English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 05 April 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Juli 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-11
9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada...

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Mei 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Oktober 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Lukas 8. Lukas 8 menunjuk...

Ibadah Doa Malang, 25 Januari 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7:1-6
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Maret 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian.

Sebenarnya, ada 2x7 percikan darah yang dilakukan oleh Harun...

Ibadah Raya Malang, 27 April 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16 adalah 4 penampilan pribadi...

Ibadah Doa Surabaya, 08 April 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 25 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali:
Matius 24:29,...

Ibadah Doa Surabaya, 15 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP KITA TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Maret 2013 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:57-66 berjudul "Kelahiran Yohanes Pembaptis".

Lukas 1:57-58


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 13-15
7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah
orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Ini adalah kumpulan orang banyak yang tak terhitung jumlahnya, yang memakai jubah putih, sehingga bisa berdiri di hadapan takhta Allah untuk melayani Dia siang malam.
Siapa yang berdiri di hadapan takhta Allah untuk melayani Dia siang malam, dan memakai jubah putih? Orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar, yaitu kehidupan yang mengalami percikan darah; sengsara daging bersama Yesus--sama dengan mencuci jubah di dalam darah Anak Domba--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018).

Praktik mengalami percikan darah:

  • Mengalami kelepasan dari dosa-dosa--hidup benar--, sampai satu waktu tidak bisa berbuat dosa lagi seperti Yesus--benar seperti Yesus benar; suci seperti Yesus suci.
  • Dengan adanya percikan darah, terjadi shekinah glory/Roh kemuliaan.
    Yang kedua: mengalami Roh kemuliaan yang mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu:


    • Setia berkobar-kobar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
    • Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

Hidup benar seperti Yesus, suci seperti Yesus, ditambah setia dan taat, barulah kita bisa berdiri di hadapan takhta Allah untuk melayani Dia siang malam
Ayat 15b: 'Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.'= kalau kita sudah benar seperti Yesus benar, suci seperti Yesus suci, setia dan taat, lalu apa yang dilakukan oleh Yesus? Dia akan membentangkan kemah-Nya di atas kita.
Membentang kemah sama dengan memberikan TUDUNG kepada kita semua, itulah perlindungan dan pemeliharaan Tuhan yang kekal selamanya.

Ada empat lapis tudung pada Kemah Suci:

  1. Keluaran 26: 1
    26:1. "Kemah Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.

    Tudung pertama: tudung Tabernakel--berada di paling bawah.

    Kalau mau menerima tudung di sorga, mulai sekarang kita harus menerima tudung di dunia.
    Tudung Tabernakel terdiri dari empat warna utama:


    • Ungu tua= biru laut.
    • Ungu muda= ungu.
    • Kirmizi= merah.
    • Lenan halus= putih.


    Warna ini sama dengan warna dari pintu gerbang.
    Keluaran 27: 16
    27:16. tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya--tenunan yang berwarna-warna--dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.

    Pintu gerbang artinya percaya/iman. Dulu Musa naik ke gunung Sinai lalu Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepadanya, kemudian Dia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel.

    Jadi tudung Tabernakel sama dengan TUDUNG IMAN DAN PERBUATAN IMAN--dituliskan dalam surat YAKOBUS.
    Roma 10: 17
    10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Iman yang benar berasal dari firman Kristus; firman yang diurapi Roh Kudus. Kita mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti, percaya firman--firman menjadi iman di dalam hati--, dan kita praktikkan, itulah perbuatan iman. Inilah tudung iman dan perbuatan iman.

    Jadi saat-saat mendengarkan firman adalah saat yang paling menentukan, apakah kita bisa mengalami tudung pemeliharaan dan perlindungan Tuhan atau tidak. Hal ini bergantung dua hal:


    • Pemberitaan firman Allah benar atau tidak.
      Kalau tidak benar, tidak akan ada tudung. Gembala harus memberitakan firman pengajaran yang benar.


    • Sikap kita.
      Kalau kita sungguh-sungguh menikmati dan menghargai firman sampai menjadi iman bahkan mempraktikkannya, kita akan mengalami tudung pemeliharaan dan perlindungan.


    Keluaran 26: 3
    26:3. Lima dari tenda itu haruslah dirangkap menjadi satu, dan yang lima lagi juga harus dirangkap menjadi satu.

