English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Akitab Malang, 04 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 7:8
7:8...

Ibadah Doa Malang, 29 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juli 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 jemaat di Filadelfia.
Wahyu 3:7
3:7 "Dan...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja, 15 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:52
2:52 Dan Yesus makin bertambah besar...

Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk penyucian terakhir yang Yesus...

Ibadah Doa Malang, 07 Juni 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 26:14-16

Ibadah Raya Malang, 09 Februari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 berjudul "Penglihatan Yohanes di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 07 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam sistem Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Hari Raya/Pesta/Perjamuan Paskah, terbagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19: Persiapan Perjamuan Paskah.
Ayat 20-25: Makan Perjamuan Paskah.
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari...

Ibadah Raya Malang, 24 Februari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang shekinah...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Maret 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 percikan darah...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Mei 2012 (Rabu Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk kepada 7 percikan darah diatas tabut perjanjian, artinya sekarang yaitu sengsara yang dialami oleh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Desember 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah berkat dan kasih TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

'gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN yang duduk di takhta sorga, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya' adalah firman Allah yang tertulis di dalam alkitab (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2016).

Ada dua hal tentang gulungan kitab:

  1. 'ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya'. Artinya: firman Allah sanggup menyucikan kita secara lahir dan batin (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 November 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2016).


  2. 'dimaterai dengan tujuh meterai'.
    Artinya: firman Allah tidak dibukakan rahasianya; firman Allah tidak diwahyukan--tetap tertutup atau termeterai (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2016).

AD. 2: 'dimaterai dengan tujuh meterai'
Wahyu 5: 2-3

5:2. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
5:3. Tetapi
tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

Siapapun yang ada di sorga, di bumi dan di bawah bumi tidak bisa membuka meterai dari gulungan kitab. Artinya:

  • 'di sorga' menunjuk pada malaikat yang gagah perkara.
  • 'di bumi' menunjuk pada manusia yang lemah.
  • 'di bawah bumi'--alam maut--menunjuk pada setan yang jahat, najis, dan berkuasa atas maut.

Semua kalangan tidak ada yang bisa membuka meterai dari gulungan kitab. Benar-benar termeterai atau tertutup.
Wahyu 5: 4
5:4. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

Kalau alkitab menulis 'amat sedih', berarti sedih sekali.
Rasul Yohanes menangis dengan amat sedihnya karena tidak ada yang bisa membuka meterai dari gulungan kitab itu--tidak ada pembukaan firman atau wahyu.

Mengapa rasul Yohanes menangis dengan amat sedihnya?

  1. Rasul Yohanes merindukan pembukaan rahasia firman Allah/wahyu dari TUHAN untuk dipraktikkan/ditaati--bukan hanya diterima saja--supaya ada pembukaan jalan di dunia, sampai pembukaan pintu di sorga.

    Kalau tidak ada pembukaan firman, tidak ada pembukaan pintu di dunia, apalagi pintu di sorga; semua tertutup.


  2. Amsal 29: 18a
    29:18a. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.

    Yang kedua: rasul Yohanes menangis dengan amat sedihnya karena kalau tidak ada wahyu dari TUHAN/pembukaan firman Allah, keadaan sidang jemaat akan menjadi liar--'telanjang' dalam bahasa lain.

    'liar'= tampil seperti binatang liar; sama dengan Israel yang tampil seperti kuda terlepas dari kandang.
    Dalam bahasa lain, liar sama dengan TELANJANG. Ini yang kita pelajari malam ini.

Kita juga, kita banyak menangis karena pencobaan, penyakit, masalah rumah tangga, silahkan, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah. Masalah masih silih berganti. Contohnya: kita menangisi masalah ekonomi, masalah selesai, lalu ada masalah lain yang datang.

Mari kita mengubah tangisan atau pergumulan kita menjadi seperti rasul Yohanes, yaitu terutama untuk bisa mendapatkan atau mengerti wahyu Allah--pembukaan rahasia firman Allah--dan mempraktikkannya--taat dengar-dengaran. Bukan hanya menerima dan mengerti, tetapi diyakini dan dipraktikkan, sehingga kita mendapatkan pembukaan pintu-pintu di dunia, sampai pintu sorga--kekal selama-lamanya.
Inilah pergumulan kita sekarang.

