|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Februari 2011 (Senin Sore)
Matius
26: 6-13 26:6.
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, 26:7.
datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa... Ibadah Raya Malang, 15 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.
Di... Ibadah Natal di Jatipasar, 23 Desember 2011 (Jumat Pagi)
Tema: Wahyu 19:9 19:9 Lalu ia berkata kepadaku:... Ibadah Kaum Muda Remaja, 31 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah.
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian Pujian... Ibadah Doa Surabaya, 18 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
ay. 31= terjadi tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam... Ibadah Doa Surabaya, 24 Maret 2010 (Rabu Sore)
Pembicara:
Sdr. Gideon
Matius 25: 1-13
= kedatangan Ysus kedua kali
sebagai Mempelai... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Mei 2011 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Matius 26 terkena pada buli-buli... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 November 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 31-34 25:31.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua
malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia
akan bersemayam... Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 02 Juni 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:14-16 26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang... Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2011 (Rabu Sore)
Matius
26: 23-25 26:23.
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan
tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang... Ibadah Retreat Family II Malang, 04 Maret 2011 (Sabtu Pagi)
Wahyu 22:1 22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-68 14:66. Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di... Ibadah Raya Surabaya, 12 Desember 2010 (Minggu Sore)
Tema ibadah di Pulau Nias "Allah telah
melawat umat-Nya" Lukas 7: 16b,
11 7:16. Semua orang itu ketakutan dan... Ibadah Kaum Muda Malang, 16 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Dwi Antanusa
Markus 13:9-13, nubuat yang ketiga adalah... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius
26: 57-58 26:57.
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas,
Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 November 2010 (Senin Sore)
Matius
25 : 31-34
25:31.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua
malaikat bersama-sama dengan Dia, maka
Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan
memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama
seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33
dan Ia akan menempatkan domba-domba
di sebelah kanan-Nya
dan kambing-kambing
di sebelah kiri-Nya.
25:34
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di
sebelah kanan-Nya:
Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah
Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Matius
25 : 31-32
--> Pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali Yesus tampil
sebagai Raja diatas segala Raja dan sebagai Gembala Agung untuk
memisahkan domba dari kambing.
Matius
25 : 33
--> Posisi domba disebelah kanan dan posisi kambing disebelah
kiri.
Dasar
pemisahan:
Pengkhotbah
10 : 2
10:2
Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke
kiri.
- Domba
disebelah kanan adalah kehidupan yang memiliki Hikmat Surgawi yang
akan menempati Kerajaan Surga yang kekal (Matius
25 : 34),
Kandang Penggembalaan terakhir --> Yerusalem Baru.
- Kambing
disebelah kiri adalah kehidupan yang tidak memiliki Hikmat -->
bodoh yang akan masuk dalam api neraka kekal selama-lamanya (Matius
25 : 41).
Bagaimana
kita mendapatkan Hikmat Surgawi:
Yakobus
3 : 13
3:13.
Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan
cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh
hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
Permulaan
Hikmat : Takut
akan Tuhan
(sudah selesai dibahas).
Malam
ini --> HIKMAT
SURGA BERASAL DARI KELEMAHLEMBUTAN
Yakobus
1 : 19-22
1:19.
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang
hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,
dan juga lambat untuk marah;
1:20
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
1:21
Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang
begitu banyak itu dan terimalah
dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu,
yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar
saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Apa
itu atinya kelemahlembutan:
Titik
beratnya ada pada Yakobus
1 : 21.
Jadi
kelemahlembutan
artinya bisa menerima Firman Allah terutama Firman Pengajaran yang
keras,
Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Prosesnya
menerima Firman:
- Yakobus
1 : 19
1:19.
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang
hendaklah cepat
untuk mendengar,
tetapi lambat
untuk berkata-kata,
dan juga lambat
untuk marah;
Proses
yang pertama yaitu cepat
untuk mendengar Firman Allah.
Ibrani 5 : 11 5:11
Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar
untuk dijelaskan, karena
kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 5:12
Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya
menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok
dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan
keras.
Cepat
mendengar Firman artinya: Jangan
lamban dalam mendengar Firman Allah sama dengan jangan hanya
mendengar Firman penginjilan/susu tetapi harus bisa mendengar Firman
Pengajaran yang keras sampai mengerti Firman Allah.
Dalam
Yakobus 1 : 19,
kalau mengerti Firman Pengajaran yang keras ada tandanya /buktinya,
yaitu lambat
untuk berkata-kata (banyak berdiam diri) dan lambat untuk marah.
