English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 08 September 2011 (Kamis Malam)
KORBAN TAHBISAN.

Keluaran 29:29-30
29:29 Pakaian kudus kepunyaan Harun...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Mei 2011 (Senin Sore)
Tema ibadah di Medan: Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Oktober 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Maret 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 21 Mei 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian Pujian Maria'.

Isi dari nyanyian pujian Maria:
Ayat 46-50...

Ibadah Raya Malang, 26 September 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Talenta = harta Sorga = jabatan pelayanan, yang tidak bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:8
1:8 ďAku adalah Alfa dan...

Ibadah Raya Malang, 24 November 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah judul/ kata pengantar....

Ibadah Raya Surabaya, 13 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 15 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

KITAB WAHYU
Kitab Wahyu dalam tabernakel terkena pada alat yang namanya tabut perjanjian.
Tabut perjanjian terdiri dari:

Tutupnya yang terbuat...

Ibadah Raya Malang, 12 November 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Sifra adalah bidan di jaman Firaun. Firaun menyuruh bidang untuk membunuh anak laki-laki...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Januari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-29
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2017 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Kita mempelajari tema ibadah kunjungan di Batam: Zakharia 1: 3
1:3. Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam(1): Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam(2), maka Akupun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam(3).

'Kembalilah kepada-Ku, maka Akupun akan kembali kepadamu', artinya:

  1. Panggilan Tuhan kepada manusia berdosa supaya kembali kepada Dia, karena manusia berdosa terpisah dari Tuhan selamanya; binasa selamanya. Kalau kembali pada Tuhan, akan selamat dan hidup kekal.


  2. Dikaitkan dengan tiga kali: 'firman TUHAN semesta alam', ini sama dengan panggilan dari Allah Tritunggal--Allah Bapa, Anak Allah, dan Allah Roh Kudus, itulah Tuhan Yesus Kristus--, supaya kita manusia berdosa--yang telanjang--KEMBALI PADA GAMBAR ALLAH TRITUNGGAL; sama mulia dengan Yesus, untuk layak kembali ke Firdaus bahkan sampai masuk Yerusalem baru. Dulu manusia satu gambar dengan Allah dan ditempatkan di Firdaus, tetapi karena berbuat dosa, manusia menjadi telanjang dan diusir ke dunia. Karena itu Tuhan panggil untuk bisa kembali pada gambar Allah Tritunggal.

Bagaimana
Allah Tritunggal memanggil kita manusia berdosa supaya kembali? Lewat tabut perjanjian.
Bilangan 10: 33, 36
10:33. Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari tempat perhentian bagi mereka.
10:36. Dan apabila tabut itu berhenti, berkatalah ia: "
Kembalilah, TUHAN, kepada umat Israel yang beribu-ribu laksa ini."

Dulu bangsa Israel kembali kepada Tuhan dan Tuhan akan kembali kalau ada tabut perjanjian.
Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian:

  1. Tutup pendamaian; dari emas murni--zat ilahi--, yang terdiri dari:


    1. Kerub I= Allah Bapa/Tuhan.
    2. Tutup pendamaian dengan percikan darah= Anak Allah/Yesus.
    3. Kerub II= Allah Roh Kudus/Kristus.


    Jadi, tutup pendamaian menunjuk pada pribadi Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.


  2. Tabut/petinya; terbuat dari kayu penaga yang disalut emas murni sampai tidak kelihatan lagi kayunya. Ini menunjuk pada manusia berdosa yang disalut dengan firman, Roh Kudus, dan kasih Allah, sehingga menjadi sempurna seperti Yesus; kembali pada gambar Allah Tritunggal--menjadi mempelai wanita sorga.

