English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:27-28
11:27 Ketika Yesus masih...

Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Markus 6: 17-20, 27
6:17. Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 12 Mei 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 18:13-27 adalah tentang pengangkatan hakim-hakim, sekarang menunjuk pada pemberian jabatan-jabatan.

Pelayanan...

Ibadah Raya Malang, 05 Maret 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Raya Malang, 04 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti,...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= tentang berjaga-jaga yang dikaitkan dengan waktu kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Oktober 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 05 Februari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, bahkan menyelamatkan kita semua.
Markus...

Ibadah KKR Palangkaraya V, 26 Februari 2009 (Kamis Sore)
Ibrani 13: 1
"Peliharalah kasih persaudaraan"Sudah 4 kali kita mendengar tema ini. Sangat singkat, tapi sangat...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 10 April 2017 (Senin Malam)
Puji TUHAN, kita masih melanjutkan firman TUHAN pada ibadah doa tadi.
Wahyu 6: 2
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor...

Ibadah Doa Surabaya, 04 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Markus 10:45, Yesus memberikan 2 teladan dalam pelayanan yang benar: Anak Manusia...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Salam damali sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, selamat malam dan selamat mendengarkan Firman...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2016 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8b-11 => aktifitas/kegiatan di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016).
Ada dua aktifitas/kegiatan utama di takhta sorga:

  1. Wahyu 4: 8
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Yang pertama: ayat 8b= aktifitas penyucian ('Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah') (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016).


  2. Wahyu 4: 9-11
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
    mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya TUHAN dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Yang kedua: ayat 9-11: aktifitas penyembahan--berdoa menyembah TUHAN.

Biarlah ini juga terjadi pada kita yang masih hidup di dunia. Selain kegiatan-kegiatan rutin sehari-hari--belajar, bekerja dan lain-lain dengan sungguh-sungguh--tetapi jangan lupa ada kegiatan takhta sorga, yaitu kegiatan penyucian dan penyembahan, supaya kita bisa hidup dalam suasana takhta sorga sekalipun kita hidup di tengah dunia yang terkutuk, sampai satu waktu jika Yesus datang kedua kali, kita sungguh-sungguh duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

Kita masih belajar AKTIFITAS PENYUCIAN.
Wahyu 4: 8

4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

'Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah'; 'yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang' = penyucian tubuh, jiwa, roh kita--dituliskan tiga kali 'Kudus'--oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Apa yang disucikan?
1 Korintus 5: 11
5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Ada enam dosa yang menguasai tubuh, jiwa dan roh kita--dosa yang mendarah daging dalam kehidupan kita:

  1. Dosa yang menguasai tubuh: cabul dan pemabuk.
    'Pemabuk' adalah dosa makan minum (merokok, mabuk dan lain-lain).
    'Cabul' adalah dosa kawin mengawinkan.


  2. Dosa yang menguasai jiwa: kikir, pemfitnah, penipu.
    'Kikir' = tidak bisa memberi, dan biasanya cenderung serakah--merampas milik orang lain.
    'Pemfitnah' = yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar.
    'Penipu' = termasuk dusta.


  3. Dosa yang menguasai roh: penyembahan berhala.
    Penyembahan berhala adalah segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi TUHAN--tidak bisa mengutamakan TUHAN--; mengutamakan sesuatu lebih dari TUHAN--saat diperhadapkan pada dua hal, kita lebih mengutamakan sesuatu lebih dari TUHAN.

Ini yang harus disucikan oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kalau masih ada enam dosa yang mendarah daging, di ayat tadi disebutkan: 'Tidak bisa makan bersama-sama'.
Artinya: tidak bisa bergaul; tidak bisa berfellowship; tidak bisa masuk dalam kesatuan tubuh Kristus.

Bersamaan dengan penataran calon imam dan imam-imam; kalau kita mau menjadi imam-imam--pelayan TUHAN--, harus dimulai dengan kegiatan penyucian.

Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12. untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ayat 11 => lima jabatan pokok; kalau dijabarkan ada banyak jabatan pelayanan, seperti pemain musik, penerima tamu dan lain-lain.
'orang-orang kudus'= kehidupan yang mengalami penyucian dari enam dosa yang mendarah-daging.

Kalau tubuh, jiwa, roh kita disucikan dari enam dosa yang mendarah-daging lewat pekerjaan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan--diangkat menjadi imam dan raja--, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.
Tadi, kalau mempertahankan enam dosa, kita tidak bisa bergaul. Tetapi kalau kita mau disucikan, kita bisa diperlengkapi dengan jabatan pelayanan untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Pembangunan tubuh Kristus adalah:

  • Mulai dari dalam nikah; kalau dalam nikah masih ada enam dosa ini, tidak bisa bergaul--tidak bisa menyatu; tidak bisa berfellowship. Istilah 'makan bersama' sekarang artinya berfellowship, sampai nanti makan bersama dalam perjamuan kawin Anak Domba, pada saat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Tidak bisa makan bersama-sama artinya tidak bisa berfellowship; terasing; terpisah selamanya. Oleh sebab itu, dalam nikah--suami, isteri, anak, orang tua--harus disucikan dulu, baru bisa menjadi satu.


