|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37 Nubuat ke-7: tentang berjaga-jaga. Perumpamaan orang yang pergi jauh menunjuk kepada... Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2011 (Rabu Sore)
Disertai
dengan puasa
Berpuasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang diajarkan dan
diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri.
Yesus
sebagai Kepala... Ibadah Raya Malang, 10 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius
26:6-13 menunjuk
pada PERSIAPAN
PASKAH.
Matius
26:12 26:12
Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu
persiapan untuk penguburan-Ku.
Persiapan
Paskah... Ibadah Doa Surabaya, 11 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius
26: 57-68
INI
TENTANG SAKSI DAN KESAKSIAN.
Ada
2 macam saksi dan kesaksian, yaitu:
Saksi
yang palsu/saksi dusta.
Saksi
yang benar.
Malam
ini kita masih... Ibadah Raya Malang, 25 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13 25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada... Ibadah Doa Surabaya, 26 November 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua
kali,... Ibadah Doa Surabaya, 05 Mei 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budiman
Tampubolon
Matius
25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:10-11. Yudas bersekutu dengan imam-imam yang bertentangan dengan Tuhan, ini menunjuk pada persekutuan... Ibadah Doa Surabaya, 20 Januari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 45-51
Berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Tuhan yang tidak diduga
waktunya, yaitu:
ay. 45-47=... Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 Oktober 2011 (Sabtu Sore)
Tema kunjungan di Siantar: 25 dan 50
Malam ini kita membahas angka 50.
Ibadah Doa Malang, 18 November 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 29 -> Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x.
Yaitu :... Ibadah Raya Malang, 29 Mei 2011 (Minggu Pagi)
Matius
26:14-16 26:14.
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama
Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 26:15... Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menantikan kedatangan Yesus
kedua kali,... Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan II, 26 Oktober 2010 (Selasa Sore)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku:
"Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan
kawin Anak Domba." Katanya... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda
Toding
Matius 6:25-34 6:25.
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu,
akan apa yang...
TRANSKRIP LENGKAP
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Rabu Pagi, 16 November 2011)
Tayang: 02 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 20 Desember 2007)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 18 Desember 2007)
Tayang: 04 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 29 November 2007)
Tayang: 14 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 08 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 14-30
25:14.
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau
bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan
mempercayakan
hartanya kepada mereka. 25:15.
Yang seorang diberikannya lima
talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu,
masing-masing menurut kesanggupannya,
lalu ia berangkat.
ay.
14-30= perumpamaan tentang talenta. ay. 14= 'harta'=
talenta. Artinya: Tuhan
mempercayakan harta Surga yang suci (talenta) kepada manusia berdosa=
KEMURAHAN
TUHAN.
ay.
15= 'masing-masing
menurut kesanggupannya'=
Tuhan memberikan talenta berdasarkan kesanggupan kita masing-masing.
Ini menunjuk KEADILAN
TUHAN. Artinya:
semua manusia bisa melayani Tuhan.
Jadi,
kalau kita mendapat kepercayaan Tuhan untuk beribadah dan melayani
Tuhan, itu adalah kemurahan dan keadilan
Tuhan.
3
macam talenta (sudah diterangkan pada ibadah Senin yang lalu):
- 5
talenta= bertobat
- 2
taltenta= menabur dan menuai
- 1
talenta= menanti kedatangan Tuhan kedua kali.
Malam
ini kita membahas ayat 16-23 25:16.
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan
uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 25:17. Hamba yang
menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua
talenta. 25:18. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi
dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang
tuannya. 25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu
lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 25:20. Hamba yang
menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta,
katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku
telah beroleh laba lima talenta. 25:21. Maka kata tuannya itu
kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik
dan setia;
engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu
tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam
kebahagiaan tuanmu. 25:22. Lalu datanglah hamba yang menerima dua
talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku;
lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 25:23. Maka kata
tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang
baik dan
setia,
engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil,
aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.
Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
SIKAP
TERHADAP TALENTA Sikap
ini ada yang positif (5 dan 2 talenta) dan negatif (diwakili 1
talenta).
Sikap
yang positif terhadap jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh
Kudus:
- ay.
21, 23= setia
dan baik.
