English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 22 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 24 November 2010 (Rabu Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Doa Malang, 05 Februari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Januari 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya.
Dari siaran langsung Ibadah Persekutuan di Medan IV (25 Januari 2012 Sore)
Wahyu 19:...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Banyak yang harus kita jaga di dunia ini, tapi lebih...

Ibadah Persekutuan V Makassar, 06 September 2012 (Kamis Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Pendalaman Alkitab di Malang Salam sejahtera dalam kasih...

Ibadah Doa Malang, 20 September 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 26:26-29

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Maret 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:31, keadaan ketiga pada saat kedatangan Yesus kedua kali adalah

Ibadah Kunjungan Semarang III, 15 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 5:17
5:17 Tetapi Ia berkata kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 21 November 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:31-46 tentang Penghakiman yang Terakhir.

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Agustus 2016 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 September 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas Lukas 9:22-27.
Lukas 9:24
9:24 Karena...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 April 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Juni 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 17 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-46 adalah tentang penghakiman yang terakhir.

Matius 25:31
25:31. "Apabila Anak Manusia...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS
Kisah sudah membaca ayat 12.
Wahyu 2: 12
2: 12. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

Di sini (ayat 12), Yesus tampil sebagai Imam Besar dengan pedang yang tajam dan bermata dua/Firman Pengajaran yang benar untuk menghadapi takhta iblis, sebab jemaat Pergamus BERADA DI TAKHTA IBLIS atau memindahkan dari takhta iblis menjadi takhta Surga.

Sekarang, kita baca ayat 13-16.
Wahyu 2: 13-16
2:13. Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
2:14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut
ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
2:15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada
ajaran pengikut Nikolaus.
2:16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.


Kalau kita simpulkan, ada 2 keadaan takhta iblis:

  1. ay. 13= 'di tempat takhta Iblis'= takhta kegelapan= kenajisan dan kejahatan.
  2. ay. 14-16= 'ajaran Bileam dan ajaran pengikut Nikolaus'= takhta penyesatan.

Menghadapi kejahatan dan kenajisan, jemaat Pergamus kuat dan tidak menyangkal nama Tuhan, tetapi setan tidak membiarkan. Saat menghadapi yang kedua (penyesatan), beberapa orang jemaat Pergamus tidak kuat dan disesatkan.
Seperti Petrus yang kuat saat berjalan di atas air bergelombang (kuat menghadapi apa saja), tetapi begitu kena sedikit angin (ajaran-ajaran palsu), langsung takut dan tenggelam. Sebab itu, kita harus waspada.

Malam ini, kita belajar yang pertama: TAKHTA KEGELAPAN.
Kenajisan= dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu:

  • dosa makan minum: merokok, mabuk dan narkoba. Kalau kita ikut ambil bagian di dalamnya, itulah takhta iblis. Kita harus waspda.
  • dosa kawin mengawinkan: dosa sex denga berbagai ragamnya, penyimpangan sex (homosex, lesbian dan lain-lain), nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan) dan sex bebas.

Kejahatan=

  • kikir= tidak bisa memberi. Ini sama dengan mencuri milik orang lain yang membutuhkan ('ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan'). Tuhan memberkati kita, ada milik orang lain yang membutuhkan di dalamnya.


  • serakah= merampas hak orang lain, terutama haknya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus). Termasuk mencuri milik orang lain yang berhak (hutang tidak bayar, korupsi dan lain-lain).


  • ay. 13= 'dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam'= pembunuhan= iri hati, dendan, kebencian tanpa alasan, kebencian karena Yesus (kita dibenci karena melayani Tuhan), sampai aniaya karena Yesus bahkan betul-betul pembunuhan karena Yesus seperti Antipas, saksi yang setia, yang dibunuh karena ia tetap bertahan pada iman dan tidak mau mengikuti takhta iblis.
    Jemaat Pergamus memang diam di takhta iblis, tetapi ia tidak mau dan tetap bertahan di dalam Tuhan, sehingga ia dibunuh.

