau ada kemurahan Tuhan yang besar, baru bisa kembali. Harus sungguh-sungguh!"

      Kalau sembunyi-sembunyi dari gembala, itu sudah bahaya. Tetapi kalau mau bertanya dulu pada gembala, berarti selamat.

      Akibat tidak taat dengar-dengaran yaitu:


      1. telanjang (di taman Getsemani, Yohanes lari dan telanjang) = jatuh dalam dosa (tidak mau bertobat), hidup dalam dosa (enjoy dalam dosa), dipermaulkan, kecewa dan putus asa.


      2. binasa selamanya di neraka.


    Tetapi bersyukur, kuasa kebangkitan menolong Yohanes yang masih muda.
    Yohanes 20: 8
    20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

    'dan percaya'= bagi kaum muda, jangan ragu/bimbang ikut Tuhan. Memperingati Paskah ini, ada kuasa kebangkitan yang mampu menolong kita.

    Banyak pertanyaan = banyak masalah dan air mata.
    Kuasa kebangkitan membuat Yohanes/kaum muda PERCAYA DAN MEMPERCAYAKAN DIRI SEPENUH PADA TUHAN= dapat mengulurkan tangan kepada Tuhan/taat-dengar-dengaran.

    1 Petrus 5: 5-6
    5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Kesimpulan: Maria yang banyak air mata, Petrus yang salah menggunakan tangan dan Yohanes yang ragu/bimbang/ambil jalan diluar Firman bisa mengulurkan tangan pada Yesus.
"Saya berkata kepada pengerja-pengerja untuk sabar saja. Kalau dihitung, saya di Johor 4 tahun. Tapi sebelum sekolah Alkitab, saya sudah tinggal di gereja 4 tahun seperti pengerja. Waktu Lempin-El angkatan 18 lulus, om Pong menahan saya di jalan Johor dan disuruh membantu om Pong untuk menerima telepon. Akhirnya, dari daerah, saya ditelpon dan disuruh balik kesana karena saya hanya menerima telpon setelah tinggalkan segalanya. Tetapi tidak apa-apa buat saya. Jangan cepat-cepat, tetapi ikuti jalanNya Tuhan. Kalau cepat-cepat dan diluar kehendak Tuhan, malah hancur."

Jadi, kuasa kebangkitan membuat kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan = percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan (menyembah Tuhan), dan Tuhan akan mengulurkan tangan ajaib-Nya untuk menolong kita.
Bagi ibu-ibu, disaat air mata meleleh, jangan cari penunggu taman, tetapi cari Tuhan yang bisa mendorong kita menyembah.
Bagi bapak-bapak, jangan andalkan kepandaian, pengalaman dan keberanian, tetapi mempunyai kasih (menyembah Tuhan).
Bagi kaum muda, banyak pertanyaan-pertanyaan dan kebimbangan, bahkan kekecewaan dan mungkin ketelanjangan, tetapi masih ada Ia yang bangkit untuk mengulurkan tangan.

Hasilnya:

  1. Matius 8: 2-3
    8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
    8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

    'Aku mau'= Yesus mau mati dan bangkit.
    Hasil pertama: kita mengalami kuasa kesembuhan dari sakit kusta:


    • secara jasmani: penyakit yang mustahil bisa disembuhkan, termasuk penyakit ekonomi.
    • secara rohani: kenajisan, kebenaran diri sendiri (menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan Tuhan).
      Kalau disembuhkan, kita pulang dengan hidup benar dan tidak najis.


  2. Matius 9: 23-25
    9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
    9:24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
    9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan
    memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

    Baru saja menangis, kemudian tertawa = munafik= membuat kering rohani.
    Hasil kedua: kita mengalami kuasa kebangkitan untuk:


    • mengalahkan maut (kemunafikan/kepura-puraan/topeng dalam pelayanan).
      "Bapak Pdt In Juwono almarhum selalu mengatakan 'hamba Tuhan adalah pemain sandiwara yang paling ulung'."


    • memulihkan nikah dan buah nikah yang sudah hancur. Ada anggur baru yang mengalir. Mungkin nikah dan buah nikah kita goyah karena dihajar setan. Kita hanya berharap kuasa kebangkitan Tuhan.


    • yang mustahil menjadi tidak mustahil, semua diselesaikan oleh Tuhan tepat pada waktu-Nya.


  3. kuasa pengangkatan.
    1 Petrus 5: 6
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Yaitu:


    • mengangkat yang gagal menjadi berhasil dan indah pada waktuNya.
    • yang sudah jatuh (seperti Raja Daud jatuh dengan Betsyeba) bisa dipulihkan oleh Tuhan untuk hidup benar dan hidup suci.
    • dipakai oleh Tuhan untuk memuliakan namaNya.
    • menyucikan dan mengubahkan kita sedikit demi sedikit (mujizat terbesar), mulai ketaatan sampai jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Kita empurna dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.

Tidak ada yang bisa kita lakukan menghadapi kubur kosong, tetapi hanya MENGULURKAN TANGAN.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top