|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Raya Malang, 01 November 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 19:9, tema kali ini adalah KEBAHAGIAAN.
Kebahagiaan ini dicari dan didambakan oleh seluruh manusia... Ibadah Doa Malang, 26 Oktober 2010 (Selasa Sore)
Pembicara:
Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius
6:25-34 6:25. "Karena
itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa
yang hendak... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata
kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga. Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Judul: SAKSI dan KESAKSIAN.
Markus 14:56-64 14:56 Banyak juga... Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 10 Juni 2010 (Kamis Malam)
Korban domba jantan pertama = korban penyerahan diri sepenuh.
Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 Maret 2011 (Sabtu Sore)
ad. 6. Markus 15:37-41 = sengsara salib mengenai kematian-Nya. Markus 15:37-38 15:37 Lalu... Ibadah Raya Malang, 07 Juni 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK Mazmur 127:3-5, anak adalah upah / anugerah... Ibadah Raya Surabaya, 04 September 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 30-32, 34 26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian,
pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. 26:31. Maka
berkatalah Yesus... Ibadah Doa Malang, 12 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51, berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya... Ibadah Kaum Muda Malang, 20 Juni 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.
Sikap untuk... Ibadah Raya Surabaya, 27 November 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: ay.
57-68= SAKSI
DAN KESAKSIAN. Kita
harus menjadi saksi Tuhan. Kalau tidak, kita akan menyangkal Tuhan,
bahkan menghujat Tuhan.
Kita sudah... Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali.
Kita masih membahas ayat 30. =... Ibadah Raya Malang, 11 April 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1-13 25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26 secara keseluruhan menunjuk pada buli-buli emas berisi manna. Itulah keubahan hidup dari manusia...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 02 November 2008 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20
'Ya Aku datang segera' -> kesiapan Tuhan Yesus untuk datang kembali sebagai
Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga.
'Amin, datanglah Tuhan Yesus' -> kesiapan gereja Tuhan yang sempurna untuk menyambut
kedatangan Yesus yang kedua kali.
Hasilnya, terjadi pertemuan di udara yang disebut dengan Pesta nikah Anak Domba.
Wahyu 19: 9
= pesta nikah Anak Domba. Setelah itu Wahyu 20, kita masuk dalam Kerajaan 1000
tahun damai (Firdaus yang akan datang). Dan Wahyu 21, kita masuk kerajaan Surga
yang kekal, Yerusalem baru.
Untuk gereja Tuhan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali, dibutuhkan Wahyu
22: 21, yaitu hidup dalam kasih karunia Tuhan Yesus.
Mengapa kita harus hidup dalam kasih karunia?:
- Titus 2: 11 -> kasih karunia Tuhan menyelamatkan manusia berdosa.
- 1 Petrus 5: 10 -> ('melengkapi'= dalam terjemahan lama disebutkan:
menjadikan kamu sempurna) -> kasih karunia Tuhan menyempurnakan kita.
Jadi kasih karunia, itu menyelamatkan sampai menyempurnakan gereja Tuhan menjadi
mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali.
Diluar kasih karunia, tidak ada keselamatan dan tidak ada kesempurnaan. Artinya,
hidup untuk dibinasakan.
1 Petrus 2: 19
= praktik hidup dalam kasih karunia, yaitu menderita karena kehendak Allah,
dalam penderitaan yang seharusnya tidak kita tanggung.
3 bentuk penderitaan karena kehendak Tuhan:
- 1 Petrus 4: 1-2 -> penderitaan badani/sengsara daging untuk berhenti
berbuat dosa; hidup dalam kebenaran.
Amsal 12: 26 = sesudah hidup benar, maka kita harus tergembala, sebab
kalau tidak tergembala, memang tidak berbuat dosa, tapi masih bisa disesatkan
oleh ajaran-ajaran sesat.
Yohanes 10: 1, 9-10 = masuk penggembalaan itu bagaikan masuk pintu
sempit, sengsara bagi daging juga. Pintu sempit itu adalah Tuhan (salib).
Dalam penggembalaan, jangan bertindak seperti pencuri (tahu-tahu ada, lain
waktu, tidak ada).
Penggembalaan= kita bisa tekun dalam 3 macam ibadah pokok.
Hasilnya, dibalik pintu sempit, Tuhan janjikan hidup yang berkelimpahan; artinya
kita dipelihara Tuhan sampai bisa mengucap syukur pada Tuhan dan sampai hidup
kekal di Surga.
