|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 06 Januari 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 3 menunjuk pada kebutuhan seorang hamba Tuhan. Seorang hamba Tuhan membutuhkan 3 pengalaman utama,... Ibadah Doa Surabaya, 08 September 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
SIKAP TERHADAP TALENTA Sikap ini... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Maret 2011 (Kamis Sore)
TEMA: PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN
Lukas 6:12-16 6:12. Pada waktu itu pergilah Yesus... Ibadah Kunjungan Soroako II, 22 Februari 2012 (Rabu Pagi)
Lukas 1:37 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 September 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 16-30= sikap kita dan sikap Tuhan terhadap talenta. Sikap kita
ada yang positif dan ada yang... Ibadah Doa Surabaya, 01 Februari 2012 (Rabu Sore)
Bersamaan
dengan penataran III Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya
Disertai
dengan puasa
Matius 26: 69-75
PETRUS
MENYANGKAL YESUS.
Tiga
kali petrus menyangkal Yesus... Ibadah Natal di Ngawi, 22 Januari 2010 (Jumat Sore)
Markus
10: 45
"Anak
Manusia datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani".
Ini
Yesus memberi teladan... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:28-32 menunjuk pada nubuat ke-6: nubuat tentang pohon ara. Pohon ara yang... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2011 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus "Kabar Mempelai" di Medan
Tema:
Ibadah Raya Malang, 30 November 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 29-31 adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua
kali, yaitu... Ibadah Raya Malang, 18 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13 25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah... Ibadah Doa Surabaya, 01 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 14-30 ay. 14= Tuhan mempercayakan harta Surga kepada manusia berdosa= KEMURAHAN TUHAN. ay. 15= Tuhan... Ibadah Raya Surabaya, 27 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 12 26:12.
Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu
persiapan
untuk penguburan-Ku.
ay.
6-13= PERSIAPAN
KEMATIAN ANAK DOMBA... Ibadah Raya Surabaya, 03 Oktober 2010 (Minggu Sore)
Tema
Ibadah di Sidikalang "hanya
satu langkah jaraknya antara aku dan maut"
1
Samuel 20: 3 20:3.
Tetapi Daud menjawab, katanya:... Ibadah Doa Puasa Malang, 22 Mei 2012 (Selasa Pagi)
Ada 3 bentuk doa yang diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri, yaitu: Doa penyembahan satu jam.Doa semalam...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 19 Februari 2012 (Minggu Sore)
Matius
26: 69-75 =
PETRUS
MENYANGKAL TUHAN.
=
3
kali Petrus menyangkal Yesus:
-
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai
orang Galilea= menyangkal panggilan dan pilihan Tuhan
(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab
Surabaya, 16 Januari 2012).
-
ay. 71-72= Petrus menyangkal Yesus sebagai
orang Nazaret= menyangkal Firman pengajaran yang benar dan
menyangkal penggembalaan (mulai diterangkan pada Ibadah
Raya Surabaya, 05 Februari 2012).
-
ay. 73-74= Petrus menyangkal Yesus sampai
mengutuk dan bersumpah.
Malam
ini, kita masih membahas bagian II: PETRUS
MENYANGKAL YESUS SEBAGAI ORANG NAZARET Matius
26: 71-72 26:71.
Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan
berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini
bersama-sama dengan Yesus,
orang Nazaret
itu." 26:72. Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku
tidak kenal orang itu."
Kita
sudah mendengarkan bahwa Nazaret merupakan tempat Yesus dilahirkan
dan bertumbuh sampai dewasa.
Lukas
1: 26=
Yesus di dalam kandungan. Sesudah itu ke Betlehem dan sebagainya dan
kembali lagi ke Nazaret.
Lukas
2: 51-52 2:51.
Lalu Ia
pulang bersama-sama mereka ke Nazaret;
dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua
perkara itu di dalam hatinya. 2:52. Dan Yesus
makin bertambah besar
dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah
dan manusia.
= tempat pertumbuhan Yesus menjadi dewasa. Artinya:
- Nazaret
merupakan tempat Yesus menjadi daging sampai mengalami kedewasaan=
Yesus yang menjadi Firman= Petrus
menyangkal Firman pengajaran yang benar,
- Nazaret
merupakan tempat pertumbuhan Yesus menjadi dewasa= tempat
pertumbuhan rohani dari selamat sampai sempurna (kedewasaan penuh)=
tempat penggembalaan= Petrus
menyangkal penggembalaan
(tidak tergembala).
Sudah
selamat=
masuk halaman Tabernakel. Kesempurnaan=
ruangan maha suci. Jadi, kita bertumbuh di ruangan suci
(penggembalaan dengan 3 macam ibadah pokok).
Matius
20: 29-34 20:29.
Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang
banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. 20:30. Ada dua
orang buta yang duduk di pinggir jalan
mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak
Daud, kasihanilah kami!" 20:31. Tetapi orang banyak itu
menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru,
katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" 20:32.
Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang
kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" 20:33. Jawab
mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat." 20:34.
Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata
mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.
