English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 20 Maret 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 05 Februari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, bahkan menyelamatkan kita semua.
Markus...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan Penataran IV Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 November 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:21-24
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang...

Ibadah Raya Malang, 22 Mei 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Raya Malang, 22 Februari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Mei 2011 (Sabtu Sore)
ad. 7. Sengsara salib mengenai pemakaman-Nya
Markus 15:47
15:47...

Ibadah Paskah Surabaya, 20 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat merayakan Paskah, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Antanusa

Lukas 2:1-7 menunjukkan situasi menjelang kelahiran Yesus. Dalam ayat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Februari 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian...

Ibadah Raya Malang, 24 Januari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia.
Keadaan...

Ibadah Raya Malang, 28 Desember 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9-10
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Juli 2014)
Tayang: 27 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Juli 2014)
Tayang: 18 Aguastus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 23 Juli 201420140723)
Tayang: 08 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Juli 2014)
Tayang: 21 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Juni 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum
sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).
Akibatnya: manusia termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan banyak yang rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya: hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, dan akhirnya enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa, dan akibatnya: mengalami tiga kali tujuh penghukuman Tuhan, kiamat sampai kebinasaan selamanya di neraka.
Puncaknya dosa: dosa makan minum (merokok, mabuk dan narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan).

Jalan keluar untuk menghadapi kelaparan dobel yang akan datang: (ayat 6) (diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017):

  1. Yang pertama: 'Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar')= kita harus memiliki satu dinar (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).
    Pengertian satu dinar:


    1. Satu dinar adalah upah bekerja di kebun anggur (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017). Kita harus bekerja di kebun anggur!
    2. Satu dinar adalah kehidupan yang kembali pada gambar Allah Tritunggal (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).


  2. Jalan keluar yang kedua: 'janganlah rusakkan minyak dan anggur itu'= kita harus punya minyak urapan Roh Kudus (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 11 Juni 2017).


  3. Jalan keluar yang ketiga: 'janganlah rusakkan minyak dan anggur itu'= kita harus memiliki anggur yang dari sorga.

AD. 3

Arti rohani dari anggur:

  1. Darah Yesus.
  2. Kesukaan atau kebahagiaan sorga, yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia; tidak bisa dirusak oleh apapun di dunia.

Banyak kesalahan yang terjadi, yaitu banyak pelayan Tuhan/hamba Tuhan yang mengorbankan perkara rohani: ibadah pelayanan dan lain-lain--anggur sorga--untuk mendapatkan kesukaan-kesukaan semu di dunia; itu yang membawa pada kebinasaan.
Kita harus memiliki anggur dari sorga!

Hati-hati! Anggur ini berkaitan dengan nikah. Kaum muda hati-hati dengan persoalan nikah! Banyak yang masuk nikah yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan. Tidak mungkin! Misalnya: si a dan si b menikah, lalu tidak cocok, dan cari si c, si d biar bahagia. Salah besar! Bukan bahagia, tetapi dia akan mati rohani. Kalau dilanjutkan pada kawin ceerai, akan busuk rohani, sampai binasa selamanya.

Berkaitan dengan anggur ini, hanya bangsa Israel, umat piilihan Tuhan yang ada kaitan dengan air anggur (darah Yesus dan kebahagiaan sorga).
Buktinya:

  1. Yesaya 5: 7
    5:7. Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

    Bukti pertama: bangsa Israel sama dengan pohon anggurnya Tuhan; di perjanjian lama.


  2. Yohanes 15: 1-2
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:2. Setiap
    ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

    Bukti kedua: bangsa Israel sama dengan ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar; di perjanjian baru, yang bisa menghasilkan buah anggur dan air anggur.

Jadi, hanya bangsa Israel, umat pilihan Tuhan yang ada kaitan dengan anggur.
Tetapi sayang di Yesaya 5: 2, 4, 7, yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam dan pahit.
5:2. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
5:4. Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya
buah anggur yang asam?
5:7. Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada
kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Kelaliman dan keonaran= buah yang kecut.
Sampai tiga kali Tuhan menantikan buah anggur yang manis dari Israel, tetapi yang ada hanya buah anggur yang rusak: asam, pahit--kelaliman dan keonaran.
Tiga kali dinantikan oleh Tuhan, sudah digali tanahnya, benihnya bagus, sudah dicangkul, tetapi tidak bisa.

Tiga kali ini menunjuk pada tiga zaman, yaitu:

  1. Zaman Allah Bapa--dari Adam sampai Abraham. Belum ada buah yang manis.
  2. Zaman Anak Allah--dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali. Belum ada buah yang manis.
  3. Zaman Allah Roh Kudus--dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali. Ini yang terakhir; diberi kesempatan terakhir untuk bisa menghasilkan buah yang manis.

Kalau sudah tiga kali dinantikan tetapi tidak ada buah anggur dan air anggur yang manis--seperti bangsa Israel--, akibatnya: tidak mengalami kebahagiaan sorga tetapi berada dalam suasana kutukan--letih lesu dan berbeban berat, susah payah, pahit getir--, berarti tidak bisa masuk kerajaan sorga; binasa selamanya. Kutukan dan kebinasaan itu satu.

