English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 September 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 19 Maret 2009 (Kamis Tengah Malam)
Keluaran 15:27, setelah melewati padang gurun Syur dan Mara, bangsa Israel sampai di...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Februari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 November 2010 (Selasa Pagi)
Dalam Keluaran 1, ada dua rencana yang besar:
Ayat 1-7, rencana Allah, yaitu rencana...

Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua...

Ibadah Doa Surabaya, 18 April 2011 (Senin Sore)
Disertai puasa
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Surabaya, 27 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 10 Februari 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 8:20-32 adalah tulah keempat, yaitu lalat pikat = tabuhan. Ini adalah binatang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Desember 2011 (Kamis Sore)
Diambil dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Pekanbaru, 30 November 2011 Sore

Tema: Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 November 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 25 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Ibadah Raya Surabaya, 11 Januari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 15 Januari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang shekinah glory/ sinar...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Maret 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Februari 2012 (Kamis Sore)

Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Ada 2 macam saksi dan kesaksian:
  1. Ayat 59-63a: Saksi palsu.
  2. Ayat 63b-66: Saksi yang benar.

Ad. 2. SAKSI YANG BENAR.
Matius 26:63b-66
26:63b Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
26:64 Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
26:65 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
26:66 Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!"

Yesus memberi contoh sebagai saksi yang benar, sekalipun Ia harus menghadapi siksaan dan kematian.
Yesus bersaksi sebagai apa?
  1. Yesus bersaksi sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup = bersaksi tentang salib Kristus.
  2. Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa = Yesus sebagai Imam Besar.
  3. Yesus datang di atas awan-awan di langit = Yesus sebagai Raja atas segala raja dan Mempelai Pria Sorga yang akan datang dalam kemuliaan.
Kesaksian yang benar memang diperhadapkan pada sengsara, namun jangan takut, di balik kesaksian yang benar ada kemuliaan Tuhan.

Yesus bersaksi sebagai Imam Besar, sementara di situ juga ada Imam Besar Kayafas.
Kayafas adalah imam besar menurut peraturan Taurat (peraturan Lewi/Harun).
Mengapa harus ada Imam Besar Yesus?

Ibrani 7:11
7:11. Karena itu, andaikata oleh imamat Lewi telah tercapai kesempurnaan--sebab karena imamat itu umat Israel telah menerima Taurat--apakah sebabnya masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi imam besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang dia tidak dikatakan menurut peraturan Harun?

Imamat Lewi (imam besar menurut peraturan Lewi) tidak bisa membawa pada kesempurnaan.
Sebab itu, perlu ditetapkan imam besar lain, yaitu Yesus, menurut peraturan Melkisedek (Perjanjian Baru).
Buktinya:
Imam Besar Kayafas harus mengoyakkan jubahnya [Matius 26:65] = melepaskan jabatannya sebagai imam besar, sebab Yesus sudah tampil sebagai Imam Besar, menurut peraturan Melkisedek.

Jadi, terjadi peralihan dari imam besar menurut peraturan Lewi menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek.

Mengapa Yesus menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek?
  1. Ibrani 7:13-14
    7:13 Sebab Ia, yang dimaksudkan di sini, termasuk suku lain; dari suku ini tidak ada seorangpun yang pernah melayani di mezbah.

    7:14 Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.


    Sebab Yesus bukan berasal dari suku Lewi, melainkan dari suku Yehuda.
    Teladan bagi kita adalah sekalipun pribadi Yesus sendiri tidak boleh melanggar peraturan Alkitab.
    Dalam segala hal, patokan kita adalah Firman. Semua harus sesuai Firman Tuhan (Alkitab).

  2. Ibrani 7:24
    7:24 Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.

    Sebab Yesus adalah Imam Besar yang kekal untuk selama-lamanya, tidak bisa mati dan diganti dengan imam besar yang lainnya seperti pada peraturan Lewi.
    Dengan demikian, sidang jemaat dapat dilayani terus-menerus, sampai Imam Besar Yesus menyempurnakan kita dengan kuasa darahNya.

Jadi, karena Yesus sudah bersaksi sebagai Imam Besar, sekalipun menghadapi siksaan dan kematian, kita juga harus bersaksi bahwa Yesus adalah Imam Besar, apapun resikonya.

