gereja pantekosta tabernakel kristus kasih malang surabaya
English Language
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 15 Februari 2009 (Minggu Pagi)
KEBAKTIAN PENYERAHAN ANAK
Mazmur 144:12, kita doakan supaya anak yang diserahkan menjadi...

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2012 (Selasa Sore)
PENATARAN IMAN DAN CALON IMAM II

Matius 26:57-68 tentang SAKSI...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 13 adalah persiapan baptisan air.
Keluaran 14 pelaksanaan baptisan air.
Keluaran 15:1-21 adalah hasil baptisan air.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay. 45-47=...

Ibadah Natal Surabaya, 21 Desember 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 43-44
Berjaga-jaga dikaitkan dengan pencuri yang akan datang= berjaga supaya tidak tidur rohani,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31= Kita masih berada pada ayat 29-31= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus...

Ibadah Natal Surabaya, 22 Desember 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu langit goncang,...

Ibadah Raya Surabaya, 19 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

ay. 16-30 ini juga merupakan sikap Tuhan terhadap talenta.

SIKAP TUHAN...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:
= kemunafikan dalam...

Ibadah Paskah Blitar, 17 April 2009 (Jumat Sore)
Tema: Yohanes 20: 19-29 "Kebangkitan Tuhan membawa damai sejahtera"

Damai sejahtera ini adalah sesuatu yang sangat...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Maret 2010 (Minggu Sore)
Ibrani 4 : 12 --> Tema di Papua
Firman Allah adalah makanan rohani bagi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: PDT. ADRI YANI TUJU (Gending)

Wahyu 3:14-22
Ada 7 sidang jemaat yang menerima...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau...

Ibadah Raya Malang, 01 November 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 19:9, tema kali ini adalah KEBAHAGIAAN.
Kebahagiaan ini dicari dan didambakan oleh seluruh manusia...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 16 November 2011)
Tayang: 02 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 20 Desember 2007)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Desember 2007)
Tayang: 04 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 29 November 2007)
Tayang: 14 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan di Ambon I, 24 Agustus 2010 (Selasa Sore)

Markus 7: 37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Tema: "IA MENJADIKAN SEGALA-GALANYA BAIK".

Sebenarnya, pada awal penciptaan, Tuhan sudah menjadikan segala-galanya baik. Tetapi setan merusak segalanya dan menjadikan segalanya hancur/rusak.
Setan merusak manusia lewat dosa, sampai dengan puncaknya dosa (dosa makan minum dan dosa kawin-mengawinkan).

Salah satu bentuk manusia yang sudah dirusak oleh setan adalah manusia yang TULI DAN BISU.
Secara medis, kalau kehidupan itu tuli, pasti juga bisu.

Ada 2 pengertian tuli dan bisu:
  1. Secara jasmani.
    Tuli, artinya: tidak bisa mendengar perkataan orang lain/sesama, bisa karena telinganya tuli atau bisa juga karena karakternya (sekalipun telinganya baik).

    Bisu, artinya tidak bisa berkata-kata pada orang lain, karena cacat atau karena perkataannya tidak bisa dimengerti oleh orang lain.

    Jadi, tuli dan bisu secara jasmani = terputus hubungan dengan sesama.
    Ini merupakan suatu penderitaan.

  2. Secara rohani.
    Tuli, artinya: tidak mau mendengarkan firman, terutama firman pengajaran. Bahkan tidak bisa mengerti Firman pengajaran dan tidak bisa taat dengar-dengaran pada firman, tidak bisa praktek firman.

    Firman itu adalah panggilan Tuhan. Kalau tidak mau mendengar firman, berarti tidak mau menerima panggilan Tuhan.

    Bisu, artinya: tidak bisa berkata-kata pada Tuhan = tidak bisa menyembah Tuhan atau doanya tidak dijawab oleh Tuhan.

    Zakharia 7: 12-13
    7:12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
    7:13 "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.

    Orang yang tidak mau menerima panggilan Tuhan, maka Tuhan juga tidak akan menjawab saat ia memanggil Tuhan.

    Jadi, tuli dan bisu secara rohani adalah putus hubungan dengan Tuhan = kering rohaninya dan sangat menderita. Akibatnya, semua jadi kering.

