English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan di Ambon IV, 26 Agustus 2010 (Kamis Pagi)
Markus 7:37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya...

Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Raya Malang, 14 Maret 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Juli 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi...

Ibadah Raya Malang, 12 April 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang 7 kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2011 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Pematang Siantar.

Tema: 25...

Ibadah Raya Malang, 9 Oktober 2011 (Pagi)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.

Matius...

Ibadah Pemberkatan Nikah Surabaya, 12 Agustus 2009 (Rabu Sore)
Yohanes 2: 1
= contoh tentang pernikahan.
Tuhan menciptakan nikah manusia itu mulia dan bahagia dan ditempatkan...

Ibadah Paskah Medan I, 28 April 2009 (Selasa Pagi)
Wahyu 22:20, 'Ya Aku datang segera' menunjuk pada kesiapan kedatangan Yesus kedua kali...

Ibadah Raya Malang, 17 Juli 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi...

Ibadah Jumat Agung Malang, 22 April 2011 (Jumat Sore)
Matius 26:6-13 adalah tentang PERSIAPAN PASKAH.

Matius 26:7,12
26:7...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Mei 2009 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding Matius 5:
pasal 5-7 merupakan 10 hukum perjanjian baru: ay. 21-26: hukum...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Juni 2015 (Rabu Malam)
Puji TUHAN, kita membaca di dalam Matius 25: 6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= tentang 10...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 06 September 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 31 terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
Ayat 1-11 mengenai Bezaleel dan Aholiab ditunjuk.Ayat 12-17...

Ibadah Raya Malang, 12 Juli 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Yohanes 16:20, sukacita di dalam Tuhan diawali...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 1
7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

Satu waktu angin tidak bertiup lagi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017).

Siapakan angin ini--pengertian tentang angin--?
Yohanes 3: 5-8
3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8.
Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Angin adalah kehidupan yang lahir baru dari air dan Roh--mengalami baptisan air dan Roh Kudus sehingga ia memiliki kehidupan baru/hidup sorga yaitu hidup dalam kebenaran; bisa menghampakan diri--ada tetapi merasa tidak ada--dan taat dengar-dengaran--ditiup ke mana ke sanalah angin pergi.

Angin adalah kehidupan yang akan ditiup oleh Tuhan, itulah kehidupan yang dipakai oleh Tuhan untuk membawa keharuman, kesegaran, dan kehidupan kekal.
Membawa keharuman= membawa keharuman Kristus lewat:

  • Kabar baik/firman penginjilan, untuk membawa orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.

    "Saya bukan orang kristen, tetapi lewat penginjilan saya bisa percaya Yesus dan diselamatkan."


  • Kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk membawa orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus.
    Yesus adalah Kepala (Raja dan Mempelai Pria) dan kita tubuh-Nya (mempelai wanita), yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.

    Ini yang disebut dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita mau dipakai semua--angin yang bertiup. Dimulai dengan lahir baru dari air dan Roh, hidup benar, menghampakan diri, dan taat dengar-dengaran.

Tetapi sayang, ada angin yang tidak bertiup yaitu kehidupan yang tidak mau dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Artinya: tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan; tidak mau sampai tidak bisa melayani Tuhan--satu waktu angin memang dihentikan.

Mengapa demikian? Karena mengalami musim dingin rohani--kasihnya menjadi dingin--sehingga ia durhaka pada Tuhan. Kita harus hati-hati, banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih; yang terdahulu menjadi terkemudian. Sudah dipakai Tuhan tetapi bisa berhenti; tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan (durhaka).

Matius 24: 12
24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Kedurhakaan adalah musuhnya Tuhan; menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selama-lamanya.
Sementara Tuhan mau memakai kita, tetapi seringkali yang terjadi adalah musim dingin--tidur rohani. Kalau tidak melayani Tuhan, akan berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan--melayani setan--; dipakai dalam pembangunan Babel/mempelai wanita setan, kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan yang akan dibinasakan selamanya.

Jalan keluarnya: kita harus mendengar kabar mempelai.
Kidung Agung 2: 10-11
2:10. Kekasihku mulai berbicara kepadaku: "Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!
2:11. Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.