Ini yang harus kita pikirkan. Harus ada anggur hari-hari ini! Kita akan menghadapi kelaparan atau kekeringan rohani (ketidakpuasan), karena itu sekarang harus menyimpan air anggur (darah Yesus dan kebahagiaan sorga).

Tuhan tidak rela kalau BANGSA ISRAEL, umat pilihan-Nya hanya menghasilkan buah anggur yang kecut dan asam--pahit getir hidupnya, dalam suasana kutukan, dan binasa selamanya.
Bagaimana cara Tuhan menolong BANGSA ISRAEL?
Yohanes 19: 28-30
19:28. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
19:29. Di situ ada suatu bekas penuh
anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Waktu di kayu salib, menjelang kematian-Nya, Yesus berteriak: Aku haus!
Satu-satunya cara Tuhan menolong bangsa Israel supaya bisa menghasilkan anggur yang manis adalah Yesus harus mati di kayu salib dengan meminum anggur asam bercampur empedu--pahit getir; kelaliman dan keonaran--yang dihasilkan oleh bangsa Israel. Yesus meminum semua yang pahit; menanggung semua, dan Dia memberikan anggur yang manis (darah Yesus dan kebahagiaan sorga) kepada bangsa Israel.

Jadi, darah Yesus adalah sumber air anggur yang manis dan kebahagiaan sorga.

Begitulah cara Tuhan menolong bangsa Israel--yang ada kaitan dengan anggur hanya bangsa Israel. Yesus mati hanya untuk bangsa Israel.
Matius 15: 24
15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

'Aku diutus'= mati di kayu salib.
Yesus mati dengan meminum anggur asam, sebenarnya hanya untuk bangsa Israel.

Lalu bagaimana dengan BANGSA KAFIR?
Yohanes 19: 32-34
19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan
melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34. tetapi
seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Jelas, Yesus disalib bersama dengan dua penjahat menjelang hari Sabat. Pada hari Sabat--hari yang suci/besar--tidak boleh ada mayat yang tergantung di kayu salib. Kalau belum mati, kakinya dipatahkan supaya cepat mati dan dikuburkan. Dua penjahat belum mati dan kakinya dipatahkan supaya cepat mati dan dikuburkan. Tetapi sampai pada Yesus, Dia sudah mati.

Yesus sudah mati hanya untuk bangsa Israel dengan empat luka utama, untuk menanggung air anggur yang asam dan pahit dari bangsa Israel, untuk menyelamatkan bangsa Israel dan memberikan air anggur yang baru kepada bangsa Israel.

Bagaimana dengan bangsa kafir? Prajurit Romawi---bangsa kafir--membuat luka kelima pada lambung Yesus; ia menikam lambung Yesus sehingga keluar darah dan air. Ini adalah luka yang terbesar dan terdalam, untuk menyelamatkan bangsa kafir dan memberikan air anggur yang manis kepada bangsa kafir.

Mari sungguh-sungguh, kita bangsa kafir. Ini adalah kemurahan Tuhan bagi kita bangsa kafir.
Kemurahan Tuhan berguna untuk membukakan dua hal bagi bangsa kafir:

  1. Yang pertama: membukakan KESEMPATAN bagi bangsa kafir yang berdosa, untuk diselamatkan dan mengalami air anggur yang manis.
    Selamat sama dengan masuk tubuh Kristus.
  2. Yang kedua: membukakan TEMPAT bagi bangsa kafir. Tadi sudah masuk tubuh kristus, tetapi di mana tempatnya? Tubuh Kristus mulai dari kepala sampai kaki, di mana tempat bangsa kafir?
    Roma 11: 25
    11:25. Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

    Jadi kemurahan Tuhan membukakan kesempatan untuk menyelamatan bangsa kafir dari dosa-dosa; kita masuk tubuh Kristus dan mengalami air anggur yang manis. Tetapi kemurahan Tuhan juga membukakan tempat bagi bangsa kafir.

    Sudah selamat, tetapi ada tempat kosong dari tempat yang ditinggalkan oleh orang Israel yang tegar/keras hati/menolak Yesus, itu yang diganti oleh bangsa kafir. Jadi, ada tempat bagi bangsa kafir di dalam tubuh Kristus.



Kalau disimpulkan, kesempatan untuk diselamatkan, penting, tetapi tempat sesudah selamat--tempat di dalam tubuh Kristus--juga penting. Sangat penting bagi bangsa kafir. Ada kesempatan tetapi tidak ada tempat, mau berada di mana? Ada tempat kosong, tetapi tidak ada kesempatan, tidak ada gunanya juga.
Kesempatan dan tempat ini sangat penting. Gunakan hari-hari ini!

Kalau bangsa kafir sudah diselamatkan oleh Tuhan dan masuk dalam tubuh Kristus, mari mengambil tempat juga dalam tubuh Kristus; harus ada tempat di dalam tubuh Kristus. Jangan lewatkan kesempatan dan tempat yang sudah disediakan Tuhan bagi bangsa kafir!
Apakah tempat dalam tubuh Kristus? Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kita harus memiliki jabatan pelayanan!
Sesudah kita dapat kesempatan diselamatkan--luka kelima--dan masuk tubuh Kristus, gunakan tempat yang disediakan. Sudah ada tempatnya karena ada sebagian Israel yang tegar. Jangan alasan tidak ada tempat!

