English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 22 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta.
SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA
Matius 25: 19, 27
25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu...

Ibadah Doa Malang, 27 Mei 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Oktober 2010 (Sabtu Sore)
Dalam susunan tabernakel, Markus 15 terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.

Markus 15:1-20...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Juni 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:51-53
9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus...

Ibadah Persekutuan Jakarta II, 10 Agustus 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 04 November 2012 (Minggu Sore)
Disertai penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juni 2009 (Senin Sore)
Efesus 4: 15
Malam ini kita akan melihat ada 3 langkah untuk bertumbuh ke arah Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 April 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 27 Juni 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Ibadah Doa Surabaya, 19 Oktober 2011 (Rabu Sore)
Matius 26 : 47-56
YESUS DITANGKAP/PENANGKAPAN YESUS.

Matius 26 : 47-50
26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Ibadah doa dan puasa
Matius 17: 21 17:21. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

= pentingnya berdoa dan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 22 Juni 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:37-42 tentang bangsa Israel keluar dari Mesir....

Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian Pujian Maria'.

Isi dari nyanyian pujian Maria:
Ayat 46-50...

Ibadah Raya Malang, 20 Agustus 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita mempelajari kitab wahyu 7: 9-17.
Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar:

  1. Ayat 1-8= seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel menerima meterai di dahi; menjadi inti dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018).
    Bangsa Israel menerima meterai di dahi mereka lewat jalur janji Tuhan kepada Abraham dan keturunannya.


  2. Ayat 9-17= bangsa kafir menerima meterai Allah di dahinya; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2018).
    Bangsa kafir menerima meterai lewat jalur kasih karunia Tuhan yang seharga kurban Kristus.

Keduanya--Israel dan kafir--yang mendapatkan meterai Allah di dahinya akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; masuk perjamuan kawin Anak Domba. Sesudah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru--duduk di takhta sorga.

Wahyu 7: 9
7:9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

'berdiri di hadapan takhta'= sampai di takhta sorga.

Syarat untuk berdiri di hadapan takhta sorga:

  1. Kita harus memakai jubah putih (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2018).


  2. Kita harus memegang daun palem (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2018 sampai Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 10 Mei 2018). Artinya: aktif dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Siang ini kita maju satu langkah.
Wahyu 7: 10-12
7:10. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
7:11. Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu;
mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12. sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

Ini adalah aktivitas di takhta sorga, yaitu: tersungkur; sama dengan menyembah dengan hancur hati--merasa tidak layak dan tidak mampu.
Ini yang harus kita lakukan di dunia ini sampai di takhta sorga, yaitu banyak tersungkur di bawah kaki Tuhan. Dengan adanya kejadian-kejadian yang menimpa gereja Tuhan di akhir zaman, jangan heran, memang Tuhan izinkan terjadi, supaya:

  • Kita masuk penggembalaan. Nanti akan dibedakan yang tergembala dan tidak.
  • Kita banyak tersungkur.

Praktik menyembah dengan hancur hati
:

  1. Mazmur 119: 20
    119:20. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.

    Praktik pertama menyembah dengan hancur hati: selalu merindukan hukum-hukum Tuhan/firman Tuhan, terutama firman pengajaran lebih dari semua perkara di dunia--seperti bayi rindu akan air susu.
    Bukan hanya merindukan firman, tetapi juga mengalami pekerjaan firman pengajaran yang benar yang sudah dipraktikkan.

    Pekerjaan firman pengajaran menusuk sampai kedalaman hati dan pikiran kita.
    Ini adalah tulisan raja Daud, dia bukan hanya rindu akan firman, tetapi juga sampai praktik dan mengalami pekerjaan firman.
    Mazmur 51: 18-19, 1-5
    51:18. Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
    51:19. Korban sembelihan kepada Allah ialah
    jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
    51:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
    51:2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
    51:3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
    hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
    51:4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
    51:5. Sebab aku sendiri
    sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

    Ayat 1= nabi Natan datang untuk menegor Daud yang sudah jatuh dengan Batsyeba dan membunuh suaminya.

    Hati yang hancur karena pekerjaan firman adalah sadar akan dosa, menyesali, dan mengakui dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama. Setelah diampuni jangan berbuat dosa lagi. Inilah kehidupan yang sangat berharga di hadapan Tuhan.
    Jadi berharga atau tidak bukan karena kaya, tetapi tidak berbuat dosa lagi; mengalami kelepasan dari dosa sampai membenci dosa.


  2. Lukas 20: 17-18=> perumpamaan tentang penggarap kebun anggur
    20:17. Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
    20:18. Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."

    'Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan'= kurban Kristus. Yesus adalah batu yang indah dan mulia, tetapi dibuang oleh tukang-tukang bangunan, artinya Ia disalibkan.
    'hancur'= hancur hati.

    Praktik kedua menyembah dengan hancur hati: menghargai dan meninggikan kurban Kristus.
    Artinya:


    1. 1 Petrus 4: 1-2
      4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      Yang pertama: rela sengsara daging untuk bertobat; berhenti berbuat dosa.
      Tadi kita mengaku dosa, sekarang rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; hidup sesuai dengan kehendak Tuhan (ayat 2); sama dengan hidup dalam kebenaran.

      Inilah pengertian jatuh ke atas batu dan hancur--hancur hati. Kalau keras hati, ia akan ditimpa batu, sehingga remuk dan binasa.


    2. Yang kedua: rela sengsara daging tanpa dosa--lebih tinggi tadi, tadi rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa (memang ada dosanya), sekarang ditingkatkan lagi, yaitu rela sengsara daging tanpa dosa (sudah hidup benar tetapi masih sengsara). Untuk apa?
      Supaya ada keubahan/kemuliaan.

      2 Korintus 4: 16-17
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

      'Kemuliaan'= keubahan hidup.
      Kita rela mengalami sengsara daging tanpa dosa, supaya kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Di dalam injil Lukas tadi, perikopnya adalah penggarap kebun anggur, berarti ada buah anggur. Jadi berubah sama dengan berbuah anggur yang manis. Mulai dari perkataan yang manis (tidak boleh ada dusta; jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar). Kalau sudah jujur, kita akan berbuah manis dan berkenan pada Tuhan dan sesama; menjadi berkat dan kesaksian bagi sesama.

      Hakim-hakim 9: 12-13
      9:12. Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
      9:13. Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang
      menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?

      Kejujuran sama dengan menjadi rumah doa; doa dijawab oleh Tuhan.
      Perkataan manis juga mengalir pada bibir orang yang sedang tidur. Banyak kali kita bertanya: Kok Tuhan seperti tidur, saya tidak ditolong-tolong? Tuhan tidak pernah tidur, tetapi Dia menunggu satu saja, yaitu perkataan manis.

      Kidung Agung 7: 9
      7:9. Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

      Perkataan manis= kesaksian bagi sesama. Kalau berdusta, akan pahit getir. Tadi malam di ibadah kaum muda, dusta sama dengan kusta; bukan hebat tetapi bau dan hancur lebur. Kalau masih tetap berdusta, akan hancur lebur, dan Tuhan tetap tidur. Biar angin gelombang datang, Ia tetap tidur, tidak bergairah sekalipun kita berteriak-teriak.

      Tetapi kalau sudah jujur, ada perkataan manis yang melimpah ke bibir orang yang sedang tidur--menunjuk pada Yesus yang tidur di buritan kapal dan murid-murid mengeluarkan perkataan manis: Yesus, tolonglah kami--, Ia langsung bangun: Diam, tenang!, dan semua selesai.

      Inilah penyembahan dengan hancur; jatuh di atas kurban Kristus, artinya menghargai kurban Kristus sampai kita benar-benar jujur. Ini adalah buah yang manis, sampai menggairahkan Yesus dengan kuasa kebangkitan untuk menolong kita; Dia tidur--mati--, tetapi Dia bangun--bangkit--untuk meneduhkan angin dan gelombang yang menghantam hidup kita. Jangan berdusta!

      Kalau berdusta, hidupnya pasti susah payah dan hancur lebur; tidak ada manisnya, tetapi pahit getir. Jangan! Apalagi untuk menang atas orang lain, kemudian kita memfitnah atau berdusta. Mungkin merasa hebat sesaat, tetapi setelah itu hancur selamanya. Sebaliknya kita sengsara sesaat untuk jujur, tetapi ada Yesus yang bergairah dengan doa kita, untuk meneduhkan angin dan gelombang, artinya menyelesaikan masalah, dan kita bisa mencapai pelabuhan Yerusalem baru. Sungguh-sungguh! Tuhan tolong kita semua.


  3. Wahyu 7: 10-12
    7:10. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
    7:11. Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
    7:12. sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

    Praktik ketiga menyembah dengan hancur hati: selalu mengucap syukur kepada Tuhan, tidak ada omelan dan lain-lain.
    Hari-hari ini, apapun yang terjadi, biar kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan, itulah suasana takhta sorga.