'Kekasihku'= Yesus sebagai Mempelai Pria.
Kitab Kidung Agung menceritakan tentang Mempelai Pria dan mempelai wanita, bukan yang jasmani, tetapi antara Kristus dan sidang jemaat--secara rohani.
'Kekasihku mulai berbicara'= Yesus berbicara= kabar mempelai.
'Bangunlah manisku'= sudah tidak mau bertiup, mari bangun kembali.

Untuk membangunkan kerohanian gereja Tuhan yang masuk musim dingin rohani--bagaikan angin tidak bertiup--adalah lewat kabar mempelai, sehingga bisa menjadi angin yang bertiup kembali; masuk dalam suasana kebangunan rohani, dan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
Hanya kabar mempelai satu-satunya yang bisa membangunkan.

Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Kidung Agung 2: 12
2:12. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.

Suasana kebangunan rohani--suasana setelah musim dingin--ditandai dengan:

  1. 'Di ladang telah nampak bunga-bunga'.
    Bunga= bakal buah= kaum muda.

    Tanda pertama suasana kebangunan rohani: kaum muda aktif di ladang Tuhan, bagaikan keledai muda yang ditunggangi Yesus menuju Yerusalem.
    Kalau di dalam gereja kaum muda loyo, berarti gereja itu tidur; kalau aktif di ladang Tuhan, benar-benar suasana kebangunan rohani.
    Keledai= bangsa kafir.
    Keledai muda= aktif dalam usia muda, atau kehidupan yang baru mendengar kabar mempelai--umurnya muda di dalam kabar mempelai tetapi sudah aktif--, atau selalu dibaharui oleh kabar mempelai--usianya tua tetapi jiwanya muda, aktif terus.


  2. Tanda kedua suasana kebangunan rohani: 'bunyi tekukur terdengar di tanah kita'.
    Imamat 5: 7
    5:7. Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan kambing atau domba, maka sebagai tebusan salah karena dosa yang telah diperbuatnya itu, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor menjadi korban penghapus dosa dan yang seekor lagi menjadi korban bakaran.

    Dalam perjanjian lama, burung tekukur dipakai sebagai korban pendamaian/korban penghapus dosa dan korban bakaran.
    Sebenarnya ada tiga korban pendamaian:


    • Lembu jantan, untuk orang kaya.
    • Domba/kambing, untuk kelas menengah.
    • Burung tekukur, untuk orang tidak mampu.


    Jadi, ibadah pelayanan yang benar ditandai dengan berkorban, bukan mencari atau meminta sesuatu. Banyak kita diajarkan: Mari ibadah supaya diberkati. Salah! Ibadah yang benar ditandai dengan pengorbanan.

    Permulaannya: bisa mengembalikan milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Mengembalikan milik Tuhan tidak sama dengan berkorban. Jangan bangga kalau mengembalikan milik Tuhan! Itu belum memberi/berkorban.

    Setelah itu baru kita bisa berkorban yang lain untuk Tuhan: waktu, tenaga, uang, sampai menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

    Di perjanjian baru, semua binatang korban sudah digenapkan oleh kurban Kristus di atas kayu salib.
    Jadi kita tidak perlu lagi membawa korban binatang di dalam Rumah Tuhan.

    Sekarang, apa pengertian 'bunyi burung tekukur terdengar di tanah kita'? Kehidupan yang tidak berdaya--miskin--, tidak berharga--berbuat dosa dan lain-lain--tetapi sudah diperdamaikan oleh kurban Kristus--dosanya sudah diampuni--, sehingga bisa berbau harum di hadapan Tuhan.

    Kolose 1: 21-22
    1:21. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
    1:22. sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

    'memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran'= kalau ada perbuatan, pikiran atau angan-angan dosa, itu sudah jauh dari Tuhan, terpisah dari-Nya, bahkan memusuhi-Nya.

    PROSES pendamaian:


    • Oleh dorongan kabar mempelai/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menunjuk dosa-dosa kita sampai yang tersembunyi di hati, kita bisa menyadari, menyesali, dan mengaku dosa-dosa, termasuk dosa di dalam pikiran dan hati kita pada Tuhan dan sesama.
      Hasilnya: darah Yesus mengampuni dosa-dosa kita, dan jangan berbuat dosa lagi; kita tidak dihukum karena Yesus yang menanggung hukumannya.

