English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:30-32
5:30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul "Petrus menyangkal Yesus".

Jika Gereja Tuhan tidak mau menjadi...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Februari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Februari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 04 Mei 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

Keluaran 2:6
2:6 Ketika...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 November 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di Laodikia, jemaat...

Ibadah Kunjungan Singapura III, 15 Mei 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Tema: Kenaikan Yesus ke Surga membawa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Malang, 20 Januari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Doa Surabaya, 02 September 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Doa Malang, 04 Maret 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9
1:9 Aku, Yohanes, saudara...

Ibadah Raya Malang, 28 Desember 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali. Natal adalah kedatangan...

Ibadah Raya Malang, 27 Februari 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

II Korintus 4:7-9
4:7 Tetapi harta...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2015 (Senin Sore)

Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, sukacita, bahagia dari TUHAN kita, senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Markus 10: 31
10:31. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Dalam injil Matius, Markus, Lukas, ada 3 kali dituliskan 'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, yang terakhir akan menjadi yang terdahulu':

  1. Yang pertama: Lukas 13: 30
    13:30. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

    = dikaitkan dengan siapa yang diselamatkan.


  2. Yang kedua: Markus 10: 31
    10:31. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

    = dikaitkan dengan pengikutan dan pelayanan kepada Yesus.


  3. Yang ketiga: Matius 20: 16
    20:16. Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

    = dikaitkan dengan kehidupan yang mengikut dan melayani TUHAN secara khusus, yaitu pelayanan di kebun anggur.
    Ini yang kita pelajari pada malam hari ini.

Kebun anggur bicara soal ibadah pelayanan yang dibina oleh kabar mempelai.
Awasan terutama bagi kita yang sudah dikerjakan oleh kabar mempelai/firman pengajaran benar adalah jangan sampai ayat ini terjadi di antara kita!: 'yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'.

Yang terdahulu artinya sudah lama mengenal kabar mempelai; lama mengikut dan melayani TUHAN--mungkin sudah puluhan tahun--tetapi justru menjadi kehidupan yang terakhir.

Kehidupan 'yang terakhir'--dikaitkan dengan pekerjaan di kebun anggur--, artinya kehidupan yang bersungut-sungut/mengomel; kehidupan yang mendapat hukuman dari TUHAN. Pelayanannya sudah dibina oleh kabar mempelai, tetapi tidak bisa masuk pesta kawin Anak Domba Allah; tetapi justru mendapat hukuman dari TUHAN. Ini betul-betul menjadi awasan bagi kehidupan kita sekalian.

Berapa lamapun kita mengikut dan melayani TUHAN--yang dibina oleh kabar mempelai--, biarlah kita belajar seperti pelayan yang bekerja pada jam 5 sore.

Matius 20: 12
20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

Ini kehidupan yang terakhir, artinya baru saja mengikut TUHAN; baru saja melayani TUHAN yang dibina kabar mempelai, tetapi justru menjadi yang terdahulu. Artinya sampai masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

Bagaimana pelayan yang terakhir bisa menjadi pelayan yang terdahulu?:
'Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam' = pelayan yang terakhir memiliki tanda bekerja/melayani satu jam.

Apa pengertian dari satu jam?:
Matius 26: 40
26:40. Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Satu jam artinya berjaga-jaga bersama dengan TUHAN. Jadi, pelayan yang terakhir adalah pelayan yang melayani dengan berjaga-jaga.

Markus 13: 33-37
13:33. "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.
13:34. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga.
13:35. Karena itu
berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,
13:36. supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.
13:37. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"


Mengapa harus berjaga-jaga?:
Sebab kita tidak tahu kapan TUHAN datang. Kalau kedatangan TUHAN jelas waktunya, maka tidak perlu berjaga-jaga. Tetapi karena kita tidak tahu kapan TUHAN datang, kita harus senantiasa berjaga-jaga.

Ada empat macam jam untuk berjaga-jaga menurut Markus 13:

  1. Menjelang malam.
  2. Tengah malam.
  3. Larut malam.
  4. Pagi-pagi buta.

Apa yang harus kita jaga pada keempat jam berjaga-jaga ini?:

  1. MENJELANG MALAM.
    Matius 14: 15, 17
    14:15. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
    14:17. Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya
    lima roti dan dua ikan."

