English Language
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 September 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 14 Februari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Banyak hal yang harus kita jaga hari-hari ini (kesehatan,...

Ibadah Doa Malang, 28 Juni 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan...

Ibadah Raya Malang, 04 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Matius...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
ay. 1= Yesus akan datang kembali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja...

Ibadah Doa Malang, 14 Januari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 September 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Malang, 10 Januari 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Desember 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita membahas ayat. 31 (keadaan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Juli 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam susunan Tabernakel, Lukas 7:1-35 menunjuk pada...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Kita berada dalam KITAB WAHYU (PENDAHULUAN)

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dari Alkitab. Dalam susunan tabernakel kitab Wahyu terkena kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Januari 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Maret 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Manokwari, Papua: Markus 10: 45
10:45. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Ini adalah teladan dari pelayanan Yesus.
Ada dua macam teladan dari pelayanan Yesus:

  1. Teladan pelayanan Yesus yang pertama: 'Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani''= tidak menuntut hak, tetapi hanya melakukan kewajiban.
    Ini sama dengan pengabdian diri--bahasa kasarnya: hanya pesuruh. Hamba/pelayan Tuhan itu hanya pesuruh.

    Mazmur 104: 4
    104:4. yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

    Pelayan Tuhan sama dengan suruhan Tuhan (angin dan api); hanya pesuruh.
    Seringkali kita merasa melayani tetapi sesungguhnya mau dilayani; menuntut hak.

    "Dulu saya berpuasa, kemudian sore hari hujan lebat, orang yang datang sedikit, saya marah dalam hati: 'Aku sudah berpuasa, jemaat ini tidak tahu diri, tidak mau datang.' Sepertinya melayani--berpuasa--, padahal sebenarnya mau dilayani karena menuntut hak. Saat kita menuntut hak, itu berarti mau dilayani, bukan melayani."

    Kalau pesuruh menuntut hak, ia akan jadi perusuh; mencerai-beraikan tubuh Kristus. Mulai dari dalam nikah dan penggembalaan, hati-hati. Kalau menuntut hak, kita akan jadi perusuh, nikah akan tercerai-berai. Dalam penggembalaan kalau menuntut hak, hanya akan jadi perusuh; mencerai-beraikan tubuh Kristus, dalam fellowship dan organisasi gereja juga.

    Lukas 17: 7-10
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh
    makan dan minum.
    17:9. Adakah ia
    berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
    17:10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

    (terjemahan lama)
    17:10. Demikianlah juga kamu, apabila kamu sudah berbuat segala perkara yang diperintahkan atasmu itu, berkatalah: Bahwa kami ini hamba yang tiada berguna; kami hanya berbuat barang
    yang wajib atas kami."

    Ada tiga macam hak yang sering dituntut:


    • Menuntut makan minum (upah secara jasmani), sehingga pekerjaan Tuhan sekarang menjadi profesi; semua dihitung dengan uang.
      Kalau jadi profesi, memang dapat uang--seperti kerja di dunia--, tetapi tidak ada jaminan untuk menerima upah hidup kekal (upah yang rohani).

      Kalau melayani dengan tahbisan--pelayanan kepada Tuhan--, di situ ada upah yang dobel: untuk hidup sekarang sampai hidup kekal selamanya.


    • Menuntut ucapan terima kasih= pujian atau penghormatan. Tuhan berkata: Barangsiapa melayani Aku, dia dihormati Bapa.
      Jadi tidak perlu mencari hormat. Kalau tahbisan kita benar, jangankan manusia, Bapa di sorga saja menghormati kita. Tidak usah cari hormat atau pujian.

      Itu yang sering dituntut. Kalau kita menuntut penghormatan, lama-lama akan gila hormat. Kalau dilanjutkan, akan gila-gilaan, tidak masuk akal lagi, sampai orang berkata: Masak hamba Tuhan begitu?
      Ingat, kita hanya pesuruh!

      "Kalau guru dan gembala saya, Pdt In Juwono dan Pdt Pong mengatakan: kuli. Maaf, bukan pekerjaan yang tidak baik. Tetapi maksudnya adalah kita harus tahu diri bahwa kita hanya kuli/pesuruh, jangan menuntut-nuntut."


    • Menuntut kedudukan karena merasa berjasa, padahal sebenarnya kita hanya hamba yang tidak berguna, tidak bisa apa-apa.