"Saya tidak tahu tempat saudara di mana, saya tidak bisa suruh-suruh, biar Tuhan yang tempatkan masing-masing."

"Mari, berdoa pada Tuhan. Waspada! Seperti karet ditarik terus, kalau sudah sampai batasnya, akan putus, tidak ada lagi kesempatan. Satu waktu kesempatan dan tempat bangsa kafir akan tertutup selamanya. Yang tidak mau menggunakan kesempatan dan tempat yang disediakan Tuhan, akan berada di luar tubuh Kristus selama-lamanya; berarti masuk dalam tubuh Babel yang akan dibinasakan selamanya.
Mari, berdoa supaya ada kesempatan dan tempat di dalam tubuh Kristus! Di gereja kita kalau tidak salah ada tiga puluh enam pelayanan. Di situ tempat kita sesuai yang Tuhan tunjukkan, bukan saya.
"

Tadinya hanya untuk bangsa Isarel--yang ada kaitan dengan pohon anggur dan diakui Tuhan hanya bangsa Israel--, bukan bangsa kafir, tetapi sekarang diberikan kesempatan dan tempat oleh Tuhan bagi bangsa kafir untuk bisa berada di dalam tubuh Kristus dan mengalami air anggur dari sorga.

Proses bangsa kafir untuk menerima air anggur yang manis:

  1. Proses pertama bangsa kafir untuk menerima air anggur yang manis: lewat jalan penebusan. Dalam Tabernakel menunjuk pada halaman.
    Tadi, dari lambung Yesus keluar darah dan air. Ini tanda penebusan/penyelamatan bagi bangsa kafir.


    • Darah= mezbah korban bakaran= percaya pada Yesus dan bertobat; hati percaya dan mulut mengaku dosa. Kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi (bertobat). Percaya dan bertobat, itulah tanda darah. Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa.


    • Air= bejana pembasuhan/kolam pembasuhan= baptisan air. Ada kaitan antara orang yang bertobat dengan baptisan--darah dan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikubur dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi. Ini yang akan mengalami air anggur sorga.


    Apa yang ditebus--dari hidup lama dan bangkit dalam hidup baru--atau diubahkan dari bangsa kafir?
    Efesus 2: 11

    2:11. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging(1), yang disebut orang-orang tak bersunat(2) oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --

    Kita harus ditebus/dilepaskan dari TUJUH SIFAT KEKAFIRAN--angka tujuh menunjuk pada pelita emas, kalau ada tujuh kekafiran berarti pelitanya padam/gelap; anggur yang asam dan pahit getir--:




    • Ayat 11= kita bukan orang-orang Yahudi/Israel menurut daging; sama dengan binatang haram. Kalau Israel secara daging, adalah domba/anaknya Tuhan.
      Kalau bangsa kafir hanya binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan, dan tidak boleh beribadah pada Tuhan.

      Kalau sudah malas beribadah, berarti sudah mau jadi orang haram. Malas doa, malas ibadah, ingat, itu kembali pada kekafiran, bukan domba lagi, tetapi binatang haram: anjing dan babi.

      "Saya sebagai gembala selalu katakan: kalau jam-jam ibadah kita sengaja tidak ibadah, di situlah terjadi kejatuhan. Kaum muda kalau ditanya kapan jatuhnya, jawabnya: pada saat-saat jam ibadah yang mereka tinggalkan--sengaja tidak beribadah."


    • Tanpa sunat= tidak ada kesucian; najis.
    • Tanpa Kristus= tanpa urapan Roh Kudus; manusia daging; hidup menuruti hawa nafsu, tabiat dan keinginan daging.
      Efesus 2: 12
      2:12. bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus(3), tidak termasuk kewargaan Israel(4) dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan(5), tanpa pengharapan(6) dan tanpa Allah di dalam dunia(7).


    • Tidak termasuk kewargaan Israel= tidak termasuk warna Negara Israel = bukan umat pilihan Tuhan; buangan. Jangan jadi bangsa kafir buangan! Tadi sudah diangkat jadi umat Tuhan lewat penebusan.


    • Tanpa janji Tuhan, terutama janji hidup kekal.
    • Tanpa pengharapan= kecewa, putus asa, bangga.
    • Tanpa Allah= tanpa kasih; tidak taat.


    Ini yang harus ditebus. Lewat percaya, bertobat dan baptisan air kita mendapatkan pembaharuan dari tujuh sifat kekafiran menjadi manusia baru yaitu hidup dalam kebenaran; kita menjadi Israel rohani, umat pilihan Tuhan, dan kita mengalami air anggur yang manis sampai hidup kekal dalam kerajaan sorga. Sekarang mengalami kebahagiaan sorga, sampai nanti hidup kekal dalam kerajaan sorga.

    Tujuh pelita yang padam harus kita bawa ke lambung Yesus--luka kelima--, supaya terjadi pembaharuan menjadi manusia baru/manusia sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran.

