English Language
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Markus 2: 13-17 -> tentang suasana iman...

Ibadah Raya Malang, 28 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:24-25
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103: 8-10
103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya...

Ibadah Raya Surabaya,28 Januari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Mei 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yohanes...

Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-30 adalah PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA.

Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:40-42
14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Mei 2013 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Yesaya 49: 15-16
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan...

Ibadah Raya Malang, 18 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu:
Ay....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga sebab...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 01 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu aku...

Ibadah Kaum Muda Malang, 23 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:9-13 adalah nubuat ketiga, yaitu tentang ANIAYA TERHADAP...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26 adalah tentang buli-buli emas berisi manna.

Ibrani 9:4
9:4 Di situ...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Oktober 2011 (Sabtu Sore)
Dalam Alkitab ada 4 Injil yang menceritakan tentang Tuhan Yesus Kristus.
Mengapa 4 Injil? Sebab...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Mei 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita mempelajari kitab wahyu 7: 9-17.
Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar:

  1. Ayat 1-8= seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel menerima meterai di dahi; menjadi inti dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018).


  2. Ayat 9-17= bangsa kafir menerima meterai Allah di dahinya; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2018).

Wahyu 7: 9
7:9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

'berdiri di hadapan takhta'= sampai di takhta sorga.

Syarat untuk berdiri di hadapan takhta sorga:

  1. Kita harus memakai jubah putih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2018).


  2. Kita harus memegang daun palem (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2018 sampai Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 10 Mei 2018).

Wahyu 7: 10-12
7:10. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
7:11. Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu;
mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12. sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

Ini adalah aktivitas di takhta sorga, yaitu: tersungkur; sama dengan menyembah Tuhan dengan hancur hati (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2018).

Ada tiga hal yang mendorong kita bangsa kafir untuk bisa tersungkur menyembah Tuhan dengan hancur hati:

  1. Lukas 5: 5-8, 10
    5:5. Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
    5:6. Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
    5:7. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
    5:8. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
    5:10. demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

    Yang pertama: tersungkur karena menerima berkat dan pertolongan Tuhan. Waktu itu Yesus mengajar dulu, baru memberi perintah kepada Petrus.

    Keadaan Simon Petrus--bangsa Israel--sebelum mendengar firman pengajaran yang benar adalah tidak menangkap apa-apa semalam-malaman; gagal total; menghadapi masalah ekonomi yang mustahil sekalipun sudah bekerja keras.

    Ini pelajaran bagi kita yang hidup di akhir zaman. Di akhir zaman, persaingan akan semakin ketat. Jika kita bangsa kafir hanya mengandalkan kerja keras dan kehebatan secara jasmani: kekayaan, kepandaian, pengalaman, dan kedudukan, kalau tanpa firman pengajaran yang benar, kita pasti gagal total dan menghadapi masalah yang mustahil, seperti yang dialami oleh Petrus.

    Sesudah Simon mendengar firman pengajaran yang benar dan keras--siang hari disuruh menebarkan jala di pinggir pantai; tidak cocok dengan logika--dan taat dengar-dengaran, ia menangkap banyak ikan.
    Artinya: diberkati dan ditolong oleh Tuhan.

    Jadi firman pengajaran yang benar adalah sumber berkat dan pertolongan dari Tuhan; sumber berkat dan pertolongan dari sorga yang tidak terbatas oleh apapun di dunia. Pengalaman bukan sumber berkat. Petrus berpengalaman tetapi satu waktu gagal, sekalipun lautnya tenang, belum kena angin dan gelombang. Itulah persaingan di dunia.

    Setelah menerima berkat, Petrus bukan sombong, tetapi ia langsung tersungkur. Jika kita merasa berkat itu dari Tuhan, kita tidak akan sombong; kalau merasa dapat berkat dari kepandaian, akan mulai bangga dan sombong.
    Jika bangsa kafir merasa menerima berkat dan pertolongan dari Tuhan/firman pengajaran yang benar, pasti mendorong kita dalam dua hal:


    • Ayat 7: 'memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.'= ingat kepada orang lain; tidak egois.
      Sesudah perahu lain datangpun masih hampir tenggelam, apalagi kalau tidak ada perahu lain, pasti tenggelam, Simon juga ikut tenggelam.

      Banyak kali kita salah di sini. Kami hamba Tuhan, anak-anak Tuhan, dan pelayan Tuhan, saat diberkati dan ditolong Tuhan justru salah, yaitu merasa semua itu dari diri sendiri yang bekerja keras, sehingga tidak mau membagi kepada yang lain.

      Kalau merasa berkat itu dari Tuhan kita akan ingat kepada orang lain. Orang lain di sini adalah:


      1. Si Pemberi berkat dan pertolongan, itulah Tuhan. Kita ingat Tuhan lewat mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus.
        Banyak kali kita meremehkan persepuluhan, termasuk hamba Tuhan. hancur kita.

