English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Oktober 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:17-20
10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu...

Ibadah Raya Malang, 01 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan darah di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Malam Surabaya, 22 Juni 2016 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Mei 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 15 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP KITA TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha II Malang, 23 September 2015 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Desember 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Februari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:20
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Agustus 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juli 2016 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2018 (Jumat Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Ambon: Yohanes 10: 10b
10:10b. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Bagaimana cara Yesus memberikan hidup dalam segala kelimpahan? Di dalam injil Yohanes 10, ada tiga kali penampilan pribadi Yesus:

  1. Ayat 9: 'Akulah pintu'= kematian.
  2. Ayat 11: 'Akulah Gembala yang baik'= kebangkitan.
  3. Ayat 36: 'Aku Anak Allah'= kemuliaan.

Jadi Yesus datang ke dunia untuk mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga--mulia--, untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan.
Hidup berkelimpahan bukan artinya berjuta-juta, tetapi:

  • Hidup yang dipelihara oleh Tuhan mulai sekarang ini, sampai kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

  • Hidup dalam suasana kebangunan rohani yaitu selalu bergairah dalam perkara rohani/ibadah pelayanan--Kanaan yang penuh susu dan madu. Kalau hanya yang jasmani, itu bukan kelimpahan.

  • Hidup kekal di sorga selamanya.

Kepada siapa
Yesus memberikan hidup dalam segala kelimpahan? Kepada seorang imam.
Yeremia 31: 14a
31:14a. Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan,

"Ini adalah minggu penataran imam dan calon imam."

Keluaran 29: 9
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

(terjemahan lama)
29:9. Maka hendaklah kauikatkan pinggang mereka itu, yaitu
Harun dan anak-anaknya, dengan ikat pinggang itu dan ikatkanlah kopiah itu di atas kepalanya, supaya padanya imamat itu suatu hukum yang kekal selama-lamanya; dan hendaklah kaupenuhi tangan Harun dan tangan anak-anaknya.

'imamat itu suatu hukum yang kekal selama-lamanya'= jabatan imam dan raja adalah kekal selamanya.
'kaupenuhi'= melimpah.
Di perjanjian lama, Harun--imam besar--dipenuhi tangannya, hidup dalam kelimpahan. Anak-anak Harun--imam-imam--juga dipenuhi tangannya, hidup dalam kelimpahan.

Bagaimana dengan perjanjian baru? Di perjanjian baru, Yesus adalah Imam Besar juga dipenuhi tangannya, artinya: Dia harus mati, bangkit, dan naik ke sorga untuk membawa dan memberikan hidup dalam kelimpahan. Anak-anak-Nya adalah kita, imam-imam dipenuhi juga tangannya, artinya: dipanggil dan dipilih oleh Tuhan, untuk menerima hidup dalam segala kelimpahan.

Jadi jangan salah paham, kita dipanggil dan dipilih jadi imam bukan untuk disiksa atau dipersulit, tetapi untuk menerima hidup dalam kelimpahan. Jangan banyak pertimbangan untuk menjadi imam! Kalau banyak pertimbangan, itu suara setan, karena ia tahu kalau kita sudah dipanggil dan dipilih menjadi imam, kita tinggal menerima hidup dalam segala kelimpahan.
Tetapi tidak semua imam menerima hidup dalam kelimpahan.

Syarat seorang imam untuk menerima hidup dalam segala kelimpahan: imam harus setia berkobar-kobar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Tuhan datang kembali, dan selamanya--sehingga ia menerima hidup dalam segala kelimpahan dan kemenangan bersama Yesus, sampai kemenangan terakhir yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga--seperti jemaat Laodikia menerima janji kemenangan ke tujuh. Ini adalah puncak dari hidup dalam kelimpahan, dan puncak dari hidup dalam kemenangan.

Wahyu 17: 14
17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

'mereka yang terpanggil, yang telah dipilih' = seorang imam.
Yang belum melayani, berdoa. Yang sudah melayani, harus setia sampai garis akhir, jangan berhenti di tengah jalan.

Kalau mau setia, ada pokok kesetiaannya.
Ada orang yang pura-pura setia; ada yang pura-pura baik. Hidupnya tidak benar tetapi baik, itu pura-pura baik. Kalau benar dan baik, itu benar-benar baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Itu orang benar, ada pokoknya; baik itu ada pokoknya yaitu benar dulu.

Sekarang apa itu pokok kesetiaan--sungguh-sungguh setia--?
2 Korintus 11: 2-4
11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu
disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

'mempertunangkan'= masa pertunangan, berarti satu langkah lagi untuk masuk nikah= zaman akhir; menjelang perjamuan kawin Anak Domba, pernikahan yang rohani dengan Yesus.
'kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus'= kesetiaan sejati itu kepada pribadi Yesus dulu, bukan pada pelayanan--ada orang melayani karena dapat uang. Itu pokoknya, sehingga mau diapapun juga--seperti Petrus mau disalibkan--, akan tetap setia kepada Yesus.