Jadi, manusia yang tuli dan bisu adalah manusia yang PUTUS HUBUNGAN dengan Tuhan dan sesama. Akibatnya, segala sesuatu menjadi tidak baik, hancur, bahkan binasa.

Malam ini, dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ada contoh kehidupan anak Tuhan yang putus hubungan dengan Tuhan dan sesama.

AYUB (dalam Perjanjian Lama).
Ayub ini hebat, tapi bisa tuli dan bisu.

Ayub 19:13-19
19:13. Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku.
19:14. Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku.
19:15. Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing.
19:16. Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis.
19:17. Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku.
19:18. Bahkan kanak-kanakpun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku.
19:19. Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku.

= Ayub putus hubungan dengan sesama, sampai istrinya juga tidak mau.

Ayub 19:7-10
19:7. Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan.
19:8. Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap.
19:9. Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku.
19:10. Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya.

= Ayub terpisah dari Tuhan.

Ayub 19:20,25
19:20. Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku.
19:25. Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Akibat terputus hubungan dengan Tuhan dan sesama adalah keadaan Ayub sangat menderita dan diancam oleh maut.

Mengapa Ayub diijinkan terputus hubungan dengan sesama dan Tuhan?
Yaitu, supaya Ayub bisa melihat Tuhan sang Penebus yang sudah bangkit [Ayub 19:25]= supaya Ayub mengalami kuasa kebangkitan.

Ayub 42:5-6
42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Proses melihat Tuhan yang sudah bangkit:
Tuhan menguji Ayub habis-habisan, supaya Ayub bisa merasa diri sebagai debu dan abu = mengaku tidak mampu/tidak berdaya, hanya berharap pada Tuhan.
Sebagai debu dan abu, kita juga mengaku tidak layak untuk melayani, sebab kita manusia berdosa yang banyak kekurangan.

Saat berada dalam ujian habis-habisan, jangan menyalahkan orang lain, tetapi mengaku "saya yang salah".

Dulu, Ayub memiliki dosa kebenaran diri sendiri.

Ayub 32:1-2
32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

Dosa kebenaran sendiri:
  • menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain,
  • menutupi dosa dengan cara pura-pura berbuat baik,
  • menutupi dosa dengan menyalahkan Tuhan/pengajaran yang benar.

Setelah Ayub sadar, mengaku tidak mampu dan tidak mempertahankan kebenaran diri sendiri, Ayub mengalami kuasa kebangkitan. Ayub dipulihkan 2x lipat, artinya ada pemulihan secara jasmani dan rohani, ada hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama.

Hati-hati saat kita diberkati! Ayub tidak mau duduk di debu saat dia hebat. Tetapi saat habis-habisan, baru Ayub mau duduk di debu.

Herodes adalah contoh kehidupan yang tidak mau duduk di debu, melainkan duduk di takhta.
Hati-hati saat memiliki kedudukan dan menyampaikan kebenaran diri sendiri, bukan kebenaran firman Tuhan.

Kisah Rasul 12:21-23
12:21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
12:22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
12:23 Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.

Kalau menyamaratakan suara Allah dan suara manusia hanya karena kedudukan/kekayaan, akibatnya adalah pipi ditampar oleh malaikat Tuhan, dan dimakan cacing-cacing, binasa untuk selamanya.
'Pipi'= perasaan. Kalau perasaan kita tidak peka, kita akan ditampar oleh Tuhan.

Ayub dipulihkan, karena ia melihat Tuhan lewat proses duduk di atas debu.


RASUL-RASUL TUHAN (dalam Perjanjian Baru).
Yohanes 20:19-20
20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Istilah 'mengunci pintu' = murid-murid putus hubungan dengan Tuhan dan sesama = menghadapi jalan buntu, seperti pintu yang tertutup. Dan disini murid-murid juga menghadapi ketakutan.

Inilah keadaan gereja Tuhan hari-hari ini.

Sebab itu, gereja Tuhan jangan mengunci pintu terhadap Yesus/pengajaran yang benar.
Kalau menutup pintu bagi Yesus, pasti membuka pintu bagi ajaran sesat.

2 Petrus 2:1
2:1. Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Ajaran sesat adalah racun yang membinasakan. Terutama dalam kebaktian fellowship, jangan sampai membagikan racun! Kalau gembala mendengar racun, nanti sidang jemaat juga akan mendapat racun.

