English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Desember 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 16 Februari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus selalu berjaga-jaga supaya tidak ketinggalan saat Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Juni 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong...

Ibadah Raya Surabaya, 05 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 14-30
= perumpamaan tentang talenta.
ay. 14= Tuhan mempercayakan harta Surga kepada manusia berdosa= KEMURAHAN TUHAN.
ay. 15= Tuhan memberikan talenta...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Oktober 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 secara keseluruhan dalam tabernakel itu menunjuk tentang SHEKINAH GLORY/Sinar kemuliaan.

Matius 28 ini terbagi 3 bagian, antara lain:

Matius 28: 1-10 tentang kebangkitan...

Ibadah Doa Malang, 01 September 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Raya Malang, 02 September 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANE.
'Getsemane'= tempat pemerasan daging.
Di Getsemane, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan/pengikut-pengikut Yesus juga harus...

Ibadah Raya Surabaya, 13 November 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Jika kita tidak bersaksi tentang Tuhan, kita akan menyangkal Tuhan,...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 08 Maret 2011 (Rabu Dini Hari)
Keluaran 12:8
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 06 September 2013 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 19:16-25
19:16 Dan terjadilah pada hari ketiga,...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Juli 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Tuhan memberkati...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6:14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat dan lain-lain; sama dengan terjadi kegoncangan-kegoncangan di dunia ini, baik secara jasmani--ekonomi dan lain-lain--, rohani--ajaran palsu, dosa, ibadah palsu, penyembahan palsu--, kehancuran nikah dan buah nikah, yang mengakibatkan ketakutan, kehancuran, kematian--kalau stres/takut bisa mati secara jasmani dan rohani--, sampai kebinasaan selamanya.

Di ayat 12-13: gempa bumi yang dahsyat mengakibatkan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut, bulan menjadi merah seperti darah, dan bintang-bintang berguguran.
Kalau diberi satu kalimat, ini sama dengan terjadi kegelapan yang dahsyat di bumi, karena matahari, bulan dan bintang merupakan sumber terang di bumi.

Ini pernah terjadi di Mesir saat bangsa Israel mau keluar dari Mesir--salah satu hukuman Tuhan atas negeri Mesir--; nanti akan terjadi lagi.
Keluaran 10: 21-22=> tulah kesembilan: gelap gulita
10:21. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."
10:22. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.

'orang dapat meraba gelap itu'= seharusnya gelap itu hanya dilihat, tetapi karena gelapnya, bisa diraba--sudah benar-benar gelap.
Kegelapan yang paling gelap sudah pernah terjadi selama tiga hari di Mesir, dan disusul dengan keluarnya bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan.

Ini menubuatkan bahwa akan terjadi kegelapan yang sangat gelap di bumi: tanpa sinar matahari, bulan dan bintang. Apa bentuknya? Antikris berkuasa selama tiga setengah tahun di bumi--kegelapan yang bisa diraba berarti sudah menjadi wujud--, disusul keluarnya gereja Tuhan dari bumi ini ke padang gurun selama tiga setengah tahun--antikris tidak bisa menjamah kita--, dan sesudah itu ke Yerusalem baru (Kanaan samawi).

Ke mana terang matahari, bulan dan bintang? Sudah dipakai oleh gereja Tuhan; gereja Tuhan menjadi terang dunia sama seperti Yesus. Yesus berkata: Akulah terang dunia, kamu juga terang dunia.
Wahyu 12: 1, 14
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

'ia terbang ke tempatnya di padang gurun'= ke padang gurun dahulu seperti dulu bangsa Israel ke padang gurun dulu baru ke Kanaan.
Gereja Tuhan menghadapi kegelapan yang sangat gelap yang akan melanda dunia akhir zaman, karena itu gereja Tuhan harus tampil sebagai TERANG DUNIA dengan cahaya matahari, bulan dan bintang, sehingga gereja Tuhan dikaruniai dua sayap burung nasar yang besar.
Menghadapi gelap hanya bisa dengan terang, tidak bisa dengan uang dan lainnya.

Kegunaan dua sayap burung nasar yang besar:

  • Menyingkirkan gereja Tuhan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh Tuhan di padang gurun selama tiga setengah tahun, lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci (kurban Kristus). Makanan burung nasar adalah bangkai; Yesus rela mati di kayu salib, di antara penjahat sehingga Ia disebut bangkai--kalau penjahat mati disebut bangkai, bukan lagi mayat--, untuk menjadi makanan burung nasar. Burung nasar adalah kehidupan yang menanti-nantikan Tuhan--kita semua.
    Ibadah pendalaman alkitab itu penting; latihan menyingkir ke padang gurun.

