|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Malang, 17 Januari 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:47-56 tentang YESUS DITANGKAP.
Di Getsemani, Yesus mengalami sengsara daging tanpa... Ibadah Doa Puasa Session 3 (Doa Penyembahan) Malang, 21 Oktober 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 28 'SIKAP DALAM MENANTI KEDATANGAN YESUS KE DUA KALI'
... Ibadah Doa Malang, 12 Oktober 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III
Matius 6:16-18
Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 36-46=
GETSEMANE. 'Getsemane'=
tempat
pemerasan daging. Di
Getsemane, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa
dosa= percikan darah). Di akhir jaman, gereja
Tuhan/pengikut-pengikut... Ibadah Raya Malang, 30 Januari 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Lukas 2:10-14 2:10 Lalu... Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 15 Februari 2011 (Selasa Pagi)
Kebenaran hanya ada di dalam firman Tuhan. Di luar firman tidak ada kebenaran. Di luar... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Desember 2010 (Kamis Sore)
Lukas 7:16 7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil... Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan melanda... Ibadah Raya Surabaya, 22 Maret 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:29-31 Kita masih membahas ayat 31, yaitu terdengar sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang
Markus 2: 13-17 -> tentang suasana iman... Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Februari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15:20b-57 menunjuk pada 7 hal yang berkaitan dengan kematian Yesus
Ad.6. Sengsara salib mengenai... Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 28 Desember 2010 (Selasa Sore)
I
Tesalonika 5:18 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki
Allah di dalam Kristus Yesus bagi... Ibadah Raya Malang, 04 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29 26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti,... Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: ay.
57-68= SAKSI
DAN KESAKSIAN.
Kita
sudah mempelajari 2
macam saksi dan kesaksian
(mulai diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay.
59-62=... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51, adalah tentang berjaga-jaga. Tahun ini adalah...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Juli 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 8-13 25:8.
Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana:
Berikanlah
kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 25:9.
Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup
untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual
minyak dan beli di situ. 25:10. Akan tetapi, waktu mereka sedang
pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka
yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang
perjamuan kawin,
lalu
pintu ditutup. 25:11.
Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan,
tuan, bukakanlah kami pintu! 25:12.
Tetapi ia menjawab: Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 25:13.
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun
akan saatnya."
ay.
13= gereja Tuhan/gadis-gadis harus selalu siap sedia supaya memiliki
minyak persediaan, supaya pelitanya tetap menyala dan supaya dapat
menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan. Pada waktu
kedatangan Tuhan kedua kali, akan terjadi PERPISAHAN
SELAMA-LAMANYA
antara gadis bijaksana dan gadis yang bodoh.
Gadis
bodoh=
lengah/tidak berjaga-jaga, sehingga tidak mengenal Tuhan dan tidak
dikenal Tuhan. Akibatnya, gadis
bodoh akan menghadpi pintu yang tertutup
dan tidak bisa masuk dalam kerajaan Surga (tertinggal saat Tuhan
datang kedua kali).
Gadis
bijaksana=
berjaga-jaga/siap sedia, sehingga mengenal dan dikenal
Tuhan. Hasilnya, gadis
bijaksana akan enghadapi pintu yang terbuka=
masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.
Bagaimana
kita bisa mengenal Tuhan dan dikenal Tuhan? 1
Yohanes 2: 3 2:3.
Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita
menuruti perintah-perintah-Nya.
Jawabnya
adalah kalau kita
taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar.
Roma
8: 15 8:15.
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi
takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak
Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya
Abba, ya Bapa!"
Kalau
kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, kita
mengalami minyak urapan Roh Kudus dan kita bisa berseru "ya
Abba, ya Bapa". Dan minyak urapan Roh Kudus itu akan meluap-luap
dalam kehidupan kita.
Seringkali, ketaatan kita adalah
ketaatan karena cocok dengan suara daging.
