[cetak]
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 14 Januari 2008
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra

Yudas 1 pada susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba. Tudung = perlindungan dan pemeliharaan Tuhan atas gereja yang benar dan sekaligus pemisahan dengan gereja yang palsu. Gereja benar dan gereja palsu ini satu saat akan dipisahkan seperti gandum dan ilalang.

Gereja benar adalah gereja yang mengutamakan Firman Tuhan sehingga akan menjadi gandum yang masak dan akan dituai dan dimasukkan ke dalam lumbung/surga.
Sedangkan gereja palsu adalah gereja yang tidak mengutamakan Firman Tuhan sehingga kosong dari Firman. Kelihatan maju, lebih tinggi tetapi satu waktu akan dipotong dan dibakar/binasa untuk selama-lamanya. Itu sebabnya kita harus waspada.

Yudas 1 : 24-25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Sebagai penutup dari surat Yudas, menampilkan tujuh Pribadi Yesus, yaitu:
  1. bagi Dia yang berkuasa supaya jangan kamu tersandung.
    Dia = Y
    esus yang berkuasa menjaga kita supaya kita tidak tersandung.
  2. Dia berkuasa membawa kita sampai kita tidak bernoda/bercacat cela = sempurna.
  3. Dia adalah Allah Yang Esa
  4. Dia adalah Juruselamat kita
  5. Dia adalah Tuhan Yesus Kristus
  6. Dia yang layak menerima kemuliaan, kekuasaan, kekuatan, kebesaran.
  7. Dia adalah Allah yang kekal dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya.
Inilah tujuh penampilan dari pribadi Tuhan Yesus. Dan kalau kita ingat pelita emas memiliki tujuh sinar kemuliaan yang akan disinarkan/ditudungkan kepada gereja yang benar sehingga akan menghasilkan banyak hal. Salah satunya adalah tujuh kebahagiaan surga (sejati) yang terdapat di dalam Wahyu 1 : 3-Wahyu 22 : 14.

Kitab Wahyu ini kalau diurutkan, maka pokok dari pelita emas terdapat tepat pada sinar yang keempat.

Wahyu 19 : 9
Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Ini adalah puncak kebahagiaan. Pada saat Yesus datang kembali yang kedua kalinya, ada pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria Surga dengan kita, Mempelai Wanita Tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati.

Jadi, kalau kita mau masuk ke dalam kebahagiaan yang keempat (puncak kebahagiaan), maka kita harus menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Sesudah itu
kita akan masuk dalam Firdaus/kerajaan 1000 tahun damai, untuk seterusnya masuk ke dalam kerajaan surga/Yerusalem Baru.

Waktu yang lalu, kita sudah membahas Wahyu 20 : 6 dan Wahyu 22 : 3-5. Ternyata kerajaan 1000 tahun damai dan juga kerajaan surga dihuni oleh imam-imam dan raja-raja.
Jadi syarat untuk masuk dalam pesta nikah Anak Domba (masuk kerajaan surga), maka kita harus menjadi Mempelai Wanita Tuhan = menjadi imam-imam dan raja-raja.

Wahyu 20 : 6
Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
Saya sering mengatakan, bahwa Mempelai Wanita itu adalah tubuh dan seluruh tubuh kita ini berguna dan harus melayani. Sebab kalau tidak berguna lagi, maka akan dipotong seperti kuku. Apalagi kalau kuku ini mengganggu. Jadi, seluruh tubuh itu harus berguna.

Wahyu 22 : 3-5
3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Jadi, Mempelai Wanita adalah imam-imam dan raja-raja. Kita sudah menjadi imam lewat proses dibenarkan, dipanggil, dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan.

Sekarang kita akan mempelajari tentang penampilan dari seorang imam-imam dan raja-raja. Markus 1 : 6
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Saya akan membagi 2 penampilan dari seorang imam adalah:
  • Penampilan secara umum/jasmani
  • Penampilan secara khusus
Penampilan secara umum/jasmani. Markus 1 : 6
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Ini berkaitan dengan pakaian. Ada pakaian secara jasmani dan ada pakaian secara rohani.

Pakaian secara jasmani adalah pakaian yang kita pakai sehari-hari, terlebih di

dalam ibadah pelayanan. Pakaian itu harus memadai.

