English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Ciawi V, 04 Desember 2008 (Kamis Sore)
Wahyu 21: 5-6
'semuanya sudah terjadi'= sudahlah genap (terjemahan lama).

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam susunan Tabernakel terkena pada...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang I, 27 Juli 2011 (Rabu Sore)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= satu-satunya berita yang dibutuhkan...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2017 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 23-25
26:23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang...

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 24 November 2010 (Rabu Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 September 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Malang, 15 Juli 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh...

Ibadah Raya Malang, 22 Juli 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Efesus 1:7-10
1:7 Sebab...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Mei 2016 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Mangkutana

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Januari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Marta. Kita...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2 dan 3 dalam...

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2012 (Selasa Sore)
PENATARAN IMAN DAN CALON IMAM II

Matius 26:57-68 tentang SAKSI...

Ibadah Doa Malang, 03 April 2012 (Selasa Sore)
Keluaran pasal 13-15 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada Bejana Pembasuhan/ baptisan air.
Keluaran 13 adalah...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Desember 2017 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7
Dalam susunan Tabernakel, kitab Wahyu 7 terkena pada buli-buli emas berisi manna--salah satu alat di dalam tabut perjanjian.

Ibrani 9: 3-4
9:3. Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.
9:4. Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

'tempat yang maha kudus'= ruangan maha suci Tabernakel--menunjuk pada kesempurnaan.

Buli-buli emas berisi manna menunjuk pada:


  • Iman yang permanen/sempurna.
  • Kehidupan yang sempurna/mempelai wanita sorga.
    Kitab wahyu 7 tediri dalam dua bagian:


    • Ayat 1-8= seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel dimeteraikan--merupakan inti dari mempelai wanita sorga.
      Ini masih pembukaan meterai yang keenam, di situ terjadi pemeteraian orang-orang yang sempurna.


    • Ayat 9-17= orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya= bangsa kafir dimeteraikan oleh Tuhan--menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga.


    Kalau digabung, Tuhan memetaraikan mempelai wanita sorga yang sermpuan, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
    Pembukaan meterai merupakan penghukuman, tetapi juga terjadi pemeteraian mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Iman tentu tidak langsung sempurna, tetapi ada pertumbuhan/perkembangannya.

Malam ini kita belajar perkembangan iman menurut Tabernakel:

  1. Pintu gerbang untuk masuk halaman Tabernakel= IMAN YANG BENAR.
    Kalau imannya tidak benar, berarti salah masuk pintu; bukan pintu sorga, tetapi pintu neraka.

    Roma 10: 17
    10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus; firman yang diurapi Roh Kudus.

    Kita harus waspada karena ada iman yang tidak benar; tidak masuk pintu gerbang sorga, yaitu:


    • Yohanes 6: 26
      6:26. Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

      Yang pertama: iman karena perasaan daging, yaitu merasa kenyang, senang, sungkan, kaya, dipakai Tuhan dan lain-lain.

      Di zzaman akhir banyak orang berseru: Aku bernubuat, aku menyembuhkan, tetapi Tuhan berkata: Enyahlah engkau!--tidak masuk pintu sorga.
      Jangan lupa, setan bisa menyembuhkan, membuat kaya, tetapi di luar pintu sorga.


    • Yohanes 20: 27-29
      20:27. Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
      20:28. Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
      20:29. Kata Yesus kepadanya: "Karena
      engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

      Yang kedua: iman karena melihat--sebenarnya ini bukan iman. Akibatnya: tidak bahagia--kalau sakit sembuh, bahagia, kalau tidak, tidak bahagia--, dan ini merupakan iman yang rapuh.
      Artinya: kita percaya Yesus tetapi Ia tidak mempercayakan diri-Nya kepada kita--iman sepihak.