Pokok kesetiaan yang sejati adalah kesetiaan yang sejati kepada Kristus--pribadi-Nya. Ini sama dengan kesetiaan yang sejati kepada firman pengajaran yang benar--'Pada mulanya adalah Firman (logos; firman pengajaran yang benar); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia,' itulah pribadi Yesus.

Firman pengajaran yang benar artinya:

  • Tertulis dalam alkitab. Yesus selalu berkata: Ada tertulis.., saat Ia menghadapi setan. Kalau firman tertulis di alkitab, di situ ada kuasa untuk mengalahkan setan/pencobaan.
    Banyak kali kita menerangkan firman bukan berdasarkan alkitab tetapi pepatah kuno dan sebagainya. Mungkin lebih menarik, tetapi tidak ada kuasanya.


  • Dikatakan oleh Yesus= diwahyukan oleh Tuhan= dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Ayat adalah perkataan Yesus, lalu diterangkan lagi dengan ayat yang merupakan perkataan Yesus, jadi seluruh firman adalah perkataan Yesus. Dan di situ ada kuasa penyucian--'kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu' (Yohanes 15).
    Firman bukan ditafsirkan atau ditambah dan dikurangi, tetapi diwahyukan.

    Kalau firman ditambahi dengan ilustrasi, pengetahuan, mungkin orang senang, bisa mengerti, tetapi tidak ada kuasa penyuciannya. Hanya ayat menerangkan ayat yang mengandung kuasa penyucian.

    Hati-hati! Banyak jebakan-jebakan, yaitu dialihkan pada Kristus yang lain.
    Rasul Paulus mengatakan: Aku mempertunangkan kamu pada satu laki-laki. Artinya hanya satu firman pengajaran yang benar, itulah alkitab/wahyu.


  • Firman yang berani mengungkapkan tentang nikah yang benar dan yang palsu, karena nanti kita mengarah pada perjamuan kawin Anak Domba--nikah yang rohani. Kalau nikah disembunyikan, berat. Harus diungkapkan!
    Firman juga mengungkapkan tentang dosa-dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat, supaya hadirat Tuhan tidak tersembunyi.
    Kalau dosa dibuka, hadirat Tuhan juga selalu terbuka dalam sidang jemaat; kalau dosa disembunyikan, hadirat Tuhan juga tersembunyi.


  • Dipraktikkan apapun resikonya; taat sampai daging tidak bersuara--terserah Tuhan.
    Seringkali kita mengajarkan yang benar tetapi praktiknya beda, itu juga palsu. Harus dipraktikkan apapun resikonya!

Inilah kesetiaan yang sejati kepada Kristus.
'satu laki-laki'= satu pengajaran yang benar. Kalau berkata: Beda sedikit, itu sudah dua orang; ada Yesus yang lain/ajaran yang lain. Harus persis dengan alkitab. Berdoa supaya kita tidak ditipu oleh laki-laki lain.
Kalau ada laki-laki lain, (maaf) 'keperawanan' secara rohani akan hilang, dan masuk perzinahan rohani (di kitab Wahyu). Kita harus waspada!

Jadi kesetiaan yang sejati kepada Kristus/firman pengajaran yang benar menentukan kesetiaan dalam perkara yang lain: dalam nikah, pelayanan, pekerjaan dan dalam segala hal.
Kalau seorang imam tidak setia pada pribadi Kristus/firman pengajaran yang benar tetapi ia setia pada yang lainnya, itu adalah kesetiaan yang palsu. Kalau ada orang yang baik, tetapi tidak benar, itu palsu--hanya menutupi ketidak benarannya. Harus setia pada firman pengajaran yang benar! Itulah kesetiaan yang sejati.

Semua berasal dari Yesus; kebenaran itu Yesus. Kalau baik tetapi tidak benar, itu bukan dari Yesus tetapi diri sendiri (kebenaran sendiri).
Kembalikan semua pada pribadi Yesus/pengajaran yang benar! Itu pokok kesetiaan kita.

Waspada! Di kitab Kejadian, Hawa diperdaya oleh ular dengan kelicikannya--digigit ular--sehingga kehilangan Firdaus; kehilangan segala-galanya.
Sekarang di akhir zaman--masa pertunangan--gereja Tuhan juga diperdaya oleh ular dengan segala kelicikannya sehingga kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus/firman pengajaran yang benar.

Ini sama dengan disesatkan dari firman pengajaran yang benar oleh suara ular sehingga tidak bisa kembali ke Firdaus. Dulu tempat nikah adalah di Firdaus--Adam dan Hawa--, tetapi karena manusia diperdaya ular, mereka dibuang ke dunia. Sekarang, Tuhan mau mengembalikan manusia dari dunia ke Firdaus; Yesus sudah mati, bangkit, naik ke sorga berusaha memberikan hidup dalam kelimpahan sampai di takhta sorga--termasuk Firdaus--, tetapi dijaga oleh ular. Akibatnya: tidak bisa kembali ke Firdaus, kehilangan segala-galanya. Apa gunanya semua yang kita miliki di dunia kalau kita tidak selamat dan kembali ke Firdaus? Tidak ada artinya! Kita harus waspada.

