English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Mei 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan ketahuilah,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Doa Malang, 10 Februari 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:14-15
2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap...

Ibadah Doa Malang, 08 Desember 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 43-44
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk hukuman bersama dunia, tetapi terangkat bersama Tuhan.
ay....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Januari 2009 (Kamis Sore)
Oleh : Pdt. Mikha Sandatoding

Matius 5-7 adalah tentang 10 Hukum...

Ibadah Raya Malang, 19 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 September 2010 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:14-30 merupakan perumpamaan tentang...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 05 September 2013 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ukuran penyembahan adalah kesucian. Tanpa kesucian, maka doa penyembahan...

Ibadah Raya Surabaya, 12 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
Kalau kita yang berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:23-25
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 16 November 2010 (Selasa Malam)
Keluaran 1: 22
1:22. Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi...

Ibadah Persekutuan Ambon III, 16 November 2011 (Rabu Sore)
Tema: Yohanes 10:10
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "

= "Aku...

Ibadah Raya Malang, 07 Mei 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Januari 2013 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory (sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan). Dibalik kematian/salib, PASTI ada sinar kemuliaan Tuhan untuk menyinari kehidupan kita.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian:

  1. ay. 1-10= tentang kebangkitan Yesus atau sinar kemuliaan menyinari hati yang keras (batu yang besar terguling), sehingga terjadi pembaharuan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2012).


  2. ay. 11-15= dusta mahkamah agama= penyebaran kegelapan.
    Sementara ada sinar kemuliaan, kegelapan menyusup di dalamnya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012).


  3. ay. 16-20= perintah untuk memberitakan injil= penyebaran terang shekina glory atau sinar kemuliaan (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2013).

Malam ini, kita masih membahas bagian ketiga (PENYEBARAN TERANG SHEKINA GLORY).

Matius 28: 18-20
28:18. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah
diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19. Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20. dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Penyebaran sinar kemuliaan= kita dipakai dalam kegerakan besar sesuai dengan amanat agung Tuhan.

2 macam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan:

  1. ay. 19= 'pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku'= kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan dalam injil keselamatan.


  2. ay. 20= 'ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'= kegerakan Roh Kudus hujan akhir= kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= Firman pengajaran= kabar mempelai.

Malam ini, kita masih membahas ayat 19 (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2013).

Injil keselamatan= Firman penginjilan= kabar baik= untuk membawa orang berdosa supaya diselamatkan lewat BAPTISAN AIR.

ay. 18= ay. 18= 'diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'= baptisan air adalah amanat agung Tuhan yang mempunyai kekuatan hukum di bumi dan Surga, sehingga tidak bisa diganggu gugat dan dibatalkan oleh apapun.

Kalau melakukan perintah Tuhan, berarti selamat. Kalau menolak perintah, berarti tidak selamat (mendapat hukuman dari Tuhan).

Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan air yang benar:

  1. kita yang sudah mati bagi dosa, dikuburkan dalam air bersama dengan Yesus,
  2. kita dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus,
  3. kita keluar dari air dan mendapatkan hidup yang baru (mengalami pembaharuan demi pembaharuan sampai menjadi sama mulia dengan Yesus untuk masuk Yerusalem Baru).

Sebab itu, kita harus SUNGGUH-SUNGGUH DALAM BAPTISAN AIR.
Kalau baptisan air salah, maka langit tidak terbuka.

3 macam pembaharuan dalam baptisan air:

  1. 1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Yang pertama: pembaharuan hati nurani (hati harus dibaharui lebih dahulu).

    Pembaharuan hati nurani ini dikaitkan dengan jaman Nuh.

    Kejadian 6: 5-6
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

    Pada jaman Nuh, hati nurani manusia termasuk anak-anak Tuhan adalah hati nurani yang cenderung jahat dan najis, sehingga menghasilkan perbuatan-perbuatan yang memilukan hati Tuhan, memedihkan orang tua dan membuat gembala berkeluh kesah, yaitu:


    • perbuatan dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan),

    • Roma 13: 13
      13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

      = perselisihan dan iri hati yang satu level dengan puncaknya dosa.

      'pesta pora dan kemabukan'= dosa makan minum.
      'percabulan dan hawa nafsu'= dosa kawin mengawinkan.

      Iri hati= tidak menghargai berkat Tuhan, pemakaian Tuhan dan kemurahan Tuhan.