  • Dalam penggembalaan, kalau masih menyembunyikan enam dosa, akan tersingkir--terasing.
  • Antar penggembalaan juga akan terasing kalau menyimpan enam dosa.
  • Sampai nanti Israel dengan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Kalau masih mempertahankan enam dosa, kita akan terasing dari tubuh Kristus.
Akibatnya: tertinggal saat Yesus datang kedua kali, berarti terpisah untuk selamanya; binasa untuk selamanya.

Mari, menjadi imam dan raja--pelayan TUHAN--dimulai dari kegiatan penyucian. Kalau sudah suci, pasti diperlengkapi oleh TUHAN dengan jabatan pelayanan, dan dipakai oelh TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--ita makan bersama dengan TUHAN sampai duduk di takhta sorga selamanya.
Tetapi kalau masih mempertahankan enam dosa yang menguasai tubuh, jiwa dan roh, kita akan terasing dari tubuh Kristus--mulai dari dalan--dan ketinggalan saat Yesus datang kembali--terpisah untuk selama-lamanya; binasa selamanya.

Kita sungguh-sungguh hari-hari ini, supaya kita bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.

Sebenarnya pembangunan tubuh Kristus hanya untuk bangsa Israel saja. Tetapi, dalam injil Yohanes 2, TUHAN memberikan dasar pembangunan tubuh Kristus untuk bangsa kafir.
Yohanes 2: 19-21
2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "
Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan
Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Dalam perjanjian lama, TUHAN bekerja dan berdiam di tengah umat-Nya lewat pembangunan Bait Allah secara jasmani:

  • Mulai dari Musa diperintahkan untuk membangun Tabernakel,
  • kemudian raja Salomo diperintahkan untuk membangun Bait Allah Salomo,
  • kemudian terjadi pembangunan Bait Allah di Yerusalem yang dibangun selama 46 tahun.

Semua ini dalam sistem Taurat.
Angka '46' = 4 hukum pada loh batu I dan 6 hukum pada loh batu II => sistem Taurat; hanya untuk bangsa Israel. Bangsa kafir tidak bisa masuk ke dalamnya, tidak bisa berhubungan/bergaul dengan Allah.

Yohanes 2: 19-21
2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Tetapi bersyukur, dalam perjanjian baru, TUHAN berpindah dari Bait Allah jasmani ke Bait Allah rohani yaitu pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

DASARNYA: 'tiga hari'--'dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali'.
Ini menunjuk pada kematian dan kebangkitan TUHAN--kurban Kristus.

Jadi, karena Yesus rela mati di kayu salib--merupakan naugerah TUHAN yang besar--, maka bangsa kafir bisa masuk dalam ppembangunan bait Allah yang rohani--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Persekutuan/pembangunan tubuh Kristus HARUS PUNYA POKOK, yaitu harus berdasarkan firman pengajaran yang benar--pokok anggur yang benar; pribadi Yesus--; seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.
Ini dasarnya dan tidak boleh dipisahkan.

Ini yang selalu ditekankan. Mulai dari dalam nikah, kalau mau menjadi satu tubuh, harus satu pengajaran yang benar. Dalam penggembalaan, fellowship harus satu pengajaran yang benar; sampai nanti satu tubuh Kristus yang sempurna. Israel dan kafir bisa menjadi satu tubuh yang sempurna karena berdasarkan pada satu firman pengajaran yang benar. Yesus sebagai Kepala/pokok, itulah firman pengajaran yang benar. Ini yang harus selalu dilihat, kalau tidak, akan sia-sia.

Yohanes 5: 2-5
5:2. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3. dan di serambi-serambi itu berbaring
sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
5:4. Sebab sewaktu-waktu
turun malaikat TUHAN ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5:5. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.

Kita harus hati-hati, ada persekutuan tetapi tanpa pokok yang benar.
Tanda pelayanan pembangunan tubuh Kristus/persekutuan tubuh Kristus yang tidak berdasarkan firman pengajaran benar, tetapi hanya perkara jasmani:

  1. 'Sebab sewaktu-waktu turun malaikat TUHAN ke kolam itu'= Hanya menampilkan malaikat.
    Artinya: menampilkan figur manusia--figur hamba TUHAN, artis dan lain-lain.