    Bagaimana keadaan menjelang malam?:


    • Keadaan yang pertama menjelang malam: dalam keadaan krisis, yaitu krisis makanan, artinya:


      • secara jasmani: krisis segalanya/krisis multidimensi.

        "Saya teringat, waktu tahun 1998. Harga-harga melambung. Mulai sulit mencari makan, sehingga terjadi penjarahan. Awalnya orang tidak mau/malu untuk menjarah, tetapi begitu terjadi krisis, akhirnya terjadi penjarahan di mana-mana."

        Krisis makanan bagaikan 5000 orang, tetapi yang ada hanya 5 roti dan 2 ikan--betul-betul krisis. Tidak bisa diapa-apakan. Mau dipikir bagaimanapun, tidak bisa.


      • Secara rohani: tanpa makanan firman, sehingga keadaannya bagaikan domba yang tidak tergembala--dalam keadaan letih-lesu dan berbeban berat.


      Matius 14:16
      14:16. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

      Dalam keadaan krisis/tanpa makanan, maka TUHAN menuntut murid-murid--sekarang menunjuk pada seorang gembala--untuk memberi makanan kepada domba-domba; sekarang dalam bentuk firman penggembalaan.
      Firman penggembalaan adalah firman yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala, untuk disampaikan secara terus menerus dan berkesinambungan, sehingga menjadi makanan bagi sidang jemaat.

      TUHAN mau supaya seorang gembala memberi makan domba-domba: 'Kamu harus memberi mereka makan!'.

      Firman penggembalaan sama dengan roti yang dipecah-pecahkan, artinya pembukaan rahasia firman.
      Hamba TUHAN tidak mampu untuk membukakan firman.

      Siapa yang mampu membukakan firman?:
      Wahyu 5: 2-3, 6-7
      5:2. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
      5:3. Tetapi
      tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
      5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri
      seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
      5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.


      Yang bisa membukakan firman yaitu Anak Domba yang tersembelih--Yesus yang mati dan bangkit.
      Karena Yesus sudah mati dan bangkit, maka Ia dapat membukakan rahasia firman; hamba TUHAN yang mengalami pengalaman kematian dan pengalaman kebangkitan juga diberi; setelah roti dipecah-pecahkan oleh TUHAN Yesus, maka roti diberikan kepada murid-murid-Nya untuk dibagikan. Ini yang diberi kepercayaan pembukaan rahasia firman oleh TUHAN.

      Kalau ada pembukaan rahasia firman, maka ada makanan bagi sidang jemaat, sehingga jemaat menjadi kenyang; tidak letih lesu dan berbeban berat.

      Kalau ada firman penggembalaan yang disediakan dan bisa makan firman, maka keadaannya kenyang/puas sehingga tidak mencari kepuasan yang lain.
      Kalau seorang suami bisa duduk di rumput--tergembala--, bisa makan firman, maka suami akan puas; tidak mencari kepuasan yang lain di dunia--lewat tontonan dan lain-lain.

      Demikian juga seorang isteri yang bisa makan firman penggembalaan, maka isteri dalam keadaan puas dan tidak akan mencari kepuasan yang lain.
      Anak-anak juga, jika bisa makan firman dan puas, maka tidak akan mencari kepuasan lain di luar firman.

      Jadi, kuncinya ada pada makanan.

      Di akhir zaman memang terjadi krisis, banyak ketidakpuasan; tetapi selama ada firman diberitakan--firman penggembalaan disediakan--dan kita bisa makan, maka kehidupan kita pasti dipuaskan oleh TUHAN; seisi rumah tangga dipuaskan oleh TUHAN.
      Makan = bisa mendengar firman dengan baik, mengerti, dan yakin.

      Yang harus dijaga dalam keadaan menjelang malam/krisis:


      • Jangan sampai tidak ada makanan! Ini merupakan tanggung jawab seorang gembala.
      • Jangan sampai tidak makan! Ini untuk domba-domba.


      Kalau Yesus datang kedua kali pada saat menjelang malam--keadaan krisis--dan kita tidak mau makan firman--tidak mau mendengar, tidak mau mengerti, tidak mau percaya pada firman--, maka pasti tertinggal.


    • Markus 1: 32
      1:32. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

      Matius 8: 16
      8:16. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

      Keadaan yang kedua menjelang malam: banyak yang sakit secara rohani; menunjuk pada kehidupan hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang hidup dalam dosa; jatuh bangun dalam dosa; demam seperti ibu mertua Petrus--tidak panas dan tidak dingin.