- Proses
yang kedua yaitu percaya/yakin
akan Firman Pengajaran yang keras
dan Firman Pengajaran yang keras akan menjadi iman, tertanam dalam
hati.
Istilah tertanam dalam hati, artinya sulit dicabut.
- Yakobus
1 : 22
1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi
pelaku firman
dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu
menipu diri sendiri.
Proses
yang ketiga yaitu menjadi
pelaku Firman Allah
(taat
dengar-dengaran pada Firman Pengajaran yang keras).
Hasilnya
: kita
menerima hikmat Surga
(buah-buah dari Firman).
Kegunaan
hikmat dari surga:
- Matius
7 : 24-25
7:24
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya,
ia sama dengan orang yang bijaksana, yang
mendirikan rumahnya di atas batu. 7:25
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda
rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas
batu.
Kegunaan
pertama yaitu membangun
dasar dari rumah rohani (tubuh Kristus) di atas batu karang,
artinya
tahan
uji/tahan banting
(tidak mudah putus asa, kecewa).
Tahan
uji untuk menghadapi 3 macam pencobaan
:
- Menghadapi
hujan lebat
(Matius
7 : 25).
Ini
menunjuk setan dengan roh
jahat dan roh najis
sebagai sumbernya dosa (sebagai pemicu dosa sampai puncaknya dosa)
yang bisa membinasakan/ merubuhkan rumah.
Tahan
uji menghadapi hujan artinya
tidak
mau berbuat dosa
sekalipun ada kesempatan, keuntungan, ancaman, dan godaan, sehingga
bisa hidup
dalam kebenaran.
- Menghadapi
angin kencang
(Matius
7 : 25).
Ini
menunjuk nabi
palsu dan ajaran palsu/ajaran
lain (sekalipun pengajarannya beda/selisih sedikit) yang bisa
membinasakan/merubuhkan rumah.
Efesus
4 : 14 4:14
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang
diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran,
oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang
menyesatkan,
Tersesat,
artinya tidak sampai Yerusalem baru (dibinasakan).
Tahan
uji menghadapi angin kencang artinya:
- tegas
untuk menolak ajaran palsu (tidak memberi kesempatan untuk
mendengar pengajaran lain sekalipun hanya satu kali).
- tegas
untuk berpegang teguh pada pengajaran yang benar.
- Menghadapi
banjir
(Matius
7 : 25).
Ini
menunjuk antikris
dengan kekuatan mammon,
ikatan akan uang, sehingga membuat kikir dan serakah. Ini sama
dengan penyembahan berhala.
Tahan
uji menghadapi banjir artinya
bisa
mengatakan lebih bahagia memberi daripada menerima.
Dan
kita bisa memberikan:
- perpuluhan
milik Tuhan.
- persembahan
khusus untuk pekerjaan Tuhan.
- kepada
sesama yang membutuhkan dan kita lakukan terus menerus sampai
dengan bahagia.
- sampai
sewaktu-waktu kita bisa menyerahkan
seluruh kehidupan kita kepada Tuhan
(puncak kebahagiaan), menjadi mempelai wanita Tuhan dan kita bisa
bahagia bersama Dia.
Hagai
2 : 19-20 (2-19)
Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari
yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai
dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah (2-20)
apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon
anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah?
Mulai
dari hari ini Aku akan memberi berkat!"
BILA
TAHAN UJI, MEMILIKI HIKMAT (MELETAKKAN/MEMBANGUN DASAR YANG
KUAT).
Hasilnya:
Tuhan
memberikan berkat-berkat:
- Berkat
Rohani : semangat melayani, ada pengurapan.
- Berkat
jasmani : Tuhan memberkati untuk memelihara kita ditengah dunia
yang sulit.
- Amsal
9 : 1
9:1.
Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan
ketujuh tiangnya,
Setelah
dasar dibangun maka mulai membangun tiang-tiang (7 tiang). Kegunaan
yang kedua: hikmat
surga untuk membangun rumah rohani dengan membangun/menegakkan 7
tiang.
Yakobus
3 : 17 3:17
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama
murni,
selanjutnya pendamai,
peramah,
penurut, penuh belas kasihan
dan buah-buah yang baik, tidak
memihak dan tidak munafik.
7
tiang:
- Murni:
kesucian sampai dalam hati (bukan sok suci).
- Pendamai:
saling mengaku dan salaing mengampuni sehingga tidak ada kepahitan
dan iri hati.
- Peramah:
tidak suka marah, tidak suka menonjolkan diri.