    Nanti akan terjadi juga penganiayaan dan pembunuhaan besar-besaran karena Yesus pada jaman antikris. Dulu, sudah dialami oleh Antipas, tetapi nanti akan dialami oleh anak-anak Tuhan yang tidak disingkirkan ke padang gurun.

Markus 7: 21-23
7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
7:22.
perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

'hati dan pikiran'= meja hati dan pikiran.
Di sini ada semua:

  • dosa kenajisan meliputi: percabulan, perzinahan,
  • dosa kejahatan meliputi: pencurian, pembunuhan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, iri hati.

Jika hati dan pikiran kita (dulu, sidang jemaat Pergamus) dikuasai oleh 12 keinginan jahat dan najis, maka kehidupan itu menjadi takhta setan.
Suasana jemaat Pergamus memang ada di takhta setan (suasana kejahatan dan kenajisan), tetapi bergantung pada pribadi kita. Kalau hati kita jahat dan najis, maka kita menjadi takhta setan. Antipas tidak mau dikuasai, tidak mau berada di takhta kegelapan, tetapi tetap terang sampai ia dibunuh.

Menjadi takhta setan= hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat dan najis (perbuatan kegelapan) sampai puncaknya, yaitu kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan, sehingga ia ditampilkan seperti perempuan Babel (mempelai wanita setan) yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya.
Jadi, setan melihat hati. Kalau hati dikuasai 12 keinginan jahat dan najis (hati gelap), maka disitulah setan bertakhta, karena takhta iblis hanya kejahatan dan kenajisan.

Bagaimana cara Tuhan menolong?
Wahyu 2: 12
2:12. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

Ibrani 4: 12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Untuk menghadapi takhta iblis, satu-satunya cara adalah dengan menggunakan pedang.
'membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita'= menyucikan hati dan pikiran kita.
Untuk menghadapi takhta iblis, Yesus tampil sebagai Imam Besar dengan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan hati dan pikiran kita, jemaat akhir jaman (dulu, sidang jemaat Pergamus) dari 12 keinginan jahat dan najis.

Kalau hati dan pikiran disucikan dari 12 keinginan jahat dan najis, maka hati dan pikiran yang suci diisi dengan 12 roti yang disusun menjadi 2 susun, masing-masing 6 roti (66= Alkitab= Firman pengajaran yang benar= Pribadi Tuhan sendiri), sehingga kita menjadi takhta Tuhan.

Malam ini, kita tinggal pilih, menjadi takhta setan atau takhta Tuhan.
Kalau diisi pengajaran benar, kita akan menajdi takhta Tuhan, sehingga kita menjadi seperti Antipas, yang memiliki iman yang teguh, sehingga tidak menyangkal nama Tuhan sampai dibunuh.

Wahyu 2: 13
2:13. Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

Memiliki iman yang teguh, artinya:

  • tetap percaya dan menyeru nama Yesus apapun yang dihadapi,
  • tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian apapun yang dihadapi, tidak mau jadi takhta iblis, tidak mau berbuat jahat dan najis,
  • tetap menyembah Tuhan.

Jadi, HATI DAN PIKIRAN SUCI ADALAH TAKHTA TUHAN= landasan yang kuat untuk menerima berkat-berkat dari Tuhan.
Tuhan tidak menipu kita. Dia melihat hati kita. Dalam pelajaran injil Matius dan Markus, disebutkan bahwa Yesus selalu berjalan di jalan yang rata, bukan di jalan yang naik turun atau berbelok-belok.
Jalan yang rata, itulah hati pikiran yang suci.

Paling sedikit, ada 3 macam berkat yang diterima oleh hati pikiran yang suci/takhta Tuhan:

  1. Imamat 24: 5-8
    24:5. "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;
    24:6. engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas
    meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.
    24:7. Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.
    24:8.
    Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.