Waspada! Banyak kehidupan yang hebat, dipakai, dan diberkati TUHAN, mendapat wahyu dari TUHAN, tetapi sayang, tidak melakukannya--tidak taat dengar-dengaran--sehingga telanjang.
Kalau sidang jemaat dan gembala tidak suka firman--ibadah mengutamakan yang lain--, ia akan liar dan telanjang. Tetapi sekalipun ada pembukaan firman, kalau tidak praktik atau praktiknya beda, akan telanjang juga.

Ini banyak terjadi. Mari, kita harus waspada!
Tangisan kita lengkap yaitu meminta pembukaan firman, mengerti, tetapi sekaligus mempraktikkannya dalam hidup kita--taat dengar-dengaran--, supaya ada pembukaan pintu-pintu di dunia sampai pintu sorga.
Kalau hanya setengah--hanya mengerti tetapi tidak melakukan firman--, nanti akan jadi kesombongan dan telanjang.

Contoh kehidupan yang tidak taat dengar-dengaran pada paembukaan rahasia firman Allah sehingga telanjang dari zaman ke zaman:

  1. Zaman permulaan; zaman Allah Bapa: dari Adam sampai Abraham--kurang lebih 2.000 tahun.
    Diwakili oleh Adam dan Hawa.

    Ini adalah manusia pertama yang diciptakan--sama mulia dengan TUHAN--, berarti manusia yang hebat. Dia ditempatkan di taman Firdaus dan bahagia--hebat, bukan manusia biasa.
    Sehebat apapun manusia di dunia, masih ada air mata, ada susah dan sedih, karena suasana kutukan.

    Adam dan Hawa sudah menerima wahyu dari TUHAN yang sederhana: Semua buah pohon di taman boleh kamu makan buahnya dengan bebas kecuali satu. Begitu mengikuti firman, mereka bahagia. Pembukaan firman yaitu firman yang dibukakan rahasianya, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain; perkataan Yesus sendiri.

    Kejadian 3: 6-10
    3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
    3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
    3:8. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

    3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
    3:10. Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi
    takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

    Mengapa tidak taat? Karena MENDENGAR SUARA ULAR ATAU SUARA LAIN. Hati-hati! Kalau kita sudah mendengar suara asing yang tidak sama dengan alkitab, sudah bahaya, sudah mulai ke arah tidak taat.
    Adam dan Hawa menjadi tidak taat pada pembukaan firman/wahyu dari TUHAN karena mendengar suara ular, itulah ajaran-ajaran palsu. Pasti jadi tidak taat dengar-dengaran.

    Akibatnya: TELANJANG DAN KETAKUTAN.

    Jadi, ketelanjangan itu mengakibatkan ketakutan.
    Praktiknya:


    • Takut bertemu dengan TUHAN. Waktu TUHAN memanggil, mereka malah lari.
      Hati-hati! Kita sudah menerima wahyu, sudah taat, sudah mulai baik semua, sudah bahagia, tetapi begitu mendengar suara ular dan menjadi tidak taat, hidup kita akan kacau--mulai telanjang dan ketakutan.

      Takut bertemu TUHAN, artinya: takut mendengar firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua; takut ditunjuk dosanya dan sebagainya. Orang yang tidak taat takut mendengarkan firman yang keras.


    • Matius 6: 31-34
      6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
      6:34. Sebab itu janganlah kamu
      kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      'bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah' = bangsa kafir.

      Praktik ketakutan yang kedua: takut/kuatir akan hidup sekarang--kebutuhan hidup sekarang--, sampai masa depan, sehingga tidak tenang hidupnya; tidak ada damai sejahtera lagi; letih lesu dan berbeban berat. Hati-hati! Kalau sudah kuatir, akan lebih tidak taat lagi--menghalalkan segala cara--, sehingga hidup dalam tabiat kekafiran--di luar pengajaran yang benar. Contohnya: nanti kalau berdagang yang benar, akan kalah saingan. Soal jodoh dan sebagainya juga demikian. Inilah yang dimaksud dengan lebih tidak taat lagi.

      Hati-hati dengan suara asing!


    • Wahyu 6: 15-17
      6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
      6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan
      sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
      6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

      Ayat 17= kedatangan TUHAN kedua kali.

      Praktik ketakutan yang ketiga: takut akan kedatangan TUHAN kedua kali--puncak ketakutan--, dan ketinggalan. Kalau kita, kita punya keberanian percaya untuk menyambut kedatangan TUHAN (1 Yohanes).
      Dunia akan dimurkai atau dihukum sampai kiamat, tetapi kita berada di awan-awan.

      Kalau telanjang, akan takut untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan tertinggal di bumi, sehingga mengalami kiamat--hukuman TUHAN--sampai binasa bersama dengan dunia.