      Banyak orang sadar akan dosa, tetapi tertawa-tawa. Bahaya! Tertawa dalam dosa, akan menangis dalam neraka.

      Inilah kehidupan yang dipakai oleh Tuhan. Harus mengalami pendamaian! Kalau berbuat dosa, angin tidak bertiup lagi. Harus ada bunyi tekukur, memang tidak berdaya, dan berbuat dosa tetapi bisa dipendamaikan sehingga bisa berbau harum dan membawa keharuman Kristus; dipakai lagi oleh Tuhan.

      Harus terima pedang firman!
      Jadi, ibadah jangan cari yang ketawa-tawa, tetapi cari firman yang bisa menunjuk dosa-dosa kita. Itu yang berguna.

      Kalau dosa yang sudah diampuni diulangi lagi, pengampunan akan batal dan hukuman jalan terus.


    • Proses kedua: oleh dorongan firman pengajaran yang benar, kita bisa mengampuni dosa orang lain dengan sungguh-sungguh dan melupakannya.
      Kalau tidak mau mengampuni dosa orang lain, kita juga tidak akan diampuni oleh darah Yesus--'siapa tidak mengampuni, dia tidak akan diampuni; siapa yang mengampuni, dia akan diampuni'.


    Jadi proses berdamai adalah oleh dorongan firman kita bisa saling mengaku dan mengampuni sehingga darah Yesus mengampuni dosa kita; tidak ada bekasnya lagi, seperti kita tidak pernah berbuat dosa. Setan tidak bisa menuduh lagi, hati nurani tidak tertuduh, dan kita tidak mau menuduh orang lain.

    Proses pendamaian dimulai dari rumah tangga--suami isteri. Suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik, itu satu daging, kalau tidak bisa saling mengaku dan mengampuni, bagaimana dengan orang lain? Tidak mungkin bisa.
    Setelah itu dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir bisa berdamai, menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Mari berdamai, jangan ada yang disembunyikan! Kalau kita sudah berdamai tetapi dia tidak mau, itu urusan dia.

    Efesus 2: 13-14, 16
    2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
    mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:16. dan untuk
    memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    'yang dahulu "jauh"'= bangsa kafir.
    'yang "dekat"'= bangsa Israel.
    'memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh'= Israel dan kafir diperdamaikan oleh darah Yesus sehingga menjadi satu tubuh yang sempurna/mempelai wanita sorga.

    Inilah burung tekukur. Orang yang tadinya tidak berdaya dan berharga karena dosa-dosa, mari diperdamaikan oleh Tuhan, supaya bisa berbau harum di hadapan Tuhan. Angin yang sudah tidak bertiup, malam ini dibangunkan lewat kabar mempelai. Sudah cukup kedurhakaan!
    Bangun! Ada kabar mempelai membangunkan kita sampai kaum muda bergerak. Kalau kaum muda sudah bergerak, itu berarti sudah kegerakan hujan akhir.

    "Di Palopo, mereka langsung berkata: Om, nanti kasih kami waktu, kaum muda mau berkumpul untuk sistem kemah, nanti om yang khotbah. Kita retreat tetapi sistem kemah. Nanti bisa banyak om, kapan hari sudah empat ratus sampai lima ratus orang, nanti mungkin bisa ribuan."

    Tetapi kaum muda juga berarti orang yang baru dalam kabar mempelai, semangat, sementara yang lama sudah loyo. Ibu mertua Petrus demam--gambaran dari hamba Tuhan dalam kabar mempelai, banyak yang demam--, artinya mendua hati. Banyak yang demam. Orang lama demam, yang baru mendengar satu kali langsung semangat. Hati-hati!

    Kemudian ada bunyi burung tekukur; kehidupan yang tidak berdaya dan berharga, kalau masih mau diperdamaikan, ia masih bisa berbau harum di hadapan Tuhan.

    HASIL pendamaian oleh darah Yesus:


    • Roma 3: 23-25
      3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
      3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
      3:25. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

      Hasil pertama: kita dibenarkan oleh darah Yesus sehingga bisa hidup dalam kebenaran.