    Kalau menjadi imam yang menuntut hak, ia tidak akan melakukan kewajiban; hanya menjadi perusuh/pengacau yang mencerai-beraikan, dan menuju Babel--kacau balau menunjuk pada Babel.

    Yesus memberi teladan yaitu Ia hanya melakukan kewajiban, tidak menuntut hak.
    Mulai dari rumah tangga, mau jadi suami atau isteri, jangan menuntut hak, melainkan melakukan kewajiban (pengabdian diri). Kalau menuntut--jadi perusuh--, rumah tangga akan rusuh, hancur, dan tercerai-berai.

    Dalam penggembalaan atau fellowship kita berkomitmen untuk mau melayani (pengabdian diri), bukan menuntut hak.

    Lukas 17: 8
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Urusan kita adalah melayani Tuhan dengan memakai ikat pinggang--melayani dengan kesetiaan dan kebenaran.
    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Melayani dengan berikat pinggang sama dengan memberi makan minum Yesus; memuaskan hati Yesus. Biar hebat kalau tidak setia, tidak ada gunanya; berkhotbahnya hebat tetapi tidak pernah khotbah, tidak ada gunanya.
    Setia dan benar, itu ukurannya.

    Kalau Tuhan sudah dipuaskan, hasilnya:


    • 'sesudah itu engkau boleh makan dan minum'= urusan makan minum kita sampai masa depan kita menjadi urusan Tuhan. Sekolah, bekerja yang baik, tetapi ditambah dengan menjadi pesuruh Tuhan--imam-imam--yaitu melayani Tuhan dengan setia dan benar. Itu saja!

      Kalau tidak menjadi pesuruh Tuhan, ia akan menjadi pesuruh setan, dan hancur semua.


    • Tuhan juga memuaskan kita; kita mengalami kepuasan dan kebahagiaan sorga, kita selalu mengucap syukur.
    • Ditambah bonus: keuntungan besar, itulah dua sayap burung nasar yang besar, untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, kemudian mengangkat kita ke awan-awan, sampai bertemu Yesus dan mencapai hidup kekal.

      Pada zaman antikris semua tidak berlaku kecuali menyembah dia.
      1 Timotius 6: 6
      6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.


  2. Teladan Yesus yang kedua: Yesus memberikan nyawa-Nya bagi kita.
    Artinya: pelayanan harus disertai dengan pengorbanan: waktu, tenaga, pikiran, perasaan, sampai berkorban nyawa, kecuali firman pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan, sebab itu merupakan pribadi Yesus, kalau dikorbankan berarti menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya dan akan dibinasakan.

    Segala pengorbanan atau pelayanan, tanpa firman pengajaran yang benar tidak ada gunanya. Karena itu kita harus tegas untuk sungguh-sungguh berpegang pada firman pengajaran yang benar. Jangan dicampur-campur, tidak ada gunanya.

    Salomo hebat luar biasa, tetapi begitu ia meletakkan pedangnya--tanpa pengajaran yang benar tetapi mengikuti suara isterinya--, hancur semua, tidak ada bekasnya, sampai Bait Suci Salomo juga hancur, tinggal satu tembok yang sekarang namanya tembok ratapan.

    "Di tembok ratapan itulah orang Israel meratap. Apa yang diratapkan? Supaya Bait Allah Salomo dibangun kembali karena mereka mengerti kalau ada Bait Allah di sana, Tuhan akan ada di sana, Raja ada, kemakmuran ada; semua makmur, semua hebat; ada kemuliaan Tuhan. Sayang, mereka terpaku pada yang jasmani. Kita sudah lebih maju, karena Yesus berkata: Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali, itulah pembangunan tubuh Kristus. Mereka masih sampai pada yang jasmani.
    Waktu kali kedua saya ke Israel, agak siang kami ke tembok ratapan, mereka panas-panas berdoa terus di tembok ratapan, untuk meminta Bait Allah yang jasmani dibangun kembali. Mereka masih sampai pada yang jasmani; begitu ngotot untuk jasmani. Kita sudah sampai pada yang rohani yaitu pembangunan tubuh Kristus. Itu doa saya saat di sana, yaitu supaya mereka mengerti dan bisa menerima kabar mempelai dan masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.
    "

    Tanpa pengajaran yang benar, semua akan sia-sia, biar hebat sekalipun.
    Firdaus tanpa pengajaran yang benarpun tidak ada gunanya; sia-sia dan kutukan. Ketika Adam dan Hawa berpegang pengajaran yang benar, ada suasana Firdaus.

