|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31 = keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali.Menghadapi badai dasyat, hanya bisa... Ibadah Raya Surabaya, 23 Januari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 1-5 26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: 26:2. "Kamu... Ibadah KKR Palangkaraya V, 26 Februari 2009 (Kamis Sore)
Ibrani 13: 1 "Peliharalah kasih persaudaraan"Sudah 4 kali kita mendengar tema ini. Sangat singkat, tapi sangat... Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2010 (Jumat Malam)
Matius 25:31-34 25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Perjamuan Paskah, dibagi menjadi 2 bagian: Ayat 17-19 tentang persiapan Perjamuan Paskah.Ayat... Ibadah Raya Malang, 17 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terdengar... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 November 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.
Petrus yang adalah rasul senior masih perlu... Ibadah Raya Malang, 21 Februari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK 1 Korintus 6:19-20, penyerahan anak adalah supaya... Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius
26: 14-16 26:14.
Kemudian pergilah
seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot,
kepada
imam-imam kepala. 26:15.
Ia berkata: "Apa... Ibadah Raya Surabaya, 29 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
Matius 25: 16-17, 19-21 25:16. Segera pergilah... Ibadah Raya Malang, 11 Maret 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.
Ada 2 macam saksi dan... Ibadah Doa Malang, 18 Januari 2011 (Selasa Sore)
Matius 25:31-34 25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat... Ibadah Kaum Muda Malang, 30 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13 menunjuk pada 7 nubuat di akhir zaman; nubuat adalah sesuatu yang akan terjadi... Ibadah Raya Surabaya, 25 Maret 2012 (Minggu Sore)
Matius
27: =
terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara daging yang dialami oleh Yesus untuk menyelamatkan,
memberkati... Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 36-46=
GETSEMANE. \'Getsemane\'=
tempat
pemerasan daging. Di
Getsemane, Yesus
mengalami pemerasan daging
(sengsara daging tanpa dosa= percikan darah). Di akhir jaman,
gereja
Tuhan/pengikut-pengikut
Yesus juga harus...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 23 Mei 2010 (Minggu Sore)
Digabung dengan Hari Pentakosta
Matius
25: 1, 13
25:1. "Pada
waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh
gadis, yang mengambil pelitanya
dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13. Karena itu,
berjaga-jagalah,
sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
ay.
1, 13= gadis-gadis/gereja Tuhan harus selalu berjaga-jaga dan siap
sedia supaya dapat menyongsong kedatangan Yesus kedua kali dalam
kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga.
Yang
harus disiapkan adalah PELITA harus tetap menyala.
2 syarat
supaya pelita tetap menyala:
- ay. 5-7= harus menerima kabar mempelai (cahaya) --> sudah
diterangkan pada ibadah-ibadah sebelumnya.
- ay. 3-4= harus memiliki minyak persediaan.
Malam
ini, kita masih membahas bagian 2 (MEMILIKI MINYAK PERSEDIAAN).
Matius
25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan lima
bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya,
tetapi tidak membawa minyak,
25:4. sedangkan gadis-gadis yang
bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam
buli-buli mereka.
Memiliki minyak persediaan ini
artinya harus melimpah-limpah/meluap-luap dalam Roh
Kudus.
Langkah-langkah untuk memiliki minyak persediaan
menurut gambar Tabernakel:
- mengalami minyak urapan Roh Kudus= masuk pintu gerbang
(http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+gerbang.html).
Ini artinya berada pada halaman tabernakel.
Roma 10: 17
10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh
firman Kristus.
Jadi, masuk pintu gerbang adalah iman/percaya pada Yesus lewat
firman Allah yang diurapi oleh Roh Kudus.
Sebab itu, kita harus sungguh-sungguh dalam mendalam Firman.
Saat kita bisa percaya dan mengerti Firman yang diurapi Roh Kudus, saat
itulah kita mengalami minyak urapan Roh Kudus.
Praktik kalau kita sudah diurapi Roh Kudus/mengalami minyak
urapan (dihalaman tabernakel ada 2 alat):
- mezbah korban bakaran (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+korban+bakaran.html)=
bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan
(mati terhadap dosa).
Kalau sengaja berbuat dosa, hidup itu akan kering.
- bejana pembasuhan (http://www.gptkk.org/tabernakel_bejana+pembasuhan+dari+tembaga.html)=
lahir baru/baptisan air.
1 Yohanes 3: 9
3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak
berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia
dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Lahir baru, artinya hidup baru, yaitu tidak berbuat dosa
lagi sekalipun ada keuntungan atau paksaan= membenci dosa sampai suatu
waktu tidak bisa berbuat dosa, sama seperti Yesus.
Kalau kita ada praktik bertobat dan lahir baru, kita SUDAH
berada dalam minyak urapan Roh Kudus.
- mengalami kepenuhan Roh Kudus= masuk pintu kemah (http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+kemah.html).