Jadi, gadis
bijaksana
adalah gereja Tuhan yang selalu berjaga-jaga= taat
dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara,
sehingga memiliki minyak persediaan dan pelitanya tetap menyala
(hidup dalam terang kebenaran dan terang kesucian sampai ditampilkan
menjadi terang dunia).
Wahyu
12: 1 12:1.
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan
berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah
mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Menjadi
terang dunia ini sama dengan memiliki pakaian putih yang
berkilau-kilauan, sehingga kita siap menyongsong kedatangan Tuhan dan
masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.
Wahyu
19: 8 19:8.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang
berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah
perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
Sedangkan
gadis bodoh
adalah gereja Tuhan yang TIDAK berjaga-jaga= TIDAK
taat dengar-dengaran.
Artinya tidak memiliki minyak persediaan dan pelitanya padam (hidup
dalam kegelapan dosa sampai puncaknya dosa). Ini sama dengan
TELANJANG.
Jadi,
tidak
taat, itu sama dengan telanjang,
seperti yang dialami oleh Adam dan Hawa. Tuhan menciptakan Adam
dan Hawa dengan pakaian kemuliaan. Tapi ketika mereka tidak taat,
maka mereka berdua telanjang.
Kejadian
2: 25 2:25.
Mereka keduanya
telanjang,
manusia dan isterinya itu, tetapi mereka
tidak merasa malu.
=
merupakan pakaian kemuliaan/pakaian mempelai, sehingga sekalipun
telanjang, mereka tidak malu.
Kejadian
3: 6-7, 23 3:6.
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan
sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi
pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan
diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan
suaminyapun memakannya. 3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua
dan mereka tahu,
bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 3:23. Lalu
TUHAN Allah
mengusir dia dari taman Eden
supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
=
Adam dan Hawa tidak taat pada perintah Tuhan, sehingga manusia
telanjang, malu dan takut (kehilangan pakaian kemuliaan). Bahkan
manusia diusir dari taman Eden ke dunia yang penuh dengan kutukan dan
air mata.
Diakhir jaman, kita temukan lagi gadis bodoh yang
tidak dengar-dengaran, sehingga telanjang. Dan nasibnya juga diusir
("Aku
tidak mengenal kamu").
Dan kalau didunia ini tidak taat, maka akan diusir ke dalam
neraka.
Kalau telanjang, hidup itu akan menderita dalam dunia
dan penuh dengan air mata. Tetapi Tuhan
tidak rela kalau gereja Tuhan harus masuk ke neraka.
Sebab itu, Tuhan
rela DITELANJANGI
DI KAYU SALIB,
untuk memberikan pakaian kepada gereja Tuhan dan manusia yang
diciptakan oleh Tuhan.
Yohanes
19: 23-24 19:23.
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka
mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian
untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya
juga mereka ambil.
Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan
saja. 19:24. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain:
"Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi
baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya."
Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab
Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan
mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan
prajurit-prajurit itu.
3
macam pakaian rohani yang Tuhan berikan pada manusia:
- ay.
23= pakaian yang dibagi menjadi 4= pakaian
keselamatan=
pakaian kebenaran.
Semua
manusia dibumi ini, bisa menerima pakaian ini
untuk menutupi ketelanjangannya. '4 bagian'= 4 penjuru
bumi.
Titus
2: 11 2:11.
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah
nyata.
Pakaian
keselamatan, itu merupakan kasih karunia dan anugerah Tuhan
lewat korban Kristus yang tidak bisa dibeli dimanapun. Artinya:
manusia yang berada diluar salib, ia akan menjadi manusia
telanjang. Sebab itu, jangan
sampai kita meninggalkan salib Tuhan.
Proses
untuk menerima pakaian keselamatan:
- iman/percaya
Yesus=
masuk pintu gerbang
(http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+gerbang.html),
- bertobat=
berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan= mezbah korban bakaran
(http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+korban+bakaran.html).