    Inilah ketelanjangan dan ketakutan yang dialami oleh Adam dan Hawa. Adam dan Hawa merupakan manusia hebat; manusia pertama yang diciptakan oleh TUHAN, yang sama mulia, segambar dengan TUHAN, ditempatkan di taman Eden dan bahagia. Ini terjadi selama manusia taat dengar-dengaran kepada wahyu TUHAN yang sederhana: Semua buah pohon di taman boleh kamu makan buahnya dengan bebas, kecuali satu.

    "Saya selalu katakan: kecuali kalau manusia diperintahkan hanya boleh makan satu buah saja, yang lainnya tidak boleh."

    Hati-hati terhadap dorongan suara asing!
    Kalau mendengar suara ular, akan lupa suara TUHAN. Sudah lupa kalau sekian lama dipelihara firman. Sudah sombong.

    "Kami yang dari Lempin-el 'Kristus Ajiab' lupa kalau sudah dipelihara dengan cuma-cuma oleh firman. Dengar suara asing, lupa, akhirnya telanjang dan ketakutan. Hati-hati! TUHAN tolong kita semua."


  2. Zaman pertengahan; zaman Anak Allah: dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--kurang lebih 2.000 tahun.
    Diwakili oleh Saul.

    Ini orang hebat juga--raja Israel pertama yang diangkat TUHAN. Tetapi mendadak Saul juga tidak taat.

    Dua kali Saul tidak taat:


    • 1 Samuel 13: 6-13
      13:6. Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
      13:7. malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
      13:8. Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
      13:9. Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu
      ia mempersembahkan korban bakaran.
      13:10. Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
      13:11. Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
      13:12. maka
      pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
      13:13. Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu
      bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

      Ayat 6: 'Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit' = melawan bangsa Filistin.
      Ayat 9 = pembukaan firmannya sederhana--pembukaan rahasia firman TUHAN lewat Samuel--: Tunggu Samuel sampai tujuh hari, nanti dia yang membakar korban bakaran dan TUHAN memberi kemenangan pada Saul. Itu saja dan tidak sulit.
      Akhirnya, dalam keadaan terdesak/terjepit, Saul tidak taat.

      Ayat 12: 'pikirku'= pikiran daging.
      Ayat 13: 'perintah Allah'= wahyu dari TUHAN.
      Akhirnya Saul kehilangan kerajaannya.

      Yang pertama: saat terdesak/terjepit--menghadapi masalah yang mustahil--, Saul tidak taat pada perintah TUHAN/wahyu TUHAN karena MENGGUNAKAN DAN MENGIKUTI PIKIRAN DAGING--logika--, bukan lagi dengan iman.

      Memang masuk akal karena Samuel belum datang; sudah tujuh hari--padahal tinggal tunggu detik. Harinya sudah, jamnya sudah, tinggal hitungan detik ('baru saja'). Banyak orang Israel yang lari dan musuh sudah datang. Masuk akal, tetapi tidak sesuai dengan wahyu dari TUHAN.
      Hati-hati! Biar semua manusia mendukung, kalau tidak sesuai dengan perintah TUHAN, itu adalah tindakan bodoh dan nekat--tidak taat dengar-dengaran. Benar-benar nekat!

      Persoalan apa sjaa, dalam pekerjaan kita mau potong jalan, mungkin logis, tetapi tidak sesuai firman--tidak taat--, itu bukan hebat, tetapi bodoh dan nekat sekalipun untung besar.
      Kaum muda, dalam perjodohan, kalau tidak sesuai firman, sekalipun hebat, itu adalah bodoh dan nekat.
      Persoalan apa saja, kalau tidak sesuai dengan firman--hanya menurut pendapat manusia; pikiran daging--, itu adalah tindakkan bodoh dan nekat--tidak taat dengar-dengaran.

      Hati-hati pada saat terjepit, karena akal pikiran daging berjalan, tetapi tidak cocok dengan iman/firman! Tinggal tunggu kehancuran, bukan hebat!


    • 1 Samuel 15: 14-17, 23
      15:14. Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
      15:15. Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik
      dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
      15:16. Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
      15:17. Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
      15:22. Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya,
      mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
      15:23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

      Ayat 15 'dengan maksud'= maksud hati/perasaan daging.
      'dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN' = mungkin kelihatan baik dan rohani; untuk TUHAN.
      Ayat 22: 'mendengarkan'= taat dengar-dengaran.