    Hati-hati dengan lima 'tanpa' dan dua 'bukan'! Harus menerima luka kelima yang mengeluarkan darah dan air supaya kita dibaharui.
    Bangsa kafir bisa menjadi umat pilihan Tuhan, harus dilanjutkan atau ada tempatnya.
    Roma 6: 12-13
    6:12. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
    6:13. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah
    untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

    Ini adalah hasil baptisan air--ayat 1-4 tentang baptisan air.
    Kalau kita sudah hidup benar, kita harus menjadi senjata kebenaran, artinya: beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan berikan kepada kita--tempat yang Tuhan percayakan kepada kita--, dan kita beribadah melayani dengan setia dan benar, supaya tidak kembali menjadi senjata kelaliman---pelita yang padam.
    Sudah hidup benar, tetapi kalau tidak mau dipakai Tuhan, setan akan datang lagi untuk membuat kita menjadi senjata kelaliman--berbuah onar, lalim dan kerusuhan. Harus beribadah melayani Tuhan!

    Menjadi senjata kebenaran= beribadah melayani Tuhan dengan tempat yang benar; sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan. Tempatnya harus benar dari Tuhan, kalau tidak, nanti tidak bisa setia dan benar.
    Kalau sudah hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, kita akan jadi ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar.
    Dipanggil menjadi penyanyi, malah menjadi gembala. Jangan! Ini tidak benar. Kalau tempatnya tidak benar, tidak mungkin setia dan benar. Kalau tempatnya benar--jabatannya benar dari Tuhan--, pasti setia dan benar. Inilah senjata kebenaran.

    Yohanes 15: 1-2, 4
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
    15:4.
    Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

    'Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu' = ranting harus melekat.
    Bangsa kafir yang sudah ditebus--sudah percaya, bertobat dan baptisan air, lahir baru dan menjadi senjata kebenaran--, dia bisa menjadi ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar/pribadi Yesus.

    Inilah bagaimana bangsa kafir bisa menerima air anggur. Ditebus dulu dari tujuh kekafiran, hidup benar dan menjadi senjata kebenaran. Itu sama dengan ranting melekat pada pokok anggur yang benar dan ada kesempatan berbuah. Jadi ranting dulu kalau mau menghasilkan buah anggur.

    Hasilnya:


    • Hasil pertama: bisa menghasilkan buah anggur yang manis= pelita yang terang.
      Mazmur 97: 11
      97:11. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.

      Pelitanya sudah menyala dan ada sukacita sorgawi--kebahagiaan sorgawi.

      Kalau anggurnya pahit-asam, pelitanya tetap gelap, hanya ada tujuh kekafiran. Kalau sudah hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, pelita akan menyala dan ada sukacita sorga.

      Ingat baik-baik! Sesuatu yang tidak benar, itu adalah sumbernya kepahitan, kerusuhan, keonaran, kelaliman/jahat. Periksa kalau hidup kita pahit getir, tidak pernah manis, rusuh terus--tidak ada damai--, onar terus, tidak tenang terus, itu berarti ada sesuatu yang tidak benar.
      Kalau pelita menyala, semuanya terang, sehingga ada jalan dan sukacita.

      Tidak benar itu berarti belum melekat--pasti kering, gelap, pahit dan getir. Tetapi kalau sudah melekat, pelita mulai menyala--Yohanes 15 juga tentang pelita--, ada sukacita sorga.


    • Hasil kedua: 'Bapa-Kulah pengusahanya'= usaha kita hanya melekat pada pokok anggur yang benar dan usaha selanjutnya Bapa di sorga yang berusaha memberkati kita sampai ke anak cucu dan kita menjadi berkat bagi orang lain. Ini juga merupakan kesaksian dari raja Daud: Tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, dan anak cucunya meminta-minta roti.


    Mari, bangsa kafir kembali pada kebenaran, jangan sampai pelita padam--2 'bukan', 5 'tanpa'--, sampai tanpa kasih; tidak taat, melawan Tuhan. Kalau ada kebencian, akan gelap, pahit, getir. Kalau hamba Tuhan ada kebencian, pelayanan akan gelap.

    "Saya takut, saya berusaha, biar orang menyakiti saya. Dulu tidak tahan, sekarang tahan. Rugi sekali. Orang yang membenci, tetapi kita yang marah, nanti kita yang gelap, pahit getir, tidak ada sukacita, dan tidak ada jalan. Berusaha untuk bisa mendoakan orang yang memusuhi sampai mengasihi dia. Jangan sampai hidup ini tanpa kasih! Tanpa Allah tidak ada artinya."

    Mari, sungguh-sungguh, Tuhan tolong bangsa kafir malam ini.

    Inilah proses pertama bagaimana bangsa kafir mendapat air anggur yang manis yaitu lewat penebusan: percaya, bertobat, baptisan air, hidup benar, jadi senjata kebenaran dan ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Pelita mulai terang, enak, dan ada sukacita sorga. Masa depan sudah terang, sudah tahu mau ke mana. Panggilan Tuhan dan tuntunan-Nya sangat jelas.