Apa gejala digigit ular (disesatkan oleh ajaran lain termasuk gosip)--masih gejala, berarti masih bisa ditolong--? Sabar saja dalam menerima ajaran lain.
Orang sudah mendengarkan ajaran yang benar, lalu mendengar gosip sampai tidak mau mendengar pengajaran yang benar, berarti ia juga disesatkan. Kalau tidak mau mendengar yang benar, pasti akan mendengar yang tidak benar. Mau ke mana lagi?

2 Korintus 11: 4
11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Sabar di sini bukan sabar yang benar (sabar menunggu waktu Tuhan, sabar dalam penderitaan), tetapi artinya tanpa urapan Roh Kudus sehingga tidak tegas untuk menolak ajaran lain, termasuk gosip-gosip dengan berbagai alasan--itu sebenarnya daging.

1 Timotius 4: 1
4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

Kalau ada urapan Roh Kudus, kita bisa tegas, tidak peduli berhadapan dengan orang tua atau siapapun.

Sabar dalam menerima ajaran lain= tidak tegas, berarti ia juga tidak tegas untuk berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Pengajaran dianggap sama saja. Ini gejala digigit ular. Dia tahu ada bedanya, tetapi berkata: Sama saja. Itu gejala sudah mulai diperdaya. Kalau dilanjutkan, akan jadi seperti Hawa, tidak bisa kembali ke Firdaus.

Kalau ada gejala ini, kita masih bisa ditolong oleh Tuhan. Mohon Roh Kudus untuk menolong kita, supaya kita tegas berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan tegas menolak yang salah--seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
Mereka diperhadapkan pada ajaran palsu dan penyembahan palsu, tetapi mereka tetap setia kepada pribadi Tuhan/pengajaran yang benar, bukan pertolongan-Nya--Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjawab raja: 'Sekalipun Tuhan tidak menolong, kami tetap menyembah Tuhan.'; 'Aku kehilangan segalanya di dunia tidak masalah, asalkan tidak kehilangan pribadi Tuhan/pengajaran yang benar.'

Ini tegas, bukan keras hati.
Kalau tidak mau pada yang tidak benar, itu tegas--urapan--, bukan keras hati. Kalau mendukung pada yang tidak benar, itulah yang keras hati--tanpa urapan; digigit ular. Semakin banyak komentar semakin keras hati, sampai tidak komentar lagi berarti sudah jadi sama dengan ular.

Jangan dibolak-balik! Suara ular memang membolak-balik; dia berkata: Semua buah pohon di taman jangan kaumakan, padahal Tuhan bilang: boleh. Itulah ular, yang salah jadi benar, benar jadi salah; yang keras jadi tegas, yang tegas jadi keras.

Ada tiga macam gigitan ular; ada tiga hal yang menyesatkan:
2 Korintus 11: 4
11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

  1. Gigitan ular/hal menyesatkan yang pertama: Injil yang lain.
    Kalau mau tahu yang lain, harus tahu yang benar dulu.

    Injil yang benar sama dengan Injil sepenuh; di dalam Tabernakel: mulai pintu gerbang (iman) sampai tabut perjanjian (kesempurnaan; Mempelai Pria Sorga yang sempurna bertemu dengan mempelai wanita sorga yang sempurna; duduk bersanding di takhta sorga).

    Musa naik ke gunung Sinai dan Tuhan memperlihatkan sorga kepadanya, lalu Tuhan memerintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga--apa yang kita lakukan di bumi sama dengan di sorga; adaptasi untuk hidup di sorga. Yesus juga berdoa: Di bumi seperti di sorga.
    Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman (keselamatan--dipanggil--), ruangan suci (dipilih--disucikan untuk menjadi imam--), dan ruangan maha suci (kesetiaan yang sejati kepada Kristus; tidak bisa bergeser).

    Di ruangan maha suci ada tabut perjanjian, tutupnya menunjuk pada pribadi Yesus, dan petinya kita semua. Tidak boleh bergeser--kesetiaan sejati kepada Yesus/pengajaran yang benar tidak boleh bergeser sedikitpun.
    Dulu tabut perjanjian pernah dinaikkan ke pedati--ini sudah salah, yang benar harus dipikul--, lalu lembunya tergelincir, Uza memegang tabut sehingga ia mati. Artinya: jangan coba-coba mengganggu kesetiaan/pengajaran yang benar dengan campur tangan manusia, pasti mati rohani--pelayanan mati, dan semua kering. Tuhan tolong kita. Jangan menambah atau mengurangi!

    Injil sepenuh terdiri dari dua bagian:


    • Injil keselamatan= firman penginjilan; susu; kabar baik.
      Efesus 1: 13
      1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

      Firman penginjilan= Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, mati di kayu salib untuk menyelamatkan dan membenarkan manusia berdosa--masuk halaman Tabernakel.