  2. Egois; hanya mencari kepentingan/keuntungan diri sendiri.
    Saat tidak terjadi apa-apa, semuanya rukun. Begitu ada goncangan, semua saling sikat supaya sembuh--mau lebih dulu--; kalau ada goncangan berkat, semua ingin lebih dulu; tetapi saat ada goncangan yang negatif, lari duluan. Ini egois!

Inilah persekutuan orang-orang yang bercacat cela--timpang, lumpuh, buta--; persekutuan tanpa firman pengajaran yang benar. Artinya: tetap bercacat cela secara rohani; tidak bisa sempurna.

Sebaliknya, kalau persekutuan berdasarkan firman pengajaran benar--mulai dari dalam nikah--, akan terjadi pemulihan-pemulihan dan penyucian-penyucian sampai sempurna, tak bercacat cela. Ini yang harus kita doakan sungguh-sungguh.

Masuk persekutuan tubuh Kristus dalam nikah, harus berdoa sungguh-sungguh supaya di sana benar-benar terjadi pemulihan, penyucian sampai sempurna. Suami, isteri, anak-anak semuanya disucikan sampai tak bercacat cela. Masuk dalam penggembalaan juga, yang dipikirkan bukan yang jasmani, tetapi pemulihan. Sebab kita semua seperti orang-orang cacat secara rohani. Lima serambi menunjuk pada lima benua, artinya di seluruh dunia banyak orang cacat rohani--dalam dosa, bercacat cela. Ini membutuhkan satu persekutuan yang benar; yang berdasarkan firman pengajaran yang benar. Ini yang bisa memulihkan kita, baik pribadi kita, nikah kita disucikan, sampai penggembalaan dan mencapai tubuh yang sempurna--tidak bercacat cela--yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Jangan salah masuk dalam persekutuan--mulai dari dalam nikah--! Harus lihat firman pengajaran yang benar!

Kalau sudah terlanjur, sekarang kita sudah mengerti, mari kita berdoa, berjuang dan berumul, supaya menjadi satu pokok--satu firman pengajaran yang benar. Ini yang bisa memulihkan dan menyucikan sampai menyempurnakan kita semua.

Jadi, kalau kita mau melayani, jalurnya adalah:

  1. Kesucian; kita disucikan dari enam dosa yang mendarah-daging.
  2. Kita diberi jabatan pelayanan--diangkat menjadi imam dan raja untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN berikan kepada kita; bergantung pada gerakan dari TUHAN.


  3. Dasar pelayanan kita harus benar, yaitu:


    1. Kurban Kristus--kemurahan TUHAN--, supaya bangsa kafir bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.
    2. Firman pengajaran yang benar.
      Hasilnya: terjadi pemulihan sampai kesempurnaan.
      Bukan hanya pemulihan yang jasmani, tetapi terutama yang rohani. Kalau pemulihan rohani terjadi, pemulihan jasmani pasti terjadi. Tidak mungkin tidak! Perhatikan baik-baik!

      Jangan kita seperti orang yang lumpuh selama tiga puluh delapan tahun; tetap bercacat cela. Tidak ada artinya masuk dalam nikah, penggembalaan, dan fellowship kalau kita masih bercacat cela. Kalau TUHAN datang, kita akan tertinggal.


    Mari sungguh-sungguh, cari dasar yang benar, yaitu kurban Kristus--bangsa kafir bisa masuk pembangunan tubuh Kristus--dan pengajaran yang benar--terjadi pemulihan!

Kemudian, TEMPAT pembangunan tubuh Kristus
Imamat 21: 12
21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Perikop:Kudusnya para imam.

Tempat pembangunan tubuh Kristus adalah ruangan suci dari Tabernakel.
Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat, sekarang menunjuk pada kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:

  • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya--domba-domba diberi minum.


  • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus--domba-domba diberi makan.


  • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--domba-domba bisa bernafas (ada sirkulasi udara yang baik).

Imam-imam harus berada di ruangan suci, tidak boleh keluar!
Tugas seorang gembala adalah membawa domba-domba masuk dalam kandang penggembalaan. Ini tugas berat seorang gembala, sebab di sinilah tempat pembangunan tubuh Kristus.

Kalau kita berada di kandang penggembalaan, hasilnya: kita menjadi kehidupan yang dikhususkan bagaikan biji mata TUHAN sendiri.
Artinya:

  1. Arti pertama 'kita dikhususkan bagaikan biji mata TUHAN sendiri': kita dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh TUHAN, di tengah kesulitan, kejahatan dan kenajisan dunia/padang gurun dunia yang tandus. Kita tenang saja.

    Secara jasmani: semua ditanggung oleh TUHAN; Gembala yang bertanggung jawab atas hidup kita. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Gembala yang Baik menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Kalau nyawa-Nya saja diserahkan, apalagi hanya kebutuhan jasmani, Dia pasti bisa memenuhi segala kebutuhan kita.

    Secara rohani: terjadi pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani.

