|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius
26: 47-56=
PENANGKAPAN
YESUS. Jadi,
di Getsemani, Yesus mengalami sengsara daging tanpa dosa sampai
ditangkap oleh musuh-musuhNya. Di akhir jaman, gereja... Ibadah Kaum Muda Remaja, 05 Mei 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:59-64 1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan... Ibadah Doa Malang, 22 Maret 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius 7: 12-14 7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat... Ibadah Doa Malang, 31 Mei 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan
dengan doa puasa session III
--
Tentang Bejana Pembasuhan (Kolam Pembasuhan) --
Keluaran
30:17-21 menunjuk
pada
perintah untuk membuat bejana pembasuhan. Keluaran... Ibadah Doa Surabaya, 16 Februari 2011 (Rabu Sore)
Disertai
dengan puasa Matius
26: 12 26:12.
Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu
persiapan
untuk penguburan-Ku.
ay.
1-5= berita tentang... Ibadah Raya Malang, 20 Mei 2012 (Minggu Pagi)
Yohanes 14:1-3 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26 adalah tentang buli-buli emas berisi manna.
Ibrani 9:4 9:4 Di situ... Ibadah Natal GPT seJatim, 21 Januari 2010 (Kamis Sore)
Tema: Yohanes 10:10b.
Mengapa Yesus harus datang ke dunia untuk memberi hidup dalam kelimpahan?
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah.
Ini... Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan melanda... Ibadah Raya Surabaya, 13 November 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN. Jika kita tidak bersaksi tentang Tuhan, kita akan menyangkal Tuhan,... Ibadah Doa Malang, 28 Juli 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub
Keluaran 1:1 merupakan kisah Yakub dengan keluarganya yang tadinya tinggal di... Ibadah Natal Kaum Muda Malang, 10 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:35-37. Pertanyaan dari Yesus adalah mungkinkah Mesias itu adalah keturunannya Daud, tetapi juga... Ibadah Kaum Muda Malang, 02 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-6 adalah nubuat pertama tentang penyesatan. Markus 13:7-8 adalah nubuat tentang... Ibadah Doa Malam Session I Malang, 11 Oktober 2011 (Selasa Malam)
Yakobus 5:16-18 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh....
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 29 Mei 2011 (Minggu Pagi)
Matius
26:14-16 26:14.
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama
Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 26:15 Ia berkata: "Apa
yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada
kamu?" Mereka membayar tiga
puluh uang perak
kepadanya.
26:16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk
menyerahkan Yesus.
Pengkhianatan
terhadap Anak Domba Paskah. Yudas
Iskariot mengkhianati Yesus sebagai Anak Domba Paskah (Anak Domba
Allah).
Peringatan
bagi kita! Yudas
Iskariot adalah seorang rasul dan bendahara (kepercayaan Tuhan),
kehidupan yang hebat secara rohani, tapi bisa mengkhianati Tuhan
Yesus. Siapa kita? Kita bukan siapa-siapa dibanding Yudas
Iskariot.
Mengapa
Yudas Iskariot mengkhianati Yesus?
-
Yudas Iskariot datang
kepada imam-imam kepala = masuk
dalam persekutuan yang tidak benar
(persekutuan tanpa Firman Pengajaran benar, persekutuan yang
menentang Firman Pengajaran benar, menentang tahbisan yang benar).
- Yudas
Iskariot tidak
mau menyerah kepada Tuhan,
ia mempertahankan dosa dan kepentingan diri sendiri, sehingga ia
menyerahkan/menjual
Yesus dengan harga 30 keping perak.
Penyerahan
kepada Tuhan dimulai dengan menyerahkan dosa terlebih dulu (bagian
yang jelek dari kita), baru kita akan bisa menyerahkan segenap
tubuh, jiwa, dan roh kita.
Ad.
2. Keluaran
21:32 21:32
Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau
perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga
puluh syikal perak
kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan
batu.
Tiga
puluh (30) keping perak
= harga lembu yang suka menanduk. Kalau lembu menanduk, maka
pemiliknya harus membayar 30 keping perak dan lembu itu sendiri harus
dibinasakan.
Lembu
yang suka menanduk
= hamba/pelayan yang tidak
taat dengar-dengaran
dan harus
dihukum mati.
Kalau
Yesus dijual 30 keping perak, berarti Yesus dianggap sebagai hamba
yang tidak taat dan harus mati. Sebenarnya,
Yesus adalah hamba/pelayan Tuhan yang taat dengar-dengaran, buktinya:
-
Matius 3:13-15
3:13.