    Banyak orang berkata: Pengajaran itu sulit, tidak bisa praktik. Padahal pengajaran yang benar itu sederhana saja: Semua boleh dimakan kecuali satu. Kalau perintahnya: Hanya satu yang boleh dimakan, lainnya tidak boleh, baru berat.
    Selama berpegang pada pengajaran yang benar, ada Firdaus, tetapi begitu tidak ada pengajaran yang benar--mereka tidak taat--, Firdaus hilang dan menjadi kutukan. Percayalah!

    Karena itu kita harus tegas, tidak ada kompromi sedikitpun, begitu kompromi, semua akan hilang--kemuliaan, kehormatan Salomo hilang semua--, tidak ada artinya semua, sia-sia.

    Gereja besar, jemaat banyak, tanpa pengajaran yang benar, sia-sia. Gaji besar tanpa pengajaran yang benar, sia-sia. Ibadah pelayanan tanpa pengajaran yang benar, sia-sia, hanya menyalibkan Yesus yang kedua kali.

    Harus tegas hari-hari ini! Bukan berarti di sini yang paling benar, tetapi alkitab yang benar.

    "Seorang hamba Tuhan masih suka ke sana-sini karena keras hati. Beberapa kali diterangkan tentang pokok anggur, baru kemarin dia bisa bersaksi: 'Oh pokok anggur itu bukan pak Widjaja ya?': 'Siapa yang bilang pokok anggur itu pak Widjaja? Pokok anggur itu Yesus.' Pdt In Juwono selaku ketua umum saja berkata: Bukan saya yang menjadi pokok anggur. Semua adalah ranting, tidak ada yang jadi pokok. Pokok anggur hanya Tuhan Yesus (pengajaran yang benar). Ini yang harus kita tegaskan hari-hari ini: tanpa pengajaran yang benar, semua akan menjadi sia-sia dan menuju kebinasaan."

    Kaum muda, jangan takut berkorban untuk Tuhan! Tetapi jangan ngawur! Siang biasanya tidur, kali ini jangan tidur, gunakan untuk belajar supaya bisa ke gereja. Tidak usah takut berkorban apapun, Tuhan tidak menipu kita.
    Yohanes 10: 17-18
    10:17. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
    10:18. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

    'memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri'= memberi dengan kerelaan hati; tidak ada paksaan.
    Jangan takut untuk berkorban apapun demi pekerjaan Tuhan/pembangunan tubuh Kristus, asal berdasarkan dorongan firman pengajaran yang benar! Apa yang kita korbankan tidak hilang, tetapi Tuhan sanggup mengembalikannya kepada kita, bahkan Dia sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada--Dia adalah Jehovah Jireh.

    "Waktu keledai mau ditunggangi Yesus, Ia berpesan pada murid-Nya: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini."
    Sekalipun kaum muda kalau mau dipakai sepenuh oleh Tuhan, tidak ada masalah. Dulu saya bodoh, sepuluh tahun lari karena takut tidak bisa makan. Orang tua saya pedagang, tidak punya gereja, kalau punya sekolah alkitab masih bisa pulang setelah lulus. Kalau tidak punya gereja, pulang, mau jaga toko lagi? Itu pikiran saya waktu itu. Salah! Tuhan sanggup mengembalikan semua--Jehovah Jireh.
    "

    Matius 27: 33
    27:33. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.

    Yesus memberikan nyawa-Nya di Tempat Tengkorak.
    Tengkorak= kepala orang yang sudah mati.
    Jadi Yesus tampil sebagai Kepala yang bertanggung jawab atas tubuh-Nya sampai mati di kayu salib. Jangan ragu-ragu!

    Kalau kita punya kepala kantor atau kepala sekolah yang rela berkorban ini itu, kita sudah senang. Tetapi Yesus berkorban nyawa sebagai tanggung jawab kepada tubuh-Nya.

Inilah dua teladan dari pelayanan Yesus: tidak menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban; menjadi pesuruh, bukan perusuh. Kita melayani dengan berikat pinggang--setia dan benar. Yang lain urusan Tuhan sampai kita menerima dua sayap burung nasar yang besar.
Yang kedua: pengorbanan. Jangan takut! Tuhan akan mengembalikan--Jehovah Jireh. Bahkan sebagai teladan, Yesus memberikan nyawa-Nya di Tempat Tengkorak, Ia tampil sebagai Kepala yang bertanggung jawab atas tubuh-Nya sampai mati di kayu salib.
Hargai dan hormati kepala yang sudah jadi tengkorak!