      Yang kedua: saat menang atau diberkati oleh TUHAN, Saul tidak taat karena MENGIKUTI PERASAAN DAGING/maksud hati, bukan iman.

      Ini yang seringkali dipermainkan.

      "Kami hamba TUHAN, termasuk saya, seringkali mempermainkan perasaan daging/emosi dari jemaat, sehingga firman ditambah kata 'raba', yaitu lawak-lawak. Jemaat senang, tetapi tidak ada iman--hanya perasaan daging, emosi. Firman dikurangi, tidak usah keras dan lama-lama, perasaan daging senang, tetapi tidak sampai pada iman. Ini yang bahaya dan mendorong pada ketidaktaatan. Satu waktu saat dia diberkati, dia menjadi tidak taat."

      Tadi dalam keadaan terjepit hanya menggunakan logika--perumpamaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya--, satu waktu saat terdesak, tidak punya iman dan tidak taat.
      Masalah apa saja, dia kalah. Ini bahaya!

      TUHAN tolong kita. Hati-hati dengan pikiran daging--logika--dan perasaan daging--maksud hati.

      Saul tidak taat ketika diberkati, karena mengikuti perasaan daging.


    1 Samuel 19: 23-24 (judulnya: Daud melarikan diri, karena Saul menyerang dia kembali)
    19:23. Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada diapun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama.
    19:24. Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan
    telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: "Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?"

    Akibatnya: Saul juga telanjang karena ia mengikuti daging: pikiran dan maksud daging, sehingga yang ada pada Saul adalah roh daging. Ia kepenuhan Roh Allah, tetapi roh dagingnya lebih kuat dari Roh Allah, sehingga Roh Allah undur dari padanya.

    Jadi, kalau kepenuhan Roh Kudus sampai seperti Saul yang rebah, itu bukan hebat, tetapi roh dagingnya lebih kuat dari Roh Allah, sehingga Roh Allah pergi dan roh daging yang berkuasa. Kita hati-hati!

    Saul tadi menggunakan pikiran/logika dan perasaan daging, sehingga yang ada pada dia adalah roh daging. Ini yang membuat Saul tidak taat dengar-dengaran, sehingga Saul TELANJANG DAN MEMBENCI--kebencian tanpa alasan.

    Tadi, Adam dan Hawa telanjang dan ketakutan, sekarang Saul telanjang dan membenci.

    Hati-hati! Kalau ada pikiran dan perasaan daging--roh daging berkuasa--, akan membuat telanjang dan kebencian tanpa alasan. Saul membenci Daud tanpa alasan, padahal Daud yang menolong melawan Goliat dan memberi kemenangan. Inilah roh daging. Hati-hati!

    Praktik kebencian tanpa alasan seperti Saul membenci Daud:


    • 1 Samuel 18: 8-9
      18:8. Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya."
      18:9. Sejak hari itu maka
      Saul selalu mendengki Daud.

      Ayat 8= mulai berprasangka buruk.
      Ayat 9: 'dengki'= kebencian tanpa alasan, seperti kakak-kakak Yusuf kepada Yusuf.

      Praktik pertama kebencian tanpa alasan: kebencian pada sesama.

      Hati-hati! Sesama hamba TUHAN, sesama pelayan TUHAN, teman di kantor, teman di sekolah, hati-hati! Jangan ada kebencian! Itu adalah roh daging--telanjang dan benci itu satu.

      Mereka merugikan kita, kita membalas dengan kebaikan (Matius 5). Firman pada perjanjian lama: Kamu mendengar: Kasihilah sesamamu, bencilah musuhmu. Tetapi sekarang TUHAN bilang: Kamu harus mengasihi musuhmu. Jadi kebencian pada sesama harus diganti menjadi mengasihi sesama sampai mengasihi orang yang memusuhi kita; membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Istilah' 'kasihilah musuhmu', bukan berarti kita punya musuh, tetapi ada orang yang memusuhi atau merugikan kita.


    • 1 Samuel 20: 30
      20:30. Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonatan, katanya kepadanya: "Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu?

      Praktik kedua kebencian tanpa alasan: kebencian dalam nikah--suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik, menantu-mertua, antar ipar. Hati-hati!

      Kalau telanjang, akan ada kebencian.
      Sekalipun suami keterlaluan, jangan dibenci, tetapi dibalas dengan kebaikan. Kalau benci, rugi, karena akan telanjang dan kalau TUHAN datang, kita tidak bisa terangkat.
      Kita sungguh-sungguh!