1
Petrus 2: 1 2:1.
Karena itu buanglah segala kejahatan
(1), segala tipu
muslihat (2)
dan segala macam kemunafikan
(3), kedengkian
(4) dan fitnah
(5).
=
5 dosa yang harus dibuang sebagai permulaan
bertobat.
Dan setelah dibuang, jangan diambil lagi. Kalau masih ada 5 dosa
ini, hidup itu belum bertobat dan masih telanjang.
- lahir
baru dari air
(http://www.gptkk.org/tabernakel_bejana+pembasuhan+dari+tembaga.html)
dan Roh (http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+kemah.html)=
menjadi bayi yang baru lahir.
1
Petrus 2: 2 2:2.
Dan jadilah sama
seperti bayi yang baru lahir,
yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya
olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Lahir
baru=
bayi yang baru lahir= hidup
dalam kebenaran.
Selain itu, perasaannya
juga harus benar. Perasaan
bayi adalah rindu akan air susu yang murni dan rohani, itulah
Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus= tergembala
('ibu'=
gembala).
Kalau kita seperti bayi yang baru lahir, maka kita
akan memakai pakaian kebenaran, sehingga sekalipun telanjang, kita
tidak malu (seperti bayi yang tidak malu kalau telanjang).
ay.
2= kalau kita hidup benar seperti bayi (MANTAP
DALAM PENGGEMBALAAN),
hasilnya: kita
mantap dalam keselamatan. Kalau
tidak mantap dalam penggembalaan, keselamatannya juga tidak
mantap.
Kalau kita sudah mantap dalam penggembalaan dan
mantap dalam keselamatan, memang kita hidup dalam dunia yang sunyi
senyap, tapi ada Tangan
Gembala Agung yang memelihara kehidupan kita
(seperti saat Yesus memberi makan 5000 orang). Secara rohani dan
jasmani, kita akan dipuaskan oleh Tuhan, sehingga kita tidak
terjerumus dalam kepuasan-kepuasan dosa.
Jadi,
PENGGEMBALAAN adalah tempat untuk memantapkan keselamatan.
- Yohanes
19: 23=
jubah= pakaian
kesucian=
jubah pelayanan.
Kalau kita tergembala, kita seperti carang
melekat pada Pokok anggur benar dan kita mengalami penyucian.
Kalau
kita sudah disucikan, Tuhan akan berikan jabatan pelayanan
untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Efesus
4: 11-12 4:11.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, 4:12. untuk memperlengkapi
orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Jabatan
pelayanan, itu merupakan jubah yang indah= kita diangkat menjadi
imam-imam dan raja-raja. Ini merupakan kemurahan
Tuhan lewat korban Kristus,
karena sebenarnya hanya umat Israel yang bisa menjadi imam-imam dan
raja-raja.
Keluaran
19: 6 19:6.
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.
Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang
Israel."
1
Petrus 2: 9-10 2:9.
Tetapi kamulah
bangsa yang terpilih, imamat yang rajani,
bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu
memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah
memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang
ajaib: 2:10. kamu,
yang dahulu bukan umat Allah,
tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak
dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas
kasihan.
Sebenarnya,
kita bangsa kafir ini hanya lahir untuk mati di neraka (karena tidak
memiliki pakaian). Tapi oleh kasih karunia Tuhan, kita bisa menerima
pakaian supaya tidak telanjang.
2
Timotius 1: 6 1:6.
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah
yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Sikap
kita terhadap jubah pelayanan
adalah setia dan berkobar-kobar dalam jabatan pelayanan dan
karunia-karunia Roh Kudus.
Kalau kita melayani
dalam kesucian,kesetiaan dan berkobar-kobar
(pelayan yang bagaikan nyala api), kita akan menjadi biji
mata Tuhan.
Ibrani
1: 7 1:7.
Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat
malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya
menjadi nyala api."
Wahyu
1: 14 1:14.