"Manusia saja menghargai tengkorak. Di Tana Toraja, di kuburannya berserakan tulang belulang. Ada turis main-main, tulangnya dipegang, tengkoraknya dipegang, lau bergaya mau menginjak tengkoraknya, marah semua. Tengkoraknya orang saja dihargai, apalagi Yesus yang sudah menjadi kepala yang mati di kayu salib, mari kita hargai dan hormati."

Oleh karena itu, jangan ragu untuk menjadi imam (hamba/pelayan Tuhan)--pesuruh Tuhan--yang aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--pelayan yang setia dan benar, dan pelayan yang berkorban apapun untuk Tuhan kecuali pengajaran yang benar.
Ibadah atau fellowship tanpa pengajaran yang benar, tidak ada gunanya, malah menghina Tuhan.

Jangan banyak pertimbangan! Suku Efraim banyak pertimbangan saat diajak berperang melawan musuh. Saat semua menang, dia marah kenapa kok tidak diajak. Akhirnya suku Efraim sendiri diperangi oleh Israel, dan mereka disembelih (Hakim-hakim 12: 1-6).
Efraim banyak pertimbangan: Nanti....kalau.... Itu bahasanya setan. Kalau bahasa Tuhan: Nantikanlah!

Kalau banyak pertimbangan, akhirnya akan berteman dengan musuh. Layani Tuhan dengan setia dan benar, dan dengan pengorbanan-pengorbanan. Jangan ragu!
Aktif dalam pembangunan tubuh Kristus sama dengan menempatkan Yesus sebagai Kepala.

Dalam surat Efesus ada tiga kali penampilan Yesus sebagai Kepala--semua untuk kita--:

  1. Efesus 1: 22-23
    1:22. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
    1:23. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

    'Jemaat yang adalah tubuh-Nya' = kita masuk pembangunan tubuh Kristus; menempatkan Yesus sebagai kepala.

    Penampilan Yesus yang pertama sebagai Kepala: Yesus sebagai Raja di atas segala raja.

    Buktinya: segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki-Nya--kemenangan.
    1 Korintus 15: 25-26
    15:25. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
    15:26. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah
    maut.

    Kalau musuh terakhir kalah, berarti musuh yang lain sudah kalah lebih dulu.
    Yesus tampil sebagai Raja segala raja untuk mengalahkan semua musuh, sampai musuh terakhir yaitu maut atau dosa.

    Ini gunanya kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yaitu supaya kita menang atas maut (dosa). Kalau Yesus tidak jadi kepala kita, kita akan ditelan maut/dosa, dan binasa selamanya.

    Yesus sebagai Raja di atas segala raja juga mengangkat kita sebagai raja-raja; orang yang menang atas maut, bukan kaya.
    Ukuran raja bukan kaya atau miskin, tetapi menang atas maut; Yesus adalah raja, tetapi Ia lahir di kandang--miskin. Kaya atau miskin terserah, yang penting menang atas dosa.

    Praktik menang atas dosa:


    • Hidup benar dalam segala aspek hidup kita.
    • Berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Ajaran palsu membawa maut; membinasakan. Dosa juga membinasakan.


    Jadi raja-raja adalah kehidupan yang menang atas dosa dan ajaran palsu, tidak bimbang/ragu untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.
    2 Petrus 2: 1
    2:1. Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

    Dosa kecil atau besar sama-sama membawa maut. Yang benar adalah jangan berbuat dosa besar ataupun kecil! Ajaran sesat juga membinasakan.
    Pegang teguh pada pengajaran yang benar, supaya kita menang melawan ajaran palsu; tidak dibimbangkan dan disesatkan ajaran palsu.

    Ajaran palsu ini dimasukkan sedikit demi sedikit--seperti racun diberikan sedikit demi sedikit--sehingga rohani kering, sakit, sampai mati. Karena itu Tuhan selalu tegaskan untuk lari dari suara asing (menghindar). Jangankan mendengar, domba-domba akan lari terhadap suara asing.

    Suara asing= ajaran-ajaran lain--termasuk gosip--yang tidak senada dengan firman penggembalaan yang benar (suara gembala).
    Kalau tidak lari, cepat atau lambat akan bimbang, dan akhirnya pasti memilih yang tidak benar.

