English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 November 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Raya Malang, 11 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 April 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 tentang perintah untuk memberitakan injil, sama...

Ibadah Doa Malang, 08 September 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan ibadah doa puasa session III
Matius 24: 32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 29 September 2017 (Jumat Malam)
Mazmur 27: 7-14
27:7. Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
27:8. Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 :11-15 adalah tentang dusta...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Desember 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib ada kebangkitan...

Ibadah Raya Malang, 21 Februari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
1 Korintus 6:19-20, penyerahan anak adalah supaya...

Ibadah Raya Malang, 16 Desember 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang shekinah glory atau...

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2011 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Pematang Siantar.

Tema: 25...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 13-15
7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15. Karena itu
mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Siapa yang berdiri di hadapan takhta Allah dan memakai jubah putih? Orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018).

Ada dua macam kesusahan yang besar:

  1. Kesusahan besar yang pertama: kesusahan yang besar di zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Siapa yang masuk di dalamnya? Hamba/pelayan Tuhan yang menuruti hukum Allah--ada meja roti sajian--dan memiliki kesaksian Yesus--ada pelita emas--, tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas.

    Wahyu 12: 17
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    'memerangi keturunannya yang lain'= gereja Tuhan yang tidak disingkirkan pada zaman antikris.

    Tidak memiliki mezbah dupa emas, artinya:


    • Tidak mau menyembah Tuhan/malas menyembah Tuhan.
    • Penyembahannya tidak mencapai ukuran.
      Ukuran doa penyembahan yaitu sampai daging tidak bersuara lagi; tirai terobek. 

      Kalau masih suka bersungut, ada kebimbangan, kekuatiran, tidak taat dan lain-lain, berarti daging masih bersuara.

      Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, berarti dagingnya tidak bersuara lagi.


    Kalau tidak mau menyembah atau penyembahannya belum mencapai ukuran, ia akan dipaksa untuk menyembah antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Ada dua kemungkinan yang terjadi:


    • Kalau mau menyembah antikris, ia akan dicap 666 pada dahi dan tangannya. Ia tidak disiksa, bebas hidup di dunia ini, tetapi menjadi sama dengan antikris; manusia darah daging/binatang buas yang akan dibinasakan di dalam neraka selamanya saat Yesus datang kembali.


    • Jika tidak mau menyembah antikris, tetapi tetap menyembah Tuhan, ia akan disiksa sampai dipancung kepalanya. Kenapa sampai begitu? Ini merupakan kemurahan Tuhan sehingga ia Tuhan bisa memenuhi ukuran penyembahan yaitu daging tidak bersuara lagi--kalau sudah dipancung, daging tidak bersuara lagi; tirai terobek. Ini sama dengan mencuci jubah dengan darahnya sendiri.

      Tadi dituliskan: 'mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba'. Sebenarnya cukup Yesus yang menderita di kayu salib, tetapi kalau sekarang main-main--belum mencapai ukuran penyembahan--, nanti akan mencuci jubah dengan darahnya sendiri. Inipun masih kemurahan Tuhan untuk memenuhi ukuran penyembahan yaitu daging tidak bersuara, dan menuju kesempurnaan; saat Yesus datang kembali ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, sempurna seperti Yesus, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai berdiri di hadapan takhta Allah.

      Wahyu 20: 4, 6
      20:4. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
      20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      'karena kesaksian tentang Yesus'= pelita emas.
      'karena firman Allah'= meja roti sajian.


    Tadi, yang berdiri di hadapan Allah adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar.
    Kesusahan besar yang pertama adalah antikris.
    Ini jalannya, kalau sekarang tidak sungguh-sungguh, ia akan diizinkan masuk aniaya antikris untuk menggenapkan ukuran ibadah pelayanan dan penyembahannya; dia harus mencuci jubahnya di dalam darahnya sendiri sehingga ia memiliki jubah putih.


  2. Kesusahan besar yang kedua--yang positif--: kesusahan yang besar mulai dari sekarang, yaitu mengalami percikan darah; sengsara daging bersama Yesus.
    Percikan darah= mengalami pelayanan Yesus sebagai Imam Besar.

    Di perjanjian lama, Imam Besar Harun setahun sekali masuk ruangan maha suci dengan membawa dupa dan darah. Dia memercikkan darah: tujuh kali di atas tabut dan tujuh kali di depan tabut sehingga terjadi shekinah glory/kemuliaan. Sekarang, Imam Besar adalah Yesus. Dia juga memercikkan darah, supaya terjadi shekinah glory/kemuliaan/kesempurnaan.