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan
mata-Nya bagaikan
nyala api.
Sebagai
pelayan seperti ini, kita MANTAP
DALAM PELAYANAN.
Dan ini termasuk berjaga-jaga.
1
Petrus 2:5 2:5.
Dan biarlah kamu
juga dipergunakan sebagai batu hidup
untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk
mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus
berkenan kepada Allah.
Sebagai
biji mata Tuhan, kita juga adalah batu hidup/batu indah.
Dan kita akan dilindungi oleh Tuhan, sehingga tidak bisa dijamah
setan, apalagi ditelanjangi.
'batu
hidup'=
hidup dari kemurahan Tuhan lewat korban Kristus. Contohnya
adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang bisa hidup dalam api yang
dipanaskan 7 kali. Dan Daniel yang bisa hidup di dalam gua
singa.
Api dipanaskan 7 kali= pencobaan-pencobaan.
'batu
indah'=
ada jaminan masa depan yang indah. Diluar kemurahan Tuhan, 1
detikpun kita tidak bisa mempertahankan hidup kita.
- pakaian
kemuliaan.
Wahyu
19: 8 19:8.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang
berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu
adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang
kudus.)
Pakaian
mempelai ini juga merupakan kemurahan Tuhan lewat korban
Kristus.
Proses
untuk mendapatkan pakaian putih berkilau-kilauan:
- memberi
dengan kerelaan hati dan sukacita.
2
Korintus 9: 7-8 9:7.
Hendaklah masing-masing memberikan
menurut kerelaan hatinya,
jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi
orang yang memberi dengan sukacita. 9:8. Dan Allah
sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu,
supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan
malah
berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Kalau
kita memberi dengan rela dan sukacita, apa yang kita beri tidak
akan hilang. Bahkan kita
menerima kasih karunia Tuhan untuk:
- memelihara
hidup kita secara berkecukupan.
- kita
melimpahdalam berbagai perbuatan kebajikan (Wahyu 19: 8 terjemahan
lama)
19:8.
Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya
dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa
halus itulah ibarat segala kebajikan
orang-orang suci itu."
- jubah
dicelup dalam darah=
menanggung penderitaan yang seharusnya tidak kita tanggung=
menanggung penderitaan karena kehendak Tuhan.
Seringkali
kita tidak tahan saat jubah di celup dalam darah. Yusuf adalah
contoh kehidupan yang tahan ketika jubahnya dicelup dalam darah.
1
Petrus 4: 12-14 4:12.
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api
siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu
yang luar biasa terjadi atas kamu. 4:13. Sebaliknya,
bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam
penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan
bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 4:14.
Berbahagialah
kamu, jika kamu
dinista karena nama Kristus, sebab
Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Roh
kemuliaan, itulah minyak persediaan.
Kalau kita mengalami jubah dicelup dalam darah, kita akan mengalami
Roh Kemuliiaan yang mengadakan mujizat dalam hidup kita, mulai
dengan mujizat rohani (mengubahkan kehidupan kita).
Tanda
kalau kita sudah memiliki pakaian kemuliiaan
adalah:
- berbahagia
saat menghadapi penderitaan.
Kita tidak bersungut atau mengambil jalan sendiri saat menghadapi
penderitaan.
- hanya
berharap Tuhan,
percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan.
Wahyu
7: 13-14 7:13.
Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah
mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka
datang?" 7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan
mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini
adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka
telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak
Domba.
Saat
Yesus datang kedua kali, kita akan diubahkan jadi sama mulia dengan
Tuhan, kita memakai pakaian putih yang berkilau-kilauan. Sebab
itu, hari-hari ini, biarlah kita MANTAP
DALAM PENDERITAAN.
Selain
mujizat rohani, Roh Kemuliaan juga sanggup mengadakan mujizat secara
jasmani.
Semua
pakaian ini hanya kita dapatkan lewat kemurahan Tuhan!
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|