English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 15 November 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 menunjuk pada nubuat ketujuh, yaitu tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT...

Ibadah Kunjungan di Toraja I, 16 Februari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Imamat yang Rajani.
1 Petrus 2:9
2:9...

Ibadah Kaum Muda Malang, 08 Agustus 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-17 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.
Sebelum Tuhan datang kedua kali,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juni 2011 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Adri Tuyu

Matius 26:17-25 tentang Perjamuan Paskah.

Keluaran 12:14-15, 3, 6
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Januari 2011 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Juli 2013 (Rabu Sore)
Matius 4 : 19b
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

KAMU AKAN KUJADIKAN...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Medan IV, 23 Juni 2010 (Rabu Sore)
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Persekutuan di Ambon IV, 26 Agustus 2010 (Kamis Pagi)
Markus 7:37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Bersamaan PENATARAN IMAM & CALON IMAM (I)

Matius...

Ibadah Doa Malang, 31 Mei 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2

Ibadah Natal Mojoagung, 14 Desember 2012 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 17 Agustus 2010 (Selasa Siang)
Kita masih belajar tentang HALAMAN/PELATARAN.

Halaman Tabernakel dibatasi dari padang gurun dengan...

Ibadah Doa Malang, 05 Juli 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session 3

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018 (MInggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.


Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).
Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah di dahinya--menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna--? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel.

Tetapi kalau kita baca secara keseluruhan, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, dan digantikan oleh suku Manasye (ayat 6). Berarti suku Dan tidak mendapatkan meterai Allah di dahinya, dan digantikan oleh suku Manasye.

Mengapa suku Dan tidak dimeteraikan oleh Allah? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham--secara jasmani--menjadi keturunan ular beludak (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018).

Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Tanda keturunan ular beludak:

  • Kejadian 30: 1-6
    30:1. Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati."
    30:2. Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: "Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?"
    30:3. Kata Rahel: "Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia akupun mempunyai keturunan."
    30:4. Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu.
    30:5. Bilha mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
    30:6. Berkatalah Rahel: "Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan.

    Dan lahir tidak menurut rencana Allah, tetapi karena cemburu Rahel pada Lea.

    Tanda pertama keturunan ular beludak: cemburu, iri hati, kebencian tanpa alasan--tabiat ular beludak. Ini yang membuat tidak bisa menerima meterai Allah.


  • Mazmur 140: 4
    140:4. Mereka menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada di bawah bibirnya. Sela

    Tanda kedua keturunan ular beludak: lidahnya mengandung racun ular, artinya perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah, sampai menghujat Tuhan--pengajaran benar dikatakan salah, yang salah jadi benar dan sebagainya.


  • Yesaya 27: 1
    27:1. Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.

    Lewiatan adalah ular yang menguasai laut.
    Mazmur 74: 13
    74:13. Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air.

    Wahyu 17: 15
    17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

    Lewiatan menguasai laut, dan di kitab wahyu, perempuan Babel yang menguasai laut.

    Tanda ketiga: perbuatannya seperti Babel, yaitu perbuatan dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan-minum--merokok, mabuk, narkoba--dan kawin-mengawinkan).

Inilah keadaan suku Dan, sehingga ia tidak dimeteraikan dengan meterai Allah; mengalami kejatuhan dan terbuang untuk selamanya.
Tetapi puji syukur pada Tuhan, Ia tidak membiarkan satu sukupun hilang.

Dulu, dalam peristiwa noda di Gibea (Hakim-hakim 19-21), suku Benyamin hampir hilang (Hakim-hakim 21: 3), karena mereka (maaf) memerkosa gundik dari seorang Lewi sampai mati. Kemudian orang Lewi itu memotong-motong mayat gundiknya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel. Semua marah dan berperang melawan Benyamin. Suku Benyamin hampir habis tetapi masih ditolong oleh Tuhan.

