|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Desember 2010 (Kamis Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam III
Matius 25:31-34 25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam... Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 08 Oktober 2009 (Kamis Malam)
Dalam kitab Keluaran 1 ada dua rencana yang besar: Keluaran... Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:39-45 1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung... Ibadah Raya Malang, 04 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29 26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti,... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-72, menghadapi penderitaan dan kesulitan di akhir zaman, banyak anak Tuhan menyangkal... Ibadah Natal GPT seJawa Timur, 22 Januari 2009 (Kamis Sore)
Lukas 7: 16 TEMA: "Allah melawat umatNya".Umat Tuhan adalah umat pilihan Tuhan, itulah bangsa Israel asli.... Ibadah Doa Malang, 16 Februari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga. Kita harus selalu berjaga-jaga supaya tidak ketinggalan saat Yesus... Ibadah Raya Surabaya, 25 Maret 2012 (Minggu Sore)
Matius
27: =
terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara daging yang dialami oleh Yesus untuk menyelamatkan,
memberkati... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 1, 13
25:1
"Pada waktu itu hal Kerajaan
Sorga seumpama sepuluh gadis, yang... Ibadah Ucapan Syukur Surabaya, 29 Desember 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 29 = keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan dan... Ibadah Kaum Muda Malang, 04 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius
26: 36-46=
GETSEMANE. 'Getsemane'=
tempat
pemerasan. Di
Getsemane, Yesus
mengalami pemerasan daging
(sengsara daging tanpa dosa= percikan darah). Di akhir jaman,
gereja
Tuhan
juga harus mengalami pemerasan
daging
(sengsara... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 September 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-15 Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 26 Juli 2011 (Selasa Pagi)
Seorang hamba Tuhan harus memiliki : Tahbisan yang benar, yaitu sesuai firman pengajaran yang... Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I, 11 Maret 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 17:
pasal 17 dan 18 menunjuk pada pelita emas.
Pengertiannya adalah Roh Kudus...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 12 September 2010 (Minggu Sore)
Matius
25: 16-30=
sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus. Kalau kita
yang berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah kemurahan
dan keadilan Tuhan
(ay. 14-15).
SIKAP
TERHADAP TALENTA Sikap
ini ada yang positif (diwakili hamba yang menerima 5 dan 2 talenta)
dan negatif (diwakili hamba yang menerima 1 talenta). Yang
bersikap positif, Tuhan katakan sebagai hamba yang BAIK
DAN SETIA.
Dan Tuhan memberikan upah bagi mereka. Inilah yang harus kita
contoh.
Sikap
negatif disini adalah: JAHAT
DAN MALAS. Yang
bersikap negatif ini, akibatnya hanya akan dicampakan di dalam
kegelapan yang paling gelap sampai hukuman kekal selama-lamanya,
sebab ia tidak mau mengembangkan talentanya. Sikap positif dan
negatif ini bergantung pada kita sendiri!
ay. 16-30 ini juga
merupakan sikap Tuhan terhadap talenta.
SIKAP
TUHAN TERHADAP TALENTA Matius
25: 19-23 25:19.
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan
perhitungan dengan mereka. 25:20. Hamba yang menerima lima talenta
itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima
talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima
talenta. 25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali
perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia
dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab
dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan
tuanmu. 25:22. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu,
katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah
beroleh laba dua talenta. 25:23. Maka kata tuannya itu kepadanya:
Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau
telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan
memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah
dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
ay.
19= sikap Tuhan terhadap talenta, yaitu Tuhan
hanya menghendaki PERKEMBANGAN
DARI TALENTA. Matius
25 ini terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan
berbuah. Ini juga merupakan suatu perkembangan.
Waktu Tuhan
naik ke Surga, Tuhan memberikan 5 talenta, 2 talenta dan 1
talenta. Kalau dijumlah= 8 talenta. Angka
8 ini mengingatkan kita pada 8 orang yang selamat di bahtera Nuh.
1
Petrus 3: 20 3:20.
yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat
kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh
sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan
orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 3:21.