        Persepuluhan bukan dilihat dari uangnya, tetapi merupakan pengakuan bahwa kita hidup dari Tuhan, sehingga berkat tidak ada habis-habisnya. Karena itu hamba Tuhan tidak bisa sembarangan.
        Persepuluhan adalah kepercayaan Tuhan kepada gembala.


      2. Orang lain yang membutuhkan; kita menjadi berkat untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.


    • Ayat 8: 'iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."'= tersungkur di hadapan Tuhan, mengaku bahwa kita hanya manusia berdosa, sehingga kita bisa diselamatkan oleh Tuhan.
      Hati-hati dengan dua keadaan! Saat diberkati kita seringkali sombong; merasa lebih benar dari orang lain bahkan dari Tuhan. Atau dalam keadaan susah, tidak mau tersungkur. Ini keadaan manusia yang paling keras.

      Biarlah apapun keadaan kita bisa mendorong kita untuk tersungkur di kaki Tuhan, mengaku kita hanya manusia berdosa, sehingga kita diselamatkan oleh Tuhan.
      Petrus umat pilihan Tuhan mengaku berdosa, apalagi kita bangsa kafir, harus mengaku. Semakin diberkati kita semakin tersungkur, mengaku banyak kekurangan dan tidak layak, hanya manusia berdosa.


    Yohanes 19: 31-33
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa
    Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,

    Sebenarnya, Yesus sudah mati di kayu salib dengan empat luka utama--dua di tangan, dua di kaki. Ini adalah inti kurban Kristus, yang merupakan kasih Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel, umat pilihan Tuhan. Kita sudah belajar, inti dari mempelai wanita adalah bangsa Israel, dan kelengkapannya adalah bangsa kafir. Di sini juga sama.

    Lalu bagaimana dengan bangsa kafir?
    Yohanes 19: 34
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Yesus sudah mati dan kaki-Nya tidak boleh dipatahkan.
    Prajurit Romawi--bangsa kafir--membuat luka kelima di lambung Yesus; luka yang terdalam dan terbesar karena ditikam dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
    Ini adalah kelengkapan kurban Kristus, yang merupakan kemurahan Tuhan untuk menyelamatkan bangsa kafir.

    Inti ditambah kelengkapan= menggenapi lima luka Yesus, untuk menyelamatkan bangsa Israel dan kafir.

    Tadi Petrus tersungkur, mengaku dosa, kita juga. Bangsa kafir harus tersungkur di kaki Tuhan untuk mengaku dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sungguh-sungguh lewat pekerjaan pedang firman sehingga:


    • Darah Yesus mengampuni segala dosa kita, sampai tidak ada bekasnya lagi, dan jangan berbuat dosa lagi--bertobat.
      Ini adalah tanda darah.

      Karena itu dalam ibadah harus ada pedang firman, supaya tahu dosa-dosa kita, dan kita bisa tersungkur di kaki Tuhan untuk mengaku dosa.


    • Kita menerima tanda air, artinya baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--, yaitu hidup dalam kebenaran. Segala aspek hidup kita harus benar: pribadi, nikah, pelayanan, penyembahan dan sebagainya harus benar.


    Kalau sudah hidup dalam kebenaran--menerima tanda darah dan air--, kita akan menjadi penjala manusia.
    Lukas 5: 10
    5:10. demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

    Penjala manusia= menjadi senjata kebenaran; hamba/pelayan Tuhan yang setia dan benar, bukan yang hebat.
    Setia dan benar adalah ukuran senjata kebenaran.

    Kalau kita pelayan Tuhan tidak hidup benar--mulai dari gembala mengajarkan yang tidak benar, hidupnya tidak benar--, orang datang dalam keadaan tidak benar ditembak dengan ketidakbenaran, ia pulang tambah tidak benar. Begitu juga dengan pemain musik, koor dan lain-lain jika tidak hidup benar.

    Tetapi kalau kita menjadi senjata kebenaran--mulai dari gembala--, orang datang tidak benar, ditembak kebenaran, lama-lama ia akan benar dan menjadi senjata kebenaran.
    Buktinya: bertambah banyak yang ikut melayani bahkan nanti seluruh jemaat menjadi imam dan raja (senjata kebenaran), bukan tambah habis.

    Kalau gembala tidak benar, bahaya, yang hidupnya benar malah habis, jadi tidak benar.
    Doakan kami gembala!

