|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah KKR Palangkaraya IV, 26 Februari 2009 (Kamis Pagi)
(digabung dengan Pentahbisan Gedung GPT Kristus Raja, Palangkaraya, dibawah penggembalaan Pdt Mikha Sandatoding dan pentahbisan... Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius
24: 51b
= berjaga-jaga
dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus
berjaga-jaga sebab... Ibadah Persekutuan di Ciawi IV, 19 November 2009 (Kamis Pagi)
Tema: Wahyu 21:5 "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"
Tuhan berusaha dengan menciptakan manusia baru yang sama... Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Februari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15:20b-57 menunjuk pada 7 hal yang berkaitan dengan kematian Yesus
Ad.6. Sengsara salib mengenai... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Raya Malang, 24 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali. Memperingati kenaikan Tuhan tidak bisa... Ibadah Doa Malang, 10 April 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.
Tiga kali Petrus menyangkal Yesus: Ayat... Ibadah Kaum Muda Malang, 07 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, 2 Raja-raja 12:9,12 Dalam Perjanjian Lama, raja Yoas dan imam Yoyada membuat... Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang V, 29 Juli 2011 (Jumat Sore)
Tema:
"Mempelai datang, songsonglah Dia" Matius
25:6 25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara
orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
=
satu-satunya berita... Ibadah Doa Surabaya, 01 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 14-30 ay. 14= Tuhan mempercayakan harta Surga kepada manusia berdosa= KEMURAHAN TUHAN. ay. 15= Tuhan... Ibadah Doa Malang, 19 Juli 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.
Keluaran 25 menunjuk... Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 02 November 2010 (Selasa Pagi)
Kitab
Keluaran = berasal dari kata Elechshomoth yang
artinya inilah namanya. = berasal dari kata Exodus,
yang berasal dari 2... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius
27: =
dalam Tabernakel, terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara yang dialami oleh Yesus sampai... Ibadah Doa Malang, 27 Januari 2009 (Selasa Sore)
Oleh : Pdt. Mikha Sandatoding
Matius 5:38-39 menunjuk pada hukum kemurahan. Jika pipi... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius
24: 51b
= berjaga-jaga
dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus
berjaga-jaga sebab...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2011 (Senin Sore)
Pembicara:
Pdt. Mikha. S. Toding
Matius
7: 15-23
7:15.
"Waspadalah
terhadap nabi-nabi palsu
yang datang kepadamu dengan menyamar
seperti domba,
tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala
yang buas.
7:16
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik
buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,
sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,
ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti
ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21.
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk
ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak
Bapa-Ku yang di sorga.
7:22
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi
nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
pembuat kejahatan!"
KEWASPADAAN
TERHADAP PENGAJARAN YANG SESAT.
Mereka
menyamar seperti domba tetapi
sesungguhnya, mereka adalah serigala yang buas.
Artinya: mereka adalah nabi-nabi palsu, rasul-rasul palsu yang masuk
(menyusup, menyamar) kedalam perkumpulan umat-umat Tuhan yang benar
supaya merusak/menceraiberaikan
persekutuan umat-umat Tuhan, sehingga anak Tuhan tidak masuk
kedalam persekutuan tubuh Kristus tetapi
masuk
pembangunan tubuh babel.
Ciri-ciri
nabi palsu/penyusup adalah:
- Yudas
1: 4
1:4
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk
menyelusup
di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan
untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang
yang fasik,
yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan
hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan
Tuhan kita, Yesus Kristus.
Ciri
yang pertama yaitu
orang-orang
fasik
yang menyalahgunakan kasih karunia,
yang artinya
:
- Roma
3: 23-24
3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah, 3:24 dan oleh kasih
karunia
telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
penebusan dalam Kristus Yesus.
Arti
pertama dari kasih karunia
adalah korban
Tuhan.
Jadi menyalahgunakan kasih karunia adalah menyalahgunakan
korban Tuhan=
tidak bertobat (kehidupan yang melayani tapi tidak bertobat).
- Kisah
Rasul 20: 32
20:32
Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman
kasih karunia-Nya,
yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian
yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
Kasih
karunia juga menunjuk firman penggembalaan yaitu
firman
pengajaran yang benar
yang dipercayakan
oleh Tuhan
kepada seorang gembala
untuk
disampaikan kepada sidang jemaat.