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk
dibaptis olehnya. 3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya:
"Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang
kepadaku?" 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu
terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh
kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
Yesus
taat dengar-dengaran dalam Baptisan Air.
Yesus
adalah satu-satunya manusia yang tidak berdosa (Anak Domba Allah
yang tidak bercacat cela), dan tidak perlu dibaptis. Namun, mengapa
Yesus harus rela dibaptis?
- Untuk
taat
dengar-dengaran menggenapkan seluruh kehendak Allah,
sekalipun
harus
MENGORBANKAN GENGSI/HARGA DIRI.
Matius
3:15 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu
terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh
kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
Yohanes
Pembaptis sendiri mengaku tidak layak membaptis Yesus sebab Yesus
tidak berdosa. Namun, Yesus rela dibaptis untuk taat
dengar-dengaran pada kehendak Bapa.
- Untuk
memberikan
teladan baptisan air yang benar kepada kita.
Baptisan
air yang benar adalah baptisan air yang sesuai Alkitab dan sama
seperti Yesus dibaptis.
Matius
3:16 3:16
Sesudah dibaptis, Yesus
segera keluar dari air
dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh
Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Kita
(tubuh Kristus) harus dibaptis dengan baptisan yang sama seperti
yang diterima Yesus (Kepala). Hanya ada 1 Kepala, artinya: hanya
ada 1 macam baptisan air yang benar. Seperti di zaman Nuh, tentu
ada banyak perahu/bahtera lainnya, namun hanya 1 bahtera Nuh yang
selamat.
Roma
6:4 6:4
Dengan demikian kita
telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan
dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan
hidup dalam hidup yang baru.
Kolose
2:12 2:12
karena dengan
Dia kamu dikuburkan dalam baptisan,
dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu
kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang
mati.
Yesus
keluar dari air (Matius
3:16)
= keluar dari kuburan air. Jika belum dikubur = belum
dibaptis.
Dengan keterangan 2 ayat tersebut di atas (Roma
6:4;
Kolose
2:12),
kita yang sudah mati dari dosa (bertobat) harus dikuburkan bersama
Yesus dalam air, untuk bangkit dalam hidup baru yakni jenis
kehidupan Surgawi.
Kelahiran dari orang tua jasmani hanya
menghasilkan jenis kehidupan duniawi, yang hanya cocok hidup di
dunia ini. Namun, lewat baptisan air kita menerima jenis
kehidupan Surgawi.
Hidup
baru (jenis kehidupan Surgawi) = hidup dalam urapan bahkan dipenuhi
Roh Kudus. Prakteknya:
- Roh
Kudus adalah Roh Kebenaran, jadi kita harus hidup
dalam kebenaran.
Seluruh
hidup kita (sekolah, pekerjaan, di jalan raya, dll.) harus
benar.
Benar = selamat. Tidak benar = tidak
selamat.
Tuhan ada di mana-mana, jadi di mana saja kita
harus hidup benar.
- Merpati
= tulus hati,
jadi
kita harus hidup dalam ketulusan
hati:
tanpa kepahitan hati, iri, dendam, kemunafikan.
Dengan tulus
hati, kita bisa mengalami damai sejahtera.
- Taat
dengar-dengaran, termasuk setia (selalu "Ya").
Roma
8:15 8:15
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi
takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu
anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya
Bapa!"
Seringkali
kita terlalu berbangga/bergaya dengan bahasa Roh, hingga
melalaikan bahasa sendiri, "ya" = taat dengar-dengaran,
setia selalu. Contoh: Saat Tuhan menggerakkan kita untuk
beribadah, kita harus menjawab "ya" = taat
dengar-dengaran, setia selalu.
Kehidupan
yang benar, tulus hati, serta taat dan setia = ORANG BENAR.
Inilah warga negara Kerajaan Surga. Orang benar bisa
tergembala.
Amsal
12:26 12:26.
Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang
fasik menyesatkan mereka sendiri.
- Orang
benar pasti bisa (tidak sulit) menemukan tempat penggembalaan yang
benar, di mana ada Firman Pengajaran yang benar.
Kalau
tergembala hanya karena melihat gedung gereja yang besar, dsb.,
itu pasti bukan orang benar. Orang benar pasti bisa memilih
tempat penggembalaan dengan Firman Pengajaran yang
benar.
Tergembala dalam Firman Pengajaran benar = carang
melekat pada pokok anggur yang benar.