    Hati dan pikiran yang suci, itu bagaikan Meja Roti Sajian.
    'Meja'= kayu penaga= manusia berdosa, tetapi disalut dengan emas murni (kesucian Roh Kudus).
    Hati yang tadinya jahat dan najis sudah disalut dengan emas murni dan menjadi meja hati pikiran yang suci.

    'mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun'= 66= Alkitab= Firman pengajaran yang benar dan lebih tajam dari pedang bermata dua.
    'meja dari emas murni'= meja dari kayu tetapi disalut dengan emas murni.
    'Setiap hari Sabat'= setiap hari Sabat, 12 roti yang lama diambil dan diganti dengan 12 roti baru yang tetap disusun 6 buan sesusun.

    Berkat yang pertama: 'setiap hari Sabat selalu ada 12 roti yang baru', artinya:


    • bagi seorang hamba Tuhan: kalau hati dan pikiran suci, maka selalu ada pembukaan rahasia Firman Allah yang menjadi makanan bagi sidang jemaat.
      Tugas gembala yang nomor satu adalah menyediakan makanan, sebab kehidupan kita mulai dari bayi ditentukan dari makanan. Sekalipun otaknya pandai, tetapi kalau tidak dikasih makan, tidak lama pasti pingsan. Sekalipun kaya, punya mobil bagus, tetapi kalau tidak ada makanan, pasti mati.
      Atau, makan sembarangan. Sekalipun bayi itu lucu, tetapi kalau dikasih susu yang sudah rusak, bayi juga akan mati.

      Untuk makanan, jangan sembarangan. Sebab itu, tugas pokok gembala adalah memberikan makanan. Bukan otak pandai yang bisa menyediakan makanan, tetapi hati pikiran yang suci, sehingga jemaat bertumbuh ke arah kedewasaan rohani/kesempurnaan.

      "Sebab itu saya katakan, mau tergembaqla atau fellowship, bukan lihat orang atau gedung gereja, tetapi lihat makanannya. Apakah gembalanya tanggung jawab memberi makan? Kalau gembalanya tidak tanggung jawab memberi makanan, malah orang lain yang kasih makan, itu sudah gawat. Seperti contonya, kalau saudara punya bayi dan sembarang saja yang menyusuinya, coba lihat saja bagaimana nasibnya. Sama juga dengan kehidupan rohani kita."


    • bagi sidang jemaat: kalau punya hati dan pikiran yang suci, sidang jemaat bisa makan Firman pengajaran benar yang disedikan oleh seorang gembala= mendengar Firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti, percaya/yakin pada Firman (jadi iman dalam hati) sampai praktik Firman dan Firman mendarah daging dalam hidup ktia.

      "Sama seperti kita makan, masuk dari mulut, kemudian masuk ke lambung. Diolah lagi dan dibagikan ke seluruh tubuh, mendarah daging dalam tubuh kita menjadi sel-sel baru dan sebagainya. Begitu juga dengan makan Firman. Masuk dari telinga (mendengar dengan sungguh-sungguh), masuk dalam hati (kalau makanan jasmani tadi masuk ke lambung) dan praktik Firman, sehingga Firman pengajaran benar mendarah daging dalam hidup kita."

      Kalau Firman mendarah daging dalam hidup kita, kita bertumbuh ke arah kedewasaan rohani (kesempurnaan).


    Imamat 24: 9
    24:9. Roti itu teruntuk bagi Harun serta anak-anaknya dan mereka harus memakannya di suatu tempat yang kudus; itulah bagian maha kudus baginya dari segala korban api-apian TUHAN; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya."

    Inilah berkat yang Tuhan berikan pada kita kalau hati dan pikiran suci.
    Nomor satu adalah makanan rohani.
    Kalau makanan rohani bisa dikirim, apalagi makanan jasmani, pasti Tuhan sediakan.