Jadi
menyalahgunakan kasih karunia berarti
tidak
setia kepada firman penggembalaan
(tidak
tergembala tetapi melayani).
- Matius
7: 21
7:21.
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk
ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan
dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Disini
menyalahgunakan kasih karunia berarti kehidupan
yang salah dalam tahbisan/melayani
tanpa tahbisan kasih=
melayani tetapi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, melainkan
berdasar
kehendak diri sendiri, sehingga kehidupan itu akan diusir oleh
Tuhan sampai ke neraka.
- Yudas
1: 7
1:7
sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan
cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar
kepuasan-kepuasan yang tak wajar,
telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua
orang.
Ciri
yang kedua adalah kehidupan
yang mengejar kepuasan yang tak wajar.
Artinya: mengejar kepentingan-kepentingan daging (kepuasan daging)
sehingga mengakibatkan kehidupan itu tidak setia dalam ibadah
pelayanan bahkan sampai meninggalkan ibadah
pelayanan.
Akibatnya,
kehidupan tersebut
penuh air mata (banyak
kesusahan, penderitaan,
kesulitan, kegagalan) sampai masuk di tempat yang hanya ada air mata
yaitu neraka.
Contohnya
adalah Esau.
- Yudas
1: 8
1:8.
Namun demikian orang-orang
yang bermimpi-mimpian
ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta
menghujat semua yang mulia di sorga.
Ciri
yang ketiga adalah kehidupan
yang membesar-besarkan mimpi tanpa alasan yang jelas.
Artinya: berkanjang kepada penglihatan-penglihatan sedangkan mereka
tidak berpegang teguh kepada Kristus sebagai kepala (firman
pengajaran yang benar).
Contohnya:
menggunakan rekaan-rekaan, pikiran-pikiran, perasaan-perasaan
sendiri yang bukan dari Tuhan, ilusi-ilusi dsb.
Bila
pengajaran sesat diberikan kesempatan sedikit
saja,
maka
pengajaran
sesat yang
bagaikan
angin akan menanamkan racun,
sehingga
akan merusak penggembalaan dalam Kristus.
- Yudas
1: 12
1:12
Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak
malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka
bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka
bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah,
pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama
sekali.
Ciri
yang keempat adalah
kehidupan
yang tidak berbuah
(penyusup ini seperti pohon yang tidak berbuah),
sehingga mengakibatkan
kehidupan itu akan kering sampai ke akar-akarnya.
Akibatnya, ia akan tercabut, tumbang sampai mati secara jasmani
bahkan mati secara rohani yaitu maut.
- Yudas
1: 19
1:19
Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh
keinginan-keinginan dunia ini dan yang
hidup tanpa Roh Kudus.
Ciri
yang kelima adalah kehidupan
yang hidup tanpa Roh Kudus.
Artinya: manusia daging yang dikuasai oleh roh pemecah belah.
1
Timotius 4: 1-2 4:1.
Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian,
ada
orang yang akan murtad
lalu mengikuti
roh-roh penyesat
dan ajaran
setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta
yang hati nuraninya memakai cap mereka.
Ciri-ciri
dari roh pemecah belah yaitu:
- Wahyu
2: 24
2:24
Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak
mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka
sebut seluk-beluk
Iblis,
kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain
kepadamu.
Ciri
yang pertama adalah roh
penyesat yang mempelajari tentang seluk beluk setan
(ajaran setan-setan).
Yang
perlu kita pelajari adalah firman pengajaran yang benar
supaya kita bisa masuk kerajaan surga.
- 2
Petrus 2: 20-22
2:20
Sebab jika mereka, oleh
pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita,
Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran
dunia, tetapi
terlibat lagi di dalamnya,
maka
akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. 2:21
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah
mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian
berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. 2:22
Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini:
"Anjing
kembali lagi ke muntahnya,
dan babi
yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Ciri
yang kedua adalah dikuasai
oleh roh murtad.
Murtad
yaitu kehidupan yang meninggalkan firman pengajaran yang benar
dan kembali kepada perbuatan-perbuatan dosa sehingga kehidupan
ini cocok seperti yang
dikatakan
firman yaitu
"anjing
kembali kepada muntahnya"
yang artinya:
kembali
berbuat dosa dengan mengeluarkan/memuntahkan perkataan-perkataan
najis, kotor, gosip, perkataan fitnah yang hanya akan menimbulkan
perpecahan-perpecahan.