Jadi, tutup pendamaian menunjuk Yesus Mempelai Pria dan tabutnya menunjuk kita sebagai mempelai wanita. Tabut perjanjian sama dengan kabar mempelai; berarti kita bisa kembali pada Allah Tritunggal lewat kabar mempelai.
Kabar mempelai= firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Proses kembali pada Allah Tritunggal lewat kabar mempelai:

  1. Bilangan 10: 33
    10:33. Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari tempat perhentian bagi mereka.

    Proses pertama kembali pada Allah Tritunggal: tabut perjanjian mencari tempat perhentian bagi bangsa Israel di padang gurun= kabar mempelai menuntun kita semua (gereja Tuhan di akhir zaman) dalam langkah-langkah perhentian/ketenangan/damai sejahtera; atau kabar mempelai menuntun kita untuk hidup dalam perhentian/ketenangan/damai sejahtera di tengah padang gurun dunia yang penuh dengan badai.

    Praktik hidup dalam ketenangan: kabar mempelai menuntun kita untuk hidup dalam perdamaian dengan semua orang--bukan saling memusuhi, bertengkar--, terutama mulai dari nikah rumah tangga. Namanya kabar mempelai, karena itu dimulai dari mempelai.
    Roma 12: 18
    12:18. Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

    Kalau orang tidak mengerti, jangan ikut memusuhi atau bertengkar, tetapi dari kita dulu yang berdamai, jangan terpancing.
    Nikah harus selalu dalam perdamaian.

    Prosesnya: BERDAMAI dengan Tuhan--vertikal--dan sesama--horisontal--; datang kepada kayu salib (salib Kristus) untuk:


    • Mengaku dosa pada Tuhan dan sesama--kalau salah. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    • Mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    Inilah buktinya ada kabar mempelai dalam hidup kita. Kita menerima panggilan Tuhan lewat kabar mempelai; manusia yang sudah rusak, telanjang, berbuat dosa sampai puncaknya dosa dipanggil lewat kabar mempelai. Kemana dulu? Perdamaian. Mulai dalam nikah rumah tangga harus berdamai.
    Kalau berdamai--mengaku dan mengampuni--, kita akan mendengar suara dari kayu salib: Sudah selesai!
    Yohanes 19: 28-30
    19:28. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
    19:29. Di situ ada suatu bekas penuh
    anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "
    Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    Jadi, saling mengaku dan mengampuni sama dengan memberi minum Yesus di kayu salib dengan air anggur asam bercampur empedu, sehingga Ia berseru: Sudah selesai.
    Artinya: segala dosa telah diselesaikan oleh darah Yesus; anggur asam bercampur empedu: kepedihan, kepahitan hidup, letih lesu, dan beban berat, semua sudah ditanggung Yesus, dan diganti dengan anggur baru bagi kita semua; kita hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Anggur baru= urapan Roh Kudus.
    Hasilnya: kita hidup dalam kebenaran--masuk HALAMAN Tabernakel/halaman kerajaan sorga. Tadinya orang berdosa diusir dari Firdaus, dan berada di padang gurun dunia--terkena badai, panas; kepedihan hidup, pahit getir hidup--, tetapi kalau mau datang pada salib Yesus lewat dorongan kabar mempelai--mau mengaku dan mengampuni; memberi minum Yesus dengan air anggur asam bercampur empedu--, Yesus akan menanggung semuanya, Dia berseru 'sudah selesai' dan Dia mencurahkan anggur manis kepada kita.

    Kalau ada kebenaran, di sana ada damai sejahtera sehingga semua menjadi enak dan ringan; semua menjadi manis dan bahagia.
    Yesaya 32: 17
    32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    'ketenangan' = perhentian.
    Dosalah yang membuat pahit getir, susah payah, letih lesu, dan berbeban berat.
    Mari kalau kita bisa menerima panggilan Tuhan lewat kabar mempelai, kita akan dituntun untuk hidup dalam perdamaian dengan Tuhan dan semua orang mulai dari dalam nikah. Jangan ragu-ragu! Datang pada kayu salib! Kabar mempelai mendorong untuk datang ke kayu salib--mengaku dan mengampuni; memberi minum Yesus. Dia akan memberikan anggur baru kepada kita.


