English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juni 2016 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:37-39
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 Agustus 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita mempelajari tentang kaki dian emas/ pelita...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Maret 2012 (Senin Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Juni 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 57-58
26:57. Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli...

Ibadah Doa Malang, 30 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:24-25 menunjuk peringatan terakhir kepada Yudas Iskariot. 

Yesus mengatakan bahwa Yudas Iskariot percuma/sia-sia dilahirkan ke...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 02 Maret 2016 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Mei 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:29-32
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah...

Ibadah Doa Surabaya, 12 November 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 26-27 -> tanda utama kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu ditandai...

Ibadah Raya Malang, 28 November 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Mazmur 128:1-6
128:1. Nyanyian ziarah. Berbahagialah...

Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita...

Ibadah Raya Surabaya,28 Januari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 April 2018 (Jumat Sore)


Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah persekutuan di Medan:
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

'Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba'= perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Kepala--Raja segala raja--dan Suami--Mempelai Pria Sorga--dengan sidang jemaat, kita semua yang sempurna/tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita/isteri--di awan-awan yang permai. Sesudah itu kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan sorga yang kekal (Yerusalem baru). Kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya.

Ini yang disebut dengan KEPEMILIKAN MEMPELAI; Yesus milik kita selamanya dan kita milik Yesus selamanya, tidak terpisah lagi selamanya.

Di dalam Tabernakel, hal ini terkena pada tabut perjanjian, yang terdiri dari dua bagian:

  1. Tutup pendamaian dari emas murni= Yesus, Mempelai Pria Sorga.
  2. Petinya dari kayu yang disalut emas murni= kita sidang jemaat yang sempurna sebagai mempelai wanita sorga.

Proses menjadi mempelai sorga:

  1. Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga adalah manusia darah daging yang tidak berdosa; manusia ilahi, yang harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa Tetapi Ia dibangkitkan oleh kuasa Roh Kudus/kuasa kebangkitan Yesus dalam tubuh kemuliaan/tubuh yang sempurna. Kemudian Ia naik ke sorga, menjadi Raja dan Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, dan siap untuk datang kembali yang kedua kali.


  2. Kita semua/gereja Tuhan sebagai mempelai wanita sorga adalah manusia darah daging yang berdosa, tetapi mengalami penebusan oleh darah Yesus--kematian--, dan kuasa kebangkitan Yesus/kuasa Roh Kudus lewat bunyi sangkakala (kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

    Penebusan merupakan pekerjaan dari firman penginjilan/Kabar Baik, dan dilanjutkan untuk mengalami pekerjaan kabar mempelai/firman pengajaran yang diulang-ulang--seperti sangkakala yang ditiup berulang-ulang--, sehingga kita mengalami penyucian dan pembaharuan secara berulang-ulang, sampai menjadi sempurna seperti Yesus,; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--tutup dan peti menjadi satu, tidak bergeser sedikitpun; tidak terpisah lagi selamanya.

Jadi Yesus dan sidang jemaat sama-sama mengalami kuasa kebangkitan. Yesus memang mati secara tubuh, tetapi Ia dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Kalau kita, mati dari tubuh yang berdossa--penebusan--baru dibangkitkan dengan kuasa firman--disucikan dan diubahkan sampai sempurna.

Tetapi ada ajaran palsu.
Matus 22: 23-28
22:23. Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
22:24. "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
22:25. Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
22:26. Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
22:27. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
22:28. Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."

Ajaran Saduki adalah ajaran palsu yang mengajarkan bahwa tidak ada malaikat/roh dan kebangkitan orang mati.
Artinya: sesudah hidup di dunia tidak ada kelanjutannya lagi; habis perkara. Ini sama dengan PENOLAKAN MEMPELAI; menolak menjadi mempelai.

Mungkin pendeta tidak secara terang-terangan berkata: Tidak ada kebangkitan, tetapi terselubung di dalamnya. Ajaran palsu itu seperti racun, hanya sedikit, sampai kita tidak sadar--sedikit ragi saja sudah bisa menghancurkan.

Akibat dari ajaran Saduki:

  1. 1 Korintus 15: 13-14, 19
    15:13. Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
    15:14. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
    15:19. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang
    paling malang dari segala manusia.