      Yohanes 2: 23-24
      2:23. Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
      2:24. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

      Iman semacam ini gampang disesatkan oleh antikris dan nabi palsu, yang akan mendatangkan api dari langit. Kalau hanya melihat tanda-tanda jasmani, pasti tersesat dan binasa.


    Jadi masuk pintu gerbang yang benar adalah karena mendengar firman Krsitus--iman yang benar.
    Firman kristus= firman yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab/firman pengajaran yang benar.

    Mazmur 118: 19-21
    118:19. Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
    118:20. Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
    118:21. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

    Ayat 19= suatu kerinduan.
    'Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran'= tugas utama hamba Tuhan--terutama gembala--adalah mencari pembukaan firman Tuhan dengan tangisan, untuk disampaikan kepada sidang jemaat. Sidang jemaat juga berusaha.
    Kita banyak menangis karena pencobaan, baik, tetapi tidak menyelesaikan masalah.

    Ubahkan tangisan kita untuk mendapatkan pembukaan rahasia firman Allah, karena di mana ada pembukaan rahasia firman, di situ ada pembukaan pintu-pintu di dunia; masalah selesai bahkan pintu gerbang sorga terbuka bagi kita.

    Lukas 8: 18
    8:18. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

    Sudah ada pembukaan firman, sikap kita adalah memperhatikan cara mendengar firman, dan apa yang didengar.

    Kalau yang didengar salah, akan salah pintu; kalau cara mendengarnya tidak benar, pintu akan ditutup.
    Dua hal ini yang harus kita perhatikan karena sangat menentukan apakah kita mendapatkan pembukaan pintu sorga--iman bertambah-tambah sampai sempurna--atau pintu tertutup sehingga apa yang ada padanya diambil--iman menjadi habis.
    Kalau yang didengar salah atau cara mendengarnya salah, imannya lama-lama akan habis dan kehilangan keselamatan.

    Karena itu kita mendengar firman pengajaran yang benar harus dalam urapan Roh Kudus. Roh Kudus adalah roh yang tidak terbatas oleh apapun, sehingga kalau kita mendengar pembukaan firman dalam urapan Roh Kudus, maka:


    • Kita akan selalu bersyukur pada Tuhan dalam mendengar firman, tidak akan mengomel (Mazmur 118: 21: Aku bersyukur kepada-Mu); berarti pintu gerbang sorga terbuka.
      Pemulaan kitab wahyu: berbahagialah mereka yang mendengar dan membaca firman. Kalau bahagia saat menyanyi belum tentu pintu sorga terbuka karena di alun-alun kita juga bahagia.


    • Tidak dapat dibatasi oleh apapun juga: usia, waktu dan lain-lain. Kalua ada Roh Kudus, sekalipun anak kecil bisa menerima dengan baik. Kalau secara psikologi, ada waktunya, teatpi Roh Kudus tidak terbatas. Rasul Paulus menyampaikan firman sampai fajar menyingsing, tetapi yang mengantuk hanya satu orang, Eutikhus. Itulah kekuatan Roh Kudus; tidak bisa dibatasi waktunya, usianya dan sebagainya.


    • Kita dapat mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kerinduan dan kebutuhan , sehingga kita bisa mengerti dan percaya--firman menjadi iman di dalam hati--telinga terbuka, pikiran terbuka, hati terbuka, dan pintu sorga terbuka. Kita selamat dan hidup dalam kebenaran.


    Praktik pintu sorga sudah terbuka bagi kita--memiliki iman yang benar--: kita gemar untuk berdiam di dalam rumah Allah--'lebih baik satu hari di pelataran rumah Tuhan dari pada seribu hari di tempat lain.'
    Kejadian 28: 16-17
    28:16. Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
    28:17. Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari
    rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."

    Pintu gerbang sorga= rumah Tuhan.

    Kita bisa mengutamakan dan memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari yang lain. Ini bukti bahwa kita memiliki iman yang benar; pintu gerbang sorga terbuka. Kalau masih terpaksa beribadah atau tidak setia, berat, pintu sorga belum benar-benar terbuka.

