|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 12 Oktober 2010 (Selasa Pagi)
Dalam doa puasa kali ini, kita belajar dari Musa. Musa berdoa dan berpuasa di atas... Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 07 April 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 17-18 dalam Tabernakel menunjuk pada Pelita Emas. Pengertian umum Pelita Emas adalah... Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius
27: =
dalam Tabernakel, terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara yang dialami oleh Yesus sampai... Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2011 (Rabu Sore)
Matius
26: 57-58 26:57.
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas,
Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli... Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 12-13 26:12.
Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu
persiapan
untuk penguburan-Ku. 26:13. Aku berkata kepadamu:... Ibadah Raya Malang, 15 Februari 2009 (Minggu Pagi)
KEBAKTIAN PENYERAHAN ANAK Mazmur 144:12, kita doakan supaya anak yang diserahkan menjadi... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13 25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,... Ibadah Doa Malang, 03 Mei 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.
Matius 26:12-13
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 April 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31
= terdengar sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai... Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:ay. 29ay. 30ay. 31AYAT... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Kunjungan Ciawi II, 28 Juli 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5 21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala... Ibadah Raya Malang, 11 Oktober 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35 menunjuk pada NUBUAT TENTANG POHON ARA (bangsa Israel).
Pohon ara... Ibadah Paskah Surabaya, 04 April 2010 (Minggu Sore)
Matius
25: 1
= penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria
Surga yang akan datang kedua... Ibadah Doa Malang, 11 November 2008 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub Hr
Matius 24: 28 -> Sikap gereja Tuhan dalam...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 26 September 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta. Talenta = harta Sorga = jabatan pelayanan, yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga, sebab jabatan pelayanan ini seharga darah Yesus.
Matius 25:14-15 Jika kita manusia yang tadinya adalah manusia berdosa bisa beribadah melayani Tuhan, itu merupakan kemurahan dan keadilan Tuhan. Jika belum melayani, biar kita banyak berdoa untuk bisa menerima jabatan pelayanan dari Tuhan. Jika sudah melayani, kita harus bersungguh-sungguh dalam jabatan pelayanan.
Matius 25:16-30 adalah sikap terhadap talenta. Sikap positif diwakili oleh hamba yang menerima 5 talenta dan 2 talenta, yaitu setia dan baik. Sikap negatif diwakili oleh hamba yang menerima 1 talenta, yaitu jahat dan malas, sehingga dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Matius 25:16-30 juga merupakan SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA. Matius 25:19,27 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
Tuhan menghendaki supaya terjadi perkembangan talenta. Matius 25 ini terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah. Kalau tongkat itu tidak mengalami perkembangan, maka hanya untuk mati dan hancur. Demikian juga setiap pelayan Tuhan harus mengalami perkembangan talenta.
Pada mulanya, Tuhan memberikan 5+2+1 = 8 talenta. Angka 8 ini menunjuk pada 8 orang yang diselamatkan dari air bah di dalam bahtera Nuh, yaitu Nuh (suami-istri), Sem (suami-istri), Ham (suami-istri), dan Yafet (suami-istri). Ini disebut keselamatan mempelai.
Tetapi tidak cukup sampai di sini. Tuhan menghendaki adanya perkembangan.
Matius 25:20-23 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Terjadi perkembangan 5+2 = 7 talenta. Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan mempelai.
Jadi, Tuhan menghendaki perkembangan dari keselamatan mempelai sampai menjadi kesempurnaan mempelai.
Contoh kehidupan yang mengalami perkembangan dari keselamatan mempelai sampai menjadi kesempurnaan mempelai adalah Lot.
Kejadian 19:15-17 19:15. Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini." 19:16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. 19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
Lot keluar dari Sodom-Gomora (sudah selamat) tetapi masih harus lari ke pegunungan supaya tidak mati lenyap. Istri Lot sudah keluar dari Sodom-Gomora, tetapi akhirnya menjadi tiang garam karena tidak mengalami perkembangan.
Wahyu 21:9-10 21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." 21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
Pegunungan ini secara rohani menunjuk pada kota Yerusalem Baru, yaitu mempelai wanita Tuhan.
Sekarang, kita yang sudah melayani Tuhan (sudah menerima talenta) harus menuju kesempurnaan mempelai (lari ke pegunungan). Keselamatan saja belum cukup. Keselamatan ini hanyalah modal yang harus terus kita kerjakan sampai mencapai kesempurnaan mempelai. Kalau hanya selamat, maka tetap akan mati lenyap, ketinggalan saat Yesus datang kedua kali dan binasa untuk selama-lamanya.
Syarat mencapai kesempurnaan mempelai:
- Lari dari Sodom-Gomora.
Kejadian 19:17 19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
Artinya adalah lari dari dosa-dosa Babel. Kita harus mengalami penyucian/menyingkir dari dosa Babel. Lari ini membutuhkan kecepatan dan kekuatan dari Tuhan.
