English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 05 Mei 2009 (Selasa Sore)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan Yesus untuk datang kembali kedua...

Ibadah Raya Surabaya, 24 April 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 18 April 2009 (Sabtu Sore)
Dalam Markus 13 ada 7 nubuatan, yaitu segala sesuatu yang akan terjadi di akhir zaman.

Ibadah Doa Malang, 06 Desember 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Maret 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Hardiyono

Salam damai sejahtera dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Biarlah kiranya bahagia dan damai sejahtera Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Juli 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:3-4
6:3 Dan ketika...

Ibadah Raya Malang, 22 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 Salam kepada ketujuh jemaat.

...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 April 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Raya Malang, 12 April 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang 7 kali...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 18 Juni 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22 tentang arah pengikutan kepada Yesus,...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Mei 2009 (Minggu Sore)
Efesus 4: 15
Tema ibadah di Manado 26-28 Mei 2009: "BERTUMBUH KE ARAH YESUS YANG ADALAH...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 April 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Wahyu 2: 12
2: 12. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

Di sini (ayat 12), Yesus tampil sebagai Imam Besar dan Gembala Agung dengan pedang yang tajam dan bermata dua/Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menghadapi takhta iblis, sebab jemaat Pergamus BERADA DI TAKHTA IBLIS atau memindahkan dari takhta iblis menjadi takhta Surga.

Wahyu 2: 13-16
2:13. Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
2:14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut
ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
2:15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada
ajaran pengikut Nikolaus.
2:16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.


'di tempat takhta Iblis'= sidang jemaat Pergamus berdiam di takhta iblis.
Ay. 13 = bahkan sampai ada yang dibunuh, karena imannya tetap kuat.

Menghadapi kejahatan dan kenajisan, jemaat Pergamus kuat dan tidak menyangkal nama Tuhan, tetapi setan tidak membiarkan. Saat menghadapi yang kedua (penyesatan), beberapa orang jemaat Pergamus tidak kuat dan disesatkan.

Kalau kita simpulkan, di sini ada 2 keadaan takhta iblis:

  1. ay. 13= 'di tempat takhta Iblis'= takhta kegelapan= kenajisan, kejahatan (kikir, serakah, iri hati, benci, aniaya) sampai pembunuhan. Tetapi, jemaat Pergamus tetap kuat dan teguh dalam iman, tidak menyangkal Yesus (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2014).


  2. ay. 14-16= 'ajaran Bileam dan ajaran pengikut Nikolaus'= takhta penyesatan= ajaran-ajaran sesat, yaitu ajaran Bileam dan Nikolaus.

Iblis menyerang sidang jemaat Pergamus dengan kenjisan, kejahatan, aniaya dan pembunuhan, tetapi sidang jemaat Pergamus tetap kuat dan teguh dalam iman (tidak menyangkal iman). Setan tidak tinggal diam. Kalau diserang dengan kejahatan dan kenajisan masih kuat, maka iblis menyerang kembali sidang jemaat Pergamus dengan ajaran-ajaran sesat. Rupanya berhasil, sehingga beberapa orang disesatkan dengan ajaran-ajaran sesat (ajaran Bileam dan Nikolaus). Inilah kelemahan sidang jemaat Pergamus.
Seperti Petrus yang bisa berjalan di atas gelombang. Tetapi, begitu kena angin sedikit (ajaran sesat), langsung tenggelam (Petrus tidak mampu).
Sebab itu, kita harus waspada. Ajaran sesat ini bagaikan angin sepoi-sepoi yang membuat kita tertidur lelap.

Malam ini, kita belajar yang kedua: TAKHTA PENYESATAN.
2 macam ajaran sesat di Pergamus yang saling bekerjasama:

  1. ajaran Bileam= beribadah melayani, hanya untuk mendapatkan upah yang jasmani (hanya untuk mencari perkara jasmani).
    2 Petrus 2: 15-16
    2:15. Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
    2:16. Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.