    Ukuran melayani Tuhan adalah setia dan benar, bukan pandai atau bodoh.
    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Melayani Tuhan dengan setia dan benar apapun jabatannya, sama dengan melayani Tuhan dengan memakai ikat pinggang.
    Lukas 17: 8
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Melayani Tuhan dengan memakai ikat pinggang= memberi makan dan minum Yesus; menyenangkan dan memuaskan hati Tuhan; berkenan pada Tuhan, dan Dia akan memberi makan minum kepada kita--'sesudah itu engkau boleh makan dan minum'.
    Artinya:


    • Tuhan memberikan kepuasan sorga sehingga tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia dan jatuh dalam dosa. Banyak kali kaum muda setelah beribadah melayani datang ke bioskop untuk mencari kepuasan di dunia--tidak setia dan benar, tetapi yang diutamakan hanya pandai menyanyi atau main musik. Salah! Atau kepuasan di dunia dibawa masuk ke gereja karena tidak setia dan benar, bukan lagi memakai cara sorga, sehingga jatuh dalam dosa.


    • Urusan makan minum--hidup sehari-hari--dan masa depan kita adalah urusan Tuhan. Tuhan menjamin hidup sehari-hari sampai masa depan. Urusan kita adalah setia dan benar. Kaum muda, jangan takut! Tuhan tolong kita semua.


    Bukan hanya sampai di sana, ikat pinggang juga merupakan PERHIASAN MEMPELAI; kita sedang dihiasi, mulai dari pakaian mempelai sampai perhiasan mempelai; kita dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, sampai di takhta sorga. Yang penting kita melayani dengan setia dan benar.

    Yeremia 2: 32a
    2:32a. Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya

    Sekarang aktivitas di takhta adalah tersungkur. Mulai sekarang kita banyak tersungkur. Kita tersungkur karena kita merasakan berkat dan pertolongan Tuhan lewat pengajaran yang benar. Ini yang mendorong kita untuk mengaku dosa, bertobat, hidup benar, menjadi senjata kebenaran--melayani Tuhan dengan setia dan benar--, sampai kita mendapatkan jubah, pakaian, dan perhiasan mempelai.


  2. Markus 7: 24-29
    7:24. Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
    7:25. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
    7:26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
    7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

    Daerah Tirus= bangsa kafir.

    Yang kedua: bangsa kafir tersungkur karena keadaannya yang menghadapi roh setan. Siapa yang bisa menolong untuk menghadapi roh setan? Hanya Tuhan yang bisa menolong.

    Keadaan bangsa kafir tanpa firman pengajaran yang benar--remah-remah roti--digambarkan dengan dua hal:


    • Seperti anak perempuan yang kerasukan setan. Siapapun bangsa kafir: pandai, bodoh, kaya, miskin tua, muda, sebelum mendapat pembukaan firman, keadaannya sama seperti anak perempuan kerasukan setan (roh durhaka; perbuatannya durhaka). Artinya:


      1. Durhaka kepada Tuhan: biasa tidak beribadah, sengaja tidak beribadah.
        Ibrani 10: 25-27
        10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
        10:26. Sebab jika kita
        sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
        10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang
        durhaka.

        Dosa tidak beribadah seringkali tidak disadari, tidak beribadah biasa saja, malah tertawa-tawa, padahal sebenarnya ia dirasuk setan.

        Biasa tidak beribadah= tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan= tidak beribadah melayani tetapi tidak menyesal, malah tertawa-tawa. Itu adalah roh setan, bukan Roh Tuhan. Kalau Roh Tuhan--namanya rumah Tuhan--, akan menyesal saat tidak beribadah, saat sakitpun menangis untuk bisa beribadah.

        Sengaja tidak beribadah= sekalipun ada waktu dan kesempatan untuk beribadah tetapi tidak mau.

        "Saya nasihatkan kaum muda, kalau mau ambil jadwal kuliah, jangan sengaja cari jadwal yang sama dengan jam ibadah, padahal ada jam lainnya. Bahaya! Itu sudah sengaja. Ada yang seperti itu, dia bilang pada saya tidak bisa beribadah karena kuliah. Dia sengaja ambil jam kuliah yang pas jam ibadah, padahal bisa ambil jam lain. Sengaja, memang tidak mau beribadah."


      2. Durhaka di dalam nikah--tadi menyangkut anak (buah nikah)--: suami tidak mengasihi isteri, malah kasar pada isteri; isteri tidak tunduk pada suami; anak melawan orang tua.
        Itu sama dengan kerasukan setan. Kalau Roh Tuhan tidak begitu.

        Akibatnya: terjadi kekerasan dalam rumah tangga, mungkin belum saling memukul, tetapi suaranya sudah lebih keras. Perselingkuhan dan perceraian terjadi, lalu mengarah pada kawin-cerai dan kawin-mengawinkan, ditambah dengan makan-minum; sama dengan kehancuran nikah dan buah nikah, seperti babi berkubang dalam dosa sampai puncaknya dosa (gila babi).