      Yang tidak kalah penting pada keadaan menjelang malam adalah banyak kehidupan yang dirasuk oleh setan. Artinya mengikuti keinginan setan, yaitu tidak taat pada firman tetapi lebih mentaati yang di luar firman--mengikuti keinginan sendiri, setan dan lain-lain.

      Bagaimana menghadapi dosa-dosa dan ketidaktaatan?:
      Tetap mendengarkan sepatah kata yang diucapkan oleh Yesus--firman pengajaran benar yang tertulis dalam alkitab, yang dibukakan rahasianya--ayat yang satu menerangkan ayat yang lain.
      Di manapun kita berada, satu yang harus dijaga dan dicari, yaitu di mana ada perkataan Yesus disampaikan.

      Mungkin yang menyampaikan hamba TUHAN yang masih muda, atau sudah berumur--tidak jadi soal--yang penting yang disampaikan tertulis dalam alkitab--ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Itulah 'sepatah kata' yang diucapkan oleh Yesus--perkataan Yesus sendiri.

      Hasilnya: di dalamnya ada kuasa untuk menyembuhkan yang sakit.


      • Kehidupan yang tadinya berbuat dosa menjadi sembuh.
      • Kehidupan yang tidak taat menjadi taat dengar-dengaran.


    • Markus 11: 11
      11:11. Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

      Keadaan yang ketiga menjelang malam: Yesus memeriksa keadaan bait Allah.
      Menjelang malam, keadaan bait Allah ternyata sudah menjadi sarang penyamun.

      Mengapa menjadi sarang penyamun?
      Sebab bait Allah dijadikan sarana jual beli. Artinya: beribadah melayani tetapi tujuannya untuk mencari keuntungan secara jasmani dan semua diukur dengan uang--ada meja penukar uang. Khotbah satu jam ditukar uang berapa, memimpin pujian ditukar uang berapa dan lain-lain.

      Kalau semua dijadikan jasmani, itu berarti merpati dijual.
      Merpati bicara soal ketulusan. Merpati dijual, artinya tidak ada ketulusan lagi dalam ibadah pelayanan. Datang beribadah dengan tujuan-tujuan tertentu secara jasmani. Akibatnya: dalam bait Allah hanya ada ular dan kalau Yesus datang, akan habis binasa.

      Dalam keadaan yang demikian, TUHAN masih menampilkan cambuk.
      Cambuk dibuat dari tali yang dipintal.
      Tali = tali kasih Allah yang diulurkan untuk menolong--lewat firman yang diberitakan. Jika ditolak, tali-tali tersebut akan dipintal menjadi cambuk untuk menghajar kita.
      Maksud TUHAN menghajar kita adalah supaya kita kembali menjadi rumah doa; bukan menjadi sarang penyamun.

      Jangan pernah berprasangka buruk kepada TUHAN! TUHAN tidak menghajar kita secara tiba-tiba. Sudah sekian lama diperingatkan, tetapi kita tidak mau mendengar, barulah TUHAN menghajar kita.
      Kalau tetap menjadi sarang penyamun, kita tidak akan tertolong dan akan tertinggal saat Yesus datang kedua kali. Tetapi kalau menjadi rumah doa, maka doa kita dijawab oleh TUHAN dan kapanpun Dia datang kedua kali, kita akan diangkat.

      Yang harus dijaga dalam keadaan menjelang malam adalah harus tetap dalam firman pengajaran yang benar.
      Isi dari firman pengajaran benar adalah menyatakan apa yang salah, menegor, menasihati dan menghajar kita.


    • Lukas 24: 29-30, 21
      24:29. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
      24:30. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
      24:21. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.


      Ini adalah cerita tentang 2 orang murid yang putus pengharapan; putus asa; kecewa karena Yesus sudah mati. Sementara murid-murid yang lain tetap berada di Yerusalem dan melayani, mereka tidak mau melayani lagi dan kembali ke Emaus--kembali pada hidup lama.

      Keadaan yang keempat menjelang malam: banyak kehidupan yang tidak lagi melayani TUHAN.
      Mengapa tidak lagi melayani TUHAN? Sebab tidak mengerti firman.