    Bagaimana pelayanan Imam Besar?
    Maleakhi 3: 1-3
    3:1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3:3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    Ini adalah penampilan Yesus sebagai Imam Besar untuk memercikkan darah kepada imam-imam--orang Lewi menunjuk pada imam-imam/pelayan Tuhan.

    Ada dua macam pelayanan pendamaian oleh Yesus sebagai Imam Besar terhadap imam-imam:


    • Pelayanan pendamaian yang pertama: lewat pekerjaan sabun tukang penatu.
      Sabun untuk membersihkan, artinya menyucikan--'kamu memang sudah bersih karena firman yang Kukatakan.' Ini sama dengan firman pengajaran yang benar.

      Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Firman yang dikatakan oleh Yesus adalah firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam alkitab.
      Sabun tukang penatu--kalau mencuci harus diulang-ulang--= firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang= firman penggembalaan yang disampaikan secara berurutan.

      Kalau tidak diulang, biar ada sabunnya, tidak akan bisa. Firman harus diulang-ulang!
      Ini gunanya ada gembala/firman penggembalaan.

      Firman penggembalaan selain sebagai makanan bagi jemaat, juga merupakan sabun untuk membersihkan pakaian kita dari noda-noda; firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang menyucikan pakaian kita dari noda-noda. Kalau tidak diulang, bingung, karena noda pada pakaian ada di kerah dan sebagainya.

      Kita disucikan, terutama dari noda jahat dan malas.
      Markus 25: 26
      25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?


      • Noda jahat=


        1. Noda jahat yang pertama: akar kejahatan.
          1 Timotius 6: 10

          6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

          Cinta uang sehingga tidak mengasihi Tuhan. Ini adalah noda pada pakaian pelayanan, termasuk gembala, pemain musik dan lain-lain.
          Praktiknya:


          1. Beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari uang.
            Ibadah pelayanan menjadi profesi. Padahal Petrus dari penjala ikan dijadikan penjala manusia--profesi dijadikan tahbisan.

            Sekarang dibalik, seperti Petrus. Setelah Yesus mati, Petrus kembali lagi menjadi penjala ikan, sehingga ia gagal total dan telanjang. Hati-hati!


          2. Meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang.
          3. Mencari uang dengan cara tidak halal; menyimpang dari kebenaran; tidak sesuai dengan firman Allah.

            Semua ini menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka, seperti kerja paksa. Tidak ada hasilnya; sia-sia semua.


          4. Kikir dan serakah.
            Kikir= tidak bisa memberi.
            Serakah= merampas milik orang lain, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


          Semua ini menyiksa diri dengan berbagai duka, dan akhirnya menenggelamkan manusia dalam keruntuhan dan kebinasaan.
          1 Timotius 6: 9
          6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.


        2. Matius 20: 15
          20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

          Ini adalah perumpamaan tentang orang upahan di kebun anggur.
          Sudah sepakat kerja dari pagi dapat upah satu dinar. Ada yang bekerja hanya satu jam--dipanggil jam lima sore--, lalu dibagi upahnya.

          Yang masuk jam lima sore dapat satu dinar. Yang bekerja dari pagi sudah lupa dengan janjinya, dan saat diberi satu dinar, ia mengomel dan iri hati.

          Noda jahat yang kedua: iri hati, artinya:


          1. Iri hati karena berkat Tuhan kepada orang lain, padahal kita semua diberkati.


          2. Iri hati karena pemakaian Tuhan kepada orang lain, padahal kita semua dipakai. Sampai membersihkan gerejapun juga dipakai Tuhan. Kalau tidak dibersihkan, orang tidak akan datang.


          3. Tidak menghargai kemurahan Tuhan.


          Akhirnya, dari iri hati timbul kebencian tanpa alasan, seperti Kain terhadap Habel; kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf. Ini sama dengan antikris.

          Ini terjadi di kebun anggur. Pekerja di kebun anggur adalah hamba/pelayan Tuhan dalam kabar mempelai. Ini yang sangat berbahaya baik kami antar hamba Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan. Hati-hati, justru terjadi di kebun anggur. Tuhan tolong kita semua.