Suku Dan juga, ia sudah jadi keturunan ular beludak, sudah tidak ada harapan--dari dalam hanya ada iri, cemburu, tidak ada bagusnya, kata-kata tidak bagus, perbuatan hancur. Seharusnya suku Dan sudah jatuh dan terbuang--terputus dari dua belas suku. Tetapi untung masih ada ayat 18, masih bisa menanti-nantikan keselamatan dari Tuhan.

Kejadian 49: 18
49:18. Aku menanti-nantikan keselamatan yang dari pada-Mu, ya TUHAN.

Karena itu jangan putus asa sekalipun kita hancur--bukan saya setuju--, selama kita masih bisa beribadah dan mendengarkan firman.

Kemurahan dan kebaikan Tuhan masih memberi kesempatan kepada suku Dan, termasuk kita bangsa kafir untuk bisa menerima meterai dari Allah sehingga bisa menjadi milik Tuhan selamanya; menjadi mempelai wanita yang sempurna.
Kita bangsa kafir memang bukan suku Israel, tetapi ada kesempatan lewat Manasye yang menggantikan suku Dan. Luar biasa! Manasye lahir di Mesir--Mesir menunjuk pada bangsa kafir.
Tentu ada prosesnya, tidak begitu saja.

Proses supaya suku Dan yang bagaikan ular beludak termasuk bangsa kafir yang bukan suku Israel bisa menerima meterai Allah di dahinya dan menjadi mempelai wanita yang sempurna:

  1. Proses pertama untuk bisa menerima meterai Allah: menantikan keselamatan yang dari pada Tuhan.
    Dalam keadaan jatuh atau gagal seperti apapun, masih ada kesempatan. Sekali lagi--untuk diriku juga--, bukan saya setuju kalau sering jatuh. Tetapi kalau sudah terlanjur, masih ada harapan yaitu menantikan keselamatan yang dari pada Tuhan.

    Kedatangan Yesus pertama kali, itulah yang dinanti-nantikan, karena di situlah sumber keselamatan bagi bangsa Israel yang sudah jatuh seperti suku Dan, dan bagi bangsa kafir yang memang sudah hancur.
    Lukas 3: 3-8
    3:3. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
    3:4. seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
    3:5. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
    3:6. dan semua orang akan
    melihat keselamatan yang dari Tuhan."
    3:7. Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan
    ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu:
    Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    'keturunan ular beludak'= bangsa Israel.
    'Abraham adalah bapa kami!'= memang keturunan Abraham tetapi sudah berubah menjadi keturunan ular beludak karena tabiat, perkataan, dan perbuatannya tidak baik.
    'batu-batu'= bangsa kafir.
    Batu sama dengan keturunan ular beludak, yaitu hatinya sama-sama keras: tabiatnya iri hati, cemburu; perkataannya sia-sia (kalau bangsa kafir seperti anjing menjilat muntah); perbuatannya seperti Babel (kalau bangsa kafir seperti babi kembali ke kubangan).

    Langkah-langkah menantikan keselamatan yang dari pada Tuhan:


    1. Percaya kepada Yesus dan bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan, mati terhadap dosa.
    2. Masuk baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu mengalami baptisan Roh Kudus (urapan Roh Kudus) sehingga bisa hidup dalam kebenaran.


    Lukas 3: 16
    3:16. Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

    Hidup dalam kebenaran= hidup dari iman.
    Baik keturunan ular (bangsa Israel) maupun batu (bangsa kafir) kalau sudah percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus, keduanya sama, yaitu bisa hidup dalam kebenaran; hidup dalam urapan Roh kudus (pengaruh api Roh Kudus); dosa-dosa dibakar oleh api Roh Kudus--tabiat, perkataan, dan perbuatan ular dibakar oleh Roh Kudus--sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.

    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Hidup dari iman sama dengan menjadi keturunan Abraham; kita selamat, diberkati, dan berhak menerima janji Allah yaitu meterai Allah di dahinya.