      Sebenarnya dalam injil Matius, setidaknya ada 4 kali pemberitahuan: 'Yesus akan mati dan dibangkitkan.' Tetapi tetap tidak mengerti. Begitu Yesus mati, mereka kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN.

      Apa yang harus dijaga supaya kita tidak masuk dalam keadaan putus asa dan kecewa?
      Lukas 24: 32
      24:32. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

      Yang harus dijaga adalah kita harus tetap mendengar kitab suci--firman pengajaran yang benar ditambah perjamuan suci. Pada malam hari ini, mungkin ada yang sudah kecewa dan putus asa, tetapi kalau masih bisa mendengar firman yang benar dan menerima perjamuan suci, maka kita bisa dipulihkan dan berkobar-kobar kembali.

      Dua orang murid kembali ke Yerusalem = kembali melayani TUHAN lagi.


    Kesimpulan: menjelang malam terjadi krisis, sakit--dalam dosa dan dirasuk roh--, bait Allah menjadi sarang penyamun, kecewa dan putus asa.
    Hanya satu yang harus dijaga yaitu kita harus tetap mendengar firman pengajaran yang benar apapun resikonya; apapun yang harus dikorbankan. Mungkin menembusi jarak, hujan, dan lain-lain. Mari kita berusaha. Sebab kalau TUHAN datang saat menjelang malam, dan kita tidak berjaga-jaga, maka kita akan binasa.

    Tetapi kalau kita tetap berjaga-jaga; tetap mendengar firman pengajaran yang benar, maka kita masih bisa ditolong.


  2. TENGAH MALAM.
    Tengah malam menunjuk pada keadaan yang paling gelap. Artinya dosa-dosa yang memuncak; dan di saat itu daging dalam keadaan paling lemah, sehingga kehidupan manusia mudah berbuat dosa.

    Ada 2 macam dosa yang memuncak:


    • Dosa kejahatan: cinta akan uang.
      Yaitu mencari uang dengan cara yang tidak benar, termasuk pencurian. Mencuri adalah dosa yang paling sulit dibasmi.

      Dalam Wahyu 16, manusia sudah dihukum dengan malapetaka tetapi tidak bertobat dari pencurian.

      Awasan! Kita yang sudah ada dalam penggembalaan, jangan sampai terkena dosa kejahatan!
      Pencurian: mencuri milik TUHAN dan sesama yang membutuhkan. Kalau ada hutang-piutang harus diselesaikan dengan baik.

      Wahyu 22: 11
      22:11. Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

      Dosa kejahatan akan terus meningkat, sampai tidak bisa bertobat.
      Wahyu 9: 21
      9:21. dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

      Malam hari ini, dalam menghadapi kedaan tengah malam--dosa yang memuncak--, biarlah kita tidak ikut dalam puncaknya dosa kejahatan.


    • Dosa kenajisan: dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
      Termasuk di dalamnya mabuk, narkoba, nikah yang salah dan lain-lain.
      Nikah yang salah: di dalamnya termasuk juga kawin-cerai. Kalau sudah kawin-cerai, akan menjadi kawin-mengawinkan.


    Dua dosa ini--dosa kejahatan dan kenajisan--sudah memuncak dan bersifat internasional. Menimpa siapa saja, mulai dari istana raja sampai di bawah kolong jembatan. Seperti tulah katak di Mesir yang berada di istana, di rumah-rumah rakyat miskin; memanjat di mana saja.

    Keadaan akhir zaman di mana dosa memuncak, digambarkan dengan:


    • Yang pertama: 2 perempuan sundal yang berebut anak.
      1 Raja-raja 3: 20
      3:20. Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.

      Perempuan sundal menunjuk pada puncaknya dosa kenajisan; ditambah masalah buah nikah. Masalah nikah dan buah nikah adalah masalah internasional dan rumit untuk diselesaikan.

      Jalan keluarnya: Salomo berkata: 'Ambilkan aku pedang'. Pedang menunjuk pada firman pengajaran yang benar. Dari situ Salomo tahu, siapa ibu yang sebenarnya dari bayi itu.

      Sekarang artinya, serumit apapun masalah nikah dan buah nikah, jika berpegang teguh pada pedang, maka semua akan selesai. Mungkin di antara suami dan isteri ada masalah, tetapi jika sama-sama memegang pedang, maka semuanya selesai. Begitu mendengar dan berpegang pada satu firman pengajaran benar, maka semuanya selesai.