    "Saya sudah mengalami, panggilan menjadi hamba Tuhan sejak SMA. Sebenarnya sudah ada terang, tahu kalau nanti bakal menjadi hamba Tuhan. Tetapi saya ngotot tidak mau--tidak ada rumusnya, karena orang tua saya bukan pendeta--, tetapi dituntun dan akhirnya jadi. Sudah tahu sebenarnya, tinggal kita keras atau tidak."


  2. Proses kedua bangsa kafir untuk menerima air anggur yang manis: lewat penyucian--di ruangan suci.
    Yohanes 15: 1-4
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah,
    dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    15:4. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

    Ranting yang berbuah dibersihkan supaya banyak berbuah.
    Dibersihkan artinya disucikan.
    Anggur ini unik, bahkan kalau umurnya belum mencukupi--masih terlalu muda--, tahu-tahu sudah berbunga--mau menghasikan buah--, akan dipotong, supaya buahnya yang akan datang bisa lebat, kalau tidak, buahnya berkurang. Aneh sekali anggur ini.

    "Kalau tanam pohon mangga, kalau berbuah lebih cepat dari pada pohon mangga orang lain, sudah senang.

    Ada orang memelihara ayam petelur, biasanya tiga minggu bertelur. Tetapi akan ada gempa di daerahnya, dia minta saya doakan, dan besoknya bertelur. Dia senang.
    "

    Tetapi pohon anggur ini berbeda, kalau berbunga lebih dulu, tidak bisa berbuah lebat nantinya. Anggur ini harus teliti; harus dibersihkan.

    Syarat untuk bisa disucikan adalah ranting harus melekat pada pokok anggur yang benar, artinya: tergembala pada firman pengajaran yang benar; harus berada di kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Harus! Kalau tidak, nanti seperti pohon anggur yang berbunga lebih cepat, dan buahnya mulai habis. Pasti ada bedanya. Esau dan Yakub ada bedanya. Yang tergembala dan tidak tergembala ada bedanya.

    Namanya ranting, hanya dipegang, habis, karena ranting ini terlalu lemah. Karena itu harus melekat pada pokok anggur yang benar; selalu ada di kandang penggembalaan. Mutlak! Mulai dari gembala harus tergembala. Yang ikut siaran di manapun harus berada di kandang--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Apa yang harus disucikan? Yohanes 15: 3 adalah pengulangan dari Yohanes 13: 10-11
    13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
    13:11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

    "Tidak semua kamu bersih." = Yudas Iskariot.
    Kita harus disucikan dari hati yang keras--hati adalah pusat kehidupan rohani.

    Hati yang keras, artinya:


    • Hati yang diisi dengan keinginan akan uang--keinginan jahat--, seperti Yudas Iskariot sehingga menjadi kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= merampas milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Inilah hati yang keras: tidak bisa berbuah; yang membuat buah menjadi busuk; pecah perutnya, yang busuk keluar.


    • Hati yang diisi dengan keinginan najis sehingga tampil seperti anjing dan babi.
      Anjing = perkataan najis; perkataan sia-sia yaitu dusta, gosip, fitnah dan lain-lain.
      Babi = perbuatan najis yaitu percabulan dan lain-lain.

      Hofni dan Pinehas, sudah jadi pelayan Tuhan tetapi tidak melekat pada pokok anggur yang benar--tidak dibersihkan--, bahaya.


    • Hati yang diisi dengan kepahitan: iri, benci tanpa alasan, dendam dan lain-lain; seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf padahal sama-sama gembala.
      Di dalam rumah tangga hati-hati! Kakak adik, suami isteri jangan ada kepahitan, tidak akan bisa berbuah, tetapi pahit.


    Ini yang harus disucikan. Hati yang keras harus disucikan dari keinginan jahat, keinginan najis dan kepahitan, supaya bisa menghasilkan buah anggur yang manis; ada kaitan dengan pelita yang menyala.
    Matius 5: 3-9
    5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah (1), karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
    5:4. Berbahagialah orang yang berdukacita
    (2), karena mereka akan dihibur.
    5:5. Berbahagialah orang yang lemah lembut
    (3), karena mereka akan memiliki bumi.
    5:6. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran
    (4), karena mereka akan dipuaskan.
    5:7. Berbahagialah orang yang murah hatinya(5), karena mereka akan beroleh kemurahan.
    5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya
    (6), karena mereka akan melihat Allah.
    5:9. Berbahagialah orang yang membawa damai
    (7), karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

    Ini adalah TUJUH KEBAHAGIAAN SORGA; tujuh sinar dari pelita yang menyala. Tadi pelita yang padam, kita ditebus supaya menjadi pelita yang menyala. Kalau hati yang keras disucikan dari keinginan jahat, keinginan najis dan kepahitan, akan menghasilkan tujuh kebahagiaan sorga.
    Terang= bahagia; gelap= susah payah.

    Siapa yang menyucikan kita di dalam kandang penggembalaan? Allah Tritunggal:


    • Penyucian oleh Anak Allah lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci--meja roti sajian.
      Hasilnya:


      1. Hati yang lemah lembut.
        Matius 5: 5
        5:5. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

        Hati lemah lembut sanggup menerima firman pengajaran sekeras/setajam apapun sehingga menyelamatkan jiwa kita.

