English Language
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 28 Maret 2018 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Persekutuan Ciawi I, 24 Juni 2009 (Rabu Sore)
Wahyu 21: 5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru"Dulu, manusia diciptakan sama dengan Tuhan dan ditempatkan...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Oktober 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 10 Juni 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Gideon Pakpahan
 
Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13] penampilan pribadi Yesus dalam...

Ibadah Doa Malang, 16 Mei 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:9-10
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 09 Maret 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:10-12
4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN:...

Ibadah Paskah Surabaya, 16 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat Paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 November 2016 (Rabu Malam)
Kita melanjutan dari Ibadah Doa Penyembahan.
Keluaran 22: 1 => dosa pencurian
22:1 "Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan membantainya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Juli 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:40-42
14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Agustus 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Ciawi II, 03 Desember 2008 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
= Tuhan mau menjadikan manusia jadi sama mulia dengan Tuhan...

Ibadah Doa Malang, 08 November 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Agustus 2013 (Sabtu Sore)

Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:1, 10-11
5:1 Pada suatu kali...

Ibadah Doa Malang, 05 Maret 2013 (Selasa Sore)
(Penataran I Imam dan Calon Imam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Siang ini kita mempelajari kitab wahyu 7: 9-17.
Wahyu 7 terbagi jadi dua bagian:

  1. Ayat 1-8= seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel dimeteraikan; menjadi inti dari mempelai wanita sorga--inti dari tubuh Kristus yang sempurna (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018).


  2. Ayat 9-17= bangsa kafir dimeteraikan; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga.

Keduanya akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang sempurna, yang sama mulia dengan Yesus untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Wahyu 7: 9=> orang banyak yang tidak terhitung banyaknya.
7:9. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Orang banyak dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa yang tidak terhitung banyaknya berdiri di hadapan takhta Allah. Ini adalah bangsa kafir yang mendapat meterai Allah di dahinya; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga.

Dua belas suku Israel menerima meterai Allah pada dahinya; menjadi inti dari mempelai wanita sorga lewat jalur janji Allah kepada Abraham, Ishak dan keturunannya. Memang Allah sudah berjanji dan tidak bisa diganggu gugat. Karena ada kebangkitan orang mati, sekalipun Abraham sudah mati, maka janji Allah tetap berlaku kepada Abraham dan keturunannya.

Bagi bangsa kafir tidak ada janji. Bangsa kafir bisa mendapatkan meterai Allah di dahi; menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga lewat jalur kemurahan Tuhan---kasih karunia Tuhan--yang seharga kurban Krisus di kayu salib. Inilah perbedaannya!

Jadi bangsa kafir harus menerima kasih karunia dari kurban Kristus di kayu salib.
Kasih karunia adalah pemberian Tuhan yang besar kepada orang yang tidak layak untuk menerimanya. Bangsa kafir hanya seharga anjing--perkataannya busuk; menjilat muntah--dan babi--perbuatannya busuk; mandi kembali lagi ke kubangan--, tetapi bisa mendapatkan kasih karunia Tuhan lewat kurban Kritus di kayu salib.

Biarlah hari-hari ini kita sungguh-sungguh hidup dalam kasih karunia Tuhan.
Kegunaan kasih karunia atau kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir sampai bisa mencapai tahta sorga:

  1. Titus 2: 11
    2:11. Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

    Kegunaan pertama kasih karunia Tuhan: kasih karunia menyelamatkan semua manusia berdosa, termasuk bangsa kafir.

    Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, semua manusia sudah berbuat dosa, dan upah dosa hanya kebinasaan (maut). Hanya oleh kasih karunia Allah kita bisa diselamatkan; tidak dihukum dan dibinasakan.
    Bangsa kafir ini hanya disamakan dengan anjing, babi, dan keledai.

    Keluaran 13: 13a
    13:13a. Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya.

    Bangsa kafir sama dengan keledai yang lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya; hanya untuk dibinasakan selamanya. Tetapi bersyukur, anak keledai harus ditebus dengan seekor domba--secara jasmani--; sekarang dalam arti rohani: bangsa kafir ditebus oleh darah Anak Domba Allah. Kalau Yesus tidak mati, kita yang binasa; kalau Yesus yang mati, maka kita hidup.

