English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 11 Oktober 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita berada di dunia akhir jaman yang harus menghadapi...

Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 16 Oktober 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Doa Surabaya, 14 September 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 26: 36-46
26:36. Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 November 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
Nubuat ke 7
(Ay 36) kedatangan Tuhan tidak ada yang tahu, jadi...

Ibadah Raya Surabaya, 16 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 :11-15 adalah tentang dusta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Januari 2011 (Kamis Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Medan

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah:...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Amos 8: 11-14, 5
8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri...

Ibadah Doa Malang, 30 Mei 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 April 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 10 April 2009 (Jumat Pagi)
Matius 24: 31
= Firman penggembalaan yang menampilkan gereja Tuhan dari seluruh dunia untuk menjadi mempelai...

Ibadah Kunjungan Medan IV, 30 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Kaum Muda Malang, 09 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:9-13 adalah nubuat ketiga, yaitu PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK-ANAK...

Ibadah Raya Malang, 30 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 07 Juni 2009 (Minggu Sore)

Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Secara umum, pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman:
  1. jaman Allah Bapa= menampilkan pohon ara di taman Eden.
  2. jaman Allah Anak= menampilkan pohon ara di pinggir jalan.
  3. jaman Allah Roh Kudus= menampilkan nubuat tentang pohon ara.
Kita mulai dengan POHON ARA DI TAMAN EDEN
Kejadian 3: 7
Pohon ara di taman Eden dikaitkan dengan kejatuhan Adam dan Hawa. Sejak Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan, maka mereka berdua menjadi telanjang, artinya: kehilangan kemuliaan Tuhan, kesucian dan kebenaran. Dan mereka menutupi ketelanjangan dengan daun pohon ara.

Daun ini memang bisa menutup ketelanjangan. Tapi kalau kena panas, lama-lama akan layu dan kering, sehingga jadi telanjang lagi.
Daun pohon ara= kebenaran diri sendiri.

Yesaya 64: 6
'kesalehan kami'= kebenaran kami (terjemahan lama).
Sejak Adam dan Hawa menggunakan daun pohon ara ini, dosa kebenaran sendiri ini berkembang.

Perkembangan dosa kebenaran sendiri:

  1. Kejadian 3: 11-13 = melanda kehidupan nikah anak-anak Tuhan.
    Disini, suami istri saling menyalahkan. Akhirnya menyalahkan Tuhan dan setan. Berarti, kebenaran diri sendiri menjadikan keras hati, sehingga timbul perceraian. Nikah itu tidak menjadi satu lagi, bahkan menjadi telanjang. Akibatnya, nikah itu hidup dalam suasana kutukan, penuh kepahitan dan tidak ada kebahagiaan.

    Efesus 5: 31-32
    Nikah yang benar harus ada salib di antara suami dan istri. Salib itu adalah saling mengaku dan saling mengampuni.
    Kalau nikah jadi satu, maka akan mengarah pada kesatuan yang lebih besar, itulah pesta nikah Anak Domba Allah.

    Kalau tidak ada salib dalam nikah, yang ada pasti kebenaran sendiri!

  2. Bilangan 12: 1-2, 10-12 = melanda penggembalaan/ibadah pelayanan.
    Kusta= kebenaran diri sendiri.
    Disini, jemaat merasa lebih benar dari Musa (gembala), sehingga mengata-ngatai Musa. Ini juga kekerasan hati.

    Jadi, kalau jemaat mengata-ngatai seorang gembala, maka jemaat jadi keras hati dan tidak bisa mendengar Firman penggembalaan. Dan kalau gembala mengata-ngatai sidang jemaat, maka penyampaian Firman penggembalaan dengan emosi, sehingga jemaat juga tidak bisa mendengar Firman penggembalaan.

    Karena itu, dalam penggembalaan, kita juga harus saling menjaga.

    ay. 12= kalau jemaat/gembala merasa benar sendiri, maka keras hati dan akibatnya jadi seperti bayi yang gugur, artinya tidak mengalami kelahiran baru, tidak mengalami keubahan hidup, sehingga perbuatannya hanyalah perbuatan daging.

  3. Wahyu 16: 9 = merasa lebih benar dari Tuhan.
    Kalau sudah sampai tingkat ini, maka manusia itu tidak bisa lagi bertobat. Sebab manusia itu hanya menyalahkan Firman. Sekalipun ada hajaran dari Tuhan, mereka tetap menghujat Tuhan, tidak bertobat, sampai tidak bisa bertobat lagi, sama seperti setan. Dan hidup ini hanya untuk dibinasakan selama-lamanya.
Dosa kebenaran sendiri ini menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Lukas 17: 11-12
'Yerusalem'= Yerusalem Baru, yang berarti mempelai wanita Tuhan.
Disini, Yesus ke Yerusalem menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea.
Samaria= bangsa kafir.
Galilea= bangsa Israel.
Yesus menyusuri perbatasan, artinya Ia ingin menyatukan 2 bangsa yang terpisah -> kesatuan tubuh Kristus yang sempurna antara Israel dan kafir. Inilah kerinduan Tuhan, supaya kesatuan ini segera terwujud.

Lalu, bagaimana cara penyatuan itu? Yaitu lewat salib.
Perbatasan Israel dengan kafir yang memisahkan adalah 10 orang kusta, dimana yang kusta itupun juga ada dari Israel dan dari bangsa kafir.
Israel benar sendiri, kafir benar sendiri, sehingga tidak pernah bisa menyatu. Karena itulah diperlukan salib Tuhan.