      Inilah akibatnya kalau bangsa kafir tidak mau firman pengajaran yang benar. Bukan Roh Tuhan yang masuk tetapi roh setan sehingga terjadi kehancuran nikah dan buah nikah. Berat!
      Kalau terjadi kehancuran nikah dan buah nikah, tidak akan masuk perjamuan kawin Anak Domba--pintu masuk kerajaan sorga--, berarti tidak bisa berdiri di hadapan takhta sorga.


    • Markus 7: 27
      7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

      'anak-anak'= bangsa Israel; domba-domba.
      'anjing'= bangsa kafir.

      Yang kedua: tanpa pengajaran bangsa kafir hanya seperti anjing yang menjilat muntah. Artinya: perkataannya sia-sia: dusta, gosip, fitnah, sampai menghujat Tuhan.
      Menghujat Tuhan artinya pengajaran benar disalahkan, yang salah dibenarkan; orang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. Di dalam kitab wahyu ini sama dengan menghujat Kemah Suci, dan itu adalah mulutnya antikris--perkataan antikris/setan. Jangan!

      Di dunia politik, ini terjadi, tetapi jangan terjadi di dalam gereja Tuhan. Itu benar-benar perkataan antikris/setan, karena dikuasai oleh setan. Kita harus sadar sungguh-sungguh!

      Perkataan sia-sia--dusta saja--tidak boleh masuk Yerusalem baru, berarti tidak bisa sampai di takhta sorga.


    Tanpa firman pengajaran yang benar, perbuatan bangsa kafir hanya seperti babi, dan perkataannya seperti anjing.
    Akibatnya
    : sangat menderita lahir dan batin, bukan senang, sampai kebinasaan selamanya. Tuhan tolong.

    Kalau ada Roh Tuhan--pengajaran yang benar--, saat kita mendengar perkataan setan: Eh berhenti, jangan begitu, bahaya, orang yang salah saja tidak boleh kita hakimi, apalagi yang tidak salah. Stop! Tuhan tolong kita semua. Sungguh-sungguh!

    Sebenarnya bangsa kafir tidak ada kesempatan untuk mendengar firman. Nasibnya hanya seperti anak dirasuk setan--seperti babi--, dan seperti anjing. Hanya begitu nasib bangsa kafir.
    Kisah Rasul 13: 46
    13:46. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

    Di dalam Matius 15; Markus 7, Tuhan berkata: Aku datang untuk datang untuk domba-domba-Ku (bangsa Israel), tetapi kesalahan Israel adalah mereka menolak pengajaran yang benar--sama dengan berkata: Aku tidak layak masuk sorga--'menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal.' Hati-hati!

    Pemberitaan firman sebenarnya hanya bagi umat Israel, untuk mencari domba yang hilang, supaya dikembalikan ke dalam kerajaan sorga. Tetapi karena sebagian dari mereka menolak firman pengajaran yang benar, maka terbuka kemurahan dan kesempatan Tuhan yang hanya sebesar lubang jarum bagi bangsa kafir untuk bisa menerima firman pengajaran yang benar--remah-remah roti.

    Jadi bangsa kafir harus memanfaatkan kemurahan dan kesempatan sebesar lubang jarum dari Tuhan untuk bisa tersungkur di kaki Tuhan dan menjilat remah-remah roti. Kalau tidak, akan sangat menderita lewat kehancuran nikah dan perkataan sia-sia, sampai kebinasaan.

    Malam ini kita tersungkur di bawah kaki Tuhan untuk menjilat remah-remah roti, artinya:


    • Mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan, sampai mengerti
    • Percaya/yakin akan firman--firman menjadi iman di dalam hati.
    • Taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.


    Hasilnya:


    • Ada perbuatan iman yaitu perbuatan benar, suci, dan baik; berkenan kepada Tuhan dan sesama. Jangan seperti babi yang berkubang dalam dosa: suami kasar pada isteri, isteri melawan terus, anak melawan orang tua.
      Nikmati firman sungguh-sungguh!


    • Ada perkataan iman--'karena kata-katamu....'.
      Markus 7: 29-30
      7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
      7:30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

      Perkataan iman= perkataan benar--sesuai dengan firman--, suci, dan baik= perkataan manis--bagaikan anggur manis. Suami isteri tidak saling membentak, anak pada orang tua juga berkata-kata yang manis.

      Perkataan manis ini menjadi berkat bagi sesama dan sampai kepada Tuhan.
      Ini adalah SUARA MEMPELAI.

      Tadi kita menerima pakaian dan perhiasan mempelai lewat tersungkur karena diberkati dan ditolong Tuhan, kemudian kita melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Sekarang kita menerima firman pengajaran, mulut dan perbuatan disucikan--ada perkataan dan perbuatan iman--, sehingga kita menerima suara mempelai.

