English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Kisah Rasul 14:22, untuk bisa masuk Kerajaan Sorga kita harus mengalami...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 9 Oktober 2011 (Pagi)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.

Matius...

Ibadah Raya Malang, 14 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia....

Ibadah Kunjungan Jakarta V, 16 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Raya Malang, 10 Mei 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tujuh kali percikan darah...

Ibadah Doa Malang, 05 Juni 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk tentang 7 percikan darah di atas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Juni 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 01 September 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30:22-25
30:22 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:23 "Ambillah...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Mei 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu aku...

Ibadah Doa Malang, 29 September 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.

Matius 6:1-4, memberi adalah suatu...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 April 2011 (Sabtu Sore)
ad. 7. Markus 15:42-47, sengsara salib mengenai penguburan-Nya.

Markus 15:42-45
15:42 Sementara itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alitab Surabaya, 27 September 2017 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6:14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat dan lain-lain; sama dengan terjadi kegoncangan-kegoncangan di dunia ini, yang mengakibatkan ketakutan, kehancuran, kematian jasmani dan rohani, sampai kebinasaan selamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017).

Di ayat 12-13: GEMPA BUMI YANG DAHSYAT mengakibatkan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut, bulan menjadi merah seperti darah, dan bintang-bintang berguguran.
Kalau diberi satu kalimat, ini sama dengan terjadi kegelapan yang dahsyat di bumi.
Gempa bumi secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: kesukaan, penderitaan, kesibukan, kesusahan, kenajisan, kejahatan, kebencian dan sebagainya.

Ada tiga macam kegelapan yang terjadi di bumi:

  1. Keluaran 10: 22
    10:22. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.

    Yang pertama: terjadi gelap gulita di Mesir selama tiga hari. Ini sudah terjadi--zaman Allah Bapa.

    Artinya: terang kasih Allah--matahari--sudah tidak bekerja lagi.


  2. Matius 27: 45-46, 50
    27:45. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
    27:46. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
    27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

    Yang kedua: kegelapan selama tiga jam pada saat Yesus disalibkan. Ini sudah terjadi.

    Artinya: terang Anak Allah--bulan--tidak bekerja lagi= pekerjaan penebusan dosa sudah selesai--di kayu salib Yesus berseru: Sudah selesai.


  3. Yang ketiga: kegelapan selama tiga setengah tahun di bumi pada zaman antikris berkuasa di bumi. Ini belum terjadi, tetapi akan terajdi.
    Artinya: terang Allah Roh Kudus--bintang--tidak bekerja lagi= pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sudah selesai; kegerakan Roh Kudus hujan akhir sudah selesai. Ini adalah mempelai wanita yang ditampilkan dalam terang matahari, bulan dan bintang. Gereja Tuhan ditampilkan sebagai terang dunia/mempelai wanita sorga yang sempurna--Yesus berkata: Akulah terang dunia, kamulah terang dunia.

    Wahyu 12: 1, 14
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan
    kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'satu masa dan dua masa dan setengah masa'= tiga setengah tahun.
    Di ayat 14, kepada mempelai wanita dikaruniakan dua sayap burung nasar yang besar, untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun; matahari, bulan dan bintang dibawa ke padang gurun. Itu sebabnya dunia benar-benar gelap, tidak ada lagi matahari, bulan dan bintang--ini yang dimaksud dengan matahari menjadi hitam seperti karung rambut, bulan menjadi merah seperti darah dan bintang berguguran--; di bumi terjadi kegelapan yang paling gelap, penuh ratap tangis saat antikris berkuasa di bumi.

    Banyak korban dari antikris yang benar-benar meratap dan menangis, disiksa begitu dahsyat sampai dipancung kepalanya karena tetap menyembah Yesus, itulah anak-anak Tuhan yang ketinggalan. Tetapi banyak juga hamba/pelayan Tuhan yang menyangkal Yesus dan menyembah antikris karena tidak tahan dengan siksaan. Secara tubuh ia tidak apa-apa, boleh semua, bebas semua, tetapi saat Yesus datang kembali kedua kali, ia akan dibinasakan selamanya; masuk kegelapan paling gelap di neraka, penuh ratap tangis selamanya.

    Nanti pada zaman antikris, bumi ini paling gelap, penuh ratap tangis selama tiga setengah tahun, tetapi bagi yang menyangkal Yesus, ia akan masuk kegelapan paling gelap di neraka, dalam ratap tangis selama-lamanya.

Jadi, gereja Tuhan HARUS AKTIF dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus mulai dari nikah rumah tangga, lebih tarang lagi dalam penggembalaan, lebih terang lagi antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus sempurna, Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna--terang dunia--untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--tidak masuk kegelapan di bumi pada zaman antikris dan tidak masuk kegelapan di neraka--, masuk perjamaun kawin Anak Domba, Firdaus, sampai Yerusalem baru. Tidak perlu lagi masuk kegelapan antikris dan kegelapan paling gelap di neraka.