      Kalau sudah dibenarkan, jangan rusak lagi. Apapun kerusakan kita, kalau mau mengaku kita bisa dibenarkan oleh darah Yesus.
      Kita hidup dalam kebenaran; menjadi orang benar. Itulah yang berbau harum di hadapan Tuhan. Bukan orang kaya, miskin, pandai, bodoh yang berbau harum di hadapan Tuhan.

      Secara pribadi benar, perbuatan, perkataan, dan hatinya benar, sekolahnya benar, pekerjaan benar, nikahnya benar, ibadahnya benar. Itulah yang berbau harum di hadapan Tuhan, dan bisa ditiup menjadi senjata kebenaran.

      Hasil hidup benar: dipagari dengan berkat Tuhan, damai sejahtera, dan anugerah Tuhan. Ini sama dengan kembali ke suasana Firdaus.
      Yesaya 32: 17
      32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

      Kalau benar tidak usah takut sekalipun diancam. Kalau tidak benar, tidak akan ada damai sejahtera.

      Mazmur 5: 13
      5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

      Namanya Taman Firdaus berarti dipagari, tidak boleh sembarangan masuk, beda dengan hutan. Dari kutukan dunia, kita kembali pada suasana Firdaus lewat pendamaian oleh kurban Kristus.

      Memang sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan dibuang ke dunia, jalan ke Firdaus dijaga dengan pedang yang menyambar-nyambar, siapa lewat, mati. Yesus masuk untuk membuka pintu dengan kematian-Nya di kayu salib; darah-Nya membuka pintu ke Firdaus.
      Yesus sudah kena pedang penghukuman, tetapi bagi kita sekarang, kita kena pedang firman sehingga kita bisa saling mengaku dan mengampuni; menjadi orang benar, dan pintu Firdaus akan terbuka bagi kita.

      Jangan kena pedang penghukuman! Cukup Yesus yang kena pedang penghukuman, kita cukup kena pedang firman. Karena itu dalam tiap ibadah harus mendengar pedang firman. Semakin kita ditusuk oleh pedang, pintu Firdaus semakin terbuka.

      Semakin banyak mengaku dan mengampuni, suasana Firdaus semakin jelas sampai satu waktu kita benar-benar berada di Firdaus saat Tuhan datang kembali.


    • Ibrani 10: 8-10
      10:8. Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--.
      10:9. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
      10:10. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

      'Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu'= Yesus datang untuk melakukan kehendak Bapa yaitu mati di kayu salib untuk menanggung dosa-dosa kita, sekalipun Ia tidak mengenal dosa. Korban binatang tidak berlaku lagi.

      Hasil kedua: oleh kurban Kristus kita disucikan; menjadi orang suci. Tadi kita menjadi orang benar, sekarang menjadi orang suci.

      Apa yang disucikan? Tubuh, jiwa, dan roh. Kalau hanya tubuhnya yang suci, sedangkan jiwanya tidak, itu namanya sok suci.


      1. Jiwa dan roh= pikiran dan hati disucikan dari keinginan jahat dan najis, dan kepahitan.
        Keinginan jahat= cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
        Serakah= mencuri milik orang lain-- korupsi, hutang tidak bayar--, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

        Kalau cinta akan uang berarti tidak mengasihi Tuhan dan sesama.
        Kalau tidak disucikan, akan sok suci, seperti Yudas Iskariot, di luar kelihatan suci, padahal hati dan pikirannya jahat.

        Yohanes 13: 29
        13:29. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

        Yudas sudah berkhianatpun, murid-murid lainnya masih menyangka ia dipakai Tuhan. Padahal sebenarnya ia sudah lari dari Tuhan. Banyak yang terkecoh di sini: Luar biasa, padahal pencuri. Apalagi kalau hamba Tuhan berkhotbah: Kalau tidak mengembalikan persepuluhan, terkutuk. Kalau dia sendiri tidak mengembalikan persepuluhan, ia adalah pencuri ulung. Karena itu berkhotbah harus hati-hati! Tidak bisa sembarangan orang, kalau pencuri yang berkhotbah, semua akan jadi pencuri. Bahaya!

        Sebab itu jemaat harus disucikan hati dan pikirannya supaya tidak terkecoh dengan orang yang penampilannya baik tetapi hati dan pikirannya jahat.
        Kalau tidak disucikan,  kita akan terkecoh.