      Di dalam nikah dan buah nikah, hati-hati! Jangan ada ketelanjangan dan kebencian! Selesaikan semua! TUHAN tolong kita. Apalagi suami-steri. Kalau satu telanjang dan satu tidak telanjang, bagaimana? Menangis--sedih--juga, bukan senang. Apa gunanya kita mempertahankan pikiran dan perasaan daging? Jangan! Selesaikan dan beres. Tidak ada artinya semua itu.

      Inilah kebencian tanpa alasan. Padahal Saul sudah ditolong oleh Daud, tetapi Daud masih dibenci. Jangan gunakan pikiran dan perasaan daging--roh daging--!

      Tadi, suara ular--ajaran palsu, gosip--menipu Adam dan Hawa, sehingga mereka telanjang dan ketakutan.
      Sekarang, daging menipu Saul, sehingga ia tidak taat; telanjang dan membenci,


    • 1 Samuel 22: 18-19
      22:18. Lalu berkatalah raja kepada Doeg: "Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doeg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
      22:19. Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

      Yang TUHAN perintahkan adalah menumpas raja Amalek dan bangsa Amalek, tetapi rajanya tidak ditumpas, lembunya tidak ditumpas. Tetapi sekarang kota imam--imam-imam--dia tumpas. Terlalu!

      Orang yang dikuasai daging--menggunakan pikiran perasaan daging; roh daging--itu terlalu!
      Saul menjadi orang yang keterlaluan--Daud yang baik mau dibunuh, anaknya (Yonatan) yang baik mau dibunuh. Sedangkan yang jahat--orang Amalek--dibela, imam-imam dia bunuh semua. Keterlaluan kalau daging! Hati-hati!

      "Pesan dari guru dan gembala kami Pdt. Pong adalah: 'Jangan keterlaluan! Ingat baiknya dia! Sekelipun orang itu salah, di ada baiknya juga. Harus diingat.' Tetapi kalau daging, itu keterlaluan."

      Praktik ketiga kebencian tanpa alasan: Saul menumpas imam-imam--hamba TUHAN/anak TUHAN. Ini berarti Saul dikuasai oleh roh antikris yang nanti mengejar anak TUHAN/hamba TUHAN--membenci anak TUHAN/hamba TUHAN.

      Akhirnya, Saul kehilangan kerajaannya, artinya tidak bisa masuk kerajaan Seribu Tahun Damai.
      Kalau Adam dan Hawa, kehilangan Firdaus. Saul juga tidak bisa masuk kerajaan sorga--Yerusalem baru.

      Orang yang telanjang adalah orang hebat. Ini yang harus kita waspadai.


  3. Zaman akhir; zaman Allah Roh Kudus: dihitung dari Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali--kurang lebih 2.000 tahun.
    Diwakili oleh Petrus.
    Hebat juga, dia murid pertama yang dipanggil oleh TUHAN dan punya pengalaman hebat bersama TUHAN--berjalan di atas air, ikut saat TUHAN membangkitkan anak yang mati, ada di atas gunung saat Yesus menyembah, Petrus juga ada di sana saat Yesus memberi makan 5.000 orang dengan 5 roti.

    Matius 4: 18-19
    4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
    4:19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan
    kamu akan Kujadikan penjala manusia."

    Petrus akhirnya tidak taat, ia KEMBALI MENJADI PENJALA IKAN dan telanjang juga.
    Yohanes 21: 3, 7
    21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    21:7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab
    ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

    'tidak menangkap apa-apa' = gagal total.
    'ia tidak berpakaian'= telanjang.
    Petrus tidak taat pada wahyu/panggilan TUHAN.

    Akibatnya: TELANJANG DAN GAGAL TOTAL.Hati-hati!

    Tadi, Adam dan Hawa telanjang dan ketakutan--kuatir dan tidak tenang hidupnya, takut untuk dengar firman; takut kena firman, akhirnya mencari guru dengan ajaran yang enak bagi daging (dongeng), takut untuk mendengar yang benar dan tajam. Hidupnya kuatir sampai kalau TUHAN datang ke dua kali, ia takut juga dan ia tetinggal.

    Hati-hati dengan suara asing! Bukan berarti di sini yang benar, tetapi cocokkan dengan alkitab. Kalau tidak cocok, biar hebat, jangan!

    Kita punya pengajaran Tabernakel, itu luar biasa. Mulai dari pintu gerbang; pengajaran tentang iman, iman yang benar adalah dari mendengar firman (Roma 10: 17). Ada yang mengajarkan yang berbeda. Itu sudah beda. Kalau pintu gerbangnya beda, masuknya sudah beda.