- Penurut:
taat, mau menerima koreksi.
- Penuh
belas kasihan.
- Tidak
memihak:
hanya memihak Tuhan, tidak memihak golongan muda, golongan tua,
atau organisasi.
Memihak
Tuhan=
memihak pengajaran yang benar,=menyandang pedang. Contohnya:
Suku Lewi menyandang pedang untuk membunuh orang Israel yang
menyembah berhala.
- Tidak
munafik:
tidak pura-pura, jujur.
Contohnya:
- Yudas
marah saat ada perempuan mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak yang
mahal, padahal sebenarnya Yudas ingin uangnya dimasukkan dalam kas
--> ada ikatan akan uang.
- Yudas
mencium Tuhan Yesus di Taman Getsemani untuk menyerahkan Dia.
KALAU
7 TIANG SUDAH TERPASANG DARI MURNI SAMPAI JUJUR MAKA KITA BISA
MEMBANGUN TEMBOK, MASUK PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS dan saling
mengasihi (seperti
tembok Yerusalem Baru temboknya besar).
Mazmur
122 : 7 122:7
Biarlah kesejahteraan
ada di lingkungan tembokmu,
dan sentosa di dalam purimu!"
Bila
kita membangun tembok, saling mengasihi mulai dari murni/suci sampai
jujur maka hasilnya: ada
kesejahteraan. Yaitu perlindungan/perhatian Tuhan dan ada
kebahagiaan surga.
- Lukas
12 : 41-42
12:41.
Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan
perumpamaan itu atau juga semua orang?" 12:42 Jawab Tuhan:
"Jadi, siapakah pengurus
rumah yang setia dan bijaksana
yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya
untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
Kegunaan
yang ketiga yaitu membuat
kita setia dan bijaksana.
Setia
dalam Ibadah Pelayanan atau tahbisan:
- Mulai
dari Gembala setia memberi makan domba-domba.
- Domba
domba setia makan Firman/ setia dalam Ibadah Pelayanan.
Pengkhotbah
10 : 18a 10:18
Oleh karena kemalasan runtuhlah atap,
KALAU
KITA SETIA, SAMA DENGAN MEMBANGUN ATAP YANG KUAT. Kalau
tidak setia atapnya jebol/runtuh dan terjadi banjir. Kesetiaan
dalam ibadah pelayanan sama dengan membangun atap rumah rohani yang
kuat/yang kokoh.
Kidung
Agung 8 : 9 8:9
Bila ia tembok, akan
kami dirikan atap perak di atasnya;
bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.
Dalam
Kidung
Agung 8 : 9,
atap perak menunjuk pada penebusan dari dosa, hidup suci.
Jadi,
membangun atap yang kokoh, bagaikan membangun atap dari perak.
2
Samuel 22 : 25-26 22:25
Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai
dengan kesucianku
di depan mata-Nya. 22:26 Terhadap orang yang setia
Engkau berlaku setia,
terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak
bercela,
Bila
kita suci dan setia maka Tuhan juga berlaku setia atas kehidupan
kita dan Tuhan tidak menipu kita.
Hasilnya:
- Ibrani
2 : 17-18
2:17
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan
saudara-saudara-Nya, supaya
Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia
kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena
pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
- Tangan
Tuhan yang setia dan berbelas kasihan diulurkan untuk mendamaikan
dosa-dosa kita
di saat kita lengah dan jatuh dalam dosa.
- Untuk
menolong
kita dari segala pencobaan,
artinya menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil.
- 1
Tesalonika 5 : 23-24
5:23.
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan
kamu seluruhnya
dan semoga
roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada
kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. 5:24
Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia
juga akan menggenapinya.
Tuhan
mengulurkan tangan yang setia dan menggenapi janjinya, yaitu
menyucikan
tubuh, jiwa, roh kita sampai dengan tidak bercacat cela,
menjadi sempurna seperti Yesus, kita menjadi mempelai wanita
Surga pada saat kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali sampai duduk di
tahta Surga.
2
Timotius 2 : 13 2:13
jika
kita tidak setia, Dia tetap setia,
karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
Bila
kita tidak setia, dan Tuhan tetap setia=
Tuhan
masih memberi kemurahan supaya kita kembali kepada Tuhan.
Malam
ini, lewat perjamuan
suci,
masih ada kesempatan untuk kembali kepada Tahan Uji (membangun
dasar), saling mengasihi (murni sampai jujur --> 7 tiang), dan
kembali kepada kesetiaan dan kesucian.
Tuhan
Memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|