    Proses menerima keselamatan:
    Kisah Rasul 2: 36-40
    2:36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    2:37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    2:38. Jawab Petrus kepada mereka: "
    Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    2:39. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
    2:40. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

    "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu" = bagi Abraham; bangsa Israel.
    "bagi orang yang masih jauh"= bangsa kafir.


    • 'tahu dengan pasti'= percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Kristus--masuk pintu gerbang Tabernakel.
      Orang berdosa berada di luar pintu gerbang. Kalau percaya Yesus ia mulai masuk pintu gerbang sorga.


    • Bertobat. Iman yang benar menghasilkan pertobatan. Kalau percaya karena mendengar firman Kristus, iman yang benar akan menghasilkan pertobatan. Bertobat artinya berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa--mezbah korban bakaran.

      Dulu binatang yang dibakar, sekarang sudah cukup Yesus yang disalibkan.


    • Baptisan air--kolam pembasuhan--dan baptisan Roh Kudus--pintu kemah; pintu kedua. Ini menunjuk pada lahir baru dari air dan roh, sehingga langit terbuka; kita mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi.
      Dulu hidup lama kita seperti anjing, babi, keledai jalang, keledai liar, tetapi setelah percaya, bertobat, sampai baptisan air, kita menerima hidup sorgawi.


    Praktik hidup sorgawi atau selamat:
    Titus 2: 11-12
    2:11. Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
    2:12. Ia mendidik kita supaya kita
    meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

    Ayat 11 = tentang keselamatan.
    Ayat 12 = praktik hidup dalam keselamatan; tidak dihukum dan dibinasakan. Kalau berkata: Aku percaya Yesus, aku sudah selamat. Belum tentu! Yudas Iskariot percaya Yesus, bahkan menjadi rasul, tetapi ia binasa. Kalau kita percaya Yesus dan selamat, mari buktikan!


    • Hidup dalam kebenaran= meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi= meninggalkan kekafiran (dosa-dosa, dunia).
    • Hidup bijaksana=


      1. Taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--sesuai dengan Alkitab--, tidak lagi mengikuti keinginan daging dan dunia.
      2. Tahu batas. Batasnya adalah firman, bukan yang lain. Mau bekerja, bergaul, sekolah, bicara, dalam segala aspek hidup, ada batasnya--sesuai dengan firman.


      Kalau sudah taat pada firman, kita akan tahu batas, mana yang benar dan tidak benar; yang boleh dan yang tidak boleh. Kalau tidak benar, jangan dilakukan.


    • Hidup adil= tidak memihak siapapun tetapi Tuhan; pengajaran yang benar. Itu yang benar. Jangan memihak orang! Kalau memihak orang, walaupun orangnya salah bisa jadi benar. Apalagi hamba Tuhan/gembala, tidak boleh memihak keluarga atau sidang jemaat.

      Kalau sudah memihak Tuhan, baru adil. Selama masih memihak yang lain, pasti tidak adil--karena ada hutang budi, dulu pernah ditolong, akhirnya bisa memihak orang tersebut sekalipun dia salah.

      Orang tidak adil sama dengan orang bersundal (dalam surat korintus), dan tidak akan mewarisi kerajaan sorga. Serius! Biar keluarga, harus adil!


    • Beribadah melayani Tuhan. Orang yang tidak selamat sedang dipakai oleh dosa, mana bisa beribadah? Ia melayani setan/dosa-dosa. Tetapi kalau kita sudah bisa beribadah melayani Tuhan, itu bukti bahwa kita lari dari setan, tidak mau lagi melayani setan.

      Kita harus setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Mengapa begitu? Di dalam ibadah ada jaminan. Namanya hidup sorgawi---beribadah melayani--berarti kita jadi penduduk sorga, dan Tuhan sebagai Raja yang bertanggung jawab. Kalau hanya menjadi penduduk dunia, kita susah mencari makan di dunia ini.