Juga kamu sekarang diselamatkan
oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya
bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk
memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus
Kristus,
Jadi
angka 8
ini menunjuk pada angka keselamatan. Artinya,
HANYA
orang-orang yang selamat yang boleh menerima talenta dari
Tuhan.
Tanda
orang selamat:
- percaya
Yesus,
- bertobat,
berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan,
- baptisan
air dan baptisan Roh Kudus, sehingga mengalami kelahiran baru dan
memiliki kehidupan surgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.
Kalau
kita HIDUP
DALAM KEBENARAN,
kita
bisa menerima talenta/jabatan pelayanan dan kita menjadi
senjata-senjata kebenaran.
Inilah orang yang sudah selamat! Tuhan tidak mencari pelayan yang
hebat. Tapi Tuhan mencari pelayan yang BENAR.
Kitapun
juga harus BENAR dalam melayani Tuhan. Setelah
menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang benar, Tuhan
menghendaki PERKEMBANGAN. Kalau
tongkat tetap tongkat, maka satu waktu, tongkat itu akan rapuh dan
hancur. Karena itu, Tuhan
menghendaki supaya tongkat itu bisa berbunga dan berbuah.
Dalam
cerita tadi, hamba
yang memiliki 5 dan 2 talenta mempunyai perkembangan. Hamba
yang memiliki 5 talenta, berkembang 5 talenta. Yang punya 2 talenta,
berkembang 2 talenta. Kalau dijumlah, perkembangan
talenta ini sama dengan 7 talenta.
Angka
7 menunjuk pada kesempurnaan. Jadi,
8 talenta berkembang pada 7 talenta (dari
kebenaran berkembang pada kesempurnaan).
Jadi,
Tuhan menghendaki supaya kehidupan yang sudah benar, bisa berkembang
ke arah kesempurnaan sampai jadi sempurna seperti Yesus, untuk bisa
menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
PROSES
PERKEMBANGAN TALENTA Filipi
2: 12-16 2:12.
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah
kerjakan keselamatanmu
dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir,
tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 2:13. karena
Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan
menurut kerelaan-Nya. 2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak
bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 2:15. supaya kamu
tiada beraib dan tiada bernoda,
sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan
yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya
di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 2:16. sambil
berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari
Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma
bersusah-susah.
ay.
12= 'tetaplah
kerjakan keselamatanmu'=
sekalipun sudah selamat, tetap harus mengerjakan keselamatan tersebut
sampai tidak beraib (sempurna).
Dari antara
SELAMAT DAN SEMPURNA, kita HARUS tampil sebagai bintang-bintang
yang bercahaya. Jadi,
kita yang sudah menerima talenta harus berkembang juga sampai menjadi
bintang-bintang bercahaya sekalipun kita belum sempurna. JANGAN
MENJADI BINTANG YANG GELAP,
karena bintang itu akan gugur!
PROSES
MENJADI BINTANG BERCAHAYA
- mengerjakan
keselamatan dengan takut dan gentar.
Filipi
2: 12-16 2:12.
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu
tetaplah
kerjakan keselamatanmu
dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir,
tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Keselamatan,
itu adalah modal. Kalau ini tidak dikerjakan, maka modal ini akan
habis. Artinya, keselamatan itu bisa habis dan akibatnya tidak
selamat lagi.
Cara
mengerjakan keselamatan adalah lewat ibadah dan pelayanan kepada
Tuhan.
Kita
harus beribadah melayani Tuhan dengan TAKUT
DAN GENTAR,
bukan dengan sembarangan. Takut
dan gentar=
setia dan tanggung jawab kepada Tuhan, bukan kepada manusia.
Untuk
bisa setia dan tanggung jawab, kita harus masuk
dalam sistem penggembalaan. Penggembalaan
adalah tempat untuk MEMPERTAHANKAN
DAN MEMPERKEMBANGKAN
keselamatan sampai menuju kesempurnaan.
Kalau tidak
tergembala (beredar-edar), ia akan bertemu dengan setan yang seperti
singa yang beredar-edar. Dan ia akan ditelan, sehingga kehilangan
keselamatan. Tidak
tergembala=
tidak mengerjakan keselamatan.
- proses
penyucian.
Filipi
2: 14-15 2:14.