  2. ajaran Nikolaus= mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara atau dengan cara-cara dunia, tanpa Firman pengajaran benar dan penyucian, sehingga ada perzinahan/percabulan. Nikolai artinya banyak orang.
    Cara dunia adalah hanya menonjolkan hiburan dan kemakmuran jasmani (gereja menjadi entertainment), tetapi tanpa pedang Firman pengajaran yang benar.
    Inilah takhta iblis. Kalau tidak ada pedang, pasti ada takhta iblis. Sebab itu, Tuhan tampil dengan pedang untuk memindahkan dari takhta iblis menjadi takhta Tuhan.

Jadi, 2 ajaran sesat ini sudah tepat, yang satu mengumpulkan uang dan yang satu mengumpulkan banyak orang dengan menonjolkan berkat jasmani dan hiburan-hiburan jasmani, sehingga terjadi perzinahan.
Tujuannya: jika banyak orang terkumpul, maka uang yang dikumpulkan juga banyak, tetapi di dalamnya ada penyembahan berhala dan perzinahan.

"Sebab itu, kita berbahagia mendapat ajaran dan teladan dari pendahulu-pendahulu kita. Ada ibadah persekutuan (ibadah kunjungan-kunjungan) yang dihadiri cukup banyak orang, tetapi tidak ada kolekte, untuk menghindari hal-hal seperti ini. Bahkan, sekarang tempat duduk untuk beribadah juga diberi harga."

Tadi, disebutkan bahwa Bileam menunggangi keledai, 'keledai beban yang bisu berbicara'.
Keledai ini diincar untuk 2 kegerakan besar (ada dua kekuatan yang sasarannya sama, yaitu keledai):

  1. Tadi, Bileam menunggangi keledai menuju Babel (kutukan dan kebinasaan). Sasarannya adalah keledai.
    Keledai= bangsa kafir.


  2. Yesus menungganggi keledai untuk menuju Yerusalem (Yerusalem Baru). Ini sekarang menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir (pembangunan tubuh Kristus yang sempurna) lewat pedang Firman pengajaran/kabar mempelai, sehingga kita menjadi mempelai wanita Tuhan untuk masuk Yerusalem Baru dan duduk bersanding dengan Yesus di takhta Surga selama-lamanya.

Kita tinggal pilih, keledai mau ditunggangi Bileam atau Yesus
.
Kegerakan Bileam mendapatkan upah jasmani yang banyak, tetapi menuju kutukan.
Kegerakan Roh Kudus hujan akhir merupakan kegerakan iman, yaitu kegerakan memberi/berkorban waktu, tenaga, uang, pikiran sampai bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan.
Ini bukan kegerakan untuk menerima, melainkan memberi (berkorban). Seperti dulu, saat Yesus menunggangi keledai menuju ke Yerusalem, pakaian-pakaian, makanan-makanan dilemparkan di jalan. Padahal bangsa Kafir biasanya kuatir tentang pakaian dan makanan, tetapi itu semuanya malah dilemparkan (diberikan).
Ini perbedaannya dengan kegerakan Bileam.

Memberikan hidup kita= mempercayakan hidup kita kepada Tuhan dan Tuhan akan menunggangi kita (menyerahkan diriNya kepada kita).
Semua harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah, kecuali satu, pengajaran benar tidak boleh dikorbankan.
Mau menikah, masuk dalam penggembalaan, antar penggembalaan (fellowship), semuanya harus berkorban, tetapi pengajaran benar jangan dikorbankan. Sebab, tanpa pedang, pasti arahnya ke takhta iblis, kutukan dan kebinasaan.

Jadi, penyucian terakhir bagi sidang jemaat Pergamus adalah HARUS KEMBALI KEPADA FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Tidak ada jalan lain.
Kalau bertahan pada ajaran sesat/ajaran palsu dan tidak bertobat, akan terkena pedang penghukuman (ayat. 16), sehingga binasa untuk selamanya.

Wahyu 2: 16
2:16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Kita tinggal pilih, mau menerima pedang Firman atau pedang penghukuman.

Mengapa sidang jemaat Pergamus bisa tersesat, padahal Pergamus bisa melawan kejahatan, kenajisan dan pembunuhan?