    Di sinilah tugas seorang gembala. Gembala manusia yang diurapi Roh Kudus memiliki karunia menimbang roh yang bisa membedakan ajaran benar dan ajaran yang palsu, sehingga ia bisa menyediakan makanan yang benar bagi domba-domba supaya jemaat bertumbuh ke arah kedewasaan rohani sampai kesempurnaan.

    Inilah menempatkan Yesus sebagai kepala; Raja segala raja. Dia Raja, dan kita menjadi raja-raja yang menang atas maut/dosa dan ajaran palsu.

    Praktiknya: hidup benar dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Kalau kita sudah berpegang teguh pada pengajaran benar dan hidup benar kita sudah dipagari dengan kain lenan halus (kebenaran)--pagar halaman Tabernakel; pagar kebenaran. Kita sudah terpisah dari dunia yang terkutuk, untuk menuju ke Firdaus--sekarang dalam suasananya.

    Mazmur 5: 13
    5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Kita dipagari dengan berkat dan anugerah sehingga kita bersuasana Firdaus---berpindah dari suasana kutukan kepada firdaus. Yang lain letih lesu, berbeban berat, tetapi kita mulai ada titik terang. Mari layani Tuhan; menjadi imam-imam (tim doa dan sebagainya). Jangan terlalu banyak pertimbangan, dan carilah yang benar!

    Suku Efraim banyak pertimbangan, sehingga mati di tempat penyeberangan (tidak bisa berkata "syibolet", tetapi "sibolet"), padahal di situlah Elia naik ke sorga. Nanti juga terjadi pemisahan antara yang berkata 'Haleluya' dan 'bukan Haleluya.' Lidah inilah pemisahan terakhir.

    Yang benar 'syibolet', yang tidak benar 'sibolet', hanya selisih sedikit, tetapi itulah ketajaman pedang yang memisahkan. Ada yang menyeberang (naik ke atas), ada yang ketinggalan juga.


  2. Efesus 4: 15-16
    4:15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
    4:16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh
    pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

    Penampilan Yesus yang kedua sebagai Kepala: Yesus adalah Kepala dari pelayanan= Yesus sebagai Imam Besar, kepala dari imam-imam.

    Sebagai Imam Besar, Yesus mengangkat kita menjadi imam-imam (angin dan api); hamba Tuhan/pelayan Tuhan.
    Imam adalah:


    • Seorang yang suci. Kalau suci, akan diberi jabatan pelayanan.
    • Seorang yang memangku jabatan pelayanan.

      "Kita ini ada tiga puluh enam jabatan pelayanan. Ada tim doa yang tidak kelihatan dan lain sebagainya."


    • Seorang yang beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan berikan, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya. Imam ditahbiskan untuk selama-lamanya.


    Jadi menempatkan Yesus sebagai Kepala adalah jadi raja yang menang atas maut--hidup benar, pegang teguh pada pengajaran yang benar, dan mendapatkan lenan halus; pagar berkat anugerah; kita berpindah dari suasana kutukan ke suasana Firdaus--, kemudian, Yesus sebagai Imam Besar kita diangkat menjadi imam-imam--suci, selalu berada di ruangan suci; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; kandang penggembalaan.

    Kalau sudah suci dan berada di ruangan suci, Tuhan akan memberikan jabatan pelayanan--seorang yang memangku jabatan pelayanan. Kalau Tuhan sudah memberikan jabatan pelayanan, kita juga akan menerima karunia Roh Kudus.

    Karunia Roh Kudus= kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melayani Tuhan--kita bisa melakukan jabatan pelayanan. Contohnya: gembala bisa memberi makan jemaat. Kalau tidak ada karunia, tidak akan bisa memberi makan jemaat.
    Sebagai seorang imam kita berjuang untuk beribadah melayani Tuhan dengan setia-benar, setia-baik sampai garis akhir. Jangan sampai malas! Kalau malas pasti jahat.

    Matius 25: 26, 30
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Kalau tidak setia--malas--, pasti jahat. Harus setia! Imam itu S1 (suci), S2 (setia).
    Jahat=


    • Cinta akan uang; mencuri milik Tuhan--persepuluhan dan persembahan khusus--dan sesama. Mulai dari gembala jangan sampai mencuri milik Tuhan.
    • Menghakimi/menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.
      Matius 25: 24
      25:24. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

      Orang yang tidak setia (malas dan jahat) ini malah menyalahkan Tuhan.


