|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Raya Malang, 06 September 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah.
Ini dikaitkan... Ibadah Doa Malang, 18 Oktober 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:26-29 terbagi atas dua bagian, yaitu : Ayat 26-28 : perjamuan... Ibadah Kaum Muda Remaja, 15 Oktober 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:1-4 1:1. Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu... Ibadah Doa Surabaya, 24 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Matius
26: 30 26:30.
Sesudah
menyanyikan nyanyian pujian,
pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke
Bukit Zaitun.
ay.
30= semua nyanyian/pujian harus meningkat pada doa... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= tentang berjaga-jaga yang dikaitkan dengan waktu kedatangan
Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:... Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 Februari 2010 (Selasa Pagi)
Permulaan umur hidup rohani kita adalah saat kita terlepas dari dosa. Kalau tidak mau terlepas... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga. Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua kali... Ibadah Doa Malam Session II Malang, 13 Juli 2011 (Rabu Dini Hari)
Keluaran 25:37 25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu... Ibadah Natal Persekutuan di Semarang, 16 Desember 2011 (Jumat Sore)
TEMA: Tuhan datang untuk menghapus kemustahilan.
Lukas 1:37 1:37... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Raya Malang, 21 Desember 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan... Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: PDT. ADRI YANI TUJU (Gending)
Wahyu 3:14-22 Ada
7 sidang jemaat yang menerima... Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Matius 6:
= kemunafikan dalam... Ibadah Raya Malang, 25 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29 26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti,...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 14 November 2010 (Minggu Sore)
Matius
25: 31-34 25:31.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua
malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia
akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 25:32.
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan
memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala
memisahkan domba dari kambing, 25:33. dan Ia akan menempatkan
domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah
kiri-Nya. 25:34.
Dan Raja
itu akan berkata kepada mereka yang di
sebelah kanan-Nya:
Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang
telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
ay.
31-32= Yesus tampil sebagai Raja segala raja dan Gembala Agung untuk
memisahkan
domba dari kambing.
ay.
33= kambing dan domba dipisahkan dari posisinya:
-
posisi domba di sebelah kanan,
-
posisi kambing di sebelah kiri.
Posisi
domba yang disebelah kanan itulah yang akan masuk ke dalam kerajaan
Surga (ay. 34), sedangkan kambing yang disebelah kiri, akan masuk
dalam penghukuman kekal (ay. 41). 25:41.
Dan Ia akan berkata
juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya:
Enyahlah dari hadapan-Ku,
hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang
telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Sebab
itu, hari-hari ini, kita harus
memperhatikan penggembalaan. Kita
sudah mendengar mengenai ciri dari penggembalaan yang benar. Sudah
memilih penggembalaan yang benar, kita masih harus EXTRA
HATI-HATI,
karena masih ada perpisahan antara domba dengan kambing.
Biarlah kita selalu
berusaha untuk berada di posisi sebelah kanan. Supaya posisi kita
mantap di sebelah kanan, pandangan kita harus tertuju pada Imam Besar
yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa (sudah diterangkan pada Ibadah
Doa Surabaya, 10 November 2010).
Pengkhotbah
10: 2 10:2.
Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke
kiri.
=
posisi domba di sebelah kanan, artinya memiliki hikmat surgawi. =
posisi kambing di sebelah kiri, artinya kehidupan yang tidak memiliki
hikmat (bodoh).
Jadi, kalau
kita punya hikmat Surgawi, posisi kita ada di sebelah kanan. Kita
sudah mempelajari 2 sumber hikmat Surga:
- Kristus
yang tersalib= hikmat Surga untuk menyelamatkan kita lewat Firman
penginjilan.
- Kristus
yang dipermuliakan= himat Surga untuk menyempurnakan kita lewat
Firman pengajaran.
BAGAIMANA
KITA MENDAPAT HIKMAT SURGA? Ayub
28: 28 28:28.
tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut
akan Tuhan, itulah hikmat,
dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."
Untuk
mendapat hikmat Surgawi, yaitu lewat TAKUT
AKAN TUHAN.
Amsal
8: 13 8:13.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada
kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh
tipu muslihat.
=
praktik
takut akan Tuhan, yaitu takut berbuat dosa
(membenci dosa sampai takut untuk berdusta). Orang
yang berdusta, ia sedang menantang Tuhan.
CONTOH
KEHIDUPAN YANG TAKUT AKAN TUHAN Keluaran
1: 15-17 1:15.
Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong
perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua,
katanya: 1:16. "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada
waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika
anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan,
bolehlah ia hidup." 1:17. Tetapi bidan-bidan
itu takut akan Allah
dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka,
dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.
BIDAN-BIDAN
disini adalah contoh kehidupan yang takut akan Tuhan. Bidan=
- orang
yang paling dekat dengan proses kelahiran bayi (secara jasmani).
- orang
yang paling dekat dengan proses kelahiran baru (secara rohani)=
hamba Tuhan, pelayan Tuhan/imam-imam.
Menjadi seorang
hamba Tuhan/imam-imam dengan jabatan pelayanan, sama artinya
menerima jubah indah=
pekerjaan yang indah dan ada jaminan hidup yang indah.
Sebelum
kita memiliki jabatan pelayanan, hidup kita belum indah.
Tetapi
kita HARUS
WASPADA,
karena bidan-bidan
ini bisa dipakai oleh Firaun.
Artinya, hamba Tuhan/imam-imam bisa dipakai setan untuk membunuh
bayi-bayi (jiwa-jiwa).
Hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang bisa
dipakai setan adalah mereka
yang melayani Tuhan tanpa
hikmat Surgawi
atau tidak
takut akan Tuhan. Yaitu:
berbuat dosa sampai dengan dusta, bahkan jatuh dalam puncaknya dosa.