- Orang
benar pasti tekun dalam kandang penggembalaan,
yakni tekun dalam 3 macam ibadah pokok:
- Ibadah
Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus (minum).
- Ibadah
Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Allah
Anak dalam Firman dan Perjamuan Suci (makan).
- Ibadah
Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa (nafas hidup).
Dengan
demikian, domba-domba mengalami pertumbuhan secara rohani ke arah
kedewasaan/kesempurnaan, dan pasti juga bertumbuh secara
jasmani. Pertumbuhan secara jasmani hanya bonus dari Tuhan,
bukan yang terutama.
Mazmur
5:13 5:13
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau
memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Kalau
kita menjadi orang benar dan tergembala dalam Firman Pengajaran
benar, pasti dipagari
dengan anugerah Tuhan.
Berbahagia
kalau kita bisa menjadi orang benar dan tergembala dalam
penggembalaan yang benar, sebab kita pasti menerima pagar/perisai
anugerah Tuhan dan kebahagiaan.
Kepandaian, kekayaan,
kedudukan tinggi tidak menjamin kebahagiaan.
- Anugerah
Tuhan mampu melindungi kita dari berbagai penyesatan dan
dosa-dosa.
Waspada!
Banyak penyesat dan banyak yang disesatkan, sehingga yang benar
seringkali dianggap salah, ekstrim, sekte, fanatik, kebenaran diri
sendiri, dsb.
Di mana-mana ada udara, dosa selalu mengincar
kita. Anugerah Tuhan mampu melindungi kita dari dosa.
Oleh
pagar/perisai anugerah Tuhan, kita
semakin mantap dalam kebenaran, ketulusan hati dan ketaatan =
mantap dalam keselamatan.
- Anugerah
Tuhan mampu memberkati kita sampai anak-cucu, bahkan sampai hidup
kekal.
Warisan
'kebenaran' = warisan yang kekal pada anak-cucu.
- Markus
14:35-36
14:35
Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya,
sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. 14:36 Kata-Nya:
"Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah
cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki,
melainkan apa yang Engkau kehendaki."
Yesus
taat dengar-dengaran dalam doa di Taman Getsemani.
Doa
penyembahan = proses
perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya sehingga
bisa taat menerima kehendak Tuhan, sekalipun bertentangan dengan
kehendak daging.
Yesus bisa berseru "Ya Abba, ya Bapa",
artinya: Yesus
bisa taat dengar-dengaran sekalipun harus
MENGORBANKAN KEHENDAK/KEINGINAN DIRI (KEHENDAK DAGING).
Selama
kita bertahan pada kehendak diri, kita tidak akan pernah bisa
taat.
Kita meneladan pada Yesus, taat pada Bapa sekalipun
mengorbankan kehendak diri. Jangan kita tidak taat! Apalagi,
kalau sudah jelas-jelas kehendak diri kita itu salah, tidak sesuai
dengan kebenaran Firman.
Hasilnya:
"tidak
ada yang mustahil bagi-Mu" Kita
menerima kuasa
untuk menghapus segala kemustahilan.
- Filipi
2:8-10
2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan
taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 2:9 Itulah
sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya
nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk
lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang
ada di bawah bumi,
Yesus
taat di kayu salib sampai MENGORBANKAN DIRI/NYAWA-NYA
SENDIRI.
Hasilnya: Ada
kuasa
kemenangan atas setan tritunggal
(3 binatang buas) yang sering menguasai anak-anak Tuhan,
pelayan-pelayan Tuhan sehingga tidak taat dengar-dengaran.
Lewat
3 bukti di atas, Yesus jelas-jelas adalah hamba Tuhan yang taat
dengar-dengaran sepenuhnya (sempurna). Namun, mengapa
Yesus rela dijual 30 keping perak = Yesus rela dijadikan hamba yang
tidak taat dengar-dengaran sampai dihukum mati?
Untuk
menolong hamba/pelayan Tuhan yang tidak taat dengar-dengaran, supaya
jangan binasa, tetapi menjadi hamba/pelayan Tuhan yang taat
dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
Sekalipun
sudah diselamatkan, seringkali kita masih tidak taat dan seharusnya
dibinasakan. Contoh:
-
Lot sekeluarga sudah
selamat keluar dari Sodom-Gomora, namun istri Lot tidak taat dan
menoleh ke belakang sehingga binasa.
- Bangsa
Israel sudah selamat keluar dari Mesir. Namun, di antara 603.550
orang, ternyata hanya 2 orang yang taat dengar-dengaran dan sampai
di Kanaan.