    'sia-sialah juga kepercayaan kamu'= termasuk ibadahnya juga sia-sia.

    Akibat pertama: ibadah pelayanannya juga palsu, yaitu beribadah melayani hanya untuk mencari perkara dunia: kemakmuran dan hiburan jasmani; tanpa firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (penyucian). Ini yang sekarang dicari orang di dunia.

    Ia memang berkata: Yesus bangkit, tetapi palsu, buktinya ia tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar; tanpa penyucian, sehingga ia menjadi orang yang paling malang; sama dengan orang yang paling jahat di dunia. Keinginan dunia adalah keinginan jahat; keinginan akan uang.

    Seharusnya kalau bekerja di dunia untuk dapat yang jasmani, memang seperti tiu, tetapi kalau beribadah melayani hanya untuk mendapatkan yang jasmani, itu paling malang dan benar-benar jahat di hadapan Tuhan.

    Mengapa paling malang? Karena tidak mengalami kuasa kebangkitan Yesus.


  2. 1 Korintus 15: 32
    15:32. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

    Akibat kedua: pergaulan yang tidak baik.

    Kalau tidak ada kebangkitan, manusia akan tampil seperti binatang buas:


    1. Hidupnya buas yaitu hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).
      Dosa makan minum= merokok, mabuk, dan narkoba.
      Dosa kawin mengawinkan= percabulan.


    2. Kalau hidup dalam percabulan, nikahnya akan buas. Seperti tadi orang Saduki bertanya: Siapa yang jadi suaminya? Sudah dunia rohani tetapi masih memikirkan perkara daging. Benar-benar buas!
      Hati-hati, nikah jangan buas! Nikah yang buas menunjuk pada perselingkuhan.

      "Ini terjadi juga di kalangan kami hamba Tuhan. Beberapa tahun lalu ada hamba Tuhan titip pesan pada saya lewat Pdt Mikha. Permintaan doanya lain, kalau yang minta doa untuk membangun gereja, dipakai Tuhan, ada banyak, tetapi dia titip pesan: Doakan saya supaya jangan berselingkuh seperti teman-teman hamba Tuhan yang lain. Saya kaget dan waspada. Jangan main-main! Mereka dipakai sebagai panitia dalam kebaktian akbar waktu itu--saya kira itu ibadah terbesar di Indonesia, belum pernah ada lagi seperti itu sampai saat ini--, tetapi itu permintaan doanya. Berat mengatakan ini, tetapi itulah kami hamba Tuhan. Doakan kami hamba Tuhan! Tuhan tolong kita."

      Tanpa pedang firman, biarpun hebat, sebenarnya hidupnya buas, nikahnya buas; terjadi perselingkuhan, pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, sampai kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan.
      Hati-hati! Justru kita yang diincar. Kalau ingat Babel, ia mabuk dengan darah orang kudus, bukan orang biasa. Kita saling mendoakan dan menasihati. Jangan bilang: Tidak ada masalah, itu pasti ada apa-apa.

      "Salah satu guru saya mengajarkan: 'Kalau sudah bilang: tidak ada apa-apa, hati-hati, orang tua harus ekstra hati-hati.' Kalau dia berteriak: 'Tidak ada apa-apa,' berarti dia sudah jatuh. Hati-hati!"


    3. Perkataannya buas yaitu dusta, gosip, fitnah, sampai menghujat Tuhan--pengajaran yang benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar--, dan menghujat orang benar--menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.


    Wahyu 20: 10
    20:10. dan Iblis (naga; binatang buas di udara), yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang (antikris; binatang buas di laut) dan nabi palsu (binatang buas di darat) itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

    Kalau sudah tampil seperti binatang buas, ia akan dibinasakan di neraka bersama dengan tiga binatang buas (setan tritungal).

Selanjutnya, bagaimana jawaban Yesus?
Matius 22: 31-33
22:31. Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:
22:32. Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
22:33. Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.

Yesus menjawab tentang kebangkitan orang mati lewat perjanjian kekal antara Allah dan Abraham.
Kejadian 17: 7-8
17:7. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
17:8. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."

'akan Kuberikan negeri ini'= Kanaan.
Ini adalah janji Allah tentang Kanaan kepada Abraham saat Abraham masih hidup (Abraham dan keturunannya akan mendapatkan Kanaan).