Makin melayani, makin banyak berdusta dan makin banyak yang di
cekik.
Membunuh
bayi-bayi, artinya:
- tidak
terjadi penambahan jumlah/kuantitas
dari sidang jemaat.
- sidang
jemaat tidak mengalami lahir baru, tidak mengalami keubahan hidup ke
arah manusia rohani. Ini sama dengan tidak
meningkat kualitasnya.
Artinya, sidang jemaat tidak bisa menjadi sempurna.
Jadi,
jika
gembala dan pelayan-pelayan melayani TANPA HIKMAT SURGA (tidak takut
akan Tuhan), pelayanan itu TIDAK MENGARAH pada pembangunan tubuh
Kristus yang sempurna.
Justru mengarah pada Babel yang akan dibinasakan.
Diantara
banyak bidan yang dipakai Firaun, hanya ada 2 bidan yang takut akan
Tuhan. Artinya, pelayan
Tuhan yang takut akan Tuhan SEDIKIT SEKALI.
Ada
2 bidan yang tidak menjadi pembunuh, artinya melayani dengan hikmat
Tuhan/melayani dengan takut akan Tuhan, yaitu Pua dan Sifra.
Praktik
melayani dengan takut akan Tuhan:
- PUA.
Artinya: terang= jujur.
Artinya sekarang adalah melayani
dengan jujur/terang-terangan.
Jujur
ini dalam hal:
- pengajaran.
Ini yang terutama.
Titus
2: 7-8 2:7.
dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.
Hendaklah engkau jujur
dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, 2:8.
sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi
malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan
tentang kita.
Kalau
pengajarannya salah, pelayanannya juga akan salah, sebab Firman
pengajaran merupakan komandonya.
- mengaku
dosa-dosa.
Kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
Kalau menyembunyikan
dosa, akan membuat kering rohani.
- nikah
dan keuangan.
Ibrani
13: 4-5 13:4.
Hendaklah kamu semua penuh
hormat terhadap perkawinan
dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang
sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. 13:5. Janganlah
kamu menjadi hamba uang
dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah
telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau
dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
ay.
4= 'penuh
hormat terhadap perkawinan'=
jujur
dalam nikah,
supaya nikah itu bisa menjadi satu. Kalau tidak jujur, nikah itu
akan banyak air mata.
Jujur
dalam keuangan=
dalam bentuk mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus kepada
Tuhan.
Kalau mencuri milik Tuhan, sama dengan makan duri
(hidup dalam kutukan).
Kalau
kita jujur, Tuhan tidak pernah tinggalkan kita,
tetapi Tuhan akan menyertai kita sampai kesudahan alam.
- SIFRA.
Artinya: elok= enak dipandang.
Artinya sekarang adalah menjadi
teladan,
yaitu:
- teladan
iman.
Ibrani
13: 7-9 13:7.
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan
firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan
contohlah
iman mereka. 13:8.
Yesus
Kristus tetap sama,
baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. 13:9.
Janganlah
kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing.
Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih
karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah
kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.
ay.
8-9= Yesus tetap sama dikaitkan dengan Firman pengajaran.
Teladan
iman, artinya:
- berpegang
teguh pada Firman pengajaran yang benar.
- hidup
dalam kebenaran, sebbab iman adalah kebenaran.
- tetap
percaya dan mempercayakan diri hanya kepada Tuhan pada saat
menghadapi pencobaan-pencobaan.
- teladan
hidup sehari-hari.
1
Timotius 4: 12 4:12.
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.
Jadilah
teladan
bagi orang-orang percaya, dalam
perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu
dan dalam kesucianmu.
Teladan
hidup sehari-hari menyangkut:
- perkataan
yang benar,
- perbuatan/tingkah
laku yang baik,
- kasih,
- kesetiaan,
- kesucian.
Kalau
yang muda harus menjadi teladan, apalagi yang sudah tua. 5
teladan sehari-hari= teladan dari korban Kristus.
Upah/hasil
melayani dengan takut akan Tuhan/melayani
dengan hikmat dari Surga:
- Keluaran
1: 18-19
1:18.
Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada
mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup
bayi-bayi itu?" 1:19. Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun:
"Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir;
melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah
bersalin."
ay.
19= bidan-bidan ini mendapat hikmat dari Surga.
Hasil
pertama: mengalami
kemurahan Tuhan,
sehingga di tolong dari ancaman kematian oleh Firaun. Bagi kita
sekarang, artinya menolong
kita
untuk menyelesaikan segala masalah kita tepat pada waktunya (kita
hanya tinggal menunggu waktu dari Tuhan).
Tangan kemurahan
Tuhan juga melindungi
kita dari antikris
dengan 2 sayap burung nazar.
- Keluaran
1: 20
1:20.
Maka Allah
berbuat baik kepada bidan-bidan itu;
bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.
Hasil
kedua: Tangan
kebaikan/kebajikan Tuhan mampu menjadikan semua baik pada
waktunya. Apa
yang sudah buruk, bisa menjadi baik.
Kemurahan
dan kebajikan Tuhan, itulah kunci
Daud,
sampai Daud mengatakan "kemurahan
dan kebajikan Tuhan mengikuti aku seumur hidupku".
Kemurahan
dan kebajikan Tuhan inilah yang slelalu menolong Daud.
- Keluaran
1: 21
1:21.
Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia
membuat mereka berumah tangga.
Hasil
ketiga: keindahan sampai pada pesta nikah Anak Domba. Artinya:
Tangan
kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup menjadikan semua indah,
sampai yang paling indah, kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba
Allah saat Yesus datang kembali.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|