  1. 2 Korintus 11: 2-4
    11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau
    pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4. Sebab kamu
    sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    'masa pertunangan'= akhir jaman= masa yang paling dekat dengan pernikahan.

    Jawaban pertama: sidang jemaat Pergamus bisa disesatkan karena PIKIRANNYA disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus.

    Di jaman kitab Kejadian, sudah terjadi, dan di akhir jaman, terjadi lagi penyesatan.
    'sabar saja'= tidak tegas terhadap ajaran lain, sekalipun perbedaannya hanya sedikit. Ini seperti rel kereta api, kalau menyimpang sedikit saja, maka tidak akan pernah bertemu lagi sampai kapanpun.

    Pikiran disesatkan dari kesetiaan sejati kepada Kristus, artinya:


    • tidak setia pada Firman pengajaran benar yang sudah menjadi pengalaman hidupnya.
      Contoh: Hawa di taman Eden. Perintah Tuhan, 'semua buah pohon di taman boleh dimakan dengan bebas, kecuali satu buah di tengah taman'. Selama berpegang ajaran benar, ia bahagia, terpelihara, tidak ada air mata dan sebagainya. Tetapi, mendadak ia bisa terkecoh oleh ular, karena ia sabar saja (tidak tegas, tidak ada kekuatan untuk menolak ajaran lain).

      Galatia 1: 6-8
      1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
      1:7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang
      mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
      1:8. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu
      injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

      'injil yang berbeda'= ajaran yang berbeda.
      'terkutuklah'= kalau berbeda dengan yang benar, itu berarti menuju kutukan (seperti Bileam).
      Ajaran lain ini memutarbalikan injil. Yang Tuhan katakan 'boleh', dikatakan, 'tidak boleh' dan sebaliknya.

      Kejadian 3: 1
      3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

      "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" = padahal yang benar, Tuhan berfirman 'semua buah pohon di taman boleh kamu makan buahnya, tetapi cuma satu yang tidak boleh'. Tetapi ini malah diputar balik oleh iblis, sehingga artinya menjadi, 'buah yang satu itu (yang dilarang oleh Tuhan), yang boleh kamu makan'.

      Yang boleh jadi tidak boleh, yang tidak boleh jadi boleh. Terutama ajaran Izebel. Wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu, yaitu mengajar dan memerintah laki-laki. Tetapi sekarang, boleh.
      Kawin cerai tidak boleh, tetapi ajaran Farisi mengatakan boleh. Inilah ajaran yang diputar balik dan kita berperang melawan ini.
      Kita jangan terlalu sabar (karena sungkan dan sebagainya).
      Kalau memberi kesempatan mendengar satu kali, itu sama seperti Hawa mendengar hanya satu kali, dan akibatnya, Hawa jatuh.

      Kalau mendengar ajaran lain, pasti menambah dan mengurangi Firman pengajaran benar (merubah Firman pengajaran benar).
      Kejadian 2: 16
      2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

      Kejadian 3: 2
      3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

      Hawa mengurangi firman pengajaran yang benar= Hawa mengurangi kata 'bebas', artinya: tidak ada lagi kebebasan Roh Kudus. Semua dibatasi, waktu dibatasi supaya pemberitaan firman jangan lama-lama, isi pemberitaan firman dibatasi supaya tidak keras-keras.
      Akibatnya: sidang jemaat menjadi TULI, cacat rohani, sehingga tetap terikat kepada dosa-dosa.

      Tuli = pendengarannya tidak baik, ada kata 'bebas', tetapi dibilang tidak ada. Gambaran terikat, contohnya: datang beribadah seminggu satu kali sudah merasa hebat, waktu dalam ibadah ingin cepat-cepat selesai.

      Kejadian 2: 17
      2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

      Kejadian 3: 3
      3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

      Hawa menambah firman pengajaran yang benar= Hawa menambah kata 'raba',. Akibatnya: menjadi BISU.
      Menambah kata 'raba', artinya


      1. ditambah dengan lawakan seperti Simson yang dipaksa melawak di kuil Dagon dan 3000 orang mati, tidak ada kesempatan untuk bertobat dan tidak bisa sempurna. Angka 3000 (sempurna) = Ruangan Suci (2000) + Ruangan Maha Suci (1000).
        Kalau ada lawakan itu bukan beribadah di rumah Tuhan, tetapi di Kuil Dagon. Simson merupakan gambaran Roh Kudus, tetapi dipaksa melawak.


