|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Paskah Blitar, 17 April 2009 (Jumat Sore)
Tema: Yohanes 20: 19-29 "Kebangkitan Tuhan membawa damai sejahtera"
Damai sejahtera ini adalah sesuatu yang sangat... Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 23: 43 "KEMBALI KE FIRDAUS"
Tuhan
menciptakan
manusia, Adam dan Hawa, sama mulia dengan... Ibadah Raya Malang, 07 November 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-32 25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat... Ibadah Doa Malang, 06 Maret 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.
Ada dua macam... Ibadah Raya Malang, 25 Maret 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.
Tiga kali Petrus menyangkal Yesus: Ayat... Ibadah Raya Malang, 06 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.
Sekalipun Yudas Iskariot dan Petrus... Ibadah Raya Malang, 21 November 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34 25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL. Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Maret 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Yesus... Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 26-28 26:26.
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap
berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya
dan... Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Mei 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang SHEKINAH GLORY, atau cahaya kemuliaan. Yesus bangkit... Ibadah Raya Surabaya, 29 April 2012 (Minggu Sore)
Matius
27: =
dalam Tabernakel, terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara yang dialami oleh Yesus sampai... Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:36-39, 41-42
Nubuat ke 7.
Pada jaman Nuh hanya ada 8 keluarga yang selamat.... Ibadah Doa Surabaya, 05 Mei 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budiman
Tampubolon
Matius
25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal... Ibadah Paskah Medan IV, 29 April 2009 (Rabu Sore)
Wahyu 22: 20 'Ya, Aku datang segera'=kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam kemuliaan...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 20 Juni 2010 (Minggu Sore)
Matius
25: 1-3
= 10
gadis yang mempersiapkan pelita untuk menyongsong Mempelai Laki-laki
Surga.
Matius
25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan
lima bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh
itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4.
sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa
pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli
mereka.
Gereja Tuhan bagaikan 10 gadis yang menyongsong
kedatangan Yesus kedua kali dan TERPISAH menjadi 2
bagian:
- yang mempunyai minyak persediaan (meluap-luap dalam
urapan Roh Kudus)= 5 gadis yang bijaksana yang bisa menyongsong
kedatangan Tuhan kedua kali dan masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.
- yang TIDAK mempunyai minyak persediaan= 5
gadis yang bodoh, yang pelitanya hampir padam bahkan sampai padam
dan akan ketinggalan pada saat kedatangan Yesus kedua kali dan binasa
untuk selamanya.
1
Korintus 1: 18
1:18. Sebab pemberitaan tentang
salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan
binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah
kekuatan Allah.
Praktik sehari-hari gadis yang bodoh
adalah menolak salib Tuhan. Artinya tidak mau sengsara
daging bersama Tuhan dan hanya mencari yang enak bagi daging. Bahkan
dalam ibadah pelayananpun, juga mencari yang enak bagi daging.
Kalau
daging tidak diperas, maka tidak akan ada minyak. Bahkan setetes
minyakpun tidak ada.
Sikap gereja Tuhan yang bijaksana
adalah memikul salib.
Matius 16:
24
16:24. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal
dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
1
Petrus 4: 12-14
4:12. Saudara-saudara yang kekasih,
janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu
sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas
kamu.
4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang
kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh
bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan
kemuliaan-Nya.
4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena
nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada
padamu.
Kita harus memikul salib, sebab di
balik salib ada kemuliaan Tuhan. Tanpa salib, kita tidak akan
bisa mendapatkan kemuliaan.
Roh kemuliaan, dulu memuliakan Tuhan.
Dan sekarang akan memuliakan kita, artinya MENGUBAHKAN
kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia mulia seperti
Yesus.
Yesus, saat masuk baptisan, Ia juga menerima kemuliaan
yang turun bagaikan burung merpati, sebab untuk masuk baptisan air,
itu juga merupakan salib. Apalagi Yesus bukan orang berdosa yang
seharusnya tidak perlu di baptiskan.
Dan Yesus masuk baptisan air
untuk menyalibkan harga diri.
