|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 adalah nubuat tentang hukuman atas dunia saat kedatangan Tuhan... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 April 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu... Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK Penyerahan anak bukan sekedar peraturan, tetapi lebih dari itu... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:43-46 14:43. Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas... Ibadah Doa Surabaya, 11 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius
26: 57-68
INI
TENTANG SAKSI DAN KESAKSIAN.
Ada
2 macam saksi dan kesaksian, yaitu:
Saksi
yang palsu/saksi dusta.
Saksi
yang benar.
Malam
ini kita masih... Ibadah Doa Malam Session I Malang, 14 Februari 2012 (Selasa Malam)
Yohanes 14:16-18 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2011 (Senin Sore)
Pembicara:
Pdp. Youpri Matius
26: 21-25 26:21.
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya seorang di antara... Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Mei 2011 (Sabtu Sore)
ad. 7. Sengsara salib mengenai pemakaman-Nya Markus 15:47 15:47... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal
Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan
pergi... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 September 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-15 Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Mei 2009 (Kamis Sore)
Wahyu 22:20-21 'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan Yesus untuk datang kembali kedua... Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: ay.
57-68= SAKSI
DAN KESAKSIAN.
Kita
sudah mempelajari 2
macam saksi dan kesaksian
(mulai diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay.
59-62=... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2011 (Sabtu Sore)
Pembicara:
Pdp. Youpri Ardiantoro
Markus
16:1-4 16:1.
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus,
serta Salome membeli rempah-rempah... Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Mei 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 19-24 dalam susunan Tabernakel terkena pada Medzbah Dupa Emas, yaitu
persekutuan dalam penyembahan.
Ibadah Doa Malang, 21 April 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.
Matius 24:31 adalah...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius
24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kemunafikan
adalah ragi dan tabiat orang Farisi. Tapi ini juga termasuk ibadah
yang munafik.
Matius 6:
= ada 3 bentuk ibadah:
- Memberi sedekah.
- Berdoa.
- Berpuasa.
Ketiganya
ini diancam oleh kemunafikan. Karena itu kita berjaga-jaga terhadap
kemunafikan dalam ibadah.
Malam ini
kita pelajari bagian
kedua, yaitu kemunafikan dalam ibadah berdoa (ay. 5-7).
2
macam kemunafikan dalam ibadah doa:
- ay. 5= berdoa pada tikungan jalan supaya dilihat orang= berdoa
supaya dilihat orang atau supaya kelihatan suci.
- ay. 7= bertele-tele dalam doa seperti bangsa kafir yang
menganggap kalau banyak kata-katanya, maka akan menerima banyak. Doa
bangsa
kafir ini fokusnya hanya pada perkara-perkara duniawi (jasmani).
ay.
9-10= cara
berdoa yang sebenarnya adalah berdoa seperti yang
diajarkan Tuhan Yesus, yaitu kita berdoa supaya di bumi seperti
di
Surga. Artinya: meskipun kita masih hidup di bumi yang penuh suasana
kutukan, tapi
kita merasa dalam suasana Firdaus. Inilah doa yang bernilai
rohani.
ay. 11-13= 3
kebutuhan pokok supaya kita bisa bersuasana
Firdaus di bumi ini, yaitu:
- ay. 11= harus ada makanan
rohani (pembukaan Firman) yang
secukupnya yang bisa dinikmati.
Seperti dulu di taman Eden, Tuhan menyediakan pohon-pohon yang bisa
dimakan buahnya oleh Adam dan Hawa.
Kejadian 2: 8-9
Ada 3 macam buah pohon bagi
manusia yang boleh dimakan:
- buah pohon yang
boleh dimakan dengan bebas (ay.
16). Sekarang adalah Firman dalam urapan Roh Kudus= Firman yang
kita makan
dalam ibadah raya.
Kalau kita makan dan menikmati Firman Ibadah Raya (Pelita Emas), maka
Firman itu akan menjadi pelita dalam hidup kita.
Mazmur 119: 105
Pelita bagi kaki= supaya kita tidak tersandung dan tidak jatuh dalam
dosa
di tengah dunia yang gelap.
Terang bagi jalan= Firman Allah memberi arah supaya kita tidak tersesat
dan tidak terhilang di tengah dunia yang gelap, tetapi kita bisa
mencapai kota
terang (Yerusalem Baru).
- Kejadian 2: 9= buah pohon pengetahuan yang baik
dan yang
jahat. Ini menunjuk pada Firman yang kita terima pada Ibadah
Pendalaman
Alkitab (Meja Roti Sajian).
Firman ini akan memberi pengertian dan pengenalan yang lebih dalam
tentang Pribadi
Tuhan.
Kalau kita mengenal Pribadi
Tuhan, maka kita akan semakin mengenal diri
kita sendiri dalam segala kekurangan kita, bukan dalam kelebihannya,
karena kita semakin merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Dan kita tidak
akan bangga akan sesuatu hal.
Dan dalam Pendalaman Alkitab, kita juga lebih mengenal siasat setan,
sehingga kita tidak diperdaya oleh setan.
Mazmur 119: 15, 11
Kalau kita mengenal dan mengerti Tuhan lebih dalam, maka iman kita
makin teguh (Firman tertanam dalam hati), sehingga ada rem untuk tidak
berbuat dosa dan kita bisa hidup benar/suci.
Kalau sudah hidup benar/suci, itulah suasana Surga = mempunyai pelita
di tengah kegelapan.