    Kalau sudah bisa makan (gembala bisa menyediakan makanan dan domba-domba bisa makan), hasilnya: 'mereka harus memakannya'= kita semua harus makan roti dari Tuhan, tidak boleh tidak.
    Artinya:


    • ada jaminan kepastian dari Tuhan untuk memelihara kehidupan jasmani kita secara langsung, tidak bergantung pada apapun.

      "Kata 'harus' ini berarti suatu jaminan kepastian, tidak bisa tidak. Saya sangat percaya. Dulu, guru-guru saya yang bersaksi bahwa Tuhan memelihara dari Firman. Saya mendengar dari kitab Keluaran, kita mungkin juga belajar, setiap hari bangsa Israel memungut manna (roti dari Surga= Firman), hidupnya dari Firman. Dulu, saya hanya mendengar kesaksian, tetapi sekarang, saya merasakan. Tidak kerja lagi, tetapi ada semua dari Firman."

      Gaji dan sebagainya hanya sarana, tetapi yang memelhiara kita secara langsung adalah Tuhan. Kalau bisa makan Firman, pasti bisa maka yang jasmani.
      Kalau hamba Tuhan, bisa ada pembukaan Firman, bisa memberi makan sidang jemaat dan dia makan sendiri, mau jemaat hanya 1 orang atau 2000 orang, tetap sama, Tuhan yang memelihara secara langsung.

      Nanti kita akan merasakan sepenuhnya saat penyingkiran di padang belantara selama 3,5 tahun, kita tidak bisa apa-apa lagi, deposito, ijazah dan sebagainya tidak laku lagi, dan kita benar-benar dipelihara langsung dari Surga. Ini puncaknya.


    • jaminan kepastian pemeliharaan Tuhan secara rohani, yaitu kita mengalami Sabat, karena roti dimakan pada hari Sabat.
      Artinya: kita mengalami damai sejahtera, ketenangan dan perhentian dari Surga, sehingga tidak ada lagi kepahitan hati, kepedihan hati, iri, kekuatiran, letih lesu dan beban berat, tetapi semua jadi enak dan ringan.


    • jaminan kepastian pemelharan Tuhan sampai hidup kekal di Yerusalem Baru.
      Keluaran 26: 35
      26:35. Meja itu haruslah kautaruh di depan tabir itu, dan kandil itu berhadapan dengan meja itu pada sisi selatan dari Kemah Suci, dan meja itu haruslah kautempatkan pada sisi utara.

      = Meja Roti Sajian ini terletak di sebelah Utara.

      Mazmur 48: 3
      48:3. Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.

      'kota Raja Besar'= kota Yerusalem baru.
      Sampai di sinilah pemeliharaan Tuhan, yaitu sampai di Yerusalem Baru.


  2. Efesus 4: 7, 11-12
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
    4:11. Dan
    Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi
    orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    ay. 7= 'kasih karunia'= karunia-karunia Roh Kudus.
    ay. 11= jabatan-jabatan pelayanan.
    'orang-orang kudus'= kehidupan yang memiliki hari dan pikiran suci.

    Berkat yang kedua: kita diberi jabatan dan karunia Roh Kudus (jubah maha indah seperti diterima oleh Yusuf).
    Artinya: ada jaminan kepastian dari Tuhan supaya hidup sekarang dan masa depan kita menjadi indah.

    Secara jasmani, kalau bisa makan (point pertama di atas), kita kenyang, maka kita bisa bekerja dan cari pakaian.
    Secara rohani, kalau kita bisa makan Firman dan kita kenyang, maka kita mulai cari pekerjaan di ladang Tuhan (kekuatannya mulai keluar)= mencari pakaian (bisa melayani).
    Kalau tidak bisa makan, memang susah untuk melayani dan tidur saja.

    Tadi, yang pertama, kita diberi makan dan KENYANG.
    Yang kedua, HIDUP KITA BENAR-BENAR INDAH.