      Seperti mobil mogok, kalau tidak dibenarkan lebih dulu, tidak akan bisa dipakai. Ini sama dengan mobil di posisi netral--'Kamu pilih mana?': 'Saya netral saja,' kelihatan dipakai luar biasa, padahal tidak jalan.


    • Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; makanan keras; kabar mempelai.
      2 Korintus 4: 3-4
      4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
      cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Tadi kabar baik; kepada orang yang berdosa supaya percaya Yesus, diselamatkan/dibenarkan dan diberkati. Semestinya orang berdosa dihukum, tetapi Yesuslah yang dihukum, sehingga dia selamat dan diberkati. Ini benar-benar kabar baik; penginjilan.
      Firman pengajaran= Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--suami; kepala--di awan-awan yang permai, untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus--sampai tabut perjanjian--; jadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya--membawa masuk ruangan maha suci; kesempurnaan.


    Inilah Injil sepenuh: firman penginjilan--sampai di halaman Tabernakel--, selanjutnya firman pengajaran membawa kita masuk sampai ruangan maha suci. Jadi jangan menghina firman penginjilan! Kalau tidak ada penginjilan, tidak ada saya. Penginjilan harus diberitakan--percaya, bertobat. Firman pengijilan harus diberitakan.

    "Hari Sabtu yang lalu ada baptisan air. Berarti masih ada yang butuh penginjilan."

    Tetapi kalau sudah lama menjadi orang Kristen, jangan hanya penginjilan, nanti tidak makan; sudah tua tetapi hanya minum susu terus. Harus ada makanan keras untuk dibawa pada kesempurnaan.

    Kita sudah tahu Injil yang benar, sekarang kita periksa apa itu Injil yang lain.
    Galatia 1: 6-8
    1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
    1:7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk
    memutarbalikkan Injil Kristus.
    1:8. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

    'memutarbalikkan Injil Kristus'= kalau tidak diputarbalik, harus ayat menerangkan ayat di alkitab.
    Injil yang lain= Injil yang benar diputarbalik oleh setan lewat seorang manusia atau malaikat. Sama seperti Tuhan berkata kepada manusia: Semua buah pohon di taman boleh kaumakan.' Tetapi diputarbalik oleh ular: Tidak boleh kaumakan. Kalau sudah ada dua suara, mulai bingung.

    Praktik Injil yang lain:


    • Mulai dari pintu gerbang (iman), Tuhan mengajarkan iman yang benar berasal dari mendengar firman, tetapi sekarang iman dari melihat: lihat mobil putih, pegang, nanti punya mobil. Ini imannya setan.

      Contoh iman yang benar: Sadrakh: Biar aku tidak ditolong, aku tetap percaya Tuhan. Itu pintu gerbang yang benar.
      Sekarang diajarkan imannya Tomas: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Ini diterangkan bahwa Tomas luar biasa, kritis. Salah! Masih ada ayat di bawahnya: Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Kalau tidak ada ayat ini, memang Tomas hebat. Tetapi baca ayat ini! Jelas dicela oleh Tuhan.

      Ini yang sekarang diputarbalik, iman dari mendengar menjadi iman karena melihat. Sudah salah pintu! Hati-hati!
      Kalau sudah salah pintu awal, kita sudah salah masuk.

      "Misalnya kita ibadah di rumah nomor WR no 4, di sebelah nomor 6. Sama persis, hanya yang satu pagarnya buka ke dalam, yang satu buka ke luar. Kalau orang tidak jeli, akan dianggap sama, padahal kalau salah masuk akhirnya tidak beribadah. Hanya dibalik saja membuka pagarnya; pakai ayat, tetapi diputarbalik. Hati-hati!"


    • Mezbah korban bakaran (bertobat--salib--), yang benar: berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa. Sekarang ajarannya: sekali selamat tetap selamat sekalipun berbuat dosa; Yesus sudah disalib, kita tidak usah disalib--pelajaran pertobatan diputarbalik. Memang selamat, kalau bertobat; kalau tidak bertobat, tidak akan selamat.


    • Bejana pembasuhan (baptisan air), sekarang sudah banyak modelnya dengan berbagai alasan, sampai tidak ada artinya lagi baptisan--berarti belum dibaptis.
      Yang di alkitab jelas, baptisan adalah sunat rohani, artinya menanggalkan tubuh yang berdosa. Mulai dari ujung rambut sampai telapak kaki ada dosanya semua, karena itu dikuburkan di dalam air; tanggalkan semua dosa. Sekarang dibolak-balik dengan logika. Hati-hati!


    • Pintu kemah (kepenuhan Roh Kudus). Sekarang ada yang tidak percaya Roh Kudus, ada juga yang kembali pada perjanjian lama--memakai minyak. Dulu memang memakai minyak, tetapi setelah Yesus mati, bangkit, dan naik ke sorga, Roh Kudus langsung dicurahkan di loteng Yerusalem, tidak ada lagi membawa minyak urapan--langsung dari sorga. Yesus adalah Pembaptis Roh.