Imamat 21 : 10
Imam yang terbesar di antara saudara-saudaranya, yang sudah diurapi dengan
menuangkan minyak urapan di atas kepalanya dan yang ditahbiskan dengan mengenakan kepadanya segala pakaian kudus, janganlah membiarkan rambutnya terurai dan janganlah ia mencabik pakaiannya.

Pakaian ini juga memiliki hubungan dengan rambut yang juga harus baik. Pakaian jangan dicabik, supaya jangan menampilkan daging.

Jadi, tujuan dari berpakaian secara jasmani adalah:
  • Untuk menutupi daging.
    Seperti dulu Adam dan Hawa di taman Eden ketika mereka jatuh ke dalam dosa, mereka menjadi telanjang.
    Segera Tuhan membuatkan mereka pakaian. Tuhan menjadi perancang pakaian yang pertama untuk menutupi ketelanjangan dari Adam dan Hawa.

  • Pakaian yang pantas dan bersih.
    Kalau pakaian tidak bersih, maka dapat mengganggu. Inilah pakaian dari seorang imam yang dimulai dari yang jasmani. Sebab Kabar Mempelai/nikah itu dimulai dari hal yang jasmani (Kejadian), baru kemudian masuk dalam nikah yang rohani.

  • Pakaian ini juga harus benar.
    Ulangan 22 : 5
    "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi T
    uhan, Allahmu.

    Jadi, di dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan pakaian harus benar, yaitu orang laki-laki jangan berpakaian perempuan sebab ini merupakan kekejian bagi Tuhan. Demikian juga bagi seorang wanita, jangan berpakaian seperti orang laki-laki di dalam ibadah pelayanan.
Pakaian secara rohani
Markus 1 : 6
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Yohanes pembaptis memakai jubah dari bulu unta sebab jubah bulu unta ini dipilih dan paling cocok untuk dipakai di padang gurun.
Unta adalah binatang padang gurun yang kuat, sebab saat panas terik di siang hari, maka bulu unta ini dapat menahan panas; sedangkan saat udara dingin sekali pada malam hari, bulu unta ini dapat menghangatkan tubuh.

Jubah bulu unta = hidup di dalam urapan Roh Kudus.
Pakaian rohani ini yang paling cocok/paling tahan menghadapi situasi dan kondisi dari padang gurun dunia di akhir jaman.

Kegunaan dari jubah bulu unta (pakaian urapan Roh Kudus) di padang gurun dunia, yaitu:
1) Unta ini memiliki alat semacam radar yang peka terhadap bahaya. Jadi, jika kita menaiki unta, dan tiba-tiba unta itu berbelok arah, jangan dipaksa untuk kembali. Unta ini penurut, tetapi kalau tiba-tiba ia berbelok arah, maka unta ini sudah tahu bahwa ada bahaya di depannya, terutama bahaya angin. Jika kita memiliki urapan Roh Kudus, maka kita memiliki kepekaan jika menghadapi bahaya-bahaya di padang gurun dunia sehingga kita dapat menghindar dari bahaya-bahaya itu sama seperti unta.

Menghindar dari bahaya, dimulai dari:
  • pergaulan buruk.
    1 Korintus 15 : 33
    Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

    Kita memerlukan urapan Roh Kudus, sebab di dalam menghadapi pergaulan yang buruk ini, daging ini tidak mampu. Dan pergaulan buruk ini menghancurkan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab di dalam pergaulan sehari-hari (di kantor, di sekolah dlsbnya), pergaulan dengan dosa/pergaulan duniawi ini akan merusak kebiasaan yang baik, merusak tahbisan dan ibadah pelayanan.

    Terutama untuk kaum muda, saudara harus tegas menghadapi pergaulan dosa/pergaulan duniawi yang membuat tahbisan dan ibadah pelayanan saudara menjadi merosot. Ini bukannya sebagai pelajar saudara tidak boleh mengikuti belajar berkelompok. Boleh! Sebab ini akan membuat nilai saudara menjadi baik. Tetapi kalau belajar berkelompok membuat tahbisan dan pelayanan saudara menjadi merosot, maka saudara harus berhati-hati, sebab ini berarti pergaulan buruk. Saudara harus peka memilih mana pergaulan yang baik dengan pergaulan yang tidak baik. Sekalipun pergaulan itu menguntungkan nilai saudara atau pergaulan di dalam perdagangan membuat saudara mendapatkan keuntungan yang besar, tetapi kalau ibadah pelayanan saudara merosot, jangan lakukan! Berhati-hatilah dan biarlah Roh Kudus yang menolong kita.