      2. ditambah dengan ilustrasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya (logikanya yang senang), tetapi tidak bisa menyucikan.


      Kalau bisu rohani, maka tidak pernah dijamah oleh tangan Tuhan, tidak pernah disucikan dan diubahkan hidupnya.
      Bisu = bicaranya tidak baik, tidak ada kata 'raba', tetapi dibilang ada kata 'raba'.

      Kesaksian:
      "Saya pernah bersaksi. Kalau tidak salah, kami mau ke Toraja, naik kapal Tidar dan waktu itu saya disuruh kotbah. Di kapal, biasanya kami makan di kelas ekonomi, tetapi besoknya karena saya berkotbah, saya boleh naik kelas untuk makan. Tetapi, hamba Tuhan yang dibelakang saya berkata, 'ini karena pengajaran'. Ternyata kalau naik kelas, sudah boleh duduk di meja. Sekarang, ini jadi pertanyaan, sekarang sudah ditambah dan dikurangi dengan alasan jaman sudah berubah. Padahal, Alkitab ini selalu baru (up to date) dan tidak pernah ketinggalan jaman."

      Kalau cacat rohani (bisu dan tuli), berarti terjadi penyakit ayan rohani.
      Markus 9: 22, 25
      9:22. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
      9:25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi
      bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

      Markus 9: 22, 25 = Matius 17 'Yesus turun gunung untuk mengusir roh dari anak yang bisu'.

      Ayan= gila babi, benar-benar dalam kenajisan, kerusakan moral, dosa makan minum dan kawin mengawinkan, tidak ada masa depan lagi, gelap hidupnya, kehancuran nikah dan buah nikah. Kita harus hati-hati.
      Kalau cacat, berarti tidak bisa sempurna, tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan dan tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali (ketinggalan), berarti ia masuk dalam pesta pembantaian di bumi ini oleh pedang yang keluar dari mulut Tuhan.

      Wahyu 19: 17, 21
      19:17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
      19:21. Dan semua orang lain
      dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

      Ay. 9 = pesta nikah Anak Domba di awan-awan. Ini yang sempurna.
      Yang tidak sempurna atau cacat (bisu tuli), akan ketinggalan dan terkena pedang pembantaian.

      'dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu' = kalau tidak sampai di awan-awan, maka ada perjamuan lainnya, itulah pesta pembantaian.


    • arti kedua dari pikiran disesatkan dari kesetiaan sejati kepada Kristus: tidak setia sampai meninggalkan ibadah dan pelayanan kepada Tuhan.

      Ibrani 10: 25-29
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab jika kita
      sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah
      kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
      10:28. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
      10:29. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang
      menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

      'seperti dibiasakan oleh beberapa orang' = sudah menjadi kebiasaan.
      'menjelang hari Tuhan yang mendekat'= menjelang kedatangan Tuhan kedua kali (masa pertunangan), banyak yang meninggalkan pengajaran benar dan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      'Sebab jika kita sengaja berbuat dosa' = dari biasa menjadi sengaja.
      'tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu' = tidak terampunkan.

      Tidak setia= dosa kebiasaan.
      Artinya: tidak menyesal lagi saat tidak bisa beribadah, malah tertawa-tawa.
      Tinggalkan ibadah pelayanan= dosa sengaja, sengaja tidak mau beribadah sekalipun ada kesempatan. Dan ini sama dengan menginjak-injak darah Yesus, sehingga masuk dalam hukuman api yang menghanguskan.


  2. Ibrani 3: 10-11
    3:10. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
    3:11. sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

    'Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku' = jika hatinya sesat, maka jalannya juga sesat.