        3. Yakobus 3: 5-6
          3:5. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
          3:6. Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu
          dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

          Uang adalah akar kejahatan, tetapi lidah dunia kejahatan.

          Noda jahat yang ketiga: lidah yang didorong oleh hawa nafsu daging, itulah dunia kejahatan.

          Praktiknya: dusta, bersungut, bergosip, fitnah, sampai menghujat Tuhan--pengajaran benar dikatakan: salah, dihambat, dan dihalangi; pengajaran palsu dikatakan: benar, dan didukung. Juga menghujat orang-orang benar--orang benar jadi salah, dan sebaliknya, karena didorong sesuatu yang jasmani; untuk mendapatkan yang jasmani. Dan ini akan dibakar dalam api neraka.


      • Noda malas= tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
        Mulai melanda para gembala.

        "Siswa-siswi Lempin-El menyerahkan hidup seratus persen untuk Tuhan, lalu tidak setia, mau apa lagi? Itu noda malas. Sedangkan yang masih bekerja di dunia, masih harus masuk gereja dan melayani."

        Yang dinilai Tuhan bukan kebaikan, tetapi kesetiaan. Gembalanya aktif membesuk, tetapi tidak aktif melayani. Aneh. Jemaat juga, baik, berkorban untuk bangunan gereja, tetapi tidak datang beribadah. Berat!

        Amsal 20: 6
        20:6. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

        Jangan salah! Banyak kita berkata: Yang penting gembalanya baik hati, aku kekurangan dikasih bantuan. Tetapi orang setia, jarang sekali sekarang ini. Ini adalah noda. Kesetiaan dalam ibadah pelayanan adalah sesuatu yang langka hari-hari ini.

        Kalau tidak setia tetapi baik, itu pura-pura baik; mengatakan dirinya baik, padahal pura-pura baik. Apakah ada isteri yang senang kalau suaminya tidak setia, tetapi datang selalu memberi hadiah? Baik, tetapi sebenarnya dia tidak setia; di tempat lain dia dengan wanita lain.
        Setia dulu, baru baik.

        Ukuran Tuhan di dalam pelayanan adalah kesetiaan. Tidak setia merupakan sifat perempuan Babel--gereja palsu--; pelacur besar. Tidak setia juga sifat dari si perusak--merusak dan memalsukan gereja Tuhan.

        Amsal 18: 9
        18:9. Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

        Tidak setia adalah sifat perempuan Babel dan si perusak. Kalau digabung, hamba/pelayan Tuhan yang tidak setia sedang merusak dan memalsukan tubuh Kristus. Kita harus hati-hati!


      Kalau jahat dan malas, akibatnya: dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
      Matius 25: 30
      25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

      Hamba yang jahat dan malas sama dengan hamba yang tidak berguna.
      Dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap artinya: hidup dalam suasana kutukan mulai sekarang--letih lesu, beban berat, air mata--, masa depan yang suram, sampai dicampakkan ke dalam neraka--kegelapan paling gelap di mana terdapat ratap dan kertak gigi selamanya.

      Siapa mereka yang memakai jubah putih? Orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar. Ada kesusahan besar saat antikris berkuasa di bumi. Kalau sekarang kita tidak sungguh-sungguh--tidak memenuhi ukuran--, nanti akan masuk aniaya antikris, masih diberi kesempatan oleh Tuhan, tidak langsung dibinasakan. Ada yang tidak kuat, dan menyembah antikris. Bebas, aman, tetapi dicap 666. Dia akan binasa bersama antikris. Kalau tetap menyembah Tuhan, dia mencuci jubah dengan darahnya sendiri; dia disiksa sampai dipancung kepalanya. Dia juga mendapat jubah putih, dan dia sedang menggenapkan ukuran penyembahan sampai daging tidak bersuara. Dia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan sekalipun dia mati, dan bisa berdiri di hadapan takhta.

      Kesusahan besar kedua dimulai dari sekarang, yaitu percikan darah; kita harus mengalami pelayanan pendamaian dari Yesus sebagai Imam Besar dengan dua cara. Yang pertama lewat sabun tukang penatu--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang keluar dari mulut Yesus (perkataan Yesus sendiri). Ini yang menyucikan kita dari noda-noda jahat dan malas.
      Jangan jahat dan tidak setia! Hati-hati dengan cinta akan uang, iri, dan mulut--akar kejahatan sampai dunia kejahatan--, dan ketidaksetiaan.