      Kidung Agung 7: 9
      7:9. Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

      'mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya'= menjadi berkat bagi sesama di dalam rumah tangga, penggembalaan, dan antar penggembalaan; bukan bergosip atau memecah-belah.
      'melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur'= dinikmati oleh Yesus yang sedang tidur di buritan kapal. Sementara kapal sudah dihantam angin dan gelombang--sangat menderita, banyak masalah, banyak air mata--, Tuhan tunggu perkataan dan perbuatan manis. Kalau sudah sampai kepada Yesus, Ia akan bangun, bergairah untuk menolong.

      Kalau perbuatan bangsa kafir masih seperti babi, dan perkataannya seperti anjing, Yesus akan tidur. Tetapi begitu ada perkataan dan perbuatan iman yang manis, Dia akan bangun, bergairah untuk menyelesaikan segala masalah.

      Perkataan manis= menjadi rumah doa; bisa bersaksi bagi sesama. Jangan bergosip!

      Kalau bersaksi, Tuhan yang datang; kalau bergosip, setan yang datang, tinggal tunggu waktu pasti hancur-hancuran, sangat rugi. Jangan!

      "Apalagi kami hamba Tuhan! Benar-benar habis jemaat kalau saya meladeni gosip. Itu yang paling saya takutkan. Jangan sampai jati hamba Tuhan yang kering, sehingga jemaat kering dan habis, karena ada perkataan kering Satu waktu om Pong panggil saya: 'Aku dengar begini, bagaimana?': 'Tidak.': 'Kalau tidak, kamu diam, tidak usah melawan, kalau benar, kamu mengaku.': Iya, om, kalau benar pasti saya mengaku. Tidak benar itu, banyak saksinya.'"

      Kalau kita melawan gosip, kita akan sama-sama kering. Tuhan tolong kita. Kalau salah, lebih baik mengaku, dan jangan diulangi, Tuhan akan menolong. Kalau salah, lalu bergosip, kita akan tambah kering--berbuat salah itu sudah kering, ditambah bergosip akan tambah kering--: rumah tangga kering, semua kering, tambah menderita, tidak ada ketenangan.

      Sampai kapan kita mau menderita? Sudah cukup! Lewat perkataan dan perbuatan iman kita bersaksi dan berdoa. Tuhan akan membuat semua menjadi diam dan tenang; teduh, selesai pada waktunya. Itu adalah rumah doa.

      Ditingkatkan lagi, suatu waktu suara mempelai adalah suara penyembahan dengan: Haleluya sampai di awan-awan yang permai. Siapkan suara mempelai yaitu suara penyembahan dengan: Haleluya, kepada Raja dan Mempelai Pria Sorga, sampai nanti di awan-awan.

      Tadi, lewat tersungkur ada perhiasan mempelai, sekarang kita mendapat suara mempelai. Pakaian dan perhiasan sudah lengkap, tetapi kalau tidak ada suaranya, tidak bisa juga. Suara ini yang menentukan.

      Seperti dulu saat di penyeberangan dibedakan antara Syibolet dan Sibolet. Hanya selisih huruf 'y'; perbedaan kecil. Penyeberangan itu merupakan tempat pengangkatan Elia ke sorga.

      Nanti mau ke sorga, mulut ini yang menentukan. Apa yang kita serukan? Kalau berseru yang kotor-kotor, gelombang akan datang dan ia tenggelam. Kalau berseru yang baik--perkataan mempelai--sampai suara penyembahan dengan: Haleluya, kita akan terangkat ke atas. Yang tertinggal akan berteriak-teriak dalam penderitaan.

      Wahyu 19: 6-7
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Dari empat penjuru bumi, jadi satu tubuh dan satu suara untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    Inilah persiapan kita. Tersungkur hari-hari ini! Mulai dari sekarang kita harus tersungkur untuk mempersiapkan pakaian, perhiasan, dan suara mempelai.

    Tiga hal yang mendorong kita tersungkur. Yang pertama berkat dan pertolongan Tuhan. Jangan sombong, tetapi semakin diberkati kita semakin tersungkur, mengaku berdosa dan tidak layak. Kita diberkati sampai dipakai oleh Tuhan; diberi pakaian dan perhiasan mempelai.

    Yang kedua: Tuhan izinkan menghadapi kerasukan setan karena sombong terus, supaya kita tersungkur. Jangan tambah sombong! Tersungkur, menjilat remah-remah roti hari-hari ini. Kita taat dengar-dengaran pada firman, sampai ada perbuatan dan perkataan iman--perkataan yang manis: bersaksi, berdoa dan menyembah Tuhan, sampai penyembahan mempelai. Jangan bergosip!