    1 Timotius 4: 8-10
    4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4:10. Itulah sebabnya kita
    berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    Bekerja keras, belajar dan lain-lain--latihan badani--, silahkan, tetapi terbatas gunanya, maksimal hanya sampai liang kubur; pintu sorga tidak akan terbuka oleh latihan badani: kekayaan, kepandaian dan sebagainya.
    Ayat 9= harus diyakini sepenuhnya.
    'berjerih payah dan berjuang'= berjerih payah dan berjuang untuk ibadah.

    Kalau memperjuangkan ibadah kita akan menerima janji yang dobel dari Tuhan: untuk hidup sekarang di dunia, sampai hidup kekal selamanya; di dunia selamat, di akhirat juga selamat.

    Mari, kerajaan sorga dimulai dari mendengar firman; pintu gerbangnya adalah mendengar firman, bukan yang lain.
    Perkara sorga harus dimulai dari pintu gerbang--pembukaan firman. Kalau firman dikecilkan dalam ibadah, berarti belum masuk sorga. Kalau mengutamakan yang lain, ngeri.


  2. Meja roti sajian di dalam ruangan suci. Ini adalah IMAN YANG SUCI/TEGUH; tidak goyah. Setelah memiliki iman yang benar, ditingkatkan menjadi iman yang suci.
    Meja roti sajian juga menunjuk pada ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Dari sinilah kita mendapatkan iman yang suci/teguh.

    Pendalaman alkitab= firman diulang, lebih dalam lagi--seperti menggali tanah.
    2 Tawarikh 36: 15-16
    36:15. Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
    36:16. Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.

    Kalau tidak ada firman yang diulang-ulang kita tidak akan bisa pulih, karena dosa juga diulang-ulang--makin meningkat.
    Firman pengajaran yang diulang-uang merupakan kasih sayang Tuhan kepada kita, untuk menghadapi dosa yang diulang-ulang sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan).

    Ini maksud Tuhan mengapa ada ibadah pendalaman alkitab, yaitu supaya kita terlepas dari dosa. Kalau firman tidak diulang, dosa yang akan mendalam dalam hidup kita.

    Kalau kita mengolok/menghina/menolak pendalaman akitab, maka tidak ada lagi pemulihan lagi. Artinya: hidup dan enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa, dan binasa selamanya--rebah dan tidak bangkit-bangkti lagi, tidak bisa bertobat.

    Maleakhi 3: 1-2
    3:1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

    Di mana ada pembukaan rahasia firman yang diulang-ulang--seperti api dan sabun--di situ kita merasakan hadirat Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung yang melayani, menyucikan, dan memulihkan kita.

    Firman pengajaran yang diulang-ulang digambarkan dalam dua hal:


    • Sabun tukang penatu= untuk menyucikan noda-noda pada pakaian--di bagian luar.
      Kalau noda dibiarkan di situ pasti ada ngengat.


    • Api tukang pemurni logam= untuk menyucikan karat pada perak dan emas--di bagian dalam.
      Maleakhi 3: 3
      3:3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

      'Tuhan duduk'= pada ibadah pendalaman alkitab, Tuhan sedang duduk, artinya sedang menggunakan waktu seluas-luasnya untuk memurnikan dan mentahirkan perak dan emas.


    Ngengat dan karat sama-sama merusak tahbisan/ibadah pelayanan dan kesucian kita--menelanjangi kita--sehingga tidak berkenan pada Tuhan.
    Yakobus 5: 1-6
    5:1. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
    5:2. Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
    5:3. Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
    5:4. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
    5:5. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
    5:6. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

    'Emasmu sudah berkarat'= luar biasa karena emas bisa berkarat.
    'karena upah yang kamu tahan dari buruh'= tidak adil; mencuri hak orang lain.
    'membunuh orang yang benar'= memfitnah. Hati-hati, semua itu akan diperhitungkan!