    Jawaban kedua: sidang jemaat Pergamus bisa disesatkan karena HATI disesatkan.
    Artinya: menolak jalan Tuhan ('mereka tidak mengenal jalan-Ku')= menolak jalan salib. Jalan Tuhan hanya satu, yaitu jalan rata (jalan salib), tidak ada jalan lain. Sebab itu, nabi Yohanes Pembaptis mengatakan, 'gunung-gunung diratakan, lembah-lembah ditimbun, yang berkelak-kelok diluruskan', supaya menjadi jalan yang rata. Kalau berkelak-kelok, ada lembah dan gunung, itu jalannya ular.
    Akibatnya: tidak bisa masuk perhentian (Sabat).
    3 macam Sabat:


    • Sabat kecil: perhentian/damai sejahtera di dalam Roh Kudus yang terjadi setiap hari. Kalau dulu, Sabat itu hari ke-7 (setelah bangsa Israel bekerja, ada perhentian pada hari ke-7), tetapi sekarang, setiap hari kita harus mengalami Sabat. Kalau ini bisa kita alami, maka kita bisa masuk Sabat kedua.


    • Sabat besar: perhentian dalam kerajaan 1000 tahun damai= Firdaus yang akan datang (Wahyu 20). Kalau sekarang tidak berdamai (bertengkar terus), tidak mungkin bisa masuk dalam Firdaus yang akan datang. Kalau sekarang sudah damai terus, nanti akan diakumulasikan sampai masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai.


    • Sabat kekal: perhentian di dalam Yerusalem Baru selama-lamanya = kerajaan surga yang kekal.


    Di luar jalan salib (menolak jalan salib), akibatnya: tidak akan pernah mengalami perhentian dan tidak masuk Yerusalem baru, tetapi masuk dalam kebinasaan.

    Matius 7: 13-14
    7:13. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
    7:14. karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

    Ay. 13 = Kalau hatinya sesat, akan memilih jalan yang lebar (enak bagi daging) dan menuju kebinasaan.

    Kita harus hati-hati hari-hari ini. Banyak hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan yang hatinya disesatkan, sehingga menolak salib = tidak mau masuk pintu sempit, tetapi memilih jalan lebar, yaitu


    • Jalan yang enak bagi daging, sehingga tetap berbuat dosa.
    • Jalan lebar adalah jalan menuju pasar (ibadah pelayanan sistem pasar), ibadah seperti pasar yang enak-enak saja dan bebas.
      Pasar, artinya:


      1. hanya mencari keuntungan jasmani,
      2. ramai-ramai (secara duniawi),
      3. hanya cari yang murah= murahan, siapapun boleh berkotbah.


    Di Bait Allah, orang melakukan jual beli (dijadikan pasar), sehingga Yesus mencambuk semuanya, 'Rumah-Ku adalah Rumah Doa, tetapi kamu jadikan sarang penyamun!'.
    Kita mohon kepada Tuhan, supaya kita masuk ke pintu yang sempit dan menuju kehidupan kekal (kemuliaan bersama Tuhan).

    Praktik jalan sempit (jalan salib):
    1 Petrus 2: 21-24
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22. Ia
    tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
    mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    'supaya kamu mengikuti jejak-Nya'= mengikuti jalan salib (jalan penuh dengan darah), yaitu:


    • jalan kematian= mati terhadap dosa (bertobat).
      Artinya:


      1. tidak berbuat dosa (ay. 22),
      2. tidak berdusta (ay. 22 'tipu tidak ada dalam mulut-Nya'),
      3. tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan (ay. 23).


    • jalan kebangkitan: 'hidup untuk kebenaran' (ay. 24). Semuanya harus benar. Memang sempit kalau mau benar, bahkan sangat sempit.

      "Saya beri contoh anak kaum muda mau ambil SIM, sudah tidak tenang, karena ada pengalaman ambil SIM ujiannya sampai beberapa kali, begitu juga dari teman-temannya, ujiannya sampai 6-7 kali. Tetapi saya ajarkan untuk dijalani saja, kalau tidak lulus, supaya diulangi lagi. Nanti lama-lama Polisinya yang bosan dan meluluskan. Dan banyak yang akhirnya mendapatkan SIM dengan benar."