  3. Lukas 17: 11-19
    17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
    17:12. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah
    sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
    17:13. dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
    17:14. Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
    17:15. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
    17:16. lalu
    tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
    17:17. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
    17:18. Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada
    orang asing ini?"
    17:19. Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

    Samaria= kafir.
    Galilea= Israel.

    Yang ketiga: tersungkur untuk mengucap syukur karena ditahirkan dari penyakit kusta, sama dengan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Kalau bangsa kafir banyak dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--mulai dari nikah--, kita akan banyak tersungkur dan mengucap syukur kepada Tuhan. Kalau belum, mohon pertolongan dari Tuhan, supaya bisa melayani dalam nikah.

    Biarpun ada yang tidak mau dilayani di dalam nikah, kita tetap bisa melayani. Melayani orang yang mau dilayani, gampang. Tetapi melayani orang yang tidak mau dilayani, susah, tetapi harus bisa melayani, minta tolong pada Tuhan.

    Kemudian melayani di dalam penggembalaan, ada juga yang tidak mau dilayani, tetapi harus bisa melayani. Kemudian antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus.

    'Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem'= waktu itu Yesus menuju Yerusalem. Yerusalem menunjuk pada Yerusalem baru; mempelai wanita sorga; tubuh Kristus yang sempurna.
    Jadi perjalanan Yesus ke Yerusalem sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga.

    Praktiknya: persekutuan: mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna.

    Kita harus masuk persekutuan, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar--persekutuan yang benar berdasarkan pada pokok anggur yang benar/pengajaran yang benar/pribadi Yesus, bukan manusia.

    "Pdt In Juwono, ketua umum, selalu berkata: Saya bukan pokok; kita adalah cabang. Itu keistimewaan GPT. Karena itu disebut gereja otonom, bukan manusia yang jadi pokoknya. Pusat organisasi hanya mengatur surat menyurat untuk ke pemerintah--harus ada. Tetapi pokok yang rohani adalah Yesus, pengajaran yang benar. Kita semua ranting, ketua umum juga ranting. Hanya pengajaran benar yang mengatur kita. Organisasi sangat penting untuk surat menyurat, tetapi bukan mengatur pelayanan. Yang mengatur pelayanan, nikah, penggembalaan, dan fellowship adalah Kepala/pokok, bukan manusia."

    Persekutuan benar berdasarkan pengajaran yang benar, kalau tidak ada pengajaran yang benar, itu adalah persekongkolan. Orang Herodian dan orang Farisi sama-sama menentang Yesus, padahal mereka sama-sama berkelahi. Orang Herodian melihat pemerintahan/raja, tetapi orang Farisi kepada Tuhan, bukan raja. Bertentangan, tetapi demi menghantam Yesus, mereka bersatu, itulah persekongkolan untuk menghantam yang benar. Hati-hati!

    Apa dasar nikah dan penggembalaan kita? Persekutuan kita apa dasarnya? Kalau bukan pengajaran yang benar, tidak ada gunanya, itu hanya persekongkolan.

    'perbatasan Samaria dan Galilea'= perbatasan kafir dan Israel. Perbatasan= tembok pemisah. Dalam kegerakan hujan akhir kita menghadapi perbatasan--tembok pemisah--antara Israel dan kafir. Untuk persekutuan tubuh Kristus--mulai dari nikah--kita memang harus menghadapi tembok pemisah.

    Ada dua tembok pemisah dalam pembangunan tubuh Kristus:


    • Hukum Taurat. Bangsa Israel punya hukum Taurat tetapi tidak bisa melakukannya, berarti tidak benar--melanggar satu saja berarti sudah tidak melakukan hukum Taurat, dan tidak ada manusia yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat.
      Bangsa kafir tidak punya hukum Taurat, berarti tidak benar juga.


    • Kusta--tadi ada sepuluh orang kusta.
      Kusta menunjuk pada:


      1. Dosa kenajisan, yang mengarah pada dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Di kitab imamat, orang kusta menutupi mukanya dan berteriak: Najis..najis.

        Kaum muda, hati-hati dengan tontonan-tontonan!


      2. Dosa kejahatan. Saat Naaman disembuhkan, Elisa diberi apapun oleh Naaman tidak mau, tetapi Gehazi mengejar Naaman, dia dapat semuanya, tetapi kusta Naaman melekat kepadanya.

        Dosa kejahatan= cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah. Di dalam pembangunan tubuh Kristus kalau kikir, tidak akan bisa. Dulu bangsa Israel membuat Tabernakel, kalau tidak mau memberi, tidak akan bisa. Harus bisa memberi.

        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Mulai dari gembala.
        Kalau gembala mencuri milik Tuhan, ia tidak akan bisa dipakai. Itu merupakan halangan besar.