    Akibatnya: dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Pelayanannya jadi gelap--membabi buta--, hancur. Kalau ibadah pelayanan hancur, semua akan hancur, kehilangan segala-galanya.
    Tuhan tolong, jangan sampai kita membabi buta, tetapi bekerja dalam terang.

    Pertahankan untuk bekerja di dalam terang--setia-benar, setia-baik, dan dalam kesucian. Inilah pelita yang tetap menyala, dan kita bisa menembusi segala kegelapan jasmani: kesulitan ekonomi dan lain-lain, dan kegelapan rohani: kehancuran nikah, kehancuran pelayanan, dosa (makan minum, kawin mengawinkan), ajaran palsu, sampai antikris. Sampai nanti kita menjadi terang dunia dan masuk kota Terang--Yerusalem baru.

    "Kehancuran pelayanan ini tidak terduga. Kemarin kami mengunjungi Manokwari, terjadi juga. Tidak bisa bicara, bagaimana kehancuran pelayanan. Mendengar yang benar malah dibantah. Tuhan tidak diam. Kalau yang benar dibuang, gelap akan datang. Kalau yang benar diterima, terang akan datang. Hati-hati! Kita mendengar firman dan melayani harus dengan benar. Kalau tidak, yang gelap akan datang, hancur semua. Saya hanya bisa berdoa. Jangan sampai ini melanda kita semua. Jangan keluar dari rel kesucian, kesetiaan, dan kebenaran, supaya terang tetap menyala. Sungguh-sungguh! Gereja besarpun kalau menolak yang benar, akan hancur."

    Mengapa Yesus sebagai Kepala--Imam Besar dan Raja segala raja--mengangkat kita menjadi imam dan raja? Supaya kita menjadi batu hidup yang dipakai dalam pembangunan rumah rohani; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    'pembangunan suatu rumah rohani' = pembangunan tubuh Kristus.
    'imamat kudus' = imam dan raja.
    'batu hidup'= batu indah.
    Kalau tidak dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, akan dipakai dalam pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita setan  yang akan dibinasakan.

    Hanya ada dua ini, tidak ada netral! Netral itu berarti rusak. Seperti mobil, sombongnya luar biasa, gasnya diinjak sampai habis, tetapi tidak jalan-jalan. Hanya suaranya yang keras. 

    Karena itu Tuhan rela mati di Tempat Tengkorak untuk mengangkat kita menjadi imam dan raja, supaya kita menjadi batu hidup yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, jangan sampai dipakai Babel yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan untuk dibinasakan.

    Batu hidup artinya:


    • Hidup dari kemurahan Tuhan sehingga bisa hidup di mana saja, kapan saja, situasi apa saja sampai hidup kekal. Bangsa kafir adalah batu keras/batu mati, tetapi diangkat jadi batu hidup karena Yesus yang mati.


    • Batu hidup= batu indah, artinya: semua menjadi indah, sampai yang terindah saat Tuhan datang kembali, kita bersama Dia.


    Yang penting setia-benar dan setia-suci, di situ ada jaminan dari Tuhan--menjadi batu hidup dan batu indah. Jangan terpancing!

    "Awal melayani saya sudah mau mundur karena tidak bisa makan dan tidak bisa minum. Salah! Setan pintar, tetapi jangan terpancing (saat kita lemah kita dipancing setan). Kalau lari, kita akan kembali jadi batu keras."

    Jangan sampai terpancing karena penderitaan. Yang penting kita tahu rencana Tuhan yaitu menjadikan kita batu hidup dan batu indah. Dia yang sudah mati di Tempat Tengkorak (Dia bertanggung jawab), kita tinggal menunggu waktunya saja.

    Jaga kesucian dan kesetiaan, itu saja!
    Hidup kita akan disusun rapi, diatur oleh Tuhan--jadi rapi dan teratur. Hidup kita ditata rapi, indah, tidak semrawut lagi.

    "Saya mengalami, sebelum tiga macam ibadah, hidup kacau. Setelah masuk, hidup ditata rapi."

    Kita semua sungguh-sungguh dan biarkan Dia yang menata sampai kita menjadi mempelai wanita sorga--kita berada dalam kerajaan sorga untuk selamanya; ini yang terindah. Kita berdoa untuk pribadi, nikah rumah tangga, dan penggembalaan.