Sekarangpun, kalau kita
mengalami siksaan daging, bertujuan supaya Roh kemuliaan yang
bagaikan burung merpati itu turun atas kita untuk membaharui hidup
kita.
Dan burung merpati ini merupakan panggilan bagi mempelai
wanita (dalam kitab Kidung Agung).
Pembaharuan oleh Roh
kemuliaan yang bagaikan burung merpati:
- 2 Korintus 4: 16-17
4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia
lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami
dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami
kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari
pada penderitaan kami.
Pembaharuan pertama adalah HATI MERPATI.
Artinya, hati yang keras
diubahkan menjadi hati merpati.
Hati merpati adalah hati yang tulus dan jujur.
Tulus dan jujur ini dimulai tulus dan jujur pada pengajaran yang
benar, sehingga kita bisa tegas untuk menolak pengajaran yang tidak
benar.
Kalau kita sudah jujur dalam pengajaran, kita bisa jujur dalam segala
hal.
Tulus ini juga berarti tidak ada kepahitan, dendam, iri hati dan
lain-lain.
Kalau hati kita tulus seperti merpati, kita akan hidup rukun dan tidak
akan ada pertengkaran. Dan disanalah kita menerima minyak urapan/minyak
persediaan.
Mazmur 133: 1-3
133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan
indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
133:2. Seperti minyak yang baik di atas kepala
meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
133:3. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung
Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat,
kehidupan untuk selama-lamanya.
Selain kita bisa menerima minyak urapan, disana jugalah Tuhan akan
memerintahkan berkat bagi kita. Artinya, tidak ada lagi kutukan atas
hidup kita. Dan berkat ini tidak bisa dihalangi oleh apapun.
- 2 Korintus 4: 18
4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan,
melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah
sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Pembaharuan kedua adalah PANDANGAN MERPATI.
Pandangan merpati adalah memandang Imam Besar (melayani Tuhan).
Kidung Agung 1: 15
1:15. --Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau,
bagaikan merpati matamu.
Yohanes 4: 35-36
4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim
menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu
dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk
dituai.
4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan
buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama
bersukacita.
Memandang Imam Besar artinya memandang pada ladang pelayanan.
2 pekerjaan di ladang, yaitu menabur dan menuai.
MENABUR
= pekerjaan penginjilan (kegerakan Roh Kudus hujan awal) untuk menambah
kuantitas dari anggota tubuh Kristus.
Contohnya seperti jari tangan kita yang jumlahnya harus pas, tidak
boleh kurang satu jaripun.
MENUAI
= pekerjaan firman pengajaran yang benar (kegerakan Roh Kudus
hujan akhir) untuk menambah kualitas gereja Tuhan sampai
sempurna.
1 Korintus 3: 9
3:9. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu
adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Ladang Allah, itu sama dengan bangunan Allah.
Jadi, melayani di ladang Allah, sama dengan melayani pembangunan tubuh
Kristus.
2 Timotius 2: 20-24
2:20. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari
emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama
dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang
kurang mulia.
2:21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat,
ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan,
dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap
pekerjaan yang mulia.
2:22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda,
kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan
mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
2:23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak
layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
2:24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi
harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
Syarat utama melayani tubuh Kristus adalah hidup dalam kesucian.
Kesucian ini bisa kita dapatkan lewat Firman pengajaran yang benar.
Yang harus disucikan adalah:
- ay. 22= nafsu orang muda, yaitu menyangkut dosa makan
minum dan sex.
- ay. 23= pertengkaran.
Kalau kita disucikan dari 2 hal ini, maka kita akan ditampilkan sebagai
emas dan perak.
Biarlah hari-hari ini, kita dipakai oleh Tuhan untuk pekerjaan yang
mulia seperti emas dan perak. Jangan sampai kita dipakai hanya seperti
rumput. Sebab rumput ini akan terbakar saat ada api pencobaan.
KUALITAS PERAK
Amsal 10: 20
10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan,
tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.
Kualitas perak adalah berkata-kata yang benar. Artinya tidak
ada dusta dan menjadi berkat bagi orang lain.
Lidah ini merupakan kemudi. Kalau lidah benar, maka seluruh tubuh akan
benar.
