|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Januari 2010 (Senin Sore)
Pembicara:
Pdt.
Mikha Sanda Toding
Matius
6: 9-10
Dalam
pasal 5-7, ada 10 hukum perjanjian... Ibadah Kaum Muda Malang, 06 Desember 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 28-34, terkena pada Tabut Pernjanjian. Tutup peti dari emas
murni menunjuk... Ibadah Raya Malang, 11 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-30, keadaan pada masa kedatangan Tuhan kedua kali:Terjadi kegoncangan dan kegelapan di... Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 06 Januari 2009 (Selasa Siang)
ad. 3. Perlengkapan dari Tuhan, yaitu nama 'AKU ADALAH AKU' dan uluran tangan... Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 Februari 2011 (Sabtu Sore)
bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah
Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati,... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Mei 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17-19 26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus... Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sanda Toding Matius 5:21-Matius 7:23 = 10 hukum perjanjian baru, yaitu: Matius 5:21-26= hukum damai.Matius... Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius
26: 14-16 26:14.
Kemudian pergilah
seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot,
kepada
imam-imam kepala. 26:15.
Ia berkata: "Apa... Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I, 05 Agustus 2010 (Kamis Malam)
Lukas 11: 9-10 11:9. Oleh
karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka
akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu... Ibadah Doa Malang, 28 Oktober 2008 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding
Matius 5: 27-32
Perzinahan... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:17-20
14:17 Setelah hari malam,
datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Ibadah Doa Surabaya, 20 Januari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 45-51
Berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Tuhan yang tidak diduga
waktunya, yaitu:
ay. 45-47=... Ibadah Doa Malang, 26 Mei 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius 5:42-44, "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang... Ibadah Raya Malang, 21 Maret 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan... Ibadah Doa Surabaya, 10 Maret 2010 (Rabu Sore)
Matius
25
= dalam susunan tabernakel terkena pada tongkat Harun yang
bertunas, berbunga dan berbuah.
Ini menunjuk...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan di Swiss, 29 Juni 2011 (Rabu Sore)
Tema:
Tentang Makanan Kalau
sekedar diucapkan, mungkin makanan adalah hal biasa. Namun
sebenarnya, segala sesuatu (pandai, kaya, dsb) tanpa makanan hanya
sia-sia saja.
I
Petrus 1:23-25 1:23
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana,
tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan
yang kekal. 1:24. Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti
rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi
kering, dan bunga gugur, 1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk
selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada
kamu.
Ada
2 macam makanan:
-
Makanan jasmani
dari rumput-rumputan (padi, gandum).
Kalau
kita hanya makan rumput-rumputan, kita hanya akan menerima
kebahagiaan
yang fana/tidak kekal/sementara. Contoh:
Saat bisa makan, kita berbahagia. Namun, lain waktu kita sedih saat
tidak bisa makan.
Dengan makanan, kita juga bisa mendapatkan
kemuliaan, namun tidak lama kemudian menjadi layu dan kering seperti
bunga rumput. Contoh:
Dengan makan, kita memiliki kekuatan untuk bisa belajar dan menjadi
pandai, bisa bekerja dan menjadi kaya.
Makanan jasmani hanya
bisa memberikan kehidupan
fana (daging) yang tidak bisa mewarisi Kerajaan Surga.
- Makanan
rohani, yakni Firman Allah.
Firman
Allah adalah kekal.
Firman
Allah mampu memberikan kebahagiaan/kepuasan
kekal,
mulai di dunia ini sampai selama-lamanya. Firman Allah juga mampu
memberikan kemuliaan
mulai di dunia ini sampai di Surga. Firman
Allah juga mampu memberikan kehidupan
mulai di dunia ini sampai kehidupan kekal.
Oleh
sebab itu, dalam setiap ibadah kita HARUS
MENGUTAMAKAN FIRMAN ALLAH. Segala
sesuatu tanpa Firman Allah adalah tidak kekal, sia-sia, fana, akan
layu dan binasa selamanya.
Ad
2. MAKANAN FIRMAN ALLAH Ada
2 macam makanan Firman Allah
(seperti yang diteladankan oleh Yesus sendiri semasa di dunia dan
diajarkan oleh Rasul Paulus):
-
Efesus 1:13
1:13
Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman
kebenaran, yaitu Injil
keselamatanmu--di
dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh
Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
INJIL
KESELAMATAN= susu= Firman Penginjilan.