    Dewasa rohani artinya:


    1. Banyak berdiam diri; banyak mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman.

      Kalau masih banyak bergosip, banyak bertanya, banyak menyalahkan orang, berarti rohaninya masih anak kecil--tingkat anak-anak.


    2. Bisa membedakan mana yang benar dan tidak benar, mulai dari pengajaran yang benar dan tidak benar--makanan yang benar dan tidak benar; sampai bisa membedakan segala sesuatu yang benar dan tidak benar. Tidak perlu bertanya lagi.

      Kalau anak kecil tidak bisa membedakan. Sama seperti orang Niniwe yang tidak bisa membedakan tangan kiri dan tangan kanan--yang benar jadi salah dan sebaliknya. Akibatnya, hukuman TUHAN yang datang.

      Inilah tanda kerohanian yang masih anak-anak, tidak mengalami pertumbuhan.


    Mari, kalau kita mengalami pertumbuhan rohani, kita banyak koreksi diri lewat ketajaman pedang firman.
    Apa yang salah kita akui kepada TUHAN dan sesama. Tidak sulit, kalau memang salah, kita mengaku saja. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lag. Sudah beres dan hidup kita menjadi tenang/damai.
    Kalau tidak dewasa rohani, dia yang berbuat dosa, malah menyalahkan orang lain. Banyak menghakimi orang lain, menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain. Ini kebenaran diri sendiri; belum tahu mana kebenaran TUHAN, mana kebenaran diri sendiri; mana pengajaran benar, mana pengajaran tidak benar.

    "Kaum muda, sekalipun kita masih muda tetapi bisa tegas membedakan pengajaran benar dan tidak benar. Baru kita bisa membedakan segala sesuatu yang benar dan tidak benar: pelayanan yang benar dan tidak benar; penyembahan yang benar dan tidak benar; nikah yang benar dan tidak benar. Kita tidak perlu bertanya lagi kalau sudah tahu membedakan makanan firman yang benar dan tidak benar."

    Ini gunanya penggembalaan, yaitu terjadi pertumbuhan rohani.
    Mari, kita banyak berdiam diri--koreksi diri--sampai kita bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar; tegas membedakan segala sesuatu yang benar dan tidak benar.

    Sangat menjadi beban, kalau seseorang tidak tahu mana yang benar dan tidak benar. Betul-betul sangat kacau. Di dalam rumah tangga, kalau ada yang tidak bisa membedakan mana yang benar dan tidak benar, rumah tangga akan betul-betul kacau. Kita harus berdoa.

    Inilah arti pertama 'kita dikhususkan bagaikan biji mata TUHAN sendiri', yaitu kita dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN secara jasmani dan rohani sampai bertumbuh ke arah kedewasaan rohani.


  2. Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya' = tetap hidup dalam kesucian; tidak melanggar kesucian. Kandang penggembalaan adalah ruangan suci. Kalau kita berada di dalamnya, kita harus suci; begitu keluar, kita melanggar kesucian.

    Arti kedua 'kita dikhususkan bagaikan biji mata TUHAN sendiri': tetap hidup dalam kesucian, sehingga minyak urapan Roh Kudus selalu ada di atas kepala kita--selalu hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Semakin disucikan, urapan Roh Kudus semakin kuat menguasai kehidupan kita; daging semakin tak berkuasa, semakin tak bersuara.

    Inilah menjadi seroang imam.
    Kegiatan takhta sorga--kegiatan penyucian--ada kaitan dengan pelayanan dan penyembahan. Kita mau disucikan dari enam dosa yang mendarah-daging oleh pedang firman. kemudian, kita diberi jabatan pelayanan--diangkat menjadi imam dan raja. Dasar yang benar adalah kurban Kristus--supaya bangsa kafir bisa masuk, tidak melanggar; kalau dasarnya salah, berarti Taurat dan bangsa kafir tidak bisa masuk--dan firman pengajaran yang benar--supaya terjadi pemulihan, bukan persekutuan orang bercacat cela (persekongkolan). Lima serambi artinya sudah mendunia. Hanya menampilkan figur manusia dan egois. Tetap bercacat cela saat TUHAN datang dan akan tertinggal. Harus sungguh-sungguh!

    Sesudah itu, tetmpat kerjanya harus benar yaitu di dalam kandang penggmebalaan. Kita jadi kehidupan yang dipelihara--makan, minum dan semuanya ada--; kita menjadi kehidupan yang dikhususkan--kita dilindungi dan dipelihara secara jasmani dan rohani. Kita bertumbuh; selalu hidup dalam kesucian dan dalam urapan RoH Kudus.
    Yang sudah melayani, dituntun dan dibaharui lagi, sungguh-sungguh bagaimana penyuciannya, dasarnya dan tempatnya. Harus benar!