Keluaran 3: 6-8
3:6. Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
3:8. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

'menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas'= Kanaan.
Ini adalah janji Allah tentang Kanaan pada saat Abraham sudah mati--Abraham sudah mati, tetapi janji ini diingatkan kembali.

Jadi janji Allah kepada Abraham tetap berlaku sekalipun ia sudah mati. Mengapa begitu? Karena ada kebangkitan orang mati. Jika tidak ada kebangkitan orang mati, janji Allah kepada Abraham tidak akan berlaku lagi.

Dulu janji Kanaan jasmani saat Abraham masih hidup bersama keturunannya (secara jasmani), sekarang kebangkitan orang mati dalam arti rohani (tubuh rohani), berarti janjinya adalah Kanaan rohani--Abraham dan keturunannya menerima Kanaan Samawi--, itulah Yerusalem baru.

Kemudian Allah menampilkan diri sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub--dikaitkan dengan tutup pendamaian--:



  1. Allah Abraham= Allah Bapa= Tuhan= kerub I.
  2. Allah Ishak= Anak Allah= Yesus yang mati dan bangkit= tutup dengan percikan darah.
  3. Allah Yakub= Allah Roh Kudus= Kristus= kerub II.

Jadi, Allah menampilkan diri sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub sama dengan tutupan pendamaian dengan dua kerub dari emas murni; sama dengan Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--di tutup pendamaian ada shekinah glory.

Matius 22: 32
22:32. Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Ada tutup, ada peti, kalau orang mati, berarti bukan peti.
'Ia bukanlah Allah orang mati'=> orang mati di sini tidak sama dengan meninggal dunia, tetapi orang yang dikuasai maut yang akan binasa selamanya di neraka; tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan, tidak peduli ia meninggal dunia atau hidup sampai Tuhan datang.
Dikuasai maut= ibadahnya hanya kemakmuran dan hiburan; hidupnya tidak pernah berubah, hidupnya tidak disucikan, tampil seperti binatang buas.
Jadi, Allah bukanlah Allah orang mati (binatang buas/setan tritunggal).

'Allah orang hidup'=> orang hidup di sini tidak sama dengan orang yang tidak meninggal dunia, tetapi mempelai wanita sorga.
Tadi, 'Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub' menunjuk pada Yesus sebagai tutup pendamaian--Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga. Sekarang tabut/petinya yang mana? 'orang hidup' (mempelai wanita sorga).

Siapakah 'orang hidup'?
1 Korintus 15: 51-52
15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

'bunyi nafiri'= bunyi sangkakala.
'kita semua akan diubah'= mempelai wanita.

Kita tidak akan mati semuanya, artinya: ada yang mati, ada yang hidup sampai Tuhan datang kembali. Ini tidak penting, bukan urusan kita tetapi Tuhan.
Urusan kita adalah selama hidup kita harus menerima kuasa kebangkitan Yesus lewat bunyi sangkakala yang diulang-ulang (firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang) sehingga kita mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus sampai menjadi sempurna, sama mulia dengan Yesus--kayu penaga (manusia daging yang berdosa) disalut dengan emas sampai tidak kelihatan kayunya. Inilah yang disebut dengan mempelai wanita sorga.

Ada yang mengajarkan orang yang meninggal dunia tidak jadi mempelai. Salah! Ada yang meninggal dunia, silakan, hidup sampai Tuhan datang, silakan, yang penting selama hidup harus mengalami kuasa kebangkitan Yesus lewat firman pengajaran yang benar di dalam kandang penggembalaan.

Contoh 'orang hidup'/mempelai wanita sorga adalah Abraham, Ishak, dan Yakub ('Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub).
Kita belajar tentang Yakub.

Ibrani 11: 9
11:9. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

'ia'= Abraham (di ayat 8).
'Ishak'= anaknya Abraham.
'Yakub'= cucunya Abraham.

'Satu kemah'= satu ahli waris; mewarisi satu janji yaitu mewarisi Kanaan--'turut menjadi ahli waris'.
Abraham, Ishak, dan Yakub hidup di kemah, sekarang menunjuk pada kandang penggembalaan.