    Kalau kerohanian kita merosot, maka kesucian juga merosot sehingga jika mendengar perkataan yang porno, kita tertawa.
    Itu sebabnya kita harus peka
    . Sebab kalau kita memiliki urapan Roh Kudus, maka kita akan menghindar, bukan membenci atau melawan. Kalau unta melawan angin, maka unta itu akan terangkat oleh angin. Menghindar = menyingkir. Seperti Tuhan Yesus ketika mau ditangkap oleh orang-orang Parisi, Ia menyingkir/menghindar. Inilah kepekaan dari Roh Kudus. Tetapi kita juga harus berhati-hati dengan pergaulan buruk yang ada di gereja yang juga dapat merusak kebiasaan yang baik.

    Yang bisa menjadi pergaulan buruk di gereja terutama di saat-saat mendengarkan Firman Tuhan,yaitu:
    • Tidak konsentrasi pada saat Firman diberitakan.
    • Bercakap-cakap dan bergurau pada saat Firman diberitakan.

    Inilah pergaulan buruk di dalam gereja yang mengakibatkan kehidupan itu tidak berubah dan ini merupakan bahaya besar.
    Sudah beribadah dan melayani Tuhan, tetapi mendapatkan cap 6.6.6.

    2 Timotius 3 : 1-5
    1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan menjadi(2) hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
    3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
    4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Ay 2 --> Anak-anak di gereja melayani, tetapi di rumah mereka memberontak kepada orang tua, sebab pada waktu mendengarkan Firman ada pergaulan yang buruk.

    Ay 5 --> kekuatan ibadah = kekuatan Firman. Tidak berubah karena tetap mempertahankan delapan belas dosa = 6.6.6 dan ini merupakan kerusakan yang besar.

    Inilah penampilan dari imam-imam yang dimulai dengan:
    • Berpakaian jasmani, yaitu pakaian yang pantas dengan fungsi untuk menutup daging dan juga berpakaian yang benar.
    • Berpakaian pakaian rohani yang dimulai dengan jubah bulu unta/pakaian urapan Roh Kudus yang memberikan kita kepekaan terhadap bahaya dunia, yaitu bahaya pergaulan yang buruk.

  • bahaya penyesatan. 1 Yohanes 2 : 27
    Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu-dan pengajaranNya itu benar, tidak dusta-dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

    Tinggal di dalam Dia = tinggal di dalam Firman yang dulu kita sudah diajar. Urapan Roh Kudus membuat kita peka terhadap ajaran-ajaran sesat dan juga ajaran-ajaran lain yang berbeda dengan apa yang dulu sudah pernah kita terima dan yang sudah menjadi pengalaman hidup kita.

    Kalau unta di padang gurun menghadapi bahaya angin, tetapi sekarang bagi kita adalah bahaya angin-angin pengajaran sesat. Kita dapat membayangkan kalau kita tersesat di padang gurun, maka kita hanya menunggu kematian saja. Semoga kita dapat mengerti.

2) seperti unta yang tahan hidup di padang gurun = membuat kita tahan sengsara di padang gurun dunia.
Dunia ini penuh dengan sengsara. Manusia daging tidak akan tahan sengsara. Tetapi kalau kita berada di dalam urapan pakaian urapan Roh Kudus, maka kita akan tahan sengsara di padang gurun.

Roma 5 : 3–5
3. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4. dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Bila memiliki urapan Roh Kudus, kita menjadi kuat hati dalam menghadapi sengsara di padang gurun. Juga bagi kami sebagai pelayan-pelayan Tuhan, kalau ada urapan Roh Kudus kita tidak akan kecewa dan putus asa saat megalami sengsara di ladang Tuhan, tetapi kita menjadi kuat dan teguh hati.

Praktek kuat dan teguh hati:
  • tidak bersungut-sungut/mengomel.
    Kalau kita bersungut-sungut/mengomel = kita menjadi telanjang karena tidak memiliki pakaian rohani, tidak memiliki jubah bulu unta. Di saat kita bersungut = kita sedang telanjang.