Efesus 2: 13-16
Tuhan sudah merindu kesatuan tubuh ini, tapi masih ada kusta yang harus dihadapi.

Lukas 17: 13-14
Jelas disini, bahwa yang MUTLAK dibutuhkan oleh orang kusta ini adalah BELAS KASIH TUHAN. Dan ini didapat dari salib Tuhan.
ay. 14= mestinya tahir dulu, baru ke imam-imam. Tapi disini, pergi ke imam-imam dulu (suatu ketaatan).
Jadi, yang mendapat belas kasihan Tuhan adalah orang yang taat dengar-dengaran apapun resikonya, sekalipun tidak cocok dengan logika kita.

Orang-orang kusta ini taat, sehingga di tengah jalan, mereka menjadi tahir oleh belas kasihan Tuhan= hidup dalam kebenaran dan kesucian.
Kalau tidak taat, maka kita akan kehilangan kasih kemurahan Tuhan dan itu artinya tinggal tetap kusta untuk selamanya. Dan ini artinya bukan menghilangkan masalah, tapi justru menambah masalah dan masih harus membayar harga yang lebih mahal. Contohnya adalah Saul, dimana ia kehilangan jabatan sebagai raja. Kalau kita sekarang, artinya tidak bisa masuk dalam kerajaan 1000 tahun (Firdaus yang akan datang).

Setiap kali kita melayani pekerjaan Tuhan, harus memancarkan sinar kebenaran dan kesucian, supaya orang dalam kegelapan bisa disinari dan bisa ditolong. Kalau taat, pasti benar dan suci.

Lukas 17: 15-19
Sudah tahir (dibenarkan dan disucikan), tapi masih dipisahkan lagi jadi 2 golongan:

  • Kelompok I adalah 9 orang bangsa Israel. Mereka ini tidak kembali pada belas kasihan Tuhan, tapi kembali pada imam-imam sesuai dengan hukum taurat. Ini adalah kelompok yang tetap mempertahankan taurat, ibadah dalam pelayanan hanya berdasarkan taurat (kebiasaan), tidak ada hubungan langsung dengan Tuhan, tidak merasakan hubungan dengan Tuhan, sehingga ibadahnya jadi kering, tidak mengalami jamahan Tuhan. Dan ini bisa membuat hati itu menjadi keras lagi, jadi kebenaran diri sendiri lagi= TELANJANG.

  • Kelompok II adalah 1 orang bangsa kafir, dimana ia kembali pada belas kasihan Tuhan, hidup dalam sistem kemurahan Tuhan, ibadah pelayanan dalam sistem kemurahan, BUKAN MURAHAN. Kalau kita ibadah pelayanan dengan sistem kemurahan, maka kita akan sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Tanda ibadah dengan sistem kemurahan:
    1. ada persembahan perpuluhan (dari 10 orang, 1 orang yang kembali).

      Kejadian 14: 17-21, 23
      = tanda kalau perpuluhan sudah ada SEBELUM TAURAT.
      perpuluhan=:
      • pengakuan bahwa kita sudah diberkati Tuhan, hidup dari kemurahan Tuhan.
      • bahwa kita sudah diberi kemenangan oleh Tuhan atas masalah-masalah.
      • pengakuan bahwa kita tidak bergantung pada dunia, tapi pada kemurahan Tuhan.

    2. ada ucapan syukur kepada Tuhan selalu, bukan bersungut (Lukas 17: 16).
      Sebenarnya, bangsa kafir ini tidak bisa melayani Tuhan. Tapi kalau kita bisa melayani Tuhan, maka kita sudah seharusnya bersyukur dalam segala hal, tidak ada omelan/sungutan, seperti ibu Musa yang bisa menyusui Musa karena perintah dari istri Firaun.

      Sebab itu, hargailah kalau kita bisa melayani Tuhan. Saat kita bersungut-sungut, kita sedang menghina korban Kristus dan itu artinya masuk dalam penghukuman.
      Selalu mengucap syukur pada Tuhan, kita akan mendapat upah dari Tuhan.

    3. tersungkur untuk menyembah Tuhan.
      Artinya:
      1. tersungkur itu sampai ke tanah= mengaku bahwa kita tanah liat belaka, tidak layak untuk sesuatu dan tidak layak untuk melayani Tuhan dan tidak mampu menghadapi apapun.
      2. tersungkur itu rata dengan tanah= tidak jadi sandungan dan tidak gampang tersandung.
      3. hanya percaya dan mempercayakan diri pada Yesus yang berbelas kasih.
      Kalau kita mempercayakan diri pada Tuhan, maka Tuhan juga akan mengulurkan Tangan pada kita, sehingga kita mengalami mujizat, yaitu mujizat rohani (keselamatan).

      2 Raja-raja 5: 7
      ay. 7= jaman dulu, penyakit kusta itu sama dengan mematikan dan menghidupkan. Artinya, mujizat yang bisa kita alami adalah mujizat secara jasmani untuk menolong kita dari segala masalah, sampai perkara yang mustahil sekalipun, bergantung pada iman kita.

      Kalau iman kita sungguh-sungguh, TERJADI MUJIZAT DALAM SEGALA HAL.

      Mujizat terakhir kalau kusta disembuhkan adalah menghapuskan segala cacat cela sampai kita sempurna, menjadi mempelai wanita dengan pakaian putih berkilau-kilau, kita siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali dan kita bisa menyatu dengan Dia untuk selama-lamanya.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Juli 2018 - 02 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top