English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 13 Juni 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 09 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:21-22
3:21 Ketika seluruh orang banyak itu...

Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 ini...

Ibadah Doa Malam Malang Session I, 11 September 2012 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 14:37-38
14:37...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Kalau kita sebagai gereja Tuhan tidak mau bersaksi, kita akan menyangkal Tuhan.

Kita sudah mempelajari 2...

Ibadah Doa Malang, 16 Februari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus selalu berjaga-jaga supaya tidak ketinggalan saat Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Raya Malang, 29 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh...

Ibadah Doa Malang, 13 Mei 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 17 Agustus 2010 (Selasa Siang)
Kita masih belajar tentang HALAMAN/PELATARAN.

Halaman Tabernakel dibatasi dari padang gurun dengan...

Ibadah Doa Malang, 14 Mei 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 adalah tentang penyebaran...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Desember 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:31
25:31. "Apabila...

Ibadah Paskah Malang, 12 April 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Terjadi kegoncangan, badai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Februari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7
Dalam susunan Tabernakel, kitab wahyu pasal tujuh terkena pada buli-buli emas berisi manna.
Manusia darah daging hanyalah buli-buli tanah liat yang rapuh, gampang berbuat dosa, kecewa, putus asa, bangga dan lain-lain, sampai hancur binasa selamanya.

Oleh sebab itu buli-buli tanah liat harus diisi dengan manna, sekarang artinya harus diisi dengan firman penggembalaan/firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang--dulu tiap pagi bangsa Israel dapat manna satu gomer--sehingga bisa menjadi buli-buli emas berisi manna.
Buli-buli emas artinya iman yang permanen dan kehidupan yang mengalami keubahan hidup sampai sempurna seperti Yesus.

Seluruh kitab wahyu pasal tujuh masih merupakan pembukaan meterai yang keenam.
Jadi, ada tiga hal yang terjadi pada pembukaan meterai yang keenam:

  1. Wahyu 6: 12-17= hukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus (sudah diterangkan mulai dari mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 26 November 2017) yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat secara jasmani terutama secara rohani yaitu dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesulitan, kesusahan, kesukaan, kejahatan, kenajisan, pergaulan yang tidak baik, yang mengakibatkan:


    1. Ayat 12-13= kegelapan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017) sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2017).
    2. Ayat 14= kegoncangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 10 November 2017).
    3. Ayat 15-17= ketakutan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 November 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 19 November 2017).


    Semua ini akan menuju pada kebinasaan.


  2. Wahyu 7: 1-3
    7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
    7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
    7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

    Yang kedua: angin tidak bertiup lagi.


  3. Terjadi pemeteraian:


    1. Wahyu 7: 4-8= pemeteraian bangsa Israel menjadi inti mempelai wanita Tuhan.
    2. Wahyu 7: 9-17= pemeteraian bangsa kafir menjadi kelengkapan mempelai wanita Tuhan.


    Kalau digabung, bangsa Israel dan kafir menadi satu tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Jadi, memang ada penghukuman, angin tidak bertiup, tetapi juga ada pemeteraian kita menjadi mempelai wanita Tuhan--buli-buli emas; kehidupan yang sempurna.
Kita sudah mempelajari bagian I, sekarang masuk bagian II.

AD. 2 ANGIN TIDAK BERTIUP LAGI
Wahyu 7: 1-3
7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Pengertian angin secara rohani:

  1. Yohanes 3: 5-8
    3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
    3:6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
    3:8. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Yang pertama: angin adalah kehidupan yang lahir baru dari air dan Roh; mengalami baptisan air dan Roh Kudus sehingga bisa MENGHAMPAKAN/MERENDAHKAN DIRI.

    Angin itu hampa; ada tetapi tiada; ada tetapi mengaku tidak ada. Bukan dibalik, tidak ada tetapi mengaku ada. itu sombong; sama dengan setan yang mengakui dunia sebagai miliknya padahal Tuhan yang menciptakan dunia; ia berani berkata pada Yesus: Sembah aku, dan dunia akan aku berikan pada-Mu.


  2. 2 Korintus 4: 7, 11
    4:7. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
    4:11. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

    'harta'= firman pengajaran yang benar. Kalau bejana sudah diisi dengan firman, tidak akan rapuh lagi--tidak kecewa, putus asa, bangga, dan hancur.
    'hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini'= buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas.

    Yang kedua: angin adalah kehidupan yang dibaharui oleh kekuatan firman pengajaran yang benar sehingga bisa TAAT dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib--; sama seperti angin, ke mana kita tiup ke sanalah dia pergi.