    Inilah proses pertama. Sekalipun sudah menjadi keturunan ular, dan kita bangsa kafir menjadi batu yang tenggelam di lautan api dan belerang (neraka), tetapi masih ada jalan keluar; masih ada kemurahan dan kebaikan Tuhan bagi bangsa Israel yang terhilang maupun bagi bangsa kafir yang memang bukan umat Tuhan tetapi hanya seperti anjing dan babi.

    Gunakan kesempatan! Yang sudah percaya, bertobat, dan baptisan air yang benar harus sampai pada baptisan Roh Kudus.
    Buktinya: hidup dalam kebenaran; sungguh-sungguh hidup dari iman. Di sanalah ada jaminan keselamatan, dan janji Tuhan untuk memberkati kita sampai anak cucu, bahkan janji meterai Allah di dahi kita.


  2. 1 Yohanes 3: 2-4
    3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
    3:3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
    3:4. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

    'anak-anak Allah'= anak Abraham; hidup dari iman, sudah selamat, diberkati, dan boleh menerima meterai Allah.

    Proses kedua untuk bisa menerima meterai Allah: harus menantikan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.

    Yesus tidak cukup datang satu kali untuk keselamatan kita saja, tetapi Dia harus datang kedua kali untuk menyempurnakan kita.

    Langkah-langkah menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali:


    1. Langkah pertama menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali: tekun.
      Roma 8: 25
      8:25. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

      'mengharapkan apa yang tidak kita lihat'= terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali.
      Sama seperti halnya untuk melihat ijazah sarjana, kita harus tekun bersekolah, kalau tidak, tidak akan bisa.

      Tekun artinya tidak mau dihalangi. Kita sekarang mungkin menantikan gaji tinggi, silakan, tetapi pengharapan paling tinggi adalah menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

      Syarat pertama adalah tekun terutama ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; ketekunan dalam kandang penggembalaan.

      Sekarang kita sudah menjadi anak Allah (keturunan Abraham), baik, tadinya sudah terbuang tetapi diambil lagi oleh Tuhan; diselamatkan oleh Yesus yang sudah mati di kayu salib. Tetapi masih ada kelanjutannya, yaitu harus bertekun dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya--pesta Pentakosta.
        Kalau tekun dalam karunia Roh Kudus, satu waktu urapan dan karunia akan permanen menjadi mahkota dua belas bintang.

        Tim doa tekun, pemain musik tekun, gembala tekun, semua tekun, karunia akan meningkat sampai sempurna, menjadi mahkota dua belas bintang.


      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--pesta paskah.
        Dulu saat Paskah makan roti tidak beragi, sekarang artinya firman pengajaran yang benar. Kemudian makan daging, sekarang artinya perjamuan suci.

        Selain berarti penebusan, Paskah juga berarti kelepasan.
        Kita mengalami penebusan dan kelepasan dari dosa-dosa, sampai satu waktu penebusan menjadi permanen; menjadi bulan di bawah kaki mempelai.


      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--pesta pondok daun.
        Kalau kita tekun menyembah Tuhan, kasih akan bertambah-tambah sampai jadi permanen--mengasihi Tuhan lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi musuh--; kasih sempurna, menjadi selubung matahari.


      Untuk menantikan kedatangan Tuhan kita harus tekun dalam kandang penggembalaan.

      Hasilnya:


      • Hasil pertama: tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal, artinya:


        1. Tidak bisa dijatuhkan dalam dosa-dosa.
        2. Tidak bisa disesatkan lewat ajaran palsu dan gosip.
          Kalau benar-benar tergembala, tidak akan bisa disesatkan. Dia tahu kalau itu gosip/ajaran palsu, bukan makanan. Kecuali kalau ia seperti Yudas Iskariot.

          Yudas Iskariot memang tergembala, tetapi hatinya tidak di situ; ia memaksakan diri di dalam penggembalaan yang benar. Ia masih ke imam-imam, masih mau mendengar yang salah, akhirnya ia benar-benar jatuh. Mari sungguh-sungguh!