    Praktik hidup dalam kesucian dan urapan Roh Kudus--bukan dikuasai oleh keinginan dan hawa nafsu daging--:


    1. Yesaya 11: 1-3
      11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
      11:2. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
      11:3. ya,
      kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

      (terjemahan lama)
      11:3. Bahkan, iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.

      Ayat 2= urapan Roh Kudus.

      Praktik pertama hidup dalam kesucian dan urapan Roh Kudus: bernafas dalam takut akan TUHAN, karena kita menghadapi roh jahat dan najis di udara.

      Udara yang kita hirup, selain mengandung oksigen, juga mengandung roh jahat dan najis yang tidak bisa dideteksi oleh ilmu pengetahuan apapun di dunia, kecuali firman. Oleh sebab itu, kita harus bernafas dalam takut akan TUHAN, karena kita bernafas di mana-mana, dan di mana-mana ada roh jahat dan najis.

      Amsal 8: 13
      8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Bernafas dalam takut akan TUHAN artinya membenci dosa dan puncaknya dosa sampai membenci dusta.

      Bukan hanya tidak melakukan, tetapi sampai membenci. Kalau hanya tidak mau melakukan dosa, saat digoda atau dipaksa bisa berbuat dosa lagi. Tetapi kalau membenci dosa, mau bagaimanapun, kita tidak mau berbuat dosa.


    2. Yesaya 11:4
      11:4. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

      Tadi, kita beribadah melayani TUHAN dengan takut akan TUHAN, yaitu membenci dosa-dosa dan puncaknya dosa, sampai membenci dusta, bukan menyimpan dosa. Tidak boleh ada lagi! Mulai dari gembala. Inilah pelayan TUHAN.

      Praktik kedua hidup dalam kesucian dan urapan Roh Kudus: melayani dengan keadilan dan kejujuran.

      Keadilan = tidak memihak siapapun, kecuali TUHAN--memihak firman pengajaran yang benar. Cocokkan semua dengan firman pengajaran yang benar!

      "Mulai dalam nikah rumah tangga, tidak boleh memperlakukan anak yang satu berbeda dengan anak yang lain. Itu tidak adil. Kalau mau adil, jangan memihak siapapun, kecuali TUHAN--firman pengajaran yang benar. Itu saja, gampang. Kalau memihak orang, hidup kita susah; tetapi kalau memihak TUHAN, kita tidak pusing. Dulu, bangsa Israel menyembah berhala, sementara Musa naik ke gunung Sinai. Waktu Musa turun dari gunung, ia mengumpulkan orang banyak, ia berkata: 'Siapa memihak TUHAN?' Bukan: 'Siapa memihak Musa.' Sekarang banyak yang memihak pendeta ini, itu, salah. Apalagi kalau memihak saya, salah besar. Apanya yang mau dilihat? Tidak senior, tidak punya gereja dan sebagainya. Sungguh-sungguh kita hanya lihat TUHAN--firman pengajaran yang benar--, tidak peduli siapapun yang kita hadapi."

      Jujur = ya di atas ya, tidak di atas tidak; benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

      Kalau melayani dengan tidak jujur: 'Benar, tetapi..'; 'tidak, namun...'; pelayanan semacam ini tidak ada urapan, dan kita akan kering. Kalau gembala tidak adil dan jujur, kita akan kering. Kita berfellowship tetapi tidak jujur, akan kering.
      Hati-hati! Kalau tidak ada urapan, pasti tidak suci. Urapan dan kesucian itu berpasangan. Praktiknya: takut akan TUHAN. Titik! Tidak ada: 'oh ini karena...' Kemudian keadilan--memihak pengajaran yang benar--dan kejujuran--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak; benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

      Kalau memihak TUHAN, tidak peduli itu keluarga kita. Lihat firman! Kalau tidak boleh, ya tidak boleh. Jangan: 'Oh..adikku, kita anu ya...'

      "Saya takut juga dengan anak dan pengerja. Saya tidak mau membela, tapi lihat siapa yagn salah. Anak saya ada salah pada seseorang, saya pernah suruh cium lutut orang itu. Harus dididik. Tidak boleh memihak, tetapi hanya memihak TUHAN!"


    3. Yesaya 11: 5
      11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

      Inilah praktik melayani TUHAN hari-hari ini. Mudah saja.
      Tadi, kita disucikan dari enam dosa yang mendarah-daging, lalu dipercaya jabatan pelayanan--diangkat jadi imam dan raja untuk melayani pembangunan tubuh Kristus. Dasarnya adalah kurban Kristus--kemurahan TUHAN; bukan murahan--dan firman pengajaran yang benar--supaya terjadi pemulihan, penyucian, dan penyatuan; bukan tercerati-berai. Tempatnya harus benar, yaitu di ruangan suci--ketekunan dalam tiga mcam ibadah pokok, sehingga jasmani dipelihara dan rohani bertumbuh--kita hidup suci dan dalam urapan. Tidak boleh ditawar! Inilah biji mata TUHAN yang dikhususkan.