    Tudung Tabernakel terdiri dari sepuluh tenda, yang dibagi menjadi dua bagian:


    • Lima tenda menutupi ruangan suci--menunjuk pada iman.
    • Lima tenda menutupi ruangan maha suci--menunjuk pada perbuatan iman.


    Jadi iman dan perbuatan iman tidak bisa dipisahkan.

    Siapa yang lebih dulu menjadi teladan? Tudung paling bawah, yang paling kelihatan dalam sidang jemaat adalah gembala. Kalau sidang jemaat bisa tidak kelihatan, tetapi gembala selalu kelihatan.
    Jadi, tudung iman dan perbuatan iman menunjuk pada seorang gembala dalam sidang jemaat yang meneladani Yesus Gembala Agung, sehingga bisa menjadi teladan--terutama teladan iman--bagi sidang jemaat.

    Ibrani 13: 7-9
    13:7. Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
    13:8.
    Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
    13:9.
    Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.

    'pemimpin'= gembala.
    'akhir hidup'= sampai meninggal dunia atau Tuhan datang.
    Ayat 8: 'Yesus Kristus tetap sama'= apanya yang sama? Di ayat 9 dijelaskan tentang pengajaran/makanan--'Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing'.
    Jadi Yesus tetap sama artinya firman-Nya tetap sama, tidak berubah.

    Gembala menjadi teladan iman bagi sidang jemaat, artinya:


    • Gembala harus menyediakan makanan yang benar/firman pengajaran yang benar, sesuai dengan alkitab, tidak boleh ditambah dan dikurangi; tidak boleh diubah-ubah.


    • Praktik hidup sehari-hari dalam kebenaran: hidup sehari-hari, nikah, pelayanan, dan dalam segala hal harus benar.
      Itulah seorang gembala yang bisa dilihat, supaya jemaat bisa meneladan pada gembala.


    • Pada saat menghadapi masalah/pencobaan sekalipun mustahil tetap percaya dan berharap Tuhan, bukan yang lain.


    Ibrani 13: 17
    13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

    Praktik domba-domba yang meneladan pada gembala yang meneladan Yesus: taat dengar-dengaran pada suara gembala (firman penggembalaan yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat), dan lari dari suara asing--bukan hanya tidak mau mendengar.
    Suara asing= ajaran-ajaran palsu yang tidak sesuai dengan alkitab/firman penggembalaan, gosip dan lain-lain.

    Hasilnya: domba-domba akan merasakan kekuatan doa penyahutan dari seorang gembala--'mereka berjaga-jaga atas jiwamu'--; mengalami tudung perlindungan dan pemeliharaan secara jasmani dan rohani yaitu mantap dalam keselamatan dan kebenaran.

    Jadi, baik gembala maupun domba-domba harus tergembala dengan benar dan baik supaya bisa mengalami tudung Tabernakel--tudung perlindungan dan pemeliharaan.
    Gembala manusia meneladan Yesus Gembala Agung, domba-domba meneladan gembala manusia, terutama teladan iman. Di situ ada jaminan dari Tuhan secara jasmani dan rohani.


  2. Keluaran 26: 7
    26:7. Juga haruslah engkau membuat tenda-tenda dari bulu kambing menjadi atap kemah yang menudungi Kemah Suci, sebelas tenda harus kaubuat.

    Tudung kedua: tudung bulu kambing.

    Bulu= rambut= menunjuk pada kesucian.
    Bilangan 6: 5
    6:5. Selama waktu nazarnya sebagai orang nazir janganlah pisau cukur lalu di kepalanya; sampai genap waktunya ia mengkhususkan dirinya bagi TUHAN, haruslah ia tetap kudus dan membiarkan rambutnya tumbuh panjang.

    Bulu juga menunjuk pada urapan Roh Kudus--Esau berwarna merah--tanda darah; bertobat, hidup benar--dan berbulu--urapan Roh Kudus. Yohanes Pembaptis juga memakai jubah bulu unta. Bulu ini untuk stabilisator suhu.

    Kalau digabung, bulu adalah kesucian dalam Roh Kudus.
    Keluaran 26; 9
    26:9. Lima dari tenda itu haruslah kausambung dengan tersendiri, dan enam dari tenda itu dengan tersendiri, dan tenda yang keenam haruslah kaulipat dua, di sebelah depan kemah itu.