    Tadi rindu akan firman pengajaran yang benar, praktik, sampai mengalami pekerjaan firman. Kita bisa mengaku dosa, terlepas dari dosa, sampai membenci dosa, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan dan sesama. Kalau ada dosa, sedikit saja, akan mudah benci dan marah. Tetapi kalau membenci dosa, biarpun ada orang berbuat jahat kepadanya, ia akan membalas dengan kebaikan.

    Kemudian menghargai kurban Kristus: rela sengsara untuk berhenti berbuat dosa--hidup benar--, dan rela sengsara tanpa dosa--berubah untuk bisa berbuah manis (perkataan jujur, dan menjadi rumah doa). Ada anggur manis yang mengalir pada sesama--menjadi berkat. Orang yang sudah malas ke gereja atau berbuat dosa, kita bersaksi, bisa kembali. Dan juga mengalir pada bibir orang yang sedang tidur--Tuhan terus bergairah untuk menjawab doa kita.

    Jangan bertengkar! Kalau bertengkar air bah yang datang.

    Dan yang ketiga: selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
    1 Timotius 1: 12
    1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--

    Syarat untuk bisa selalu mengucap syukur adalah kuat teguh hati.
    Kalau bimbang/ragu/lemah, ia akan mengomel/bersungut dan tidak percaya lagi.

    Efesus 3: 16
    3:16. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

    Kuat teguh hati berarti ada Roh Kudus di dalam hati kita. Tuhan naik ke sorga, Ia berjanji akan datang kembali untuk membawa kita ke tempat-Nya. Tetapi Dia tahu kita lemah, karena itu Ia mengirimkan Roh kudus bagi kita, terutama di hati kita. Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra, supaya kita bisa kuat teguh hati, artinya:


    1. Kuat teguh hati menghadapi apapun juga:


      1. Menghadapi berkat/keberhasilan, kita tidak bangga tetapi hanya mengucap syukur kepada Tuhan. Kalau bangga, nanti akan mengomel kalau merosot sedikit.
        Ada juga yang saat menerima berkat tidak mau beribadah lagi.


      2. Menghadapi pencobaan/halangan/tantangan dan sebagainya, kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi tetap mengucap syukur kepada Tuhan.
        ada juga yang kecewa saat menghadapi tantangan dan rintangan. Jangan! Mohon kepada Tuhan!


    2. Tetap setia dan dapat dipercaya dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--'Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku'.


    3. Tetap mengucap syukur dan menyembah Tuhan.

Inilah aktivitas kita di takhta sorga; aktivitas di dunia sama dengan aktivitas di takhta sorga.
Banyak dengar firman, menghargai kurban Kristus, dan tersungkur di kaki Tuhan!

Kalau sudah bisa menyembah Tuhan dengan hancur hati--lewat tiga praktik di atas--, maka kita bisa menghampiri takhta Tuhan. Aktivitas di takhta dimulai dari sekarang! Tuhan datang kepada kita, kita juga datang kepada-Nya.
Yesaya 57: 15
57:15. Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

'Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus'= takhta sorga. Dari takhta sorga mengalir air kehidupan.
Wahyu 22: 1
22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Kalau sudah bisa menghampiri takhta sorga, dari takhta akan mengalir air kehidupan. Praktik siang ini adalah banyak tersungkur, kita membutuhkan air kehidupan. Saya ditekankan Tuhan untuk banyak tersungkur.
Kita mengalami sungai air kehidupan/Roh Kudus yang dijanjikan. Dia tahu, betapa lemahnya kita--seperti anak ayam; seperti bayi.

Roh Kudus mengalir untuk mengurapi, memenuhi kita, sampai meluap-luap dalam hidup kita. Jangan kering hari-hari ini! Mohon siang ini! Paling minimal kita disentuh Roh Kudus, kita sudah senang, lebih lagi diurapi, lebih lagi dipenuhi, dan selalu meluap-luap dalam Roh Kudus.

Hasilnya:

  1. Yehezkiel 47: 8
    47:8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
    47:9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir,
    semuanya di sana hidup.

    Di Laut Asin tidak ada kehidupan karena kadar garamnya tinggi, tetapi kalau ada air kehidupan/Roh Kudus, airnya menjadi tawar.

    Hasil pertama: Roh Kudus membuat dari Laut Asin--tidak ada kehidupan--menjadi tawar--ada kehidupan.
    Artinya:


    1. Roh Kudus sanggup membuat yang tidak ada menjadi ada, untuk memelihara kita yang kecil dan tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di dunia selama tiga setengah tahun.