      Awasan! Waktu tengah malam, Eutikhus mendengar dua suara; sementara yang lain duduk di dalam mendengarkan khotbah rasul Paulus, ia duduk di jendela, di tingkat 3. Telinga yang satu mendengar rasul Paulus, telinga yang lain mendengar suara dari luar. Akibatnya jatuh dari tingkat 3 ke bawah dan mati.
      Jadi, kalau mendengar 2 pengajaran, bukannya menjadi hebat, tetapi justru tidak selesai dan lebih sulit.


    • Yang kedua: Rut.
      Rut 3: 10
      3:10. Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

      Keadaan dosa yang memuncak adalah bagaikan perempuan mengejar-ngejar laki-laki. Di waktu itu sudah umum, itulah puncak dosa kenajisan. Tetapi Rut tidak mengejar dosa--tidak masuk dalam dosa kenajisan.

      Rut 3: 8-9
      3:8. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
      3:9. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu:
      kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

      Di tengah dosa yang memuncak, di saat itu dibutuhkan sayap TUHAN.
      Ada 3 macam sayap TUHAN:


      • Sayap induk ayam: sayap TUHAN untuk memelihara kita dari keadaan yang sulit, krisis dan lain-lain; juga melindungi kita dari musuh-musuh.
        Anak ayam yang berada di bawah sayap induknya, mengalami pemeliharaan--dia tidak usah mencari makan, tetapi induknya yang mencari--, perlindungan--induk yang akan melawan musuh-musuh--, juga mengalami kehangatan. Sekarang, kita mengalami kehangatan kasih TUHAN.

        Bagaimana supaya kita mendapatkan naungan sayap induk ayam?:
        Matius 23: 37-38
        23:37. "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
        23:38. Lihatlah rumahmu ini akan
        ditinggalkan dan menjadi sunyi.

        Kita mendapatkan naungan sayap induk ayam lewat persekutuan yang benar. Mulai dari dalam nikah, penggembalan, antar penggembalaan; kita harus masuk dalam persekutuan yang benar.
        Persekutuan yang benar adalah persekutuan dengan satu induk ayam--pribadi Yesus--; persekutuan dalam satu firman pengajaran yang benar.

        Di dalam nikah, penggembalan, antar penggembalaan harus mendengarkan SATU firman pengajaran benar, sehingga terjadi persekutuan seperti anak ayam berkumpul di bawah sayap induk ayam.

        Tetapi sayang, kenyataan yang terjadi adalah 'Engkau yang membunuh nabi-nabi'--bukan persekutuan yang benar, tetapi justru terjadi kebencian dan lain-lain, sehingga berada di luar naungan sayap; tidak mau berada di bawah naungan sayap.

        Contoh di dalam nikah: suami tidak mau mengasihi isteri dan malah berlaku kasar; isteri tidak mau tunduk pada suami.

        Akibatnya: 'rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi' = ditinggal oleh TUHAN.

        Kalau pada malam hari ini, kita mau dipersekutukan dalam persekutuan yang benar--mulai dari dalam nikah--, hasilnya: kita mengalami perlindungan, pemeliharaan dan kehangatan kasih TUHAN.
        Tetapi kalau tidak mau, maka akan ditinggal oleh TUHAN. Sebab tidak ada waktu lagi. Mari, malam hari ini jangan mengeraskan hati! Kalau tidak sesuai dengan firman, jangan dipaksakan. Apa yang sesuai dengan firman, mari kita lakukan.


      • Sayap merpati.
        Mazmur 55: 7-8
        55:7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
        55:8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela


        Yaitu sayap TUHAN untuk memberi ketenangan. Keadaan dunia bagaikan ditimpa angin ribut/badai, tetapi jika ada sayap merpati, maka keadaannya menjadi tenang; enak dan ringan.

        Mazmur 68: 14
        68:14. Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas berkilau-kilauan.

        Bagaimana cara mendapat sayap merpati? Harus berbaring di kandang, artinya: berada di kandang penggembalaan yang benar. Ini tempat untuk menumbuhkan sayap merpati.

        Semakin kita tergembala dengan benar dan baik, semakin kita tenang dari hari ke hari, sekalipun dunia bergelora dan di luar ada badai.
        Kandang penggembalaan adalah ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

        Hasilnya: kita mengalami ketenangan.
        Seperti mazmur Daud, 'TUHAN adalah Gembalaku.....Ia menuntun aku ke air yang tenang.'