    "Kalau kita diberkati Tuhan menjadi atasan, jangan semena-mena pada bawahan. Bawahan memang tidak bisa melawan, tetapi ada Tuhan. Atasan secara rohani di organisasi, jangan semena-mena. Semua akan diperhitungkan oleh Tuhan."

    Ngengat dan karat ini merusak tahbisan/ibadah pelayanan, kesucian, nikah-buah nikah; menghancurkan tubuh Kristus:


    • Ngengat--dosa di luar--=


      • Perbuatan dosa yaitu kejahatan dan kenajisan. Harus disucikan!


      • Perkataan dosa: dusta, gosip, fitnah. Hati-hati! Semua ini harus dipertanggungjawabkan. Harus disucikan! Karena itu Yesus duduk, karena untuk menghadapi ngengat dan karat tidak bisa cepat-cepat--penyucian menggunakan waktu; pendalaman alkitab juga menggunakan waktu karena ngengatnya semakin banyak.


    • Karat--dosa di dalam--=


      • Hati kikir--tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan--'Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi'.
        Tadi, yang dikecam oleh Tuhan adalah orang kaya.

        Jadi bisa memberi bukan bergantung pada kaya atau miskin tetapi hati bersih dari karat atau tidak. Jemaat Makedonia miskin tetapi bisa memberi.
        Kalau hati sudah disucikan dari karat, pasti bisa memberi sesuai dengan gerakan Tuhan, bukan emosi.

        Kalau sudah kikir, akan serakah--mencuri milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


      • Kusta= kebenaran sendiri--tadi di kitab Maleakhi dikaitkan dengan 'mentahirkan perak dan emas'; mentahirkan ini untuk sakit kusta.
        Kebenaran sendiri=


        1. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan.
        2. Menutupi dosa dengan ayat-ayat alkitab. Seperti Adam dan Hawa setelah telanjang, mereka lari pada pohon buah-buahan--sekarang pohon buah-buahan yang boleh dimakan menunjuk pada ayat-ayat alkitab yang boleh kita dengar.


        3. Menutupi dosa dengan berpura-pura berbuat baik.
          Kalau tidak benar, berarti pura-pura berbuat baik; kalau benar baru bisa baik. Hati-hati jangan terkecoh! Antikris pura-pura berbuat baik setelah itu orangnya diterkam.
          Gereja palsu didukung oleh binatang--didukung dengan keuangan dan lain-lain--, kelihatan luar biasa, tetapi nanti dibakar dan dimakan habis oleh antikris. Kita harus hati-hati!

          Kalau geraja benar: didukung oleh dua sayap burung nasar--firman dan Roh Kudus; kekal selamanya.


    Ngengat dan karat harus disucikan lewat ibadah pendalaman alkitab.
    Kalau disucikan dari ngengat dan karat, hasilnya:


    • Ibadah pelayanan kita akan berkenan pada Tuhan.
      Maleakhi 3: 3-4
      3:3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.
      3:4. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.


    • Kita mendapatkan pakaian putih berkilau-kilauan/pakaian mempelai; bukan kikir dan serakah tetapi perbuatan kebajikan (bisa memberi bahkan lebih bahagia memberi dari pada menerima).
      Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

      (terjemahan lam)
      19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
      segala kebajikan orang-orang suci itu."

      Perbuatan kebajikan dimulai dari lebih bahagia memberi dari pada menerima. Tidak ada ngengat dan karatnya lagi--luarnya putih bersih, dalamnya berkilau ke luar.