Firman
Penginjilan= Firman
yang memberitakan
kedatangan Yesus pertama kali ke dunia
sampai mati di kayu salib untuk
menyelamatkan manusia berdosa.
Mengapa
Yesus harus datang ke dunia? Sebab
semua manusia di dunia ini sudah berbuat dosa, dan tidak ada
kekuatan atau pribadi manapun yang bisa menyelesaikan dosa.
Setelah
Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan dibuang ke dunia, manusia bukan
menjadi baik tetapi justru bertambah-tambah dalam dosa.
Di
dunia ini, tidak ada kekuatan apapun (kepandaian, kedudukan,
kekayaan) yang bisa menyelesaikan dosa, dan tidak ada seorangpun
manusia yang bisa menyelesaikan dosa, termasuk nabi, rasul,
rohaniawan, semuanya manusia berdosa.
Satu-satunya jalan
adalah Yesus, satu-satunya manusia yang tidak berdosa, harus datang
ke dunia dan mati di atas kayu salib. Hanya darah manusia tidak
berdosa yang bisa menolong manusia berdosa.
Satu-satunya
Juru selamat adalah pribadi Yesus, tidak ada yang lain. Bukan
soal agama, namun hanya pribadi Yesus yang mampu menyelamatkan
manusia.
Proses
untuk menerima keselamatan
(terutama bagi kita, bangsa Kafir):
Kisah
Para Rasul 19:1-6 19:1.
Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah
daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya
beberapa orang murid. 19:2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah
kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan
tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah
mendengar, bahwa ada Roh Kudus." 19:3 Lalu kata Paulus
kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah
dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
19:4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan
orang yang telah bertobat,
dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya
kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka
dibaptis
dalam nama Tuhan Yesus. 19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan
tangan di atas mereka, turunlah Roh
Kudus
ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh
dan bernubuat.
- Iman
kepada Yesus lewat mendengar Firman (Roma 10:17), bukan iman karena
melihat.
Waspada!
Sekarang banyak diajarkan iman karena melihat. Dulu Tomas juga
beriman karena "melihat". Iman karena melihat mudah
berubah.
Contoh: Abraham berangkat dari negerinya menuju ke
negeri yang belum pernah dilihatnya karena iman lewat mendengar
Firman Tuhan.
Sebab itu, perhatikan sikap kita saat
mendengar Firman! Kalau sikap kita tidak baik saat pemberitaan
Firman= iman kita diragukan.
- Bertobat=
berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Yesus.
Dengan
hati orang percaya dan dengan mulut orang mengaku dan
diselamatkan. Iman kepada Yesus harus dipraktekkan lewat
bertobat (mengaku dosa, tinggalkan dosa).
- Baptisan
air.
Dalam
satu tubuh (Gereja Tuhan) dengan Yesus sebagai Kepala, hanya
ada 1 macam baptisan yang benar
(Efesus
4). Tubuh
dan Kepala adalah satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan.
Kita
dibaptis sesuai
kebenaran Firman
dan seperti
Yesus dibaptis.
Di
zaman Nuh tentu sudah ada banyak bahtera lainnya (sebab saat itu
sebagian besar dunia adalah lautan), namun hanya 1 bahtera Nuh saja
yang selamat.
Matius
3:15-16 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu
terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh
kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. 3:16 Sesudah
dibaptis, Yesus
segera keluar dari air
dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah
seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Roma
6:4 6:4
Dengan demikian kita
telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan
dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup yang baru. Keluar
dari air= keluar dari 'kuburan' air= lahir baru untuk menerima
hidup
yang baru,
yakni jenis kehidupan Surgawi yang cocok hidup di Surga.
Manusia
daging (kelahiran dari ibu jasmani) hanya cocok hidup di dunia dan
tidak cocok (tidak bisa) hidup di Surga.
- Baptisan
Roh Kudus
(Kisah
Para Rasul 19:6).
Baptisan
Roh Kudus juga menghasilkan hidup
baru
(kelahiran baru adalah dari air dan roh).