      Kalau pengajaran Tabernakel dibilang Taurat. Menggunakan minyak urapan, apakah itu bukan Taurat? Karena tidak dirohanikan. Kalau dirohanikan, artinya Taurat digenapkan oleh Yesus. Seperti pintu gerbang Tabernakel, kita sekarang tidak membuat pintu gerbang, tetapi dalam arti rohani, itulah pembukaan firman.
      Kalau membuat minyak urapan, berarti buat juga pintu gerbang dan sebagainya. Tidak begitu!

      Ada juga, kalau kepenuhan Roh Kudus harus jatuh dan lain-lain. Tidak! Kalau jatuh bukan bagus, tetapi justru dagingnya lebih besar dari Roh; mempertahankan kehendak dan hawa nafsu dagingnya lebih dari Roh Kudus. Kalau menurut pada Roh Kudus, langsung menerima Roh Kudus.

      Di kitab Kisah Rasul tidak ada disebutkan murid-murid terjatuh-jatuh, tetapi mereka berkata-kata. Baca alkitab!
      Ini yang sekarang dibalik-balik semua.


    • Meja roti sajian (firman pengajaran). Sekarang ada ajaran lain: ajaran Farisi: boleh kawin cerai, ajaran Saduki: setelah hidup di dunia tidak ada kebangkitan, dan sebagainya. Kalau senang di dunia itu sorga, kalau susah di dunia itu neraka. Tidak ada sorga atau neraka, tidak ada malaikat atau roh.


    • Mezbah dupa emas (penyembahan). Sekarang ada penyembahan palsu, hati-hati! Yang alkitab bilang: boleh, sekarang dibilang: tidak boleh. Sama seperti di taman Eden, yang boleh dimakan dibilang: tidak boleh, yang tidak boleh dimakan jadi boleh.

      Wahyu 19: 1, 3-4, 6
      19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
      Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin,
      Haleluya."
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "
      Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

      Mulai sekarang kita menyembah dengan 'Haleluya' sampai nanti di awan-awan permai menyembah dengan 'Haleluya'. Ini adalah doa penyembahan yang benar. Tetapi sekarang tidak boleh menyembah dengan kata: Haleluya--diputarbalik.


    • Pelita emas (karunia/tahbisan). Sekarang tahbisan yang salah, tidak sesuai dengan jabatan pelayanan. Bukan gembala mau jadi gembala, yang penting bisa membangun gereja, sehingga tidak bisa memberi makan.


    • Tabut perjanjian (nikah).
      Nikah yang jasmani harus benar--sesuai dengan firman--, suci, dan satu untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba--pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mulai dari nikah yang jasmani harus dijaga kebenaran, kesucian, dan kesatuan; mulai dari permulaan nikah-perjalanan nikah kesucian harus dijaga. Kalau benar dan suci, pasti satu, sampai sempurna dan menyambut kedatangan Tuhan di awan-awan yang permai (tabut perjanjian).


    Sekarang banyak orang bilang: saya masuk sorga, lalu kembali lagi. Bahaya! Setan naik ke sorga untuk mendakwa. Manusia belum ke sorga, masih ada di halaman, ruangan suci, sampai satu waktu saat Tuhan datang baru mencapai kerajaan sorga kekal. Sekarang ajarannya macam-macam bahkan terlalu macam-macam.
    Jangan mau diperdaya oleh ular. Mari kita menyingkir!
    Roma 16: 17

    16:17. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
    'hindarilah mereka!' = menyingkir.

    Menghadapi orang jahat, orang yang mau menangkap Dia, Yesus pergi menyingkir ke tempat sunyi.
    Menyingkir saja, jangan dihadapi. Artinya: jangan berfellowship. Harus tegas! Jangan mau diperdaya ular, jangan bergeser sedikitpun dari pengajaran yang benar.

    Yang menimbulkan perpecahan adalah orang yang mengajarkan ajaran lain. Mari kita hindari, jangan berfellowship. Mungkin itu orang tua kita yang mengajarkan ajaran palsu, jangan berfellowship; jangan ibadah pelayanan bersama dia. Tetapi masalah kekeluargaan kita tetap baik, kita anak tetap membalas budi pada orang tua lewat berkat-berkat yang kita terima, bukan dengan berfellowship. Kalau kita mendukung ajaran yang tidak benar, kita juga menjadi pemecah belah; kalau melawan yang benar, akan menghancurkan tubuh Kristus.

    Inilah gigitan ular yang pertama: Injil yang lain. Mulai dari pintu gerbang sampai tabut perjanjian harus persis, kalau tidak persis, itu sudah menyimpang.

    "Saya bersyukur menerima pengajaran ini. Satu kali saya mendengar, saya sudah tertarik, memang kebenarannnya tidak bisa dipungkiri."