    Dulu Israel dipelihara selama empat puluh tahun dengan manna, dan dilindungi: sepatunya tidak rusak, pakaiannya tidak rusak. Kita nanti begitu.


  • Mengangkat kita di awan-awan yang permai setelah tiga setengah tahun di padang gurun, kita bertemu dengan Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria--Dia Kepala/Suami dan kita tubuh-Nya/isteri--, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah yang rohani/sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat.

    Wahyu 19: 9
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai, kita harus menjaga nikah yang jasmani.
    Jadi, nikah orang kristen bukan hanya di dunia, tetapi harus sampai pada nikah yang sempurna bersama Yesus.
    Nikah jasmani harus dijaga dalam kebenaran--sesuai dengan firman, tidak boleh kawin cerai--, kesucian--tidak boleh ada perselingkuhan, kejatuhan dalam dosa dan puncaknya dosa--, dan kesatuan--, untuk bisa mencapai perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.

    Kaum muda, masa perkenalan harus dijaga dalam kebenaran, harus sesuai dengan firman. Kalau tidak sesuai, jangan! Jaga kesuciannya! Masa perkenalan atau tunangan bukanlah masa-masa pergaulan yang tidak baik. Dan jaga kesatuan nikah! Yang sudah menikah juga jaga tiga hal ini, supaya bisa mencapai perjamuan kawin Anak Domba.

    Setelah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Wahyu 20); Firdaus yang akan datang. Dulu nikah manusia ditempatkan di Firdaus, tetapi karena berbuat dosa dan telanjang, manusia dibuang ke dunia. Sekarang dari dunia mau dikembalikan ke Firdaus lewat perjamuan kawin Anak Domba. Nikah jasmani kita adalah pintu menuju Firdaus. Sebagai anak, suami, isteri jaga kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah!

    Kalau yang jasmani tidak benar, tidak akan bisa menuju yang rohani--pintu tertutup. Yang jasmani dulu yang dijaga di dalam kebenaran, kesucian dan kesatuan, baru bisa menuju Firdaus. Sesudah itu masuk Yerusalem baru/langit dan bumi yang baru (Wahyu 21-22), sementara bumi yang lama hancur/kiamat.

Sementara ada penghukuman di bumi, tetapi kita ada di awan-awan, bersama dengan Tuhan sampai ke Yerusalem baru.
Memang akan terjadi kegelapan--antikris berkuasa--, tetapi kalau kita sungguh-sungguh di dalam Tuhan: jaga nikah dan hidup, kita akan disingkirkan, kemudian diangkat bersama dengan Tuhan, sementara di bumi ada pesta yang lain, yaitu pesta penghukuman--tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, kiamat sampai neraka selamanya.

Baru satu hukuman saja sudah ngeri, nanti tiga kali tujuh, karena itu ayat berkata: Siapa yang dapat bertahan? Bukan main-main! Ini bukan ramalan! Nubuat itu belum terjadi, tetapi pasti terjadi. Serius!
Di dunia ini kita harus serius; sekolah dan bekerja yang serius, tetapi rohani harus lebih serius.

"Saya selalu contohkan dengan timbangan. Jangan berat di dunia, rugi! Timbangan harus berat pada yang rohani, sebab dunia ini fana, apa yang kita capai akan kita tinggal, tetapi yang rohani ini akan sampai selamanya. Karena itu tidak salah kalau saya sebagai hamba Tuhan keras, sungguh-sungguh bekerja dan kuliah, tetapi lebih sungguh-sungguh dalam hal rohani. Harus, karena yang rohani ini yang kekal, sedangkan yang jasmani akan ditinggal semua."

Itu sebabnya kalau anak muda dinasihati untuk ibadah jangan marah, itu bekal untuk selamanya.

Jangan ikut-ikut dalam kegelapan, tetapi hidup dalam terang sampai menjadi terang matahari, bulan dan bintang.
Kalau ikut-ikut dalam kegelapan, nanti akan ketinggalan, kemudian menghadapi tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, ditambah dengan kiamat, habis semua, dan masih ditambah neraka selamanya. Kalau hidup dalam terang kita akan diberi dua sayap burung nasar untuk disingkirkan ke padang gurun dan kemudian diangkat bersama Tuhan.