KUALITAS EMAS
= tabiat Ilahi, artinya taat dan setia.
Emas dan perak inilah yang dicari dalam pembangunan tubuh Kristus.
Mazmur 68: 14
68:14. Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap
merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas
berkilau-kilauan.
Kalau kita ada emas dan perak, Tuhan akan lengkapi kita dengan SAYAP
MERPATI.
Mazmur 55: 7-9
55:7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku
akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
55:8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang
gurun. Sela
55:9. Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut
dan badai."
Kalau ada sayap merpati, kita akan mengalami perlindungan dan
pemeliharaan, sehingga kita bisa merasakan ketenangan. Bahkan
sampai jaman antikris, kita tetap dijaga dan dilindungi selama 3.5
tahun di padang gurun.
- Kidung Agung 2: 14
2:14. Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian
lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah
suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"
Pembaharuan ketiga adalah SUARA MERPATI.
Suara merpati adalah suara penyembahan.
Pelayanan yang benar, harus didorong Firman pengajaran yang benar.
Penyembahan yang benar, harus didorong oleh Firman pengajaran yang
benar.
Lukas 9: 28
9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala
pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus,
lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
= setelah pengajaran, baru ada penyembahan.
Pelayanan dan penyembahan yang benar, merupakan pantulan dari Surga.
Sebab itu, kita mempelajari Tabernakel.
Wahyu 19: 1, 3-4, 6
19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang
nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga,
katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada
Allah kita,
19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya
naik sampai selama-lamanya."
19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur
dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata:
"Amin, Haleluya."
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang
banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang
hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa,
telah menjadi raja.
ay. 6= jelas bahwa seruan Haleluya merupakan pantulan dari seruan di
Surga.
Kalau pengajarannya beda, penyembahannya juga akan berbeda.
2
macam suara merpati:
- Kidung Agung 2: 14
2:14. Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian
lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu!
Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"
Suara pertama adalah suara merdu= penyembahan dalam suasana
kebangkitan.
- Nahum 2: 7
2:7. Permaisuri dibawa ke luar dan ditelanjangi dan
dayang-dayangnya mengerang, mengaduh seperti suara merpati
sambil memukul-mukul dada.
Suara kedua adalah suara erangan= penyembahan dalam suasana
kematian dengan hati yang hancur.
2
suara merpati ini bagaikan lembah dan gunung yang menimbulkan
nyanyian baru. Dan ini tidak bisa dipelajari oleh orang lain.
Wahyu
14: 2-3
14:2. Dan aku mendengar suatu suara dari langit
bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan
suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang
memetik kecapinya.
14:3. Mereka menyanyikan suatu
nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat
makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari
nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang
yang telah ditebus dari bumi itu.
Nyanyian baru, itulah
seruan HALELUYA dalam Wahyu 19: 6
19:6. Lalu aku
mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak,
seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya:
"Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah
menjadi raja.
Suara
penyembahan kita, itu yang menarik kasih dari Mempelai Laki-laki,
sehingga kita bisa merasakan kasih Yesus.
Kegunaan
hujan kasih Allah:
- Roma 8: 35-36
8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?
Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau
ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya
maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba
sembelihan."
8:37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada
orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Kegunaan pertama adalah memberi kekuatan extra/daya tahan
menghadapi apapun juga, sehingga kita tidak terpisah dari Tuhan,
tapi tetap mengikut dan melayani Dia sampai Dia datang.
- menjadikan kita lebih dari pemenang. Artinya, kita tidak
bedaya apa-apa, tapi kita bisa menang atas segala masalah yang mustahil
sekalipun, sebab Tuhan yang berperang bagi kita.
- mengubahkan mulai wajah kita sampai jadi wajah yang elok
seperti Tuhan (merpati tadi bukan hanya disebutkan suaranya yang
merdu, tapi wajahnya juga elok).
Biarlah
lewat penyembahan kita, hujan kasih Tuhan mengubahkan kita sedikit
demi sedikit sampai kita menjadi sama dengan Tuhan dan kita bisa
memandang Dia muka dengan muka.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|