Sekarang kita mengejar terang lewat pembangunan tubuh Kristus. Jangan mundur!
Sementara Tuhan menghendaki kita menjadi terang dunia--terang yang semakin meningkat--, setan menghancurkan kehidupan anak Tuhan untuk hidup dalam kegelapan.

Tiga penyebab hidup dalam kegelapan:

  1. Amsal 20: 20
    20:20. Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.

    Kalau punya pelita yang padam, tetapi ada lampu, masih bagus, tetapi kalau pelita padam pada waktu gelap, itu sungguh-sungguh gelap.

    Penyebab hidup dalam kegelapan yang pertama: kedudukan yang salah dalam nikah.

    KEDUDUKAN YANG BENAR DALAM NIKAH adalah:


    • Kolose 3: 18
      3:18. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

      Yang pertama: isteri sama dengan penolong--tulalng rusuk.

      Praktiknya:


      1. Isteri tunduk pada suami dalam segala sesautu,
      2. tidak boleh mengajar dan memerintah suami,
      3. banyak berdiam diri/koreksi diri--mencari kesalahannya sendiri--, bukan menyalah-nyalahkan suami,
      4. banyak berdoa memohon kekuatan Tuhan untuk melindungi kelemahan-kelemahan dari suami dan anak--tulang rusuk melindungi bagian-bagian yang lemah.


      Dengan jalan demkian isteri menempatkan suami sebagai kepala. Ini kedudukan nikah yang benar.


    • Kolose 3: 19
      3:19. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

      Yang kedua: suami sebagai kepala atas isteri.

      Praktiknya:


      1. Mengasihi isteri seperti diri sendiri,
      2. tidak berlaku kasar pada isteri,
      3. dan bertanggung jawab atas rumah tangga baik secara jasmani--makan, minum dan pakaian--, dan rohani--kebenaran, kesucian, ibadah.


      Ini kedudukan yang benar dari suami.

      Kalau kedudukan suami dan isteri benar, Yesus akan menjadi Kepala di dalam rumah tangga, sehingga rumah tangga memiliki pelita di atas kaki dian--rumah tangga itu menjaid terang.
      Matius 5: 15
      5:15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

      Kalau kedudukan nikah salah: isteri mau menjadi kepala atas suami--tidak tunduk, tetapi mengajar dan memerintah suami, menyalahkan suami--, Yesus tidak bisa menjadi Kepala sehingga gelap. Kalau isteri menjadi kepala, maka suami menjadi ekor, bukan kepala lagi--tidak mengasihi isteri, tetapi kasar, tidak bertanggung jawab atas kelangsungan nikah secara jasmani dan rohani--, Yesus tidak bisa menjadi Kepala atas rumah tangga.
      Akibatnya: pelita diletakkan di bawah gantang dan tempat tidur. Gelap! Tempatnya tidak benar lagi--bukan di atas kaki dian--; ular yang menjadi kepala.

      Pelita diletakkan di bawah gantang= terjadi kegelapan ekonomi dan dosa-dosa sampai dosa makan minum (merokok, mabuk dan narkoba).
      Pelita diletakkan di bawah tempat tidur (injil Markus)= terjadi kegelapan dosa sampai dosa percabulan.
      Nikah itu benar-benar menjadi gelap.

      Ini kegelapan pertama yaitu di dalam nikah--nikah dalam kegelapan.


    • Kolose 3: 20
      3:20. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

      Yang ketiga: anak sebagai anggota tubuh harus taat.

      Kalau anak-anak taat kepada orang tua, hidupnya akan terang dan indah; dia ikut terangnya orang tua. Karena itu orang tua menentukan nasib anak, bukan pintar/kaya/hebatnya orang tua, tetapi kedudukan orang tua di dalam nikah.

      "Karena itu saya selalu katakan: mau menikah jangan egois, tetapi pikirkan suami/isteri dan keturunannya kalau diberi Tuhan. Jangan seenaknya! Mau dibawa ke mana nikah ini? Suami mau ke mana, isteri mau ke mana, anak-anak mau ke mana? Harus diperhatikan! Sangat berpengaruh sekali sejak dari kandungan sampai anak dewasa. Kedudukan nikah ini mempengaruhi: terang atau gelap. Kalau terang, lalu anak taat, hidupnya akan ditambah menjadi indah."


    • Kolose 3: 21
      3:21. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

      Yang keempat: orang tua jangan menyakiti hati anak, artinya: jangan memaksakan kehendak dengan sewenang-wenang pada anak, dan tidak boleh mendukung anak yang salah baik jasmani maupun rohaninya, nanti anak akan jadi tawar karena salah tetapi tidak diberi tahu.

      Yang benar adalah orang tua harus mendidik anak secara jasmani dan rohani, sesuai dengan kebenaran firman Allah, bukan kebenaran sendiri.
      Efesus 6: 4
      6:4. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

      'janganlah bangkitkan amarah'= tawar hati sama dengan marah.