Jadi, contoh angin adalah Yesus.
Filipi 2: 5-8
2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yesus menghampakan diri sampai mati di kayu salib sehingga menjadi utusan dari sorga--angin dari sorga yang ditiupkan ke bumi ini, untuk memberikan kehidupan, keharuman, dan kesegaran kepada manusia di dunia yang dikuasai setan untuk menuju kebinasaan:

  • Yesus meniupkan angin kehidupan karena bumi ini sudah mati oleh dosa, dipengaruhi setan, tidak ada kehidupan, dan semua mati di dalam dosa.
  • Yesus meniupkan angin keharuman karena bumi sudah busuk--perempuan Samaria sudah lima kali kawin cerai dan berikutnya tidak ada ikatan lagi. Sudah busuk, belum lagi dosa makan minum.
  • Yesus meniupkan angin kesegaran karena bumi sudah kering, letih lesu, beban berat, susah payah, air mata.

Yesus lahir dari air dan Roh; Ia dibaptis dalam air lalu keluar dari air dan Ia menerima Roh Kudus. Ia bisa menghampakan diri; sebenarnya Yohanes tidak mau membaptis Yesus, tetapi Ia berkata: Lakukan kehendak Allah!
Yesus juga adalah firman--'pada mulanya adalah firman (Yohanes 1)'--; bejana tanah liat tetapi diisi firman pengajaran sehingga bisa taat sampai mati di kayu salib--kita taat sampai daging tidak bersuara.

Salah satu bukti kalau Yesus menjadi angin adalah saat Ia sudah mati kemudian bangkit, tetapi murid-murid tidak tahu sehingga mereka ketakutan dan mengunci pintu, saat itulah Ia datang di tengah-tengah mereka.
Nanti kita akan menghadapi juga, yaitu kebencian tanpa alasan, bukan hanya masalah rohani tetapi juga masalah jasmnani: pekerjaan, sekolah dan sebagainya, sampai kita ketakutan.

Dulu murid-murid juga ketakutan, dan di situlah Yesus tampil di tengah-tengah mereka. Itulah angin yang tidak bisa dihlalangi oleh apapun.
Yohanes 20: 19-22
20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20. Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

'hari sudah malam'= akhir zaman.
'Damai sejahtera bagi kamu!'= kesegaran.
'Aku mengutus kamu'= murid-murid juga sebagai angin yang diutus; Yesus angin dari sorga mengutus murid-murid sebagai angin yang bekerja di dunia ini.

Pada saat murid-murid ketakutan dan mengunci diri karena menghadapi kebencian tanpa alasan, saat itulah Yesus sebagai utusan sorga/angin dari sorga bertiup di tengah mereka, untuk membebaskan mereka dari segala ketakutan, letih lesu dan beban berat, dan sekaligus mengutus mereka sebagai angin yang ditiupkan oleh Tuhan--utusan Tuhan dalam pekerjaan dan urapan Roh Kudus.

Murid-murid ini semua dari bangsa Israel. Mereka harus menghampakan diri dan taat untuk bisa bertiup ke mana-mana.

Tetapi bersyukur, kita melihat bangsa kafir juga bisa menjadi angin oleh karena kemurahan dan belas kasih Tuhan--menghampakan diri dan taat dengar-dengaran. Kita menjadi utusan Tuhan yang dipakai dalam pekerjaan Roh Kudus, bertiup ke manapun juga untuk membawa kehidupan, keharuman, dan kesegaran dari sorga; menolong kehidupan yang berada dalam penjara dosa, kesulitan dan lain-lain.

Salah satu contoh: Lukas 7: 1-10
7:1. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5. sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
7:6. Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7:7. sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
7:9. Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
7:10. Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

'Ia layak Engkau tolong'= bangsa Yahudi dengan kafir bermusuhan, tetapi perwira ini mengasihi bangsa Yahudi/Israel. Sekalipun bangsa kafir tidak boleh masuk rumah ibadat, tetapi ia bantu. Luar biasa.
Orang bilang: Ia layak Engkau tolong, tetapi dia sendiri berkata: aku tidak layak. Inilah angin, layak tetapi merasa tidak layak; ada tetapi merasa tidak ada.
Kita seringkali terbalik, baru berdoa dua kali sudah berkata: Kok tidak ditolong-tolong? Kita seringkali begitu, tidak ada tetapi terus merasa ada; tidak layak tetapi merasa hebat.
Jadi, bangsa kafir yang tidak mengalami kelahiran baru malah terbalik, dia tidak layak--seperti anjing dan babi--tetapi merasa hebat.