    "Kita sekarang beribadah di WR Supratman nomor 4, kalau masuk nomor 6, sudah beda."

    Kalau imannya lain, arahnya sudah lain. Kalau ajaran iman sama, bertobat sama, tetapi baptisan airnya beda, berarti sudah beda--sudah menyimpang. Tidak boleh ada yang beda, semua harus benar, tidak boleh ada yang tidak benar (tidak boleh tidak sesuai dengan alkitab).
    Karena itu sangat sedih kalau berkata: Sama saja, hanya beda sedikit. Itu sudah jauh. Belum lagi soal baptisan Roh Kudus, ada yang diajarkan menirukan bahasa Roh, itu sudah jauh.

    Semua Tabernakel ada di dalam alkitab, ada ayat-ayatnya.

    "Satu murid saya terus bernyata, saat itu soal wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki (1 Timotius). Dia tanya terus. Saya bilang: 'Sekarang dibalik, kamu menjadi gurunya, baca ayat ini lalu terangkan ke saya (saya yang mendengarkan).' Akhirnya tidak bisa, baru dia berkata: 'Benar, om.' Ada ayatnya, kecuali tidak ada ayatnya. Kita sungguh-sungguh. "

    Inilah ketelanjangan-ketelanjangan. Hati-hati dengan suara asing! Adam dan Hawa dari luar. Saul--dari dalam--, hati-hati dengan daging yang menyesatkan. Perasaan dan pikiran daging, tetapi tidak sesuai dengan firman, itulah roh daging yang masuk.

    Petrus tidak taat pada wahyu TUHAN--panggilan TUHAN. Hati-hati! Kita dipanggil dan diberikan jabatan pelayanan masing-masing, tetap kita pertahankan!

    Akhirnya Petrus telanjang dan gagal total.
    Tadi telanjang dan takut, telanjang dan benci, lalu telanjang dan gagal total.
    Gagal total artinya tidak menangkap apa-apa= tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak dapat berbuah --'di luar Aku kamu tidak bisa berbuah'.

    Yohanes 15: 4-6
    15:4. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
    15:5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab
    di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
    15:6. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

    Telanjang dan gagal total, itu seperti ranting terlepas dari pokok anggur yang benar, sehingga tidak menangkap apa-paa, tidak bisa berbuat apa-apa, tidak dapat berbuah. Ini sama dengan kering rohani. Bisa dideteksi dari mulutnya yang kering: dusta, gosip, fitnah. Itu sudah di luar TUHAN--telanjang dan gagal.

    "Perhatikan Lempin-El. Kalau hamba TUHAN perkataannya sudah kering, berarti sudah telanjang dan gagal, dan tidak bisa berbuah. Anak-anak TUHAN hati-hati! Mungkin bukan bicara, tetapi lewat media sosial banyak bergosip. Ini menunjukkan kalau dia sudah telanjang dan gagal. Jangan!"

    Hati-hati! Ranting yang kering juga dikumpulkan--ada persekutuan ranting kering--, orang berdusta bersekutu dengan pendusta, tidak mungkin dengan orang benar; tukang gosip dengan tukang gosip. Ini berarti keluar dari pokok pengajaran yang benar; tidak ada lagi wahyu TUHAN--pokok angur yang benar; pengajaran yang benar; wahyu dari TUHAN--, menjadi liar, telanjang, kering dan akan dibakar di neraka. Kita harus waspada hari-hari ini.

Kesimpulan: jika tidak taat dengar-dengaran atau menolak firman Allah/wahyu TUHAN, akibatnya: telanjang dan ketakutan, telanjang dan kebencian, dan telajangan dan kegagalan. Itu saja.
Karenaitu rasul Yohanes menangis karena tidak ada wahyu TUHAN (bukan karena di pulau Patmos tidak ada apa-apa, hanya ada batu karang, tidak ada makanan).

Gulungan kitab itu masih termeterai sampai tujuh meterai--sempurna. Tidak ada yang membuka.
Malaikat di sorga yang gagah perkasa malah bertanya: Siapa yang mampu membuka? Dia tidak mampu. Manusia yang lemah di bumi juga tidak bisa, teramsuk rohaniawan. Yang di bawah bumi--setan yang berkuasa atas maut; jahat dan najis--juga tidak bisa. Nanti Yesus, Anak Domba Allah yang bisa.

