gereja pantekosta tabernakel kristus kasih malang surabaya
English Language
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah KKR Palangkaraya V, 26 Februari 2009 (Kamis Sore)
Ibrani 13: 1
"Peliharalah kasih persaudaraan"Sudah 4 kali kita mendengar tema ini. Sangat singkat, tapi sangat...

Ibadah Kaum Muda Malang, 04 April 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-37 adalah tentang 7 nubuatan di akhir jaman.
Markus 13:7-8...

Ibadah Doa Malang, 31 Agustus 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Persekutuan Medan III, 23 Juni 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan III, 27 Oktober 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi...

Ibadah Doa Malang, 01 Desember 2009 (Selasa Sore)
Keluaran 17 dalam Tabernakel terkena pada Pelita Emas, yaitu Roh Kudus dengan segala aktivitasnya dalam...

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 19 Maret 2009 (Kamis Tengah Malam)
Keluaran 15:27, setelah melewati padang gurun Syur dan Mara, bangsa Israel sampai di...

Ibadah Doa Surabaya, 13 April 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian Pujian Maria'.

Isi dari nyanyian pujian Maria:
Ayat 46-50...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-17, 21-23
25:16. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Juli 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay....

Ibadah Doa Surabaya, 17 Desember 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, yaitu terjadi goncangan-goncangan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Januari 2011 (Kamis Sore)

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Ayat 31-32: Pada saat kedatangan Yesus kedua kali, Yesus akan tampil sebagai Raja segala raja dan Gembala Agung untuk memisahkan domba dari kambing.
Kita harus waspada sebab tahun ini adalah tahun pemisahan. Kita harus berusaha agar tidak masuk tahun pemisahan, tetapi masuk tahun kegerakan dan tahun mujizat.

Dalam hal kerohanian, kita tidak bisa bergantung pada orang lain. Dua orang di atas tempat tidur bisa terpisah. Kita harus berjuang supaya tidak terpisah!

Ayat 33: Posisi domba di sebelah kanan Tuhan, posisi kambing di sebelah kiri Tuhan.
Dasar pemisahannya bukan perkara jasmani, tetapi dasar pemisahannya adalah:
  1. [Pengkhotbah 10:2] Hikmat Sorgawi.
  2. [Matius 25:35-45] Karakter/tabiat.
ad. 2. Pemisahan berdasarkan karakter/tabiat.
Matius 25:35,39-40,41-42,44-45
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Domba berada di sebelah kanan Tuhan karena bertabiat kasih, yaitu:
  1. Mengasihi sesama yang membutuhkan, memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan.
    Mengasihi Tuhan tetapi tidak mengasihi sesama = pendusta.
  2. Taat dengar-dengaran kepada Tuhan.
Hasilnya adalah masuk Kerajaan Sorga yang kekal.

Kambing berada di sebelah kiri Tuhan karena bertabiat egois, yaitu:
  1. Tidak mengasihi sesama yang membutuhkan, tidak mau memberi dan tidak mau mengunjungi sesama yang membutuhkan. Ini berarti juga tidak mengasihi Tuhan.
  2. Tidak taat dengar-dengaran kepada Tuhan.
Tabiat egois = tanpa kasih.
Akibatnya adalah harus masuk dalam api yang kekal.

Matius 24:12
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Di akhir jaman, justru kedurhakaan yang makin meningkat, sedangkan kasih semakin dingin. Sehingga hamba Tuhan/anak Tuhan masuk dalam musim dingin kasih, tanpa kasih, dan menjadi durhaka.

Jangan sampai kita berpaku pada jumlah, sebab 10 pengintai adalah kambing, sedangkan 2 pengintai adalah domba. Dari jumlah seluruh jemaat yang keluar dari Mesir, 603.548 orang adalah kambing, hanya 2 yang merupakan domba.

Praktik kedurhakaan pada musim dingin kasih:
  1. Membakar firman Allah = menolak firman Allah, terutama firman Allah yang keras dan tajam.
    Yeremia 36:22-23,25
    36:22 Waktu itu adalah bulan yang kesembilan dan raja sedang duduk di balai musim dingin, sementara di depannya api menyala di perapian.
    36:23 Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu, sampai seluruh gulungan itu habis dimakan api yang di perapian itu.
    36:25 Elnatan, Delaya dan Gemarya memang mendesak kepada raja, supaya jangan membakar gulungan itu, tetapi raja tidak mendengarkan mereka.

    Yang dibakar di sini adalah gulungan kitab dari nabi Yeremia.

    Ada 2 saksi dalam Alkitab, Raja Yoyakim di Perjanjian Lama, dan Raja Herodes di Perjanjian Baru.
    Matius 14:2-5
    14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."
    14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
    14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
    14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

    Raja Herodes membenci, marah, jengkel, menolak firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang mengoreksi terutama kehidupan pribadinya, kehidupan nikahnya.