Bangsa kafir juga bisa menjadi angin. Seorang perwira bangsa kafir punya kedudukan cukup tinggi, banyak jasanya, mengasihi orang Israel, membangun Bait Allah, dan sangat menghargai hambanya (orang kecil). Benar-benar hebat secara jasmani darn rohani.
Tetapi dengan kehebatannya ia tidak bisa menyelesaikan masalah.

Bangsa kafir dengan segala kehebatannya tidak bisa menyelesaikan masalah. Masalah penyakit tidak bisa, apalagi masalah dosa, tambah tidak mampu apa-apa, sehingga tetap harus binasa selamanya--tetap buli-buli tanah liat yng retak, hancur, dan binasa.

Buli-buli tanah liat harus diubahkan menjadi buli-buli emas--menjadi angin--lewat mendengar SEPATAH KATA FIRMAN--perwira tadi berkata: katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Ini adalah iman.
Mendengar sepatah kata firman artinya mendengar dengan sungguh-sungguh, dan dengan pengahargaan yang setinggi-tingginya kepada firman Allah.

Keubahan hidup adalah menjadi angin, baru menjadi buli-buli emas.

Bagaimana sikap kita dalam menerima firman? Sepatah kata firman merupakan perkataan Yesus, itulah firman pengajaran yang benar; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yangs atu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Jangan sembarang mendengar firman! Kalau tidak benar, kita malah hancur, bahkan lebih cepat hancur.

Tadi, keubahan terjadi lewat baptisan air dan Roh Kudus, dan juga lewat firman. Kita sudah dibaptis dalam air dan Roh Kudus, lanjutkan dengan keubahan lewat firman--baptisan air dan Roh Kudus hanya satu kali; merupakan dasar keubahan. Firman terus diulang-ulang untuk mengubahkan kita sampai menjadi angin dan buli-buli emas berisi manna, sempurna seperti Yesus--'supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini'.

Menjadi angin, berarti menghampakan diri, biar hebat/layak tetapi merasa tidak hebat/tidak layak. Dengan sepatah kata firman, bangsa kafir bisa diubahkan menjadi angin.
Kemudian taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara kepada Allah Tritunggal.

Dia seorang perwira, jadi mengerti komando. Dia punya atasan--jenderal--, kalau jenderal bilang: Pergi! Ia harus pergi, jangan sampai tidak. Kalau dia memberi peirntah kepdaa prajuritnya, prajuritnya harus taat juga.

"Dulu kami punya kenalan tentara yang ke Timor Timur. Waktu datang dia bercerita, kalau komandannya bilang: Maju! Tetapi prajuritnya mundur, ia akan ditembak sendiri oleh komandannya."

Taat dengar-dengaran pada Allah Tritunggal digambarkan dalam kemiliteran:

  • Jenderal= Allah Bapa; Tuhan.
  • Perwira= Anak Allah; Yesus.
  • Prajurit= Allah Roh Kudus; Kristus.

Praktik taat dengar-dengaran pada Allah Tritunggal sampai daging tidak bersuara:

  1. Pekerjaan Allah Bapa yaitu mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa (1 Yohanes 4).
    Hanya Yesus satu-satunya Juruselamat, yaitu satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Manusia lain termasuk rasul dan nabi tidak bisa menyelamatkan karena semua manusia sudha berbuat dosa; menyelamatkan dirinya sendiri tidak bisa apalagi orang lain.

    Sikap kita: harus PERCAYA DAN TAAT pada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Tidak boleh bimbang! Kalau masih bimbang bagaimana Tuhan bisa mengutus kita sebagai angin?

    Inilah ketaatan kita kepada Allah Bapa.


  2. Pekerjaan Anak Allah yaitu mengatakan sepatah kata:


    • Yohanes 19: 30
      19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

      Di atas kayu salib Yesus berseru sepatah kata: Sudah selesai! Artinya Ia sudah meminum anggur asam bercampur empedu dan mati di kayu salib; Ia menanggung dosa-dosa kita, kutukan dan hukuman dosa, dan menyelesaikannya sehingga manusia berdosa bisa diselamatkan, tidak dikutuk dan dihukum.