Yesus tetap bisa masuk sekalipun pintu terkunci, artinya firman pengajaran yang benar tidak bisa dibendung oleh apapun juga. Bahkan akan terjadi kegerakan yang besar dalam firman pengajaran yang benar, yaitu kegerakan hujan akhir.

Tuhan ijinkan murid-murid mengalami pintu yang terkunci, supaya murid-murid bisa melihat Yesus yang sudah bangkit.

Yohanes 20:20
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Proses melihat Yesus yang bangkit:
  1. Melihat lambung Yesus yang sudah ditombak.
    Yohanes 19: 34
    19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Melihat lambung Yesus artinya melihat darah dan air.
    'darah'= bertobat = berhenti berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dan kembali kepada Tuhan.
    'air'= baptisan air = lahir baru.

    Roma 6:2-4
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Syarat baptisan air adalah bertobat (mati terhadap dosa). Dan kita akan bangkit dalam hidup yang baru (jenis kehidupan Surga).

    Jenis kehidupan Surga adalah hidup dalam kebenaran.

    Mazmur 5:13
    5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Orang yang hidup dalam kebenaran sedang dipagari oleh Tuhan, mendapat perisai perlindungan dari Tuhan.
    Orang yang hidup dalam kebenaran akan diberkati oleh Tuhan dan tidak ada kutukan yang bisa masuk.

  2. Melihat tangan Yesus yang berlubang paku.
    Tangan ini untuk bekerja.
    Melihat tangan Yesus = kita bekerja dan melayani seperti Yesus.
    Artinya melayani dengan pengorbanan dan dalam kesucian.

    Efesus 4:11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kita semua bisa dipakai Tuhan, asalkan suci.
    Jabatan pelayanan sama dengan jubah Yusuf yang maha indah.
    Artinya, kalau kita melayani dalam kesucian, hidup kita akan jadi indah dan masa depan kita juga indah.

  3. Melihat wajah Yesus dalam kemuliaan yang bersinar bagai matahari = menyembah Tuhan.
    Yohanes 20:20
    20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

    Jadi, proses melihat Yesus yang bangkit adalah hidup benar, hidup suci, dan menyembah Tuhan.
    Saat kita menyembah Tuhan, kita mengalami keubahan hidup (pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani).

    Efesus 4:23-25
    4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    Manusia baru adalah manusia yang tidak berdusta. Selama masih berdusta, ia belum dibaharui sekalipun ia bertahun-tahun melayani dan berkorban untuk Tuhan.

    Memandang wajah Yesus yang sesungguhnya adalah TIDAK BERDUSTA.

    Petrus adalah pendeta hebat, tapi ia berdusta saat ditanya oleh anak kecil (saat Yesus ditangkap) dengan berkata bahwa ia tidak mengenal Yesus.

    Kalau melihat wajah Yesus, kita akan merasa damai sejahtera dan sukacita, tidak ada lagi ketakutan dan kesusahan.

    Hasil memandang Yesus:
    • Kuasa kebangkitan menghancurkan setan.
      Roma 16:20
      16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

      Masalah yang mustahil jadi tidak mustahil, bahkan pintu Sorga pun terbuka bagi kita.

    • Kita dipelihara oleh Tuhan di jaman yang sulit.
      1 Tesalonika 5:23-24
      5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

      Tubuh, jiwa, dan roh kita dipelihara oleh Tuhan. Dan kita diubahkan sedikit demi sedikit, sampai kita jadi sama mulia dengan Tuhan.
      Kita siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:15 (Ibadah Kaum Wanita)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 17:45 (Ibadah Raya)
Senin jam 17:45 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 18:00 (Ibadah Doa Penyembahan)

IBADAH KUNJUNGAN

21-23 Februari 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sorowako)
Maret 2012 (Ibadah Kunjungan ke Teluk Bintuni, Papua Barat)
19-20 April 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ciawi)
24-27 April 2012 (Ibadah Kunjungan ke Medan + Reuni Lempinel)
Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sumba)
Juni 2012 (Kunjungan ke Israel)
Juli 2012 (Ibadah Persekutuan di Malang)
Juli 2012 (Ibadah Kunjungan ke Medan)
Agustus 2012 (Ibadah kunjungan ke Makasar)
September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Pendolo-Tentena)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top