      "Ada kesaksian, seorang gembala menikahkan orang sembarangan, tidak satu baptisan, tetapi dinikahkan. Setelah dia mendengar firman yang benar, dia marah pada gembalanya, tetapi sudah terlanjur. Tidak bisa ditarik lagi. Tetapi dia marah, dia keluar: Gembala bagaimana, saya salah kok diikuti? Dia tidak tahu, gembala yang tahu, tetapi dibiarkan, supaya tidak keluar gereja. Macam-macam alasannya, tetapi tidak berdasarkan kebenaran."

      Yang penting sesuai dengan kebenaran firman. Ini garisnya.

      "Tidak peduli jemaat mau keluar, yang penting sesuai dengan garis: Kalau kamu mau selamat, bahagia dan terang di dalam nikah, ini garisnya. Kalau kamu keluar dari garis ini kamu tanggung sendiri, aku tidak mau menanggung. Kalau dia mau keluar, terserah. Bukan diusir. Tetapi dari pada saya membuat orang gelap, saya sendiri juga gelap, tidak mungkin dia gelap sendiri. Itu resikonya gembala."

      Jangan paksakan kehendak pada anak, tetapi jangan turuti anak yang salah! Harus dinasihati sesuai dengan firman pengajaran yang benar, bukan kepentingan sendiri.
      Kalau ini ada--suami/isteri sudah terang--, kemudian anak-anak taat, makaanak-anak akan membuat indah rumah tangga--terang dan indah.

      Sebaliknya, kalau anak melawan orang tua, ia benar-benar gelap, sampai masuk kegelapan yang paling gelap--gelap dan hancur, tidak ada terang, tidak ada indahnya.
      Amsal 20: 20
      20:20. Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.


    "Saya selalu katakan: nikah adalah pintu masuk ke Firdaus dan Yerusalem baru/sorga. Kalau kedudukan nikah benar--nikah baik, terang dan indah--, ada harapan bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba; nikah yang sempurna antara Kristus dan jemaat di awan-awan yang permai. Itu pintu masuk ke Firdaus dan kerajaan sorga yang kekal."

    Ini penyebab kegelapan yang pertama yaitu kedudukan nikah yang salah.


  2. Lukas 13: 22-29
    13:22. Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
    13:23. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
    13:24. Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "
    Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
    13:25. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
    13:26. Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
    13:27. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
    13:28. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
    13:29. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.

    'Yesus berjalan keliling'= ini bukan artinya menyampaikan firman keliling-keliling. Bukan! Ini maksudnya Yesus berjalan ke desa A dan menyampaikan firman, kemudian ke kota B menyampaikan firman. Kalau Yesus mengajar, Ia duduk. Itu yang benar. Jangan baca ayat untuk kepentingan sendiri!
    'mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem'= pengajaran itu mengarah sampai ke Yerusalem.

    Penyebab hidup dalam kegelapan yang kedua: tidak mau masuk pintu sempit--'Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!'

    Firman pengajaran yang benar membawa kita masuk pintu yang sempit/salib, menuju ke Yerusalem baru--tadi Yesus mengajar dan menuju ke Yerusalem.
    Pintu yang sempit/salib= PINTU KANDANG PENGGEMBALAAN.

    Yohanes 10: 1, 9-10
    10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
    10:9.
    Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
    10:10. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

    'padang rumput'= penggembalaan.
    Mari, firman pengajaran yang benar membawa kita masuk pintu kandang penggembalaan sampai masuk pintu kandang penggembalaan terakhir di Yerusalem baru kekal selamanya.
    Yerusalem baru= kota terang--dibawa ke penggembalaan itu semakin terang sampai masuk kota terang, Yerusalem baru, tidak ada kegelapan sedikitpun.

    Jadi tidak tergembala sama dengan gelap. Mari, sungguh-sungguh! Harus berani masuk pintu yang sempit hari-hari ini, mulai dari gembala!
    Gembala harus masuk kandang penggembalaan dengan tugas memberi makan domba-domba dengan makanan yang sehat--firman pengajaran yang diulang-ulang; pemeliharaan--, dan menaikkan doa penyahutan--bagaikan tudung/perlindungan bagi domba-domba. Ini tugas utama di samping tugas membesuk dan lain-lain.

    Domba-domba juga harus masuk pintu sempit/kandang penggembalaan. Tugas domba adalah makan firman penggembalaan--firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang--, supaya bertumbuh ke arah kedewasaan rohani/kesempurnaan.

    Di ayat 12, jagnan tertipu dengan orang upahan! Itu sistem manajemen, bukan penggembalaan.

    "Sekarang banyak, gereja dianggap sebagai perusahaan, memakai sistem manajemen: siapa yang khotbah, uangnya ke sini...sini...., bukan penggembalaan. Kalau sistem penggembalaan, gembala di depan dan domba ikut di belakang--sistem keteladadanan."

