|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius
26: 30-31 26:30.
Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan
murid-murid-Nya ke
Bukit Zaitun. 26:31.
Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juni 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Matius 7: 1-2 7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 7:2. Karena dengan penghakiman... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 14-30 ay.
14= Tuhan mempercayakan harta Surga kepada manusia berdosa. Ini
merupakan KEMURAHAN
TUHAN. ay.
15= Tuhan memberikan talenta sesuai... Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Bersamaan PENATARAN IMAM & CALON IMAM (I)
Matius... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:1-2 26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali.
Kita membahas ayat. 31 (keadaan... Ibadah Raya Malang, 13 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah peringatan kepada Petrus. Yudas diperingatkan oleh Tuhan, Petrus juga diperingatkan oleh... Ibadah Raya Surabaya, 04 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:57-68 tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.
Ada dua... Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang III, 28 Juli 2011 (Kamis Sore)
Tema:
"Mempelai
datang, songsonglah Dia" Matius
25: 6 25:6.
Waktu tengah malam terdengarlah suara
orang berseru: Mempelai
datang! Songsonglah dia!
=
satu-satunya berita yang dibutuhkan... Ibadah Doa Malang, 01 Februari 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III
Keluaran... Ibadah Doa Malang, 14 Februari 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.
Biar hari-hari ini kita menjadi... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 September 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-15 Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Oktober 2009 (Sabtu Sore)
Nubuat ke-4:tentang antikris
MARKUS 13:19-23, keadaan... Ibadah Kaum Muda Malang, 14 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, dalam Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian, kayu yang disalut emas,...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Juni 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman:
- jaman Allah Bapa= menampilkan pohon ara di taman Eden.
- jaman Allah Anak= menampilkan pohon ara di pinggir jalan.
- jaman Allah Roh Kudus= menampilkan nubuat tentang pohon ara.
Ad. 2. POHON ARA DI PINGGIR JALAN. Matius 21 :18-19. Yesus merasa lapar berarti Yesus tampil sebagai manusia. Yesus lapar berarti Yesus ingin dipuaskan lewat ibadah pelayanan kita. Tetapi yang ditemukan Yesus adalah pohon ara yang sudah banyak daunnya, tetapi tidak berbuah, artinya kehidupan yang sudah banyak beribadah melayani Tuhan, tetapi tidak memuaskan Tuhan, akibatnya:
- Tidak puas / kering rohani, sehingga
mencari kepuasan di dunia, atau kepuasan dunia dimasukkan dalam gereja.
- Mengalami suasana kutukan, susah
payah, kesedihan, banyak air mata (suasana duri-duri), sampai kebinasaan.
Kalau yang sudah melayani bisa saja mengalami kekeringan/kutukan, sampai kebinasaan, bagaimana dengan yang belum melayani? Semoga ini mendorong kehidupan yang belum melayani. Yang sudah melayani harus sungguh-sungguh dan makin ditingkatkan.
Mengapa sudah melayani tapi tidak
berbuah / tidak memuaskan Tuhan?
- Karena melayani tanpa iman.
Maleakhi 3:8-10, prakteknya adalah melayani tapi
menipu Tuhan = mencuri milik Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Contoh: Yudas Iskariot (Yohanes 12:6).
Perpuluhan ada kaitan dengan makanan di rumah Tuhan, itulah firman penggembalaan.
- Kalau gembala mencuri perpuluhan,
maka tidak ada makanan dalam penggembalaan.
- Kalau sidang jemaat mencuri kepercayaan
Tuhan pada gembala tentang perpuluhan, maka tidak ada makanan dalam
sidang penggembalaan.
- Kalau sidang jemaat mencuri
perpuluhan, maka tidak akan bisa mengerti firman.
Sebaliknya kalau perpuluhan
dikembalikan, maka kita semua bisa makan firman penggembalaan = mendengar sampai taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan. Maka saat kita taat, Tuhan akan membuka tingkap langit, mencurahkan berkat berkelimpahan, kutukan diganti berkat (Maleakhi 3:11-12).
Siklus perpuluhan: Perpuluhan --> makanan dalam penggembalaan dalam penggembalaan --> taat dengar-dengaran pada firman ---> berkat Tuhan dicurahkan (berkat, perlindungan, kebahagiaan) -->kembali pada perpuluhan.
Perpuluhan adalah pengakuan bahwa
kita sudah diberkati oleh Tuhan, atau pengakuan bahwa kita hidup dari iman. Tidak mau mengembalikan perpuluhan berarti merasa hidup dari uang. Matius 4:4. Pelayan Tuhan yang mengembalikan perpuluhan berarti hidup dari iman. Sebaliknya, pelayan yang mencuri perpuluhan berarti melayani tanpa iman = melayani tanpa buah, hanya berdaun saja. Pelayanan tanpa buah iman tidak memuaskan Tuhan, malah berdosa, sehingga hidup dalam kutukan seperti Yudas, sampai binasa (Roma 14:23).
- Karena melayani tanpa
pengharapan.
Yeremia 48:10a, prakteknya adalah melayani dengan lalai, tidak setia.