      Praktiknya: takut akan TUHAN, kemudian hidup dalam keadilan dan kejujuran.

      Praktik ketiga hidup dalam kesucian dan urapan Roh Kudus: melayani dengan kesetiaan dan kebenaran.

Inilah biji matanya TUHAN.
Yesaya 11: 1
11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Tunggul adalah gandum yang sudah dipanen/disabit, sisa di tanah, sudah tidak bisa apa-apa, tetapi bisa bertunas, berbunga dan berbuah. Luar biasa!
Yang penting adalah kita sekarang mengikuti kegiatan penyucian, yaitu kegiatan pelayanan: tempatnya benar, dasarnya benar, praktiknya yang benar, yaitu takut akan TUHAN, keadilan dan kejujuran, setia dan benar. Sekalipun kita tunggul, kalau kita menjadi biji mata TUHAN--dalam kesucian dan urapan Roh Kudus--, Roh Kudus akan menolong kita semua.

Apa keadaan kita sekarang? Tunggul secara rohani adalah kehidupan yang dipakai oleh setan--dipakai oleh Firaun untuk membangun kota Pitom dan Raamses. Sekarang gambaran dari pembangunan Babel--kehidupan yang jahat dan najis. Tetapi siang ini, kalau kita mau disucikan dan mau ditolong oleh TUHAN, kita bisa bertunas, berbunga dan berbuah.

Keluaran 1:11
1:11. Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.

Keluaran 5:12
5:12. Lalu berseraklah bangsa itu ke seluruh tanah Mesir untuk mengumpulkan tunggul gandum sebagai pengganti jerami.

Dulu, sebelum Musa diperintahkan TUHAN untuk membawa bangsa Israel ke luar dari Mesir, jeraminya masih disediakan sehingga orang Israel tinggal mencetak batu batanya. Tetapi setelah Musa diperintahkan TUHAN untuk membawa bangsa Israel ke luar dari Mesir, Firaun marah, sehingga tidak lagi menyediakan jerami, dan bangsa Israel harus mencari sendiri jeraminya, itulah tunggul gandum.

Secara rohani, tunggul gandum artinya kehidupan yang dipakai oleh setan--jahat dan najis. Tetapi kalau mau mendengar firman, mau disucikan-diurapi, dan mau digembalakan, masih bisa bertunas, berbunga dan berbuah.

Secara jasmani, tunggul gandum artinya tidak ada harapan, tidak bisa apa-apa, tidak berdaya apa-apa--dari segi ijazah, gaji--, tetapi kalau mau ikuti proses tadi sampai menjadi pelayan TUHAN bagaikan biji mata TUHAN sendiri--melayani dengan takut akan TUHAN, melayani dengan setia dan benar, melayani dengan keadilan dan kejujuran--, kuasa Roh Kudus akan membuat tunggul bisa bertunas, berbunga dan berbuah.

BERTUNAS:

  1. Hidup secara rohani.
    Roma 8: 13
    8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Roh Kudus mematikan perbuatan daging, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Bertahan pada hidup benar dan suci! Kita akan puas dan bahagia.
    Kalau berbuat dosa, hidupnya tidak pernah puas.

    "Berbuat dosa itu bagaikan fatamorgana di padang gurun dunia; saat kita haus, kita melihat di situ ada air, padahal pengelihatan yang semu. Kita ke sana, mencari kesegaran air dengan berbuat dosa. Ternyata tidak ada air, kita tidak puas lagi, sedangkan tenaga kita sudah berkurang karena berjalan. Kita berbuat dosa lagi, mencari fatamorgana yang lain, lama-lama akan rebah."

    Kalau kita hidup benar dan suci, kita mengalami kepuasan dan kebahagiaan sorga di tengah padang gurun dunia, sampai di tengah penderitaanpun, kita puas dan bahagia. Ini kuncinya.


  2. Bertunas/hidup secara jasmani.
    Mazmur 133: 2-3

    133:2. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
    133:3. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah
    TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

    TUHAN yang memerintahkan berkat-berkat jasmani dalam hidup kita, yang tidak bisa dihalangi oleh apapun.

