English Language
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Natal di Hotel Tunjungan Surabaya, 25 Desember 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 12 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan...

Ibadah Raya Malang, 24 September 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:7-8

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 24 November 2010 (Rabu Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Raya Malang, 12 Februari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Raya Malang, 3 Februari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 16 Maret 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 17-18 dalam Tabernakel menunjuk pada Pelita Emas, yaitu Roh Kudus dengan segala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2009 (Kamis Sore)
Memperingati kenaikan Tuhan tidak bisa dipisahkan dengan kedatangan Tuhan kedua kali. Memperingati kenaikan Tuhan berarti...

Ibadah Doa Malang, 17 Maret 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada 2 kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Oktober 2008 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding

Matius 5-7 -> Pelataran Tabernakel (daerah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Januari 2012 (Senin Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.
Kita sudah mempelajari kenapa Petrus menyangkal Yesus (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2012).

Matius 26= terkena pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Maret 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya.
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius 9: 1-8
9:1. Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juli 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Raya Malang, 04 Maret 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.
Tahun 2012 adalah tahun kesaksian, kita harus...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha I, 28 April 2010 (Rabu Sore)

Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Yesus sebagai Anak domba Allah yang menghapus/ melepaskan dosa dunia = Yesus sebagai Anak domba Paskah.

Dalam Perjanjian Lama, anak domba paskah melepaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dan dari kematian anak sulung.
Dalam Perjanjian Baru, Anak domba Paskah melepaskan gereja Tuhan dari perbudakan dosa dan kebinasaan selama-lamanya.

Keluaran 12:5
12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Syarat Anak domba Paskah:
  1. Jantan, ini menunjuk pada pribadi Yesus
    Matius 1:21
    1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

    Melihat Anak domba Paskah sekarang artinya meneladani pribadi Yesus supaya kita tampil sebagai laki-laki yang rohani.

    1 Raja-raja 2:2-3
    2:2 "Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.
    2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,

    Tabiat laki-laki secara rohani adalah setia dan taat.
    Tabiat laki-laki juga adalah keberanian, berani untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya, dan setelah diampuni jangan berbuat dosa lagi. Berani berbuat dosa berarti harus berani mengaku.
    Laki-laki juga berani untuk mengakui kelebihan orang lain. Jangan iri pada pemakaian Tuhan atas orang lain.
    Orang seperti inilah yang dipakai oleh Tuhan.

  2. Berumur satu tahun, artinya ada kedewasaan rohani.
    Lukas 3:23
    3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

    Bilangan 4:3
    4:3 Hitunglah yang berumur tiga puluh tahun ke atas sampai yang berumur lima puluh tahun, semua orang yang kena wajib tugas, supaya mereka melakukan pekerjaan di Kemah Pertemuan.

    Yesus mulai bekerja sejak usia 30 tahun menunjuk pada kedewasaan secara rohani.

    Tanda kedewasaan rohani:
    • Bisa menerima makanan keras, yaitu firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Ibrani 5:14
      5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Injil keselamatan adalah susu, yang diperuntukkan bagi orang-orang berdosa supaya diselamatkan.
      Setelah lama ikut Yesus, harus dilanjutkan bisa makan makanan keras, yaitu firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini tanda orang yang dewasa rohani.

    • Bisa membedakan dengan jelas pengajaran yang benar dan yang salah, sehingga kita bisa dengan tegas menolak firman pengajaran yang palsu, dan tegas berpegang pada firman pengajaran yang benar.
      Kalau bisa membedakan pengajaran yang besar dan yang salah, maka akan bisa membedakan Tuhan yang benar dan yang palsu.

    • Bisa membedakan hal-hal yang benar dan yang tidak, sehingga bisa melakukan perbuatan-perbuatan baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

  3. Tidak bercela
    Bukti-bukti bahwa Yesus tidak berdosa:
    • Dari dirinya sendiri.
      Yohanes 8:46
      8:46. Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

    • Dari musuhnya.
      Lukas 23:47
      23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"

    • Dari hakim (menunjuk dari dunia).
      Yohanes 18:38b
      (18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.

    Dengan tanda-tanda tersebut, Yesus memenuhi syarat tidak bercela, sehingga layak untuk menjadi Anak domba Paskah yang disembelih untuk melepaskan dosa dunia dengan darahNya yang suci.