        Yakobus 1: 21
        1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.


      2. Matius 5: 6
        5:6. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

        Hasil kedua: bisa menikmati firman.
        Yeremia 15: 16
        15:16. Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
        'perkataan-perkataan-Mu' = firman pengajaran.

        Kalau bisa menikmati firman kita akan mengalami kegirangan-kesukaan sorga. Kalau hanya senang saat menyanyi, mendengar musiknya, dapat berkat uang, belum tentu itu dari sorga. Di luar dengar dangdut, senang juga--berarti di gereja dan di dunia sama.
        Tetapi kalau sukacita saat mendengar firman, itu pasti dari sorga.

        Menikmati firman itu artinya sampai praktik firman.


    • Penyucian oleh Allah Roh Kudus--pelita emas .
      2 Korintus 7: 10
      7:10. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.

      Hasilnya:


      1. Matius 5: 4
        5:4. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

        Hasil pertama: saat berdukacita karena kehendak Allah--tidak menyontek, tidak korupsi--, kita akan dihiburkan.

        Saat kita berdukacita karena kehendak Allah, Roh Kudus akan menghiburkan kita. Apalagi dukacita karena perkara dunia, pasti Roh Kudus bisa menghiburkan kita.


      2. Matius 5: 9
        5:9. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

        Hasil kedua: Roh Kudus menolong kita untuk bisa hidup damai sehingga bisa membawa damai pada orang lain.

        Jangan jadi pembuat masalah! Masuk rumah, rumah jadi hancur-hancuran; masuk di gereja, gereja jadi hancur-hancuran. Justru yang mau hancur, kita datang jadi damai.


    • Penyucian oleh Allah Bapa= kasih Allah--mezbah dupa emas.
      Hasilnya:


      1. Matius 5: 3
        5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

        'miskin' = rendah hati.
        Hasil pertama: rendah hati= bisa mengaku dosa, jika diampuni jangan berbuat doa lagi.
        Juga bisa mengampuni; dosa akan diselesaikan oleh darah Yesus.

        Kalau ada kasih, akan bisa mengaku dan mengampuni. Yang membuat tidak bisa mengaku dan mengampuni--apapun alasannya--adalah karena tidak punya kasih.
        Abraham mau mempersembahkan anaknya karena memiliki kasih kepada Tuhan--mengasihi Tuhan. Kalau tidak ada kasih, ia akan lari tinggalkan Tuhan karena ia mengasihi anak lebih dari Tuhan.

        Kalau ada kasih, terutama mengasihi Tuhan dan sesama, pasti bisa mengaku dosa dan mengampuni.


      2. Matius 5: 7
        5:7. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

        Hasil kedua: murah hati; dermawan= suka memberi; dan akan menerima kasih dan kemurahan Tuhan yang tidak ada habisnya.


      3. Matius 5: 8
        5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

        Hasil ketiga: hati dan pikiran suci, sehingga seluruh hidupnya suci seperti Yesus suci, dan ia bisa melihat Tuhan---menyembah Tuhan--sampai melihat kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.


    Inilah penyucian. Tadi, lewat penebusan tujuh kekafiran--tujuh pelita padam--kita buang; kita percaya Yesus, bertobat, baptisan air, hidup benar dan jadi senjata kebenaran. Mulai terang, ada sukacita.

    Lalu, harus melekat pada pokok anggur yang benar, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Ada kesempatan dan tempat. Berdoa supaya kita semuanya bisa melayani Tuhan. Biar Dia yang membimbing mulai penebusan, penyucian sampai kita bisa melayani.

    Setelah itu penyucian; tergembala, menghasilkan pelita yang menyala dengan ketujuh lampunya; tujuh buah--penyucian Allah Tritunggal. Ini yang bisa melihat Yesus mulai sekarang sampai melihat Yesus di awan-awan yang permai--seperti lima gadis bijaksana, pelitanya tetap menyala. Harus tergembala supaya pelita menyala dan akan ada buah-buah anggur yang manis.


  3. Proses ketiga bangsa kafir untuk menerima air anggur yang manis: percikan darah--ruangan maha suci--; pemerasan buah anggur untuk menghasilkan air anggur yang manis--kebahagiaan sorga. Yang dibutuhkan pada pesta nikah bukan buahnya, tetapi air anggurnya.

    Lewat penebusan kita sudah memiliki buah anggur. Lewat penyucian lebih manis lagi, tetapi untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba dibutuhkan air anggur yang manis.

    Percikan darah= sengsara daging bersama Yesus untuk menghasilkan kemuliaan. Kenapa harus ada salib? Kalau tidak ada salib, Yesus tidak bisa mulia.
    Apa itu kemuliaan? Banyak kami hamba Tuhan mengajarkan kemuliaan itu kaya, gereja besar. Terlalu kecil kerajaan sorga kalau seperti itu--hanya perkara jasmani--!

    Kemuliaan adalah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia mulia seperti Yesus.
    2 Korintus 4: 17
    4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    'penderitaan ringan yang sekarang ini' = percikan darah.
    Tidak usah takut menderita! Contoh penderitaan (percikan darah): hari Senin kita beribadah, datang ibadah dari jauh-jauh. Tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima.