        Kalau tinggal tenang, kita akan menerima pemeliharaan dan perlindungan TUHAN sampai sempurna--'takkan kekurangan aku.'


      • Sayap burung nasar.
        Wahyu 12: 14
        12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

        Kegunaan sayap burung nasar adalah:


        1. untuk menerbangkan kita ke padang gurun--jauh dari mata ular--pada saat antikris berkuasa selama 3,5 tahun.
        2. Untuk kuat menanti kedatangan TUHAN kedua kali.
          Yesaya 40: 31, 29-30
          40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
          40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
          40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung

          Sementara pada ayat 29-30, banyak orang yang lelah, teruna-teruna letih lesu dan tersandung, tetapi orang yang memiliki dua sayap burung nasar akan menyambut kedatangan TUHAN.


        Bagaimana cara mendapatkan sayap burung nasar yang besar?:
        Ulangan 32: 11
        32:11. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,

        Yaitu lewat goncangan-goncangan.
        Induk burung nasar membuat sarang di gunung-gunung yang tinggi. Sesudah telurnya menetas, anak-anaknya diberi makan oleh induknya. Terus diberi makan, sampai satu waktu ketika sayap anak-anaknya mulai tumbuh, maka sarang digoncangkan oleh induknya. Saat sarang digoncangkan, anak-anaknya jatuh karena belum bisa terbang. Diangkat lagi dan diberi makan lagi oleh induknya, lalu digoncangkan lagi. Begitu seterusnya, sampai satu waktu sayap benar-benar tumbuh dan bisa terbang.

        Seandainya tidak ada goncangan, maka anak burung nasar tidak akan pernah belajar terbang.

        Saat mengalami goncangan, jangan berprasangka buruk kepada TUHAN. Kalau kita mengalami goncangan--penderitaan daging tanpa dosa--, kita harus ingat bahwa saat-saat itulah sayap kita semakin besar.

        Waktu antikris tiba, kita akan disingkirkan--ular tidak bisa menjamah kita--, bahkan kita kuat sampai menyongsong kedatangan TUHAN kedua kali.
        Tetapi kalau mengomel/bersungut-sungut, dan mundur saat terjadi goncangan, maka ia bagaikan tidak punya sayap. Saat ular naga mengejar, ia akan diperangi dan masuk dalam zaman antikris.


    Jadi, keadaan tengah malam--keadaan paling gelap di mana dosa memuncak-- yang harus dijaga adalah:


    • Pedang firman.
      Pegang satu saja dan jangan mendua!


    • Jangan sampai tanpa naungan sayap TUHAN!


  3. LARUT MALAM.
    Menunjuk pada keadaan paling dingin. Dalam alkitab terjemahan aslinya, waktu larut malam adalah waktu ayam berkokok.

    Matius 24: 10-12
    24:10. dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
    24:11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
    24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka
    kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Keadaan larut malam adalah:


    • Kasih menjadi dingin, sehingga tidak mampu mengasihi sesama. Mulai dari sesama yang terdekat--suami, isteri, anak, orang tua, antar saudara, menantu, mertua.

      Kalau kasih menjadi dingin, maka yang ada hanya kebencian-kebencian dan ini melanda dunia.
      Kalau kita ikut di dalamnya--suami isteri saling membenci, anak dan orang tua saling membenci--, maka kita masuk dalam keadaan dingin rohani dan pasti tertinggal saat Yesus datang kembali.


    • Banyak terjadi penyangkalan.
      Markus 14: 72
      14:72. Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu.

      Penyangkalan yaitu


      • menyangkal iman--tidak percaya Yesus lagi,
      • menyangkal firman pengajaran yang benar--tidak mau lagi mendengar yang benar. Sudah tahu itu tidak benar, tetapi tetap memilih mendengar yang tidak benar.

        Salah satu yang menyangkal adalah Petrus, hamba TUHAN yang hebat. Ini awasan bagi kita, siapa kita? Kita ini lemah.
        Malam hari ini masih ada pertolongan.


      • Menyangkal lewat perkataan.

