|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Surabaya, 10 Desember 2008 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub
1 Tesalonika 5: 18
Mengapa kita harus bersyukur?Roma 6: 17-18 ->... Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2011 (Rabu Sore)
Matius
26: 20-25
26:20
Setelah hari malam, Yesus
duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21
Dan ketika mereka... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius
26: ay.
57-68= SAKSI
DAN KESAKSIAN.
Kita
sudah mempelajari 2
macam saksi dan kesaksian
(mulai diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay.
59-62=... Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2011 (Minggu Sore)
Tema
ibadah di Pematang Siantar Mazmur 31: 16a 31:16a.
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu
= pengakuan raja Daud
yang hebat dan... Ibadah Kaum Muda Remaja, 05 Februari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, bahkan menyelamatkan kita semua. Markus... Ibadah Raya Malang, 13 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS... Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 menunjuk pada berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.
Lukas 1:18-23 1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Desember 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:36-46 tentang GETSEMANI.
Getsemani = tempat pemerasan.
Di Taman Getsemani, Yesus mengalami... Ibadah Doa Surabaya, 14 Januari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29BINTANG BERJATUHAN = Roh Kudus tidak bekerja lagi. Roma 8: 26 = pekerjaan Roh Kudus yaitu... Ibadah Raya Surabaya, 15 Mei 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 17-19 26:17.
Pada
hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid
Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di... Ibadah Raya Surabaya, 01 April 2012 (Minggu Sore)
Tema
Ibadah di Teluk Bintuni, Papua Barat "Yohanes 20: 19-29=
kebangkitan
Yesus membawa damai sejahtera"
Yesus
yang sudah bangkit, menampilkan
3x damai... Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2008 (Kamis Sore)
Matius 24:3-44 menunjuk tentang 7 nubuat. Matius 24:26-31 adalah nubuat kelima... Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2011 (Rabu Sore)
Matius
26: 57-58 26:57.
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas,
Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli... Ibadah Doa Malang, 10 April 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.
Tiga kali Petrus menyangkal Yesus: Ayat... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2011 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus "Kabar Mempelai" di Medan
Tema:
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Januari 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius 7:
1-6 7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak
dihakimi. 7:2. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk
menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk
mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3. Mengapakah engkau melihat
selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak
engkau ketahui? 7:4. Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada
saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal
ada balok di dalam matamu. 7:5. Hai orang munafik, keluarkanlah
dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk
mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." 7:6. "Jangan
kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu
melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya
dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
Matius
5-7 terkena pada pelataran tabernakel dan merupakan 10 hukum
perjanjian baru:
-
Matius 5: 21-26 = hukum damai.
- Matius
5: 27-32=
hukum kesucian.
- Matius
5: 33-37=
hukum kejujuran.
- Matius
5: 38-48=
hukum kemurahan.
- Matius
6: 1-18=
hukum keadilan.
- Matius
6: 19-24=
hukum kekayaan.
- Matius
6: 25-34=
hukum iman.
- Matius
7: 1-6=
hukum menghakimi.
- Matius
7: 7-12=
hukum menyangkut doa.
- Matius
7: 13-27=
hukum menyangkut berbuah-buah.
Kita membahas hukum ke-8 (hukum menghakimi). Jangan
kita menghakimi sesama kita, sebab kalau kita menghakimi sesama
kita, kita juga akan dihakimi oleh orang lain, bahkan dihakimi oleh
Tuhan dengan ukuran yang lebih berat dari ukuran yang kita pakai
untuk menghakimi orang lain.
Yang berhak menghakimi hidup kita
adalah Tuhan sendiri lewat FirmanNya.
Roma 12: 19 12:19.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri
menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka
Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang
akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
Apa yang
membuat kehidupan itu suka menghakimi sesamanya?:
-
Matius 7: 3= karena hanya bisa melihat dosa dan kekurangan
orang lain, sedangkan dosa dan kekurangan kita tidak pernah kita
lihat.
Ini sama dengan buta.
Yohanes 9: 39 9:39.
Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya
barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya
barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
Hanya
melihat kesalahan orang lain, itu merupakan salah satu penyebab
kebutaan.
-
Lukas 18: 9-12
18:9. Dan kepada beberapa orang yang
menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,
Yesus mengatakan perumpamaan ini: 18:10. "Ada dua orang
pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan
yang lain pemungut cukai. 18:11. Orang Farisi itu berdiri dan
berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur
kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain,
bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga
seperti pemungut cukai ini; 18:12. aku berpuasa dua kali
seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala
penghasilanku.
Penyebab kedua: karena merasa berjasa
jika sudah beribadah dan berkorban untuk Tuhan dan sesama. Ini
yang seringkali membuat kehidupan itu suka menghakimi, bahkan sampai
menghakimi Tuhan (merasa Tuhan tidak adil).