    Mazmur 62: 2
    62:2. Hanya
    dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

    Kalau hidup dalam ketenangan, kita akan kembali pada Tuhan--DEKAT DENGAN TUHAN--; semua enak, ringan, bahagia, dan selamat ('dari pada-Nyalah keselamatanku').
    Dekat pada Tuhan itu damai, jangan pahit getir, benci, atau iri. Hidup dalam kebenaran sama dengan damai, dan sudah dekat dengan Tuhan.


  2. Yosua 3: 3-6
    3:3. dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya--
    3:4. hanya antara kamu dan tabut itu
    harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."
    3:5. Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."
    3:6. Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.

    Dulu, tabut perjanjian membawa bangsa Israel menyeberang sungai Yordan menuju Kanaan.
    Ini adalah perjalanan terakhir. Musa membawa Israel dari Mesir sampai gunung Sinai--etape pertama--, kemudian dari gunung Sinai sampai tapal batas Kanaan (seberang sungai Yordan)--etape kedua.

    Tetapi dari tapal batas Kanaan sampai ke Kanaan (menyeberang sungai Yordan sampai Kanaan) dipimpin oleh Yosua dengan pimpinan tabut perjanjian--etape ketiga; etape terakhir. Kalau Musa memimpin dengan tongkat dan nafiri; Yosua dengan tabut perjanjian.

    Proses kedua kembali pada Allah Tritunggal: kabar mempelai membawa bangsa Israel menyeberang sungai Yordan menuju Kanaan; perjalanan terakhir. Artinya: kabar mempelai membawa kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga, supaya kita tidak masuk dalam pembangunan tubuh Babel--mempelai wanita setan; kesempurnaan dalam kenajisan dan kejahatan untuk dibinasakan.

    Ini penting, karena ada dua pembangunan di akhir zaman: kegerakan pembangunan tubuh Kristus dan pembangunan tubuh Babel. Kalau tidak mau di tubuh Kristus, pasti masuk tubuh Babel. Inilah maksudnya Tuhan (kita didorong kepada kegerakan hujan akhir). Mulai dari nikah, melayani dalam penggembalaan sudah repot. Masih ada lagi ibadah kunjungan, tambah repot. Maksud Tuhan supaya kita aktif dalam pembangunan tubuh Kristus, sehingga tidak masuk dalam pembangunan tubuh Babel. Kalau pasif, kita ditarik babel. Kita mau mengarah ke mana?

    Yesus sendiri sebenarnya cukup untuk membangun tubuh Kristus--'rombak Bait Allah ini, Aku akan membangunnya dalam tiga hari, yang dimaksudkan-Nya adalah tubuh-Nya sendiri.' Tuhan sanggup untuk membangun tubuh-Nya seorang diri, tetapi kalau memberi kesempatan bagi kita, ini adalah kemurahan dan kesempatan dari Tuhan supaya kita tidak masuk Babel.

    Bersyukur, kabar mempelai mendorong kita masuk pembangunan tubuh Kristus di tengah kesibukan dunia; kita diaktifkan dalam pembangunan tubuh Kristus. Sungguh-sungguh!

    Syarat untuk masuk pembangunan Roh Kudus hujan akhir lewat kabar mempelai:


    • Yosua 3: 3, 6
      3:3. dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya--
      3:6. Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "
      Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.

      'Angkatlah tabut perjanjian' = mengangkat di bahu; memikul.

      Syarat pertama: melihat, mengikuti, dan memikul tabut perjanjian.

      Bagi kita sekarang artinya:


      • Melihat= pandangan kita hanya tertuju kepada kabar mempelai/firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--pribadi Tuhan/Mempelai Pria Sorga. Sekarang pandangan kita harus meningkat.
        Kalau pandangan kita hanya pada Yesus sebagai Tabib, Pemberi berkat, tidak bisa.

        Harus meningkat sampai memandang Dia sebagai Mempelai Pria. Jangan memandang yang lain!