Praktik hidup dalam kegelapan:

  1. Keluaran 10: 23
    10:23. Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

    Kita belajar dari kitab keluaran. Jadi alkitab itu bukan hanya sejarah, tetapi mengandung nubuat. Jangan dipelajari ilmunya, tetapi nubuat/arti rohaninya ini yang penting.
    'pada semua orang Israel ada terang'= nanti terang dengan gelap akan terpisah.

    'Tidak ada orang yang dapat melihat temannya'= 'Tidak ada orang yang dapat melihat sesamanya'= sesama yang paling dekat adalah di dalam nikah. Jangan sampai suami dengan isterinya jauh, tetapi dekat dengan orang lain. Bahaya!

    Praktik pertama hidup dalam kegelapan: 'Tidak ada orang yang dapat melihat sesamanya'= egois; mementingkan diri sendiri, sampai mengorbankan orang lain dan perkara rohani: ibadah, firman yang benar, untuk mencapai keinginan dagingnya.

    Contoh: Yudas Iskariot. Karena ada keinginan akan uang, ia menjual Yesus. Di dunia, Yesus adalah guru dan temannya, tetapi Dia juga Tuhannya; temannya dia korbankan dan Tuhannya dia korbankan--perkara rohani dia korbankan. Ke arah situ orang egois. Pertama korbankan sesamanya, lama-lama korbankan Tuhannya untuk mencapai keinginan dagingnya.

    Akibatnya: Yudas Iskariot binasa selamanya.

    Ini keluhan Tuhan lewat rasul Paulus.
    Filipi 2: 19-21
    2:19. Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu.
    2:20. Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;
    2:21. sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.

    'begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu'= bukan kepentingan sendiri, tetapi orang lain.
    Supaya tidak egois, kita harus rela mengorbankan kepentingan sendiri sehingga kita bisa:


    1. Memperhatikan kepentingan orang lain, terutama di dalam nikah, kemudian di dalam penggembalaan, antar penggembalaan.

      "Baru saja di Kartika Graha kita mengeluarkan biaya yang sangat besar, padahal di Malang kita mau memperluas gereja, kita butuh dana, tetapi inilah kepentingan tubuh Kristus yang harus diutamakan lebih dari yang jasmani."


    2. Memperhatikan kepentingan Kristus (perkara rohani).


    2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Kalau sudah egois, susah sekali untuk berubah.
    'masa yang sukar'= sukar untuk diubahkan; sudah di dalam ibadah tetapi tidak bisa berubah, apalagi kalau di luar gereja.
    'mencintai dirinya sendiri'= egois, kalau sudah ada ini, tujuh belas tabiat lainnya juga ada. Ini gawat.
    'mereka akan berontak terhadap orang tua'= kalau sudah egois, kaum muda akan berontak pada orang tua. Itu sangat egois.

    "Tadi saya trenyuh lewat kesaksian seorang di Medan yang kenal saya lewat internet. Dia dulunya sakit parah, tidak bisa jalan, dia dengar firman lewat internet, bisa pulih kesehatannya, sampai bisa datang beribadah. Sekarang di Jakarta, anaknya baru belajar bekerja. Kosnya mahal, setelah beberapa bulan mereka pindah ke kos yang murah. Ibu kosnya yang dulu memanggil--maaf, pemilik kos ini bukan agama kristen--: 'Kembalilah!': 'Oh, tidak kuat kami bayar.': 'Tidak usah bayar, sudah kamu tempati kamarmu.' Karena ditelepon terus, datanglah mereka dan memang tidak usah bayar sama sekali. Lalu dia bertanya: 'Kenapa ibu begitu baik pada saya?': 'Aku lihat pengabdian anakmu kepadamu, saya tidak kuat melihatnya, anakmu sangat memperhatikan engkau. Ini bukan orang kristen, ada anak berbakti pada orang tuanya, dia trenyuh dan bisa berkorban apapun, kalau orang kristen melawan orang tuanya, tragis! Jangan melawan orang tua! Orang di luar Tuhan saja bisa menghargai, apalagi kita. Kalau berontak pada orang tua, itu egois! Jangan! Karena itu hati-hati soal jodoh karena banyak pertentangan soal jodoh--puncaknya nanti soal jodoh. Karena itu terang-terangan! Mau kenalan dan seterusnya, bicara dulu pada Tuhan, setelah itu orang tua, bicara yang jelas. Kalau sudah ok, baru jalan, kalau tidak boleh, jangan, kalau diteruskan nanti akan terjadi pertentangan, perkelahian dan lain-lain. Jangan memberontak pada orang tua! Benar-benar tragis! Orang di luar Tuhan saja menghargai orang yang mengasihi orang tuanya. Tuhan tolong kita."