          Yang tidak boleh bukan ibadahnya, tetapi mendengar yang tidak benar. Hati-hati, sangat berbahaya, bisa tersesat dan terjatuh dalam dosa.
          Coba kalau dengar gosip, tahu-tahu timbul kebencian, padahal tidak kenal. Itu sudah jatuh dalam dosa. Belum sampai tersesat, tetapi sudah jatuh dalam dosa. Tuhan tolong kita semuanya.


      • Hasil kedua: kita mengalami penyucian secara intensif oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--makanan keras.
        Dalam penggembalaan ada dua macam makanan:


        1. Firman penginjilan/susu= untuk memanggil orang-orang yang berdosa, terbuang, dan terhilang selamanya, supaya bisa percaya, bertobat, baptis air dan Roh Kudus--menantikan keselamatan yang dari pada Tuhan.

          Buktinya: ada baptisan air di dalam penggembalaan.
          Tetapi susu untuk jiwa-jiwa baru, kalau kita terus minum susu, lama-lama akan bosan. Harus ada yang kedua.


        2. Kabar mempelai/makanan keras/firman pengajaran yang keras= untuk menyucikan kita secara terus menerus sehingga:
          Kejadian 37: 2
          37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

          'biasa menggembalakan'= tekun dalam penggembalaan.


          1. Kita menjadi seperti Yusuf yaitu tidak kompromi dengan dosa apapun resikonya.
            Kalau kompromi dengan dosa, itu namanya persekongkolan.

            Kakak-kakak Yusuf selalu bersekongkol. Yusuf bermimpi, mereka musyawarah untuk hal yang tidak benar (bersekongkol).
            Mereka disuruh menggembalakan di Sikhem, tetapi lari ke Dotan. Ini artinya tidak tanggung jawab--Sikhem artinya bahu; menunjuk pada tanggung jawab.

            Itu sebabnya kalau tidak tanggung jawab, akan terjadi kebencian-kebencian. Gembala yang tidak tanggung jawab hanya seperti sumur kosong--berisi kebencian--; kering rohaninya.

            Hati-hati! Karena itu Yusuf langsung dibuang ke sumur kering. Iri hati, cemburu timbul karena tidak tanggung jawab. Kalau tanggung jawab, tidak akan ada perasaan iri, karena sama-sama merasa dipakai Tuhan.


          2. Mengalami penyucian sampai memiliki lidah yang jujur--'Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya'

            "Di Lempin-El saya sudah pesan: 'Kalau ada teman yang berbuat salah, lapor!' Takut, karena diancam atau berpikir: Kalau aku salah, kan bisa ditutupi juga."


        Inilah penyucian yang dialami Yusuf sampai lidahnya benar/jujur.

        Kalau kita mengalami penyucian yaitu tidak kompromi dengan dosa (ada dosa cepat diselesaikan) sampai jujur, kita akan mengalami uluran tangan kasih Tuhan yang menolong kita, dan menjadikan semua baik.

        "Istilah dari Pdt Totaijs: Jujur adalah jalan tol untuk ditolong Tuhan. Jujur apa adanya, ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar."

        Tetapi kalau tidak mau disucikan--tetap kompromi dengan dosa dan tetap tidak jujur--, akan ada hajaran Tuhan. Inipun masih uluran tangan kasih Tuhan, supaya kita kembali pada kesucian.

        Ibrani 12: 5-6, 10
        12:5. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
        12:6. karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
        12:10. Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

        Setiap firman pengajaran yang keras merupakan uluran tangan kasih Tuhan kepada kita, kalau ditolak, akan dipintal menjadi cambuk untuk menghajar kita. Hajaran Tuhan adalah kasih-Nya, supaya kita kembali pada kesucian, dan semua menjadi baik. Kalau tidak suci, akan hancur.

        Contoh: Yunus disuruh ke Niniwe tidak mau, dan lari ke Tarsis karena pakai logika, bukan iman. Ia dihajar Tuhan, untunglah ia sadar, ia berdoa di dasar laut. Hajaran sudah selesai, dan kembali pada kesucian, maka semua menjadi baik.