      Secara rohani: Roh Kudus memberikan damai sejahtera. Mungkin tidak ada damai, tetapi ketakutan, kepahitan dan lain-lain, kalau Roh Kudus menyentuh kita, kita akan mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan.


    2. Roh Kudus membuat yang mati menjadi hidup, artinya: Roh Kudus sanggup menjadikan yang mustahil jadi tidak mustahil; menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.


    Inilah aktivitas di takhta sorga yaitu kita banyak tersungkur hari-hari ini: rindu akan firman, menghargai kurban Kristus, dan mengucap syukur. Kita akan menghampiri takhta Tuhan, dan dari sana mengalir air kehidupan yang memberi hidup, damai, dan menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Tidak ada yang mustahil bagi Roh Kudus.


  2. Yehezkiel 47: 10
    47:10. Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

    Tadinya Laut Mati, siapa yang mau menangkap ikan di sana? Banyak yang pensiun, sudah melayani Tuhan lalu pensiun atau cuti. Biar siang ini disentuh oleh Roh Kudus. Yang sudah melayani tetapi loyo, begitu disentuh Roh Kudus ada kekuatan ekstra untuk giat kembali.

    Hasil kedua: Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra supaya kita tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Yang sudah berhenti melayani, kembali lagi dalam pelayanan dengan memenuhi syarat-syarat sesuai dengan alkitab.

    Ada gairah lagi untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita; kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Memang ada halangan dan rintangan, tetapi tetap kuat dan semangat!

    Jangan terpengaruh dengan situasi dunia! Orang beribadah memang harus menghadapi aniaya. Jangan takut! Tuhan tolong kita. Tetap setia dan berkobar!

    Yehezkiel 47: 11
    47:11. Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.

    Hati-hati! Jangan jadi rawa! Sudah diberkati jasmani dan rohani, ditolong, dan dipakai dalam pelayanan--hidup menjadi indah--, jangan jadi rawa. Rawa itu hanya menerima, tidak bisa mengalir, sehingga menjadi garam dosa.
    Setelah diberkati dan dipakai oleh Tuhan, jangan lupa, kita harus menjadi berkat--mengalir--bagi yang lain. Ke atas kita mengembalikan milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, dan juga mengalir--menjadi berkat bagi orang lain.

    "Secara daging, untuk apa ibadah persekutuan? Begini saja sudah cukup. Tetapi saya takut, jangan jadi rawa. Mengalir--rumus Abraham--, dapat berkat, kembalikan pada Tuhan dan mengalir lagi, begitu seterusnya. Kalau berhenti, satu waktu rawa akan jadi banjir besar.
    Di Kalimantan tidak ada sungai, hanya lalang kering, tetapi air bisa naik, ternyata itu rawa. Kalau musim hujan, airnya akan naik sampai ke atas, sehingga kendaraan hilang semua. Habis semua kalau kita mau menjadi rawa. Lebih baik ke atas dulu untuk Tuhan kemudian mengalir, sampai Tuhan datang kedua kali.
    "


  3. Yehezkiel 47: 12
    47:12. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

    Hasil ketiga: berbuah sama dengan berubah. Roh Kudus sanggup mengubahkan kita terus menerus sampai buah kesempurnaan--mujizat secara rohani.
    'menjadi obat'= mujizat jasmani; sungai air kehidupan juga mengadakan mujizat jasmani; yang tidak mungkin menjadi mungkin.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali kita tidak salah dalam perkataan; kita sempurna seperti Tuhan--mujizat terakhir. Sekarang air kehidupan dari takhta sorga ke sini, dan kita naik sungai ini sampai ke takhta; kumpulan orang banyak di awan-awan, Firdaus yang akan datang (kerajaan Seribu Tahun Damai), sampai di hadapan takhta, kita bersorak sorai.

Banyak tersungkur di hadapan Tuhan. Biar Roh Kudus menolong kita.
Ada kesusahan, kekeringan, kepahitan atau apapun juga, hanya Roh Kudus yang bisa menolong. Apa keadaan kita, bawa kepada Tuhan, tersungkur di kaki Tuhan.

Kering jasmani, rohani, rumah tangga, dan masa depan, banyak kepahitan, kegagalan, kemustahilan, kekotoran, berseru kepada Dia dengan hancur hati.
Hancur hati sama dengan melembut untuk bisa disentuh oleh air kehidupan, diurapi, dipenuhi, dan meluap-luap. Dengan kejujuran kita tersungkur di bawah kaki Tuhan. Kita butuh Roh Kudus; minum air kehidupan apapun keadaan kita. Nikmati Roh Kudus!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top