        "Kalau ditanya: 'Orang Kristen ya?' Lalu kita jawab: 'Bukan.' Dulu saya malu. Kalau di jalan, saya seringkali ditanya: 'Mau ke mana?': 'Ke Malang' atau 'Ke Surabaya.' Saya tidak mengatakan mau ke gereja. Tetapi orang yang bertanya seringkali memaksa: 'Surabayanya ke mana?' Ya sudah, akhirnya saya jawab: 'Mau ke Jalan WR Supratman, ke gereja.' Sekarang sudah mulai berani. Orang tidak perlu lagi bertanya: 'Ke Malang, ke mana?' Saya akan jawab: 'Saya mau ke Malang, ke gereja.' Kadang ada yang langsung diam, ada yang masih berlanjut pertanyaannya. Jangan menyangkal! TUHAN tahu kalau kita tidak mau mengakui, karena sebenarnya kita takut. Jangan sampai TUHAN mendapati bahwa kita menyangkal Dia."


      • Titus 1: 16
        1:16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

        Menyangkal lewat perbuatan adalah kehidupan yang mengaku mengenal TUHAN--mengaku hamba TUHAN dan pelayan TUHAN--tetapi tidak dapat berbuat baik.

        Perbuatannya jahat dan keji, sehingga orang lain berkata: 'Lho, katanya hamba TUHAN? Katanya dibina kabar mempelai?'


    Keadaan ini--kebencian dan penyangkalan--merupakan keadaan tanpa kasih, baik tanpa kasih kepada TUHAN maupun kepada sesama. Perintah TUHAN adalah harus mengasihi orang yang memusuhi kita. Tetapi kalau dalam keadaan larut malam, jangankan kepada orang yang memusuhi, kepada orang yang mengasihipun kita tidak mampu membalas dengan kasih. Kalau dibiarkan akan masuk dalam kebinasaan.
    Tetapi malam hari ini, TUHAN mau menolong.

    Yohanes 21: 15-19
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "
    Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "
    Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."


    Bagaimana cara TUHAN menolong Petrus yang sudah menyangkal? Tiga kali pertanyaan Yesus kepada Petrus menunjuk pada penggembalaan--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
    Dalam ketekunan 3 macam ibadah pokok, firman penggembalaan terus disampaikan; sekalipun kehidupan itu keras, tetapi satu kali waktu pasti tidak bisa berkata apa-apa lagi.

    "Mungkin baru satu kali mendengar, masih berkata: 'Oh, tidak, aku benar kok.' Seperti Petrus; pertama kali TUHAN bertanya: 'Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape/kasih Allah?' Petrus menjawab: 'Aku mengasihi Engkau dengan kasih filio/kasih sesama.' TUHAN mengulangi lagi pertanyaan untuk kedua kalinya. Inilah pentingnya penggembalaan. Firman masih diulang lagi: 'Petrus, apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape?' Jawaban Petrus masih sama, yaitu mengasihi TUHAN dengan kasih filio. Yang ketiga kalinya: 'Petrus, apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih filio?' Petrus menangis sebab dia tidak punya kasih."

    Jadi, lewat penggembalaan yang benar, hati yang keras bisa dihancurkan; Petrus bisa ditolong. Tadinya, Petrus takut untuk mati. Ketika ditanya oleh seorang budak kecil, apakah ia mengenal Yesus, ia menyangkal bahkan sampai mengutuki diri. Tetapi begitu digembalakan, Petrus tidak takut mati [Yohanes 21:19], sebab Petrus sudah mengalami kasih Allah.

    Pada larut malam, yang harus dijaga adalah harus tetap berada dalam penggembalaan yang benar. Di mana dunia berada dalam keadaan kasih menjadi dingin, kita jangan masuk di dalamnya. Biarlah kita tergembala dengan baik dan kita dihangatkan oleh kasih Allah.


  4. PAGI-PAGI BUTA--fajar menyingsing.
    Kejadian 32: 27-28, 26
    32:27. Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
    32:28. Lalu kata orang itu: "Namamu
    tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
    32:26. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena
    fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

    Yakub berada dalam ketakutan--takut bertemu dengan Esau. Pagi-pagi buta menjelang fajar menyingsing, keadaannya adalah takut, stress, cemas. Ini keadaan yang melanda dunia.