    'tidak mempedulikan agama'= sampai mempelajari agama lain. Ini egois, hanya demi gelar dan sebagainya. Coba bayangkan, mempelajari agama lain; mempelajari tuhannya orang lain, padahal pesan Tuhan pada bangsa Israel: Kalau kamu masuk ke Kanaan, jangan bertanya-tanya soal ibadah dan tuhannya. Bahaya besar! Ini orang egois hari-hari ini.

    'tidak tahu mengasihi'= tidak mengasihi sesama.
    'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak mengasihi Tuhan; tidak taat.
    Jadi, orang egois adalah kehidupan tanpa kasih. Jangan begitu! Tuhan tolong kita semua.

    Ayat 5= memang beribadah tetapi menolak kuasa ibadah, itulah orang egois.
    Kuasa ibadah adalah firman Allah terutama firman pengajaran yang benar; ada penginjilan untuk membawa kita masuk, tidak percaya jadi percaya, tetapi setelah ibadah perlu makanan keras.

    Berarti orang egois adalah kehidupan yang beribadah tetapi menolak firman pengajaran yang benar; menolak suara Tuhan. Kalau menyanyi berjam-jam, dia tidak apa-apa--Tuhan suruh dengar suaranya--, tetapi tidak mau mendengar suara Tuhan. Sangat egois! Beribadahnya kepada Tuhan tetapi tidak mau mendengar suara Tuhan, akhirnya beribadah pada setan.

    "Sekarang seperti itu, semua egois, tiap ibadah, selalu firman yang dikorbankan. Selalu pembicaranya yang diberi tahu dalam ibadah: firmannya jangan lama-lama, Pak."

    Ini orang egois! Beribadah tetapi menolak firman pengajaran yang keras.

    Akibatnya: tidak mengalami keubahan hidup; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiatnya sehingga dicap 666; menjadi sama dengan antikris, hidup dalam kegelapan yang sangat gelap. Dia tidak akan terangkat saat Tuhan datang tetapi menerima penghukuman sampai kebinasaan selamanya.

    Mari, jangan egois! PERHATIKAN KEPENTINGAN SESAMA DAN TUHAN, TERUTAMA DALAM IBADAH UTAMAKAN FIRMAN!
    Orang berdosa itu seperti berada di luar rumah Tuhan. Kemudian oleh penginjilan ditarik bisa percaya Yesus, bertobat, baptisan air; masuk dalam rumah Tuhan, tetapi di dalam rumah Tuhan bungkuk delapan belas tahun karena egois, apa artinya? Hanya pindah tempat saja, tidak ada artinya!

    Biarlah sikap kita berubah. Egois harus disingkirkan. Kepentingan sesama dan Tuhan adalah yang utama. Tuhan hadir di tengah kita lewat firman-Nya yang keras dan tajam, sebenarnya untuk kepentingan kita yaitu mengubahkan kita sampai sama seperti Dia, kalau ditolak, kita akan jadi sama seperti antikris yang akan dihukum dan dibinasakan.


  2. Keluaran 10: 23
    10:23. Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

    Praktik kedua hidup dalam kegelapan: 'tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya'= jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa--tidak mengalami kebangunan rohani--sampai rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi; tidak bisa bertobat lagi seperti setan, dan binasa selamanya.

    Puncaknya dosa= dosa makan minum (merokok, mabuk dan narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan dengan berbagai ragamnya: lewat tontonan, penyimpangan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan, nikah yang salah).

    Mari, kalau mau menjadi terang KITA HARUS MASUK DALAM KEBANGUNAN ROHANI. Tadi, jangan egois, tetapi mengasihi Tuhan; dengar firman dan kalau kita diubahkan kita pasti bisa mengasihi sesama dan Tuhan. Kalau egois--menolak firman--, tidak akan ada kasih--gelap.
    Kemudian, masuk kebangunan rohani.