    • Ada iman yang teguh/kepastian iman, tidak bisa digoyahkan.
      Filipi 3: 1-3
      3:1. Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
      3:2. Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
      3:3. karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

      Kita memiliki iman yang teguh sehingga tidak bisa disesatkan dan diombang-ambingkan oleh pengajaran palsu yang hanya mengutamakan perkara jasmani (ayat 3).
      Ayat 3= kalau pelayan curang, yang diutamakan adalah hal lahiriah--berkat jasmani--sehingga tidak mendapat sorga, padahal yang benar adalah untuk sorga dulu, dan yang dunia mengikuti saja; sekalipun kita tidak dapat yang di dunia, tetapi kita dapat sorga. Tetapi Tuhan baik, kalau sungguh-sungguh, Dia akan memelihara kita secara dobel, tidak sampai berkekurangan.

      Efesus 4: 14
      4:14. sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

      Iman yang teguh= dewasa roahni, untuk bisa menjadi mempelai wanita Tuhan.
      Kedewasaan rohani= bisa menguasai panca indera; memiliki panca indera yang baik, mulai dari telinga dan mulut. Telinga dan mulut menentukan semua baik atau hancur.

      Telinga hanya mendengar firman dan dengar-dengaran.
      Mulut hanya berkata sesuai dengan firman, menyembah, dan bersaksi.

      Ibrani 5: 13-14
      5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk
      orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Telinga yang baik= bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak, sehingga ia hanya mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.

      "Anak kecil gampang ditipu. Dulu saat saya masih menjadi guru, di luar sekolah ada yang membagi gula-gula gratis, di dalamnya ada sedikit narkoba. Anak kecil terima saja. Kalau dewasa, tidak semudah itu menerima, masih ada pertimbangan."

      Ini gunanya ibadah pendalaman alkitab yaitu supaya kita bertumbuh menjadi dewasa. Telinga bisa membedakan pengajaran yang benar dari pada yang salah.

      Mulut hanya berkata sesuai dengan pengajaran yang benar, bersaksi, dan menyembah.

      Kalau mulut dan telinga baik, semua akan baik.
      Markus 7: 37
      7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

      Kesempatan dalam ibadah pendalaman alkitab, kalau ingin semuanya baik, makan firman pengajaran yang diulang-ulang! Kalau sudah mencapai kedewasaan rohani (iman yang teguh), telinga dan mulut baik, semua akan baik. Kalau masih ragu-ragu, yang baik justru menjadi tidak baik.

      Bukan berarti hanya di sini yang paling benar. Cocokkan dengan alkitab! Bagaimana ajaran tentang iman, baptisan, penyembahan, nikah, kalau tidak sama dengan alkitab berarti sudah menyimpang.
      Kalau ada pengajaran yang benar, tetapi tidak kita dukung, ngeri, yang baik jadi hancur. Sebaliknya, kalau mendukung yang tidka benar, hancur juga.

      Mari, dewasa hari-hari ini! Perhatikan telinga dan mulut!
      Jangan banyak bicara sembarangan hari-hari ini! Rugi! Yang baik akan menjadi tidak baik.


  3. Buli-buli emas berisi manna di dalam ruangan maha suci.
    Ini adalah IMAN YANG PERMANEN.

    Tadi, mulai dari pintu gerbang--mendengar dulu. Kalau mendengar firman sudah sambil bercanda, yang baik jadi hancur. Hati-hati! Sungguh-sungguh! Perhatikan cara mendengar dan apa yang didengar!
    Bukti punya iman yang benar adalah bergairah untuk beribadah, bukan kaya.
    Kemudian iman menjadi teguh lewat ibadah pendalaman alkitab. Telinga dan mulut baik, kuasai panca indera, semua jadi baik.
    Terakhir, baru menjadi buli-buli emas berisi manna.

    Manusia hanya buli-buli tanah liat, karena itu supaya bisa menjadi buli-buli emas berisi manna--iman yang permanen dan kehidupan yang sempurna--, maka manusia daging harus diisi manna.
    Kalau diisi dengan kepandaian dan lain-lain, memang naik menjadi buli-buli pualam, tetapi pecah juga--Daud hebat tiba-tiba jatuh dengan Batsyeba.