      Kalau sudah disucikan kita akan menjadi hamba yang baik dan setia.
      Matius 25: 21
      25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      Baik dan setia= sungguh-sungguh baik. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan.
      Kalau kita mau disucikan dengan sabun tukang penatu (mencuci jubah dalam darah Yesus)--terutama tekun dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--, kita akan menjadi hamba Tuhan yang setia dan baik. Ini sama dengan kita memakai jubah putih--sudah bersih dari noda jahat dan malas.

      Imam-imam harus masuk ibadah pendalaman alkitab. Kalau tidak, diragukan pakaiannya, termasuk gembala, tidak ada pakaian bersih. Harus tekun!

      Setia dan baik; baik di sini artinya:


      • Hati nurani yang baik; tulus, tanpa pamrih. Melayani dalam nikah dan penggembalaan harus dengan tulus.
      • Perbuatan dan perkataan baik--menjadi berkat bagi orang lain--, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.


      Hasilnya:


      • Hasil pertama: 'aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar'= kita diberi tanggung jawab dalam perkara besar, artinya kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga:


        1. Mulai dari dalam nikah kita dipakai.
          Nikah merupakan perkara besar karena mengarah pada pesta kawin Anak Domba; sangat diperhatikan oleh Tuhan. Pada mulanya, Tuhan menciptakan nikah yang mulia hanya untuk manusia, malaikat dan hewan tidak ada nikah. Jaga nikah! Layani nikah dengan setia dan baik.

          Bayangkan, untuk bisa mencapai nikah yang rohani, lambung Yesus harus ditikam dengan tombak--kalau dulu Adam diambil tulang rusuknya. Itulah besar dan agungnya nikah. Pelayanan dalam nikah harus kita jaga karena mengarah pada nikah yang sempurna.


        2. Dalam penggembalaan.
          Ini juga perkara besar. Yesus harus jadi Gembala yang baik, yang menyerahkan nyawa-Nya, supaya terjadi penggembalaan domba-domba. Bukan main-main!

          Kisah Rasul 20: 28
          20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

          Penggembalaan juga seharga darah Yesus; perkara besar.
          Gembala dan domba tidak bisa main-main. Kalau main-main, akan berutang darah Yesus. Penggembalaan ini yang mau dihantam setan.

          Jangan main-main dalam nikah! Kaum muda, jangan mempermainkan nikah! Sungguh-sungguh! Dia rela mati di kayu salib supaya terjadi perjamuan kawin Anak Domba.


        3. Antar penggembalaan.
          Untuk fellowship Yesus berdoa sampai empat kali: 'Bapa, satukanlah mereka!'
          Kemudian 'yang jauh' dan 'yang dekat' dijadikan satu oleh darah Yesus--ada kurban Kristus.
          Fellowship penting, dan ini juga merupakan perkara besar yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Berdoa semua!

          "Saya hanya mengikuti saja. Pdt In Juwono dan Pdt Pong selalu mengatakan: Jangan sampai kepercayaan Tuhan dialihkan pada orang lain. Layani dengan sungguh-sungguh!"


        4. Sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna; mempelai wanita, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


        Ini perkara besar yang Tuhan percayakan kepada kita.


      • Hasil kedua: 'Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'= kita merasakan kebahagiaan sorga di tengah suasana kutukan dunia--kalau jahat dan malas, akan mengalami kutukan di dunia.


      Semakin disucikan, kita semakin setia dan baik, semakin dipakai Tuhan, dan semakin bahagia, sampai puncaknya masuk perjamuan kawin Anak Domba dan berdiri di hadapan takhta Allah. Itu rumus!


    • Pelayanan pendamaian yang kedua: lewat api tukang pemurni logam.
      Maleakhi 3: 3
      3:2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

      Api tukang pemurni logam= percikan darah; nyala api siksaan; sengsara daging bersama Yesus--Harun setahun sekali masuk ruangan maha suci untuk memercikkan darah.
      Api tukang pemurni logam juga diulang-ulang, artinya percikan darah juga terjadi berulang-ulang.

      Mengapa Tuhan izinkan kita mengalami percikan darah? Supaya menerima Roh kemuliaan.
      1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Di balik salib ada Roh kemuliaan--dulu kalau ada percikan darah terjadi shekinah glory--sehingga kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani/mulia seperti Yesus. Ini sama dengan menerima pakaian kemuliaan--seperti saat Yesus naik ke gunung yang tinggi, tiba-tiba pakaian-Nya berubah dan wajah-Nya berubah.