  2. Gigitan ular/hal menyesatkan yang kedua: Yesus yang lain.
    Kalau ajarannya lain, pribadinya juga lain.

    Yesus yang lain= Yesus tanpa salib; menolak salib yaitu hidup dalam dosa.
    1 Petrus 4: 1
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,

    'karena Kristus telah menderita penderitaan badani' = Yesus disalib.
    'kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian' = 'kamu juga harus disalib.'
    Kalau kita mempertahankan dosa, berarti ada Yesus yang lain.

    Yesus disalibkan untuk menyelesaikan dosa. Kalau kita setia pada Yesus yang benar--Yesus yang disalib--, kita akan bertobat--membuang dosa.

    Praktik menolak salib: kanker mulut.
    2 Timotius 2: 16-18
    2:16. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
    2:17. Perkataan mereka menjalar seperti
    penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,
    2:18. yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

    'yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung' = tidak mau kematian. Menolak salib = menolak kematian: 'sekarang kita mulia; bangkit.' Ini ukurannya kemuliaan di dunia: gereja besar, gereja kecil, jumlah banyak, jumlah sedikit.

    Kanker mulut, artinya:


    • Omongan yang kosong; tidak suci = gosip, dusta, fitnah, dan hujat, yang mengakibatkan kepahitan hati--kanker hati--, kebencian, iri, dendam dan lain-lain. Belum kenalpun sudah benci (kebencian tanpa alasan),

      Ini seringkali terjadi. Justru terjadi di rumah Tuhan--seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf, Kain terhadap Habel. Jika terkena kanker mulut, pasti terkena kanker hati.

      Firman di dalam hati itulah iman. Jika terkena kanker hati berarti imannya rusak, sehingga akalnya bobrok--tidak punya akal--, jadi sama seperti binatang buas, tidak peduli lagi pada anak atau orang tua.


    • Perdebatan.
      1 Timotius 6: 20-21
      6:20. Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,
      6:21. karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

      'pertentangan-pertentangan' = perdebatan.

      "Firman pengajaran ini sudah delapan puluh tahun lebih bertahan, sudah jadi keyakinan kita. Lanjutkan! Kalau untuk firman masih diseminarkan, untuk apa? Harus mantap! Kalau masih diskusi, kapan masuk sorga? Saya salut dengan istilah dari Pdt In Juwono dilanjutkan Pdt Pong: tidak setuju dengan seminar. Seminar itu mencari kebenaran. Kita sudah jelas benar, tidak perlu diskusi lagi."

      Perdebatan atau pertentangan itu karena firman diilmiahkan--pengetahuan (seperti Nikodemus yang menggunakan kepandaian)--, bukan diilhamkan. Padahal firman itu iman.


    • Kanker perut= beribadah melayani tetapi hanya untuk mencari perkara jasmani: keuangan, kedudukan, pujian. Atau meninggalkan ibadah pelayanan untuk kebutuhan perut.
      Filipi 3: 18-19
      3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
      3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan,
      Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

      Kalau menolak salib akan terkena kanker. Kanker ini membuat lemah; menyerang yang lemah--mulut itu lemah, hati juga lemah.

      1 Korintus 15: 19
      15:19. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

      Kalau ibadah kita hanya fokus pada kemakmuran dan hiburan jasmani, tanpa prbadi Yesus--firman pengajaran yang benar--dan salib, maka ia lebih malang dari orang di luar Yesus. Ngeri sekali--'Siapa yang mengerti akan lebih banyak dituntut'. Kalau tidak mau pengajaran pasti tidak mau salib. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan.

      "Daftar hadir imam-imam ini untuk membantu. Ada yang ibadah melayani untuk cari kepentingan perut, atau tinggalkan ibadah pelayanan untuk kebutuhan perutnya. Ini namanya (maaf) hamba/pelayan Tuhan yang melayani seenak perutnya sendiri. Inilah melawan salib."

      Hati-hati, ini melawan salib, dan akhirnya seperti Yudas yang terkena kanker perut sampai perutnya pecah. Yudas mulai dari mulut juga--kanker mulut--; mengadu-adu ke imam kepala, kanker hati, sampai kanker perut.

      Kisah Rasul 1: 18
      1:18. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

      Kalau pelayanan seenak perutnya sendiri, memang dapat uang, tetapi hanya untuk beli tanah kuburan, semua sia-sia, dipermalukan dan binasa. Sungguh-sungguh!


    Inilah gigitan ular. Kalau ada injil yang lain, pasti ada Yesus yang lain. Yang banyak dipilih adalah yang tidak ada salib--ibadah yang enak-enak saja--, bicara seenak perutnya, benci seenak perutnya, melayani seenak perutnya, dalam nikah juga seenak perutnya, lama-lama hancur.

    "Sekali lagi, daftar hadir hanya untuk saling mengingatkan, jangan seenak perutnya. Isi dengan jujur! Tuhan tolong kita semua."

    Biarlah semua disucikan oleh pedang firman mulai dari perut hati--kebusukan-kebusukan dikeluarkan.