      Sikap kita: kita harus berkata: Sudah selesai pada dosa-dosa, artinya kita harus menyelesaikan dosa-dosa sampai puncaknya dosa lewat BERDAMAI--saling mengaku dan mengampuni. Kalau salah kita mengaku pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Hasilnya: darah Yesus menghapus segala dosa kita sehingga kita bisa BERTOBAT DAN HIDUP DALAM KEBENARAN. Kita mulai merasakan kebahagiaan sorga--'berbahagialah orang yang diampuni dosanya'; kita minum anggur manis/anggur baru.
      Hidup yang pahit getir dan lain-lain sudah diminum oleh Yesus. Mari selesaikan dosa! Itu yang membuat pahit getir, letih lesu, dan beban berat.

      Yesus adalah utusan dari sorga. Dia membebaskan kita lebih dulu--seperti Dia membeaskan murid-murid dari ketakutan--, baru diutus.

      Kalau ada pahit getir dan susah payah, bagaimana bisa diutus? Harus dibebaskan dulu, supaya kita merasakan anggur baru/kebahagiaan sorga, setelah itu barulah kita bisa diutus--angin yang ditiupkan oleh Tuhan.


    • Lukas 7: 8
      7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

      Yang kedua:


      1. Yerus berkata: Pergi!
        Yohanes 16: 7
        16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

        'Yesus pergi' artinya: Ia harus mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga, sehingga Ia bisa mengutus Roh Kudus ke dalam dunia, mulai dari loteng Yerusalem sampai sekarang.


      2. Kemudian: Datang!, artinya: Roh Kudus datang dalam kehidupan kita, masuk dalam kehidupan kita. Kita mengalami baptisan, kepenuhan, dan urapan Roh Kudus sehingga:


        1. Kita bisa berseru Ya Abba, ya Bapa; kita TAAT DENGAR-DENGARAN sampai daging tidak bersuara--menjadi angin.
          Roma 8: 15
          8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

          Kita percaya Yesus, selesaikan dosa,bertobat, dan hidup benar, baru bisa diutus--menjadi angin. Kalau berdosa, bagaimana bisa diutus? Kita sudah harus menyelesaikan dosa-dosa. Kemudian taat dengar-dengaran. Kalau tidak taat, bagaimana bisa diutus? Yunus disuruh ke Niniwe, tetapi lari ke Tarsis, sehingga ditelan ikan. Untung Tuhan tolong, kalau tidak, mati dia.

          Kalau tidak taat bukan membantu pekerjaan Tuhan tetapi menyusahkan; bukan melayani, tetapi dilayani.

          Taat sama dengan berhasil, tidak taat sama dengan gagal--ditelan ikan. Sekalipun menghadapi yang sulit dan mustahil, kalau taat, akan berhasil. Kalau tidak taat, sekalipun indah, pasti gagal. Cerita Yunus adalah pelajaran berharga bagi kita semua.


        2. Roh Kudus membuat kita mengalami DAMAI SEJAHTERA--Roh Kudus bagaikan burung merpati turun pada Yesus--; ketenangan, sehingga smeua menjadi enak dan ringan.
          Damai= tidak ada iri, benci, jahat, najis, takut dan kuatir, serahkan semua pada Tuhan; tidak merasakan lagi apa yang daging rasakan. Daging sering merasa kuatir, najis, jahat, pahit. Semua itu tidak ada lagi; itulah damai sejahtera; daging pergi, Roh Kudus datang.


  3. Pekerjaan Allah Roh Kudus, yaitu: 'Kerjakanlah!'.
    Lukas 7: 8
    7:8. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

    Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Pekerjaan Roh Kudus adalah menolong kita untuk mengatasi kelemahan-kelemahan daging--daging itu lemah dan tak berguna, Rohlah yang memberi hidup.
    Siang ini juga Roh Kudus dicurahkan.

    Allah Bapa sudah mengutus Yesus di tengah kita, mari kita percaya Dia sebagai Juruselamat lewat mendengar firman, supaya kita bisa diutus juga seperti angin.
    Kemudian Yesus mengutus Roh Kudus, untuk menolong kita.

    Apa kelemahan daging--sekalipun hebat, daging ini lemah, rapuh, hancur dan binasa--?


    • Daging selalu berbuat dosa; kalah dengan dosa; tempat bercokolnya dosa, virus dosa, sampai ulat dosa--puncaknya dosa--yang membusukkan. Dan daging selalu mendorong untuk berbuat dsoa sehingga kita selalu kalah dengan dosa.

      Tetapi kalau ada Roh Kudus, Ia mematikan dosa sehingga kita bisa HIDUP BENAR DAN SUCI.
      Roma 8: 13
      8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

      Sementara ada dosa, kita tidak akan bisa melayani, sebab rohani kita sendiri sakit. Harus dimatikan dulu oleh Roh Kudus baru bisa diutus oleh Tuhan sebagai angin, bukan angin yang berbau busuk tetapi angin yang membawa keharuman.