    Jalan keluarnya supaya tidak rebah: di dalam sistem penggembalaan.
    Kisah Rasul 20: 28, 31-33, 35
    20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan
    mencucurkan air mata.
    20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada
    firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    'penilik'= gembala.
    Ayat 31= gembala harus sungguh-sungguh.
    Ayat 32= 'firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu'= dalam penggembalaan terjadi kebangunan rohani; disucikan terutama dari keinginan jahat dan najis.

    Sikap kita: gembala dan domba harus sama-sama mencucurkan air mata--serius dalam penggembalaan.
    Ayat 28: 'diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri'= harga penggembalaan adalah seharga darah Yesus. Kalau gembala atau domba main-main dalam penggembalaan, ia berhutang darah Yesus yang tidak bisa dibayar dengan apapun. Serius dalam penggembalaan, karena di sinilah terjadi kebangunan rohani, sementara nanti banyak yang rebah karena kegelapan, sekarang jatuh bangun, lama-lama rebah dan tidak bisa bangkit kembali.

    Jangan main-main kalau ada dosa yang mengikat kita! Jangan teruskan jatuh bangun, nanti akan rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, tidak bisa bertobat lagi--binasa--!

    Suasana kebangunan rohani ada di dalam sistim penggembalaan. Gembala dan domba harus sungguh-sungguh!

    Gembala harus banyak menangis untuk menerima pembukaan firman Allah/makanan rohani/firman penggembalaan yang diulang-ulang. Kalau tidak diulang-ulang, itu camilan, bukan makanan.
    Sidang jemaat juga mencucurkan air mata untuk bisa makan firman penggembalaan.

    Ini sikap kita dalam penggembalaan. Hargai firman penggembalaan yang langsung dari Tuhan.
    Ayat 32: 'dan kepada firman kasih karunia-Nya'= firman penggembalaan sama dengan firman kasih karunia; langsung dari Tuhan, tidak bisa dipelajari.

    "Kita sama-sama, saya mencucurkan air mata berusaha untuk mendapat pembukaan firman sebagai makanan rohani bagi sidang jemaat, dan sidang jemaat juga menangis untuk bisa mengerti; menerima; dan makan firman pengggembalaan."

    Mengapa demikian?


    1. Yang pertama: kita mencucurkan air mata untuk mendapatkan firman penggembalaan karena firman penggembalaan menuntun kita ke kandang penggembalaan lewat pintu yang sempit--perobekan daging--(Yohanes 10).
      Apa itu kandang penggembalaan? Musa naik ke gunung Sinai dan Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepadanya, lalu Tuhan memerintahkan Musa membuat Kemah Suci; ada tiga ruangan: halaman--keselamatan--, ruangan suci, dan ruangan maha suci--kesempurnaan.

      Di luar halaman, orang berdosa; padang gurun dunia, berdosa dan kena hukum, tetapi begitu percaya Yesus, bertobat, baptis air--selamat--, ia masuk halaman.
      Kita sudah selamat, tetapi belum sempurna. Jadi kita sekarang berada di dalam ruangan suci--kandang penggembalaan.
      Memang masuk kandang itu lewat pintu sempit--perobekan daging.

      Apa itu ruangan suci? Ada tiga macam alat, sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-Nya; kita diberi minum, supaya tidak haus dan rebah.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah dan kurban Kristus; kita diberi makan. Diberi minum dan makan, supaya kita kuat.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita bernafas dengan kasih Allah--doa itu nafas--, supaya hidup kekal, sebab kasih Allah itu kekal.


      Jadi kita harus memperhatikan firman penggembalaan karena itu yang membawa kita ke kandang, dan di situ kita dipelihara; kita diberi makan, minum dan sirkulasi udara; kita dipelihara oleh Tuhan secara jasmani dan rohani sampai: takkan kekurangan aku.
      Secara jasmani: berkelimpahan--selalu ada saat kita membutuhkan--, sehingga kita selalu mengucap syukur pada Tuhan.
      Secara rohani: ada ketenangan karena tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--dalam tiga macam ibadah kita bersekutu dengan Allah Tritunggal--; hidup kita menjadi enak dan ringan; setan tidak bisa menjamah kita.

      Ini gunanya firman penggembalaan yaitu membawa kita masuk ke kandang penggembalaan dan mengalami pemeliharaan; kita bagaikan dibaringkan di padang rumput hijau seperti yang dikatakan oleh raja Daud.