Tangisan kita sekarang adalah untuk pembukaan firman dan taat dengar-dengaran, kalau tidak, akan telanjang--telanjang-ketakutan, telanjang-kebencian, telanjang-tegagalan--sampai binasa.

TUHAN tidak rela kalau manusia ciptaan-Nya--hamba TUHAN, pelayan TUHAN--hanya telanjang-takut, telanjang-benci, dan telanjang-gagal.

Jalan keluarnya:

  1. Filipi 2: 8-10
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,


    'segala yang ada di langit' = setan,
    'yang ada di atas bumi'= nabi palsu,
    'yang ada di bawah bumi' = antikris.
    Setan tritunggal dikalahkan.

    Jalan keluar yang pertama: Yesus harus taat sampai mati di kayu salib untuk:


    • Mengalahkan setan tritunggal yang menjadi sumber ketidaktaatan.
      Perhatikan! Meninggalkan pelayanan itu berarti gagal. Yang belum melayani, berdoa supaya bisa ikut penataran calon imam dan imam-imam. Kita sungguh-sungguh.
      Yang sudah melayani, lebih maju lagi. Yang sudah tinggalkan pelayanan, kembali lagi, jangan seperti Petrus.

      Kalau meninggalkan pelayanan, akan gagal total. Mari kembali pada panggilan TUHAN dan jabatan pelayanan!


    • Memberikan pakaian keselamatan dan jubah-Nya kepada kita, untuk menutupi ketelanjangan.
      Yohanes 19: 23
      19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

      Dia mati di kayu salib untuk memberikan pakaian keselamatan dan jubah pelayanan (jubah yang indah), untuk menutupi ketelanjangan kita.


  2. Yohanes 21: 15-17
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk
    kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk
    ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Jalan keluar yang kedua: untuk mengangkat Petrus--Petrus yang gagal dan jatuh--, Yesus bertanya tiga kali: 'Apakah engkau mengasihi Aku?Gembalakanlah domba-domba-Ku' Ini adalah firman penggembalaan, yang diulang-ulang seperti suara kokok ayam.

    Kepada kita, TUHAN memberikan firman penggembalaan lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--kandang penggembalaan--:


    • Ibadah raya.
    • Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
    • Ibadah doa penyembahan.


    Firman penggembalaan yang diulang-ulang sanggup untuk mengubahkan kita. Kalau tidak, tidak bisa. Kokok ayam diulang, baru Petrus sadar--sedih hatinya. Petrus ditanya satu kali, dua kali, dia katakan: Aku mengasihi Engkau. Setelah tiga kali, baru sadar (Petrus tidak mempunyai kasih).

    Firman penggembalaan yang diulang-ulang sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara---Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.

    Di ayat 18, Petrus mengulurkan tangan.
    Yohanes 21: 18-19
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    'membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendakii' = sesuai dengan kehendak TUHAN = taat.

    Taat= mengulurkan tangan pada TUHAN--seperti Petrus yang rela berkorban apapun juga sampai berkorban nyawa.
    Kalau firman diulang itu bukan membosankan, tetapi untuk memberikan kesempatan. Satu kali firman diulang, dua kali, tiga puluh kali, sampai keempat puluh kali, mungkin baru sadar. Itulah gunanya firman yang diulang-ulang.

    Ada orang yang tidak mau melayani, firman diulang-ulang, satu waktu dia mau melayani. Itu bukan berarti menjadi bosan, tetapi dibuka kesempatan bagi kita. Kalau sudah tidak diulang, berarti sudah tidak ada kesempatan.

    Kalau sudah mengulurkan tangan, TUHAN mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada Petrus--kita semua. Ini timbal balik.

    Hasilnya: 1 Petrus 5: 5-6
    5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat,
    supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Ini adalah pasal penggembalaan (pengalaman Petrus sendiri).

    Hasilnya: kalau sudah tunduk/taat, maka tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup meninggikan kita pada waktunya.
    Artinya:


    • Diangkat dari kegagalan dan ketelanjangan untuk dipulihkan dan dipakai oleh TUHAN--diberi jubah indah; dimuliakan; dibentuk menjadi bejana kemuliaan/kemurahan TUHAN (Roma 9).

      Tadinya Petrus sudah hancur--gagal, telanjang, meninggalkan pelayanan--, tetapi setelah ia mengulurkan tangan kepada TUHAN, ia masih bisa dipulihkan.

      Mari, kita jatuh dalam bidang apa? TUHAN sanggup memulihkan semua.

      Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Krisus untuk kemuliaan TUHAN--dibentuk menjadi bejana kemuliaan. Jangan menjadi bejana kemurkaan yang akan dihancurkan! Kalau tetap telanjang-takut, telanjang-benci, telanjang-gagal, kita menjadi bejana kemurkaan yang akan dihancurkan (Roma 9: 22-23). Biarlah kita menjadi bejana kemurahan TUHAN (belas kasihan TUHAN) dan kita hidup dari belas kasihan TUHAN.

      Yang penting kita dipulihkan dan dipakai, jangan ingat lagi masa lalu yang kelam. Yang sudah jatuh, sudah selesai. Sekarang kita sudah diangkat, dipulihkan, dipakai dan layani TUHAN! Terima jubah indah, dan dibentuk menjadi bejana kemuliaan= bejana kemurahan--belas kasih TUHAN--, artinya kita hidup dari kemurahan TUHAN.

      Kalau kita (hamba TUHAN, pelayan TUHAN) bisa memuliakan dan mengagungkan TUHAN, kita akan hidup dari kemurahan TUHAN.
      Mungkin gaji kita bagai lima roti dan dua ikan, tetapi bisa untuk lima ribu orang, itu adalah kemurahan belas kasihan TUHAN. Hanya ini tugas kita.

      Mari berubah, tadinya Petrus sudah memalukan TUHAN--telanjang-takut, telanjang-benci, telanjang-gagal--, sekarang bisa melayani dan memuliakan TUHAN. Hidup kita dari kemurahan TUHAN. Mau berapapun, yang penting ada di dalam kemurahan yang besar; anugerah yang besar, lebih besar dari apapun. TUHAN tolong kita semua.


    • Membuat semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya. Semua tinggal menunggu waktu TUHAN.
    • Mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu mulai dengan sabar. Semuanya 'pada waktunya'; tadi kita dipakai untuk kemuliaan TUHAN pada waktunya.

      "Sekarang, kita mengikuti penataran calon imam-imam, mari maju. Yang sudah loyo, maju. Yang sudah tinggalkan pelayanan seperti Petrus (telankang dan gagal), maju lagi (pakai jubah indah). Bejana yang sudah hancur akan dibentuk lagi menjadi bejana kemuliaan. Kalau untuk melayani TUHAN jangan ragu, sampaipun dipanggil sepenuhnya (fulltimer), kalau memang dari TUHAN, jangan ragu. TUHAN bertanggung jawab dan menolong kita semuanya."

      Istilah 'pada waktunya' berarti sabar menunggu waktu TUHAN. Mulai sabar dalam penderitaan--hanya mengucap syukur, tidak mengomel atau bersungut--, dan sabar menunggu waktu TUHAN.

      Seperti bayi yang lapar dan menangis, ia hanya tinggal menunggu ibunya. Begitu juga kita, kita sendiri tidak bisa apa-apa, kita menunggu waktu TUHAN. Yang telanjang dan takut, kembali pada ketaatan. Yang telanjang dan benci, buang kebencian. Yang telanjang dan gagal, kita tergembala sungguh-sungguh sampai mengangkat dua tangan pada TUHAN--menunggu waktu TUHAN.

      Kalau sabar, maka:


      1. Ada damai sejahtera, semua enak dan ringan, tidak letih lesu dan berbeban berat. Kalau tidak sabar, akan bingung.
      2. Semua pasti menjadi indah.
      3. Kalau Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: "Haleluya' untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita diangkat sampai di takhta TUHAN--tempat di mana gulungan kitab berada.

        Wahyu diturunkan dari takhta TUHAN, sekarang diturunkan kepada kita, supaya kita juga terangkat ke takhta.

Serahkan semua kepada TUHAN! Jangan ada kegagalan dan telanjang! Semua indah pada waktunya.
Jagan ada pertanyaan, kekuatiran, keraguan, ketakutan, dan kebencian!

Orang hebat bisa tidak taat, bisa telanjang, takut, benci, dan gagal. Siapa kita? Jangan kecewa, putus asa, dan bangga akan sesuatu, tetapi kita hanya mengulurkan tangan kepada TUHAN dan sabar menanti waktu TUHAN. Kaum muda, semua indah pada waktunya! Jangan ragu sedikitpun!

Orang sabar ada damai sejahtera dan bisa menerima semua apa adanya. Sabar, tidak ada omelan, ketakutan, kekuatiran dan lain-lain yang dari daging, tetapi hanya mengasihi TUHAN. Kita pulang dengan kesabaran dan damai sejahtera, kita hidup dalam tangan kasih TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top