Lukas 17:28-30 17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
Dosa Babel adalah:
- Dosa makan-minum (merokok, mabuk, judi, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks secara pribadi dengan berbagai ragamnya, dosa seks menyangkut nikah, kawin-cerai).
- Dosa jual-beli, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.
Termasuk juga kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak orang lain dan hak Tuhan).
- Dosa menanam dan membangun, yaitu membangun tubuh Babel, mempelai wanita setan.
Di mana kita bisa mengalami penyucian dari dosa Babel? Yaitu di dalam ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian). Inilah yang merupakan kekuatan dan kecepatan dari Tuhan untuk melepaskan kita dari dosa Babel. Kekuatan diri kita sendiri tidak akan sanggup lari dari dosa Babel.
Kehidupan yang lari dari dosa Babel nanti akan benar-benar lari ke padang gurun yang lain saat antikris berkuasa oleh kekuatan sayap burung nasar yang tidak bisa ditandingi oleh apapun juga. Di situ kita akan siap sedia untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
Wahyu 12:6,14 12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. 12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
- Jangan berhenti di Lembah Yordan.
Kejadian 19:17 19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
Lembah akan menjadi tempat menampung api dan belerang.
Ezra 4:23-24 4:23 Maka setelah salinan surat raja Artahsasta dibacakan kepada Rehum, dan Simsai, panitera, serta rekan-rekan mereka, berangkatlah mereka dengan segera ke Yerusalem mendapatkan orang-orang Yahudi, dan dengan kekerasan mereka memaksa orang-orang itu menghentikan pekerjaan itu. 4:24 Pada waktu itu terhentilah pekerjaan membangun rumah Allah yang di Yerusalem, dan tetap terhenti sampai tahun yang kedua zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia.
Sekarang setan sedang berusaha untuk menghentikan pembangunan tubuh Kristus, mempelai wanita Tuhan yang sempurna. Baik lewat surat-surat dari penguasa, surat-surat dari organisasi, dan lewat diri sendiri.
Tuhan berpesan supaya 'jangan berhenti'. Artinya adalah jangan lalai, jangan tersandung, jangan tinggalkan ibadah pelayanan apapun alasannya. Kalau berhenti, itu sama dengan sedang berada di Lembah Yordan yang menjadi tempat menampung api dan belerang, yaitu penghukuman Tuhan. Istilah lembah ini juga berarti turun, artinya semuanya merosot sampai hancur lebur.
1 Korintus 9:25 9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Pelayanan ini adalah suatu perlombaan. Banyak ibadah pelayanan yang tidak sampai di garis akhir. Kita harus berlomba sampai mencapai garis akhir. Dalam nikah, kita harus berlomba-lomba dalam ibadah pelayanan. Keluarga Lot berlomba-lomba dan satu tertinggal. Dalam perlombaan ini adalah urusan masing-masing pribadi.
Kita harus beribadah melayani Tuhan dengan sepenuhnya, dengan setia dan berkobar-kobar.
Di mana kita bisa beribadah melayani dengan setia dan berkobar-kobar? Yaitu lewat ketekunan dalam Ibadah Raya (Pelita Emas).
Hasilnya adalah mendapatkan mahkota abadi, mahkota mempelai.
- Jangan menoleh ke belakang.
Kejadian 19:17 19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
Artinya adalah mata tertuju kepada Tuhan, hanya melihat Tuhan = menyembah Tuhan. Penyembahan adalah puncak ibadah pelayanan.
Kita bisa menyembah Tuhan dalam ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan (Medzbah Dupa Emas).
Ibrani 12:1-2 12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Kalau menyembah dan melihat Yesus, maka kita akan menerima ketabahan hati, sehingga tidak mudah menjadi lemah dan putus asa.
Mazmur 107:43 107:43 Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.
Kita juga akan menerima kemurahan dan kebajikan Tuhan. Kehidupan yang tergembala, tekun dalam 3 macam ibadah, dan taat dengar-dengaran pada suara Gembala Agung akan hidup dalam kemurahan dan kebajikan Tuhan [Mazmur 23].
Hasil hidup dalam tangan Gembala Agung:
- Tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup memelihara kita di tengah dunia yang sudah sulit, juga secara rohani memberikan kepuasan dan kebahagiaan Sorga.
Yeremia 31:14 31:14 Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
- Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan sanggup mengadakan mujizat.
Mazmur 136:1-4 136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 136:2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 136:3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mujizat secara jasmani adalah menjadikan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Mujizat rohani adalah kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Keubahan hidup inilah yang merupakan keajaiban terbesar. Permulaan keubahan adalah jujur, kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak.
Setiap langkah hidup kita akan menjadi langkah keajaiban secara jasmani dan rohani, sampai keajaiban terakhir kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|