        Kadang-kadang gembalanya seperti Yudas yaitu gembalanya yang mencuri. Tetapi sekarang Yudas modern yaitu pencurian terhadap kepercayaan Tuhan kepada seorang gembala. Gembala tidak dipercaya lagi menerima persepuluhan, sehingga tidak ada makanan, dan semua kering.


      3. Tidak mau mengucap syukur--dari sepuluh orang yang sembuh, hanya satu yang mengucap syukur--, malah bersungut-sungut, berbantah-bantah, berdebat, berdiskusi.
        Sebenarnya, kita sudah mengucap syukur karena menerima pengajaran ini. Orang sekali mendengar sudah kagum.

        "Saya dulu mendengar satu kali saja sudah kaget--saya tahu dari kakak saya. Saya dulu saat masih muda, aktif, ikut KKR, sudah mendengar khotbah hamba Tuhan dari mana-mana, tetapi setelah satu kali mendengar pengajaran, saya heran: 'Kok bisa begini?' Kakak saya bilang: 'Pusatnya di sini.' Saya datang tiap rabu, lalu pindah kamis, naik bis 4-5 jam tidak ada ACnya, tidak peduli. Setiap minggu saya datang. Sudah dilatih dari dulu, sekarang naik pesawat, lebih enak."

        Kalau bersungut-sungut, dari bintang akan jadi binatang. Bangsa Israel bersungut-sungut: Benar, penuh susu dan madu, tetapi begini...begitu...
        Bilangan 14: 29
        14:29. Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

        'bangkai'= untuk binatang.
        Hati-hati! Terhadap pengajaran ini jangan bersungut, berbantah, berdebat, atau berdiskusi! Semua itu hanya saling menyalahkan. Berdiskusi itu tidak akan ada yang benar karena semua saling menyalahkan. Lalu yang mana yang mau dipraktikkan? Karena itu imam-imam--bintang--turun menjadi binatang karena mau lebih pandai dari Tuhan.

        Jangan! Ini wahyu dari Tuhan, kita terima dengan ucapan syukur. Pengajaran yang benar adalah berkat nomor satu. Berkat-berkat lain, mungkin dipandang masih sedikit, kita tetap mengucap syukur kepada Tuhan.

        "Ketika mulai di WR ini, saya ingat, anggota koornya hanya dua belas termasuk saya dan isteri. Kalau ibadah doa, di jalan Kartini. Saya datang dari jauh melayani sepuluh atau dua belas orang. Tetap mengucap syukur kepada Tuhan."


      4. Kebenaran diri sendiri, yaitu menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.
        Tidak akan bisa menyatukan, tetapi mencerai-beraikan. Kalau di rumah tangga ada kebenaran sendiri, tidak akan bisa jadi satu.


    Inilah tembok pemisah, yaitu hukum Taurat dan kusta.

    Jalan keluarnya: harus lewat kurban Kristus; Yesus mati di kayu salib untuk menghancurkan tembok pemisah.
    Lukas 17: 13-14
    17:13. dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
    17:14. Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

    Dulu kalau sakit kusta membawa binatang korban kepada imam-imam untuk diperiksa apakah sudah tahir atau belum. Sekarang tidak perlu membawa korban kepada imam-imam, karena sudah ditanggung oleh kurban Kristus.

    Bagaimana Yesus merobohkan tembok pemisah?


    • Matius 5: 17
      5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

      Yang pertama: Yesus mati untuk menggenapi hukum Taurat.
      Jadi kalau bangsa Israel percaya Yesus, dia dianggap menggenapi Taurat--benar.
      Bangsa kafir tadinya tidak punya hukum Taurat, tetapi kalau percaya Yesus, juga menggenapi Taurat--benar.

      Keduanya dibenarkan dan diselamatkan sehingga menjadi satu, tidak ada lagi tembok pemisah.


    • Efesus 2: 13-16
      2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
      2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
      mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
      2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
      2:16. dan untuk
      memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

      Yang kedua: kurban Kristus memperdamaikan dan menyatukan bangsa Israel dan kafir, untuk menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; menempatkan Yesus sebagai Kepala.

      Aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; melayani dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan sama dengan kita menempatkan Yesus sebagai Kepala. Tidak rugi!

      Mari, layani dalam nikah--menempatkan Yesus sebagai Kepala--, layani dalam penggembalaan--tempatkan Yesus sebagai Kepala--, sampai tubuh sempurna, Dia menjadi Kepala yang datang kedua kali.


    Bukti menempatkan Yesus sebagai kepala: tersungkur; merasa tidak layak; merasa banyak kelemahan secara rohani; merasa tidak mampu, banyak kelemahan secara jasmani; sampai tidak bisa berbuat apa-apa.