    Yohanes 10: 11-12
    10:11. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
    10:12. sedangkan
    seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

    'Gembala yang baik memberikan nyawanya'= gembala yang baik di dunia ini juga memberikan segalanya: waktu, tenaga dan lainlain untuk domba-domba. Tidak ada perhitungan: Aku belum istirahat dan lain-lain. Kalau seperti itu, itu orang upahan.

    Yesus Gembala yang baik menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya. Gembala manusia di dunia yang meneladan Yesus harus rela berkorban apapun juga untuk domba-dombanya; bertanggung jawab atas domba-dombanya.
    Orang upahan, itu sistem manajemen.

    Kalau tidak tergembala, gawat, ia akan lelah dan terlantar. Ini kurang ajarnya setan yang mengganti sistem penggembalaan dengan manajemen; dikelola seperti perusahaan di dunia, bahkan mendapat pengakuan.

    "Saya dulu pernah pergi ke Wowondula, singgah di PLN, kantornya mendapat penghargaan dari dunia. Sekarang gereja juga mendapat penghargaan dari dunia karena manajemennya bagus. Celaka! Bukan penggembalaan lagi, tetapi manajemen. Hati-hati!"

    Matius 9: 35-36
    9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
    9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena
    mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

    Kalau sistem manajemen pasti lelah dan terlantar. Tuhan sangt berbelas kasih pada domba yang tidak tergembala karena ia lelah dan terlantar.
    Lelah= letih lesu dan berbeban berat, tidak ada damai sejahtera; suasana kutukan. Esau ke sana ke mari tetapi akhirnya ia lelah.
    Terlantar= tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan jiwanya; gembala tidak tahu bagaimana keadaannya. Kalau sistem penggembalaan, gembala tahu bagaimana keadaan domba-domba.

    Ini yang harus kita sadari. Firman pengajaran yang benar mendorong kita masuk pintu kandang penggembalaan; masiuk ruangan suci. Ada tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita menerima kasih Allah lewat doa penyembahan--ada terang matahari.
      Kasih Allah untuk menghadapi setan di udara dengan roh najis yang tampil seperti pencuri dan pembunuh. Hati-hati!

      Pencurian dan kebencian/pembunuhan bukanlah sistem penggembalaan, tetapi setan yang berkuasa. Di dalam penggembalaan ada doa penyembahan, ada kasih Allah--matahari bersinar--,tidak akan ada gelap. Kalau ada kasih, tidak akan ada pencurian dan pembunuhan/kebencian yang merugikan orang lain; kita saling mengasihi--pencurian dan pembunuhan itu gelap.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan ddengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kuran Kristus; kita mengalami penyucian hati--kelapasan dari dosa sampai ikatan yang terakhir yaitu ikatan akan uang. Ini untuk melawan orang upahan/antikris.

      Orang upahan itu semuanya dihitung dnegan uang. Harus ada meja roti sajian; kekuatan firman dan perjamuan suci yang menyucikan--melepaskan dan menebus--kita dari ikatan dosa sampai ikatan akan uang. Kita tidak menjadi orang upahan--tidak terikat akan uang--, tetapi ada terang bulan.

      Zakharia 11: 4-5
      11:4. Beginilah firman TUHAN Allahku kepadaku: "Gembalakanlah domba-domba sembelihan itu!
      11:5. Orang-orang yang
      membelinya menyembelihnya dengan tidak merasa bersalah dan orang-orang yang menjualnya berkata: Terpujilah TUHAN! Aku telah menjadi kaya! Dan orang-orang yang menggembalakannya tidak mengasihaninya.

      'membelinya dan menjualnya'= jual beli; penggembalaan tetapi ada roh jual beli; uang terus. Ini menajemen.
      'orang-orang yang menggembalakannya tidak mengasihaninya'= terserah domba mau diapakan, yang penting uang masuk. Ini sistem manajemen. Kalau kita terikat akan uang, pasti mendukung sistem manajemen--gembala dan orang-orangnya orang upahan semua; semua diukur dengan uang.

      "Tetapi ini berlaku untuk gereja yang sudah besar. Saya bilang, coba saja yang baru merintis pakai sistem manajemen, tidak akan mampu. Kalau sudah besar, baru bisa. Tetapi kalau sistem penggembalaan, ada domba atau tidak, tetap ada Tuhan Gembala Agung dan kita bisa hidup; ada uang atau tidak, bisa hidup."

      Kalau orang terikat akan uang, pasti setuju dan mendukung sistem manajemen karena semua menjadi orang upahan; hanya diukur dengan uang.

      Tetapi sistem penggembalaan adalah kita mengalami penebusan/penyucian dari ikatan akan uang--bulan bersinar--sehingga kita bisa menunaikan tugas kita sebagai gembala, pemain musik dan lain-lain dengan sungguh-sungguh. Hasilnya: hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu kita.