      Mau hidup benar ini bagaikan masuk pintu sempit, kita mungkin dicaci maki, tetapi biarkan saja.
      Kalau kita ada dalam kebenaran, ada kuasa bilur-bilur yang menyembuhan dan menyehatkan kita ('Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh'). Kita sehat jasmani (tubuh jasmani sehat) dan rohani (tetap bisa hidup benar), sehat rumah tangga, sehat ekonomi dan lain-lain bahkan iblis tidak bisa menjamah.
      Di mana ada kebenaran, di situ ada kesehatan (kuasa bilur-bilur-Nya).

      Yesaya 32: 17
      32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

      Di mana ada kebenaran, di situ ada Sabat (perhentian, ketenangan). Mau berdoa, beribadah, di rumah tangga enak, sampai merasa enak di manapun kita berada.
      Mulai Sabat kecil kita alami setiap hari, kemudian Sabat besar sampai Sabat kekal di Yerusalem Baru selama-lamanya.
      Sekarang, salib mau diambil dari gereja Tuhan, itu berarti damai sejahtera mau diambil, sampai Yerusalem baru juga mau diambil.


    Sidang jemaat Pergamus teap kuat saat menghadapi kegelapan, kenajisan, tetapi begitu ditiupkan angin pengajaran palsu, beberapa orang ada yang terseret. Sebab itu hati-hati dan jangan merasa kuat!

    "Karena itu saya batasi, satu kalipun jangan mendengarkan ajaran lain. Contohnya, Hawa hanya mendengar satu kali, Salomo yang hebat tetapi mendengar ajaran lain dari istrinya, akhirnya Salomo tidak kuat."


  3. 1 Petrus 2: 25
    2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Jawaban ketiga: sidang jemaat Pergamus bisa disesatkan karena tidak tergembala.

    Tadi, karena pikiran sesat, maka jemaat Pergamus menjadi cacat rohani dan tidak bisa menjadi mempelai wanita. Kemudian, hatinya sesat, sehingga tidak mengalami perhentian (sabatnya diambil).

    Kalau bangsa kafir tidak tergembala, akibatnya:


    • hanya tampil seperti anjing dan babi.
      Perkataannya seperti anjing= perkataan sia-sia, berdusta, gosip yang tidak benar, fitnah, menjelekkan orang lain sampai menghujat Tuhan.
      Menghujat Tuhan = menyalahkan atau memusuhi pengajaran yang benar, sebab Firman pengajaran yang benar merupakan pribadi Tuhan.

      Perbuatannya seperti babi= dalam kenajisan, sampai dosa makan minum dan kawin mengawinkan.


    • disesatkan. Sehebat apapun domba, kalau tidak tergembala pasti tersesat.
    • Matius 9: 36
      9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

      Akibat yang ketiga kalau tidak tergembala: lelah (letih lesu dan beban berat) karena semua ditanggung sendiri dan terlantar (tidak ada yang tanggung jawab atas kselamatan jiwanya). Jika tergembala, lelah dan letih lesu ditanggung oleh gembala.


    • Zakharia 10: 2
      10:2. Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

      Sekarang ini banyak dipakai, mimpi-mimpi yang tidak ada ayatnya dalam Alkitab.

      Akibat yang keempat kalau tidak tergembala: kosong rohaninya seperti sekam, sehingga:


      1. lari pada terafim =ajaran-ajaran sesat, yang dipelajari justru setan-setan dan rumahnya setan. Kalau mempelajari Tabernakel atau kabar mempelai (Rumah Tuhan), malah dianggap porno.


      2. lari pada hiburan dan kemakmuran duniawi,
      3. sampai tidak memiliki kasih Allah, sehingga menyangkal Yesus.


    Contoh: Petrus menyangkal Yesus karena ia kosong, tidak tergembala sekalipun gembalanya Yesus.
    Yohanes 21: 15-17
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau
    mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka
    sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Kalau mengasihi Tuhan, maka ditunjukkan dengan menggembalakan domba-domba. Itulah sebagai bukti mengasihi Tuhan.
    Begitu ditanya 3 kali, Petrus sedih, karena ia tahu bahwa ia menyangkal Tuhan dan disesatkan karena ia tidak punya kasih Allah.