Salah satu tanda
kepenuhan Roh Kudus adalah berbahasa Roh, yakni seperti yang
diberikan oleh Roh itu sendiri, bukan diajarkan oleh
manusia.
Kisah
Para Rasul 2:4 2:4
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai
berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti
yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka
untuk mengatakannya.
Kalau
bahasa roh diajarkan oleh manusia, itu roh palsu dan pasti kering
rohani. Dalam Kitab Keluaran, siapa mencampurkan minyak/membuat
minyak palsu, ia harus mati.
Baptisan air dan Baptisan Roh
Kudus menghasilkan HIDUP
BARU=
jenis kehidupan Surga= HIDUP
dalam KEBENARAN, apapun resikonya.
Manusia
daging di dunia ini cenderung tidak peduli benar atau tidak, yang
penting enak.
Apa yang tidak benar harus dibuang! Hidup
benar, itulah hidup Surgawi. (Carilah dulu Kerajaan Surga dan
kebenarannya.)
Yesaya
33:15-16 33:15
Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang
menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya
jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan
mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya
jangan melihat kejahatan, 33:16
dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi,
bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air
minumnya terjamin.
Kebenaran
itu hanya ada dalam Firman. Jaga
seluruh perkataan/mulut, perbuatan, telinga, serta mata kita, semua
harus benar!
Orang
yang hidup benar menerima jaminan
dari Tuhan
untuk pemeliharaan hidup sekarang, masa depan, sampai hidup kekal
di Surga.
Jaminan
dari manusia/dunia bisa goncang oleh krisis, dsb., namun jaminan
dari Tuhan adalah kekal dan tidak tergoncangkan.
- II
Korintus 4:3-4
4:3
Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup
untuk mereka, yang akan binasa, 4:4 yaitu orang-orang yang tidak
percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini,
sehingga mereka tidak melihat cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus,
yang adalah gambaran Allah.
Makanan
keras= cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus= FIRMAN PENGAJARAN
BENAR,
Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun (Ibrani
4:12).
Tanda
Firman Pengajaran benar:
- Tertulis
di Alkitab.
Alkitab
adalah satu-satunya buku yang berkaitan dengan Surga.
- Firman
yang dibukakan rahasiaNya oleh Tuhan, yakni ayat menerangkan
ayat.
Ayat-ayat
dalam Alkitab adalah perkataan Tuhan. Kalau ayat diterangkan dengan
ayat, berarti seluruh pemberitaan Firman adalah perkataan
Tuhan sendiri.
Kalau
ayat diterangkan dengan yang lain (lawak, dsb.)= bukan makanan,
justru merupakan racun yang melemahkan kerohanian kita. Contoh:
labu liar yang beracun muncul saat pertemuan nabi-nabi (II
Raja-raja 4).
Firman
Pengajaran benar mampu menunjukkan dosa-dosa kita. Kerajaan Surga
ditunjukkan, namun dosa juga ditunjukkan supaya kita bisa disucikan
dan layak masuk Kerjaaan Surga.
Firman
Pengajaran benar= Firman
yang menubuatkan
kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan
sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk
menyucikan dan mengubahkan hidup kita, sampai menjadi mempelai
wanita (tubuh Kristus) yang sempurna
dan layak menyambut kedatanganNya kedua kali, selamanya kita
berbahagia bersama Dia.
'Menubuatkan'=
sesuatu yang belum terjadi.
Waspada! 'Nubuat'
harus ditimbang sesuai dengan Firman;
-
Tertulis di Alkitab
atau tidak?
- Adakah
tujuan rohaninya?
Nubuat bukan meramal,
namun mengungkapkan tentang sesuatu yang belum terjadi dan pasti akan
terjadi, sesuai dengan Firman Tuhan (bukan sekadar
tebak-tebakan). Nubuat Firman yang benar bisa menyucikan dan
mengubahkan kita sampai sempurna dan bisa menyambut kedatangan Yesus
kedua kali.
Makanan
berkaitan dengan 'gerakan'. Secara
jasmani, makanan menentukan gerakan/pekerjaan kita sebab makanan
adalah sumber kekuatan.
Demikian pula secara rohani, banyak
hamba Tuhan hebat namun akhirnya menghilang karena tidak mau makan
Firman. Kalau tidak makan Firman, namun melayani, pasti akan jatuh
sakit dan mati rohani. Semakin hebat melayani, semakin cepat
jatuh.