    Mari tersungkur, kita hanya bergantung pada belas kasih Tuhan; percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan--mengangkat tangan kepada Tuhan. Ada apa-apa yang salah di rumah tangga atau di manapun, kita mengakui bahwa kitalah yang salah, jangan salahkan orang lain. Kita bergantung sepenuh pada belas kasih Tuhan; hanya mengangkat tangan kepada Tuhan.

    Hasilnya: Dia sebagai Kepala--Raja dan Mempelai Pria Sorga--akan mengulurkan tangan-Nya kepada kita untuk:


    • Mengasuh dan merawati kita.
      Efesus 5: 29
      5:29. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

      Tuhan memeluk kita seperti induk ayam menaungi anak-anaknya dengan kedua sayapnya, artinya:


      1. Tangan belas kasih Tuhan menghangatkan kita, tidak pernah dingin.
        Hangat=


        1. Setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

          Itu bukti kita ada di dalam pelukan tangan Tuhan. Banyak hamba Tuhan berkata: Aku hidup dalam tangan Tuhan, padahal dia tidak setia berkhotbah. Salah!


        2. Mengasihi Tuhan dan sesama, bahkan mengasihi musuh--paling hangat dan paling erat dipeluk--; tidak ada kebencian.
          Kalau ada benci atau iri, berarti kasih menjadi dingin.

          Doakan orang yang memfitnah atau merugikan kita karena orang semacam itu sebenarnya sedang sakit. Kalau orang sakit kita pukul, mati, karena itu orang sakit kita rawat. Terimalah dan rawatlah dia dengan baik. Dia sakit, kasihan.


      2. Kalau sudah dipeluk, kita akan tenang, bahagia, dan kenyang.
      3. Tangan belas kasih Tuhan memelihara kita yang tak berdaya di tengah kesulitan dunia, dan melindungi kita dari celaka marabahaya yang datang sekonyong-konyong, bahkan penghukuman Tuhan, dan kiamat, sampai neraka.


      Ini yang disebut dengan biji mata Tuhan sendiri.
      Banyak tersungkur, tempatkan Dia sebagai Kepala! Jangan berharap siapapun di dunia, kita akan kecewa. Tuhan tidak pernah mengecewakan kita. Biji mata kecil, tidak berdaya, tetapi dipeluk dan dinaungi oleh Tuhan.


    • Memandikan kita secara dobel; menyucikan dan mengubahkan kita sampai menjadi seperti bayi yang baru lahir.
      Efesus 5: 25-27
      5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

      Bayi yang baru lahir= tulus hati dan menangis.
      Hati tulus adalah landasan yang kuat. Ini adalah mujizat terbesar.
      Kalau hati kita tulus, di sanalah Tuhan lewat. Dia akan mengadakan mujizat di tengah kita sekalian. Yang tidak bisa kita pikirkan dan lakukan akan Dia lakukan dengan cara-Nya sendiri.

      Dia melakukan mujizat dengan cara-Nya sendiri kalau ada hati tulus.

      Sampai kalau Tuhan datang kembali kita dijadikan sempurna seperti Dia, mempelai wanita yang memiliki pakaian, perhiasan, suara, dan TUBUH KEMULIAAN. Kita naik dengan suara: Haleluya, kita bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai, sampai berdiri di hadapan takhta sorga.

      Sekarang kita membaca kitab wahyu 7: kumpulan orang banyak berdiri di hadapan takhta, tetapi nanti kita berada di sana.

Mari tersungkur, sembah Dia, serahkan kepada Dia!
Kita bayi-bayi yang tidak berdaya, anak ayam yang tidak bisa apa-apa. Serahkan kepada Tuhan! Yang berhasil jangan sombong! Bahaya bisa datang sekonyong-konyong. Tetap dalam pelukan tangan Tuhan!

Jangan batasi kuasa Tuhan. Yang bayi tidak bisa pikirkan dan lakukan, bisa Dia lakukan, asalkan ada hati tulus. Jujur mengaku apa adanya di hadapan Tuhan!
Jangan putus asa dan kecewa! Mungkin kita berpikir sudah tidak bisa lagi, sudah tidak mungkin. Bisa! Tuhan bisa, asalkan ada hati yang tulus, Dia bisa lakukan semua. Mujizat pasti terjadi.

Kuncinya di hati. Kalau hati tulus, Dia akan lewat untuk memeluk kita, menjadi biji mata-Nya. Sudah terjamin semuanya, apapun keadaan kita. Dia mengadakan mujizat bagi kita. Apa yang tidak bisa kita pikirkan, sudah tidak mungkin lagi mengenai apa saja, Dia mampu. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jangan ragu/bimbang! Bukan hanya di dunia, tetapi sampai berdiri di hadapan takhta-Nya, kita tersungkur di bawah kaki Tuhan. Tentu sangat indah jika bersama keluarga kita. Doakan semua! Mungkin menyakiti kita, doakan semua!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top