    3 kali pertanyaan Yesus:


    • pertanyaan pertama; Tuhan bertanya dengan kasih agape (kasih Allah), 'Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape?', dijawab, 'aku mengasihi Engkau dengan kasih fileo (kasih sesama)'.


    • pertanyaan kedua; Tuhan bertanya dengan kasih agape (kasih Allah), 'Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape?', dijawab, 'aku mengasihi Engkau dengan kasih fileo (kasih sesama)'.


    • pertanyaan ketiga, Tuhan turunkan, Tuhan tanya dengan kasih fileo, 'Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih fileo?', dijawab dengan sedih, karena Petrus sudah menyangkal Yesus sebagai sahabat dan gurunya.


    Kasih agape dan fileo tidak ada, berarti Petrus kosong dari kasih Allah (disesatkan). Sekarang, kita harus waspada. Petrus yang hebat, tetapi tanpa kasih (bisa menyangkal Yesus), siapa kita?
    Kita harus lebih sungguh-sungguh dan berhati-hati.

    Kesimpulan: semua harus tergembala dengan benar dan baik. Mulai dari gembala, rasul, nabi, guru, penginjil, apa saja jabatan pelayanannya (pemain musik dan sebagainya), semua harus tergembala dengan benar dan baik, supaya kita bisa menerima kasih Tuhan dan hidup kita tidak kosong.

    Tiga kali pertanyaan Yesus, ini menujuk kandang penggembalaan (ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok). Kita tergembala dengan benar dan baik kalau kita ada di dalam kandang penggembalaan (Ruangan Suci). Terdapat tiga macam alat dalam ruangan suci:


    • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya (ada menyanyi, kesaksian dan sebagainya),
    • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah didalam Firman pengajaran dan kurban Kristus,
    • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.


    Masuk kandang penggembalaan = lewat pintu yang sempit (jalan salib).
    Inilah sekarang yang tidak disuka oleh seorang gembala. Sebab, setan itu membunuh gembala terlebih dulu, sehingga domba-domba akan tercerai berai.

    Lewat kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat (bergaul erat) pada Allah Tritunggal seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar, sehingga setan tidak bisa menjamah kita.
    Dan cepat atau lambat, kita akan berbuah manis.

    Yakinlah dan tekuni penggembalaan!
    Satu waktu kita akan berbuah manis dan menerima kasih Tuhan yang ajaib (tidak kosong), sehingga kita bisa mengasihi Dia lebih dari semua dan kita bisa mengulurkan tangan pada Tuhan.

    Yohanes 21: 18
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    'engkau akan mengulurkan tanganmu', 'membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki' = sudah berserah pada Tuhan, daging tidak bersuara.

    Sesudah menerima kasih Allah, Petrus bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Petrus mau dibawa ke tempat yang tidak dikehendakinya.
    Artinya:


    • 1 Petrus 5: 5-6 ('tentang penggembalaan')
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu
      di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Arti pertama: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara ('tunduk'). Contoh lainnya: Abraham taat kepada Tuhan untuk menyembelih anaknya sendiri.


    • 1 Petrus 5: 7
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Arti kedua: menyerahkan segala kekuatiran dan ketakutan kepada Tuhan sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan (mengasihi Tuhan lebih dari semuanya).


    • rela berkorban apa saja untuk Tuhan, bahkan sampai mati, Petrus juga rela. Tadi, disebutkan dalam Yohanes 21: 18, bagaimana caranya Petrus mati untuk Tuhan.


    Kalau kita mengangkat 2 tangan kepada Tuhan, Tuhan mengulurkan tangan yang kuat kepada kita (kita dipegang oleh tangan kanan Tuhan) dan kita tidak bisa disesatkan (1 Petrus 5: 6: 'di bawah tangan Tuhan yang kuat').

    Mazmur 118: 15-16
    118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
    118:16. tangan kanan TUHAN berkuasa
    meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Ay. 15 = tangan kanan Tuhan memberikan kemenangan.
    Ay. 16 = tangan kanan Tuhan meninggikan tepat pada waktu-Nya (1 Petrus 5: 6).