    Mazmur 78: 23-25
    78:23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
    78:24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
    78:25. setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

    'membuka pintu-pintu langit'= pintu sorga; manna ada kaitan dengan pintu sorga.
    Manna berasal dari sorga= pembukaan rahasia firman Allah; wahyu dari Tuhan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

    Manna= roti malaikat--roti menunjuk pada firman, malaikat menunjuk pada gembala--= firman penggembalaan.
    Buli-buli tanah liat harus diisi dengan firman penggembalaan; kita harus tergembala--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, supaya menjadi buli-buli emas berisi manna--tadi lewat ibadah pendalaman alkitab kita mendapatkan iman yang teguh, tetapi belum sempurna.

    Firman penggembalaan= firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepasa sidang jemaat dengan setia, teratur, dan diulang-ulang di dalam kandang penggembalaan, untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat.

    Gembala yang baik memberi makan domba-domba. Kalau tidak, gembalanya hanya akan menghitung uang--meja penukar uang bukan lagi meja roti sajian--sheingga gembala dan sidang jematt tidak dihitung oleh Tuhan. Ini yang bahaya. Yudas banyak menghitung uang sampai kikir dan serakah.
    Yudas kikir, orang lain yang meminyaki Yesus, dia yang marah, padahal bukan uangnya, apalagi kalau uangnya sendiri. Terlalu banyak perhitungan dengan Tuhan sehingga tidak dihitung oleh Tuhan, dan binasa.

    Buli-buli emas berisi manna adalah iman yang permanen dan kehidupan yang sempurna lewat dua cara:


    • Ujian iman.
      Ulangan 8: 3
      8:3. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

      'segala yang diucapkan TUHAN'= firman pengajaran yang benar.

      Tuhan mengizinkan kita mengalami ujian--dulu Israel dibiarkan lapar di padang gurun--, supaya kita mengerti bahwa manusia hidup bukan dari roti di dunia saja, tetapi dari firman pengajaran yang benar.
      Gaji hanya sarana, tetapi yang menentukan hidup kita adalah Tuhan.

      Tuhan mengizinkan kita mengalami kesulitan di segala bidang, supaya kita mau diisi manna, sampai mengaku bahwa kita hidup dari firman penggembalaan, dan ujian selesai.
      Kita hidup dari manna, tidak bergantung pada manusia siapapun di dunia, tetapi hanya kepada Tuhan.

      Buktinya: mengembalikan persepuluhan milik Tuhan.
      Keluaran 16: 32, 36
      16:32. Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
      16:36. Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

      Kita mengembalikan persepuluhan, artinya kita mengaku bahwa kita sudah diberkati Tuhan, kita mengaku bahwa kita hidup dari Tuhan/pengajaran yang benar, bukan apapun dari dunia. Ini adalah iman yang permanen.

      Yudas mencuri milik Tuhan, sehingga buli-buli tanah liat tidak bisa menjadi buli-buli emas. Dia tidak mengaku kalau hidup dari Tuhan, sehingga hancur.


    • Keubahan hidup. Buli-buli tanah liat dihancurkan dan timbullah buli-buli emas--pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      2 Korintus 4: 16-17
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

      Manusia daging meorost supaya terbentuk buli-buli emas berisi manna; sempurna seperti Yesus, bukan supaya hancur lebur. Mulai dari tidak tawar hati (tabah). Ini bukti memiliki iman yang sempurna.

      2 Korintus 5: 6-7
      5:6. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
      5:7. --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--

      Tidak tawar hati= tabah; kutat teguh hati, artinya: tidak kecewa, putus asa, dan tigngalkan Tuhan/pengajaran benar menghadapi apapun juga, tetapi tetap percaya, berharap Tuhan, dan tetap setia.

      Memang perjalanan kita di dunia bagaikan mengarungi lautan dunia yang penuh badai. Harus kita lintasi untuk menuju pelabuhan Yerusalem baru. Di tengah perjalanan itulah kita dihantam badai, seperti yang dialami rasul Paulus.