SETIA=
tidak terhalang oleh apapun. Setia
dan baik ini tidak boleh dipisahkan, tapi harus berjalan
bersama-sama.
Roma
12: 17, 21 12:17.
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah
apa yang baik bagi semua orang! 12:21.
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah
kejahatan dengan kebaikan!
Istilah
BAIK adalah melakukan perbuatan-perbuatan baik/perbuatan
kebajikan, paling sedikit: tidak merugikan orang lain (ay. 17),
bahkan bisa membalas kejahatan dengan kebaikan (ay. 21).
Matius
25: 21 25:21.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai
hambaku yang baik
dan setia;
engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu
tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah
dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Hasil
kalau baik dan setia adalah kebahagiaan Surga
(kebahagiaan yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di bumi).
- Lukas
12: 41-44
12:41.
Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan
perumpamaan itu atau juga semua orang?" 12:42. Jawab Tuhan:
"Jadi, siapakah pengurus
rumah yang setia dan bijaksana
yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya
untuk memberikan
makanan kepada mereka pada waktunya? 12:43.
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu,
ketika tuannya itu datang. 12:44. Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala
miliknya.
Sikap
kedua adalah setia
dan bijaksana. Sikap
ini dimulai dari seorang gembala,
yaitu setia
dan bijaksana dalam memberi makan sidang jemaat kearah kedewasaan
tepat pada waktunya.
Setelah
itu diikuti oleh pelayan-pelayan lain yang juga harus setia dan
bijaksana. Setia dan bijaksana ini juga tidak bisa dipisahkan
satu sama lain.
BIJAKSANA=
tahu batas, terutama dalam perkataan-perkataan,
pergaulan, cara berpakaian dan sebagainya. Artinya: membatasi
pada perkataan hyang membawa berkat.
Matius
7: 24 7:24.
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya,
ia sama
dengan orang yang bijaksana,
yang mendirikan rumahnya di atas batu.
BIJAKSANA
juga berarti taat dengar-dengaran pada Firman. Dalam
pelayanan, semua diatur oleh Kepala (Firman). Kalau kita tidak taat
pada Firman, Tuhan tidak akan mengenal kita.
1
Petrus 1: 22 1:22.
Karena kamu telah menyucikan
dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran,
sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus
ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan
segenap hatimu.
Kalau
kita bijaksana
dan taat dengar-dengaran, kita bisa hidup suci. Jadi,
melayani
itu harus dengan KESUCIAN.
Kalau
kesucian meningkat, pelayanan akan meningkat. Tapi kalau kesucian
menurun, pelayanan itu juga akan menurun. Dengan taat
dengar-dengaran, kita juga bisa melayani
dengan saling mengasihi dalam kasih yang tulus ikhlas.
Jadi,
pelayanan
kita harus disertai dengan kesucian dan kasih tulus
ikhlas. Pelayanan
ini dimulai dari dalam rumah tangga.
Lukas
12: 43-44 12:43.
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu,
ketika tuannya itu datang. 12:44. Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat
dia menjadi pengawas segala miliknya.
Hasil
setia dan bijaksana: diangkat Tuhan menjadi pengawas segala
milikNya.
Milik
Tuhan:
- perpuluhan
dan persembahan khusus.
Perpuluhan=
pengakuan bahwa kita SUDAH DIBERKATI oleh Tuhan. Artinya: kita
hidup dari perpuluhan yang kita berikan pada Tuhan.
Kejadian
28: 22 28:22.
Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah.
Dari
segala sesuatu yang Engkau berikan
kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
=
pengakuan dari Yakub.
- rumah
Tuhan= penyembahan.
Kita bisa menyembah Tuhan, sehingga tidak jatuh dalam penyembahan
berhala (ikatan akan uang).
- Mempelai
wanita
yang tidak bisa diganggu gugat.
Jadi,
kalau kita setia dan bijaksana, kita bisa mencapai hasil menjadi
mempelai wanita Tuhan.
- 2
Timotius 1: 6
1:6.
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk
mengobarkan karunia Allah
yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Roma
12: 11 12:11.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala
dan layanilah Tuhan.