-
1 Korintus 8: 1
8:1. Tentang daging persembahan berhala
kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan
yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih
membangun.
Penyebab ketiga: mengetahui Firman, tetapi
tidak mempraktikan Firman, sehingga ada kebanggaan/kesombongan
yang membuat orang tersebut bisa menghakimi orang lain dan
menghakimi Tuhan.
Kalau Firman hanya digunakan sebagai ilmu
pengetahuan, itulah yang bisa memicu kesombongan.
Matius 7: 6 7:6. "Jangan kamu memberikan barang
yang kudus kepada anjing dan jangan kamu
melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan
diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak
kamu."
Sifat suka menghakimi ini sama dengan sifat
anjing dan babi= sifat kekafiran.
SIFAT ANJING:
-
Lukas 16: 21
16:21. dan ingin menghilangkan laparnya
dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan
anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Yang
pertama: suka menjilat borok. Artinya: suka membicarakan
kekurangan orang lain.
-
2 Petrus 2: 22
2:22. Bagi mereka cocok apa yang
dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali
lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke
kubangannya."
Yang kedua: suka menjilat muntah.
Artinya: suka mengucapkan perkataan-perkataan yang najis/kotor
yang tidak pantas diucapkan oleh orang yang beribadah.
Efesus
5: 5-6. 4 5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada
orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah
berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan
Allah. 5:6. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata
yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan
murka Allah atas orang-orang durhaka. 5:4. Demikian juga
perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal
ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah
syukur.
'kata-kata yang hampa'= termasuk
kata-kata yang kotor/yang tidak berguna.
-
1 Raja-raja 21: 19
21:19. Katakanlah kepadanya,
demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta
merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di
tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di
situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."
Yang
ketiga: menjilat darah. Artinya: membicarakan orang yang benar=
memfitnah. Sebab Nabot ini adalah orang benar yang mempertahankan
kebun anggurnya dan ia dibunuh karena itu.
SIFAT BABI: 2 Petrus 2: 22 2:22.
Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini:
"Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi
kembali lagi ke kubangannya."
= kembali
lagi ke kubangannya= jatuh bangun dalam dosa sampai membabi
buta dalam perbuatan dosanya. Kalau digabungkan, dosa anjing dan
babi adalah dosa kejahatan dan kenajisan.
Wahyu
21: 27 21:27. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya
sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian
atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab
kehidupan Anak Domba itu.
'sesuatu yang najis'=
dosa kenajisan (anjing). Anjing dan babi ini tidak bisa masuk
dalam kerajaan Surga. Sebab itu, jangan kita suka menghakimi orang
lain.
Supaya tidak menghakimi sesama kita, lebih baik KITA
MENGHAKIMI DIRI KITA SENDIRI SEBERAT-BERATNYA.
3
kesempatan untuk menghakimi diri sendiri:
- 1 Petrus 4: 17a
4:17.
Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada
rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama
dihakimi.
Kesempatan pertama: lewat
mendengarkan Firman pengajaran yang benar.
Matius 15:
21-27 15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke
daerah Tirus dan Sidon. 15:22. Maka datanglah seorang perempuan
Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan,
Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat
menderita." 15:23. Tetapi Yesus sama sekali tidak
menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya:
"Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan
berteriak-teriak." 15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus
hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 15:25.
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata:
"Tuhan, tolonglah aku." 15:26. Tetapi Yesus menjawab:
"Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan
melemparkannya kepada anjing." 15:27.
Kata perempuan itu: "Benar Tuhan,
namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari
meja tuannya."
= contoh kehidupan yang
mendengar Firman dan memeriksa dirinya dengan mengatakan bahwa ia
memang "anjing" (ay. 26-27). Artinya, wanita ini
tidak mempersalahkan siapa-siapa, bahkan membenarkan Firman
Tuhan.
'menjilat roti', artinya:
- menghargai Firman pengajaran
benar dalam urapan Roh Kudus dan kita bisa mengetahui hidup
kita yang jahat dan najis. Dan Firman itu yang mampu melepaskan
kita dari dosa kejahatan dan kenajisan.
- menjadikan Firman sebagai
suatu kebutuhan pokok kita.
Ini sama dengan membutuhkan
pelita di tempat gelap.
2 Petrus 1: 19 1:19.
Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah
disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu
memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang
bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing
dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Firman
sebagai kebutuhan pokok juga sama seperti bayi yang membutuhkan air
susu yang murni.
1 Petrus 2: 2 2:2. Dan jadilah
sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin
akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya
kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Imamat 24:
5-6 24:5. "Engkau harus mengambil tepung yang
terbaik dan membakar dua belas roti bundar
dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh
efa; 24:6. engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah
sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan
TUHAN.