  3. Gigitan ular/hal menyesatkan yang ketiga: roh yang lain.
    1 Yohanes 4: 1-3
    4:1. Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
    4:2. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
    4:3. dan
    setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

    Roh yang lain= roh yang tidak mengakui Yesus datang sebagai manusia= roh antikristus.
    Roh Kudus mengakui Yesus datang sebagai manusia.

    "Saya sudah dua kali ke Yerusalem, bertemu dengan guide yang berbeda (mereka asli orang Yahudi), kalau cerita soal perjanjian lama, mereka hafal, tetapi ketika ditanya Yesus, mereka tidak mau mengakui."

    Yesus sebagai manusia, artinya:


    • Yesus sebagai Penebus dosa. Kalau memiliki Roh Kudus, kita akan mengaku Yesus sebagai penebus dossa, buktinya adalah kita terlepas dari dosa dusta, benci, takut, kuatir, najis.
      Buktikan!

      Kalau berbuat dosa, bukan Roh Kudus, tetapi roh antikris; tidak mengakui Yesus sebagai Penebus dosa.


    • Yesus sebagai Imam Besar:


      • Imam Besar adalah kepala dari imam-imam--; Dia mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja.
        Kalau Harun yang menjadi imam besar, kita bangsa kafir tidak boleh menjadi imam-imam; tidak boleh beribadah melayani.

        Karena itu jangan sombong kalau bisa masuk Bait Allah, tetapi seharusnya menundukkan diri; kalau ada halangan untuk beribadah semestinya kita menangis.

        Yesus sudah mati, bangkit, dan menjadi Imam Besar, sehingga Dia bisa mengangkat bangsa kafir menjadi imam dan raja dengan harga darah-Nya. Lewat jalur keturunan tidak bisa, tetapi lewat jalur darah Yesus--kemurahan Tuhan--, bisa.

        Sekarang, buktikan hari-hari ini kita jadi imam yang setia berkobar-kobar! Jangan tunda-tunda dan banyak pemikiran! Mari jadi imam! Yang sudah jadi imam, mari setia berkobar! Dia sanggup mengangkat kita menjadi imam yang setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.


      • Imam Besar adalah pelayan pendamaian, kalau mengakui Yesus sebagai Imam Besar, hati kita akan damai sejahtera, semua jadi enak dan ringan. Di tengah dunia yang seperti padang pasir, sulit--seperti makan pasir, seperti merubah batu jadi roti--, tetapi kita hidup dalam kelimpahan. Hidup kita enak dan ringan di tengah kesulitan dunia.


    • Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga. Kalau Dia tidak jadi manusia, berarti daging menikah dengan Roh, dan itu namanya jadi-jadian. Sebab itu Dia menjadi daging.
      Nikah adalah daging dengan daging menjadi satu daging--satu tubuh. Nanti jadi satu daging juga yang mulia; perjamuan kawin Anak Domba.

      Karena itu kita dikerjakan oleh firman dan Roh Kudus supaya jadi satu daging yang mulia.

      Praktik mengakui Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga: kita harus rela disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia, lewat ruangan suci--tergembala; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; kita disucikan oleh Allah Roh kudus sampai tampil seperti mahkota dengan dua belas bintang; terang bintang.


      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita disucikan oleh firman sampai ada terang bulan; penebusan sampai tidak ada dosa lagi.
        Karena itu dalam perjamuan suci harus menguji diri; koreksi diri.


      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita diselubungi kasih Allah, memandang wajah bagaikan matahari, sampai satu waktu kita mendapatkan selubung matahari--kasih sempurna.


      Wahyu 12: 1-2
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
      12:2. Ia sedang
      mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

      Ayat 1= Yesus sebagai Mempelai Pria sorga dan kita sebagai mempelai wanita sorga.
      Kita disucikan dan diubahkan dalam kandang penggembalaan sampai tampil sebagai mempelai wanita sorga; terang dunia, menjadi sempurna seperti Yesus---'Akulah terang dunia, kamu terang dunia.'
      Kita terdiri dari tubuh, jiwa, Roh; Matahari, bulan dan bintang; sedangkan Allah Tritunggal. Ini sudah jelas.

      Bukti sudah mengarah pada kesempurnaan: (ayat 2) sehebat apapun kita secara jasmani--hidup berkelimpahan dalam Tuhan--dan rohani--digembalakan, disucikan, dan diubahkan--, jangan sombong, karena keadaan kita hanya diibaratkan seperti wanita yang mengandung dan hendak melahirkan anak, bahkan menghadapi naga. Sangat tidak berdaya.

      Kalau berkata: kita hebat! Bahaya! Bukan terang tetapi gelap. Kalau terang, kita hanya mengeluh dan mengerang kepada Tuhan. Ini adalah penyembahan dengan hancur hati; penyembahan yang diurapi Roh Kudus.