    HATI INI MENENTUKAN, bukan otak. Kalau pandai, belum tentu bisa makan dan kenyang. Tetapi, kalau hati dan pikiran suci, ia bisa makan jasmani dan rohani sampai hidup kekal, bahkan hidup dan masa depannya bisa indah, sebab ada jaminan dari Tuhan.

    1 Timotius 4: 14
    4:14. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

    'nubuat'= pembukaan Firman.
    Tuhan yang memberikan jabatan pelayanan dan Roh Kudus yang memberikan karuniaNya. Kita bisa mendapatkan jabatan dan karunia Roh Kudus lewat pembukaan rahasia Firman (nubuat) dan penumpangan tangan seorang penatuan (gembala).
    Kalau kita bisa makan pembaukaan firman, bisa disucikan, otomatis (tidak usah disuruh) kita akan menerima jabatan pelayanan/pakaian yang indah dari Tuhan ('memperlengkapi orang-orang kudus').

    Yang belum menerima jabatan pelayanan, berdoa, biarlah Firman yang bekerja supaya mendapatkan jabatan pelayanan, bukan orang lain yang bekerja.

    Kalau sudah menerima jabatan pelayanan, sikap kita terhadap jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus adalah 'jangan lalai', artinya:


    • tetap setia dan bekrobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia yang Tuhan percayakan sampai garis akhir (sampai meninggal atau sampai Tuhan datang kembali),


    • rela menderita secara daging karena beribadah dan melayani Tuhan. Ini bagaikan jubah dicelup dalam darah. Ini penting.

      Kalau sengsara karena berbuat dosa, itu seperti melepas baju dan menjadi telanjang, malu dan menderita.

      Jubah dicelup dalam darah supaya tidak ditelanjangi oleh setan (setan paling takut pada darah Yesus) dan jubah kita semakin indah sampai menjadi jubah putih berkilau-kilauan (pakaian mempelai untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan).

      Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)


    Iniberkat-berkat yagn kita terima kalau kita jadi takhta Tuhan. Ada berkat makanan dan jubah yang indah sampai memakai pakaian mempelai. Ini yang paling indah.

    Kalau tidak ada pedang dalam gereja Tuhan, sehebat apapun hamba Tuhan/pelayan Tuhan, hanya akan jadi takhta iblis, hanya jadi tempatnya 12 dosa jahat dan najis, tidak bisa tidak.

    Biarlah malam ini kita mohon pada Tuhan, supaya Tuhan tampil, karena banyak hati kita dikuasai kegelapan, yaitu keinginan jahat dan najis. Biar Tuhan tusuk dan sucikan, sehingga kita pulang dari tempat ini benar-benar dengan hati pikiran yang suci, kita menjadi takhtanya Tuhan dan memiliki landasan yang kuas untuk menerima berkat dari Tuhan. Sekalipun dunia makin sulit, tetapi ada jaminan kepastian dari Tuhan untuk memelihara dan membuat indah hidup kita.
    Kalau ada landasan yang kuat, Tuhan yang menentukan keindahan hidup kita.


  3. Matius 5: 8
    5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    'suci hatinya'= termasuk pikirannya.
    Berkat yang ketiga: kita bisa melihat wajah Tuhan dalam kemuliaan.
    Artinya:


    • kita bisa melihat diri sendiri dengan segala kekurangan.

      "Mohon maaf, bukan bermaksud yang tidak baik. Melihat diri sendiri, sebelum memulai segala sesuatu, mulai dari dada. Dada ini bicara soal takhta/kedudukan/kebanggaan. Masih ada takhTA/kebanggan? Kita periksa. Kemudian turun lagi, maaf, lihat perut/kebutuhan perut (harTA). Ada keinginan akan harta, kikir dan serakah? Kita juga periksa. Maaf, turun ke bawah lagi, ada alat reproduksi (waniTA/dosa seks). Kita lihat dosa-dosa sampai puncaknya dosa."