      Yang penting kita sungguh-sungguh setia-taat, setia-benar, setia-berkobar, dan mengagungkan Tuhan. Jagan memalukan Tuhan! Maka urusan yang lain adalah urusan Tuhan.
      Yesaya 49: 3-4
      49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
      49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun,
      hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

      Hak dan upah terjamin pada Tuhan. Tidak perlu kita rebutan dan lain-lain.

      "Tadi saya ditelepon seseorang: 'Kalau gereja A perang, saya keluar; saya dulu di gereja A tetapi terjadi perang antara yang di dalam, dan saya keluar.': 'Kamu gereja mana?': 'Ciliwung.': 'Oh kalau itu rebut-rebutan.' Tetapi dijelaskan: 'Oh itu bukan rebut-rebutan, tetapi diserahkan oleh pak Wi.' Om Pong bilang pada saya: 'Itu hakmu, gereja dan semuanya hakmu, kalau kamu mau hancurkan, bisa, kamu mau apakan saja, bisa. Tetapi tidak bagus kan? Lebih baik serahkan saja.' Bangkunya mau saya pakai, saya dimarahi. Saya sampai berkata: 'Maaf pak, jadi berapa yang boleh saya bawa?' Tetapi terkenal di luar dibilang: rebut-rebutan. Saya bilang: tidak ada rebut-rebutan.
      Kami punya hak atas tanah itu lima puluh persen, ada tanda tangan orangnya--dengar-dengar karena dipaksa--, tetpai saya kembalikan. Saya datang: 'Pak, ini saya kembalikan, tetapi saya tidak cabut nasar bapak, karena bapak nasar pada Tuhan bukan pada saya.' Lima puluh persen kalau sekarang sudah milyar, di sana bisa lima belas sampai dua puluh milyar, besar rumahnya. Saya bisa dapat sepuluh milyar, tetapi saya kembalikan.
      Mungkin dianggap orang bodoh sekali karena gerejanya diambil, semua diambil, tetapi saya bukan orang upahan. Kalau orang upahan, saya kerja saja. Tidak salah kalau panggilan Tuhan begitu, dari pada saya tinggalkan semua lalu jadi orang upahan. Untuk apa? Begitu saya serahkan, senang semua orang yang di belakang.
      Saya yakin hak dan upah kita di dalam tangan Tuhan. Yang penting kita sungguh-suungguh. Sekarang baru tahu kalau ada gereja di sana, tidak ada saya buka di WR Supratman ini. Ternyata ada panggilan Tuhan untuk saya harus ke Surabaya juga. Karena itu tadi dikatakan: Tuhan tidak pernah menipu. Tinggal tugngu waktu. Mungkin mata melihat: Kok begini? Biar saja, nanti kita bisa berseru: Tuhan tidak menipu saya.
      "

      Hak dan upah kita ada di dalm tangan Tuhan untuk hidup sekarang sampai kekal selamanya. Jangan takut masuk pintu sempit/kandang penggembalaan!

      Tadi disinari matahari supaya tidak saling membenci, tidak dipengaruhi oleh pencuri dan pembunuh, tetapi kasih Allah. Kita saling mengasihi dan membantu, bukan merugikan.
      Kemudian kita ditebus--bulan bersinar--, tidak rebut-rebutan atau upah-upahan, tetapi kita melayani sungguh-sungguh dan mengagunkan Tuhan. Hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan.


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Yohanes 10: 12
      10:12. sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

      Ini untuk melawan nabi palsu. Meninggalkan domba dicerai-beraikan, itu adalah nabi palsu. Lewat urapan inilah kita melawan nabi palsu.
      1 Yohanes 2: 27
      2:27. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

      Di dalam ibadah raya kita mendapat urapan dan karunia Roh Kudus--terang bintang--, untuk melawan nabi palsu.

      Kalau kita diurapi Roh Kudus, maka:


      1. Kita memiliki kepekaan hati untuk bisa membedakan antara firman pengajaran yang benar dan tidak.
        Ada tulisan: kamu tidak perlu diajar lagi, ini juga banyak disalahartikan. Bukan tidak perlu pendeta.

        "Sudah terjadi dulu tahun 1992--saya di Gending. Seorang tidak mau ibadah, lalu tunjuk siapa yang khotbah, tidak perlu gembala lagi (karena ada Roh Kudus yang mengajar). Kacau hidupnya sampai sekarang. Salah! Maksudnya tidak perlu diajar adalah saat antikris datang dengan sistem door to door, dan kita tidak ada kesempatan telepon gembala lagi, kalau ada urapan kita memiliki kepekaan hati untuk bisa membedakan dengan tegas--jelas--firman pengajaran yang benar dan tidak benar."

        Jadi tidak ada istilah: sama saja, tetapi hanya beda.... Bagaimana itu? Itu sudah beda!