    "Kita hanya berkata: 'Kok bisa?' Pengalaman saya yang sudah berulang kali diceritakan. Saat pertama kali menjadi hamba TUHAN, kalau saya gagal di sini, seterusnya juga gagal. Saya diizinkan tidak makan dan minum, saya mau lari dari TUHAN. Tetapi begitu terima, saya hanya bisa berkata: 'Kok bisa?' Sampai hari ini saya tidak bisa memikirkannya. Ketika reuni, saya bertemu dengan murid saya itu. Saya bertanya: 'Kok bisa kamu datang ke rumah saya? Padahal sudah 4 tahun tidak bertemu.' Dia menjawab: 'Saya juga tidak tahu, Pak. Tiba-tiba saya ingat Bapak, kalau saya tidak bayar uang les.' Waktu itu saya tidak punya uang dan dia datang. Bayangkan, kalau bukan TUHAN yang memerintahkan, lalu siapa? Inilah TUHAN perintahkan berkat. Kita tidak usah putus asa. Mungkin toko kita daerahnya kurang strategis, kurang modal dan sebagainya, baiklah, itu secara jasmani. Tetapi mari imbangi secara rohani, kita betul-betul menjadi imam-imam; pelayan TUHAN yang sungguh-sungguh. Sebaliknya, kita yang sudah ada modal dan lain-lain, kalau tidak diimbangi dengan yang rohani, bahaya! Sebab angin, gelombang dan badai bisa datang sekonyong-konyong. Kalau tidak ada TUHAN, siapa yang menolong kita? Kita sama-sama. Yang sekarang masih tunggul atau yang sudah berhasil, semuanya tetap, yaitu TUHAN perintahkan berkat kepada ktia semua. Tidak bisa dihalangi oleh apapun."

BERBUNGA--indah--: Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus--kemampuan ajaib dari Roh Kudus--kepada kita, sehingga kita bisa melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita.

"Dulu saya juga tidak mau menjadi gembala, karena saya tahu betapa beratnya menjadi seorang gembala. Tetapi kalau TUHAN yang memberikan jabatan, Dia juga yang memberikan karunia kepada kita."

Kalau kita mendapatkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, kita sedang mendapatkan jubah indah--hidup kita mulai indah; tidak telanjang lagi. Sebelum mendapatkan jubah indah, hidup kita belum indah.

BERBUAH: buah-buah Roh.
Galatia 5: 22-23
5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih(1), sukacita(2), damai sejahtera(3), kesabaran(4), kemurahan(5), kebaikan(6), kesetiaan(7),
5:23. kelemahlembutan
(8), penguasaan diri(9). Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Sembilan buah-buah Roh, dibagi menjadi tiga:

  1. Kasih, sukacita, damai sejahtera= gambar Allah Bapa--TUHAN.
  2. Kesabaran, kemurahan, kebaikan= gambar Anak Allah--YESUS.
  3. Kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri= gambar Allah Roh Kudus--KRISTUS.

Dulu, manusia diciptakan sesuai dengan gambar Allah tritunggal, salah satu buktinya adlaah taat dengar-dengaran. Saat Adam dan Hawa diciptakan menurut gambar Allah Tritunggal, mereka taat dengar-dengaran. Ketika TUHAN memerintahkan: 'Semua buah pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu,' mereka bisa taat. Tetapi begitu ular datang dan mereka memakan buah yang dilarang TUHAN, gambar Allah Tritunggal hilang.

Kalau kita ingin tahu: 'Apakah saya sudah berbuah-buah Roh? Apakah saya sudah kembali kepada gambar TUHAN?' Praktiknya adalah taat dengar-dengaran. Itu bukti kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.

Mari, taat dengar-dengaran apapun resikonya; mungkin belum sampai daging tidak bersuara, tapi sudah berani taat apapun resikonya.

"Seperti yang seringkali saya katakan, kita nanti harus memilih. Seperti dalam Kisah Rasul 5, rasul-rasul tidak diperbolehkan mengajar dan rasul Petrus dipenjarakan. Jawaban mereka: 'Kita harus lebih taat kepada siapa? TUHAN atau kalian? Kami taat pada Allah'. Nanti kita semua akan diperhadapkan. Kalau saya, yang paling banyak mungkin dalam hal pelayanan; mau pilih TUHAN atau sesuatu. Saudara juga, kemarin baru ada orang bertanya; saudaranya begini begitu, ini soal pernikahan. Saya katakan itu tidak boleh. Lalu dia mengatakan: 'Saya tidak akan datang, om.': 'Bagus.': 'Tapi nanti saya dimusuhi,' memang itu resikonya. Jangan takut! TUHAN beserta."

Inilah kembali pada gambar Allah Tritunggal, yaitu taat dengar-dengaran atau tunduk, dan kita ada di dalam tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung; tangan kanan TUHAN yang kuat.

1 Petrus 5: 5-6
5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6. Karena itu
rendahkanlah dirimu di bawah tangan TUHAN yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Kalau kita sudah kembali pada gambar Allah Tritunggal--buktinya taat dengar-dengaran apapun resikonya, bahkan sampai daging tidak bersuara--, berarti kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, dan tangan kanan Gembala Agung yang kuat--tangan anugeran yang besar--diulurkan kepada kita untuk memegang kita.