    Tudung bulu kambing terdiri dari sebelas tenda yang dibagi menjadi dua bagian:


    • Enam tenda menutupi ruangan suci--menunjuk pada kesucian dalam Roh Kudus.
    • Lima tenda menutupi ruangan maha suci--menunjuk pada perbuatan kesucian.


    Kesucian dan perbuatan kesucian sama dengan pengharapan.
    Jadi tudung bulu kambing menunjuk pada TUDUNG KESUCIAN DAN PERBUATAN KESUCIAN. Perbuatan kasih sama dengan pengharapan di dalam Roh Kudus. Ini ditulis dalam surat 1-2 PETRUS.

    Fungsi dari bulu kambing--Roh Kudus--adalah stabilisator, yaitu:


    • Menahan panas terik matahari di siang hari, supaya kita tidak terbakar--kalau siang padang gurun panas sekali.
      Artinya: kita tidak kecewa dan putus asa saat menghadapi pencobaan apapun.
      Inilah urapan Roh Kudus. Sinar matahari di padang gurun menunjuk pada pencobaan-pencobaan yang menyakiti kita.

      Jadi memiliki Roh Kudus bukan hanya berbahasa roh--itu salah satu tanda--, tetapi tanda selanjutnya harus lebih nyata. Kalau sering kecewa, bersungut, putus asa dalam pencobaan, apalagi sampai meninggalkan Tuhan berarti tidak ada Roh Kudus, sekalipun ia terus berbahasa roh; sudah kering semua. Seperti botol minyak wangi, sekalipun minyak wanginya sudah tidak ada, botolnya masih ada harumnya sedikit. Ini banyak terjadi.

      Buktikan kalau kita dalam urapan Roh kudus yaitu tidak kecewa dan putus asa saat menghadapi pencobaan, dan tidak bangga saat diberkati. Bangga sama dengan kecewa; sama-sama tanpa urapan Roh Kudus.


    • Menghangatkan kita di malam hari yang sangat dingin di padang gurun.
      Artinya: menghangatkan kerohanian kita, supaya tidak dingin rohani. Kita tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan jabatan pelayanan masing-masing. Mulai dari seorang gembala harus setia berkobar--harus terlihat terus oleh sidang jemaat.


    • Melindungi kita dari kehancuran di padang gurun--kalau siang panas, malam dingin, lama-lama hancur; batu-batu hancur semua, sampai menjadi padang pasir. Banyak kehancuran di padang gurun yaitu kehancuran nikah dan buah nikah, ekonomi, pelayanan, masa depan dan sebagainya.


    Kita perlu tudung.
    Praktik memiliki tudung bulu kambing adalah jujur dan taat dengar-dengaran.

    Roma 8: 15
    8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Mulai dari jujur soal Tuhan/pengajaran. Kalau benar mari kita praktikkan dan dukung, kalau tidak benar, kita lari. Kalau soal Tuhan saja tidak jujur, tidak mungkin bisa jujur soal yang lain.
    Selama jujur dan taat, kita tidak akan pernah hancur. Tetapi begitu tidak jujur--pasti tidak taat--, kehancuran mulai datang, kalau dibiarkan akan sampai pada kebinasaan.

    Dunia ini mengarah pada kehancuran. Apa yang menahan? Bukan teknologi atau kepandaian, tetapi hanya kejujuran dan ketaatan dalam Roh Kudus. Dalam rumah tangga harus jujur, kalau tidak, hancur.


  3. Keluaran 26: 14a
    26:14a. Juga haruslah engkau membuat untuk kemah itu tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah,

    Tudung ketiga: tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah.

    Domba jantan menunjuk pada Yesus sebagai Anak Domba Allah.
    Yang dibawa adalah kulitnya, berarti domba harus disembelih dan dikuliti. Yesus harus disembelih dan dikuliti di atas kayu salib--suatu pengorbanan. Sesudah itu dicelup warna merah--diwarnai merah. Merah menunjuk pada darah Yesus; gambaran dari kasih. Dia rela menumpahkan darah di atas kayu salib sampai titik darah penghabisan. Inilah tanda kasih.

    Jadi tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah adalah TUDUNG KASIH DAN PENGORBANAN DARI YESUS SEBAGAI ANAK ALLAH.

    Tudung pertama dan kedua ada ukuran dan jumlahnya, tetapi tudung ketiga tidak ada ukuran. Artinya: kasih dan pengorbanan dari Yesus tidak terbatas oleh apapun bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya--ditulis dalam Injil YOHANES dan surat 1-3 YOHANES.