        Keinginan najis= dosa makan-minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin-mengawinkan (percabulan dengan berbagai ragamnya: penyimpangan sampai nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai dan kawin mengawinkan). Harus disucikan! Tidak boleh ada lagi dosa ini!

        Kepahitan= iri hati, dendam, kebencian tanpa alasan.

        Hati dan pikiran harus disucikan oleh pedang firman dan kurban Kristus.
        Ibadah pendalaman alkitab berguna untuk menyucikan secara dobel.


      2. Tubuh= perbuatan dan perkataan disucikan.


      Kalau tubuh, jiwa, dan roh kita disucikan, kita akan berbau harum.
      Yudas menahan dosa di dalam jiwa dan rohnya, perbuatan dan perkataannya juga dosa. Waktu ada seorang perempuan meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu, ia berkata: Lebih baik dijual untuk orang miskin, padahal ia pencuri--perbuatannya mencuri, dan mulutnya berdusta.

      Yudas berbau busuk, perutnya pecah dan isi perutnya terburai keluar.

      Berbau harum dulu, baru bisa membawa bau harum. Kalau kita bau busuk bagaimana membawa bau harum? Tidak akan bisa.
      Hidup benar dulu, kita sudah dipagari, jangan keluar dari kebenaran; kita bersuasana Firdaus. Kemudian ditingkatkan, kita disucikan supaya berbau harum dan dipakai oleh Tuhan sebagai angin yang bertiup.

Kalau tubuh, jiwa, dan roh kita suci, hasilnya:

  1. Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Hasil pertama: kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; membawa bau harum Kristus sebagai Juruselamat dan Mempelai Pria Sorga.

    Hati-hati! Sudah bertiup, terkadang tidak bertiup lagi. Karena itu kalau sudah bertiup kita harus dipagari lewat kandang penggembalaan--sudah hidup suci harus tergembala dengan benar dan baik; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya--karunia dipertambahkan.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--kita disucikan dan jabatan pelayanan semakin mantap, tidak akan kita lepas.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--kasih itu kekal sehingga jabatan dan karunia kita menjadi kekal; ibadah pelayanan menjadi kekal selamanya; angin selalu bertiup, tidak berhenti lagi.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah dan menjatuhkan kita. Kita tetap bertiup selamanya, tidak pernah berhenti. Tuhan tolong kita. Sekali melayani, akan terus melayani. Yang penting jaga kebenaran--kita dipagari Tuhan--dan jaga kesucian--dipagari di dalam kandang penggembalaan.


  2. Ibrani 13: 15-16
    13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
    13:16. Dan janganlah kamu lupa
    berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

    Hasil kedua:


    • 'ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya'--berbau harum--= berkata benar, jujur, bersaksi, memuji Tuhan.
    • Ayat 16= berbuat baik untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, mulai dari nikah. Kaum muda, ingat orang tua! Kemudian di dalam penggembalaan, antar penggembalaan juga ada sesama yang membutuhkan. Di situ kita berbuat baik sampai tubuh yang sempurna.

      Bukan hanya berbuat baik tetapi sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.


    Inilah bau harum lewat perkataan dan perbuatan baik.


  3. Mazmur 24: 3-4
    24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

    'bersih tangannya'= perbuatan suci.
    'murni hatinya'= hati suci.
    'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan'= perkataan suci.

    Hasil ketiga: kita bisa naik ke gunung penyembahan. Puncak ibadah pelayanan/kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah penyembahan.

    Kita bisa menyembah Tuhan; memandang wajah Tuhan yang bersinar bagaikan matahari--kita mengalami sinar matahari.
    Matius 17: 1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Inilah puncak angin bertiup/puncak ibadah pelayanan yaitu sampai menyembah Tuhan. Jangan berhenti bertiup, akan panas, bau, sampai mati! Bangun! Bertiup lagi lewat proses pendamaian!

    Kaum muda benar-benar mau dipakai Tuhan. Orang yang tidak berharga karena dosa mau dipakai. Kita hidup benar--dipagari--, dan suci--digembalakan. Tidak mundur lagi selamanya, tetapi ada kasih Allah mendorong supaya pelayanan kita kekal.