Hasilnya:

  1. Mazmur 16: 11
    16:11. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

    Hasil yang pertama: tangan kanan TUHAN--tangan anugerah dari Gembala Agung--memberikan nikmat kepada kita.
    Artinya: TUHAN memelihara dan memberikan kebahagiaan kepada kita semua.


  2. Mazmur 118: 15
    118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,

    Hasil yang kedua: tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, artinya memberikan kemenangan kepada kita, terutama atas setan tritunggal yang merupakan sumber segala yang tidak baik:


    1. Sumber masalah => kita menang dan semua maslaah selesai. Kalau tidak taat, justru menambah masalah.
    2. Sumber air mata => kita menang dan kita mengalami kebahagiaan.
    3. Sumber kehancuran => kita menang dan yang tidak baik menjadi baik.


  3. Mazmur 118: 16
    118:16. tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Hasil yang ketiga: tangan kanan TUHAN meninggikan kita (di 1 Petrus tadi: 'supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya'), artinya:


    1. Membuat semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
      Sekarang mungkin masih tunggul; bekerja susah, ini itu susah. Mari, ikuti proses. Ikuti suasana takhta sorga. Jangan malah mengeluh!

      "Seorang kaum muda menulis surat pada saya. Dia sudah bertobat, tadinya dia merasa sudah percuma: 'Saya sudah rajin, keluargaku begini; saya sudah rajin, saya melihat orang lain yang tidak ke gereja lebih enak, sedangkan saya susah.' Tetapi untung, di saat-saat kritis dia mendengar firman TUHAN dalam kebaktian kaum muda. Selesai kebaktian, dia langsung menulis surat kepada saya: 'Saya minta ampun, saya mau kembali pada TUHAN.' Dalam kebaktian dia sudah sengaja mengantuk saat mendengar firman; sengaja datang terlambat, supaya firmannya tinggal sedikit. Sebab dia merasa, dia sudah seperti tunggul. Tidak ada harapan. Melihat orang lain yang tidak kebaktian dan di luar TUHAN, tidak ke gereja, lebih enak hidupnya. Bahaya! Hati-hati kaum muda! Sekalipun kita tunggul, ikuti prosesnya! Sebaliknya, yang sudah berhasil, sudah enak semua, jangan sombong! Sebab angin dan gelombang datangnya sekonyong-konyong. Yang masih tunggul, bertahan, ikuti prosesnya!"

      Ikuti proses kegiatan takhta sorga, yaitu kegiatan penyucian. Kita mau disucikan, mau digembalakan, mau melayani sungguh-sungguh--dengan takut akan TUHAN, setia dan benar, keadilan dan kejujuran. Itu urusan kita. Nanti pada waktunya, TUHAN tidak menipu kita. Tangan kanan TUHAN akan membuat kita berhasil dan indah pada waktunya--tunggul bisa berhasil dan indah.


    2. Dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai sempurna.


    Kalau TUHAN Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna--kita sudah memiliki sembilan buah roh. Kita semua terangkat di awan-awan yang permai bersama Dia, sampai duduk di takhta TUHAN selamanya.

Dalam melayani TUHAN, sekalipun dikandangkan dan lain-lain, bukan untuk menyiksa kita, tetapi TUHAN mau memegang kehidupan kita. TUHAN rindu memeluk dan memegang kita dengan tangan kanan-Nya di saat-saat dunia sedang menghadapi kehancuran dan kesulitan. Jangan putus asa! TUHAN mau memegang kita, TUHAN akan buktikan semuanya. Sampai pada waktunya, kita hanya bisa berkata: 'Kok bisa?'

Sampai waktunya, semua akan indah sampai sempurna, sampai berada di takhta.

"Saya berdoa, supaya TUHAN menggerakkan kita semua untuk masuk kegiatan takhta, itulah kegiatan penyucian--kegiatan imamat ('imamat kudus'). Kita semua melayani TUHAN, sampai TUHAN datang kedua kali."

Kaum muda, tetaplah kuat! Ada masalah, godaan dosa, tetap kuat. Tetap berada di dalam tangan TUHAN yang kuat. TUHAN selalu beserta kita. Serahkan semua ke dalam tangan TUHAN!
Yakinlah, Dia mengangkat kita menjadi imam dan raja--kegiatan takhta sorga--bukan untuk menyiksa, merugikan dan menipu kita, tetapi Dia rindu memegang kita semua; Dia pertahankan ktia semua sampai di duduk di takhta-Nya dan semua indah pada waktunya. Tetap bertahan jika mata masih melihat sesuatu yang sulit dan lain-lain! Mungkin kita hanya seperti tunggul secara rohani--najis--dan secara jasmani--tidak bisa apa-apa--serahkan semua kepada Dia dan rindu untuk melayani Dia.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top