    Yohanes 3: 16
    3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    'begitu besar'= kasih Allah tidak ada batasannya, untuk menyelamatkan manusia berdosa.
    Manusia berdosa jangan sampai dihukum; Yesus yang sudah disembelih dan dikuliti di kayu salib, sudah cukup bagi kita semua.

    Praktik memiliki tudung kasih: kita bisa saling mengasihi.
    1 Yohanes 4: 10-11
    4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
    4:11. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

    Saling mengasihi artinya:


    • Kita mengasihi sesama seperti diri sendiri--kalau kita ingin orang lain berbuat, berkata, dan berpikir yang baik pada kita, kita berbuat, berkata, dan berpikir yang baik lebih dulu pada sesama. Mulai dari nikah rumah tangga--sesama yang terdekat. Kalau dengan sesama yang terdekat saja gagal, tidak mungkin bisa mengasihi sesama yang lain. Suami ingin isteri berbuat baik, suami berbuat baik dulu, jangan menuntut isteri berbuat baik dulu, selamanya tidak akan bisa.


    • Bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita--membalas kejahatan dengan kebaikan.


    Dari sinilah baru ada tudung.

    Mulai dari tudung iman. Saat-saat mendengarkan firman adalah saat yang paling menentukan. Kalau tudung ini tidak ada, tudung di atasnya juga tidak ada--gereja Tuhan dan setiap pribadi terbuka--sehingga setan datang, angin bisa masuk, semua bisa masuk, dan hancurlah kita.

    Karena itu kita harus sungguh-sungguh saat mendengarkan firman. Doakan saya sebagai gembala untuk bisa memberitakan firman dengan sungguh-sungguh, sebab ini adalah saat-saat yang paling menentukan.

    Tanpa firman tidak akan ada kesucian. Harus dengar firman, ada iman dan kebenaran, baru ada Roh Kudus dan kesucian. Tidak bisa kita bilang: Yang penting Roh Kudus, firman tidak penting. Dari mana? 'Pada mulanya adalah firman'. Firman diberitakan, ada urapan Roh Kudus, kalau dipraktikkan baru ada kasih.

    Ini semua berurutan, mulai dari iman, pengharapan--Roh Kudus--, dan kasih.

    Perhatikan baik-baik kaum muda, mendengarkan firman jangan main handphone. Sangat ngeri, saat itu sangat terbuka, dan setan akan menghantam. Jangan sampai terpengaruh. Berhenti sungguh-sungguh! Jangan bergurau, kita tidak sadar sudah merosot, tudung terbuka, semua masuk untuk menghantam hidup kita. Serius!

    Jadi, kalau ada tudung iman, akan ada tudung kesucian dan tudung kasih. Kita bisa saling mengasihi sampai mengasihi musuh, termasuk mengasihi Tuhan lebih dari semua. Tidak ada lagi iri hati, benci.
    Kalau ada iri hati dan benci, tudung juga terbuka.

    Kalau tidak ada tudung kasih Allah, tudung di bawahnya juga tidak ada. Empat tudung ini berkaitan semua; satu tidak ada, semua tidak ada. Karena itu nomor satu: gembala harus sungguh-sungguh melayani. Kalau gembala tidak setia, tidak akan ada tudung. Tuhan tolong kita semua.


  4. Keluaran 26: 14b
    26:14b. dan tudung dari kulit lumba-lumba di atasnya lagi.

    Tudung keempat: tudung kulit lumba-lumba. Ini namanya TUDUNG PENGHUKUMAN--ditulis dalam surat Yudas.

    Tudung ini dibuat dari kulit sejenis anjing laut yang lentur, ulet, tahan terhadap pengaruh cuaca. Tudung ini diletakkan paling atas sehingga hujan dan panas langsung menimpanya.

    Jadi tudung kulit lumba-lumba melindungi kita dari penghukuman Tuhan atas dunia.
    Tudung ini adalah tudung Allah Bapa.

    Contoh: pada zaman Nuh, dunia dihukum dengan air bah, tapi Allah Bapa melindungi Nuh sekeluarga dengan bahtera Nuh sehingga tidak binasa oleh air bah; pada zaman Lot, Lot diselamatkan dari api dan belerang sehingga tidak binasa.