      Pakaian kemuliaan= jubah putih.
      Pakaian Imam Besar Harun ada tiga lapis: baju efod (berwarna-warni), gamis baju efod (berwarna biru laut), dan pakaian putih (bermata-mata; inilah pakaian kemuliaan).

      Kalau tidak ada Roh kemuliaan, tidak ada pakaian kemuliaan. Untuk dapat Roh kemuliaan harus lewat nyala api siksaan. Semua ini tidak bisa dipotong siklusnya.
      Harus ada nyala api siksaan!

      Tuhan berkata: janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, artinya: jangan membesar-besarkan ujian/pencobaan. Kalau membesar-besarkan, nanti seperti sepuluh pengintai, bukan dapat pakaian putih, tetapi telanjang seperti binatang, kehilangan semuanya.
      Sepuluh pengintai membesar-besarkan pencobaan lebih dari firman sehingga mempengaruhi orang lain: Memang firman benar, tetapi orang Enak di situ, raksasa, jangan maju, mundur saja. Dari bintang jadi binatang--'bangkai-bangkaimu akan berhantaran di padang gurun'; tidak masuk Kanaan.

      Hati-hati kalau kita membesarkan pencobaan/ujian lebih dari kekuatan firman, kita akan kecewa, bersungut dan lain-lain seperti sepuluh pengintai, dan kita akan jadi binatang--telanjang dan binasa.

      Tetapi kalau mau memikul salib, di sana ada Roh kemuliaan dan pakaian kemuliaan. Percayalah! Tuhan izinkan sesuatu terjadi dalam hidup kita tidak melebihi kemampuan kita, karena Dia memberikan kemampuan ekstra kepada kita. Tinggal kita mau fokus pada Tuhan saat menghadapi ujian atau yang lain. Kalau kepada Tuhan, kita akan kuat sampai mendapat Roh kemuliaan dan pakaian kemuliaan. Kalau fokus pada yang lain apalagi pada pencobaannya, tidak akan mampu, bintang akan jadi binatang; telanjang, busuk, hancur, dan binasa. Hati-hati saat menghadapi ujian!

      Apa yang diubahkan?
      2 Korintus 4: 16-18
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
      4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

      'penderitaan ringan'= dibandingkan Yesus, semuanya ringan.
      'yang kelihatan'= duniawi.

      Yang dibaharui adalah:


      • 'tidak tawar hati'= hati dibaharui.
        Tidak tawar hati= kuat teguh hati--imam seperti emas murni.
        Maleakhi 3: 3
        3:3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

        Imam seperti emas murni= iman yang teguh. Saat Ayub diuji, ia berkata: Aku muncul seperti emas.
        Kuat teguh hati artinya:


        1. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi.
          Hati-hati ada tiga tempat yang membuat kecewa--emasnya berkarat; kalau tawar hati emasnya sudah berkarat--:


          1. Kesesakan/penderitaan/pencobaan.
            Banyak yang tawar hati, bahkan hamba Tuhan juga. Hati-hati, emasnya sudah berkarat. Kalau malam ini ada, biar dimurnikan lewat nyala api siksaan.


          2. Ibadah pelayanan.
            Banyak yang kecewa karena tidak dianggap, sehingga malas beribadah melayani.

            "Saya juga mau lari dari Lempin-El dan lari sebagai gembala. Tidak mau balik lagi ke Malang. Ini kekecewaan. Dulu saya kecewa lihat gembala saya diperlakukan tidak baik malam-malam. Saya sampai berkata: Saya siap jadi hamba Tuhan sepenuh, tetapi jangan jadi gembala. Saya kecewa, masak ada orang seperti itu. Akhirnya setelah jadi gembala, kecewa juga, mau lari saja."

            Dalam ibadah pelayanan, jangan kecewa apapun yang sedang kita hadapi.


          3. Nikah rumah tangga.
            Jangan tinggalkan nikah! Tuhan tolong semua.


        2. Tetap setia berkobar-kobar dalam penderitaan, ibadah pelayanan, nikah, apapun yang kita hadapi.


        Ini berarti jubah sudah menjadi putih, ada emas murni yaitu setia berkobar-kobar.