    Jangan pernah menyesali panggilan Tuhan karena Ia tidak pernah menyesali panggilan dan pilihan-Nya kepada kita! Maju terus! Tuhan tolong kita semua.
    Kalau kita sampai menyesali panggilan dan pilihan--tersandung, jatuh, tidak setia tetapi meninggalkan jabatan pelayanan--, kita akan kembali jadi batu keras, bertambah keras lagi akan jadi batu kilangan--berputar terus, susah hidupnya, tidak pernah terangkat--, sampai tenggelam di lautan api dan belerang--dipakai Babel.

    Wahyu 18: 21
    18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Sekalipun kita jatuh, Tuhan masih mau menolong; kalau jatuh, Dia angkat. Jangan tinggalkan panggilan pilihan Tuhan. Sungguh-sungguh layani Tuhan dengan suci, setia, dan benar!

    Inilah perjuangan Tuhan. Pertama, Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Kedua, menyerahkan nyawa.
    Dia sebagai kepala: Dia Raja, kita raja-raja, Dia Imam Besar kita imam-imam.


  3. Efesus 5: 22-24
    5:22. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
    5:23. karena suami adalah kepala isteri sama seperti
    Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
    5:24. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

    Penampilan Yesus yang ketiga sebagai Kepala: Yesus sebagai Suami/Mempelai Pria Sorga. Kita jemaat adalah tubuh Kristus/mempelai wanita yang sempurna.

    Hubungan Kepala dan tubuh (Mempelai Pria dan mempelai wanita) adalah leher--doa penyembahan. Banyak menyembah Tuhan!
    Doa penyembahan adalah sikap penundukan sepenuhnya kepada Tuhan--leher untuk tunduk.

    Wasti geleng-geleng, isteri Lot menoleh ke belakang. Salah!
    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, dan tabiatnya, sehingga kita bisa tunduk, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, seperti Yesus berseru: Ya Abba, ya Bapa.

    Jangan ragu menjadi imam! Tugas imam yang terakhir yaitu menyembah Tuhan. Tadi menjadi raja, tugasnya yaitu hidup benar dan pegang teguh pengajaran yang benar. Kita akan dipagari, kutukan tidak bisa masuk, kita bersuasana Firdaus.
    Lalu menjadi imam; suci, setia-benar, setia-baik, setia-berkobar, melayani Tuhan sampai garis akhir dan menjadi batu hidup (hidup kita rapih, indah, sampai yang terindah kita bersama dengan Tuhan).
    Ketiga perhatikan leher, kita banyak berdoa menyembah Tuhan.

    Kalau tidak menyembah akan seperti antikris, mulutnya akan meninggikan diri--menuntut pujian (gila hormat), minta disembah. Jangan! Kita berdiam diri dan banyak menyembah hari-hari ini.

    Lukas 22: 39-43
    22:39. Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
    22:40. Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "
    Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
    22:41. Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
    22:42. "
    Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
    22:43. Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

    Ketakutan harus dirobek. Yesus takut menghadapi salib. Kekuatiran, kesedihan hati secara jasmani dan rohani, kekecewaan seringkali membuat kita tidak bisa tunduk.
    Yang harus dirobek adalah: ketakutan, kesedihan, kekecewaan (putus asa), dan kehendak diri. Setelah itu kita bisa taat dengar-dengaran/tunduk sepenuhnya sampai daging tak bersuara.
    Setelah Yesus berkata: Ya Abba Ya Bapa, malaikat datang kepada-Nya untuk memberi kekuatan.

    Sekarang kepada kita, saat berseru: Ya Abba Ya Bapa, Roh Kudus akan mengurapi dan memenuhi kita.
    Roma 8: 15
    8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Hasilnya:


    • Yesaya 35: 3-4
      35:3. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.
      35:4. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "
      Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"

      Hasil pertama: Roh Kudus memberi kekuatan ekstra kepada kita sampai:


      1. Kuat teguh hati ('Kuatkanlah hati'):


        1. Tidak kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi.
        2. Tetap mengucap syukur kepada Tuhan.
        3. Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran; tidak bimbang/ragu.


      2. Tangan dikuatkan ('Kuatkanlah tangan')= tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan.
      3. Lutut dikuatkan ('teguhkanlah lutut')= tetap menyembah Tuhan; percaya dan berharap Tuhan. Contohnya: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap menyembah Tuhan.