    Tudung ini juga tidak memiliki ukuran--tidak terbatas.
    Artinya: hukuman Allah tidak terbatas bagi orang yang menolak kasih Allah di dalam kurban Kristus. Tadi pada tudung ketiga, kasih Allah tidak terbatas bagi siapapun.

Nanti di takhta kita akan mengalami tudung ini. Mulai sekarang sudah harus mengalami, sampai nanti di takhta selamanya:

  1. Mulai dari tudung iman.
    Dengar firman sungguh-sungguh sampai praktik--iman dan perbuatan iman.


  2. Tudung bulu kambing--Roh Kudus.
    Jangan kecewa dan bangga menghadapi apapun di dunia, dan jangan rusak oleh dunia. Jangan dingin, tetapi tetap setia dan berkobar, sampai jujur dan taat.


  3. Tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah--kasih.
    Kita saling mengasihi, jangan ada iri, benci, dendam dan lain-lain. Harus saling mengasihi sampai mengasihi orang yang memusuhi kita. Ini bukti punya tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah.


  4. Tudung kulit lumba-lumba--penghukuman.
    Kalau memiliki tiga tudung pertama, kita sudah pasti dilindungi dari penghukuman Allah: api dari langit, kiamat, sampai neraka.

Kesimpulan
: jika kita memiliki tiga tudung--tudung iman, tudung pengharapan/kesucian, dan tudung kasih; ini yang penting, gereja Tuhan harus punya dan harus mengejar iman, pengharapan, dan kasih, kalau tidak, gereja Tuhan akan kosong--, hasilnya:

  1. Kita akan mendapatkan tudung penghukuman--tudung keempat--, artinya mendapat perlindungan dari penghukuman Tuhan yang akan datang yaitu tiga kali tujuh penghukuman dari Allah Tritunggal, kiamat, dan neraka.
    Nanti dunia akan musnah semuanya, dulu hanya manusia dan hewannya yang mati, tetapi nanti dunianya juga hancur dan musnah.

    2 Petrus 3: 10
    3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

    Kita harus punya iman--Yakobus--, pengharapan--Petrus--, dan kasih--Yohanes--!

    Bukti dilindungi dari penghukuman Tuhan adalah kita merasakan damai sejahtera, enak dan ringan.
    Damai sejahtera= tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan: iri, benci, kenajisan, kekuatiran, ketakutan, kejahatan dan sebagainya, tidak ada peperangan dan permusuhan. Semoga malam ini kita merasakan, ada apapun kita tetap damai sejahtera.

    Orang memusuhi, memfitnah atau menggosipkan kita, silakan. Rumusnya satu, kalau mendengar gosip, periksa diri, kalau tidak benar, diam saja. Itu namanya damai, semua sudah ditanggung Tuhan; segala letih lesu, beban berat ditanggung Tuhan, dan kita menjadi enak dan ringan. Itu bukti kita memiliki tiga tudung: iman, pengharapan, dan kasih dengan praktiknya masing-masing.
    Kalau kita bereaksi, berarti kita tidak ada tudung juga. Bahaya, saat hukuman Allah datang, kita juga akan ikut di dalamnya.


  2. Matius 17: 1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Yakobus= tudung Tabernakel--iman.
    Petrus= tudung bulu kambing--pengharapan.
    Yohanes= tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah--kasih.

    Hasil kedua: kita bisa menyembah Tuhan; memandang wajah-Nya dan berkata-kata dengan Dia.

    Kalau kita punya iman, pengharapan, dan kasih, kita akan diajak naik ke gunung penyembahan--rohani semakin meningkat. Kita bisa menyembah Tuhan; memandang wajah-Nya dan berkata-kata dengan Dia.

    Jangan banyak curhat kepada orang lain, tetapi kepada Tuhan. Ada kesulitan apa, naik gunung. Sudah tidak bisa berpikir, naik gunung penyembahan. Jauhi dunia, jangan berharap pada dunia! Kita hanya memandang wajah Yesus, berkata-kata dengan Dia (berserah dan berseru kepada Dia), dan mengulurkan tangan kepada-Nya. Itu saja yang kita lakukan hari-hari ini, maka kita akan mengalami kuasa dari Tuhan.

    Tangan kuasa Tuhan bekerja, yaitu:


    1. Kuasa pembaharuan hidup--mujizat terbesar--dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Sungguh-sungguh! Jangan menjadi manusia daging tetapi manusia rohani seperti Yesus!