    2 Timotius 4:2
    4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Isi firman pengajaran:
    • Menyatakan dosa yang tersembunyi di dalam kehidupan kita, di dalam nikah rumah tangga kita, di dalam segala aspek hidup kita.
      Dosa-dosa yang tersembunyi ini harus ditunjukkan supaya kita sadar akan dosa, bisa mengaku dosa dan diampuni, sehingga kita diselamatkan.

    • Menegur dosa-dosa kita, supaya kita berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan = bertobat.
      Selama mempertahankan dosa, maka firman pengajaran akan tetap menjadi teguran yang keras, sehingga banyak yang tidak tahan, banyak yang menolak firman.

      Contohnya adalah Herodes yang mempertahankan dosa yang tersembunyi di dalam nikah, sehingga membenci Yohanes, menolak firman pengajaran yang benar.

      Akibatnya adalah Yohanes Pembabtis dibunuh, artinya kehidupan itu tidak pernah mengalami kelahiran baru, tidak mengalami penyucian, dan tidak bisa melihat Kerajaan Sorga.

      Yohanes 3:3
      3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

      Kalau dosa diselesaikan, maka firman akan menjadi nasehat.

    • Menasehati supaya kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian.
      Nasehat juga adalah jalan keluar dari segala masalah.
      Nasehat di luar firman = jalan buntu + binasa.

    Jika kita memiliki api kasih Allah, sikap yang benar adalah TAAT DENGAR-DENGARAN pada firman pengajaran yang benar apapun resikonya, sehingga mengalami:
    • Tajam pertama untuk menyucikan dosa-dosa yang tersembunyi.
    • Tajam kedua untuk membaharui kehidupan kita.
    Sampai sempurna seperti Tuhan.

  2. Kedurhakaan yang ditimbulkan oleh gigitan ular beludak pada tangan hamba Tuhan/anak Tuhan.
    Kisah Rasul 28:1-3
    28:1. Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta.
    28:2 Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
    28:3 Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

    Ular menggigit tangan artinya:
    • Supaya tangan Rasul Paulus tidak bisa menulis surat-surat = supaya tangan Rasul Paulus tidak bisa melayani pemberitaan injil keselamatan dan injil kemuliaan.
      Galatia 6:11
      6:11. Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri.

      Pemberitaan injil keselamatan dihalangi supaya orang-orang berdosa tidak diselamatkan.
      Pemberitaan injil kemuliaan dihalangi supaya kehidupan yang sudah selamat tidak mencapai kesempurnaan dan ketinggalan saat kedatangan Yesus kedua kali.

      Bagi kita, tangan digigit supaya tidak bisa beribadah dan tidak bisa melayani Tuhan, di dalam nikah maupun dalam penggembalaan.

      Ibrani 10:25-27
      10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    • Supaya anak-anak Tuhan tidak bisa mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan.
      Maleakhi 3:8-9
      3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
      3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

      Kalau tidak bisa mengembalikan milik Tuhan, akibatnya:
      1. Hidup dalam suasana kutukan, suasana duri.
      2. Tidak ada makanan rohani di rumah Tuhan, tidak ada pembukaan firman sehingga seluruh sidang jemaat masuk dalam kelaparan rohani.
        Maleakhi 3:10
        3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

        Amos 8:11-14
        8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
        8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
        8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
        8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

        Manusia akan jatuh bangun dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan yang membinasakan. Manusia akan rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi sebab tidak ada kuasa firman yang membangkitkan. 

      Perpuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan, bukan pengakuan kita sudah dapat gaji, dll.

    Kisah Rasul 28:5
    28:5 Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.

    Jika memiliki api kasih Allah, maka kita akan bisa mengebaskan ular dari tangan.
    Artinya kita tetap setia beribadah melayani Tuhan, tetap mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan.

  3. Menyangkal Yesus.
    Lukas 22:54-60
    22:54. Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    22:56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
    22:57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"
    22:58 Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak!"
    22:59 Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea."
    22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

    Pengalaman melayani Tuhan belum menjamin bahwa kita memiliki kasih (Petrus adalah hamba Tuhan senior).
    Petrus menyangkal Yesus pada musim dingin, saat tanpa kasih.

    Yohanes 18:18
    18:18 Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka.

    Semua yang kita lakukan, harus kita periksa, apakah masih ada kasih?