      Sekolah, bekerja yang keras, tetapi jangan lupa, lebih keras lagi dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; utamakan Tuhan! Itu orang selamat.
      1 Timotius 4: 8
      4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

      'Latihan badani terbatas gunanya' = semua yang di dunia terbatas--sekolah, bekerja, latihan olahraga--, maksimal sampai liang kubur.

      Tetapi ibadah mengandung janji Tuhan untuk hidup kita sekarang di dunia sampai hidup kekal selamanya. Dan ibadah ini membawa kita sampai di takhta sorga.
      Wahyu 22: 3
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      Tadi orang banyak di depan takhta untuk apa? Untuk beribadah. Kalau kita sekarang tidak mau ibadah, sedangkan nanti di sorga beribadah siang malam, kira-kira kuat atau tidak? Sekarang kita ibadah untuk beradaptasi. Jangan mau ibadah yang singkat-singkat!
      Latihan badani itu terbatas gaunanya, tetapi ibadah tidak terbatas gunanya, bahkan sampai di takhta sorga.

      Kalau orang menggampang-gampangkan ibadah, berat! Nanti tidak akan sampai di takhta.


    Inilah kasih karunia yang menyelamatkan. Bagaimana praktik atau jalan untuk selamat? Bangsa Israel mendapatkan janji dari Tuhan, tetapi bangsa kafir harus percaya, baptisan air dan Roh Kudus, hidup baru atau hidup sorgawi.
    Praktik hidup sorgawi: hidup benar, tinggalkan kekafiran, bijsaksana, adil, sampai bisa beribadah melayani Tuhan. Itulah jalan ke takhta sorga.


  2. 1 Petrus 1: 13-16
    1:13. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
    1:14. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
    1:15. tetapi
    hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
    1:16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

    Kegunaan kedua kasih karunia Tuhan: kasih karunia Tuhan menyucikan kehidupan kita.

    Tadi kasih Tuhan menyelamatkan kita, buktinya: hidup benar--jangan berbuat dosa--, bijaksana--tahu batas--, adil--tidak memihak, tetapi memihak Tuhan--, dan beribadah melayani Tuhan--kita mengalami suasana takhta, ada jaminan dari Tuhan.
    Sekarang kasih karunia menyucikan kehidupan kita sampai satu waktu suci seperti Yesus suci.

    Tadi percaya, bertobat, baptisan air, baptis Roh Kudus itu masuk halaman tabernakel.
    Dulu Musa naik ke gunung Sinai, lalu Tuhan memperlihatkan Kerajaan Sorga kepada Musa, dan Tuhan perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel. Tabernakel jasmani milik bangsa Israel. Sekarang Tabernakel rohani (kasih karunia) merupakan milik kita sebagai bangsa kafir.

    Apa itu halaman Tabernakel? Dulu Musa membuat pintu gerbang, kolam pembasuhan, bagi kita sekarang artinya percaya, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus, hidup benar.

    Sekarang, kita disucikan sampai suci. Berarti masuk ruangan suci--ruangan kedua. Inilah yang kita kenal sebagai kandang penggmbalaan. Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat, menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Jadi setelah keledai diselamatkan, dipelihara, dan hidup, sampai hidup kekal, bersuasana takhta sorga, mari lanjutkan! Keledai jangan jalang lagi; jangan ke sana ke mari lagi, tetapi harus ditambat--keledai harus digembalakan.

    Kejadian 49: 11
    49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    'anak keledainya' = kaum muda.
    'ia akan mencuci pakaiannya' = kalau sudah tertambat, akan ada penyucian. Kalau ke sana ke mari, akan jadi jalang.

    Keledai yang sudah diselamatkan oleh darah Yesus harus tertambat pada pokok anggur pilihan, artinya tergembala pada firman pengajaran yang benar/pribadi Yesus.
    Waspada! Ada dua kemungkinan yang negatif:


    • Keledai yang sudah diselamatkan tetapi tidak mau tergembala, pasti menjadi keledai liar dan keledai jalang.
      Liar= tidak bisa diatur; tidak bisa dinasihati. Hati-hati anak muda, bapaknya baru bicara, anaknya sudah marah sampai bapaknya yang takut. Inilah gejala liar. Salah juga kalau bapaknya takut kepada anak. Harus dinasihati.