Bawa anak dan cucu di dalam satu kandang penggembalaan! Sekalipun di luar kota, tidak masalah, yang penting satu firman pengajaran--satu makanan. Itu berarti tetap satu kandang penggembalaan; tergembala pada pribadi Yesus/pokok anggur yang benar/firman pengajaran yang benar.
Harus tinggal satu kemah supaya mewarisi satu janji Allah.

Sama seperti Nuh sekeluarga dalam satu bahtera, kalau tidak satu bahtera, pasti ada yang mati.
Di sini juga ada cucu yang terlepas yaitu Esau, ia tidak mau di kemah sehingga ia terhilang selamanya.

Ini yang jadi doa kita yaitu satu keluarga bisa tergembala dalam satu firman pengajaran yang benar, supaya sama-sama menerima janji Allah yaitu Kannan Samawi/Yerusalem baru; kandang penggembalaan terakhir. Kita berusaha dan berdoa, Tuhan tolong kita semua.

Yang mau kuliah atau apapun, berdoa, supaya di tempat itu ada pengajaran yang benar; satu makanan yang benar.

Kegiatan Yakub dalam kemah (kandang penggembalaan):

  1. Kejadian 25: 29
    25:29. Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.

    Di kandang penggembalaan memang harus mahir memasak.
    Kejadian 27: 14
    27:14. Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya.

    'ia'= Yakub.
    Ini adalah cerita Yakub mau menerima hak kesulungan. Esau punya hak kesulungan, tetapi karena tidak tergembala, hilang semua. Yakub tidak punya potensi, tetapi di dalam penggembalaan, Tuhan bisa memberikan semuanya.

    Kegiatan pertama Yakub di kemah (kandang penggembalaan): mahir dalam mengolah makanan (memasak). Ini menunjuk pada meja roti sajian, artinya ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dnegan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--tadi, makanan menunjuk pada firman, dan kambing-domba menunjuk pada kurban Kristus/perjamuan suci.

    Lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab kita makan firman pengajaran dan perjamuan suci untuk memasak dan mematangkan kerohanian--mendewasakan kerohanian kita. Harus ada ibadah pendalaman alkitab, kalau tidak, tidak bisa dewasa.

    Tanda dewasa rohani:


    • Ibrani 5: 13-14
      5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Susu= penginjilan. Kalau hanya penginjilan, tetap menjadi bayi, tidak bisa dewasa dan mana bisa menikah. Anak-anak kecil sekarang juga menjadi sasaran percabulan. Jaga, doakan, karena itu bawa ke sekolah minggu supaya dilindungi Tuhan! Tetapi tidak bisa menikah; tidak bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba kalau rohaninya masih belum dewasa.

      Tanda dewasa rohani yang pertama: bisa menikmati makanan keras (firman pengajaran; kabar mempelai). Bukan cari susu terus, itu masih anak kecil.
      Kabar Baik/susu sudah kita terima, setelah itu makanan keras.

      Makanan keras menyucikan hidup kita mulai dari panca indera (hati) sehingga kita memiliki kepekaan dan ketegasan untuk bisa membedakan yang benar dari pada yang tidak benar--'untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat'--:


      1. Mulai dari membedakan firman pengajaran yang benar dari pada yang tidak benar. Sumbernya dari sini dulu.
        Langit dan bumi diciptakan dengan firman--firman itu kekal. Kalau sudah tidak bis amembedakan firman, mana bisa hidup di bumi ini apalagi hidup kekal?

        Kalau kita tahu siapa yang menciptakan firman, sudah beres, tidak ada kesulitan. Yang membuat sulit adalah karena kita tidak tahu mana yang benar.

        "Misalnya saya menciptakan radio, kalau rusak, berikan pada penciptanya, beres. Kalau orang lain, susah."


      2. Bisa membedakan ibadah pelayanan dan doa penyembahan yang benar dari pada yang tidak benar.
        Kalau pengajarannya tidak benar, pasti ibadah pelayanan dan penyembahannya juga tidak benar.


      3. Bisa membedakan yang baik dari pada yang jahat.; segala sesuatu yang benar dan tidak benar; segala sesuatu yang baik dan jahat di dalam pekerjaan, nikah dan sebagainya.