      Memang masuk pintu sempit, tetapi di balik pintu sempit, ada pembukaan pintu-pintu di dunia ini. Firman penggembalaan membuka pintu kandang penggembalaan yang sempit; membawa kita masuk perobekan daging, sehingga terjadi pembukaan pintu-pintu di dunia, pintu masa depan sampai pintu kerajaan sorga terbuka.
      Mari rela untuk tergembala.


    2. Yang kedua: kita mencucurkan air mata untuk mendapatkan firman penggembalaan karena firman penggembalaan menyucikan/membangun rohani kita; menyucikan tubuh, jiwa dan roh kita mulai dari hati--pusatnya.
      Hati terdiri dari keinginan jahat, keinginan najis, dan kepahitan.

      Keinginan najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      Kepahitan= iri hati, benci, dendam, benci tanpa alasan.
      Keinginan jahat= keinginan akan uang--seperti Yudas Iskariot--yang membuat kikir dan serakah.

      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= mencuri milik orang lain--seperti Yudas--, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kami gembala yang sering mencuri. Kalau gembala jadi pencuri, tidak ada harapan bagi jemaat.
      Ini yang harus disucikan!

      Kalau sudah disucikan dari keinginan najis, jahat dan kepahitan, maka kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, mengembalikan milik Tuhan (persepuluhan dan persembahan khusus), sampai kita bisa merasa lebih berbahagia memberi dari pada menerima.
      Tadi rasul Paulus mengatakan: Perak atau emas tidak pernah aku ingini dari siapapun juga, sehingga ia bisa memberi--emas dan perak menunjuk pada keinginan jahat, kalau Paulus tidak mengingininya lagi, berarti ia sudah terlepas dari keinginan jahat.

      Kisah Rasul 20: 35
      20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      Lebih berbahagia memberi:


      1. Mulai dari mengembalikan milik Tuhan dengan bahagia dan ucapan syukur, bukan terpaksa.
      2. Bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      3. Bisa beribadah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, sampai menyembah Dia.
      4. Sampai kita bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan; kebahagiaan di awan-awan yang permai.


    Di dalam kandang penggembalaan inilah kita dibangun. Gembala dan domba sama-sama sungguh-sungguh terutama soal firman. Kalau makanannya benar, kita akan dibawa ke kandang, memang lewat pintu sempit, tetapi di balik itu ada pembukaan pintu-pintu di dunia sampai pintu sorga terbuka, dan di situ kita disucikan sampai bisa lebih berbahagia memberi dari pada menerima, sampai memberikan seluruh hidup kepada Tuhan; kita menjadi mempelai wanita Tuhan.

    Jangan gelap, tetapi masuk dalam kebangunan rohani yaitu tergembala.
    Tadi, jangan gelap, artinya jangan egois, tetapi lawan dengan ibadah yang benar, perhatikan firman, kita disucikan dan berubah hari-hari ini.


  3. Kisah Rasul 9: 32-34
    9:32. Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.
    9:33. Di situ didapatinya seorang bernama
    Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.
    9:34. Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau;
    bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.

    Praktik ketiga hidup dalam kegelapan: lumpuh.

    Eneas artinya terpuji, tetapi ia lumpuh. Hati-hati anak hamba Tuhan! Hamba Tuhan adalah pekerjaan yang terpuji, tetapi sering lumpuh. Pejabat terpuji, tetapi lumpuh. Ini yang banyak terjadi.

    Lumpuh artinya ada sesuatu yang tidak beres, yang disembunyikan.

    Tiga hal yang seringkali lumpuh:


    1. 'bereskanlah tempat tidurmu'= nikah dan buah nikah sering lumpuh karena ada sesuatu yang disembunyikan. Mungkin ditutup-tutupi lewat handphone; sms dengan orang lain. Bahaya itu! Pertama bilang: Aku tidak ada apa-apa. Kalau bilang: tidak ada apa-apa, itu berarti sudah ada apa-apa. Makin keras bilang: tidak ada apa-apa, itu sudah ada apa-apa. Harus terang-terangan!

      Sekarang setan memang lewat apapun juga untuk menghancurkan nikah dan buah nikah. Sebab itu paling aman, suami/isteri mau lihat handphone isteri/suaminya, silahkan saja, jangan marah. Harus terang-terangan! Kalau tidak, akan mengalami kelumpuhan tempat tidur--kehancuran nikah dan buah nikah.