    Efesus 4: 23-32
    4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan mengenakan
    manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25. Karena itu
    buanglah dusta(4) dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4:26. Apabila kamu menjadi
    marah, janganlah kamu berbuat dosa(1): janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
    4:27. dan
    janganlah beri kesempatan kepada Iblis(2).
    4:28. Orang yang mencuri,
    janganlah ia mencuri lagi(3), tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
    4:29.
    Janganlah ada perkataan kotor(5) keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
    4:30. Dan
    janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah(6), yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
    4:31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
    4:32. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

    Efesus 5: 1-2
    5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
    5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan
    telah menyerahkan diri-Nya(7) untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

    Ini juga tujuh sinar pelita yang bercahaya--TUJUH PEMBAHARUAN--, yaitu:


    • Lampu pada batang; sinar keempat atau lampu keempat yang berada di tengah--pokok--yaitu jangan berdusta. Jadi manusia baru itu dilihat pada pokoknya. Kalau tidak berdusta, maka enam cahaya yang lain ada, tetapi kalau ada dusta, enam lampu lainnya tidak ada.
      Ini adalah POKOK PEMBAHARUAN, yang menentukan kita manusia baru atau tetap manusia lama yang binasa.


    • Jangan marah tanpa kasih--lampu pertama--, jangan marah sampai bertengkar, emosi atau bermusuhan, tetapi marah dengan kasih untuk menolong.
      Seperti Yesus mencambuk, tetapi dengan kasih untuk menolong; dari pada dicengkeram antikris, lebih baik dicambuk, supaya terlepas dari antikris.


    • Jangan beri kesempatan pada iblis--lampu kedua--= saling mengaku dan mengampuni. Kalau tidak mau mengaku dan mengampuni, itu memberi kesempatan pada setan untuk berkuasa.


    • Jangan mencuri--lampu ketiga.
    • Jangan ada perkataan kotor--lampu kelima. Perkataan kotor ini yang terutama adalah perkataan yang melemahkan iman, bukan membangun; menjadi sandungan. Hati-hati! Bukan bersaksi tetapi jadi sandungan. Bahaya! Batu kilangan akan ditaruh di lehernya, benar-benar hidupnya berat dan dilempar ke laut. Hati-hati dngan kata-kata!


    • Jangan mendukakan Roh Kudus--lampu keenam--= membuang kepahitan, kegeraman dan lain-lain.
    • Yesus taat sampai mati di kayu salib--lampu ketujuh--, ini sama dengan korban yang harum bagi Allah; air anggur yang manis. Dia minum air anggur yang pahit-asam dan Dia memberikan air anggur yang manis.
      Kalau kita, taat sampai daging tidak bersuara lagi. Itu adalah lampu yang ketujuh. Kita sudah berbau harum dan air anggur yang manis sudah kita alami.

      Taat sampai daging tak bersuara berarti kita mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Ia mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita. Kita hidup dalam gendongan tangan Tuhan, berbau harum dan mengalami air anggur yang manis.


    Praktik orang taat dan hasilnya:


    • 2 Korintus 2: 12-14
      2:12. Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana.
      2:13. Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.
      2:14. Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.
      Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
      2:15. Sebab bagi Allah kami adalah
      bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

      Praktik pertama: bersaksi tentang kabar baik--untuk orang berdosa yang belum percaya Yesus, supaya percaya Yesus dan diselamatkan--, dan kabar mempelai; bau harum Yesus sebagai mempelai--untuk orang yang sudah percaya dan selamat, supaya disucikan dan disempurnakan.

      Mari, bersaksi, jangan bergosip hari-hari ini! Langkah-langkah kesaksian sama dengan langkah kemenangan/langkah mujizat. Kalau bersaksi, ada mujizat yaitu membuka jalan keluar dari segala masalah yang mustahil, menyelesaikan segala masalah yang mustahil.
      Kita tinggal taat, hidup dalam tangan Tuhan.

      Praktiknya: bersaksi. Hasilnya: LANGKAH KEMENANGAN, langkah mujizat. Dia yang membuka pintu, ada masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya. Ini mujizat. Semua langkah mujizat.


    • Filipi 4: 18-19
      4:18. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
      4:19.
      Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

      Praktik kedua: bisa mempersembahkan seluruh hidup kepada Tuhan; menyerah sepenuh pada Tuhan, dan bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

      Hasilnya: 'Allahku akan memenuhi segala keperluanku'= LANGKAH-LANGKAH PEMELIHARAAN; tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup memelihara kehidupan kita secara ajaib di tengah kesulitan dunia, bahkan sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Ini mujizat.

      Anak kecil menyerahkan lima roti dan dua ikan, itu menyerahkan hidup karena seharusnya itu untuk dia. Dia juga ingat pada pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Sekalipun kita kecil--tidak berdaya--, kalau bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan--seperti jemaat Makedonia--, ada tangan anugerah Tuhan yang besar, yang sanggup memelihara kita yang kecil di tengah kesulitan besar di dunia sampai zaman antikris. Tidak usah takut! Tuhan tolong.