=
keadaan
orang yang tidak tergembala seperti 2
orang buta yang duduk di pinggir jalan
(tidak berada di kebun anggur).
Praktik
sehari-hari kehidupan yang tidak tergembala seperti 2 orang buta di
pinggir
jalan:
- bagaikan
benih yang ditabur di pinggir
jalan.
Matius
13: 4, 19 13:4.
Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,
lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 13:19. Kepada
setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi
tidak
mengertinya,
datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang
itu; itulah benih
yang ditaburkan di pinggir
jalan.
Lukas
8: 5, 12 8:5.
"Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada
waktu ia menabur, sebagian benih
itu jatuh di pinggir
jalan,
lalu diinjak
orang
dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 8:12. Yang
jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya;
kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati
mereka, supaya mereka jangan
percaya dan diselamatkan.
=
benih yang ditabur di pinggir jalan adalah kehidupan
yang tidak mengerti dan tidak percaya pada Firman Allah.
Mengapa
demikian?:
- sebab
hatinya bagaikan pinggir jalan
(mengembara), sehingga tidak konsentrasi dalam mendengar Firman.
- sebab
kehidupannya selalu mengembara
(menganggap semua pengajaran sama), sehingga hatinya bimbang dan
tidak bisa mengerti/percaya pada Firman.
- sebab
menginjak-injak benih=
menghina Firman, kritik, bosan, dsb.
Akibatnya:
kehidupan itu tidak selamat (binasa).
Jadi, saat-saat
mendengarkan Firman, itu menentukan hidup kita.
- Matius
21: 18-19
21:18.
Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus
merasa lapar. 21:19. Dekat
jalan
Ia melihat pohon ara
lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu
selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak
akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga
keringlah pohon ara itu.
Praktik
kedua: seperti
pohon ara di
pinggir jalan,
hanya
berdaun lebat, tetapi tidak berbuah.
Ciri
pohon ara:
kalau daunnya sudah lebat, seharusnya ada 1-2 buah
permulaan.
'daun'=
aktivitas. Hanya berdaun lebat, tetapi tidak berbuah, artinya:
aktif
beribadah melayani Tuhan, tetapi TIDAK
memuaskan Tuhan
dan malah memilukan Tuhan, sehingga hidupnya tidak pernah puas
juga.
Mengapa
demikian?:
- di
taman Eden, daun
pohon ara dipakai untuk menutupi ketelanjangan
Adam dan Hawa (menutupi dosa)= kebenaran
diri sendiri,
yaitu menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain, Tuhan dan
Firman.
Kalau melayani dengan kebenaran sendiri, pelayanan
itu tidak akan pernah memuaskan Tuhan dan diri sendiri juga tidak
pernah puas.
Kepuasan
kita alami kalau kita mendapatkan kebenaran dari Tuhan,
yaitu saling mengaku dan saling mengampuni. Dengan jalan inilah
kita memuaskan Tuhan dan kita juga bisa dipuaskan.
- Yohanes
1: 48-51
1:48.
Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?"
Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku
telah melihat engkau di
bawah pohon ara." 1:49.
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau
Raja orang Israel!" 1:50. Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena
Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka
engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari
pada itu." 1:51. Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya
engkau akan melihat langit terbuka
dan malaikat-malaikat
Allah turun naik
kepada Anak Manusia."
Di
jaman Yesus, pohon
ara dipakai untuk berteduh
oleh Natanael. Artinya:
ibadah
pelayanan untuk kepentingan diri sendiri=
egois= mengenakkan daging= menolak salib.
Memang berteduh
itu enak bagi daging, tapi ia tidak
bisa melihat langit
(kalau Tuhan datang, ia tidak bisa melihat).
Sebab
itu, kita harus keluar dari pohon ara untuk melayani pembangunan
tubuh Kristus
(memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan).
Pelayanan
tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, dan antar
penggembalaan.
Memang untuk keluar dari pohon ara, kita
akan kepanasan (sakit bagi daging).
Tetapi kita
bisa melihat langit terbuka
(melihat malaikat turun naik). Artinya:
- dari
atas ke bawah= berkat
dicurahkan
(kuasa pemeliharaan, pertolongan dan penyucian dari Tuhan).
- dari
bawah ke atas= kita
mengalami kuasa pengangkatan Tuhan,
sampai kita diangkat ke awan-awan saat Tuhan datang kembali.
- Lukas
13: 6-9
13:6.
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai
pohon
ara yang tumbuh di kebun
anggurnya,
dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi
ia tidak menemukannya. 13:7.
Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun
aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak
menemukannya. Tebanglah
pohon ini!
Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 13:8. Jawab
orang itu: Tuan,
biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi,
aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk
kepadanya, 13:9. mungkin tahun depan ia berbuah; jika
tidak, tebanglah dia!"
=
sudah
berada dalam kebun anggur, tapi TIDAK BERBUAH.
INI
YANG BERBAHAYA!
ay.
8= 'Tuan,
biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi'=
doa penyahutan seorang gembala. Inilah keuntungan kita kalau berada
dalam penggembalaan.