    Menyangkal Yesus artinya:
    • Tidak setia dan tidak berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan, sampai meninggalkan jabatan pelayanan.
      Kita semua ditahbiskan oleh Tuhan, jangan sampai meninggalkan jabatan pelayanan!
    • Tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain. 
    • Gugur dari iman, tidak mau mengaku nama Yesus lagi, tidak mau mengaku lagi firman pengajaran yang benar yang sudah sekian lama menjadi pengalaman hidupnya.

    Tiga kali Petrus menyangkal Yesus = tubuh jiwa roh Petrus sudah menyangkal Yesus, dan harus dihukum, harus binasa.

    Matius 10:32-33
    10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
    10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

    Tetapi Tuhan tidak rela kalau kehidupan yang sudah ditebus dan dipakai Tuhan menjadi binasa, oleh sebab itu Tuhan mau mencurahkan kasihNya lewat kokok ayam.

    Kokok ayam ini menunjuk pada firman penggembalaan, yaitu firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala, untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia dan diulang-ulang untuk mengingatkan kita, menyadarkan, dan mengangkat kita, menyucikan sampai menyempurnakan kita.

    Kokok ayam ini sederhana dan mudah dimengerti, tidak perlu membaca buku-buku lain.
    Tapi kalau keras hati, maka tidak akan bisa mengerti firman penggembalaan.

    Dalam firman penggembalaan, kita mengalami 2 hal. Ini yang dialami Petrus. Sejatuh apapun keadaan kita malam ini, kalau masih bisa mendengar firman penggembalaan, maka akan masih bisa tertolong.
    1. Pandangan belas kasihan dari Tuhan.
      Lukas 22:60-62
      22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
      22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
      22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

      Petrus juga memandang Tuhan. Lewat firman penggembalaan, mata kita bertemu mata Tuhan, hati bertemu hati, kita bisa menangis dan mengaku segala dosa dan kegagalan. Maka Tuhan akan mengampuni kita dan mencurahkan kasihNya.

      Amsal 28:13
      28:13. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

    2. Uluran tangan Tuhan.
      Yohanes 21:15,17
      21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

      Firman penggembalaan merupakan tuntunan tangan Tuhan untuk membawa kita masuk kandang penggembalaan. Dalam Tabernakel, kandang penggembalaan ini ditunjukkan oleh Ruangan Suci. Dalam Ruangan Suci ini ada 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah:
      • Pelita Emas --> ketekunan dalam Ibadah Raya.
      • Meja Roti Sajian --> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
      • Medzbah Dupa Emas --> ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan. 

      Dalam ketekunan dalam kandang penggembalaan ini, Tuhan sedang mencurahkan kasihNya kepada kita, sehingga kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan.

      Yohanes 21:18-19
      21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Mengulurkan tangan kepada Tuhan artinya:
      • Taat dengar-dengaran apapun resikonya.
      • Rela berkorban apapun untuk Tuhan.
      • Menyembah Tuhan, percaya dan mempercayakan diri sepenuh hanya kepada Tuhan. 
      Maka Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita, dan kita hidup dalam tangan Gembala Agung yang bertanggung jawab atas hidup kita, bergumul untuk kita, berkorban untuk kita.

      Hasilnya:
      • Tangan Gembala Baik memeluk kita = memelihara dan melindungi kita di tengah dunia yang sulit, menyatukan yang sudah tercerai-berai.
        Yesaya 40:11
        40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

      • Tangan Gembala Baik memangku kita = segala letih lesu kita ditanggung oleh Tuhan, kita merasa kelegaan, semua jadi enak dan ringan, dan Tuhan yang menyelesaikan semua masalah/kegagalan/kejatuhan.

      • Tangan Gembala Baik menuntun kita ke masa depan yang baik, semua jadi baik, sampai menuntun kita ke tempat penggembalaan terakhir di Yerusalem Baru, di mana tidak ada lagi air mata.
        Wahyu 7:17
        7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

        Wahyu 21:14
        21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

        Petrus sudah menyangkal Tuhan, memotong telinga orang, dll, tetapi dia masih bisa sampai di Yerusalem Baru. Yudas tidak bisa karena dia meninggalkan jabatan pelayanan.

        Malam ini, selama masih mendengar kokok ayam, kita masih tertolong. 

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:15 (Ibadah Kaum Wanita)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 17:45 (Ibadah Raya)
Senin jam 17:45 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)

IBADAH KUNJUNGAN

18 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngunut)
24-25 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sumba)
01 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Tamban)
22 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngawi)
25 Juni-05 Juli 2012 (Kunjungan ke Israel)
17-19 Juli 2012 (Ibadah Persekutuan ke Medan)
31 Juli-02 Agustus 2012 (Ibadah Persekutuan di Malang)
04-06 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Makasar)
20-21 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Semarang)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Pendolo, Tentena)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Medan)
November 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ambon)
Desember 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sidikalang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top