    2. Jala.
      Markus 1: 19
      1:19. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

      Jala= pekerjaan, profesi, mungkin sering tidak beres.
      Jala juga soal pelayanan/tahbisan. Sering tidak beres. Harus dibereskan, supaya tidak lumpuh. Kalau lumpuh, biar melayani, saat Tuhan datang akan ketinggalan karena pelayanannya tidak beres.

      Lumpuh= gelap. Nikah tidak beres jangan dibiarkan, kalau dibiarkan, akan gelap. Harus dibereskan!


    3. Hati yang terus menuduh. Bereskan!
      1 Yohanes 3: 19-22
      3:19. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
      3:20. sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
      3:21. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
      3:22. dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

      Hati nurani sering menuduh, tidak beres. Mari dibereskan. Kalau hati sudah beres, sudah diperdamaikan semua--ada iri, benci, pahit, najis, jahat--, hati nurani akan jadi landasan yang kuat untuk menerima jamahan tangan Tuhan; doa bisa dijawab, kita bisa ditolong dan diberkati.

      Kalau Tuhan tidak memberi kita, bukan Dia jahat, tetapi karena landasannya belum kuat. Kalau dipaksa turun, akan hancur semua, tidak ada artinya.
      Mari kuatkan landasan, dan pasti Tuhan jawab semuanya.


    Tiga hal ini yang harus dibereskan, dan semua pasti beres. Kalau tidak dibereskan, semua juga tidak beres. Tuhan tolong kita.
    Yohanes 19: 28-30
    19:28. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
    19:29. Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    'Sudah seelsai'= 'sudah beres,' lalu Dia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Kata-kata-Nya tidak bisa ditarik lagi!
    Jadi bagaimana supaya beres? KASIH MINUM YESUS ANGGUR ASAM, itulah dosa-dosa--akui dengan terang-terangan apa yang gelap: pekerjaan, studi--, serahkan semua. Kalau Dia sudah minum--kita mengakui semua--, semua akan beres. Betapa enaknya.

    Siang ini, Yesus bergumul di atas kayu salib, Dia meminum anggur asam--menanggung dosa-dosa dan sebagainya--untuk bisa berteriak: Sudah selesai! Semua Dia tanggung.
    Kalau kita mau beres, maka kita harus memberi Dia minum anggur asam bercampur empedu, mengaku sejujur-jujurnya apa saja yang selama ini ditutupi kepada Tuhan dan sesama.
    Kalau tetap menyembunyikan sesuatu, Yesus berteriak: Aku haus, kita haus juga, tidak akanpernah puas, dan tidak akan pernah selesai selama-lamanya; kita hanya mendengar Yesus berkata: Aku haus.
    Tetapi begitu kita serahkan semua yang gelap dan ditutupi kepada Tuhan, siang ini juga Dia akan berkata: Sudah selesai!

    Dua pilihan! Mau tetap pertahankan anggur asam karena gengsi? Tidak akan pernah puas, tidak pernah selesai, tidak pernah sempurna, dan tertinggal saat Tuhan datang. Tetapi biar kita malu harus mengaku pada Tuhan dan sesama, Dia akan berkata; Sudah selesai!

    Yang jasmani beres, sampai nanti yang rohani juga beres, sampai sempurna.
    Wahyu 21: 5-6
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    '
    Semuanya telah terjadi'= 'semua sudah beres di Yerusalem baru,' kita sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai, dan masuk Yerusalem baru selamanya.

Dia yang bergumul, dan kita tinggal mengaku.
Beri minum Dia dan Dia akan membereskan semuanya.
Periksa tempat tidur, jala--pelayanan, pekerjaan, studi, pergaulan--, dan hati! Serahkan semua! Tuhan tolong kita.

Nikah diperiksa; hubungan suami-isteri, anak-orang tua, dan seterusnya. Jala--pekerjaan, pelayanan, pergaulan--diperiksa. Hati yang nomor satu diperiksa. Dia yang bergumul untuk kita.
Ada pemberesan dari Tuhan siang ini. Apa yang tidak bisa kita pikirkan dan lakukan, Tuhan yang tolong. Serahkan semua kepada Tuhan!

Kaum muda, mungkin orang tuamu tidak tahu apa pergumulanmu, apa yang kamu pikirkan, serahkan kepada Dia! Dia yang bergumul sampai mati di kayu salib. Jangan kecewa, putus asa dan sombong, tetapi serahkan kepada Dia!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Oktober 2017 - 01 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 28-29 November 2017
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top