      2 Korintus 12: 20
      12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

      Kalau ada perselisihan dan iri hati, akan berlanjut pada dosa lainnya (mulai dengan amarah tanpa sebab sampai menimbulkan perpecahan).
      Dan inilah yang membuat hati Tuhan pilu.


    Kejadian 6: 6-7
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    6:7. Berfirmanlah TUHAN: "
    Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

    = segala perbuatan yang memilukan hati Tuhan, akan menarik hukuman Tuhan atas kehidupan kita, untuk membersihkan dunia.

    Jadi, kalau kita ada dalam dosa sampai puncaknya dosa dan ada perselisihan/iri hati, maka tinggal waktu, kita akan dihapus sampai bersih, bahkan sampai menghapus keselamatan kita.

    Karena itu, kita perlu masuk dalam baptisan air untuk mengubah hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik.

    1 Tawarikh 29: 14, 18,-19
    29:14. Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.
    29:18. Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya
    kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.
    29:19. Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."


    Hati nurani yang baik adalah hati yang cenderung untuk memberi dengan sukarela.
    'memberi'= perbuatan kebajikan, dimulai dengan memberi perpuluhan dan persembahan khusus.

    Persembahan khusus= untuk pembangunan tubuh Kristus.
    Setelah itu, kita juga memberi pada sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan. Setelah itu, barulah kita bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

    2 Korintus 9: 7-8
    9:7. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
    9:8. Dan Allah sanggup
    melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

    Kalau hati kita cenderung memberi dengan sukarela dan sukacita, maka Alllah sanggup melimpahkan kasih karunia, untuk:

    • ay. 8= 'berkecukupan di dalam segala sesuatu'= memelihara hidup kita sampai bisa mengucap syukur (berkelimpahan).
    • 'berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan'= kelebihan dalam pelbagai kebajikan.

    Perbuatan kebajikan inilah yang akan menjadi jubah mempelai bagi kita.

    Wahyu 19: 8

    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala
    kebajikan orang-orang suci itu."

  1. Matius 3: 7-8
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

    Yang kedua: pembaharuan karakter/tabiat.

    Disini, karakter orang Israel adalah seperti ular beludak / ular tedung.

    Bilangan 21: 4-6
    21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
    21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan
    makanan hambar ini kami telah muak."
    21:6. Lalu TUHAN menyuruh
    ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

    = tabiat ular tedung adalah muak terhadap manna.

    'manna'= roti malaikat.
    'roti'= Firman.
    'malaikat'= gembala.

    Firman penggembalaan= Firman yang disampaikan oleh seorang gembala sampai mendarah daging dan menjadi makanan.

    Karakter ular beludak=


    • untuk orang Israel: muak terhadap Firman penggembalaan, sehingga mati rohani sampai kebinasaan.

      Matius 15: 22, 24-28
      15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
      15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
      15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
      15:26. Tetapi Yesus menjawab: "
      Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      15:27. Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
      15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.


      untuk bangsa kafir: sebenarnya tidak layak untuk menerima Firman penggembalaan.

      Akibatnya: hanya senasib dengan anjing, nikah dan buah nikah hancur, sangat menderita sampai binasa selama-lamanya.

      Lewat baptisan air, terjadi pembaharuan karakter. Karakter anjing/ular beludak, diubahkan menjadi karakter domba yang bisa menerima Firman penggembalaan.

      'anjing menjilat remah-remah roti' = sikap membutuhkan Firman, sehingga tidak ada sepatah katapun yang tercecer.

      Sikap yang benar: membenarkan Firman pengajaran yang benar (wanita ini berkata 'benar Tuhan') dan merupakan kesempatan terbesar untuk ditolong.

      Kalau ada kerinduan akan Firman, akan banyak waktu untuk memeriksa diri dan Tangan Tuhan akan memulihkan hidup kita.
      Kalau ada dalam penggembalaan, hidup kita akan aman.


    • 1 Petrus 5: 2
      5:2. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

      = melayani dengan terpaksa dan memaksa= menebarkan racun ular beludak.

      Sikap yang benar: melayani dengan sukarela oleh dorongan Firman.

    • melayani dengan mencari keuntungan sendiri.
      Sikap yang benar: melayani dengan rela berkorban apapun juga, kecuali Firman pengajaran benar TIDAK BOLEH dikorbankan.