- 2 Korintus 6: 4-6, 8 -> penderitaan daging dalam pelayanan (penderitaan
lahir dan batin) untuk melayani Tuhan. Dalam hal ini dijaga 2 hal:
- jangan kecewa atau tawar hati, lalu tinggalkan pelayanan (2 Korintus
4: 1). Dan hidup semacam ini, tidak indah lagi, seperti Yudas Iskariot.
Sampai matinyapun tidak indah.
- tetap setia, tidak lalai dalam pelayanan kepada Tuhan, sampai garis
akhir (Kisah Rasul 20: 24, 27).
Garis akhir manusia yaitu meninggal dunia dan sampai Tuhan Yesus datang
kembali.
Setia itu identik dengan kebahagiaan (Matius 25: 21). Tidak setia,
artinya tidak bahagia, bahkan telanjang, tidak ada indahnya lagi, seperti
Yudas (Matius 25: 26, 30), berakhir pada hidup dalam kegelapan, ratap
tangis dan kertas gigi, tidak ada kebahagiaan sama sekali.
Wahyu 17: 14 = kesetiaan itu identik juga dengan kemenangan; yaitu
kemenangan atas segala dosa, musuh dan atas segala masalah.
-
1 Petrus 4: 12-13 -> penderitaan daging tanpa dosa, kita harus mengalami
ujian. Sudah tidak berdosa, tapi harus mengalami penderitaan. Inilah percikan
darah (ruangan maha suci). Dan ini menghasilkan kemuliaan, seperti percikan
darah menghasilkan shekina glory, kemuliaan yang sesungguhnya, itulah keubahan
hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Pembaharuan itu dimulai dari mulut kita, seperti bayi yang baru lahir.
Mulut bayi baru lahir yaitu:
- kedalam (1 Petrus 2: 2) = hanya minum air susu yang murni dan
rohani = bisa mendengar, menikmati dan dengar-dengaran pada Firman Penggembalaan.
Kalau masih banyak mendengar suara asing (gosip yang tidak bisa dipertanggung
jawabkan, ajaran-ajaran asing yang berbeda dengan apa yang sudah kita
nikmati selama ini), hidup itu belum dibaharui dan tidak bisa dibaharui.
Kalau minum air susu yang murni, maka kita bisa bertumbuh pada kedewasaan
rohani.
Kalau ada suara-suara asing, itu seperti racun yang merusak pertumbuhan
rohani kita. Hari-hari ini, kita harus tegas dalam hal ini!
- keluar (Matius 21: 16) = hanya untuk memuji dan menyembah Tuhan.
Ini kehidupan yang dibaharui oleh Tuhan.
Kalau kedalamnya baik, pasti keluarnya juga baik.
Dulu, Musa dibuang ke sungai Nil dan sampai di tangan putri Firaun. Tapi
hanya dengan tangisannya, itu mampu menarik belas kasihan kemurahan Tuhan.
Keluaran 2: 6
= Tangan belas kasih dari Tuhan sanggup untuk:
- memberi kehidupan atau memelihara kehidupan kita secara ajaib. Seharusnya,
Musa mati. Apa yang mustahil, menjadi tidak mustahil dan apa yang tidak ada
menjadi ada.
- memberikan masa depan yang indah kepada kita. Musa, seharusnya tidak ada
masa depan lagi.
- memakai kehidupan kita dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Musa, dulu dipakai untuk membawa Israel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan.
Jadi, hari-hari ini, yang menentukan adalah mulut kita. Apa yang masuk ke
dalam dan apa yang keluar dari mulut kita.
Tapi sayang, Musa yang dipakai Tuhan, tapi 1 waktu, ia emosi pada bangsa Israel
dan tidak taat pada Tuhan, sehingga ia tidak boleh masuk dalam Kanaan. Suatu
kegagalan total, diluar kasih karunia Tuhan, sebab Tuhan membawa Israel untuk
masuk dalam Kanaan.
Namun, Tuhan masih memberikan kesempatan, saat Yesus ada di gunung dalam suatu
doa penyembahan. Inilah kasih karunia Tuhan pada akhir hidup Musa. Sebab itu,
kita harus banyak menyembah Tuhan.
Matius 17: 1-3; Lukas 9: 30-31
= Musa juga dalam kemuliaan dan menginjakan kaki di salah satu gunung di Kanaan.
Dari mustahil menjadi tidak mustahil.
Jadi, lewat doa penyembahan, kita bisa diubahkan sampai satu waktu kita diubahkan
jadi sama dengan Tuhan. Inilah kemustahilan yang tertinggi. Dan saat Ia datang
kembali, kita bisa menyambut Dia di awan-awan.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|