        Kalau memandang yang lain kita akan bangga, tetapi satu waktu akan kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan.
        Kalau memandang Dia sebagai Tabib, waktu sembuh: Luar biasa (bangga), waktu tidak sembuh, akan kecewa, putus asa. Tetapi kalau melihat Dia sebagai Mempelai Pria, mau sembuh atau tidak, miskin atau kaya, makan atau tidak, kita akan tetap percaya Dia.

        Memandang Yesus saja sudah harus memandang Dia di posisi yang paling tinggi (Yesus sebagai Mempelai Pria) supaya tidak goyah, kalau kita mau memandang yang lain (manusia, kedudukan, keuangan), sudah terlalu jauh. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir sudah terlalu dekat.


      • Mengikuti= seluruh aspek kehidupan kita harus sesuai dengan kabar mempelai/firman pengajaran yang benar. Mulai dari pribadi kita; perkataan, perbuatan, dan pikiran harus sesuai dengan firman; nikah-buah nikah, pekerjaan, studi harus sesuai dengan firman.
        Tidak boleh ada yang menyimpang sedikitpun.

        Kalau menyimpang sedikit saja, tidak akan pernah bertemu. Padang gurun itu luas sekali, kalau salah arah sedikit, sudah hilang. Harus ikuti firman dengan tepat dalam seluruh aspek hidup kita.


      • Memikul= tanggung jawab, mulai dari kita yang praktik dulu. Baru setelah itu memberitakannya.

        "Siswa-siswi Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XL yang sekarang mendengarkan, seringkali kita salah. Lebih dulu mengkhotbahkan, akibatnya nanti menyalahkan pengajaran: Banyak yang lari kalau pengajaran. Ini karena tidak dipraktikkan. Maaf, kalau dalam istilah pedagang hanya seperti 'kulakan' khotbah. Kalau cuma begitu, tidak ada kuasanya. Jadi bertanggung jawab untuk dipraktikkan dulu; menjadi pengalaman hidup; mendarah daging dalam hidup kita. Setelah itu bertanggung jawab untuk menyaksikan atau memberitakan. Di situlah ada cap/stempel darah Yesus yang tidak bisa diganggu gugat."

        Mengapa banyak orang tidak mengerti saat mendengar khotbah? Karena belum menjadi praktik hidup. Kalau sudah jadi praktik hidup (mendarah daging dalam hidup), lalu disaksikan atau diberitakan, akan luar biasa hasilnya.


      1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Kalau kita bisa praktik firman pengajaran yang benar; kabar mempelai--taat--, maka kita bisa hidup suci dan saling mengasihi (mengasihi sesama seperti diri sendiri), bahkan mengasihi musuh.

      Inilah orang yang melihat, mengikuti, dan memikul tabut yaitu hidup dalam kesucian dan saling mengasihi, sampai mengasihi musuh. Mulai di dalam nikah rumah tangga, harus kita terapkan.
      Ini gunanya kabar mempelai.

      Kalau suami atau isteri tidak baik (memusuhi kita), harus tetap dikasihi. Mengasihi musuh sama dengan membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Inilah syarat kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Di dalam pembangunan tubuh Kristus tidak ada musuh. Kalau masih ada musuh; iri benci--apalagi dalam nikah rumah tangga--, mana bisa berada dalam pembangunan tubuh Kristus? Jangan! Tubuh Kristus tidak saling menyakiti.

      Kalau sudah hidup suci dan saling mengasihi, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus; jubah indah dari Tuhan, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Hidup kita mulai indah, tidak telanjang lagi.
      Tadi kita sudah selamat, tidak dihukum, sekarang hidup menjadi indah.


    • Yosua 3: 4
      3:4. hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."

      'jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu' = jalan baru.

      Syarat kedua: ada jarak dua ribu hasta.
      Dalam Tabernakel dua ribu hasta sama dengan volume RUANGAN SUCI: panjang: 20, lebar: 10, tinggi: 10. Jarak ini harus dijaga.