    Keluaran 12:22
    12:22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.

    Pada Perjanjian Lama, darah anak domba paskah disapukan pada ambang batas dan kanan kiri dari pintu rumah orang-orang Israel.
    Dalam Perjanjian Baru artinya: darah Anak domba Paskah disapukan pada tubuh, jiwa, dan roh kita sehingga kita lepas dari dosa-dosa yang membuat tubuh, jiwa, roh kita bercacat cela.
    Tanpa tanda darah, maka yang ada hanya cacat cela, dan masuk dalam kebinasaan selama-lamanya (dulu kalau tidak ada tanda darah, maka ada kematian anak sulung).

    I Korintus 5:7,11
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah (1) orang cabul, (2) kikir, (3) penyembah berhala, (4) pemfitnah, (5) pemabuk atau (6) penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Enam dosa yang mengikat tubuh, jiwa, dan roh kita, dikelompokkan menjadi 3 kelompok:
    • Dosa yang mengikat tubuh: dosa cabul (dosa seks dengan segala bentuknya: seks bebas, seks pada diri sendiri, homoseks, lesbian, kawin-cerai) dan dosa pemabuk (merokok, mabuk, judi, narkoba).
      Ini dosa yang mengikat anak Tuhan, termasuk hamba Tuhan.

    • Dosa yang mengikat jiwa: kikir, pemfitnah, dan penipu.
      Kikir adalah tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, tidak bisa memberi pada sesama yang membutuhkan.
      Kalau kikir, pasti akan serakah, yaitu merampas hak orang lain, terutama milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).
      Memfitnah ini seringkali karena hanya mendengar satu telinga.
      Selama orang masih berdusta, berarti belum ada tanda darah dan keadaannya seperti orang Mesir, sehingga yang ada adalah tangisan yang sangat keras.

      Yang membedakan Israel dan Mesir adalah tanda darah.

    • Dosa yang mengikat roh: penyembahan berhala (segala sesuatu yang menghalangi kita untuk bisa melayani Tuhan).
      Kita harus mengutamakan Tuhan dalam hidup kita, beribadah melayani sampai menyembah Tuhan.

    Kalau disapu dengan tanda darah, maka kita akan bisa hidup benar dan murni. Di manapun kita bergaul, kalau ada tanda darah maka pergaulan itu dalam kebenaran dan kemurnian.
    Kalau dalam kebaktian persekutuan yang ditonjolkan bukan kebenaran dan kemurnian, maka kita berkumpul hanya untuk masuk dalam kekeringan rohani sampai kebinasaan.

    Dalam tanda darah, ada pribadi Tuhan sebagai Anak domba Paskah.

    Perbedaan antara kehidupan yang memiliki tanda darah dan kehidupan yang tidak memiliki tanda darah:
    • Suasana kehidupan.
      Kehidupan yang tidak memiliki tanda darah hidup dalam kekuatiran, letih lesu, beban berat, hidup tanpa kedamaian.
      Kalau tidak ada damai dalam nikah, tidak ada damai dalam diri, tidak ada damai dalam pelayanan, jangan menyalahkan siapa-siapa, sebab itu berarti belum ada tanda darah.

      Di akhir zaman, penyakit yang paling mutakhir di dunia adalah penyakit stres. Akan banyak orang mati karena ketakutan.

      Lukas 21:26
      21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

      Di taman Eden yang semuanya ada dan serba enak, Adam dan Hawa menjadi ketakutan begitu mereka berbuat dosa dan tidak ada lagi tanda darah.
      Apalagi di zaman akhir yang sudah sulit ini, kalau tidak ada tanda darah maka ketakutan, letih lesu, beban berat, tidak ada damai, akan benar-benar melanda kehidupan anak-anak Tuhan di dunia. Menjadi mati rohani, mati secara tubuh, sampai binasa untuk selama-lamanya.

      Kalau letih lesu dan berbeban berat, satu-satunya jalan keluar adalah darah Yesus.

      Matius 11:28-30
      11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
      11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
      11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

      Kita memang hidup dalam dunia yang sulit, tetapi jika ada damai sejahtera oleh darah Yesus, semuanya akan menjadi enak dan ringan.