        Tidak semua peka, tetapi perlu diasah lewat ibadah raya dan persekutuan, sehingga memiliki urapan yang semakin bertambah-tambah.

        "Satu waktu kami mendengar seorang menyampaikan firman soal Bait Allah dibangun empat puluh enam tahun dan dirombak, dia berkata: 'Salah, saya baca buku ini enam puluh enam tahun--masih ditambah dua puluh tahun.' Waktu kami fellowship di Malang, hamba-hamba Tuhan berkata: Hebat ya. Saya jawab: Ngawur! Kalau enam puluh enam, itu firman Allah--alkitab--, kalau itu yang dirombak, matilah kita (tidak pernah sempurna). Kalau empat puluh enam, itu taurat yang dirombak (digenapi), supaya bangsa kafir bisa masuk dan selamat semua. Baru mengerti mereka, padahal mereka semua gembala. Makanya jangan merasa kuat, Salomo saja jatuh, hati-hati! Harus ada kepekaan."


      2. Ada ketegasan.
        1 Timtius 4: 1-2
        4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
        4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

        Roh Kudus membuat kita tegas untuk menerima pengajaran yang benar dan mempraktikkannya, serta tegas menolak yang salah; tidak mau mendengar satu kalipun.
        Hawa hanya satu kali mendengar suara ular, dan langsung jatuh. Karena itu kalau orang bilang: kita hanya satu kali mendengar. Itu berarti dia tidak membaca alkitab.

        Mengapa begitu? Setiap kali mendengar ajaran palsu, berarti mendapat cap nabi palsu/antikris; hati nurani diselar besi panas. Buktinya, sudah tahu ajaran itu salah, tetapi nanti mau dengar lagi satu kali--ini sudah dicap--, dan satu waktu tidak bisa kembali lagi pada yang benar, seperti Hawa tidak bisa kembali pada suara Tuhan, dan ia diusir ke dunia.

        "Bukan berarti di sini paling benar atau hebat, bukan! Tetapi jangan coba-coba melangkah ke luar dari alkitab!"


      Jadi, ada kepekaan dan ketegasan yang membuat kita selamat sampai sempurna.


    Sungguh-sungguh malam ini! Memang masuk pintu sempit (kandang penggembalaan; tiga macam ibadah), tetapi di balik itu ada kelimpahan.

    "Tadi saya agak sakit perut, lalu saya pikir tidak mengajar, lalu ingat: kan bukan mulutnya yang sakit. Dulu ada hamba Tuhan dari Nias telpon jam empat pagi (hari Minggu): 'Om kaki saya sakit.' Saya bilang: 'Tapi bisa khotbah?': 'Bisa.': 'Khotbah saja.' Tadi begitu juga: Kan hanya perut yang sakit, khotbah saja, begitu berdiri, hilang sakitnya, sampai lupa mau khotbah di Surabaya. Memang pintu sempit, tidak apa-apa. Tetapi di baliknya luar biasa."

    Yohanes 10: 9-10
    10:9. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
    10:10. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan
    mempunyainya dalam segala kelimpahan.

    Jika kita masuk pintu sempit--sungguh-sungguh tergembala--, kita akan mengalami seperti istilah raja Daud 'takkan kekurangan aku' artinya Tuhan memelihara kehidupan kita secara jasmani dengan berkelimpahan--sampai mengucap syukur kepada Tuhan--, dan pemeliharaan secara rohani--sampai sempurna. Lebih terang lagi. Benar, suci, sampai sempurna; tidak ada kegelapan.

    Di luar kandang penggembalaan, gelap! Tetapi di balik pintu sempit ada terang dan kelimpahan.

    Hati-hati dengan nikah! Kedudukan--susunan--dalam nikah jangan salah. Menghadapi gantang harus dengan terang. Nikah kita terang dan indah sampai perjuamuan kawin Anak Domba.

    Lalu di dalam penggembalaan, kita bisa melawan setan tritunggal--antikris, nabi palsu dan setan--lewat tiga macam ibadah; kita menang bersama Tuhan sampai sempurna.


  3. Matius 22: 11-14
    22:11. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
    22:12. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan
    tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
    22:13. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu
    ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
    22:14. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

    'Tetapi orang itu diam saja' = Kalau menjawab mungkin masih diberikan kesempatan.

    Penyebab hidup dalam kegelapan yang ketiga: tidak berpakaian pesta, karena berpakaian yang lain.

    Seharusnya saat ditanya ia minta ampun, tetapi ia diam. Kalau orang sudah salah lalu diam, susah.

    "Kami pernah mengalami. Didatangi rumahnya, dia diam, sedih sekali, bagaimana menolongnya? Ini juga."

    Bentuk pakaian lain:


    • Pakaian kotor.
      Zakharia 3: 1, 3
      3:1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
      3:3. Adapun Yosua mengenakan
      pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,

      Yosua bisa berpakaian kotor, apalagi kita. Harus waspada!
      Pakaian kotor= perbuatan dosa, perkataan dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, pikiran dosa, angan-angan dosa, dan juga ketidaksetiaan.