      Ruangan suci= kandang penggembalaan.
      Jadi kita harus TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban kristus.
      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Jadi, suasana pembangunan tubuh Kristus adalah suasana penggembalaan. Kalau di dalam penggembalaan kurang, bagaimana bisa dipakai? Harus melimpah dalam penggembalaan, baru bisa dipakai. Kalau dalam penggembalaan sudah melimpah, baru dipakai antar penggembalaan, bahkan sampai internasional.

      "Karena itu saya bersyukur diberi rambu-rambu oleh guru saya (Pdt. Pong): pertama, kamu jangan telepon-telepon minta khotbah. Kedua, jangan telepon memaksa orang untuk datang. Itu garisnya supaya memperhatikan penggembalaan dulu (kalau dalam penggembalaan melimpah, baru keluar). Kalau om Yo berkata: Seperti air diisikan dalam gelas, kalau penuh-melimpah harus dibawa keluar. Sudah melimpah di Indonesia, tidak cukup lagi, lalu Internasional. Pelan-pelan kita ikuti Tuhan, tidak usah bingung. Tuhan tolong kita semua."

      Yang penting perhatikan penggembalaan, baru bisa melimpah keluar.

      Di dalam kandang penggembalaan tubuh, jiwa, dan roh kita MELEKAT PADA ALLAH TRITUNGGAL, sehingga:


      • Kita memantapkan kesucian dan saling mengasihi.
        Belajar, kalau ada apa-apa, kita doakan saja.


      • Memantapkan dan meningkatkan pemakaian Tuhan atas kehidupan kita. Kalau gembala tidak mau melayani dalam penggembalaan, ia tidak bisa mantap. Kita semua kalau tidak melayani dalam kandang penggembalaan, akan merosot, tidak mantap. Tetapi kalau melayani dalam penggembalaan kita akan mantap; semakin meningkat. Ini rahasianya.

        "Saya kenal seseorang, orangnya sederhana, tetapi selama melayani dalam kandang penggembalaan, beliau tambah mantap. Setelah beberapa tahun, saya datang ke sana, baca alkitab saja susah, melayani perjamuan suci saja susah karena saya dengar sistemnya sudah berubah (bukan penggembalaan). Karena itu saya pulang dari Batam langsung ke Surabaya karena saya mau mantap dalam penggembalaan. Justru dalam penggembalaan kita bisa meningkat. KKR hanya tugas tambahan; mengalirkan air. Kalau tidak dialirkan, bisa jebol kita. Kebaktian persekutuan itu mengalirkan air, supaya bertambah-tambah lagi. Tetapi pemantapan hanya dalam penggembalaan."


      • Memantapkan keindahan; hidup kita semakin indah. Tidak usah bingung. Semakin suci dan saling mengasihi, hidup kita akan semakin indah. Hanya setan saja yang mengganggu lewat perasaan daging.


      • Kita menjadi kuat dan teguh hati.
        Untuk masuk pembangunan tubuh Kristus yang penting adalah kuat teguh hati--empat kali Tuhan berkata pada Yosua: Kuatkan teguhkan hatimu! (Yosua 1:6-18).
        Kapan kita kuat teguh hati? Kalau berada dalam kandang penggembalaan; tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tidak bisa menjamah dan kita menjadi kuat teguh hati.

        Yosua 1: 6
        1:6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

        Kuat teguh hati untuk menghadapi empat tantangan utama:


        1. Sungai Yordan= dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
          Sungai Yordan= sungai kematian.

          Kalau kuat teguh hati kita tetap hidup benar dan suci--tidak tersandung dan terjatuh.


        2. Tembok Yerikho (temboknya yang tebal) = pencobaan-pencobaan yang mustahil.
          Kalau kuat teguh hati kita tetap percaya dan berharap Tuhan--tidak kecewa dan putus asa.


        3. Kota Ai = reruntuhan. Bangsa Israel menghadapi Yerikho yang kuat dan banyak, menang. Tetapi menghadapi Ai yang kecil, jumlahnya sedikit, bangsa Israel kalah.
          Dosa reruntuhan (yang kecil-kecil) yaitu tidak setia dalam ibadah pelayanan--pengkhianat. Ada dosa Akhan yaitu mencuri persepuluhan dan persembahan khusus--pencuri; keinginan jahat.
          Pengkhianat dan pencuri itulah Yudas Iskariot. Ai kecil tetapi meruntuhkan rumah Tuhan.