      Tadi wajah Yesus berubah. Wajah menunjuk pada hati--hati marah wajahnya merah; hati takut wajahnya pucat.
      Hati diubahkan menjadi hati yang lembut seperti Yesus; memancarkan kasih Tuhan. Jangan keras hati!

      Yakobus 3: 11-12
      3:11. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
      3:12. Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata
      air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

      Hati keras adalah:


      1. Hati yang tawar, artinya: kecewa, putus asa. Tidak boleh ada lagi.
        Hati yang lembut artinya tetap percaya dan berharap Tuhan; kuat teguh hati.


      2. Air pahit, artinya: kepahitan hati: iri, benci. Tidak boleh ada lagi.
        Hati yang lembut artinya saling mengasihi sampai mengasihi musuh.


      3. Air asin, artinya: kejahatan dan kenajisan. Kejahatan= cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Mulai dari gembala, banyak hamba Tuhan yang menjadi pencuri seperti Yudas Iskariot. Kita harus mengembalikan milik Tuhan

        Kenajisan= dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba), dan kawin-mengawinkan (percabulan).
        Hati lembut artinya hati yang suci.


    2. Kalau ada pembaharuan hidup, mujizat-mujizat jasmani juga akan terjadi, yaitu kuasa pertolongan Tuhan:


      1. Penyakit ayan disembuhkan.
        Matius 17: 14-16
        17:14. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
        17:15. katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia
        sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
        17:16. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."

        Di sini Yesus turun gunung dan tetap mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes.
        Kita yang memiliki iman, pengharapan, dan kasih, akan menghancurkan penyakit ayan bersama Yesus.

        Penyakit yang mustahil disembuhkan oleh Tuhan; masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.
        Penyakit ayan juga menunjuk pada kerusakan moral--hidupnya seperti anjing dan babi. Tuhan juga akan menolong, mengampuni, menyucikan, dan mengubahkan malam ini.

        Mungkin pikiran kita najis, mari datang pada Tuhan. Penyakit jasmani dan rohani akan disembuhkan.


      2. Orang matipun bisa dibangkitkan. Masalah mustahil menjadi tidak mustahil.
        Markus 5: 35-37, 41-42
        5:35. Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
        5:36. Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "
        Jangan takut, percaya saja!"
        5:37. Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali
        Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
        5:41. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu,
        bangunlah!"
        5:42. Seketika itu juga
        anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

        'Petrus, Yakobus dan Yohanes'= pengharapan, iman, dan kasih.


      Banyak naik gunung hari-hari ini! Dengan adanya tudung iman, pengharapan, dan kasih, kita bisa menerima tudung penghukuman, kita dilindungi dan dipelihara Tuhan dari celaka marabahaya, hukuman Tuhan di akhir zaman, sampai neraka. Kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.

      Kalau sudah enak dan ringan kita bisa naik ke gunung untuk menyembah Tuhan. Kita hanya memandang Dia, berkata-kata dengan Dia, dan mengulurkan tangan kepada Dia. Tuhan juga akan mengulurkan tangan kuasa-Nya kepada kita: kuasa pembaharuan dari hati keras menjadi hati yang lembut, kuasa pertolongan--mujizat jasmani juga terjadi, sampai yang matipun dibangkitkan, artinya mustahil menjadi tidak mustahil.


    3. Kuasa pengangkatan.
      1 Korintus 13: 12-13
      13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
      13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu
      iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

      'melihat muka dengan muka'= saat Yesus datang kembali kedua kali. Siapa yang bisa terangkat? Kehidupan yang memiliki iman, pengharapan, dan kasih (ayat 13).

      Kuasa pengangkatan kita alami mulai sekarang sampai nanti di awan-awan.
      Artinya:


      1. Diangkat dari kejatuhan termasuk kegagalan--lembah-lembah. Raja Daud pernah jatuh dengan Batsyeba, Petrus pernah tenggelam di lautan. Semua dipulihkan.

        Daud yang hebat bisa jatuh. Bukan berarti setuju dengan orang yang jatuh, tetapi kalau sudah terlanjur jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, mari angkat tangan kepada Tuhan--naik gunung dan berseru--, supaya Tuhan mengangkat kita. Kita akan dipulihkan untuk hidup benar dan suci.