    • Sistem kehidupan.
      Ulangan 11:10-12
      11:10 Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
      11:11 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
      11:12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

      Sistem kehidupan Mesir yang tanpa tanda darah adalah sistem jerih payah, yaitu:
      1. Mengandalkan kekuatan/ pengalaman/ ijazah sendiri, tidak mengandalkan Tuhan.
        Kehidupan yang tidak mengandalkan Tuhan akan menghasilkan kegagalan total karena adanya persaingan dan kesulitan dalam dunia. Seperti dulu lulusan SPG sudah luar biasa, kemudian harus lulusan S1, sekarang untuk menjadi dosen sudah harus lulusan S2.

        Contohnya adalah Petrus ketika ia kembali menjadi penjala ikan. Petrus sudah mengerahkan segala sesuatu yang dia miliki (istilah 'semalam-malaman'), tetapi tidak mengandalkan Tuhan, sehingga hasilnya hanyalah kegagalan total dan telanjang.

        Nabot mempertahankan kebun anggur tetap menjadi kebun anggur, tidak menggantinya menjadi kebun sayur.
        Menjadikan kebun anggur menjadi kebun sayur adalah kalau melayani Tuhan atau fellowship tanpa pokok anggur/ pengajaran yang benar. Kalau mengandalkan kepandaian, kekayaan, itu adalah kebun sayur yang akan ditutup oleh Tuhan.

      2. Mencari sesuatu di dunia sampai meninggalkan ibadah dan pelayanan = mencari keuntungan dalam ibadah.

      3. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu di dunia, menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan jiwa-jiwa.
        Lebih baik tidak bekerja daripada tidak benar.
        Lebih baik tidak menikah daripada tidak benar.
        Lebih baik tidak ....... daripada tidak benar.

      Sistem Kanaan adalah sistem lembah dan gunung = sistem salib = sistem darah Yesus.
      Hidup kita hanya bergantung dari hujan kemurahan Tuhan akan dicurahkan dari Sorga, kehidupan kita tergantung dari Sorga, dari kemurahan Tuhan saja.

      Ulangan 11:14-15
      11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
      11:15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

      Hujan kemurahan Tuhan akan mencurahkan berkat jasmani dan rohani, hidup kita hanya bergantung dari Tuhan. Semakin kita merasa tidak mampu, biar kita semakin besar bergantung pada hujan kemurahan Tuhan.

      Setelah kita menerima hujan jasmani dari Tuhan, sebagian harus kita sisihkan untuk kepentingan ibadah pelayanan [Ulangan 11:15].

      Hujan berkat rohani adalah hujan firman pengajaran.
      Kegerakan firman penginjilan sudah terjadi di mana-mana. Kegerakan doa sudah terjadi di mana-mana. Tetapi kegerakan dalam firman pengajaran ini yang sedang ditunggu-tunggu, sebab sekarang masih embun. Nanti saat hujan lebat, semua orang akan mencari firman pengajaran.

      Ulangan 32:2
      32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

      Firman pengajaran ini adalah untuk menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita, sedikit demi sedikit dari manusia daging sampai menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kita disucikan dari dalam hati sampai mulut tidak lagi salah dalam perkataan, yang berarti sudah sempurna.

      Yakobus 3:2
      3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    • Akhir kehidupan.
      Keluaran 11:6
      11:6 Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan ada lagi.

      Dalam kehidupan Mesir (yang tidak ada tanda darah), akan ada tangisan yang hebat, mulai dari tangisan atas kematian anak sulung (hilangnya apa yang kita banggakan/ harapkan). Sampai saat Yesus datang kedua kali, di dunia ini akan terjadi pesta pembantaian.

      Wahyu 19:17-18,21
      19:17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
      19:18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
      19:21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

      Tetapi kehidupan yang memiliki tanda darah, akan terangkat dalam Pesta Nikah Anak domba Allah.

      Wahyu 19:6-7,9
      19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
      19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

      Anak Tuhan yang memiliki tanda darah Anak domba Paskah akan naik ke atas saat kedatangan Tuhan kedua kali, tidak lagi salah dalam perkataan dan hanya menyeru 'Haleluya', untuk kemudian masuk dalam Pesta Nikah Anak Domba Allah, nikah yang rohani, lanjut masuk kerajaan 1000 tahun damai, sampai kembali ke Yerusalem Baru, Kerajaan Sorga.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top