      Kisah Rasul 27: 22-24, 33-34
      27:22. Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
      27:23. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,
      27:24. dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.
      27:33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah
      empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
      27:34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu.
      Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

      'malaikat'= tadi disebutkan roti malaikat, sekarang menunjuk pada firman penggembalaan.
      Kuat teguh hati menghadapi badai lautan dunia.

      Sumber ketabahan hati adalah:


      • Suara malaikat= firman penggembalaan yang diulang.
        Karena itu saya berdoa, supaya sidang jemaat mengaku hidup dari firman penggembalaan. Menghadapi apapun: dosa, ajaran palsu, masalah, penyakit dan lain-lain, tinggal dengar firman saja.


      • Makanan hari keempat belas= makanan paskah= kurban Kristus= perjamuan suci--dulu binatang yang disembelih.
        Keluaran 12: 6
        12:6. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.


      Inilah sumber kekuatan kita untuk menghadapi badai apapun di dunia secara jasmani dan rohani yaitu tabah/kuat teguh hati. Jangan melawan!

      "Kesalahan saya adalah melawan gosip. Maksudnya untuk meluruskan, tetapi tidak pernah lurus sampai sekarang. Isteri saya sudah mengingatkan: Tidak perlulah. Tetapi saya jawab: Tidak apa-apa, diluruskan. Karena pendapat saya, kalau saya digosipkan begitu, siapa yang mau datang ke fellowship? Itu pikiran picik saya. Sombong! Kalau penggembalaan masih lumayan karena percaya dan kenal, tetapi kalau orang yang tidak kenal, siapa yang mau datang? Itu yang saya takutkan. Karena itu saya luruskan, tetapi tidak pernah lurus, malah bengkok-bengkok. Tabah saja lewat firman penggembalaan dan perjamuan suci!"

      Sekalipun kita hanya sehelai rambut di tengah gelombang lautan, kalau ada firman dan perjamuan suci, kita akan mendapatkan perhatian dan belas kasih Tuhan--sehelai rambut tidak akan jatuh. Kita kecil tetapi berada di dalam tangan anugerah Tuhan yang besar untuk:


      • Memelihara kita secara ajaib di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris.
      • Melindungi kita dari segala angin ribut dan gelombang jasmani-rohani sehingga tidak tenggelam--tidak kecewa dan putus asa tetapi tetap percaya dan behrarap Tuhan, dan tetap hidup benar sesuai dengan pengajaran yang benar--tidak berbuat dosa. Kalau kecewa dan putus asa, berarti sudah tenggelam.


      • Memberikan kemenangan kepada kita; laut menjadi teduh, semua masalah selesai, kita mengalami damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan.
        Kalau sudah ada damai, sebentar lagi semua masalah selesai.

        Damai= tidak merasa apa-apa lagi yang daging rasakan: kuatir, takut, marah, benci dan lain-lian, tetapi hanya mengasihi Tuhan. Jaga hati damai! Semua selesai dan indah pada waktunya.

        Buli-buli emas memang harus mengalami ujian dan keubahan hidup. Lewat badai di tengah lautan inilah kita digoncang supaya kita berubah, tidak kecewa dan putus asa tetapi tetap percaya sekalipun banyak tantangan dan rintangan. Serahkan pada Tuhan!


      • Kita masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna--sehelai rambut tidak jatuh, berarti utuh.
        Kidung Agung 7: 5
        7:5. Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya.

        Mempelai Pria sedang memperhatikan rambut mempelai wanita--tadi sehelai rambut tidak jatuh--yaitu merah lembayung.

        Merah= darah= kematian.
        Lembayung= ungu= kemuliaan--di balik kematian ada kemuliaan.

        Kita harus mengalami kematian bersama Yesus, tetapi di balik itu ada kemuliaan bersama Tuhan.