    Bagi hamba-hamba Tuhan, jika saudara bersungut-sungut kemudian menyampaikan Firman Tuhan, bagaimana sidang jemaat dapat menerima berkat sebab kita sebagai hamba Tuhan dalam keadaan telanjang?

    Juga bagi imam-imam perhatikan! Waktu yang lalu sudah diterangkan bahwa seorang imam itu berdiri antara Tuhan dengan manusia berdosa. Dan kalau imam-imam bersungut-sungut (tidak berpakaian), apa jadinya? Saya tidak dapat berkata apa-apa, sebab benar-benar terjadi kekacauan.

    Yakobus 5 : 9
    Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

    Kalau sebagai seorang imam-imam, kita bersungut-sungut, maka bukan Yesus sebagai Imam Besar yang berdiri dan mendamaikan, tetapi Yesus tampil sebagai Hakim Yang adil yang akan menghakimi (hukuman Tuhan yang turun).

    Jadi, hindari persungutan, pertengkaran, perbantahan
    sebab itu berarti kita tidak memiliki urapan Roh Kudus = telanjang. Tidak bersungut-sungut, tetapi selalu mengucap syukur dengan apa yang kita hadapi = kuat dan teguh = memiliki jubah bulu unta, pakaian urapan Roh Kudus.

  • tekun dan sabar.
    Yakobus 5 : 10-11
    10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    Jadi, kalau kita tidak bersungut-sungut, tetapi tekun dan sabar = memakai pakaian urapan Roh Kudus, maka Yesus sebagai Imam Besar yang berbelas kasihan akan datang ke tengah-tengah kita untuk menolong kita tepat pada waktunya.

    Ibrani 2 : 17-18
    17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    Istilah dapat = tidak dapat dibatasi oleh masalah apapun, sampaipun masalah yang mustahil.

    Inilah pakaian urapan Roh Kudus yang membuat kita tahan sengsara, kuat hati, tidak kecewa, tidak putus asa dengan praktek:
    • Tidak mengomel/bersungut-sungut menghadapi sengsara tetapi selalu mengucapkan syukur.
    • Sabar dan tekun
      Kalau kedua hal di atas ini ada, maka Imam Besar akan hadir di
      tengah-tengah kita. Ia dapat menolong = Tangan yang berbelas kasihan dan yang setia dapat menolong kita. Ini berarti segala masalah selesai.

    Ibrani 4 : 14
    -16
    14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
    15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Mari saudaraku! Saya juga masih harus belajar, sebab di padang gurun ini ada banyak kesengsaraan, itu sebabnya kita harus berhati-hati:
    • dengan menjaga agar hati kita selalu peka dalam menghadapi bahaya.

    • harus selalu kuat hati yaitu tidak kecewa, tidak putus asa, tidak mengomel, tetapi selalu mengucap syukur.

    • harus sabar dan tekun.
      Ini yang akan menarik hadirat Imam Besar, Tangan Imam Besar yang setia dan berbelas kasihan diulurkan untuk dapat menolong kita tepat pada waktunya.

    Inilah pentingnya pakaian imam-imam. Dimulai dengan yang jasmani terlebih dahulu, yaitu pakaian harus benar. Kalau tidak memiliki pakaian jasmani, maka pakaian rohani, yaitu pakaian urapan Roh Kudus yang akan membuat hati kita peka di saat menghadapi bahaya dan juga membuat hati kita kuat ketika menghadapi sengsara, juga tidak akan kita miliki. Sebab yang terlebih dahulu adalah nikah secara jasmani, barulah nikah yang rohani.

  • jika kita mau menaiki kuda, maka kita memerlukan alat untuk tempat kaki kita agar kita dapat naik ke atas kuda. Tetapi berbeda dengan unta, unta yang lebih tinggi dari kuda, tetapi kita tidak memerlukan alat untuk menaikinya, sebab unta sendiri secara otomatis akan duduk/merendahkan diri. Inilah kelebihan dari unta. Kalau kuda sangat sulit untuk disuruh duduk, jangan-jangan kakinya yang akan menendang. Jadi pakaian urapan/pakaian bulu unta membuat kita dapat merendahkan diri/tunduk dengar-dengaran. Dan inilah sikap dari orang yang tergembala. Sekalipun masih muda sehingga merasa kuat dlsbnya, tetapi kalau kita memiliki urapan Roh Kudus, maka orang muda ini dapat merendahkan diri dan tunduk.
1 Petrus 5 : 5-6
5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Di bagian atas diterangkan bahwa kita ditolong tepat pada waktunya. Dan sekarang kita ditinggikan pada waktunya. Luar biasa! Kita tinggal menunggu waktu sebab yang bekerja adalah Imam Besar, asal kita memiliki pakaian rohani/pakaian urapan Roh Kudus.