Yesus
rela mati di kayu salib (taat sampai mati) sehingga berkuasa
mengalahkan setan tritunggal yang membuat anak Tuhan tidak taat dan
harus mati, untuk menolong hamba Tuhan yang tidak taat - supaya
jangan mati, namun bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak
bersuara = mengulurkan tangan kepada Tuhan = menyerah sepenuh kepada
Tuhan.
Contohnya:
Petrus. Petrus, rasul yang hebat/senior, ternyata tidak taat
juga. Ingat! Siapa kita? Kita harus lebih sungguh-sungguh
dalam mengikut Tuhan.
Yohanes
21:3 21:3
Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan."
Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau."
Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak
menangkap apa-apa.
Waspada!
Jangan ikut-ikutan! Petrus sudah ditahbiskan Yesus untuk menjadi
penjala manusia, namun kembali menjadi penjala ikan lagi. Celakanya,
rasul-rasul yang lain, yang lebih muda dari Petrus - langsung
serempak mengikuti Petrus.
Siapa yang TIDAK
TAAT,
hukumannya adalah MATI!
Namun,
oleh pertolongan Tuhan, pelan-pelan akhirnya Petrus bisa mengulurkan
tangan kepada Tuhan. Dua
kali Petrus mengulurkan tangan kepada Tuhan:
-
Matius
14:29-32
14:29
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan
berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 14:30 Tetapi ketika
dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu
berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 14:31 Segera Yesus
mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang
yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 14:32 Lalu
mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
Petrus
mengulurkan tangan kepada Tuhan saat tenggelam.
Tuhan
mengizinkan terjadi kemerosotan (mungkin di bidang jasmani: sekolah,
pekerjaan, dsb.) supaya kita bisa mengulurkan tangan kepada
Tuhan.
Namun, kali ini Petrus mengulurkan tangan karena masih
ada suara daging,
karena
takut
dan ada
kepentingan diri
(ingin ditolong, dsb.).
Tuhan baik dan menerima uluran tangan
kita. Tuhan mengulurkan tangan juga kepada kita, artinya:
- Tangan
kasih Tuhan mampu memelihara/memberi kehidupan di tengah kesulitan
dan kemustahilan.
- Tangan
kasih Tuhan mampu menolong tepat pada waktuNya.
Kalau terlambat
sedikit saja menolong orang yang tenggelam, pasti sudah mati.
Namun, pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.
- Tangan
kasih Tuhan mampu mengangkat dari segala kejatuhan dosa - kita bisa
hidup benar.
Tangan kasih Tuhan mampu mengangkat dari segala
kegagalan - Tuhan menjadikan semua berhasil.
Namun,
jangan
puas hanya sampai di sini, sebab suatu waktu bisa menyangkal
Yesus. Tidak
lama setelah Petrus diangkat dari ketenggelaman, Petrus menyangkal
Yesus dan kali inipun seharusnya Petrus sudah dihukum mati.
- Yohanes
21:18-19
21:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau
mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja
kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan
mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa
engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 21:19 Dan hal
ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan
memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada
Petrus: "Ikutlah Aku."
Petrus
mengulurkan tangan kedua kalinya kepada Yesus karena rela mati,
artinya:
- Taat
dengar-dengaran dengan rela mengorbankan apa saja.
- Taat
dengar-dengaran sampai rela mati.
- Taat
dengar-dengaran karena mengasihi Tuhan lebih dari semua (bukan
karena pencobaan, dsb.).
- Taat
dengar-dengaran dengan percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada
Tuhan.
Bagaimana
bisa? Petrus bisa mengulurkan tangan kedua kalinya pada Yesus,
taat sampai daging tidak bersuara, lewat
penggembalaan.
Kali
ini, Petrus taat dengar-dengaran dan mempermuliakan
Tuhan. Hasilnya:
Tangan
kasih Tuhan mempermuliakan Petrus, artinya:
-
Tangan kasih Tuhan
memakai Petrus (dan juga kita semua yang mau taat sampai daging
tidak bersuara).
- Tangan
kasih Tuhan menuntun ke masa depan yang indah dan bahagia.
- Tangan
kasih Tuhan mengubahkan kita sampai sempurna dan sama mulia dengan
Dia, masuk Yerusalem Baru, kita bersama Tuhan selama-lamanya.
Nama
Petrus tertulis di Yerusalem Baru.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|