      • 'kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan'= perhatian/mata dibaharui.
        Perhatian/pandangan yang rohani yaitu memperhatikan perkara rohani lebih dari yang jasmani. Yang jasmani jangan menghalangi apalagi meniadakan yang rohani, tetapi justru kita mengorbankan yang jasmani untuk mendapat perkara rohani. Jangan dibalik!

        Esau menggunakan pandangan jasmani, dan akhirnya ia mencucurkan air mata--ia mengorbankan yang rohani untuk dapat yang jasmani--sepiring makanan. Hati-hati, yang ada hanya cucuran air mata!

        Perhatian pada perkara rohani lebih dari pada yang jasmani, artinya: rela mengorbankan yang jasmani untuk dapat yang rohani, sampai hanya memperhatikan kemurahan Tuhan lewat kurban Kristus, yang tidak bisa dibeli dan diganti dengan apapun di dunia. Ini adalah perak/penebusan.

        Mazmur 107: 43
        107:43. Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

        Mata sudah ditebus, bukan lagi memandang apapun di dunia, tetapi hanya memandang kemurahan Tuhan.


      Hati dan mata ini yang menentukan mulia atau hancur. Ada emas dan peraknya. Emas yaitu kuat teguh hati, dan perak pandangan rohani.

      Inilah pakaian putih bermata-mata.
      Kalau perhatian sudah pada perkara rohani lebih dari pada yang jasmani, dan hanya memperhatikan kemurahan Tuhan, berarti sudah memakai jubah putih bermata-mata.

      Gaji, ijazah, dan semuanya hanya sarana.
      Pandangannya hanya tertuju kepada kemurahan Yesus yang seharga kurban Kristus.

      Kalau perhatian kita tertuju pada perkara rohani, Yesus juga akan memperhatikan kita sedalam-dalamnya.
      Malam ini mata kita memandang Dia; bergantung kemurahan Tuhan. Gaji hanya sarana, jangan bangga kalau punya gaji besar, jangan pesimis kalau gaji kecil. Di dalamnya ada kemurahan Tuhan yang besar.

      "Saya ingat di kantor Johor, om Pong tahu-tahu masuk saat saya sendirian: 'Pak Wi dulu kamu menerima gaji, sekarang fulltimer, lima ribu yang kamu terima di dalamnya ada kemurahan Tuhan yang besar.' Saya hanya berkata: 'Ya om,' saya tidak mengerti. Tetapi setelah menjalani, saya mengerti. Selalu ada, seperti segenggam tepung dan sedikit minyak, diambil tidak habis-habis."

      Gaji besar, toko besar, silakan, yang penting di dalamnya ada kemurahan Tuhan yang besar.
      Kita pandang kemurahan-Nya dan Dia akan memandang kita sedalam-dalamnya. Dia tahu keadaan kita sedalam-dalamnya, sekalipun orang lain tidak tahu.

      Ada empat hal yang diperhatikan Yesus Imam Besar--Dia akan mengulurkan tangan kemurahan-Nya kepada kita--:


      • Keluaran 3: 7
        3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

        Yang pertama: Tuhan memperhatikan segala kesengsaraan kita karena apapun. Dia mau melepaskan kita dari kesengsaraan. Segala masalah sampai yang mustahil Tuhan selesaikan.

        Ada penderitaan apapun, serukan kepada Tuhan, sampai Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya yang besar untuk menyelesaikan semua masalah.


      • Matius 19: 11, 13
        19:11. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
        19:13. Lalu orang membawa
        anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

        Ini cerita tentang kawin cerai. Yesus berkata: Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Lalu murid-murid berkata: Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin. Dan Tuhan katakan: Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
        Inilah perhatian Tuhan kepada nikah dan buah nikah, Dia mau menunjukkan kasih karunia-Nya di dalam nikah dan buah nikah kita--nikah dan buah nikah kita diancam perceraian.

        Yang kedua: Tuhan memperhatikan nikah dan buah nikah. Banyak masalah dalam nikah, tetapi masalah terbesar adalah perceraian. Jangan sampai terjadi! Tuhan tolong.

        Ayat 13= sudah jadi anak-anak--buah nikah--, dihalangi untuk datang kepada Tuhan. Orang tua jangan menyerah kalah! Bawa ke sekolah minggu! Bawa dalam ibadah! Kalau anak nakal, doakan dan jaga.
        Anak-anak dihalangi, lalu Tuhan berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.