      Kalau sudah liar; mau bebas ikuti keinginan hawa nafsu daging, tidak bisa dinasihati/ditegor oleh firman, gembala, dan orang tua, sebentar lagi akan jadi keledai jalang, artinya: jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--dan kawin mengawinkan--dosa percabulan, nikah yang hancur.

      Mari, ikuti nasihat, sekalipun mungkin kita tidak berbuat. Jangan marah! Kalau marah, keledai liar akhirnya menjadi keledai jalang. Bahaya besar! Lebih baik merendahkan diri: Terima kasih nasihatnya. Lebih aman, tidak berbuat malah ditambah nasihat lagi; hidup lebih aman. Jangan keluar pagar!

      Kalau sudah jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, keselamatan akan hilang; sia-sialah kasih karunia Tuhan.


    • Salah memilih penggembalaan karena biasanya memilih yang enak dan cocok bagi daging. Firman yang benar memang tidak cocok bagi daging, karena firman itu seperti pedang--menyucikan. Contohnya: Tangan yang mencuri dipotong: Jangan mencuri! Ini sakit. Inilah yang harus dicari.

      Kalau salah memilih penggembalaan karena ikut keinginan mata, keinginan telinga, dan keinginan daging, ia akan digembalakan dalam ajaran-ajaran sesat, tidak ada pokok anggur yang benar.
      Akibatnya:


      1. Ditunggangi oleh Bileam--nabi palsu--, sehingga kita tersesat yaitu menuju kutukan (letih lesu, beban berat, susah payah) dan kebinasaan selamanya. Tuhan tolong kita semua.


      2. Tidak lagi menuju Yerusalem baru tempat penggembalaan terakhir.
        Ajaran palsu itu makanan yang beracun, sedikit demi sedikit menghancurkan sampai membinasakan. Jadi dosa dan ajaran palsu itu membinasakan kita.

        2 Petrus 2: 1
        2:1. Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

        Dari dulu ajaran palsu ini sudah ada. Saat Israel baru keluar dari Mesir--sudah mengalami mujizat di Laut Kolsom--, sudah ada yang mengajak untuk kembali ke Mesir. Sudah diberikan manna dengan cuma-cuma, malah muak. Inilah ajaran palsu. Kita harus berhati-hati.


      Ajaran palsu = menyesatkan dan juga menolak ajaran yang benar--'menyangkal Penguasa yang telah menebus...' Kalau sudah menerima yang palsu, pasti satu waktu menolak ajaran yang benar; menolak penyucian dan penebusan, benar-benar hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa yang membinasakan--ajaran palsu juga menimbulkan dosa.


    Jadi keledai yang sudah selamat harus disucikan lewat kandang penggembalaan, supaya tidak menjadi liar dan jalang. Jika salah memilih penggembalaan--memilih yang enak bagi daging--bisa tersesat--ditunggangi Bileam menuju kebinasaan.
    Keledai harus tergembala pada pokok anggur yang benar dan keledai harus berada di dalam ruangan suci. Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--ini mutlak--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya. Ada nyanyian, kesaksian untuk memuliakan Tuhan dan menjadi kekuatan bagi kita.

      "Tadi kesaksian, sudah pensiun jadi driver, mau jadi apa di Surabaya? Dulu saat ditanya, dia isi: mau bertani. Di Surabaya rumah saja susah, dari mana lahan pertanian? Ternyata sudah ada orang yang mempersiapkan, sehingga dia bisa bertani, menanam padi dan sayur-sayuran. Saya mendapatkan hasilnya juga. Sudah Tuhan siapkan semuanya."

      Dalam ibadah raya kita diberi minum supaya segar--tidak kering rohani--dan aktif dalam ibadah pelayanan--selalu giat dalam ibadah pelayanan.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita diberi makan.
      Makanan sejati adalah firman dan perjamuan suci, yang mampu:


      1. Memberikan kepuasan sejati--kepuasan sorga--, sehingga tidak akan tertarik dengan kepuasan dunia.

        "Mungkin saudara berkata: Iya, om sudah menikah, punya anak, jadi tidak suka nonton lagi. Tidak! Sudah dari dulu sejak masih muda. Dulu saat masih SMA (sekolah di Malang), hari minggu saya nonton bioskop tiga kali. Tetapi setelah jadi guru di Petra, murid saya yang punya gedung bioskop, saya mau dijemput dan sebagainya, saya tidak mau. Saya sudah puas lewat mendengar firman dan berdoa. Itu pengalaman saya. Kepuasan sejati tidak akan terpengaruh kepuasan dunia."