- 2
Petrus 2: 2
2:2.
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa
nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Ciri
yang ketiga adalah dikuasai
oleh roh dusta.
Mengapa
bisa dikuasai roh dusta? Karena
pengajaran sesat sudah meninggalkan
cap kepada hati nuraninya
artinya pengajaran
sesat sudah
merusak hati nurani (bagaikan
hati diselar dengan besi yang panas)
dan tidak bisa
menyimpan
firman, sehingga yang
ada
dihati adalah iri, kebencian, kedengkian dan juga nanti akan
mengeluarkan perkataan-perkataan dusta yang menimbulkan
perpecahan-perpecahan.
Dusta ini dimulai
dari rumah tangga. Bila suami istri berdusta maka akan
menimbulkan perpecahan-perpecahan.
Lawan
dari manusia
daging
ini adalah manusia
rohani,
jadi kita harus menjadi manusia
rohani
supaya
tidak gampang tersesat, terjatuh
bahkan terhilang sampai binasa.
1
Timotius 6: 11
6:11
Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah
keadilan,
ibadah,
kesetiaan,
kasih,
kesabaran
dan kelembutan.
Ciri-ciri
manusia rohani adalah:
- Mengejar
keadilan=
mengejar kebenaran.
- Mengejar
ibadah
yaitu kesetiaan
dalam ibadah terutama ibadah sejati= ibadah menurut pola kerajaan
surga= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
- Mengejar
kasih
yaitu kasih yang sempurna.
AD.
1
PROSES MENGEJAR (MENDAPATKAN) KEADILAN
- Kisah
Rasul 2: 36-37
2:36
Jadi
seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti,
bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi
Tuhan dan Kristus." 2:37. Ketika
mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu,
lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain:
"Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
Proses
yang pertama adalah percaya
dengan benar atau beriman
dengan
benar
lewat mendengarkan firman dalam urapan Roh kudus.
Roma
10: 17 10:17
Jadi, iman
timbul dari pendengaran,
dan pendengaran
oleh firman Kristus.
Bila
kita mendengar
firman dalam urapan Roh
Kudus maka
kita menjadi percaya /
yakin
akan firman= firman menjadi iman
sehingga iman kita akan kuat.
- Kisah
Rasul 2: 38
2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah
dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama
Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima
karunia Roh Kudus.
Proses
yang kedua adalah bertobat=
berhenti
berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
- Kisah
Rasul 2: 38
2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah
kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus
untuk pengampunan dosamu,
maka
kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Proses
yang ketiga adalah dibaptis
air dan dibaptis Roh
Kudus.
Roma
6: 3-4 6:3
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam
Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 6:4 Dengan demikian
kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam
kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari
antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian
juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Hasilnya
adalah kita
akan mendapatkan hidup yang benar
(hidup yang baru) dan kehidupan
yang berkeadilan bersama Tuhan,
bahkan kedamaian
dari Tuhan.
Yesaya
32: 17 32:17
Di mana ada
kebenaran
di situ akan tumbuh damai
sejahtera,
dan akibat kebenaran ialah ketenangan
dan ketenteraman
untuk selama-lamanya.
Bila
kita mendapatkan
kebenaran,
kita akan mendapatkan
kedamaian dan ketenangan,
sebab
setelah bertobat
dan
dibaptis, maka dosa-dosa sudah diampuni dan kita mendapatkan
kedamaian.
Dosa
yang membuat kita tidak tenang dan tidak damai.
Selama dosa masih dipertahankan (belum diselesaikan ) akan membuat
kita tidak damai.
AD.
2
PROSES
MENGEJAR
IBADAH
YANG SEJATI
Roma
12: 1
12:1.
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan
kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang
hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu
adalah ibadahmu yang sejati.
Kita
mengejar ibadah
bukan
sembarang
ibadah,
tetapi ibadah
yang
sejati
yaitu
ibadah yang dilakukan dalam kemah sejati.
Ibrani
8: 2
8:2
dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu
di dalam kemah sejati,
yang
didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.
Ibadah
sejati= ketekunan dalam
3 macam ibadah pokok.