Sakit rohani= jatuh dalam dosa, sampai kering dan mati
rohani (binasa selamanya).
Dua
macam makanan rohani membawa kita pada 2 macam gerakan:
-
Firman
Penginjilan membawa pada KEGERAKAN ROH KUDUS HUJAN AWAL.
Arahnya:
dari
Yerusalem, Yudea, Samaria, negara-negara Barat (Eropa), sampai ke
negara-negara Timur dan ujung bumi (Papua).
Kisah
Para Rasul 1:8 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Kegerakan
ini sudah dan masih berlangsung sampai hari ini, membawa banyak
orang-orang berdosa untuk percaya Yesus dan diselamatkan.
- Firman
Pengajaran benar membawa pada KEGERAKAN ROH KUDUS HUJAN
AKHIR.
Arahnya:
dari
ujung bumi, negara-negara Timur, negara-negara Barat (Eropa),
Samaria, Yudea, sampai kembali ke Yerusalem.
Matius
24:27 24:27
Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan
cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak
Manusia.
Kilat=
cahaya Injil tentang kemuliaan Yesus, Firman Pengajaran
benar.
Kalau sekarang kita membawa Firman Penginjilan ke
Israel, bangsa Israel menolak sebab bagi mereka Yesus hanyalah anak
tukang kayu. Namun, kalau kita membawa berita Firman Pengajaran
benar, Yesus yang akan datang kedua kali dalam kemuliaan, Israel
akan menerima.
Kalau Yerusalem (Israel) sudah menerima Yesus
lewat Firman Pengajaran, maka Israel dan Kafir akan menjadi satu,
Yesus segera datang kembali kedua kali. Kegerakan ini bukan
hanya sampai di Yerusalem secara jasmani, tetapi sampai kita masuk
Yerusalem Baru (Kerajaan Surga yang kekal).
Kegerakan
Roh Kudus Hujan Akhir= kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang
sempurna, mempelai wanita Tuhan.
Dalam
Markus
11,
Kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir= perjalanan Yesus menuju ke
Yerusalem.
SASARAN
kehidupan yang mau dipakai Yesus dalam kegerakan Roh Kudus Hujan
Akhir: bangsa Kafir (keledai). Keledai=
bangsa keledai, bangsa Kafir.
Hakim-hakim
15:16 15:16
Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu
kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
Markus
11:1-2 11:1.
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat
Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh
dua orang murid-Nya 11:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung
yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera
menemukan seekor keledai
muda tertambat,
yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan
bawalah ke mari.
SYARATNYA: Keledai
harus tertambat pada pokok anggur yang benar= tergembala
pada Firman Pengajaran benar.
Kejadian
49:11 49:11
Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya
pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur
dan bajunya dengan darah buah anggur.
Keledai
liar tidak bisa dipakai Tuhan. Jangan main-main! Banyak
penggembalaan yang palsu! Seperti di dunia barang yang palsu
lebih digemari, penggembalaan palsu sering lebih digemari.
Jangan
lihat manusia! Lihat Yesus, Firman Pengajaran benar!
Syarat
tergembala:
harus
tekun
dalam kandang penggembalaan (ibadah sistem penggembalaan).
Hasil
jika kita tergembala:
- Ada
perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, sang Gembala
Agung.
Penggembalaan=
bangsa Israel yang hidup di Tanah Gosyen, bebas dari tulah. Di
luar Gosyen, semua terkena hukuman Tuhan.
Di dalam kandang
berbeda dengan di luar kandang. Saat-saat kita lengah sekalipun,
Tuhan masih menjaga.
Dalam penggembalaan keselamatan
kita dimantapkan.
- Ada
pengangkatan Tuhan.
Contoh:
Raja Daud seharusnya dihukum mati karena sudah berzinah dengan
Batsyeba. Namun, karena Daud menghargai penggembalaan, Daud
masih bisa diampuni dan diangkat.
Di luar penggembalaan=
pohon ara di pinggir jalan, tidak ada yang membela, begitu tidak
berbuah langsung dikutuk.