      Sudah jadi imam tetapi tidak setia, itu berpakaian kotor. Tidak setia itu juga dosa. Dalam Ibrani 10:25: 'biasa meninggalkan ibadah pelayanan' itu sudah berbuat dosa; dosa kebiasaan sampai dosa sengaja.


    • Pakaian asing.
      Zefanya 1: 8
      1:8. "Pada hari perjamuan korban TUHAN itu Aku akan menghukum para pemuka, para anak-anak raja dan semua orang yang memakai pakaian asing.

      (terjemahan lama)
      1:8. Maka akan jadi pada hari korban sembelihan Tuhan, bahwa Aku akan membalas kepada segala penghulu dan kepada segala putera raja dan kepada mereka sekalian yang berpakaikan
      pakaian orang helat.

      Helat= banyak berdalih.
      Pakaian asing:


      1. Banyak berdalih, seperti ular: Ya, tetapi... Tidak, namun... Jangan! Harus jujur!
        Contoh berdalih soal firman: Firman Allah dicocokkan untuk diri sendiri, bukan dirinya yang dicocokkan dengan firman. Itu banyak berdalih. Jadi dibolak balik. Alkitab bilang: tidak boleh, lalu dicocokkan dengan diri sendiri sampai jadi boleh. Ini pakaian asing.


      2. Tipu muslihat atau mengakali orang,
      3. Dusta.
        Seringkali sudah menjadi imam, tetapi bukan memakai pakaian pesta. Pakaian pesta itu putih berkilau.


      4. Pakaian orang kusta.
        Imamat 13: 47
        13:47. Apabila pada pakaian ada tanda kusta, pada pakaian bulu domba atau pakaian lenan,

        Tadinya berpakaian lenan--putih--, tetapi ada kustanya.
        Artinya:


        1. Kebenaran diri sendiri; kebenaran di luar firman Allah. Seringkali sudah di luar firman, masih berkata: benar. Jangan!
          Kalau di luar firman (di luar alkitab), biar seribu orang berkata: benar, itu tidak benar; hanya kebenaran sendiri. Yang benar itulah firman.


        2. Kebenaran sendiri juga berarti menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.


    JAGA PAKAIAN!
    Matius 22: 12-13
    22:12. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
    22:13. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

    Ayat 12= Yesus sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga masih bertanya; tidak langsung menghukum. Inilah pemberitaan firman.
    Karena pesta anak raja, maka Yesus sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga bertanya: Mengapa kamu tidak berpakaian pesta? Kabar mempelai itu tidak menghukum kita, tetapi ditanya dulu; diberikan kesempatan--mengundang yang lebih lesu dan berbeban berat. Biarpun firman itu keras atau tajam (dosanya ditunjuk), tetapi bukan untuk menghukum.

    Kabar mempelai mengundang yang letih lesu dan berbeban berat, supaya menjadi enak dan ringan, serta mengganti pakaian lain menjadi pakaian pesta.

    Bagaimana sikap kita?


    • Diam saja= sombong, keras hati, tetap tidak mau mengaku dosa-dosa, tetapi mempertahankan--menyembunyikan--dosa bahkan enjoy di dalam dosa sampai puncaknya dosa, sehingga terpaksa ia harus dihukum (dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, binasa selamanya). Tergantung pada sikap kita! Ini keadilan Tuhan.


    • Berdiam diri; koreksi diri:


      1. Rendah hati dan lemah lembut.
        Matius 11: 28-29
        11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
        11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
        lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

        Rendah hati= mengaku dosa pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
        Lemah lembut= mengampuni dan melupakan dosa orang lain.

        Jika sudah rendah hati dan lemah lembut, maka darah Yesus menghapus dosa kita, membuat kita mengalami kelegaan; ketenangan, damai, semua enak dan ringan. Tidak ada yang meninggalkan pelayanan dan nikah sampai garis akhir. Pakaian kita yang kotor diganti menjadi pakaian pesta--pakaian putih--, dan ada kebahagiaan.

        "Saya mengalami waktu ke Nias, pakaian tertinggal semua. Jadi pakai jasnya orang, khotbah di lapangan, besok belum datang. Begitu datang, lega sekali. Ini baru pakaian biasa, tetapi ini pakaian pesta."

        Yesaya 61: 10
        61:10. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

        Pakaian kotor, pakaian helat, pakaian kusta, jadi pakaian mempelai.

        Jangan diam saja, tetapi berdiam diri dibawah kaki Tuhan--saling mengaku dan mengampuni, bereskan semua!

        Malam ini mari ganti pakaian, jangan memakai pakaian kotor, supaya hidup kita enak, ringan dan bahagia.