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan
berbantah-bantahan, 2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada
bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah
angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu
bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di
dunia,
Penyucian
ini seperti carang melekat pada Pokok Anggur yang benar, sehingga
carang itu bisa dibersihkan.
Yohanes
15: 3 15:3.
Kamu memang sudah bersih karena firman
yang telah Kukatakan
kepadamu.
Kita
disucikan dengan Firman yang Tuhan katakan,
itulah Firman yang dibukakan rahasianya (Firman pengajaran yang
benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua).
Yang
disucikan adalah:
- perbuatan-perbuatan
dosa.
Galatia
5: 19-21 5:19.
Perbuatan
daging
telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20.
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati,
amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21.
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya
itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa
barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat
bagian dalam Kerajaan Allah.
Perbuatan
dosa inilah yang membuat bintang itu menjadi gelap. Dan kalau
bintang sudah gelap, bintang itu akan jatuh.
- tabiat
dosa.
Wahyu
8: 10-11 8:10.
Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari
langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia
menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. 8:11.
Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air
menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah
menjadi pahit.
Tabiat
dosa yang harus disucikan adalah kepahitan. Kalau
ada kepahitan, bintang itu juga akan gugur.
- perkataan.
Filipi
2: 14-15a 2:14.
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak
bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 2:15.
supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah
yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya
dan yang sesat ini
Perkataan
yang disucikan adalah bersungut-sungut
atau bertengkar mulut. Kalau
perkataan kita disucikan, perkataan kita bisa menjadi berkat bagi
sesama dan tidak ada dusta dari perkataan kita, sampai satu waktu
tidak salah dalam perkataan (sempurna seperti Yesus).
Yakobus
3: 2 3:2.
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak
bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat
juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
- berpegang
pada Firman kehidupan.
Filipi
2: 16-17 2:16.
sambil berpegang
pada firman kehidupan,
agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma
berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 2:17. Tetapi sekalipun
darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita
dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
Sebagai
bintang, kita harus berpegang pada Firman kehidupan
dan tidak berpegang pada apapun yang ada dibumi ini! Sehingga
saat bumi berguncang, kita tidak akan terguncang.
Berpegang
Firman kehidupan, artinya:
- berpegang
teguh pada Firman pengajaran benar yang sudah menjadi pengalaman
hidup kita.
- taat
dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar apapun resikonya.
Kalau
kita mendengar pemberitaan Firman, itu adalah saat Tuhan mengulurkan
TanganNya pada kita. Kalau kita taat, kita juga mengulurkan tangan
pada Tuhan, sehingga kita
ada dalam pelukan Tangan kasih Tuhan.
Hasil
kalau kita taat dengar-dengaran/hidup dalam Tangan kasih Tuhan:
- Tangan
kasih Tuhan mampu
untuk memberkati dan memelihara kehidupan kita
ditengah dunia yang sudah bergoncang.
Ulangan
28: 1-2, 8 28:1.
"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan
melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu
pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas
segala bangsa di bumi. 28:2. Segala berkat ini akan datang
kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN,
Allahmu: 28:8. TUHAN
akan memerintahkan berkat
ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan
memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN,
Allahmu.
- Tangan
kasih Tuhan memberi
kuasa kemenangan
untuk mengalahkan setan tritunggal yang merupakan sumber pencobaan,
dosa dan air mata.
Filipi
2: 8-10 2:8.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan
taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 2:9. Itulah
sebabnya Allah
sangat meninggikan Dia
dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10.
supaya
dalam nama Yesus bertekuk lutut
segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di
bawah bumi,
- Tangan
kasih Tuhan mengangkat
kita sampai ke tahta Surga
(Filipi
2: 9).
Di
dunia ini, Tuhan juga mampu mengangkat kita dari kegagalan kita. Apa
yang sudah merosot, Tuhan juga mampu mengangkat. Dan saat Tuhan
datang kembali, kita akan diangkat untuk bertemu dengan Dia di
awan-awan yang permai.
Apa
yang kita kumpulkan dibumi, tidak ada artinya, jika saat Tuhan datang
kembali, kita tidak ikut terangkat bersama Tuhan!
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|