          Kalau kuat teguh hati, kita akan setia dan baik.


        4. Raja-raja Kanaan= ajaran dan penyembahan palsu.
          Kalau kuat teguh hati,     kita tetap pegang teguh pengajaran dan penyembahan yang benar.


        Inilah syarat untuk masuk pembangunan tubuh Kristus, yaitu tetap pegang teguh pengajaran dan penyembahan yang benar, tetap hidup benar dan suci, tetap setia dan baik, dan tetap percaya berharap Tuhan.


    Hasilnya: ada jalan baru artinya


    • Jalan keluar dari segala masalah yang mustahil; jalan keluar dari tantangan-rintangan, sehingga kita tidak bisa dihalangi dan dirintangi oleh apapun dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus--dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan. Kita bisa melayani sampai garis akhir.
      Mari, dalam ibadah pelayanan juga Tuhan tolong. Jangan mudah dihalangi-dirintangi.

      "Saya mengalami, diutus ke daerah tertentu, kalau mengikuti hati, sudah kecut: siapa yang mau datang? Tetapi saya lebih mengerti sekarang, ada jalan baru yang selalu Tuhan buka. Justru daerah yang saya takutkan, sudah Tuhan bukakan jalan. Di Batam dirintangi, ada jalan baru."


    • Pemeliharaan secara berlimpah di tengah kesulitan dunia--negeri Kanaan berlimpah susu dan madu. Berlimpah artinya kita selalu mengucap syukur, dan Tuhan selalu menyediakan saat kita membutuhkan, entah bagaimana caranya.
      Ada jalan keluar dari segala masalah.

      Jangan takut kalau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.


    • Selalu berhasil dan indah pada waktunya sampai kesempurnaan.


    Tidak rugi kalau kita aktif dalam pembangunan tubuh Kristus, karena kita akan mendapatkan jalan baru dari Tuhan.

    Inilah proses kembali pada Allah Tritunggal lewat kabar mempelai. Kita dipanggil dulu masuk perhentian, selesaikan dosa, kita bahagia, lebih tenang. Lebih dekat lagi, masuk penggembalaan, melekat pada Tuhan, benar-benar ada jalan baru.


  3. 1 Raja-raja 8: 6, 10-11
    8:6. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
    8:10. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus,
    datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
    8:11. sehingga imam-imam
    tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebakitan oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

    'di tempat maha kudus' = ruang maha kudus. Tadi penggembalaan menunjuk ruangan suci. Berdamai menunjuk pada masuk halaman Tabernakel.
    Dari yang sudah terbuang, harus masuk lewat halaman Tabernakel. Kemudian ditingkatkan masuk dalam ruangan suci--digembalakan--, ada hubungan erat dengan Tuhan. Sekarang, ruangan maha suci.

    'awan memenuhi rumah TUHAN' = awan kemuliaan; shekinah glory.
    'sehingga imam-imam tidak tahan berdiri' = jangankan mau loncat-loncat, berdiri saja tidak kuat kalau ada awan kemuliaan Tuhan.

    Proses ketiga kembali pada Allah Tritunggal: tabut perjanjian dibawa ke ruangan maha suci, artinya kabar mempelai menuntun kita ke dalam awan kemuliaan sampai kita sama mulia dengan Tuhan.

    Kegunaan awan kemuliaan:


    • Mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani--manusia mulia--seperti Yesus sampai tidak bisa berdiri lagi. Ini mujizat rohani; mujizat terbesar.
      Tidak bisa berdiri lagi, artinya:


      • Taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek; seperti saat Yesus taat sampai mati di kayu salib. Contoh lainnya: Abraham taat kepada perintah Tuhan untuk mempersembahkan anaknya--di dalamnya terkandung kesetiaan juga.