Kisah
rasul 2: 42
2:42.
Mereka bertekun dalam pengajaran
rasul-rasul
dan dalam
persekutuan.
Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan
roti
dan berdoa.
Ketekunan
dalam 3 macam ibadah pokok
punya daya tahan terhadap goncangan dan krisis.
Ibadah
yang
tidak
sesuai
pola tabernakel pasti akan runtuh.
Ketekunan
dalam 3 macam ibadah pokok, yaitu:
- Tekun
dalam ibadah raya= pelita emas.
- Tekun
dalam
pendalaman
Alktiab
dan perjamuan suci=
meja roti sajian.
- Tekun
dalam
doa penyembahan= medzbah dupa emas.
Ibrani
4: 12
4:12
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih
tajam dari pada pedang bermata dua manapun;
ia menusuk amat dalam sampai memisahkan
jiwa
dan roh,
sendi-sendi
dan sumsum;
ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Didalam
ketekunan dalam 3 macam
ibadah pokok, kita akan mengalami penyucian
yaitu penyucian
lewat
pedang
bermata dua (firman pengajaran yang benar).
1
Petrus 3: 3-6
3:3
Perhiasanmu
janganlah secara lahiriah,
yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau
dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
3:4
tetapi
perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi
dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh
yang lemah lembut
dan tenteram,
yang sangat berharga di mata Allah.
3:5
Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan,
yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah;
mereka
tunduk kepada suaminya,
3:6
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan
kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan
ancaman.
Kita
disucikan dari apa ?
terutama
malam ini kita disucikan
dari perhiasan secara jasmani untuk mendapatkan perhiasan
secara rohani.
Perhiasan
jasmani=
menyangkut kebanggaan-kebanggaan, antara
lain:
- kekayaan.
1
Timotius 6: 17 6:17
Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka
jangan tinggi hati dan jangan
berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,
melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita
segala sesuatu untuk dinikmati.
- kepandaian.
Yeremia
9: 23 9:23.
Beginilah firman TUHAN: "Janganlah
orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya,
janganlah
orang kuat bermegah karena kekuatannya,
janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
- kekuatan
atau kedudukan
(kekuasaan).
Perhiasan
rohani antara
lain:
- lemah
lembut dan tenteram.
1
Petrus
3: 4 3:4
tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan
perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah
lembut
dan tenteram,
yang sangat berharga di mata Allah.
Lemah
lembut= penurut. Tentram=
diam.
- penundukan.
1
Petrus 3: 5 3:5
Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu
berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya
kepada Allah; mereka
tunduk kepada suaminya,
Bila
digabung perhiasan
rohani yaitu
kehidupan yang penurut,
pendiam
dan penunduk
itu merupakan tabiat yang rohani dan sangat berharga (tabiat dari
Allah
/emas
secara rohani).
Bila
kita menanggalkan perhiasan jasmani lewat pedang yang diulang-ulang,
kita akan mendapatkan perhiasan secara rohani yang sangat berharga.
Ancaman
dalam kehidupan kita
(dalam rumah tangga) adalah
bila tidak ada penunduk, pendiam, penurut, tetapi yang
ada
hanyalah penanduk
sehingga akan membawa percerai beraian.
Bila
dalam nikah dan penggembalaan ada penunduk,
pendiam,
penurut
maka akan terjadi kesatuan=
masuk dalam kesatuan tubuh Kristus.
AD.
3
PROSES MENDAPAT
KASIH YANG
SEMPURNA
- Markus
12: 28-30
12:28.
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang
Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat
kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum
manakah yang paling utama?" 12:29 Jawab Yesus: "Hukum
yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita,
Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah
Tuhan,
Allahmu,
dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal
budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Proses
yang pertama yaitu
kita
mengasihi Tuhan
dengan segenap hati, jiwa, akal budi, kekuatan
sebab Tuhan
terlebih dahulu memberikan kasihnya kepada
kita didalam
kayu salib.
- Markus
12: 31
12:31
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum
ini."
Proses
yang kedua adalah mengasihi
sesama
seperti
diri kita
sendiri.
- Matius
5: 44
5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah
musuhmu
dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Proses
yang ketiga yaitu mengasihi
musuh.