- Kejadian 2: 9= buah pohon kehidupan. Ini
Firman Allah yang kita
makan dalam Ibadah Doa Penyembahan (Mezbah Dupa Emas). Ini sama dengan
Firman yang mendarah daging dalam hidup kita, sehingga kita berpikir,
bertindah dan berkata-kata seperti
Yesus.
Dan kalau Firman mendarah daging, kita mengalami pertumbuhan rohani
ke arah keselamatan sampai kesempurnaan (dewasa rohani) untuk bisa
menyambut
kedatangan Yesus kedua kali.
Jadi, inilah yang kita butuhkan untuk bisa hidup bahagia di bumi
ini dan kita dipisahkan dari suasana dunia ini.
Kalau
kita bisa makan makanan rohani dalam 3 macam ibadah yang sudah
disediakan oleh Tuhan, maka Tuhan sanggup menjamin makanan jasmani kita
secukupnya.
Amsal 30: 8-9
Makanan jasmani secukupnya, yaitu makanan jasmani yang bisa dinikmati
dan tidak akan kekurangan. Sehingga kalau ada makanan secukupnya, tidak
perlu kita mencari nafkah dengan
cara tidak halal.
Jadi, tidak perlu orang kristen mencari nafkah dengan cara tidak halal.
- Matius 6: 12= pakaian pengampunan.
Roma 3: 23
Sejak manusia berbuat dosa, maka manusia kehilangan pakaian dan jadi
telanjang.
Telanjang= dipermalukan dan tidak berharga.
Selain telanjang, akibat dosa adalah terpisah dari Tuhan (Yesaya 59: 1).
Terpisah dari Tuhan= kering rohani, tidak ada kepuasan dan tidak ada
kebahagiaan. Yang ada hanya penderitaan, air mata. Dan kalau terpisah
dari Tuhan,
Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa untuk kehidupan itu, sehingga
masalahnya tidak pernah selesai. Kalau dibiarkan, rohaninya akan mati.
Sebab itu, dosa apapun jangan disembunyikan dan jangan dipertahankan.
Efeus 2: 1
Mati rohani= hidup dalam dosa. Artinya: berbuat dosa, tapi tidak pernah
menyesali dosa dan malah menyalahkan orang lain.
Kematian rohani ini akan mengarah pada kematian kedua (api neraka).
Supaya manusia berdosa tidak telanjang, maka harus memiliki pakaian
pengampunan. Pakaian ini berasal dari pakaian Yesus yang dilucuti di
kayu salib. Yesus rela di lucuti pakaianNya untuk memberikan
pakaianNya pada manusia.
Proses untuk memperoleh
pakaian pengampunan:
- mengaku dosa pada Tuhan dan sesama. Dan jika diampuni,
jangan berbuat dosa lagi.
- mengampuni dosa orang lain dan melupakannya seperti Tuhan
mengampuni dosa kita dan melupakannya.
Kalau dosa-dosa sudah diselesaikan, tandanya adalah hati kita akan
merasa
damai sejahtera. Itulah suasana Surga dalam hidup kita. Bahkan sampai
di tengah badaipun, kita bisa merasa damai sejahtera.
Yang membuat
tidak damai sejahtera adalah dosa kita, bukan masalah
dalam hidup kita.
Kalau sudah damai, maka Tuhan sanggup menghancurkan musuh-musuh dan
kita ada kemenangan.
Roma 16: 20
- Matius 6: 13= rumah doa.
Artinya: kehidupan yang menjadi tempat untuk menyembah Tuhan =
kehidupan yang suka menyembah Tuhan.
Jangan terpaksa dalam menyembah Tuhan!
Kalau tidak jadi rumah Tuhan, maka akan menjadi sarang penyamun
(kehidupan kristen yang hidup dalam daging dengan segala hawa nafsu
dan keinginan). Di sarang penyamun itulah ada roh kejahatan.
Kita tinggal pilih, mau jadi rumah doa atau jadi sarang penyamun.
Yakobus 1: 13-15
Kalau ada hawa nafsu daging, maka dari sanalah pencobaan itu datang.
Keinginan daging itu punya daya pikat dan daya seret untuk memikat dan
menyeret anak-anak Tuhan keluar dari Firman Tuhan. Kalau sudah keluar
dari Firman Tuhan, hidup itu akan berbuat dosa dan jatuh dalam maut.
Hati-hati!
Jangan sampai kita dipikat dan diseret oleh keinginan daging.
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala hawa
nafsunya dan keinginannya supaya kita bisa menerima kehendak Tuhan dan
kita bisa taat
dengar-dengaran apapun resikonya (Ya Abba, Ya Bapa).
Makin tinggi
tingkat ketaatan kita, makin tinggi ukuran penyembahan
kita.
Kalau sudah taat dengar-dengaran, maka setan tidak bisa menjamah
kehidupan kita. Bahkan setan tritunggal kalah oleh ketaatan, pencobaan
tidak bisa menguasai = kita ada dalam tangan Gembala Agung dan bisa
menyembah Tuhan --> itu suasana surga.
Yohanes 10: 27-28
Dengan hidup dalam Tangan Tuhan, maka ada jaminan kepastian untuk hidup
sekarang sampai hidup kekal selama-lamanya.
Yesaya
40: 19
Rincian jaminan kepastian hidup dalam Tangan Tuhan yaitu
Tangan Gembala Agung akan memeluk kita dalam pangkuanNya, artinya:
- ada jaminan untuk hidup kita, perlindungan, kebahagiaan,
pemeliharaan dan
pertolongan dari Tuhan.
- Tangan Gembala Agung menuntun kita, artinya kita dituntun sampai
pada tahta Tuhan (penggembalaan terakhir) (Wahyu 7: 17).
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|