Sikap
ketiga: setia
dan berkobar-kobar. Kita
harus mengorbankan yang jasmani untuk bisa berkobar-kobar dalam
pelayanan. Jangan
korbankan yang rohani!
Jadi,
pelayan Tuhan yang setia dan baik, suci, dan berkobar-kobar, sama
dengan PELAYAN
BAGAIKAN NYALA API.
Ibrani
1: 7 1:7.
Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat
malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya
menjadi nyala api."
Pelayan
Tuhan yang bagaikan nyala api, inilah yang dicari oleh Tuhan.
Daniel
7: 9 7:9.
Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah
Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya
bersih seperti bulu domba; kursi-Nya
dari nyala api
dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
Tahta
Tuhan ini dari nyala api. Jadi, pelayan
Tuhan yang bagaikan nyala api, itu MENJADI TAHTA TUHAN. Kalau
menjadi tahta Tuhan, itu sudah merupakan hal yang luar biasa.
Yesaya
6: 1 6:1.
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan
duduk di atas takhta
yang tinggi dan menjulang, dan ujung
jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
Sebagai
tahta Tuhan, kita
mendapat ujung jubah Tuhan.
Kalau
ada ujung jubah Tuhan, hasilnya:
- kita
mengalami
perlindungan dan pemeliharaan secara langsung dari Tuhan
ditengah kesulitan dunia hari-hari ini.
- ujung
jubah Tuhan memperindah
hidup kita sampai masa depan kita.
Keluaran
28: 33 28:33.
Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu
tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis
itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,
=
pada ujung jubah imam besar, ada buah delima berselang seling dengan
emas, sehingga terlihat indah.
Kalau kita sungguh-sungguh
dalam ibadah pelayanan, ujung jubah Tuhanlah yang akan menata
kehidupan kita.
- ujung
jubah Tuhan mengadakan
mujizat.
Markus
5: 25-28 5:25.
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya
menderita pendarahan. 5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh
berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya,
namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya
makin memburuk. 5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang
Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus
dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 5:28. Sebab katanya: "Asal
kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Perempuan
pendarahan disini adalah gambaran gereja Tuhan yang pendarahan 12
tahun (najis, busuk, hancur, perpecahan, pendeiritaan, kesusahan,
ketakutan, kekuatiran dan air mata). Ini juga berarti lemah tak
berdaya, dan permasalahannya makin buruk, sampai tidak
terselesaikan.
Mungkin keadaan kita semacam ini, yang kita
butuhkan adalah menjamah ujung jubah Tuhan.
Untuk
bisa menjamah ujung jubah Tuhan ini dengan cara MEMPERBAIKI dulu
ibadah pelayanan kita.
Dan mujizat akan terjadi.
Mujizat rohani dan jasmani bisa
kita alami.
Markus
5: 33 5:33.
Perempuan itu, yang menjadi
takut dan gemetar
ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan
tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala
sesuatu kepada-Nya.
Mujizat
rohani, yaitu takut dan gemetar pada Tuhan.
Artinya: membenci dosa.
Amsal
8: 13 8:13.
Takut akan
TUHAN ialah membenci kejahatan;
aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat,
dan mulut penuh tipu muslihat.
Orang
yang berbuat dosa, ia sedang menantang Tuhan. Membenci
dosa ini dimulai dengan mengaku dosa terlebih dahulu dan tidak
diulangi lagi,
sampai membenci dusta.
Wahyu
14: 7 14:7.
dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah
akan Allah dan muliakanlah Dia,
karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah
Dia
yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata
air."
Takut
akan Tuhan juga berarti: mulut
kita memuliakan dan menyembah Tuhan.
Kalau
mujizat yang rohani terjadi, yang jasmani juga terjadi. Perempuan
ini disembuhkan. Artinya: apa
yang sudah busuk, akan dipulihkan kembali
dan apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.
Dan saat Tuhan
datang kembali, mujizat terakhir, kita diubahkan jadi sama mulia
dengan Tuhan dan terangkat di awan-awan yang permai.
Sebab
itu, hari-hari ini, jangan kita main-main dalam ibadah pelayanan.
Sebab untuk itu, Yesus harus mati dikayu salib. Dan biarlah sikap
kita adalah sikap yang positif.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|