      Inilah penyucian hati/panca indera, yaitu sampai punya kepekaan dan ketegasan untuk membedakan yang benar dari pada yang tidak benar, sehingga kita bisa hidup benar dan suci bahkan sampai sempurna. Kalau tahu itu tidak benar, langsung hindari!

      "Seperti unta yang punya kelebihan sehingga bisa hidup di padang gurun; ia memiliki kepekaan, kalau ada angin di padang gurun, dia sudah tahu dari jarak jauh, dan dia menyimpang, bukan menantang."

      Kita juga harus ada kepekaan, kalau tahu sudah agak berbeda, kita harus tegas untuk menghindar. Dalam hal apa saja: ibadah, pengajaran, bersekutu, pergaulan, kalau tidak baik, hentikan. Tegas! Kalau tidak, kita akan naik sebentar lalu dibanting, habislah sudah.

      Mohon kepekaan dan ketegasan dari Tuhan supaya bisa hidup benar dan suci bahkan sampai sempurna seperti Yesus.

      Kalau tidak ada pengajaran yang benar, kita akan sama seperti orang Niniwe yang tidak bisa membedakan tangan kanan dari tangan kiri--sama seperti anak kecil. Kalau tidak bisa membedakan pengajaran benar dan tidak, tidak bisa membedakan yang baik dari pada yang jahat, dosa akan membumbung ke hadirat Tuhan.

      Yunus 4: 11
      4:11. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

      'tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri'= tidak bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar, atau sudah tahu tetapi pura-pura tidak tahu karena ada keuntungan. Hati-hati! Di pekerjaan juga demikian, kalau tidak menguntungkan kita, laporan terus, tetapi kalau menguntungkan, diam saja.

      Kalau hamba Tuhan berkata: Pengajarannya sama saja, itu sama dengan mengatakan: Tangan kanan sama dengan tangan kiri. Berat! Terlalu egois, terlalu menggampangkan. Harus tegas!
      Kalau pengajarannya memang sama-sama benar, istilahnya: sama benar, bukan sama saja. Kalau sama benar, lanjutkan, kalau sama salah, selesaikan.

      Yunus 1: 1-2
      1:1. Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
      1:2. "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena
      kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

      Kalau tidak tegas, pasti jahatnya yang menang, dan harus dihukum oleh Tuhan; kalau sudah bilang: sama saja, yang salahnya yang menang. Atau berkata: firmannya sama saja, hanya beda sedikit, pasti yang salah yang menang.

      Tetapi bersyukur, saat Yunus menyampaikan firman pengajaran yang keras: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.", mereka termasuk rajanya bertobat dan berpuasa; mau mengalami kematian dan kebangkitan Tuhan--disucikan dan dibaharui--, sehingga hukuman tidak datang.

      "Ini yang saya takutkan. Orang baru mendengar sekali, sudah langsung puasa. Yang sudah bertahun-tahun malah tidak pernah puasa, tetapi tetap jahat dan najis--yang terdahulu m,enjadi terkemudian, yang terkemudian jadi terdahulu. Hati-hati! Ada seorang pemilik perusahaan menghadap saya: 'Firmannya sederhana sekali, Pak, tetapi saya menangis.' Biasanya saya yang berkata: 'Doakan saya, pak,' tetapi dia berkata: 'Tidak..tidak, doakan kami, pak.' Bagaimana kita yang sudah bertahun-tahun? Yang baru mendengar satu kali langsung merendahkan diri dan berpuasa, tetapi kita yang sudah bertahun-tahun malah memuaskan hawa nafsu daging. Hati-hati!"


    • Efesus 4: 13-14
      4:13. sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
      4:14. sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

      Tanda dewasa roani yang kedua: kuat teguh hati:


      1. Tidak diombang-ambingkan oleh ajaran palsu termasuk gosip; kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, apapun resikonya.


      2. Tidak bimbang oleh pencobaan di segala bidang tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan; tidak berharap pada yang lain.
      3. Menunggu waktu Tuhan sambil mengoreksi diri. Tuhan yang akan membuka jalan.


      Inilah kegiatan pertama di kandang penggembalaan yaitu makan, supaya dewasa rohani.