      Mungkin kita sudah busuk, Roh Kudus menolong untuk membuat harum.


    • Daging tidak mau beribadah melayani Tuhan; tidak setia dalam ibadah, tidak mau beribadah, sampai satu waktu tidak bisa beribadah melayani Tuhan. Kalau tidak beribadah, tidak akan bisa sampai ke takhta sorga.
      Hanya ibadah pelayanan, satu-satunya aktifitas di dunia yang membawa kita sampai ke takhta sorga.

      Wahyu 22: 3
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      "Saya dulu juga punya pengalaman, malas ibadah. Kalau hari minggu dengan kakak saya nomor tiga saya 'gambling', kalau menang datang ibadah, kalau kalah tidak ibadah. Jadi berharap kalah, supaya tidak ibadah. Itu yang terjadi, daging ini malas untuk ibadah, kalau yang lain bisa berjam-jam sekalipun capek atau sakit."

      Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Roh Kudus sanggup membuat kita SETIA BERKOBAR-KOBAR dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau samapi Tuahn datang.

      Di mana letak kelemahan daging saat ini? Kita sudah percaya Yesus,bersyukur, kita bertobat, taat dengar-dengaran dan mau dipakai Tuhan, tetapi masih ada kelemahan daging. Sekarang pekerjaan Roh kudus untuk menolong kita menghadapi kelemahan daging.


    • Daging tidak mau atau tidak bisa berdoa menyembah Tuhan--kering.
      Roma 8: 26
      8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

      Roh Kudus menolong sehingga kita bisa MENYEMBAH TUHAN dengan keluhan yang tak terucapkan--dengan hancur hati.

      Karena itu seringkali Tuhan mengizinkan sesuatu yang luar biasa terjadi atas kita, yaitu supaya kita bisa hancur hati. Kalau semua normal, sering lupa untuk berdoa, bahkan berdoapun sudah kering.
      Setelah ada yang sesuatu yang luar biasa terjadi, baru bisa berdoa.
      Kalau sudah terjadi demikian, mari berdoa. Tetapi yang belum, hargai kurban Kristus sungguh-sungguh, supaya kita bisa menyerahkan hidup kepada-Nya.

      Contoh: seorang perempuan Kanani diizinkan anaknya kerasukan setan, barulah ia datang pada Tuhan dengan hancur hati--mengaku tidak layak, dan hanya butuh belas kasih Tuhan.
      Markus 7: 25-29
      7:25. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
      7:26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
      7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi
      anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
      7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "
      Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

      Dirasuk setan, artinya: gangguan dalam nikah dan buah nikah/kehancuran nikah dan buah nikah--karena perempuan ini kata-katanya terlalu kering, tidak bisa berdoa. Karena itu Tuhan izinkan gangguan dalam nikah rumah tangga, supaya ia bisa tersungkur menyembah Tuhan, dan saat itu belas kasih Tuhan datang.

      Iman ditambah belas kasih, mujizat akan terjadi.
      Nikah dan buah nikah dipulihkan, apa yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tuhan sanggup menolong kita asal kita bisa berdoa.

      Jangan kecewa, putus asa saat ini tetapi menyeru nama Tuhan dengan hancur hati. Tuhan akan tolong kita semua. Yang hancur jadi baik, yang busuk jadi baik, ada masa depan yang berhasil dan indah. Tuhan mampu menolong semuanya.

      Sampai kalau Tuahn datang kembali, kita benar-benar diubahkan menjadi sempurna seperti Dia sampai selamanya.

Bangsa kafir keadaannya hebat, tetapi tidak cukup, apalagi keadaannya seperit ibu ini.
Hebat atau tidak hebat, datang pada Tuhan, tersungkur di bawah kaki Tuhan, Dia akan menolong kita semua. Serakan kepada Tuhan!

Seorang bapak, seorang ibu, dan anak muda, kita bangsa kafir hebat, tetapi tidak berdaya apa-apa--seperti perwira--, apalagi ibu yang tidak hebat, bahkan menghadapi penderitaan/kemustahilan. Keduanya tidak bisa apa-apa. Harus tersungkur di bawah kaki Tuhan! Angin merendahkan diri/menghampakan diri.
Yang hebat harus tersungkur, apalagi yang tidak hebat. Kuasa Roh Kudus mampu menolong kita, tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top