|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Raya Malang, 18 Oktober 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 6:12-16 adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN.
Mengapa harus... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:1-2 26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia... Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 19 Maret 2009 (Kamis Tengah Malam)
Keluaran 15:27, setelah melewati padang gurun Syur dan Mara, bangsa Israel sampai di... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah.
Ini... Ibadah Raya Surabaya, 13 November 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN. Jika kita tidak bersaksi tentang Tuhan, kita akan menyangkal Tuhan,... Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 secara keseluruhan menunjuk pada Shekinah Glory/sinar kemuliaan/terang kemuliaan.
Markus 16 dibagi menjadi 2 bagian: Markus... Ibadah Persekutuan di Ciawi III, 18 November 2009 (Rabu Sore)
Tema: Wahyu 21:5 "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"
Pada mulanya Tuhan sudah menciptakan manusia yang sama... Ibadah Doa Surabaya, 17 Juni 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman:
jaman... Ibadah Raya Surabaya, 16 November 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5 yaitu tentang kedatangan Yesus yang
kedua kali. Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 1, 13
25:1. "Pada
waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh
gadis, yang mengambil pelitanya
dan pergi menyongsong... Ibadah Natal GSJPDI Jatipasar Trowulan, 24 Desember 2010 (Jumat Pagi)
Yohanes 10: 10 10:9. Akulah pintu; barangsiapa masuk
melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 April 2012 (Senin Sore)
Matius
27: =
terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Mei 2011 (Senin Sore)
Tema
ibadah di Medan: Wahyu 19: 9 19:9.
Lalu
ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah
mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba."
Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar,
perkataan-perkataan dari Allah."
'Berbahagialah
mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba'=
pesta nikah Anak Domba. Pernikahan anak Tuhan bukan hanya sampai
di bumi saja, tetapi lanjut pada nikah rohani (perjamuan kawin Anak
Domba). Sebab itu, kita harus memperhatikan mulai dari permulaan
nikah, perjalanan nikah, sampai pada akhir perjalanan nikah (nikah
yang sempurna).
Pesta
nikah Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus
(Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga) dan
sidang jemaat yang sempurna
(mempelai wanita) di awan-awan yang permai. Dan ini terjadi pada
saat kedatangan Yesus kedua kali. Setelah itu, kita masuk kerajaan
1000 tahun damai, kemudian kita masuk Yerusalem baru (kerajaan Surga
yang kekal). Inilah arah pengikutan kita kepada Tuhan.
Kemarin
malam, kita sudah belajar bahwa kita sudah ada dalam masa pertunangan
(Ibadah
Raya Surabaya, 01 Mei 2011).
Malam
ini, kita
periksa dalam Tabernakel.
Pertemuan
Yesus dengan sidang jemaat yang sempurna ditunjukan oleh TABUT
PERJANJIAN
(http://www.gptkk.org/tabernakel_tabut+perjanjian.html).
Tabut
perjanjian terdiri dari 2 bagian:
- Keluaran
25: 17-18
25:17.
Juga engkau harus membuat tutup
pendamaian
dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah
hasta lebarnya. 25:18. Dan haruslah kaubuat
dua kerub dari emas,
kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian
itu.
Bagian
pertama: TUTUP
PENDAMAIAN
dengan 2 kerub yang semuanya terbuat
dari emas murni.
'emas
murni'=
zat Ilahi. 'Kerub
I'=
Allah Bapa (Tuhan). 'Tutup
dengan darahnya'=
Anak Allah (Yesus). 'Kerub
II'=
Allah Roh Kudus (Kristus).
Jadi, TUTUP
PENDAMAIAN adalah Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Surga.
- PETI/TABUTNYA.
Keluaran
25: 10-11 25:10.
"Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah
hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah
hasta tingginya. 25:11. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas
murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di
atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
Peti
ini terbuat dari kayu penaga.
Itulah manusia daging yang berdosa. Tetapi kayu penaga ini
disalut dengan emas luar dan dalam, sehingga kayunya tidak terlihat
lagi.
Jadi, PETI
ini adalah sidang jemaat yang sempurna seperti Yesus
(mempelai wanita Surga).
Sepandai-pandainya dan sekaya-kayanya kita, kita hanyalah kayu. Kalau tidak disalut emas, kayu ini
akan cepat hancur. Karena itu, kayu
perlu disalut emas lewat ibadah
pelayanan. Kayu
juga disalut lewat penyembahan,
terlebih lagi lewat doa
puasa/doa semalam suntuk.
Kalau
Tutup hanya diletakkan saja di atas peti, maka bisa tergelincir. Karena
itu, perlu diberikan
BINGKAI
EMAS
sekelilingnya,
supaya Tutup dengan peti tidak terpisah dan tidak bergeser sedikitpun. Bingkai emas
ini harus ada, sebab bingkai ini memang berada pada petinya.