        Anak-anak dihalangi untuk datang kepada Tuhan, supaya tidak memiliki sorga. Mungkin ia memiliki perhatian orang tua, bagus, tetapi dia tidak memiliki sorga. Karena itu anak-anak harus diperhatikan.
        Ini adalah masalah buah nikah.

        Buah nikah sudah jadi kaum muda yang kaya dan berhasil, tetapi tidak mau beribadah melayani Tuhan, sehingga tidak selamat. Tuhan berkata kepada orang muda yang kaya: Juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku. Orang muda itu meninggalkan Tuhan dengan kecewa.

        Nikah dan buah nikah serahkan dalam tangan belas kasih Imam Besar, biar Dia yang menolong dan membawa sampai pada perjamuan kawin Anak Domba. Ini perhatian Tuhan.


      • Ayub 31: 4
        31:4. Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?

        Yang ketiga: Tuhan memperhatikan setiap langkah hidup kita. Tuhan yang menentukan semuanya; Dia yang menentukan hidup mati kita; Dia yang menentukan masa depan yang berhasil dan indah.

        Urusan kita adalah memakai jubah putih, mau masuk kesusahan yang besar; mau mengalami percikan darah: menerima pekerjaan sabun (pedang firman) sampai menjadi setia dan baik, dan mau menerima nyala api siksaan sampai menerima pakaian bermata-mata; ada emas dan perak. Itu saja, selanjutnya urusan Tuhan.

        Kesengsaraan, nikah dan buah nikah, dan setiap langkah hidup kita serahkan pada Tuhan!
        Langkah-langkah berhasil dan indah adalah langkah mujizat. Tuhan mau menolong kita dengan langkah-langkah mujizat.


      • Mazmur 144: 3
        144:3. Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?

        Mazmur 8: 5-6
        8:5. apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
        8:6. Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

        'memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat'= bukan hanya pakaian, tetapi juga mahkota kemuliaan.

        Yang keempat: Tuhan memperhatikan manusia yang lemah dan hina. Banyak kekurangan dan kelemahan kita terutama dalam hal rohani, tetapi Tuhan mau menyucikan dan mengubahkan kita sampai satu waktu sempurna seperti Dia; kita memakai mahkota kemuliaan.

        Ada pakaian kemuliaan, dan ada mahkota kemuliaan, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Sengsara pertama: lewat jalur antikris, dia akan dibangkitkan dalam jubah putih dan mahkota kemuliaan--kemenangan atas antikris.
Kita yang masih hidup juga diubahkan menjadi sempurna, juga memakai jubah putih, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Kita yang mau sengsara daging mulai sekarang--memikul salib mulai dari sekarang--, kita akan diubahkan dalam sekejap mata. Yang main-main, nanti lewat jalur antikris masih bisa. Kita bersama-sama menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai, masuk kerajaan Seribu Tahun Damai, sampai berdiri di hadapan takhta sorga.
Sekarang kita membaca, tetapi nanti kita mengalaminya.

Terima perhatian Tuhan! Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita semua, sampai pada kesempurnaan.
Perhatikan Tuhan! Perhatikan kemurahan-Nya, dan Dia akan memperhatikan kita. Dia memperhatikan kita sedalam-dalamnya; Dia bergumul untuk kita. Jangan ragu! Serahkan hidup kepada Dia apapun keadaan kita.
Kaum muda, Dia yang menentukan masa depan kita. Kita hanya berusaha. Apapun masalah kita, serahkan pada Dia! Jangan bergantung pada yang lain!

Mungkin suami, isteri, anak, orang tua, kakak, adik tidak tahu, tetapi Tuhan tahu, Dia yang memperhatikan.
Perjamuan suci adalah bukti bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia bergumul di kayu salib sampai berseru: Sudah selesai! Jangan ragu!
Perjamuan suci adalah perhatian Tuhan yang besar kepada hidup kita yang tidak layak--banyak dosa dan kekurangan--, dan tidak mampu menghadapi apapun juga. Serahkan kepada Dia! Perjamuan suci adalah uluran tangan belas kasih Tuhan, lebih besar dari apapun yang kita hadapi di dunia; sanggup menolong kita, melakukan apa saja, sampai menyempurnakan kita, dan kita berdiri di hadapan takhta Allah. Semoga bisa bersama dengan keluarga kita masing-masing, tidak ada yang ketinggalan. Kita saling mendoakan, sekalipun ada yang menyakiti, kita doakan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top