      Mungkin ada kekurangan mulai dari dada, perut sampai alat reproduksi, tetapi kita mohon pada Tuhan untuk disucikan.


    • bisa menyembah Tuhan, percaya dan mempercayakan diri sepenuh hanya kepada Tuhan.


    Hari-hari ini, kalau punya landasan yang kuat, lihat diri sendiri dan Tuhan saja! Jangan melihat orang lain!
    Kalau tidak mampu melihat diri sendiri yang banyak kekurangan, pandang Tuhan, serukan 'aku tidak mampu, Tuhan' dan kita tidak ada kesempatan untuk melihat orang lain apalagi kesalahan orang lain.

    Kalau kita hanya memandang wajah Tuhan dalam kemuliaan, hasilnya:


    • Mazmur 17: 15
      17:15. Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

      Hasil pertama: Tuhan menyinari kita dengan sinar kepuasan/kebahagiaan Surga= kita mengalami kepuasan sejati/kebahagiaan Surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia, sehingga kita tidak akan cari kepuasan di dunia dan jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Kita juga tidak akan jatuh dalam pergaulan-pergaulan yang tidak baik.

      Saat Petrus diajak naik ke atas gunugn, ketika ia melihat wajah Tuhan yang berkilau-kilauan, ia berkata, 'betapa bahagianya'. Ia tidak mau turun lagi dan mau membuat 3 pondok. Ia tidak mau turun sekalipun suasana di atas gunung.

      "Kalau benar gunung Tabor yang ditunjukan kepada kami waktu ke Israel, lumayan tingginya. Kita naik mobil dulu, baru ke atas. Kalau tidak persiapan, malam hari pasti kedinginan dan lain-lain. Tidak ditunjukkan ada persiapan untuk bikin kemah dan sebagainya, tetapi Petrus jelas tidak mau turun lagi karena ia katakan, 'betapa bahagian'."

      Lebih dari 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 orang, Petrus tidak pernah berkata 'betapa bahagianya', tetapi di atas gunung yang mungkin dingin, ia berkata 'betapa bahagianya', tidak mau turun, karena ada kepuasan/kebahagiaan Surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun.


    • Bilangan 6: 25
      6:25. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

      Hasil kedua: Tuhan menyinari kita dengan sinar kasih karunia-Nya= kita menjadi takhta kasih karunia Tuhan untuk mendapatkan pertolongan Tuhan Imam Besar dari segala masalah sampai yang mustahil tepat pada waktu-Nya. (kasih karunia Tuhan dapat dan tepat menolong kita).

      Ibrani 4: 16
      4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Lazarus sudah mati 4 hari. Bagi manusia, sudah sangat terlambat. Jangankan menolong, datang tetapi sudah dikubur, mau diapakan lagi, mau lihat juga tidak bisa. Tetapi bagi Tuhan, tidak ada kata terlambat. Kalau kita mau menyembah Tuhan (percaya dan berharap Tuhan), tidak ada kata terlambat bagi Tuhan.


    • Hasil ketiga: kita mengalami sinar kemuliaan (shekina glory) seperti di atas gunung, sehingga kita mengalami pembaharuan atau keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Ini mujizat rohani terbesar dan berarti, ini merupakan perjalanan kita menuju Yerusalem Baru.
      Kalau miskin jadi kaya, belum tentu menuju Yerusalem Baru. Ada orang datang ke dukun, dari miskin bisa jadi kaya. Tetapi, kalau keubahan hidup (misalnya dusta jadi jujur), ini benar-benar perjalanan menuju Yerusalem Baru.