      "Hati-hati. yang terdahulu jangan sampai menjadi yang terkemudian. Ada yang punya pom bensin, dulunya ada kecurangan-kecurangan, dengar firman satu kali, langsung berhenti, dan tidak ada lagi kerugian. Itu yang saya selalu ingat. Saya sudah mendengar pengajaran ini sejak 1982. Betul-betul bahaya! Sungguh-sungguh, kita harus lebih sungguh-sungguh, jangan kalah dengan jiwa-jiwa baru. Tuhan tolong kita semua."


  2. Kejadian 27: 15
    27:15. Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.

    Ini juga ada awasan! Jangan suka melepas pakaian indah! Kalau nanti diambil orang lain, habislah sudah. Bahaya!
    Tadi awasan yang pertama soal firman, harus tegas, kalau tidak, kita akan terhilang. Biar orang bilang: bodoh, gila, biar saja, asalkan itu firman pengajaran yang benar, tidak ada masalah.

    Kegiatan kedua Yakub di kemah (kandang penggembalaan): memakai pakaian indah. Ini menunjuk pada pelita emas, artinya ketekunan dalam ibadah raya, termasuk ibadah persekutuan; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.

    "Nanti kita ada ibadah kunjungan ke Malaka, sesudah itu di Square Ballroom Surabaya, kita menjadi tuan rumah. Jangan sampai kita luput! Atur semua cutinya dan sebagainya, jangan sampai terhalang. Ini sudah paling dekat, kalau yang paling dekat masih tidak bisa, saya sudah tidak tahu lagi. Kita ini diberi kepercayaan dan kemurahan Tuhan, dulu ke Malang terus, sekarang sudah ada di Surabaya."

    Lewat ibadah raya, kita menerima urapan dan karunia Roh Kudus--kemampuan ajaib dari Roh Kudus.
    Karunia Roh Kudus menentukan jabatan pelayanan kita. Misalnya kita ada bakat main gitar, lalu ditekuni dalam kesucian dan kebenaran, satu waktu akan ada karunianya, dan diberi jabatan pemain musik.

    Kalau hidup suci--memegang pedang, makan makanan keras--, kita akan diperlengkapi dengan karunia dan jabatan lewat penumpangan tangan, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.
    Jabatan pelayanan= jubah indah.

    Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Sesudah menerima karunia dan jabatan pelayanan, jangan kendor, supaya jangan telanjang dan diambil orang lain.
    Menjelang kedatangan Tuhan kedua kali, kita sebagai pelayan Tuhan harus setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan jabatan dan karunia yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Hasilnya: pelita tetap menyala; hidup dalam terang, dan hidup kita menjadi indah--masa depan yang berhasil dan indah.

    "Tim doa perhatikan, itu adalah pelita yang paling menyala; tidak ada yang melhiat, tetapi dia benar-benar setia dan tanggung jawab. Jangan-jangan saya lagi enak tidur, saudara berdoa. Lain kali saya terbangun, saya kuat juga untuk berdoa karena ingat di mana-mana ada yang berdoa juga. Tidak kelihatan, tetapi itulah pelita yang paling menyala kalau dia benar-benar setia. Kalau koor masih kelihatan, bisa tahu kalau tidak melayani."

    Kalau tidak setia lagi bahkan meninggalkan ibadah pelayanan, hidup kita akan gelap, tidak indah. Yang bahaya adalah telanjang, pakaiannya diambil orang lain.
    Esau luar biasa--punya warna merah, berbulu, hak kesulungan, pakaian indah; punya potensi luar biasa-- tetapi kalau tidak tergembala, habis.
    Yakub tidak punya apa-apa, tetapi karena tergembala, ia mendapat semuanya.

    Kuncinya hanya penggembalaan.
    Dari kitab kejadian sampai wahyu semua soal penggembalaan, bahkan di kitab wahyu, Tuhan juga menggembalakan kita di takhta sorga.

    Roma 1: 27
    1:27. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

    Kalau tidak menyala-nyala dalam ibadah pelayanan (hidupnya gelap, telanjang, tidak indah, pakaiannya diambil orang), ia akan menyala-nyala dalam berahi. Sudah aneh-aneh, terjadi penyimpangan-penyimpangan, dan mengarah pada kebinasaan.