        Kalau mau disucikan seperti Yusuf--tidak kompromi dengan dosa, sampai jujur--, Tuhan akan memberikan jubah maha indah, kepada kita.
        Kejadian 37: 3
        37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

        Ini saja, kita digembalakan, tekun dalam penggembalaan, disucikan sampai seperti Yusuf--Yusuf gambaran dari gereja akhir zaman--yaitu tidak kompromi dengan dosa sampai jujur, dan Tuhan akan memberikan jubah maha indah kepada kita.

        Jubah indah= jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
        Kita bangsa kafir menjadi keledai yang ditunggangi Tuhan.

        Tadi istilah: 'Aku menanti-nantikan keselamatan yang dari pada-Mu, ya TUHAN,' berlaku untuk suku Dan yang terhilang dari Israel, dan untuk bangsa kafir yang memang bukan umat Tuhan (batu).
        Di sini juga, Yusuf dari suku Israel mendapatkan jubah indah, bangsa kafir juga mendapatkannya. Yang penting prosesnya sama: menantikan keselamatan (percaya, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus; hidup benar), dan tekun menantikan kedatangan Tuhan (digembalakan dan disucikan).

        Kita menjadi takhta Tuhan di bumi. Luar biasa! Dipakai Tuhan itu seperti keledai yang ditunggangi. Memang ada beban dari Tuhan, artinya kita melayani sesuai dengan beban dari Tuhan. Harus sesuai dengan beban/kehendak Tuhan!

        Kalau menjadi takhta Tuhan, di sana ada jaminan pemeliharaan secara jasmani (berkelimpahan) dan rohani (damai sejahtera; semua enak dan ringan, dan kebahagiaan) dari Tuhan, dan semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya.

        Jangan takut!
        Kalau tidak mau menerima beban dari Tuhan, keledai akan ditunggangi oleh Bileam, dan mengarah pada kutukan. Jangan main-main! Suku Dan bisa terhilang, apalagi kita bangsa kafir yang memang sudah terhilang dan tenggelam di lautan api belerang. Tetapi bersyukur kita masih sempat diambil oleh Tuhan. Gunakan kesempatan! Jangan tolak beban dari Tuhan!


      • Hasil ketiga: tampil sebagai terang dunia--tadi pelita emas jadi mahkota dua belas bintang, meja roti sajian menjadi bulan, dan mezbah dupa emas menjadi matahari.
        Tampil dulu seperti Yusuf (gereja Tuhan akhir zaman), setelah itu kita terus disucikan sampai tampil sebagai terang dunia seperti Yesus.

        Wahyu 12: 1
        12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

        Ayat 1= mempelai wanita yang tampil sebagai terang dunia seperti Yesus; sempurna seperti Yesus, tidak bercacat cela, tidak ada gelapnya.

        Kalau sudah tampil sebagai terang dunia, kita akan diberi dua sayap burung nasar untuk menghadapi antikris. Dunia tambah sulit; antikris berkuasa tiga puluh persen, kekuatan kita tinggal tujuh puluh persen dan sayap sudah tujuh puluh persen, sampai antikris berkuasa seratus persen, sayap kita juga sudah seratus persen. Itu cara Tuhan bekerja.

        Wahyu 12: 14
        12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

        'satu masa dan dua masa dan setengah masa'= tiga setengah tahun.
        Kalau kita sudah tampil sebagai terang dunia; mempelai wanita yang tiada bercacat cela, kita akan mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar untuk melintasi badai lautan dunia; mengatasi semua kesulitan, kemustahilan, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

        Kita disingkirkan ke padang gurun jauh dari mata antikris selama tiga setengah tahun, kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.
        Karena itu sungguh-sungguh dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci! Berusaha untuk datang! Memang lama, sekarang hanya dua jam setengah, tetapi nanti tiga setengah tahun. Belajar mulai sekarang untuk latihan menyingkir ke padang gurun.