      Malam ini, yang sudah goyah--hati goyah karena pengajaran atau pencobaan--, tetap pegang pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.


    • Zakharia 4: 6-9
      4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
      4:7. Siapakah engkau,
      gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"
      4:8. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian:
      4:9. "Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar
      Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

      Hasil kedua: Roh Kudus memberi kekuatan ekstra untuk menghadapi gunung-gunung--masalah sampai yang mustahil. Yang lain sudah ditolong, siapa tahu malam ini giliran kita.

      Roh Kudus juga memberikan kekuatan ekstra dalam pembangunan tubuh Kristus sampai selesai dan sempurna--mulai dari rumah tangga, penggembalaan, fellowship, sampai tubuh yang sempurna (menjadi mempelai wanita sorga).

      "Seruan dari Pdt In Juwono dan Pdt Pong: Jangan sampai kepercayaan dialihkan pada yang lain."


    • Titus 3: 5
      3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Hasil ketiga: Roh Kudus membaharui/mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat terbesar--, mulai dengan jujur dan taat.
      Di Yerusalem baru tidak boleh ada dusta, dan harus taat--saat tidak taat manusia diusir dari Firdaus.

      Kalau jujur dan taat, mujizat-mujizat akan bekerja di dalam hidup kita. Contohnya: Janda Sarfat jujur kalau minyak dan tepungnya tinggal sedikit, tetapi ia taat untuk membuat roti bagi Tuhan, dan terjadi mujizat.

      Sampai jika Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk Yerusalem baru, kekal selamanya.

Inilah seorang imam.
Ada dua teladan dari Yesus:

  1. 'Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani'= melakukan kewajiban, bukan menuntut hak; tidak punya hak tetapi hanya kewajiban.
  2. Pengorbanan-pengorbanan.

Yesus menempatkan diri sebagai Kepala, dan kita menempatkan Dia sebagai Kepala:

  1. Dia Raja, dan kita menjadi raja-raja.
  2. Dia Imam Besar, dan kita menjadi imam-imam.
  3. Dia Mempelai Pria, dan kita mempelai wanita-Nya.

Tunduk, banyak menyembah! Roh Kudus yang memberi kekuatan kita. Mungkin kita lemah hari-hari ini, mari, Roh Kudus menjadi kekuatan kita. Dulu Yesus juga tidak kuat saat di taman Getsemani; Mempelai Pria tidak kuat juga: Bapa, kalau bisa lalukan cawan ini dari pada-Ku. Dia takut dan sedih. Tetapi Roh Kudus menguatkan sampai berkata: Ya Abba, ya Bapa.

Kita juga malam ini, Roh Kudus menguatkan kita dan bisa berseru: Ya Abba Ya Bapa. Tunduk sungguh-sungguh, serahkan semua pada Tuhan! Kuat teguh hati, tangan kuat--tetap setia--, lutut kuat--menyembah Tuhan--, dan Roh Kudus menyelesaikan semua masalah sampai kita sempurna.

Roh Kudus adalah kekuatan kita, dan mujizat ada di tengah-tengah kita. Tanpa Roh Kudus, kita tidak mampu, bangsa kafir hanya batu-batu keras.
Banyak kekalahan, ketakutan, kekuatiran, dan kegagalan kita, biar Dia yang menguatkan. Tunjukkan kelemahan, kekurangan, dan kemustahilan yang kita hadapi! Roh Kudus menguatkan dan menolong kita semua.

Mohon supaya Roh Kudus dicurahkan! Kita bangsa kafir hanya batu keras, hanya tenggelam, hiduppun tidak mampu. Biar Roh Kudus membaharui kita.
Perjamuan suci adalah tangan Roh Kudus, yang bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga melakukan apa saja dalam hidup kita, sampai menyempurnakan kita semua. Ada masalah, dosa, air mata, kelemahan, kekurangan, ketakutan, kepahitan, kesedihan dan lain-lain, serahkan kepada Tuhan! Ada kehendak daging/kehendak sendiri yang bertentangan dengan firman, serahkan kepada Tuhan! Kita bukan menjadi batu keras lagi, tetapi batu hidup/batu indah. Tidak ada yang mustahil, yang tenggelampun mampu ditolong.

Bukan hanya sampai di dunia, tetapi juga di awan-awan sampai yang terindah di Yerusalem baru. Ingatlah keluarga kita semua, kita doakan sekalipun mungkin menyakiti kita. Jangan terpisah selama-lamanya!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top