Praktek bersaksi bahwa Yesus adalah Imam Besar:
  1. Kita harus menjadi imam-imam.
    Imam = seorang yang memangku/memiliki jabatan pelayanan (memakai jubah pelayanan).
    Jangan merobek sendiri jubah pelayanan, seperti yang dilakukan Kayafas!
    Jika ada dosa, akui dan buang dosa! Kita kembali melayani Tuhan.

    Tugas imam:

    I Petrus 2:5
    2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    1. Mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Tuhan.
      Artinya, setiap pelayanan harus memiliki nilai rohani, yakni pelayanan yang sesuai dengan kebenaran Firman (taat dengar-dengaran pada kebenaran Firman).

      Matius 7:21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Bukan "kehebatan" pelayanan yang berkenan kepada Tuhan, melainkan "ketaatan pada Firman" yang berkenan kepada Tuhan.

      Melayani dengan tidak taat = pembuat kejahatan.

    2. Dipakai sebagai batu hidup untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (rumah rohani).
      Praktek pembangunan tubuh Kristus adalah persekutuan.

      Persekutuan tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna (Israel dan Kafir menjadi satu tubuh sempurna).

      Ada banyak anggota tubuh, tetapi kepala (pokok) tetap hanya satu.
      Persekutuan tubuh Kristus = persekutuan carang dengan carang.
      Sebab itu, setiap persekutuan HARUS memperhatikan "pokok anggur yang benar", yakni pribadi Yesus.

      Yohanes 15:1
      15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

      Yohanes 15:1 (terjemahan lama)
      15:1. "Aku inilah Pokok Anggur yang benar, dan Bapa-Ku ialah Pembelanya.

      Yohanes 1:1, 14
      1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
      1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

      Yesus = Firman Pengajaran ("logos") yang menjadi daging.

      Sebelum masuk persekutuan (nikah, penggembalaan, dst.), perhatikan, penentunya adalah "satu pokok Firman Pengajaran benar"!
      Di mana ada Firman, baru ada Roh Kudus dan kasih Allah.

      Yesaya 30:1
      30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,

      Persekutuan yang tidak benar hanya menambah dosa, menyesatkan, sampai membawa pada kebinasaan selamanya (kehilangan keselamatan).

    Hasil persekutuan yang benar:

    • Kalau kita bersekutu pada satu pokok anggur yang benar, cepat atau lambat pasti berbuah manis (berbuah terang: kebaikan, keadilan, kebenaran).

      Efesus 5:8-9
      5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
      5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

      Kebenaran = semua sesuai kebenaran Firman.
      Adil = memihak Tuhan (Firman Pengajaran benar), bukan memihak manusia siapapun.
      Kebaikan = tidak merugikan orang lain, tidak berbuat jahat kepada sesama, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Berbuah terang = berbuah manis/kebahagiaan.

    • Bapa di Sorga yang menjadi pengusaha kebun anggur (tidak pernah bangkrut), bahkan Ia menjadi pembela bagi kita (Yohanes 15:1).


  2. Ibrani 7:26
    7:26 Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,

    Kita harus meneladan Yesus sebagai Imam Besar yang suci dan tak bercela.
    Dalam bahasa aslinya, imam = "kohen", yang berarti suci.

    Imam-imam harus masuk dalam proses penyucian.
    Di mana kita bisa disucikan?

    Imamat 21:12
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Kita harus berada dalam Ruangan Suci = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok (kandang penggembalaan).
    Selama kita berada dalam Ruangan Suci, kesucian kita pasti terjaga.
    Kalau meninggalkan Ruangan Suci, pasti hidupnya juga mulai melanggar kesucian.

    • Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = kita bersekutu dengan Anak Allah dalam Firman dan korban Kristus.
      Kita mengalami penyucian dari Yesus (Anak Allah) lewat Firman Pengajaran dan Perjamuan Suci.

      Apa yang harus disucikan?
      Penyucian hati, tangan (perbuatan), perkataan, penampilan (rambut, pakaian), pergaulan, nikah.

    • Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya = kita bersekutu dengan Kristus (Allah Roh Kudus) dalam karunia-karuniaNya.
      Kita mengalami penyucian oleh Allah Roh Kudus.

      I Petrus 1:1-2
      1:1. Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,
      1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

      Roh Kudus menyucikan kita supaya selalu taat dengar-dengaran (sekalipun dalam sengsara), kuat dan teguh hati (tidak putus asa ataupun kecewa saat sengsara), sampai kita berkenan kepada Tuhan.

      Roma 15:16
      15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      Bangsa Kafir sebenarnya adalah binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan. Kita perlu disucikan dengan Roh Kudus.

    • Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = kita bersekutu dengan Allah Bapa dalam kasihNya.

      I Tesalonika 5:23
      5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

      Kita terus disucikan sampai sempurna, tak bercacat cela.

    Imamat 21:12
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Kehidupan yang suci dan tergembala = kehidupan yang dikhususkan oleh Tuhan, ada minyak urapan di atas kepalanya.

    Hasilnya:

    • Kita bisa hidup bersama dengan rukun, semua menjadi baik/indah pada waktuNya, dan Tuhan memerintahkan berkat bagi kita.
      Mazmur 133:1-3
      133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

      133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

      133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

    • Dikhususkan = menjadi biji mata Tuhan, yang tidak bisa dijamah siapapun termasuk antikris.
      Waspada! Jangan menjamah kehidupan yang dikhususkan Tuhan (lewat perkataan, dsb.).
      Menjamah kehidupan yang disucikan dan dikhususkan Tuhan = menjamah biji mata Tuhan sendiri.


  3. Kita mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar.
    Dalam Perjanjian Lama, pelayanan pendamaian = 2 x 7 percikan darah disertai dengan dupa, yang menghasilkan sinar kemuliaan (Shekinah Glory).

    Dalam Perjanjian Baru, kita mengalami percikan darah Yesus, yaitu:

    Ibrani 2:17
    2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

    1. Kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Tujuan mengaku dosa adalah untuk bertobat, lepas dari dosa dan kembali hidup benar.

      Mengaku dosa = saya sadar, saya menyesal, saya mengaku, saya meninggalkan dosa.

      Kalau mengaku dosa hanya dengan tujuan supaya dikasihani, supaya boleh melayani lagi, supaya tidak dihukum, dsb., maka dosa itu tetap dituntut oleh Tuhan.

    2. Sengsara daging tanpa dosa untuk kita mengalami keubahan hidup.
      Kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari hati damai sejahtera.

      Hati damai sejahtera = tidak ada lagi permusuhan/perseteruan, kepahitan/dendam, kenajisan/dosa, kekuatiran, ketakutan, bimbang; Kita bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan (kita mengulurkan tangan kepada Tuhan).

      Maka, Tuhan juga mengulurkan tangan kemurahan dan belas kasihNya kepada kita.

    Ibrani 10:19-21
    10:19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
    10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
    10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

    Hasilnya:

    • Tangan Imam Besar yang setia dan berbelas kasih membuka jalan yang baru dan hidup bagi kita.
      Secara jasmani, Tuhan memelihara hidup kita di tengah kesulitan dan kemustahilan, Tuhan membuka jalan menuju masa depan yang indah.
      Secara rohani, Tuhan membukakan pintu Firdaus bagi kita.
      Sedangkan bagi penjahat di atas kayu salib saja dibukakan pintu Firdaus, bagaimana mungkin kita pelayanNya tidak ditolong? Periksa hidup kita, apakah sudah sesuai dengan Firman?

    • Imam Besar dapat menolong kita dari segala masalah, sampaipun yang sudah mustahil, tepat pada waktuNya.

      Keluaran 32:30-33
      32:30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
      32:31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
      32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
      32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

      (Hati-hati, jangan merasa semua baik-baik saja sekalipun kita berbuat dosa. Itu hanya karena masih ada doa penyahutan dari seorang gembala, yang menahan datangnya penghukuman Tuhan.)

    • Pelayanan pendamaian = Tuhan menghapus dosa kita = Tuhan menuliskan nama kita dalam Kitab Kehidupan.
      Bukti nama kita tertulis dalam Kitab Kehidupan adalah hati kita dalam damai sejahtera.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top