    • Filipi 4: 20
      4:20. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

      Hasil ketiga: LANGKAH KEMULIAAN; langkah mujizat secara rohani menuju Yerusalem baru; langkah pembaharuan sampai kita sempurna seperti Yesus.

      Di Yerusalem baru--kota terang--tidak ada dusta, artinya: kita jujur, terang-terangan. Harus jujur! Tidak boleh ada dusta, dan kita akan menuju ke Yerusalem baru.

      Sampai kalau Tuhan datang kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia dan kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba--air anggur yang termanis--dan masuk Yerusalem baru, kita minum air anggur yang termanis selama-lamanya.

Mari, menghadapi kelaparan dan kehausan (ketidakpuasan) hari-hari ini, sediakan air anggur!
Seharusnya hanya untuk bangsa Israel, bukan bangsa kafir, tetapi lewat luka kelima, bangsa kafir bisa mendapatkan kesempatan dan tempat.

Bagaimana prosesnya bangsa kafir bisa menerima air anggur yang manis?

  1. Kita harus mengalami penebusan lebih dulu--halaman Tabernakel--: hidup benar dan menjadi senjata kebenaran; kita melekat pada pokok anggur yang benar.
  2. Kita harus mengalami penyucian--tergembala dan disucikan terus menerus.
  3. Terakhir, kita harus diperas. Ini yang berbau harum di hadapan Tuhan, sampai kita taat, mengulurkan tangan pada Tuhan dan Dia mengulurkan tangan kepada kita.

Yang penting taat dan berbau harum
. Itu urusan kita.
Praktiknya:

  1. Kita bersaksi. Mari layani Tuhan! Semua pelayanan ini bersaksi; berkhotbah, main musik, dan semuanya itu bersaksi. Itu bau harum di hadapan Tuhan, dan ada jalan kemenangan; mujizat dan pintu terbuka, masa depan terbuka bagi kita semua.


  2. Lalu menyerahkan hidup pada Tuhan: Terserah Engkau Tuhan; memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama; seperti anak kecil memberi lima roti dan dua ikan--, dan Dia yang memelihara kita secara ajaib, ada kuasa Tuhan.


  3. Dan langkah kemuliaan: jujur; kita menjadi rumah doa. Kita bersama Tuhan sampai pada kesempurnaan.

Ada tangan anugerah Tuhan yang besar di tengah kita, yang berkuasa mengadakan mujizat di tengah kita. Apa kesulitan kita malam ini? Bangsa kafir memang sulit secara rohani; memang hanya binatang haram. Secara jasmani juga sulit, tidak ada air anggur. Seharusnya tidak ada air anggur. Air anggur hanya untuk bangsa Israel, dan yang ada untuk bangsa kafir hanya pahit getir.

Mari malam ini kita mohon; kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Dia mengulurkan tangan kepada kita semua. Apa saja keadaan kita, serahkan kepada Tuhan! Mulai dari hati kita, adakah air anggur? Atau masih pahit getir, onar dan sebagainya? Mungkin masih dalam kekurangan, masih jalan buntu dan sebagainya, saya juga menangis, saya tidak bisa menolong saudara. Saudara tidak bisa tolong saya. Tetapi Tuhan yang menolong kita. Dia yang bertanggung jawab atas hidup kita. Serahkan sampai kedalaman hati kita masing-masing! Jika kita bisa menghasilkan air anggur yang manis dan berbau harum, mujizat Tuhan akan segera dinyatakan bagi kita.

Apapun keadaan kita secara jasmani dan rohani, memang kafir, mungkin ada tujuh kekafiran, mungkin binatang haram, mungkin masih banyak berdusta, ada pengaruh kenajisan dan lain-lain, kaum muda mungkin masa depan masih meraba-raba. Mari yakinkan malam ini langkah-langkah kita dituntun dan digendong oleh Tuhan: ada langkah kemenangan bersama Dia, ada langkah pemeliharaan Tuhan, dan ada langkah kemuliaan Tuhan di dalam kita semua. Serahkan semua kepada Dia!

Semua sudah diminum oleh Dia; segala kepahitan, kegagalan, kehancuran, kenajisan, kejahatan, kekecewaan dan sebagainya, semua yang tidak bahagia, sudah diminum oleh Dia. Dia mau memberikan kebahagiaan sorga, mujizat dan pertolongan kepada kita semua, sesuai yang kita butuhkan. Dia mengulurkan tangan untuk memberikan air anggur yang baru kepada kita. Sudah cukup malam ini semuanya, kita pulang dengan air anggur yang baru.
Yakinlah! Kita pulang dengan langkah-langkah bersama Tuhan; langkah mujizat akan terjadi.

Bukan hanya sampai di dunia, tetapi yang termanis adalah di awan-awan yang permai, sampai di Yerusalem baru, lebih manis lagi kalau bersama keluarga kita masing-masing. Doakan semua!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Agustus 2017
    (Ibadah Kunjungan di Lumajang)

  • 06-07 September 2017
    (Ibadah Kumjungan di Semarang)

  • 19-21 September 2017
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 10-12 Oktober 2017
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top