      Mari, tekun dalam tiga macam ibadah. Hasilnya: tidak bisa dijamah setan, kemudian mendapatkan jubah indah seperti Yusuf--disucikan--, dan tidak bercacat cela seperti Yesus. Waktu Yesus lahir sebagai manusia, tubuh-Nya memang daging, tetapi sudah tidak bercacat cela; tidak ada dosa.
      Kita juga begitu, di kitab Wahyu 12: 1, mempelai wanita masih dalam tubuh daging, tetapi sudah tidak berbuat dosa.

      Masih kurang satu. Yesus sudah lahir di dunia ini dalam tubuh daging, sampai dewasa tidak berbuat dosa. Tetapi untuk naik ke sorga, Ia harus disalib. Ia disalib sampai mati, kemudian bangkit dalam tubuh kemuliaan, baru bisa naik ke sorga.
      Demikian juga kita.


    2. Langkah kedua menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali: harus mengalami salib/percikan darah.
      1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      'sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus'= salib.
      'pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya'= tubuh kemuliaan; daging yang sudah mulia seperti saat Yesus bangkit.

      Kita harus mengalami percikan darah--sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging karena Yesus--, bentuknya: doa penyembahan ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk untuk mempercepat proses pembaharuan, ibadah kunjungan, dinista karena nama Yesus/pengajaran benar, tidak salah tetapi disalahkan, difitnah, dikucilkan karena kebenaran, tidak salah tetapi diPHK atau tidak naik-naik pangkatnya dan sebagainya.

      "Dulu om saya dokter di perguruan tinggi negeri, berpuluh-puluh tahun tidak naik pangkat, padahal penelitiannya paling banyak. Terakhir ganti rektor, dia sudah tua, rektornya kaget, penelitiannya setumpuk tetapi tingkatnya kalah dengan muda-muda. Di situ dia diangkat, tapi rapelannya menguap juga. Memang harus menghadapi percikan darah di dalam dunia."

      Mengapa kita harus mengalami percikan darah? Supaya Roh kemuliaan/api Roh Kudus ada di dalam kehidupan kita.
      Manusia daging tidak tahan karena manusia daging ini rapuh, hancur, dan binasa--seperti bejana tanah liat--, banyak kelemahan dan kekurangan, sampai kejatuhan dan kehancuran.

      Harus ada api Roh Kudus di dalam kehidupan kita. Kalau kita sengsara untuk beribadah, ada api yang Tuhan sediakan; ada nyala api siksaan, ada nyala api Roh Kudus yang Tuhan sediakan bagi kita. Ini yang menolong kita, seperti terjadi di loteng Yerusalem, ada lidah-lidah seperti nyala api untuk menolong dari kelemahan-kelemahan kita. Tidak ada kelebihan kita.

      Kisah Rasul 2: 3
      2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

      Petrus hebat, Yohanes paling mengasihi Tuhan, tetapi semua ada kekurangan. Karena itu harus ada Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, tidak akan bisa. Daging itu seperti tanah liat/kayu. Harus ada salib, supaya ada Roh kemuliaan--dua hal ini tidak bisa dipisahkan.

      Api Roh Kudus membakar segala kekurangan dan kelemahan kita--membaharui kita manusia daging supaya menjadi manusia baru seperti Yesus--, mulai dari lidah.
      Apa kelemahan kita?


      • Mungkin lidah sering berkata dusta, gosip, kasar, tidak bisa berkata benar dan lain-lain. Minta Roh Kudus untuk membakar segala yang tidak berkenan, supaya lidah kita bisa berkata jujur dan memuliakan Tuhan.


      • Mungkin hati kita lemah. Tomas tidak percaya Yesus bangkit. Tetapi begitu ada Roh Kudus, ia mau mati untuk Yesus; dia menjadi yakin/percaya pada Yesus--hati yang lembut, jangan keras.