      2. Memberikan kekuatan supaya kita tidak tersandung dan terjatuh dalam dosa. Kita juga kuat untuk melayani Tuhan sampai Dia datang. Kalau tidak makan disuruh melayani, jatuh. Banyak penginjil jatuh karena tidak makan. Gembalapun kalau tidak makan, juga akan jatuh, hanya ditutup-tutupi saja.

        Kalau tidak makan, mana bisa kuat? Semakin hebat pekerjaannya, semakin cepat jatuhnya.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita bernafas dengan kasih Allah--kasih itu kekal, kita juga hidup kekal selamanya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga kita mengalami penyucian oleh pedang firman---firman pengajaran yang benar.
    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Kita mengalami penyucian oleh firman yang dikatakan oleh Tuhan; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Sebab itu harus banyak baca ayat. Kalau di gereja tidak mau baca ayat, kapan mau baca alkitab, sedang di rumah juga tidak baca?

    "Setiap di pesawat saya baca alkitab, lalu ada seorang pegawai dari bank BCA memperkenalkan diri (sama-sama mau ke Malang). Dia berkata: 'Bapak kerja apa?': 'Saya Pendeta.': 'Oh kelihatan dari alkitabnya, vintage--kuno.'
    Tahun 1995-1996, anak-anak di depan gereja kami (ada Universitas) mereka datang pada saya: Om, tolonglah kami, layani kami. Saya jawab: Kenapa? Mereka berkata: Banyak yang pindah agama. Ada orang yang datang pakai alkitab juga: Ini salah, akhirnya percaya, karena tidak baca alkitab dan banyak yang pindah agama. Mari baca alkitab. Kalau di gereja tidak mau baca alkitab, mau apa? Saya heran juga.
    "

    Kita disucikan mulai dari hati--sumbernya kehidupan--dari


    • Keinginan jahat= keinginan akan uang sehingga mencuri milik Tuhan dan sesama--korupsi. Contohnya: Yudas Iskariot mencuri milik Tuhan.
    • Keinginan najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    • Kepahitan= iri hati, benci, dendam.


    Kalau hati disucikan, perbuatan dan perkataan juga akan suci. Kalau hati tidak suci, perbuatan dan perkataan juga tidak suci. Itu bukan perkataan yang tidak disengaja; apa yang di hati, itulah yang keluar.

    "Saya sering berteriak pada pengerja karena di hati lagi jengkel. Jadi tidak bisa bilang: Saya tidak sengaja. Itu sengaja, karena yang dari hati yang keluar."

    Kalau perkataan, perbuatan, dan hati suci, kita akan diberi jabatan--keledai diberi pakaian (jubah indah) untuk ditunggangi Yesus; nanti saat keledai berjalan, ada pakaian yang dihamparkan, tetapi keledai juga dialasi dengan pakaian (Matius 21; Markus 11). Hidup itu baru indah.

    Matius 21: 7
    21:7. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya.

    Dialasi pakaian = diberikan jubah indah; jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12.
    untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau kita--bangsa kafir--sudah diselamatkan, digembalakan, dan disucikan, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--jubah yang indah--untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--ditunggangi Yesus--, menuju Yerusalem baru (kandang penggembalaan terakhir)--dulu Yerusalem di Timur Tengah.

    Inilah bangsa kafir. Hanya karena kasih karunia. Seharusnya kita sengsara, sampai binasa karena dosa. Tuhan sudah tolong; Tuhan sudah mati di kayu salib, mari kita hidup benar dan beribadah. Setelah itu digembalakan, jangan liar, jalang, dan ditunggangi Bileam lagi. Di dalam penggembalaan kita disucikan terus-menerus dan diberi jubah indah--jabatan pelayanan. Kita ditunggangi oleh Yesus; dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menuju Yerusalem baru.

    Pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah. Kalau suami selamat, digembalakan, disucikan, ada jubah indah, dan isteri juga begitu, nikah itu akan jadi indah--saling melayani--, apalagi ditambah anak-anak--nikah semakin indah. Kemudian dipakai dalam penggembalaan, lebih indah lagi, antar penggembalaan, lebih indah lagi, bukan lebih susah, sampai yang terindah kalau Yesus datang kembali kita terangkat di awan-awan yang permai.

    "Nanti tanggal 1-2 Mei rombongan ke Malaka (Kuala Lumpur), segera. Sesudah dari Malaka, tanggal 29-30 ibadah di Square Ballroom. Mari, hidup kita lebih indah. Kita selamat, hidup benar, suci, digembalakan, hidup kita akan menjadi indah dan tertata rapi."


  3. 1 Petrus 5: 10
    5:10. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

    'akan melengkapi' = menyempurnakan.

    (terjemahan lama)
    5:10. Maka Allah, pohon segala anugerah, yang sudah memanggil kamu masuk kemuliaan-Nya yang kekal itu di dalam Kristus, sesudahnya kamu merasai sengsara di dalam sedikit masa, sendiri akan
    menjadikan kamu sempurna dan tetap dan kuat dan beralas.

    Kegunaan ketiga kasih karunia Tuhan: kasih karunia menyempurnakan kita--ruangan maha suci.

    Tadi halaman, ruangan suci, sekarang ruangan maha suci. Kesempurnaan bisa dicapai lewat penderitaan bersama Yesus; sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging karena Yesus. Ini bagaikan ditunggangi Yesus. Keledai kalau tidak ditunggangi, santai, tetapi begitu ditunggangi, sengsara--ada beban. Tetapi dibalik salib/sengsara, ada kemuliaan menuju Yerusalem baru --saat keledai jalan, orang bersorak: Hosana..hosana.... Harus lewat sengsara!

    Contohnya: dari sekolah harus masuk ibadah. Ada latihan zangkoor. Kalau kaum muda ibadah hari rabu, jumat, sabtu, minggu, kapan belajarnya? Belajar setiap saat. Sengsara karena ditunggangi Tuhan.

    "Di Medan ada dokter spesialis, selasa, kamis, sabtu tidak praktik. Ada orang tua bertanya: Saya dengar kamu tidak praktik hari selasa, kamis, dan sabtu, kamu makan apa? Itulah keunikan penggembalaan, hidup kita bergantung dari Gembala Agung. Jangan takut! Tuhan tidak pernah menipu kita. Gunakan waktu! Kalau belajar, siang jangan tidur supaya bisa beribadah, itu sengsara daging karena Yesus."

    Di balik sengsara ada kemuliaan.
    'menderita seketika lamanya' (1 Petrus 5: 10)= penderitaan hanya seketika, tetapi kemuliaan untuk selamanya. Yesus mati tiga hari, setelah itu mulia selamanya.

    Pendertiaan seketika lamanya--sengsara daging karena Yesus--sama dengan penderitaan sakit bersalin; ibu bersalin, hanya sebentar setelah itu senang.
    Mari kaum muda, semangat!

    "Dulu anak saya hari minggu ikut ke Surabaya (lewat Porong), baru pulang malam (jam satu-dua malam), sedangkan sekolahnya masuk jam setengah tujuh pagi. Jam lima pagi harus bangun untuk doa pagi, saya bilang: 'Kamu makan dari Tuhan, harus kembali ke Tuhan, harus bangun jam lima!' Semua orang protes: Tolonglah supaya hari senin dia tidak ikut doa pagi. Saya sudah kendor. Untung isteri saya kuatkan untuk sengsara bersama Tuhan. Selesai seketika, seperti orang sakit bersalin."

    Yohanes 16: 21
    16:21. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

    "Saya mendidik Markus begitu. Tidak mau ibadah, silahkan, tetapi jangan gunakan fasilitas pastori. Tidur di pastoripun, tidak boleh, sana di luar. Namanya tinggal di pastori, di rumah Tuhan, tidak boleh macam-macam; semua dari Tuhan harus kembali kepada Tuhan semuanya."