    Tangan kanan Tuhan berguna untuk:


    • Yang pertama: tangan kanan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kemustahilan dan kesulitan di dunia (1 Petrus 5: 7). Tuhan tidak pernah menipu kita.
      Hidup kita bukan dari dunia ini, tetapi tangan Tuhan yang menentukan. Yang dari dunia ini hanyalah sebagai sarana saja.

      Kesaksian:
      "kalau saya bersaksi, saya tidak makan dan minum, saya bertekad tidak mau minta, tidak mau teriak, tetapi Tuhan bisa kirim. Tidak ada jemaat (masih sekolah dan pengerja), bisa hidup. Setelah itu dikirim, tetapi jemaatnya sedikit, tetapi bisa hidup. Sekarang jemaatnya ada 2 (di Malang dan Surabaya), juga bisa hidup. Berarti saya hidup bukan dari jemaatnya, tetapi dari tangan kanan Tuhan. Kalau hidup dari jemaat, dari dulu saya sudah mati (waktu masih sekolah tidak makan dan tidak minum, saya sudah mati duluan)."

      JANGAN KECILKAN KEKUATAN TUHAN! (jangan berputus asa dan sebagainya).
      Tangan kanan Tuhan lebih kuat dari masalah kita.


    • Tangan kanan Tuhan memberikan kemenangan atas setan, pencobaan-pencobaan= Tangan kanan Tuhan sanggup menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil.

      Kandang penggembalaan merupakan tempat di mana kita tidak bisa disesatkan, sebab kita dipegang oleh tangan kanan Tuhan.


    • Tangan kanan Tuhan meninggikan kita tepat pada waktu-Nya. Artinya:


      1. Yang gagal menjadi berhasil = tangan kanan Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya. Kita tinggal tunggu waktu Tuhan.

        Bagaimana kita menunggu waktu Tuhan? Di dalam penggembalaan yang benar, mengulurkan tangan kepada Tuhan (kita taat selalu pada Tuhan, menyerah sepenuh pada Tuhan dan rela berkorban untuk Tuhan). Sampai Tuhan mengulurkan tangan kepada kita dan kita diangkat menjadi berhasil dan indah.


      2. Tangan kanan Tuhan bisa memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      3. Tangan kanan Tuhan juga menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai sempurna seperti Dia dan kita menjadi mempelai wanita.

        Jika Yesus datang kembali kedua kali, kita terangkat di awan-awan yang permai dan kita duduk bersanding dengan Dia di takhta Surga selama-lamanya.

Memang akan ada penyesatan dan banyak yang gugur hari-hari terakhir ini. Yang kita pelajari sekarang baru 2 ajaran sesat, Bpk Pendeta Totaijs mengatakan ada sekitar 400 pengajaran palsu, ada juga ragi-ragi (ragi Herodes, Farisi dan Saduki).

Mari kita hati-hati.

  1. Jaga pikiran, tetap setia pada pengajaran benar yang sudah menjadi pengalaman dan sudah kita saksikan, setia dalam ibadah pelayanan yang benar, jangan ikuti pasar dan sebagainya.


  2. Jaga hati, tetap ada pada jalan salib. Kita pilih pintu sempit. Kalau dalam beribadah, kita merasakan sengsara, itu sudah benar karena masuk pintu sempit.


  3. Mari tergembala dengan benar dan baik, sampai kita mengalami kasih Allah dan kita tinggal menunggu waktu Tuhan. Dia tidak menipu kita, Dia memegang kita dengan tangan kanan yang kuat: Ia memberi kemenangan, memelihara kita dan meninggikan kita pada waktu-Nya.

Mari kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, sebab ada perjamuan suci. Kalau Dia tidak mati di kayu salib, Dia tidak akan bisa mengulurkan tangan kepada kita. Yesus rela mati di kayu salib, untuk bisa mengulurkan tangan kepada kita. Serahkan ketakutan dan kekuatiran kita kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Oktober 2017 - 01 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 22-23 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top