Jika Tuhan mendapatkan kita:
  1. tidak bersungut-sungut ketika menghadapi masalah.
  2. hati tetap kuat dan teguh.
  3. sabar dan tekun, maka satu saat Tangan yang berbelas kasihan diulurkan dan dapat serta tepat menolong kita pada waktunya.
Kalau kita tunduk dan dengar-dengaran, maka kita berada di bawah Tangan Tuhan yang kuat = dipegang oleh Tangan Tuhan yang kuat = dipeluk seperti bayi dalam gendongan --> Tangan Tuhan akan meninggikan kita tepat pada waktunya.

Jika kita berada di dalam Tangan Tuhan yang kuat, maka hasilnya:
  1. kita tidak akan pernah gugur seperti 7 bintang yang berada di tangan kanan Tuhan (Wahyu 1).
    Bintang = gembala dan juga kehidupan yang dipakai oleh T
    uhan, yaitu imam-imam.

    Jika kita berada di dalam Tangan Kanan T
    uhan, kita tidak akan pernah gugur dan meninggalkan pelayanan atau pensiun, tetapi kita memiliki ketetapan melayani Tuhan untuk selama-lamanya.

    Keluaran 29 : 9
    Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

    Bagi siswa/i Lempin-El perhatikan! Saudara melayani Tuhan bukan untuk satu atau dua tahun saja, tetapi melayani Tuhan untuk selama-lamanya.

  2. kamu akan ditinggikanNYA tepat pada waktunya’
    Arti dari ditinggikan adalah berhasil (tidak berada di bawah terus). Mungkin kita kecil/tidak berdaya, tetapi kalau di hari-hari ini kita benar-benar merendahkan diri serta tunduk dan dengar-dengaran, maka tangan Imam Besar yang kuat akan meninggikan kita tepat pada waktunya = membuat kita berhasil tepat pada waktunya.

    Inilah pakaian imam-imam/pakaian urapan Roh Kudus sampai membawa kepada keberhasilan. Dengar-dengaran adalah awal dari keberhasilan, sebab di saat kita dengar-dengaran maka tangan Tuhan membuka kesempatan sebesar-besarnya agar kita berhasil sekalipun kita ini kecil.
Bagi kaum muda, saudara jangan takut sekalipun keadaan saudara tidak memungkinkan, tetapi mari:
  • perbaiki pakaian yang jasmani.
  • kuat dan peka hati agar tidak dilindas oleh bahaya-bahaya.
  • kuat hati menghadapi sengsara sehingga tangan Imam Besar akan mengangkat/meninggikan kita tepat pada waktunya dan membuat kita berhasil pada waktunya.
Mungkin saudara berkata bahwa keberhasilan yang saudara capai itu karena ijazah dan sebagainya. Bukan! Keberhasilan kita itu karena tangan Imam Besar yang mengangkat kita. Sebab nanti akan kita rasakan pada jaman antikris, sebab pada jaman itu semua ijazah dan sebagainya tidak berguna lagi. Hanya orang yang dengar-dengaran dan merendahkan diri, dia yang diangkat oleh Tuhan, dia yang berhasil. Semoga kita dapat mengerti.

Tapi kita harus berhati-hati! Sebab ada seorang muda yang kaya (berarti ia berhasil dan baik, sebab ia sudah melaksanakan semua perintah Tuhan), tetapi begitu ia tidak dengar-dengaran, maka ia kehilangan semuanya = gagal. Sebab Tuhan katakan : ‘juallah semua milikmu’. Perintah ini mudah untuk dilaksanakan, sebab ia memiliki banyak uang. Kecuali kalau orang itu tidak memiliki uang dan ia diperintahkan untuk menjual semuanya, tentunya sulit untuk dilaksanakan. Tetapi orang muda ini tidak dengar-dengaran bahkan pergi karena kecewa. Akibatnya ia kehilangan keselamatan = kegagalan total.