      • Tertib dan teratur, artinya: jiwa dan roh kita yang melonjak-lonjak--ginjalnya bersorak-sorai.
      • Kembali seperti bayi, yang hanya menangis, artinya: tersungkur di bawah kaki Tuhan.


      Inilah awan kemuliaan; sudah sampai pada ruangan maha suci. Kapan itu? Jika taat setia sampai daging tak bersuara, tertib dan teratur dalam ibadah pelayanan dan segala hal, dan kembali menjadi seperti bayi.

      Manusia yang sudah telanjang, sudah seperti setan--kehilangan gambar Allah Tritunggal; muka buruk seperti setan, anjing-babi--, dipanggil lagi dengan kabar mempelai. Masuk halaman--berdamai; jangan iri hati, sakit hati, sampai dosa selesai, hidup benar, damai sejahtera, ada perhentian, ketenangan. Ini sudah dekat pada Tuhan; kembali kepada Tuhan. Hidup kita enak dan ringan, bahagia, selamat.

      Lebih dekat lagi dibawa ke suasana penggembalaan; pembangunan tubuh Kristus. Kita melekat pada Tuhan, ada jalan baru di situ. Dan yang ketiga, sudah sampai di RUANGAN MAHA SUCI, daging tidak bersuara lagi--taat, setia, tertib-teratur dan TERSUNGKUR DI BAWAH KAKI TUHAN.

      Contoh: Maria tersungkur di bawah kaki Tuhan. Maria gambaran dari gereja Tuhan.
      Yohanes 11: 32-35
      11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
      11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
      11:34. "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
      11:35. Maka menangislah Yesus.

      Kalau kita bisa tersungkur--hanya seperti bayi yang menangis--, maka Yesus juga menangis. Artinya: Dia memandang dengan belas kasih sehingga Ia mengulurkan tangan kemuliaan (awan kemuliaan) untuk mengadakan mujizat-mujizat jasmani di tengah kita sekalian.


    • Mujizat jasmani terjadi, yaitu:
      Lazarus yang sudah mati empat hari dibangkitkan oleh Tuhan, artinya:


      • Kebusukan menjadi harum--menyenangkan; berkenan kepada Tuhan.
      • Kehancuran apa saja (sampai kehancuran nikah-buah nikah), akan dipulihkan oleh Tuhan dan menjadi baik.
        Mari, banyak tersungkur di bawah kaki Tuhan! Menghadapi apapun juga, banyak tersungkur.


      • Kesedihan dan kepedihan hati menjadi kebahagiaan. Lazarus mati dibangkitkan, ini lebih dari apapun juga.
      • Kemustahilan menjadi tidak mustahil.


      Inilah awan kemuliaan, mulai dari mujizat rohani dahulu--sampai bisa tersungkur seperti bayi yang menangis--, setelah itu mujizat jasmani terjadi.


    • Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna-sama mulia seperti Dia; KEMBALI PADA GAMBAR ALLAH TRITUNGGAL untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

      Matius 24: 30
      24:30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Mari, berdamai hari-hari ini. Datang kepada salib! Perdamaikan semua di hadapan Tuhan, supaya hidup itu enak, ringan, tenang, dan selamat--kita dekat dengan Allah.
Lalu datang ke penggembalaan, masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kita lebih dekat lagi dengan Tuhan--, dan ada jalan baru bagi kita.
Dan terakhir, tersungkur di bawah kaki Tuhan--ada awan kemuliaan--, serahkan semua pada Dia. Tuhan akan mengadakan mujizat di tengah-tengah kita.

Mungkin hati merasa berat, sedih, mustahil; mungkin tidak ada yang tahu, datanglah pada Tuhan.
Bawa hidup kita di bawah kaki Tuhan apapun keadaan kita. Ada kegagalan, kepedihan, kesulitan, kemustahilan, kebusukan, bawa pada Tuhan! Ada awan kemuliaan di tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 03-04 Januari 2018
    (Ibadah Natal di Palopo)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top