        Kolose 3: 14
        3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

        Kasih Allah mengikat dan mempersatukan kita.
        Ada tanda darah--kematian--tetapi ada tanda lembayung--kemuliaan. Itulah kasih Allah yang menyatukan dan mengubahkan kita sampai sempurna, menjadi satu tubuh Kristus/mempelai wanita sorga.

        Dua penjahat di sebelah Yesus bagaikan sehelai rambut. Yang satu menolak tanda darah--terutama mengaku dosa--sehingga gugur dan binasa, tetapi yang satu mau menerima tanda darah.
        Tanda kematian yang terutama adalah akui dosa hari-hari ini, supaya lembayung--kemuliaan--segera datang. Mengaku sejujur-jujurnya kekurangan kita.

        Serahkan semua pada Tuhan, dan warna lembayung--kemuliaan Tuhan--akan datang baik secara jasmani maupun rohani, sampai kalau Tuhan datang kedua kali kita dipermuliakan bersama dengan Dia.

Memang banyak mendung, badai, lembah dan lain-lain, tetapi kita tetap kuat teguh hati, hanya percaya kepada Tuhan. Kita tidak menyerah kalah--tidak kecewa dan putus asa--, tetapi menerima tanda darah. Akui semua keadaan dan dosa kita, supaya kuasa kemuliaan Tuhan datang di tengah kita lewat kuasa firman penggembalaan dan perjamuan suci. Ada kemuliaan Tuhan malam ini.

Ada lembah-lembah, badai gelombang, tetapi ada kuat teguh hati. Tetap setia dan percaya! Setia dalam pelayanan dan penggembalaan, dan percaya kepada Dia.

Masih warna merah--kematian, badai gelombang--, mari mengaku dosa dan kekurangan kita. Buktikan bahwa kita tidak menyerah kalah, tetapi tetap setia dan menyembah Dia. Yakinlah, lembayung akan segera datang; kemuliaan segera datang.

Kaum muda, tekuni terus, iman kita sedang diuji hari-hari ini untuk ditingkatkan oleh Tuhan. Jangan menyerah kalah, putus asa dan meninggalkan Tuhan! Kalau tidak mampu, sebut nama Yesus! Warna merah akan diikuti warna lembayung.

Mungkin tidak ada yang tahu, kita seorang diri, Dia juga seorang diri di kayu salib. Kaum muda, jangan mundur sedikitpun! Mungkin masih di warna merah--kematian. Bapak ibu mungkin masih warna merah, di tengah badai gelombang--pengalaman kematian bersama Yesus. Manfaatkan untuk mengakui segala sesuatu, menyerah, tetap setia dan percaya. Buktikan kita tidak lari dari Dia! Saat ada salib, lembah, badai, kita tetap bersama Dia, dan Dia tidak akan menipu kita, segera warna lembayung akan datang; kuasa kemuliaan-Nya akan menjangkau kita. Yang sudah warna lembayung--ada berkat--, jangan sombong, tetapi mohon untuk tetap berada dalam tangan anugerah Tuhan, tetap dekat salib-Nya, tempat yang aman dan tidak bisa dijatuhkan oleh setan.

Perjamuan suci adalah bukti Dia tidak pernah menipu kita. Semua Dia serahkan kepada kita. Tubuh, jiwa dan roh-Nya diserahkan bagi kita semua sebagai jaminan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita. Serahkan hidup dan keberhasilan kita pada Tuhan, supaya tidak ada yang jatuh di tengah jalan!
Warna merah atau lembayung, semua karena Tuhan.

Kita bukan hanya aman sampai di pelabuhan dunia ini, teatpi sampai di awan-awan yang permai, pelabuhan Yerusalem baru. Tentu bersama keluarga kita. Kita doakan semuanya. Semua ditolong dan dipegang tangan Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 03-04 Januari 2018
    (Ibadah Natal di Palopo)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top