ISI
kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir:
- Kegerakan
PENYUCIAN,
terutama kita disucikan dari tabiat kekafiran:
- Tabiat
anjing= perkataan-perkataan dosa yang diulang-ulang.
- Tabiat
babi= perbuatan-perbuatan dosa dan kenajisan, sampai puncak dosa:
dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa seks
(kawin-campur, kawin-cerai, seks bebas, perselingkuhan, dsb.).
Dosa
di zaman Nuh sudah melanda seluruh dunia di akhir zaman ini,
terutama di negara-negara Barat. Itu sebabnya Firman Pengajaran
perlu dibawa dari Timur ke negara-negara Barat.
- Kegerakan
MEMBERI.
Saat
keledai yang ditunggangi Yesus lewat, pakaian dihamparkan/diberikan,
tidak ada yang meminta-minta.
Waktu, tenaga, uang, dll. semua
harus diserahkan untuk pembangunan Tubuh Kristus. Kehidupan yang
kikir tidak bisa dipakai Tuhan!
Dalam setiap ibadah
persekutuan: tidak ada kolekte, masing-masing membiayai diri
sendiri.
- Kegerakan
PENYEMBAHAN.
Saat
Yesus lewat, orang banyak berseru "Hosana".
Penyembahan
bukan hanya di mulut. Penyembahan= proses
perobekan daging
sehingga kita
mengalami keubahan hidup
dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Lahir
baru= kembali menjadi seperti bayi.
Belajar
pada pohon ara, keubahan hidup= melembut. Daun pohon ara yang
dipakai untuk membuat cawat= kebenaran diri sendiri, manusia berdosa
berusaha menutupi dosanya dengan cara menyalahkan orang lain.
Tanda
kehidupan yang melembut: bisa menangis,
seperti bayi:
- Menangis
karena dosa= mengakui kesalahan diri, bukan menyalahkan orang
lain/benar sendiri.
Contoh:
Petrus, gambaran laki-laki yang seringkali sulit untuk bisa
menangis dan mengakui kesalahan diri. Namun, begitu mendengar
kokok ayam (Firman Penggembalaan yang menunjuk dosa) Petrus bisa
menangis dengan sedihnya (tersedu-sedu).
Perempuan yang
tercemar membasahi kaki Yesus dengan air matanya= menangis seperti
bayi, tersedu-sedu, dengan air mata yang banyak.
Banyak kita
menangis karena sakit, kekurangan uang, dsb. Pernahkah kita
menangis karena menyadari dosa?
- Menangis
karena terpisah dari Tuhan.
Yohanes 20:13 20:13
Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau
menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah
diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Maria
menangis karena tidak mau terpisah dengan Tuhan.
Saat kita
tidak bisa beribadah, adakah kita menangis atau tertawa?
Biarlah
kita juga memiliki kerinduan yang sama untuk tidak terpisah dari
Tuhan, mau bersandar dekat Tuhan (mengasihi Tuhan lebih dari semua)
seperti Rasul Yohanes, seperti bayi dalam pelukan tangan ibunya.
Jangan
tangisan kita sama seperti orang dunia! Kita menangis, terlebih
dulu bukan karena pencobaan, tetapi menangis karena mengaku dosa
serta menangis karena mengasihi Tuhan, tidak mau terpisah dengan
Tuhan.
Kita
hanya menangis kepada Tuhan, maka Tuhan akan menolong kita:
Yesaya
46:3-4 46:3
"Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang
yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang
Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak
dari rahim. 46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa
putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau
menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
- Tuhan
bertanggung jawab atas kelangsungan hidup kita sekarang, masa
depan, sampai kehidupan kekal.
Keadaan kita di dunia akhir zaman
adalah seperti hidup di padang gurun (menghadapi banyak kesulitan).
Kita membutuhkan Tuhan. Sekalipun disediakan banyak susu, bayi
tetap butuh ibunya.
- Tuhan
memikul segala letih lesu dan beban berat kita, sehingga semua jadi
enak dan ringan. Seperti bayi digendong= seluruh berat tubuhnya
ditanggung sang ibu.
Kita mendapat kelegaan, kebahagiaan, dan
damai sejahtera.
- Tuhan
menyelamatkan dan menyempurnakan kita sehingga layak menyambut Dia.
Kita bersama-sama masuk Kerajaan Surga yang kekal.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|