    Untuk apa kita sengsara? Untuk mengalami kelahiran baru--pembaharuan--, menjadi bayi rohani. Kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; seperti bayi rohani.
    Matius 21: 16
    21:16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

    Sebagai bayi rohani, mulut ini yang harus kita jaga.
    Kita berubah menjadi seperti bayi rohani, dilihat dari mulutnya:


    • Yang masuk ke dalam: hanya rindu akan air susu. Tidak bisa ditukar dengan apapun. Kalau bayi, mau ditukar apapun, tetap pilih frman.
      1 Petrus 2: 2
      2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Kerinduan kita adalah mendengar firman dan taat dengar-dengaran untuk menyucikan kita. Yang belum ada kerinduan, malah bosan--orang Israel bosan manna malah dipagut ular--, mari doa, supaya bisa rindu akan firman; tidak bisa ditukar dengan apapun.


    • Yang keluar dari mulut hanya menangis--menyembah Tuhan. Kalau menangis--lapar dan sebagainya--, ibunya yang sibuk--Tuhan yang sibuk. Itu saja.


    Kita mengulurkan tangan dan Tuhan mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk menggendong kita. Posisi bayi adalah dalam gendongan tangan Tuhan.
    Yesaya 46: 3-4
    46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu
    Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

    Tangan belas kasih Tuhan menggendong kita. Yang penting mau dengar firman dan dengar-dengaran, disucikan, dan menangis pada Tuhan. Suara tangisan bayi menarik tangan belas kasih Tuhan untuk menggendong.
    Hasilnya:


    • 'Aku akan menggendong kamu'= menghangatkan dan membahagiakan kita di tengah dunia yang sudah kehilangan kasih.
      Dunia tidak ada kasih, tetapi hanya ada kebencian.


    • 'Aku akan menanggung kamu'= Tuhan bertanggung jawab atas hidup mati kita; Dia yang memelihara kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia dan ketidakberdayaan kita sebagai bayi, sampai zaman antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.
      Ada kesulitan apa, silakan usaha, tetapi lebih dari itu, banyaklah minum susu dan menangis, itu saja.

      Rohani juga dipelihara, kita mengalami damai sejahtera, ketenangan, semua enak dan ringan. Letih lesu dan beban berat sudah ditanggung Tuhan.


    • 'Aku akan memikul kamu'= Tuhan memikul segala letih lesu, beban berat, air mata, dan masalah kita; Tuhan menyelesaikan semua masalah kita.
      Jangan dipikul sendiri kalau sudah tidak mampu, bisa stres dan gila. Serahkan, biar Tuhan yang menyelesaikan semuanya sampai yang mustahil.

      Tuhan sudah memikul semuanya di kayu salib; di kayu salib Dia berteriak: Sudah selesai!


    • 'Aku akan menyelamatkanmu'= tangan anugerah Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna--keselamatan penuh--untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai; kita bersama Dia sampai di takhta sorga.

      Nanti di awan-awan permai banyak orang dari berbagai bangsa, suku bangsa bersorak sorai: Haleluya, untuk masuk di takhta Yerusalem baru--banyak orang di takhta Yerusalem baru hanya menyembah Dia.

Apapun keadaan kita, serahkan pada Tuhan! Ada tangan kasih karunia Tuhan yang besar atas hidup kita.
Tunjukkan keadaan bayi yang tidak berdaya, dan hanya butuh kasih karunia Tuhan yang besar. Yang masih buruk dan hancur, jangan putus asa dan kecewa! Dia sudah menjadi buruk dan hancur di kayu salib untuk menolong kita. Dia mampu membuat kita berhasil dan indah. Yang sudah berhasil dan indah, jangan sombong, karena semua karena Tuhan.
Tidak sia-sia Dia di kayu salib memberikan kasih karunia-Nya.

Jasmani, rohani, rumah tangga, kegagalan, apa saja, serahkan kepada Tuhan! Mungkin tidak ada yang tahu, tidak bisa dipikir lagi, tidak tahu harus berbuat apa, serahkan kepada Tuhan seperti bayi yang menangis. Itu yang ditunggu oleh Tuhan, dan mujizat pasti terjadi.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top