Cara
kita
bisa
mengasihi
musuh:
- Roma
12: 21
12:21
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi
kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Membalas
kejahatan dengan kebaikan.
- Berdoa
untuk
orang yang menganiaya kita.
Matius
5: 45 5:45
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di
sorga, yang
menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik
dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak
benar.
Kasih
yang sempurna
digambarkan dengan kasih matahari,
prakteknya
antara lain:
- Memancarkan
terangnya kepada
orang yang baik dan jahat=
tidak
pilih-pilih
kasih.
- Tanpa
pamrih, seperti matahari tidak memita balas.
- Rela
berkorban, rela mengeluarkan sinarnya untuk bumi
ini.
Efesus
5 : 1-2 5:1.
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang
kekasih 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana
Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu
dan telah
menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang
harum bagi Allah.
Contohnya
adalah seperti
Yesus yang
rela
berkorban
sampai memberikan nyawanya di kayu salib.
Bagi
kita saat
ini adalah
rela
berkorban
waktu
(melayani dengan mengorbankan waktu untuk Tuhan), korban
tenaga,
korban uang, korban perasaan,
sampai dengan korban nyawa.
Cuma
satu yang jangan dikorbankan
yaitu
firman pengajaran
yang benar.
Matius
17: 2 17:2
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya
bercahaya seperti matahari dan
pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Wajah
Yesus yang
semula bercahaya
bagaikan matahari.
Yesaya
52: 13-14 52:13.
Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan,
disanjung dan dimuliakan. 52:14 Seperti banyak orang akan
tertegun melihat dia--begitu
buruk rupanya,
bukan
seperti manusia lagi,
dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--
Waktu
Yesus
mati di kayu salib, wajahnya menjadi buruk.
Dia
berikan semua terangnya bagi kita,
bagaikan matahari
yang mengeluarkan semua cahayanya
untuk manusia. Tujuan
Yesus
rela menjadi buruk
wajahnya
(wajahnya
tidak
seperti manusia
lagi)
untuk
menolong kita yang sudah
seperti
babi, anjing
(seperti
binatang
buas).
Ada
3 keburukan yang Tuhan
mau tolong bagi kita:
- 2
Petrus 2: 20
2:20
Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat
kita, Yesus Kristus, telah
melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia,
tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih
buruk dari pada yang semula.
Yang
pertama adalah keburukan
secara jasmani (tubuh),
contohnya
pekerjaan
yang buruk,
kesehatan yang buruk, nilai kita yang buruk.
- Markus
5: 25-28
5:25
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya
menderita
pendarahan. 5:26
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah
dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada
faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 5:27 Dia
sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah
orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah
jubah-Nya. 5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja
jubah-Nya, aku akan sembuh."
Yang
kedua adalah keburukan
secara jiwa.
Darah itu jiwa.
Bila terjadi
pendarahan dalam rumah tangga (nikah),
itu artinya terjadi perselisihan,
pertengkaran dan perpecahan dalam rumah tangga.
Markus
5: 27 5:27
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di
tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan
menjamah
jubah-Nya.
Jubah=
pengajaran. Arti
menjamah jubah adalah:
- Menerima
firman pengajaran yang benar.
- Praktek
firman pengajaran yang benar.
- Berpegang
teguh kepada
firman
pengajaran yang benar.
Bila
menjamah jubah
Tuhan
maka terjadi mujizat baik secara tubuh ataupun jiwa.
- Lukas
11: 24-26
11:24
"Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke
tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak
mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah
kutinggalkan itu. 11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu
bersih tersapu dan rapih teratur. 11:26 Lalu
ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya,
dan mereka
masuk dan berdiam di situ.
Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya
semula."
Yang
ketiga adalah keburukan
secara roh (rohani).
Dari
luar
mungkin
nampak
rapi, teratur (diberkati secara jasmani) tetapi secara rohani
kosong, sehingga
dimasuki oleh
roh
jahat, roh najis, dosa-dosa sehingga pelayanan kita
menjadi
buruk , merosot
dan kita tidak mengalami kedamaian/kebahagiaan.
Kejadian
1: 31 1:31.
Maka
Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu,
sungguh
amat baik.
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Bila
kita mengejar kebenaran/keadilan, ibadah, kasih maka Tuhan akan
menjadikan amat
sangat
baik=
sempurna.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|