      • Perbuatan-perbuatan diubahkan. Maria Magdalena dirasuk tujuh setan. Najis. Tetapi begitu kena api Roh Kudus, dia benar-benar dipakai Tuhan. Ia meninggalkan segala kenajisan dan dipakai oleh Tuhan.


      • Yohanes yang dulunya bersandar di dada Yesus, tetapi saat mau ditangkap ia lari dan telanjang. Yohanes gambaran dari kaum muda, ada ketelanjangan; ada perbuatan-perbuatan telanjang. Tetapi begitu kena api Roh Kudus, ketelanjangannya habis dan menjadi perbuatan-perbuatan suci yang memuliakan Tuhan.


      • Tidak bisa berdoa. Roh Kudus membantu kita untuk mengeluh dan mengerang kepada Tuhan.


      Kalau sudah menjadi manusia baru, kita akan menjadi rumah doa.
      Ada salib, jangan mundur tetapi koreksi diri! Kalau sengsara karena salahnya sendiri, mengaku, minta ampun, supaya menjadi percikan darah. Itu hebatnya Tuhan. Kita sudah salahpun bisa menjadi percikan darah kalau kita mau mengaku terang-terangan. Salib-Nya luar biasa.

      Kekurangan dan kelemahan jasmani (ekonomi, studi, masa depan), serahkan, api Roh Kudus juga mampu membakar kelemahan-kelemahan jasmani kita; Dia sanggup menolong kita..

      Kita menjadi rumah doa, dan api dari atas menyambar; jawaban atas doa kita; api Roh Kudus adalah jawaban doa bagi kita yang menghapus segala kemustahilan.

      Api Roh Kudus membakar kelemahan-kelemahan rohani kita--mengubahkan kita; kita menjadi rumah doa.
      Api Roh Kudus juga membakar kelemahan-kelemahan jasmani kita, dan Roh Kudus akan menjawab doa kita. Semua selesai.

      1 Raja-raja 18: 37-38 => nabi Elia menghadapi ajaran palsu dan nabi-nabi palsu
      18:37. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
      18:38. Lalu
      turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

      'turunlah api TUHAN'= jawaban doa, kita bahagia.
      Sampai kalau Tuhan datang kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia--seperti tubuh-Nya waktu bangkit--, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai; sorak-sorai di awan-awan yang permai bersama dengan Dia.

Kalau ada Roh Kudus, semua kelemahan dan kekurangan akan dibakar. Kita hanya menyembah Dia; kita menjadi rumah doa.
Batu-batu (bangsa kafir) masih Tuhan beri kesempatan; suku Dan masih Tuhan beri kesempatan. Tuhan tolong kita.

Apa saja kelemahan kita, sampai kelemahan tidak bisa berdoa--kering, ragu-ragu, bosan berdoa, malas berdoa karena doa tidak dijawab-jawab--serahkan kepada Tuhan! Siapa tahu siang ini api menyambar di tengah-tengah kita. Jangan ragu!

Kita menantikan keselamatan, batu keras jangan tetap keras, tetapi percaya, bertobat, dan baptisan air. Melembut, hidup benar, dan kita menjadi anak-anak Abraham yang selamat dan diberkati.
Selanjutnya menantikan kedatangan Tuhan: tekun dalam penggembalaan (kita disucikan dan dipakai oleh Tuhan sampai tidak bercacat cela; menjadi terang dunia), tetapi juga harus menghadapi salib, supaya ada api Roh Kudus membakar kelemahan, dosa, dan kekurangan kita. Rasul-rasul yang hebat banyak kekurangan, apalagi kita bangsa kafir. Bakar semua, sampai kita menjadi rumah doa. Roh Kudus menolong kita untuk menyembah Dia, dan api akan menyambar--jawaban doa--, tidak ada yang mustahil.

Tadi, saat Elia berdoa dan api menyambar, umat Israel berkata: TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!, bukan: Ini berhala. Hanya Tuhan, tidak ada yang lain. Banyak kemustahilan,
serahkan pada Tuhan! Hanya Roh Kudus yang mampu menolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top