      Roh Kudus menolong kelemahan-kelemahan kita sehingga kita bisa berdoa dengan keluhan yang tak terucapkan. Kita menyembah dengan hancur hati; mengaku tidak mampu, tidak bisa apa-apa, banyak kekurangan-kelemahan, tidak berharga--yang ditunjukkan hanya kekurangan-kelemahan. Kita mengeluh dan mengerang sampai melahirkan anak secara rohani.

      Artinya:


      • Kelahiran bayi secara rohani = terjadi pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani, yaitu kuat teguh hati (tidak putus asa, tidak kecewa menghadapi apapun, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan; setia pada pribadi Tuhan/pengajaran yang benar), sabar (sabar dalam menunggu waktu Tuhan dan sabar dalam penderitaan), dan taat sampai daging tidak bersuara.

        Dalam doa kita mengajukan kelemahan kita, tetapi iman tetap kuat kepada Tuhan. Contohnya: Abraham usianya seratus tahun, isterinya sudah mati haid, tetapi imannya justru kuat; tidak lemah.
        Mujizat rohani kita alami.


      • Kelahiran bayi secara jasmani juga terjadi = mujizat jasmani juga terjadi: Tuhan sanggup menyelesaikan masalah terbesar--melahirkan bayi adalah masalah mati dan hidup; masalah besar dan mustahil. Yang tidak bisa ditolong siapapun, Tuhan mampu.

        Hati-hati! Saat hendak melahirkan adalah puncak penderitaan.
        Yohanes 16: 19-20
        16:19. Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?
        16:20. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

        Saat kita merasa tidak mampu lagi, berarti tinggal sesaat: kecewa--akan hancur--, atau tetap percaya dan menyerah pada Tuhan--di situlah bayi lahir. Mujizat jasmani terjadi.

        Mari, kalau sudah tidak kuat, sudah tinggal sesaat. Ini saat paling menentukan. Kalau kecewa dan putus asa lalu ambil jalan sendiri di luar firman, akan hancur. Tetapi kalau menyerah sungguh-sungguh, tangan ajaib Tuhan akan diulurkan untuk menyelesaikan semua tepat pada waktunya.

        Jaminannya adalah Dia seorang diri di kayu salib--ibunya meninggalkan Dia, murid-murid lari meninggalkan, Allah Bapa juga meninggalkan--, supaya kita hanya melihat Dia, jangan mengandalkan yang lain!
        Dan Dia berseru: Sudah selesai!

        Seorang diri Dia bisa melakukan keajaiban besar.
        Mazmur 136: 4
        136:4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

        Perjamuan suci ini jaminannya. Saat kita ditinggal sendirian--tidak ada yang menolong--, sudah pas. Seorang diri Dia mampu melakukan keajaiban besar.

        Sampai kalau Dia datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita yang sama mulia seperti Dia, hanya berseru: Haleluya untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Mari, berserah dan berseru kepada Tuhan kalau sudah tidak mampu. Di titik terakhir, tinggal sesaat lagi, berserah dan berseru, serukan nama Yesus! Kalau sudah tidak kuat lagi, serukan nama-Nya! Percayalah Dia seorang diri mampu melakukan keajaiban besar.
Yang sudah berhasil jangan sombong, badai dan ombak datang sekonyong-konyong. Berseru pada Tuhan!

Tinggal sesaat, sedikit waktu lagi, mungkin tinggal tunggu jam atau detik, Dia mampu menolong kita. Tunjukkan kelemahan dan kekurangan kita, tetapi tunjukkan juga kepercayaan dan pengharapan kita kepada Tuhan seorang diri, tidak ada yang lain: 'Aku tidak mampu, Tuhan.' Melawan dosa, pencobaan dan lain-lain, menghadapi nikah dan buah nikah, kita hanya menyembah Dia, kalau tidak mampu, sebut: Yesus.

Dia seorang diri di kayu salib, kita juga seorang diri. Ini adalah hubungan hati dengan hati, Dia mengetahui sedalam-dalamnya, Dia tahu kekurangan, kelemahan, dan ketidakmampuan kita. Dia sudah membuka hati selebar-lebarnya, biarlah kita juga membuka hati selebar-lebarnya. Jangan ada keraguan sedikitpun, apalagi kecewa dan putus asa!
Kuat teguh hati, sabar, dan taat! Keajaiban besar pasti terjadi. Perjamuan suci adalah jaminannya. Dia seorang diri menyelesaikan semuanya.

Perjamuan suci adalah uluran tangan kasih dan kuasa Tuhan, bukan hanya menyembuhkan, tetapi bisa melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita semua. Ada masalah apa saja, serahkan pada Dia, sudah selesai malam ini; keajaiban besar terjadi malam ini.
Hidup berkelimpahan bukan hanya sampai di dunia, tetapi sampai di awan-awan yang permai, bahkan duduk bersanding dengan Tuhan di takhta sorga. Ingatlah keluarga kita, sekalipun menyakiti kita, mari kita doakan, supaya mereka juga bisa terangkat saat Yesus datang kembali.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top