Firman pengajaran yang murni= 12 ketul roti
diatas meja roti sajian. Ini yang kita butuhkan untuk
menyucikan kita dari dosa anjing dan babi yang dijabarkan menjadi
12 dosa dalam hati manusia.
Markus 7: 21-22 7:21.
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat,
percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3), 7:22. perzinahan(4),
keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri
hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
Kalau
12 dosa ini disucikan, kita akan menjadi rumah Allah/tahta Allah,
dimana Tuhan akan berdiam didalam kehidupan kita.
Kalau
mempertahankan 12 dosa, hidup itu menjadi rumah setan/tahta
setan.
1 Korintus 3: 16 3:16. Tidak tahukah
kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di
dalam kamu?
Kalau ada Roh Allah, di dalam hidup kita
juga ada kasih Allah.
Wahyu 22: 1 22:1.
Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang
jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta
Allah dan takhta Anak Domba itu.
Tanda kalau kita sudah
menjadi tahta Allah, yaitu ada aliran-aliran air hidup yang
jernih bagaikan kristal= kejujuran.
Kejujuran ini
dalam hal:
- jujur dalam pengajaran.
Matius
22: 15-16 22:15. Kemudian pergilah orang-orang Farisi;
mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu
pertanyaan. 22:16. Mereka menyuruh murid-murid mereka
bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru,
kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan
jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada
siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
Jujur
ini juga termasuk: mempraktikan apa yang kita ajarkan kepada
orang lain. Kalau kita jujur dalam hal ini, maka kita akan
mengalami mujizat, terjadi keubahan-keubahan hidup sampai kita
sempurna seperti Dia sempurna.
- jujur dalam nikah.
Ibrani
13: 4-5 13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat
terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan
tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi
Allah. 13:5. Janganlah kamu menjadi hamba uang
dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah
telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau
dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Kalau
sudah jujur dalam pengajaran, pasti jujur dalam nikah. Jujur
dalam nikah ini termasuk dalam jujur dalam keuangan.
Selama
kita tinggal dalam kejujuran, Tuhan tidak akan pernah tinggalkan
kita!
Wahyu 22: 5 22:5. Dan malam tidak
akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan
cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka,
dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.
=
di Yerusalem baru juga tidak ada setitikpun kegelapan. Semuanya
terang (= jujur).
-
Ayub 23: 10
23:10. Karena Ia tahu jalan hidupku;
seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul
seperti emas.
Kesempatan kedua: pada saat kita
menghadapi ujian bagaikan api (mengalami percikan darah=
penderitaan tanpa salah).
Saat menghadapi ujian, jangan
saling menyalahkan, tetapi kita memeriksa diri sendiri. Tuhan
ijinkan kita mengalami percikan darah, supaya kita ada kesempatan
untuk memeriksa diri, sebab banyak kali, kita lupa diri.
Kalau
saat memeriksa diri, kita menemukan kesalahan, biarlah kita minta
ampun. Kalau tidak ada kesalahan, berarti itu merupakan percikan
darah yang mutlak kita lewati supaya kita memuliakan Tuhan.
1
Petrus 4: 12-13 4:12. Saudara-saudara yang kekasih,
janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu
sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas
kamu. 4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang
kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh
bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan
kemuliaan-Nya.
Dalam penderitaan, Tuhan ingin
menyatakan kemuliaanNya.
-
1 Korintus 11: 28
11:28. Karena itu hendaklah tiap-tiap
orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia
makan roti dan minum dari cawan itu.
Kesempatan ketiga:
pada saat menghadapi perjamuan suci. Sebelum makan/minum
perjamuan suci, kita memeriksa diri sendiri, supaya perjamuan
suci menjadi kekuatan bagi kita dan bukan kecelakaan.
Kekuatan
ini seperti bangsa Israel yang berjalan di padang gurun. Artinya:
Firman dan perjamuan suci memberi kita kekuatan untuk
melewati dunia yang seperti padang gurun dan kita tetap kuat teguh
hati.
2 Korintus 4: 7-9 4:7. Tetapi harta ini
kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan
yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari
diri kami. 4:8. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak
terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 4:9. kami
dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan,
namun tidak binasa.
Kekuatan kita yang sesungguhnya
adalah Firman dan perjamuan suci. Perjamuan suci juga mampu
mengerjakan mujizat dalam hidup kita.
ay. 9= saat dalam
sengsara, Tuhan tidak meninggalkan kita. Kita mengalami mujizat
demi mujizat sampai kita diangkat dari anjing menjadi mempelai
wanita Tuhan. Kita hidup di Yerusalam Baru.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|