Kalau kita menjaga minyak urapan, dan minyak urapan ini terus
bertambah, maka suatu waktu, kita akan mengalami kepenuhan Roh Kudus.
Kalau kita masuk pintu kemah, kita berada dalam ruangan suci.
Dalam ruangan suci ada 3 alat. Praktiknya adalah ketekunan
dalam 3 macam ibadah pokok (penggembalaan):
Kalau tidak tekun, maka kita tidak akan mengalami kepenuhan Roh Kudus.
Sebaliknya, kalau kita tekun, maka kita akan mengalami kepenuhan
Roh Kudus.
Kalau tidak mengalami kepenuhan Roh Kudus, pasti tidak memiliki minyak
persediaan.
Mazmur 1: 3
1:3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Kehidupan yang tekun, itu seperti pohon yang ditanam di tepi aliran
air. Tanpa air, pohon itu pasti akan mati. Sebab itu, kita HARUS
TERGEMBALA.
Dengan tergembala, kita akan menjadi kehidupan yang tahan uji
sekalipun kena panas terik. Bahkan kita bisa menghasilkan buah
pada musimnya (diberkati jasmani/rohani dan menjadi berkat bagi orang
lain). Dan masa depan kita juga indah serta berhasil.
- meluap-luap dalam Roh Kudus= masuk pintu tirai (http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+tirai.html).
Kalau kita terus tekun dalam penggembalaan, barulah Roh Kudus bisa
meluap-luap. Dan inilah yang menjadi minyak persediaan.
Ini artinya, kita berada di dalam ruangan maha suci (kemuliaan
dan kesempurnaan).
Praktik
berada didalam ruangan maha suci:
- Markus 14: 36-38
14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil
bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku
kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:37. Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang
tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau?
Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38. Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu
jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging
lemah."
Praktik pertama adalah berdoa 1 jam (= perobekan daging).
Banyak kali, kita sudah mengalami masalah, baru berdoa. Dan ini artinya
tidak ada minyak persediaan.
Saat tidak ada pencobaan, kalau kita tetap tekun berdoa, itulah yang
menjadi minyak persediaan.
Perobekan daging adalah perobekan kehendak daging supaya
kita bisa taat dengar-dengaran.
Kalau kita taat dengar-dengaran, kita tidak akan jatuh dalam
pencobaan. Bahkan kita mengalami kuasa untuk menghapus
kemustahilan. Saat tidak taat, saat itulah kita jatuh dalam
pencobaan.
Selama kita taat pada firman, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
- di ruangan maha suci ada tabut perjanjian (http://www.gptkk.org/tabernakel_tabut+perjanjian.html)
dan didepannya ada percikan darah.
Praktik kedua adalah mengalami percikan darah (sengsara
daging tanpa dosa). Dan ini artinya, minyak meluap-luap.
Kalau kita mengalami percikan darah, jangan marah!
Sebab saat itu, minyak justru meluap-luap.
Bentuk-bentuk
percikan darah dalam hidup sehari-hari supaya meluap-luap dalam Roh
Kudus:
- 1 Petrus 4: 12-14
4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan
nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada
sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat
dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan
bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama
Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Bentuk pertama adalah tidak kecewa dan tidak putus asa saat
menghadapi penderitaan karena Yesus, malah kita berbahagia dalam
penderitaan.
Kalau masih mengomel dan tawar hati, hidup itu belum punya minyak
persediaan dan pelitanya sedang padam, sehingga saat Tuhan datang, ia
akan ketinggalan.
- Yohanes 16: 12-13
16:12. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi
sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin
kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan
berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang
didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan
kepadamu hal-hal yang akan datang.
Bentuk kedua adalah hidup benar sekalipun kita harus menderita.
Dan ini artinya, minyak urapan itu akan meluap-luap dalam hidup kita.
Banyak kali, kita hidup benar karena tidak ada tantangan.
- Yohanes 15: 25-27
15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka
harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh
Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena
kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
Bentuk ketiga adalah bersaksi sekalipun menghadapi penderitaan,
kesulitan dan kebencian.
Kesaksian ini yang terutama adalah kesaksian tentang keubahan hidup,
terutama kejujuran.
Kejujuran ini dimulai dari jujur terhadap Firman pengajaran. Sesudah
itu, jujur dalam segala hal.
Kalau
kita ada minyak urapan yang meluap-luap, maka kita tidak akan takut
menghadapi apapun.
Kalau
kita sudah jujur, kita bisa mengalami mujizat jasmani dan rohani,
sebab doa orang jujur akan dijawab oleh Tuhan.
Amsal
15: 8
15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
Mujizat
rohani terjadi terus, sampai saat Yesus datang kembali, pelita kita
akan tetap menyala dan kita siap menyongsong kedatangan Tuhan kedua
kali.
Tuhan memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|