      2. Mazmur 37: 5-7
        37:5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
        37:6. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
        37:7.
        Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

        'jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya' = Ini yang banyak salah. Orang yang tidak setia, tetapi kok enak hidupnya, percuma kita yang setia. Jangan! Sebab orang-orang itu sedang dibiarkan oleh Tuhan; menjadi anak haram dan tinggal menunggu penghukuman. Tetapi kita sedang diproses oleh Tuhan. Mari berdiam diri.

        Yang kedua: berdiam diri juga berarti menyembah Tuhan; percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan. Tunjukkan segala keadaan kita; apa yang jadi kekurangan dan kelemahan kita malam ini!

        "Saya selalu ajarkan, seperti bayi yang menangis, yang ditunjukkan bukan kehebatan atau kelebihannya, tetapi kekurangan dan kelemahannya (ketidakmampuan, ketidakberdayaan kita)."

        Inilah berdiam diri di bawah kaki Tuhan. Serahkan pada Tuhan! Ini orang rendah hati.


    Berdiam diri; saling mengaku dan mengampuni, setelah itu kita menyerah pada Tuhan: Terserah Engkau, Tuhan, saya tidak bisa apa-apa; percaya mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan; mengangkat dua tangan pada Tuhan; meunjukkan segala keadaan kita. Dan Dia akan turun tangan:


    • Ayat 5: 'Ia akan bertindak'= Dia akan bertindak untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil, kita hanya duduk dan menunjukkan apa yang jadi kelemahan dan kekurangan kita.

      Ingat laut Kolsom! Tidak bisa ke depan, belakang, kiri dan kanan, tetapi Tuhan hanya katakan: Ulurkan tanganmu Musa! Rendah hati dan lemah lembut!
      Kalau tidak bisa apa-apa, ulurkan tangan dan biarkan Dia yang bertindak. Laut Kolsom terbelah, masalah selesai dan ada masa depan yang berhasil dan indah.


    • Ayat 6: 'Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang'= Tuhan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar untuk memunculkan kebenaran kita seperti terang; menyucikan dan mengubahkan kita sampai menjadi terang dunia--terang matahari, bulan dan bintang. Kita lebih terang lagi, lebih terang lagi; benar dan suci terus sampai menjadi terang dunia saat Tuhan datang kembali.

      Terang, berarti tidak ada dusta (tidak ada gelap sedikitpun). Kita disucikan diubahkan terus menerus mulai dari tidak ada dusta, sampai kalau Tuhan datang tidak ada cacat cela lagi--perempuan dengan matahari, bulan dan bintang; terang dunia--, kita siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, kita masuk kota terang Yerusalem baru selamanya.

Jangan ikut gelap! Jaga nikah, penggembalaan dan pakaian! Kalau ada kotor, kita tinggal berdiam diri dibawah kaki Tuhan. Malam ini kita mengakui kegagalan dan kenajisan kita, jangan berbuat lagi, supaya hidup itu enak dan ringan, bahagia. Ganti pakaian malam ini!
Berdiam diri juga artinya hanya mengangkat tangan pada Tuhan. Biar Dia yang bertindak, Dia yang memunculkan terang sampai kita menjadi terang dunia.

Tunjukkan kekurangan dan kelemahan kita! Apa kekuangan kita serahkan semua pada Dia! Tuhan masih bertanya, Dia menyampaikan firman, bukan untuk menghukum, tetapi Dia mau menolong kita semua.
Lemah, kotor, tidak bisa apa-apa, sakit dan lain-lain, serahkan kepada Dia! Kita hanya berdiam diri, rendah hati dan lemah lembut; hanya mengaku dan menyembah Dia.
Mungkin tidak ada yang tau (suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu), tetapi Yesus yang tahu malam ini.

Biar Dia yang turun tangan, bertindak di tengah kita. Sulit, najis, jahat, pahit, susah, sakit, apa saja kelemahan kita, serahkan kepada Tuhan! Kaum muda jangan ragu, Dia bertindak, Dia memunculkan terang, masa depan kita tidak gelap. Dia tidak menipu kita.
Yang tidak bisa dipikir dan dilakukan secara jasmani dan rohani, serahkan pada Dia! Biar Dia yang bertindak untuk kita dan memunculkan terang; menjadikan kita terang dunia.
Dia sudah lebih dulu menyerahkan hidup-Nya untuk kita, supaya Dia bisa bertindak dan memunculkan terang kita. Jangan ragu malam ini!

Jangan terpengaruh oleh goncangan dunia, tetapi tetap banyak berdiam diri di hadapan Tuhan. Jaga nikah kita masing-masing, jaga penggembalaan, jaga pakaian kita! Kita banyak berdiam diri, menyembah Dia. Tuhan tidak melihat besarnya masalah kita, tetapi besarnya penyerahan kita kepada Dia, seperti Dia sudah menyerahkan segala-galanya bagi kita.
Yakinlah Tuhan bertindak malam ini!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Oktober 2017 - 01 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 28-29 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top