Tetapi, INGAT!
Perpanjangan sabar Tuhan ada batasnya.
Suatu waktu, tidak ada lagi.
Pohon
ara ini tidak berbuah, karena akarnya
jelek.
Kalau
di luar penggembalaan, pada waktu berbuah dan tidak ada buah, pohon
ara akan langsung dikutuk. Tetapi dalam penggembalaan, masih ada
doa penyahutan dari gembala untuk memohon perpanjangan sabar guna
memperbaiki akar-akar yang tidak baik.
Malam ini, ketajaman
Firman memeriksa akar-akar dalam hati. Akar
yang jelek=
melayani untuk kepentingan sendiri yang bertentangan dengan
Firman.
Akar
yang jelek:
- akar
kejahatan=
keinginan akan uang= membuat kikir dan serakah.
Kikir=
tidak bisa memberi. Serakah=
merampas hak Tuhan dan sesama.
- akar
kenajisan.
Kejahatan
dan kenajisan ini selalu berjalan bersama (ada burung, ada
serigala).
- akar
kepahitan.
Ibrani
12: 15 12:15.
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih
karunia Allah, agar jangan tumbuh
akar yang pahit
yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
- akar
busuk=
menolak pengajaran yang benar karena mempertahankan kehendak
daging.
Yesaya
5: 24 5:24.
Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput
kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar
mereka akan menjadi busuk,
dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka
telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam
dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.
Matius
7: 21-23 7:21.
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk
ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan
dia yang melakukan
kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan
demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka
dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah
dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat
kejahatan!"
Kalau
melayani Tuhan dengan kehendak sendiri, akibatnya: menjadi
pembuat kejahatan.
- Matius
9: 36
9:36.
Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan
kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba
yang tidak
bergembala.
Praktik
ketiga: seperti
domba tidak tergembala,
artinya:
- letih
lesu dan berbeban berat,
sampai satu waktu berhenti melayani,
- terlantar=
tidak ada yang bertanggung jawab, terutama untuk keselamatannya,
- hidupnya
seperti anjing dan babi
(khusus
bangsa kafir)=
membabi buta seperti 2 orang buta= membabi buta dalam dosa sampai
puncaknya dosa, bahkan nikah dan buah nikahnya membabi buta
(hancur).
Sebab
itu, kita harus tergembala.
Matius
20: 30 20:30.
Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus
lewat,
lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah
kami!"
Yesus
tidak mau kehidupan kita hanya menjadi bulan-bulanan dari setan.
Sebab itu, Yesus
lewat di sana sebagai Gembala yang baik
(Gembala yang menyerahkan nyawa bagi domba-dombaNya).
Yohanes
10: 11 10:11.
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi
domba-dombanya;
Malam
ini, Yesus lewat dalam setiap pribadi kita.
Markus
1: 1-3 1:1.
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. 1:2.
Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku
menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan
bagi-Mu; 1:3. ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun:
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah
jalan bagi-Nya
=
Yesus
lewat di jalan lurus atau jalan rata
(di ayat lain), itulah HATI
YANG JUJUR, RENDAH HATI. Apapun
keadaan kita, biarlah kita menyediakan hati yang jujur.
Lukas
6: 12, 17-19 6:12.
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit
untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. 6:17.
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti
pada suatu tempat yang datar:
di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak
orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari
daerah pantai Tirus dan Sidon. 6:18. Mereka datang untuk
mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga
mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. 6:19.
Dan semua
orang banyak itu berusaha menjamah Dia,
karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu
disembuhkan-Nya.
'bukit'=
bukit Joljuta. Hati
yang lurus=
hati yang jujur= menghargai
korban Kristus
(menghargai bukit Joljuta). Praktiknya:
- suka
berdamai.
Kalau
hati damai, itulah menghargai korban Kristus. Sebab itu, kita harus
menjaga hati damai.
- suka
menyembah Tuhan=
percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada belas kasih Tuhan
seperti dilakukan 2 orang buta.
Suka
berdamai dan suka menyembah Tuhan= berusaha
untuk menjamah Tuhan. Apapun
kehancuran kita, biarlah kita berusaha untuk menjamah Tuhan. Kalau
kita berusaha menjamah Tuhan dengan iman, Tuhan akan menjamah kita
dengan belas kasih. Iman dan belas kasih menghasilkan
mujizat.
Secara
rohani:
bisa melihat, yaitu bisa melihat
diri sendiri dalam kekurangan dan kelemahan
(mujizat terbesar). Dan
kita akan dipakai oleh Tuhan sampai bisa melihat Tuhan.
Secara
jasmani:
penyakit
dan masalah diselesaikan, bahkan bisa mengikut Tuhan
(mau dituntun oleh Tuhan sampai ke Yerusalem Baru).
Wahyu
7: 17 7:17.
Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan
menggembalakan
mereka dan akan menuntun
mereka ke mata air kehidupan.
Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Semakin
diubahkan, kita akan semakin bahagia, sampai satu waktu, tidak ada
air mata lagi. Kita bersama Tuhan untuk selama-lamanya.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|