Secara
rohani, supaya
kita tidak terpisah dari Tuhan, kita harus punya BINGKAI
EMAS SECARA ROHANI,
yaitu:
- Mazmur
25: 14
25:14.
TUHAN
bergaul karib
dengan orang
yang takut akan Dia,
dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
'bergaul
karib'=
tidak terpisah. Arti pertama: takut
akan Tuhan.
Amsal
8: 13 8:13.
Takut
akan TUHAN
ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan,
tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
=
praktik
takut akan Tuhan,
yaitu membenci kejahatan/dosa sampai membenci dusta. Kalau
berbuat dosa, orang itu sedang menantang Tuhan,
bukan takut akan Tuhan.
Membenci dosa sampai membenci dusta=
hidup
dalam kebenaran.
Dengan demikian, kita sedang bergaul erat dengan Tuhan. Dan Tuhan
akan memberikan pembukaan rahasia Firman
kepada kita. Kalau kita sidang jemaat, kita akan mengerti
pembukaan Firman.
Mazmur
37: 25-26 37:25.
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak
pernah kulihat orang
benar
ditinggalkan,
atau anak cucunya meminta-minta roti; 37:26. tiap hari ia menaruh
belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi
berkat.
Kalau
hidup benar, Tuhan tidak akan pernah tinggalkan kita. Kalau tidak
benar, hidup itu akan terpisah, sampai anak cucu juga
terpisah. Sebab itu, HATI-HATI
SEJAK PERMULAAN NIKAH!
Kalau
kita benar, Tuhan akan memberkati kita sampai ke anak cucu dan
menjadi berkat bagi orang lain. Jadi, WARISAN
BAGI ANAK CUCU
adalah kebenaran dan Firman pengajaran yang benar.
Apa
yang tidak benar, HARUS segera diakhiri. Sesuatu yang tidak
benar, seringkali menggiurkan daging, tetapi jauh dari Tuhan, bahkan
terhilang untuk selama-lamanya.
- Amsa
3: 32
3:32.
karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan
orang jujur
Ia bergaul
erat.
Arti
bingkai emas yang kedua: kejujuran=
kemurnian hati.
Dengan jujur, kita tidak akan terpisah dari
Tuhan.
Titus
2: 7 2:7.
dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.
Hendaklah engkau jujur
dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
Permulaan kejujuran adalah soal Firman
pengajaran yang benar. Artinya:
berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar dan tegas menolak pengajaran yang
tidak benar (tidak memberi kesempatan kepada pengajaran
sesat).
Hawa hanya 1x mendengar suara ular. Tapi ia langsung
jatuh. Orang yang tidak jujur adalah orang yang bimbang/mendua
hati soal pengajaran. Yang
membuat tidak jujur adalah karena mengejar keinginan daging.
Dan ini akan menuju pada kebinasaan.
Kalau bisa jujur dalam
pengajaran, kita bisa jujur dalam hal lainnya.
Ibrani
13: 4-5 13:4.
Hendaklah kamu semua penuh hormat
terhadap perkawinan
dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang
sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. 13:5. Janganlah kamu
menjadi hamba uang dan cukupkanlah
dirimu dengan apa yang ada padamu.
Karena Allah telah berfirman: "Aku
sekali-kali tidak akan membiarkan engkau
dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
'Aku
sekali-kali tidak akan membiarkan engkau'=
Tuhan tidak terpisah dengan kita. 'penuh
hormat'=
kejujuran. Jadi, kalau sudah jujur dalam pengajaran, bisa jujur
dalam nikah,
sampai jujur soal tempat tidur (tidak ada perselingkuhan dan tidak
menggunakan tempat tidur sebagai tempat melampiaskan hawa
nafsu). Setelah itu, bisa jujur
dalam soal keuangan.
Kalau
sudah jujur dalam pengajaran, nikah dan soal uang, Tuhan tidak akan
meninggalkan kita.
Benar-benar peti menyatu dengan Tutup.
Dalam tiap berkat yang
kita terima, ada berkat untuk orang lain. Pertama-tama adalah
milik Tuhan. Setelah itu, milik sesama yang membutuhkan. Saat
kita digerakkan Tuhan, tetapi kita tidak mau, maka satu waktu, kita
tidak ada kesempatan untuk melakukan apa-apa. Tetapi Tuhan akan menuntut
kita.
Kalau sudah jujur dalam pengajaran, nikah dan keuangan,
kita akan bisa jujur
dalam segala hal.
Matius
5: 37 5:37.
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu
katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si
jahat.
Jujur
dalam segala hal dibuktikan dengan berani berkata: "Ya
katakan Ya, Tidak katakan Tidak".
Kalau
kita mau hidup benar, pencobaan yang kita alami justru semakin
keras. Seperti
Israel saat keluar dari Mesir. Mereka bukan lagi dicambuk, tetapi diancam untuk dibunuh oleh Firaun.