    Kemudian membawa bau harum, ada perkataan yang benar, kesaksian yang memuliakan Tuhan lewat apa saja. Kalau tidak bersaksi, akan bergosip, tambah busuk dan bau.
    Ditambah berbuat baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Terakhir, menyembah Tuhan, memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari--bau yang paling harum.

    Hasilnya:


    • Bilangan 6: 25
      6:25. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

      Kejadian 6: 8
      6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

      Sinar matahari= sinar kasih karunia. Nuh mendapat kasih karunia dan ia sinarkan pada keluarganya--sekeluarga masuk bahtera Nuh dan diselamatkan. Ini tugas kita yaitu menyinarkan kasih karunia kepada keluarga kita.

      Hasil pertama: kasih karunia Tuhan sanggup memelihara kita di zaman yang sulit bagaikan hidup di air bah, sampai zaman antikris, kiamat, bahkan hidup kekal.

      Dan kasih karunia Tuhan sanggup memelihara rumah tangga untuk mengalami air anggur yang manis--kebahagiaan sorga--, sampai mengalami nikah yang sempurna; masuk perjamuan kawin Anak Domba saat Tuhan datang--yang masuk bahtera Nuh empat pasang mempelai.

      Banyak kesulitan atau kegoncangan rumah tangga, banyak memandang wajah Yesus! Banyak menyembah Tuhan hari-hari ini!


    • Bilangan 6: 26
      6:26. TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

      Hasil kedua: sinar matahari= sinar damai sejahtera yang memberikan ketenangan kepada kita di tengah badai lautan dunia. Semua menjadi enak dan ringan, seperti lautan yang teduh, dan ada masa depan yang berhasil dan indah.


    • Kejadian 32: 24, 28
      32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
      32:28. Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi
      Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

      Hasil ketiga: sinar matahari= sinar kemuliaan untuk menghadapi pergumulan-pergumulan sampai menang dan Yesus datang kedua kali.

      Jangan pandang manusia, kita akan kecewa!
      Kita banyak bergumul lewat doa penyembahan, doa puasa, dan doa semalam suntuk. Kalau kita bergumul, Yesus bergumul juga bersama kita. Dia selalu memperhatikan dan mempedulikan kita.

      Apa yang dipergumulkan? Yakub menghadapi Esau--hidup atau mati karena Esau sudah janji kalau Ishak mati, ia akan dibunuh. Ada masalah hidup atau mati--ekonomi, penyakit--, masalah yang sulit, dosa-dosa sampai puncaknya dosa, antikris, keselamatan keluarga.

      Kita bergumul nomor satu untuk mendapatkan nama baru.
      Yakub (penipu) menjadi Israel (jujur, percaya, sabar; itulah pahlawan yang menang).

      Mujizat jasmani juga terjadi. Yang mati jadi hidup, mustahil jadi tidak mustahil, keluarga diselamatkan oleh Tuhan.
      Sampai kalau Tuhan datang kembali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai. Kita berbau harum sampai di takhta sorga selamanya.

Hidup adalah pergumulan.
Kita hidup di lautan dunia yang bergelora, semua dalam pergumulan. Tetapi ingat, di kayu salib Yesus berteriak: Sudah selesai! Sinar kemuliaan-Nya akan mengubahkan kita menjadi jujur, percaya dan sabar, dan Dia menyelesaikan semua sampai kita sempurna seperti Dia.
Apa saja masalah kita, serahkan kepada Dia malam ini! Kita bergumul bersama Dia malam ini. Kita memandang wajah-Nya. Allah bergumul bagi kita semua.

Mungkin tidak ada yang tahu, bahkan tidak ada yang mau tahu, kesempatan untuk bergumul bersama Tuhan tentang apa saja. Kita menyerah kepada Tuhan. Yakinlah, hidup yang diperdamaikan/berbau harum tidak pernah dilupakan dan ditinggalkan oleh Tuhan apapun keadaannya.
Kalau orang lain tidak mau tahu, jangan marah! Justru kesempatan seratus persen Tuhan yang memperhatikan. Yakub yang hebat tidak dibiarkan sendiri, apalagi kita bangsa kafir--burung tekukur yang tidak berdaya dan berharga--, Dia tidak akan meninggalkan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top