Mari kaum muda dan kita sekalian, perhatikan! Sekalipun kita memiliki potensi duniawi sehingga kita berhasil dan menjadi kaya, tetapi kalau kita tidak dengar-dengaran, dalam sekejap mata kita akan gagal total. Tetapi sekalipun kita kecil, tidak berdaya bahkan gagal, kalau kita kembali dan merendahkan diri kepada Tuhan, maka tangan Imam Besar yang akan membuat kita menjadi berhasil.

Bagi kaum muda, saudara jangan terus tinggal di dalam kegagalan, tetapi bertekad untuk memakai pakaian pelayanan/pakaian urapan Roh Kudus (tidak telanjang), yaitu peka hati, kuat hati serta rendah hati (dengar-dengaran). Kita tinggal menunggu waktu Tuhan untuk menolong segala masalah kita dan Tuhan juga akan meninggikan kita serta membuat kita berhasil.

Keberhasilan tertinggi kita adalah kita diangkat dan masuk pesta nikah Anak Domba saat Yesus datang kembali untuk kedua kalinya. Di dunia ini kita berhasil, tetapi lebih dari itu keberhasilan tertinggi adalah kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba.

3) Markus 1 : 6
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Yesaya 11 : 5
Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Jadi arti dari ikat pinggang adalah kesetiaan dan kebenaran = setia dan benar. Inilah penampilan khusus dari seorang imam.

Penampilan khusus dari seorang imam adalah:
  • memakai pakaian jasmani yang baik dan benar
  • memakai pakaian rohani/jubah bulu unta dan juga
  • memakai ikat pinggang yaitu setia dan benar
Memakai ikat pinggang =
  • setia dan benar di dalam ibadah pelayanan
  • setia dan benar di dalam nikah
  • setia dan benar di dalam kehidupan sehari-hari
Jadi, melayani dengan berikat pinggang = melayani dengan setia dan benar = memberi makan dan minum Yesus = pelayanan yang memuaskan/berkenan kepada Tuhan, maka hasilnya:
  1. \Lukas 17 : 7-8
    7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    sesudah itu engkau boleh makan dan minum’= urusan makan dan minum merupakan urusan dari Tuhan (kepuasan dari Tuhan), sudah tersedia bagi kita. Urusan kita adalah setia dan benar.

    Banyak hamba-hamba Tuhan/pelayan-pelayan Tuhan yang salah karena meninggalkan pelayanan untuk mencari makan dan minum, padahal makan dan minum kita merupakan urusan Tuhan. Apa yang menjadi urusan Tuhan, jangan/tidak boleh kita urus karena tidak mungkin kita mampu. Seringkali kita merasa lebih hebat dari Tuhan dengan mengurus apa yang menjadi urusan Tuhan sehingga urusan kita yaitu setia dan benar malah kita tinggalkan

  2. Wahyu 19 : 11-12
    11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
    12. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.

    Yang Setia dan Benar menunggang kuda putih, itulah Yesus. Jika kita setia dan benar, maka hasilnya kita juga boleh menunggang kuda putih, artinya kita dipakai di dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan pembangunan Tubuh Kristus.

    Di dalam kegerakan Tubuh Kristus ini dibutuhkan bukan orang yang pandai/bodoh, bukan juga orang yang kaya/miskin, tua/muda. Bukan! Tetapi yang dibutuhkan adalah orang yang setia dan yang benar untuk dipakai di dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita Tuhan.

  3. untuk merapikan dan memperindah kehidupan kita.
    Kalau kita setia dan benar, maka kehidupan kita sudah ditata rapi oleh T
    uhan. Bagi kaum muda, maafkan kalau saya bersaksi dan dianggap saya ini sombong --> untuk masa depan, saya tidak pernah berpikir yang muluk-muluk. Tetapi saya tahu, kalau saya setia dan benar kepada Tuhan, maka Tuhan sudah menata rapi kehidupan saya ini. Sebab jangankan untuk sekolah, untuk makan tiap hari saja kami selalu terlambat. Sampai-sampai para tetangga mengatakan bahwa tidaklah mungkin kami dapat sekolah. Tetapi kalau hidup setia dan benar, maka hidup kita sudah tertata rapi oleh Tangan Imam Besar.