      2. Kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.

      3. Kemerosotan bidang apapun diangkat dan dipulihkan kembali.
        Mungkin terus merosot: penghasilan, pelayanan, nikah, mau apa lagi? Naik gunung, berseru kepada Tuhan, supaya kita mengalami kuasa pengangkatan. Pekerjaan, penghasilan, pelayanan meningkat semua.


      4. Sampai kalau Tuhan datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Tidak salah dalam perkataan; kita hanya berseru: Haleluya. Kita diangkat di awan-awan yang permai, dan memandang Dia muka dengan muka. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah yang sempurna--(Wahyu 19: 9), kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) (Wahyu 20), dan Yerusalem baru. Kita berdiri di hadapan takhta Allah untuk melayani Dia, dan kita mendapatkan tudung yang sesungguhnya dalam kerajaan sorga.

Mulai dari sekarang, bukan nanti. Mau mengalami tudung di hadapan takhta Allah, mulai sekarang harus sudah mengalami:

  1. Tudung iman: dengar firman sungguh-sungguh sampai percaya dan praktik firman--iman dan perbuatan iman. Kita bisa tergembala dengan baik. Ada teladan gembala dan Yesus yang kita ikuti yaitu pengajarannya benar.
    Iman sama dengan kebenaran. Kita hidup benar sampai tidak berbuat dosa; benar seperti Yesus benar, suci seperti Yesus suci.


  2. Tudung kesucian/pengharapan: jujur dan taat.

  3. Tudung kasih: saling mengasihi; tidak ada permusuhan lagi.
    Orang memusuhi kita, silakan. Keluarga memusuhi, kita jangan ikut memusuhi tetapi hubungan keluarga harus tetap baik.

Ada iman, pengharapan, dan kasih, baru ada tudung penghukuman--tudung keempat. Kita aman dan damai. Naik ke gunung, ulurkan tangan, berseru dan berserah kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kuasa-Nya.
Mujizat rohani, yaitu pembaharuan terjadi. Hati ini yang menentukan. Kalau hati keras, tidak akan bisa, malah hancur dan dikutuk Tuhan. Tetapi kalau hati sudah melembut, tangan Tuhan akan bekerja terus. Ada kuasa pertolongan untuk menghapus kemustahilan, kuasa pengangkatan dan pemulihan, sampai kita diangkat di awan-awan yang permai dan berdiri di hadapan takhta Allah.

Beban apapun malam ini, datang kepada Tuhan, jangan berharap pada yang lain. Kita memandang Dia, berkata-kata dengan Dia, dan mengulurkan tangan kepada Dia. Kita hanya berserah sepenuh kepada Dia. Yang mustahil dan lain-lain, tetap percayalah kepada-Nya.

Mungkin tidak ada yang tahu, bahkan tidak mau tahu, jangan putus asa atau marah! Kesempatan, kita hanya datang kepada Tuhan. Cukup Dia seorang diri. Asal ada iman, pengharapan, dan kasih, Yesus seorang diri mampu melakukan apa saja. Pertolongan Tuhan bukan hanya di dunia saja, tetapi sampai kita di awan-awan yang permai. Kita memandang Dia muka dengan muka; tidak ada setetespun air mata, bahkan sampai di hadapan takhta kita mengalami naungan Tuhan selama-lamanya. Tentu sangat indah kalau bersama keluarga kita. Jangan ada yang ketinggalan. Doakan semua sekalipun sudah menyakiti kita!

Kaum muda, apa yang dipikir, yang tidak bisa dipikir lagi, yang mustahil, Tuhan tolong. Bicara kepada Tuhan! Pandang Dia, percaya kepada Dia! Tidak usah malu, gengsi sekalipun mungkin ada kejatuhan, kegagalan, kemustahilan, kebusukan, kemerosotan. Yang sudah berhasil jangan sombong, tetapi tetap menyembah: Semua karena Engkau, bukan aku.
Jangan ragu, kecewa, putus asa, dan bangga, tetapi berseru dah berserah kepada Tuhan.

Nomor satu adalah hati yaitu hati damai sejahtera dan hati yang lembut. Tuhan mampu melakukan apa saja. Perjamuan suci adalah jaminan; Dia menyerahkan nyawa-Nya dan berteriak: Sudah selesai! Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan oleh Tuhan. Dia bisa menyelesaikan dosa yang merupakan beban terberat manusia, sampai kita sempurna, apalagi masalah yang lain, tentu Dia mampu menyelesaikannya bagi kita semua tepat pada waktunya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top