Matius 25:26-30, kalau sudah tidak setia (malas), pasti akan jahat. Tidak setia = tidak berguna dan
akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, tanpa pengharapan.
Maleakhi 2:15-16. Tidak setia dalam
ibadah pelayanan = tidak setia dalam nikah; sebab pelayanan dengan nikah itu tidak bisa dipisahkan. Kalau setia dalam ibadah pelayanan, pasti akan setia dalam nikah. Tidak setia = keras hati
= pengkhianat, seperti Yudas, yaitu kehidupan tidak punya pengharapan dan tidak bisa diharapkan, dan hanya menuju kebinasaan (Markus 3:19).
Matius 25:21, sebaliknya, kalau
kita setia maka kita akan mengalami kebahagiaan.
- Karena
melayani tanpa kasih.
Prakteknya:
- Matius 25:40-46, egois =
mementingkan diri sendiri.
Artinya tidak bisa
memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan secara jasmani dan
rohani untuk pembangunan Tubuh Kristus, mulai dari dalam rumah tangga.
Ada
banyak kesibukan kita, tapi jangan sampai membuat kita egois sehingga tidak bisa memperhatikan (memberi dan mengunjungi) sesama yang membutuhkan untuk pembangunan tubuh Kristus. Saat di tengah kesibukan sampai seperti untuk diri sendiri saja sudah tidak ada waktu, tetapi jika bisa memperhatikan sesama yang membutuhkan, sekalipun itu kecil, itu sudah merupakan perwujudan kasih yang besar.
- Yohanes 14:15, tidak taat
dengar-dengaran pada firman penggembalaan.
Contoh: Saul (1
Samuel 15:13-16,22-23). Sekalipun menurut pikiran dan perasaa manusia sudah merupakan yang terbaik, tetapi jika tidak sesuai dengan firman, maka Tuhan tidak akan berkenan. Kita harus menggunakan pikiran dan perasaan Yesus yang taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.
Akibat tidak taat adalah jabatannya dilepas, seperti Saul dan Yudas (Matius 26:23-25). Yudas sampai pecah perutnya, masuk dalam kebinasaan.
Firman dan Perjamuan Suci adalah pertolongan terakhir dari Tuhan bagi kita, untuk kembali kepada Tuhan. Kembali pada firman, taat dengar-dengaran = bersandar di dada Tuhan.
Melayani tanpa iman, pengharapan, kasih = pelayanan tanpa buah yang tidak memuaskan Tuhan; contohnya adalah Yudas (disebut sebagai contoh dalam 3 poin di atas).
Supaya berkenan
pada Tuhan dan melayani dengan benar, maka kita harus:
- Melayani dengan
iman = mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus.
- Melayani dengan
pengharapan = melayani dengan setia dan berkobar-kobar.
Jangan gampang terhalang, sampai tidak bisa terhalang!
- Melayani dengan
kasih = memberi dan mengunjungi dalam pembangunan Tubuh Kristus dan
taat dengar-dengaran.
Melayani dengan
iman, pengharapan, dan kasih = pelayanan Yakobus, Petrus dan Yohanes
bersama Yesus yang naik ke atas gunung (Matius 17:1-2). Artinya adalah pelayanan yang memuncak sampai bisa berdoa dan menyembah Tuhan = menyerahkan seluruh hidup sepenuh pada Tuhan (penyerahan mempelai /
penyerahan istri terhadap suami).
Hasilnya:
- Markus 5:35-42, kita mengalami
kuasa Tuhan untuk menghidupkan apa yang sudah mati, secara rohani dan jasmani.
Secara rohani, mungkin sudah mati dalam dosa-dosa; kalau mau kembali pada iman, pengharapan, dan kasih, taat dengar-dengaran maka akan bisa kembali dihidupkan, yaitu hidup benar dan suci. Aktif dalam pelayanan bukan tanda rohani hidup. Tanda kerohanian yang hidup adalah hidup benar.
- Galatia 2:9, kita dipakai
sebagai tiang penopang / sokoguru dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
Tiang penopang ini terutama berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.
- Matius 17:2, kita mengalami
kuasa keubahan hidup, dimulai dari wajah = panca
indera.
Telinga jangan tuli, tetapi harus taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Mulut jangan bisu (perkataan yang tidak ada arti rohaninya), tetapi harus bisa bersaksi. Kalau tidak bersaksi, pasti akan menyangkal nama Tuhan.
Wahyu 3:8, jika telinga dan mulut diubahkan, maka Tuhan akan membukakan semua pintu-pintu, mulai dari pintu di dunia, pintu masa depan.
1 Korintus 13:12-13, sampai saat Yesus datang kedua kali, kita
akan diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan, bertemu muka dengan
muka.
Jika telinga
dan mulut kita baik, maka Tuhan akan menjadikan semuanya baik (Markus
7:37).
Wahyu 3:12, Tuhan membuka pintu sampai pintu Sorga, sampai kita menjadi sokoguru di Yerusalem Baru, selama-lamanya tidak ada lagi air mata.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|