    Tadi awasan pertama: yang terdahulu mendengar firman pengajaran jangan sampai berkata: Sama saja. Yang boleh: Sama benar atau sama salah. Kalau sama benar, lanjutkan, kalau sama salah, hentikan.

    "Yang baru-baru mendengar, luar biasa. Bukan hanya orang hebat saja, tetapi juga orang yang hidupnya hancur-hancuran. Bisa terkejut kita. Isteri saya sampai berkata: Dia bawa peratalan, siap untuk mencatat semuanya. Luar biasa. Saya tidak tahu hati orang, tetapi kalau melihat begitu, sudah luar biasa karena dia baru sekali mendengar. Hati-hati!"

    Kemudian awasan kedua, soal pakaian: jangan simpan pakaian di rumah, berkelana, ambil lagi masih bisa, berkelana lagi, ambil lagi masih bisa, satu waktu benar-benar menangis, sudah tidak bisa kembali lagi.


  3. Kejadian 27: 16
    27:16. Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.

    Waktu itu Yakub mau menerima hak kesulungan, tetapi lehernya licin, sedangkan Esau berbulu. Karena itu diberi kulit anak kambing di lehernya. Leher menunjuk pada penyembahan.

    Kegiatan ketiga Yakub di kemah (kandang penggembalaan): menutupi daging yang licin/telanjang dengan kulit anak kambing--berarti terjadi penyembelihan baru dikuliti. Ini menunjuk pada mezbah dupa emas, artinya ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kaish-Nya.

    Jadi doa penyembahan adalah proses perobekan/penyaliban/penyembelihan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, sehingga kita mengalami kasih Allah--kasih itu menutupi segala sesuatu
    1 Korintus 13: 7=> tentang kasih
    13:7. Ia(kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

    Tadi, Yesus Mempelai Pria Sorga adalah tutup pendamaian dan kita mempelai wanita adalah petinya--tutup pendamaian menutupi tabut perjanjian sepenuhnya; sama seperti kasih Allah yang menutupi segala sesuatu; seperti Yohanes bersandar di dada Yesus.

    Apa kekurangan dan kelemahan kita (leher yang licin), akan ditutupi dengan kasih malam ini. Sungguh-sungguh Tuhan tolong.

    Hasilnya:


    • Roma 8: 35-37
      8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
      8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
      8:37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      Hasil pertama: kasih menutupi kelemahan kita yang sering membuat kita kecewa, putus asa dan sebagainya, sehingga kita menjadi kuat teguh hati:


      1. Tidak kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan apaun yang kita hadapi; tidak terpisah dari Tuhan.
      2. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      3. Tetap percaya dan berharap Tuhan.
      4. Tetap mengasihi Tuhan lebih dari semua.


      Saat menghadapi aniaya, kelaparan atau saat kita tidak punya apa-apa, ada masalah tetapi tidak selesai-selesai, saat itu Tuhan mau buktikan bahwa tutup menutupi peti. Jangan bergeser! Buktikan bahwa yang melekatkan kita dengan Tuhan adalah kasih-Nya, bukan harta atau keberhasilan kita. Kalau kita diizinkan menghadapi kelaparan dan sebagainya, buktikan leher kita tidak licin, tetapi ada perekatnya yaitu kasih Allah, dan kita tidak terpisah lagi dengan Tuhan!


    • Hasil kedua: kasih Tuhan menjadikan kita lebih dari pemenang. Banyak kelemahan kita, tidak mampu menghadapi masalah, tidak bisa apa-apa. Kita lemah tetapi menang atas musuh yang kuat karena kasih Allah yang berperrang ganti kita. Semua masalah yang mustahil selesai.

      Saat kita tidak bisa apa-apa, berpikirpun tidak bisa, mari, leher jangan licin tetapi banyak menyembah Tuhan. Ada usaha secara jasmani, terserah, tetapi mohon kasih Tuhan yang berperang ganti kita. Tuhan tolong kita.