Kalau tidak jujur dalam
pengajaran, pasti tidak jujur dalam segala hal. Dan hidup itu
sama seperti ular.
Maleakhi
2: 6 2:6.
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan
tidak terdapat pada bibirnya.
Dalam damai
sejahtera
dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak
orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
Kalau
kita hidup jujur, hasilnya:
- hidup
dalam damai sejahtera,
semua jadi enak dan ringan.
- 'banyak
orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan'=
kita dipakai
dalam kegerakan hujan akhir,
sehingga bisa membawa orang bertobat atau kembali pada pengajaran
yang benar.
- Roma
8: 35-37
8:35.
Siapakah
yang akan memisahkan kita dari kasih
Kristus?
Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau
ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 8:36. Seperti ada
tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut
sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba
sembelihan." 8:37.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang
menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Arti
bingkai emas yang ketiga: kasih
dan anugerah/kemurahan Tuhan.
Posisi
kita gereja Tuhan, seperti domba sembelihan,
artinya: tidak berdaya apa-apa menghadapi pencobaan sampai
menghadapi maut (maut secara rohani dan jasmani). YANG
KITA BUTUHKAN ADALAH KASIH DAN KEMURAHAN TUHAN, sehingga
kita tidak kecewa/putus asa. Kita tidak sampai meninggalkan
Tuhan.
Yohanes
10: 11 10:11.
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi
domba-dombanya;
Inilah
kasih kemurahan Tuhan kepada kita, yaitu Ia menyerahkan nyawa bagi
domba-dombaNya. JANGAN
SAMPAI KITA KEHILANGAN TUTUP DARI PETI PERJANJIAN!
Kalau
tidak ada tutupnya, peti itu tidak ada gunanya apa-apa. Lebih
baik kita kehilangan segala-galanya daripada kehilangan Tuhan.
Jika
kita menerima
kasih dan anugerah dari Gembala yang baik,
kita akan menjadi domba-domba yang tergembala (carang melekat pada
Pokok anggur yang benar).
Praktik
tergembala:
- setia/tekun
dalam kandang penggembalaan (tekun dalam 3 macam ibadah pokok),
- hubungan
kesucian, seperti carang yang terus dibersihkan. Dan kita PASTI
berbuah lebat dan manis.
Jadi,
bingkai emas secara rohani adalah:
- hidup
benar,
- hidup
jujur,
- setia
dan suci.
Ini
semua merupakan KERINDUAN
KITA untuk bergaul erat dengan Tuhan
(tidak terpisah dari Tuhan). Kita masih ada kesalahan, tapi Tuhan
MELIHAT KERINDUAN KITA
untuk bergaul erat dengan Tuhan. Segala kekurangan kita akan
ditanggung oleh Gembala yang baik dan kita bisa bersandar di dada
Tuhan.
Yohanes
13: 23 13:23.
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya,
bersandar
dekat kepada-Nya,
di sebelah kanan-Nya.
Kalau
tidak ada kerinduan, hidup itu akan menjadi seperti Yudas yang
terpisah. Biarlah kita bersandar di dada Tuhan. Kalau kita
rindu bergaul erat dengan Tuhan, Tuhan juga rindu bergaul erat dengan
kita.
Yohanes
12: 26 12:26.
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di
mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.
Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Kita
bersama Tuhan, sampai kita tidak terpisah dari Tuhan. Inilah hubungan
mempelai.
Roma
8: 31-34, 37 8:31.
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika
Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 8:32. Ia,
yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya
bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan
segala sesuatu kepada kita
bersama-sama dengan Dia? 8:33. Siapakah yang akan menggugat
orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah
yang akan menghukum mereka? 8:34. Kristus Yesus, yang telah mati?
Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah
kanan Allah, yang malah menjadi
Pembela bagi kita? 8:37.
Tetapi dalam semuanya itu kita
lebih dari pada orang-orang yang menang,
oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Kalau
kita bersandar di dada Tuhan, hasilnya:
- Tangan
kasih kemurahan Tuhan sanggup memberikan
segala sesuatu yang kita butuhkan,
lebih dari yang kita pikirkan.
- ay.
33-34= Tangan kasih kemurahan Tuhan membela/mendamaikan
segala dosa kita,
supaya kita tidak dihukum.
Tuhan juga membela kita dalam hidup
kita sehari-hari.
- ay.
37= Tangan kasih kemurahan Tuhan menjadikan
kita lebih dari pemenang.
Artinya:
- kita
tidak berdaya, tapi menang
atas pencobaan yang hebat bahkan mustahil, karena Tuhan yang
berperang ganti kita.
- sekalipun
kita
terpuruk rohaninya, Tuhan bisa mengangkat lebih dari yang lain.
Bahkan Tuhan mengangkat kita sampai ke tahtaNya.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|