    Lukas 21: 26
    21:26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

    Takut dan stress akan menjadi pembunuh nomor satu.
    Takut, artinya: takut pada sesuatu sampai tidak takut pada TUHAN.
    Takut berbuat benar, sehingga banyak kali hidupnya tidak benar. 'Nanti kalau saya berbuat benar, nanti begini...' Kalau sudah takut berbuat benar, maka akhirnya: 'Ya sudah, kali ini saja saya tidak benar.' Kalau sudah 'kali ini saja', maka yang lain juga tidak benar.

    Jadi, keadaan menjelang fajar menyingsing adalah banyak kehidupan yang ketakutan, sehingga tidak benar hidupnya.

    Bagaimana jalan keluarnya? Yakub bergumul untuk:


    • tetap hidup dalam kebenaran.
      Kejadian 33: 2-3
      33:2. Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali.
      33:3. Dan
      ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.

      Yakub bergumul supaya tetap hidup dalam kebenaran, yaitu benar soal nikah dan buah nikah.
      Kalau dikaitkan dengan waktu penyeberangan, dia menyeberangkan isteri-isteri dan anak-anaknya terlebih dahulu baru kemudian dia bergumul dengan Allah.

      Di sini, diatur barisan. Kalau kita lihat urutannya, mulai dari yang paling dicintai yaitu Rahel, maka posisinya paling belakang. Nomor dua Lea, dan yang paling depan adalah budak-budaknya. Tetapi Yakub sebagai kepala rumah tangga, tidak mengorbankan isteri dan anak-anaknya. Ini yang harus kita jaga, terutama kita sebagai suami.

      Jangan mengorbankan isteri dan anak-anak! Memang barisannya diatur sedemikian rupa, tetapi Yakub berjalan paling depan.

      "Seringkali ini menjadi kelemahan saya sebagai seorang gembala dan suami. Kalau terjadi sesuatu seringkali berkata: 'Sudah,biarkan saja, itu karena jemaat/isteri. Biar diselesaikan sendiri.' Tetapi Yakub tidak begitu. Dia berjalan paling depan, apapun resiko yang dihadapi."

      Ini nikah yang benar, yaitu menempatkan suami sebagai kepala. Kalau suami sebagai kepala dalam nikah rumah tangga, maka Yesus sebagai Kepala akan melindungi nikah dan buah nikah.

      Kejadian 33: 4-7
      33:4. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
      33:5. Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: "Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?" Jawab Yakub: "Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini."
      33:6. Sesudah itu mendekatlah budak-budak perempuan itu beserta anak-anaknya, lalu mereka sujud.
      33:7. Mendekat jugalah Lea beserta anak-anaknya, dan merekapun sujud. Kemudian mendekatlah Yusuf beserta Rahel, dan mereka juga sujud.


      = semua dilindungi, artinya dilindungi sampai zaman antikris.
      Mari, apapun keadaan kita sebagai suami malam hari ini. Mari bergumul, supaya nikah rumah tangga menjadi benar. Suami sebagai kepala dalam nikah rumah tangga harus bergumul; isteri sebagai tubuh harus bergumul.

      Banyak pergumulan, tetapi yang terutama, suami harus bergumul supaya terlepas dari antikris. Kalau suami tidak menjadi kepala dalam nikah rumah tangga, maka yang menjadi ancaman adalah Esau, sampai kehidupan itu masuk dalam zaman antikris.


    • Mendapat nama baru--Yakub menjadi Israel.
      Yakub = penipu. Israel = pemenang.
      Artinya: mengalami pembaharuan.

      Jadi, dalam keadaan fajar menyingsing--di mana terjadi kegoncangan dan ketakutan--satu yang harus kita jaga, yaitu kita harus bergumul sampai mengalami pembaharuan.

      Dari penipu menjadi pemenang.
      'Penipu' = salah dalam perkataan.
      'Pemenang' = berkata benar; jika ya katakan: Ya, jika tidak katakan: Tidak.

      Sampai puncak pembaharuan adalah tidak salah dalam perkataan--sempurna.


    Malam hari ini banyak pergumulan, tetapi biarlah kita tetap bergumul supaya nikah tetap benar dan bergumul untuk mendapat nama baru.
    Banyak hal terjadi dalam kehidupan kita, supaya kita tidak benar dan dibaharui. Tetapi satu hal, kalau kita bergumul, maka Yesus juga bergumul untuk kita, untuk menolong kita tepat pada waktunya.

    Apapun pergumulan kita, yakinlah bahwa Yesus senantiasa bergumul untuk kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top