    Jadi, kita melayani Tuhan dengan tabiat domba yaitu tergembala dengan benar, taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar, melayani dengan sukarela, pengabdian diri dan menjadi teladan.

    1 Petrus 5: 3-4
    5:3. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
    5:4. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan
    menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

    Hasilnya: kita menerima mahkota kemuliaan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

  1. Wahyu 15: 1-3
    15:1. Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
    15:2. Dan aku melihat sesuatu bagaikan
    lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
    15:3. Dan mereka
    menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

    'lautan kaca bercampur api'= baptisan air.

    Yang ketiga: pembaharuan lidah.

    Waktu Musa menyeberangi laut Kolsom, setibanya di seberang, mereka juga menyanyikan nyanyian Musa.
    'bangsa Israel masuk laut Kolsom'= masuk dalam baptisan air.

    Keluaran 15: 1
    15:1. Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

    Lidah ini digunakan untuk menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba. Itulah nyanyian kemenangan atas setan tritunggal:


    • naga di udara= setan dengan roh durhaka (tidak setia dan tidak dengar-dengaran).
      Efesus 2: 1-2
      2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
      2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati
      penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.


    • nabi palsu= binatang buas yang keluar dari darat dengan roh dusta dan ajaran palsu.
      Wahyu 13:

      Kalau menang, kita berpegang teguh pada ajaran benar.


    • antikris= binatang buas yang keluar dari laut dengan kekuatan uang/roh jual beli.

      Uang ini merupakan perkara kecil. Tetapi inilah yang sering dikejar, sehingga melupakan perkara besar (pembukaan Firman nubuatan).

      Firman nubuatan adalah sumber segala sesuatu dan pembuka segala sesuatu.


    Filipi 2: 8-11
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya
    dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    2:11. dan
    segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    ay. 11= kalau setan tritunggal dikalahkan, barulah lidah kita bisa memuji Tuhan.

    Yesus harus mati di kayu salib untuk bisa mengalahkan setan tritunggal dan melepaskan kita dari setan tritunggal.

    'yang ada di langit'= naga.
    'yang ada di atas bumi'= nabi palsu.
    'yang ada di bawah bumi'= antikris.

    Kalau baptisan air kita benar, kita mengalami kuasa kemenangan untuk mengalahkan setan tritunggal dan lidah kita hanya untuk memuji/menyembah Tuhan dengan 1 suara 'Haleluya' (suara mempelai).

    Tadi, hati dibaharui mendapakan pakaian.
    Kemudian, karakter dibaharui untuk mendapatkan mahkota.
    Sekarang, lidah dibaharui untuk mendapatkan suara mempelai.

    Lewat kekuatan 1 pengajaran benar dan 1 Kurban Kristus, kita mau disatukan kembali dalam 1 suara 'Haleluya'.

    Ibrani 13: 13, 15
    13:13. Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.
    13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu
    ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

    'ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya'= lidah yang dibaharui.

    'pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya'= kita bisa menyeru 'Haleluya' kalau kita selalu ingat Kurban Kristus untuk selalu menjaga bibir kita dengan jalan banyak memuji Tuhan, bersaksi dan menyembah Tuhan.

    Mazmur 106: 1
    106:1. Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    = kita bisa menyeru 'Haleluya', kalau kita selalu ingat kemurahan dan kebaikan Tuhan, sekalipun mungkin keadaan kita belum baik.

    Saat kita menyebut 'Haleluya', Ia ada bersama-sama dengan kita.

    Filipi 4: 6-7
    4:6. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
    4:7.
    Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

    = kalau kita berseru 'Haleluya', Raja segala raja turun bersama kita untuk memberikan damai sejahtera, ketenangan dan kebahagiaan Surga sekalipun di tengah penderitaan. Dan ada mujizat Tuhan yang kita alami.

    Mujizat rohani: kita mengalami pembaharuan terus menerus.

    Mujizat jasmani: yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Dan saat Ia datang kembali, kita terangkat di awan-awan yang permai. Kita bertemu Tuhan dengan 1 suara 'Haleluya'.

    Wahyu 19: 6-7, 1, 3-4
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "
    Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
    Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin,
    Haleluya."

    Di surga berseru 'Haleluya'dan di bumi juga berseru 'Haleluya'.

    Yang penting bagi kita sekarang adalah ada dalam KETENANGAN. Dan mujizat akan terjadi, sampai mujizat terakhir, kita bersama Dia selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top