    Tetapi sebaliknya, kalau kita tidak setia dan benar karena meninggalkan ibadah pelayanan yang pada awalnya sudah baik dan juga kita mendapatkan warisan yang banyak, akhirnya semua menjadi kacau balau dan membabi buta seperti si bungsu yang terdapat di dalam injil Lukas 15. Awalnya ia berada di dalam rumah Bapa dan tidak kekurangan apa-apa, melayani di rumah Bapa, di ladang Bapa. Kemudian ia meminta warisan dan menjadi kaya raya. Kemudian ia pergi meninggalkan ladang Bapa dan mulai sedikit demi sedikit apa yang sudah tertata rapi menjadi kacau balau sampai membabi buta dan masuk ke dalam ladang babi/Babel.

    Itu sebabnya kita jangan main-main dengan ibadah pelayanan. Waktu yang lalu sudah diterangkan bahwa harga dari pelayanan adalah seharga Darah Yesus. Sekalipun kita berhasil, tetapi kalau kita meninggalkan ibadah pelayanan/menjauh dari tahbisan, maka hidup kita akan menjadi kacau balau, menderita sampai membabi buta di ladang babi.

    Saya sering mengatakan, orang tua selalu mendorong anak-anaknya untuk sekolah/kuliah dan bekerja dengan baik. Ini sepertinya tangan orang tua yang menata, tetapi kurang kuat sekalipun hal itu baik dan bagus. Tetapi lebih bagus kalau orang tua mendorong anak-anaknya untuk setia dan benar di dalam ibadah sebab Tuhan yang menata anak-anak. Dan ini lebih ampuh dari tangan orang tua, lebih ampuh dari universitas dan juga dari masalah apapun juga.

  4. Pengkhotbah 3 : 11
    Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    Seringkali kita manusia mau menata hidupnya sendiri. Orang yang tidak setia dan meninggalkan pelayanan = mau menata hidupnya sendiri karena merasa kuat. Semakin kita jauh dari Tuhan, semakin dekat kita dengan ladang babi sebab hidupnya membabi buta karena sudah tidak tertata rapi.

    Kita kuliah dan bekerja harus setia dan benar tetapi harus sampai pada setia dan benar di dalam ibadah pelayanan. Sebab Tangan Imam Besar yang menata rapi hidup kita dan juga memperindah hidup kita tepat pada waktunya dan juga sampai pada puncak keindahan yaitu masuk pesta nikah Anak Domba/menjadi Mempelai untuk menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Kita masuk ke dalam pesta nikah Anak Domba, kemudian masuk kerajaan seribu tahun damai/firdaus, kemudian masuk ke dalam kerajaan surga.

  5. Yeremia 2 : 32
    Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

    Ikat pinggang menjadi perhiasan dari Mempelai. Kita sampai menjadi Mempelai Wanita Tuhan, masuk dalam pesta nikah Anak Domba dan yang terindah adalah kita masuk ke dalam kerajaan surga.
Inilah hidup dari pelayan Tuhan. Kalau penampilannya benar dan berkenan kepada Tuhan, itu berarti kita sudah berada di dalam tangan Tuhan:
  • Kita memiliki pakaian jubah bulu unta. Kalau kita kuat hati dengan tidak bersungut-sungut, tetapi kita sabar dan tekun memuliakan Tuhan, maka Tangan Tuhan siap untuk menolong masalah dan sengsara kita tepat pada waktunya.

  • Kalau kita rendah hati/tunduk, maka Ia akan mengangkat kita dan membuat segala kegagalan menjadi berhasil.

  • Kalau kita setia dan benar, maka Ia akan memperindah kehidupan kita untuk merapikan dan membereskan hidup kita tepat pada waktunya bahkan terindah sebab menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Apa yang menjadi jaminannya? Jaminannya berasal dari kayu salib yaitu ‘sudah selesai’. Yesus harus mati di atas kayu salib dan dari atas kayu salib Ia berseru dengan suara nyaring ‘sudah selesai’ = sudah rapi, sudah beres. Semuanya sudah selesai sampai yang terindah di dalam kehidupan kita. Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu untuk menyerahkan hidup dan melayani Tuhan dan juga penampilan yang benar di hadapan Tuhan.

Tuhan memberkati kita sekalian.