    • Ulangan 32: 10
      32:10. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

      Hasil ketiga: kita dilindungi dan dipelihara Tuhan di padang gurun dunia seperti biji mata-Nya sendiri. Artinya: sekalipun kita kecil dan tak berdaya, kasih Tuhan asnggup memelihara dan melindungi kita di tengah kesulitan yang besar di padang gurun dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal. Kita benar-benar diperhatikan dan dilindungi dengan ekstra hati-hati oleh Tuhan. Tidak usah takut!


    • Amsal 10: 12
      10:12. Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

      Ada kelemahan-kelemahan malam ini? Daud sampai berzinah dengan Batsyeba, tetapi kasih Tuhan menutupi segala pelanggaran.

      Hasil keempat: kasih Tuhan menutupi segala dosa sampai puncaknya dosa. Artinya: oleh pekerjaan firman kita mengaku pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.


    • Kolose 3: 14
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

      Hasil kelima: kasih Allah menyatukan kita semua--satu keluarga, satu penggembalaan, antar penggembalaan--, sampai satu tubuh Kristus yang sempurna, untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai--tabut ddengan tutup benar-benar bertemu di awan-awan yang permai, tidak terpisah lagi selamanya, dan duduk bersanding di takhta sorga selamanya.

Apa keadaan kita? Ada kasih Tuhan!

  1. Perhatikan makanan/firman--dewasa rohani--, sungguh-sungguh tegas dan peka membedakan yang benar dari pada yang tidak benar, supaya kita hidup benar dan suci.
  2. Pelita dijaga; jaga karunia dan jabatan--pakaian.
  3. Kita banyak menyembah apapun yang terjadi.

Berdoa kepada Tuhan, apapun yang kita hadapi, termasuk dosa, serahkan kepada Dia! Yang diberkati, jangan sombong, yang dalam kesulitan, Dia tidak pernah meninggalkan kita--seperti tutup menutupi tabut perjanjian.
Jangan ragu pada pribadi Yesus! Dia tidak pernah menipu kita.

Yohanes bersandar di dada Yesus, hidup matinya dalam tangan Tuhan. Dia Raja dan Mempelai Pria Sorga, dalam bahaya, dosa, pencobaan dan apapun juga, Dia menggendong kita.

Jangan berharap pada yang lain! Apapun jalan buntu yang kita hadapi, kehancuran, kegagalan, kejatuhan, keberhasilan, serahkan kepada Tuhan! Kaum muda, untuk masa depan, Dia yang menentukan hidup mati kita. Dia yang menentukan semuanya.
Menurut pikiran tidak bisa, menurut orang pandai tidak bisa, tetapi Dia masih bisa menolong kita. Serahkan hidup dan keluarga kita di dalam tangan Tuhan! Dalam kepedihan hati, kesedihan dan lain-lain, serahkan kepada Dia!

Dalam keadaan apa kita? Jangan terpisah dari Tuhan! Mungkin ada kesedihan, kekecewaan, keputusasaan, jangan pandang itu semua, jangan sampai terpisah dari Tuhan! Jangan ragu sedikitpun! Yang sudah diberkati, jangan bergantung pada berkat; yang sudah ditolong jangan bergantung pada pertolongan. Bergantung pada pribadi Tuhan/kasih-Nya yang besar! Yang masih gagal, bergantung pada kasih Tuhan! Itu maksud Tuhan, yaitu supaya kita kembali pada kasih-Nya. Yang sudah berhasil, kembali pada kasih-Nya, jangan pada keberhasilannya! Yang gagal, kembali pada kasih-Nya!

Banyak kekurangan dan kelemahan kita, bnayak leher yang licin; licin dan licik dalam dosa, biar semua ditutupi oleh Tuhan. Ingat pribadi/kasih-Nya malam ini!
Perjamuan suci adalah uluran tangan kasih Tuhan yang bisa melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita semua; tabut dan peti tidak terpisah lagi selamanya sampai di takhta sorga.
Ingat Abraham, Ishak, dan Yakub sudah satu kemah, masih ada korban yaitu Esau. Kita masih ada kesempatan untuk bisa satu kemah semuanya. Berdoa supaya semua keluarga kita bisa selamat sampai sempurna.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 01-02 Mei 2018
    (Ibadah Kunjungan di Malaka, Malaysia (tgl 1 jam 09.00 dan 18.00, tgl 2 jam 18.00 wkt Malaka))

  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top