      Wahyu 21: 11
      21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

      Bukti perjalanan kita menuju Yerusalem Baru adalah 'jernih seperti kristal'= kita harus dibaharui sampai jernih seperti kristal.
      Artinya:


      1. 'transparan'= jujur. Mulai dari soal pengajaran harus jujur, dan dalam segala hal harus jujur, ya katakan 'ya', tidak katakan 'tidak', selebihnya dari itu adalah ular.
        Kalau tidak jujur soal pengajaran, itu ular, bukan Yerusalem Baru.


      2. iman yang tulus ikhlas= tidak ada keragu-raguan, benar-benar transparan= percaya.


      Jujur dan percaya, itulah yang sedang menuju Yerusalem Baru.
      Pastikan hidup kita menuju Yerusalem Baru!
      Kalau sedikit saja kita ragu, berarti kita tenggelam. Saat Petrus ragu, ia langsung tenggelam, tidak bisa tidak. Harus jujur dan percaya!

      Untuk menuju Yerusalem Baru, memang banyak dihantam kebusukan yang menghadang kita bagaikan Lazarus mati 4 hari, tetapi bisa dilawan dengan jujur dan percaya.

      Lazarus mati 4 hari, sudah menjadi buluh yang patah dan sumbu yang padam, tetapi kalau masih ada sinar kemuliaan Tuhan yang mengubahkan kita menjadi jujur dan percaya, maka mujizat rohani terjadi dan mujizat jasmani pasti terjadi juga. Setan bisa mengadakan mujizat jasmani, dukun juga bisa. Tetapi mengubahkan kita jadi jujur dan percaya, setan tidak bisa, dukun tidak bisa, semua tidak bisa, hanya Tuhan. Kalau Tuhan mengadakan mujizat rohani bagi kita, maka mujizat jasmani sangat mudah bagi Tuhan.

      Yohanes 11: 39-40
      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau
      percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      ay. 39= 'ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati'= Marta tidak mau jujur saat disuruh angkat batu, mau sembunyikan sesuatu, sembunyikan yang busuk-busuk, karena merasa malu dan sudah busuk.
      'Jikalau engkau percaya'= Marta tidak jujur dan tidak percaya.

      Malam ini, kita jujur, akui segala yang sudah busuk dan gagal dan kita percaya pada Tuhan.
      Maka, Lazarus yang sudah mati 4 hari bisa dibangkitan kembali.
      Artinya: apa yang mustahil jadi tidak mustahil. Apa yang sudah busuk jadi indah pada waktu-Nya.

      Kita serahkan semua pada Tuhan dengan memandang Dia malam ini. Dia Imam Besar dan Gembala Agung kita.
      Apapun yang kita alami, kita serahkan pada Dia, kita pandang Dia dan Dia akan mengadakan mujizat. Sampai yang terakhir, saat Dia datang kembali kedua kali, kita benar-benar diubahkan jadi sama mulia dengan Dia. Kita bisa terangkat di awan-awan yang permai, memandang Dia muka dengan muka selama-lamanya, sampai DUDUK BERSANDING DI TAKHTA TUHAN selama-lamanya.

Memang perjalanan rohani kita ke Yerusalem Baru dihadapkan pada Lazarus dan takhta iblis menghadang; ada kesulitan, kemustahilan, kebusukan, merasa malu dan sebagainya yang tidak baik. Tetapi, hadapi dengan jujur dan percaya. Itu sinar kemuliaan dari Yerusalem Baru, semua akan Tuhan tolong. Serahkan semua pada Tuhan dan berseru kepadaNya. Apa yang berkecamuk di hati pikiran, apa yang mustahil, apa yang membuat kita susah, apa yang membuat kita pedih, busuk dan lain-lain, serahkan kepada Dia.

Pandang kepada Dia saja, jangan pandang yang lain dan Dia akan menolong kita. Jangan takut! Ada jaminan dari Tuhan untuk pemeliharaan kita sampai hidup kekal, ada keindahan, pertolongan dan mujizat malam ini, baik mujizat rohani maupun jasmani. Kita pulang dengan bahagia dan memandang Dia.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top