[cetak]
Ibadah Ciawi V, 04 Desember 2008 (Kamis Sore)

Wahyu 21: 5-6
'semuanya sudah terjadi'= sudahlah genap (terjemahan lama).

ay. 5-6= kegenapan dari pembaharuan.
Sudah genap ini dimulai di Joljuta. Artinya, permulaan pembaharuan/sumbernya pembaharuan adalah korban Kristus.

Lambung Yesus yang tertikam, itulah permulaan pembaharuan bagi kita semua. Dan pembaharuan ini akan berjalan terus dari Joljuta sampai Yerusalem baru.
Tapi, kita harus hati-hati. Ada kehidupan dalam bait Allah yang menolak pembaharuan.

Matius 21: 23-27
Dalam bait Allah ini ada ahli-ahli taurat yang bertanya tentang kuasa. Tapi Tuhan membalasnya dengan pertanyaan mengenai permulaan pembaharuan, yaitu baptisan air (ay. 25).

Wahyu 16: 17-18
'sudah terlaksana'= sudah genap, yaitu untuk hukuman atas manusia yang tidak mau di baharui, tetap manusia daging. Dan manusia semacam ini di hukum sampai ke neraka.

Di atas, Imam-imam, tua-tua dan ahli taurat, itulah yang menolak pembaharuan.
Imam-imam= kedudukan/jabatan.
Ahli taurat= anak Tuhan yang punya kepandaian.
Tua-tua= punya pengalaman.

Jadi, pengalaman, kepandaian dan kedudukan kita, itu belum menjamin kuasa keubahan hidup kita. Sebaliknya, yang baru kenalpun, bisa mengalami kuasa keubahan hidup dan masuk dalam Firdaus, seperti penjahat di sebelah Yesus.

Lalu, kenapa bisa demikian terjadi?
Jawaban: kembali pada hati. Yang menyebabkan ini adalah hati manusia itu sendiri.
Anak Tuhan jangan berpolitik di dalam gereja dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Tapi lebih baik kalau hati kita itu jujur.
Berpolitik itu juga berarti berpura-pura.

Lukas 1: 26-30, 34, 38
Maria adalah wanita yang tidak berpengalaman, tapi ia bisa menerima kuasa Tuhan= mengandung Yesus.
ay. 38= yang membuat Maria bisa menerima kuasa Tuhan, yaitu karena hatinya jujur dan taat dengar-dengaran.

Hati lembut ini di dapatkan lewat baptisan air.

1 Petrus 3: 20-21
Hati yang lembut, itu adalah landasan untuk menerima kuasa Allah. Dan hati seperti inilah yang dicari oleh Tuhan.
Jadi, pada hari natal ini, biar kita memiliki hati nurani yang baik. Tidak perlu menunggu besok untuk mendapat hati nurani yang baik. Tapi hari ini juga!

Maria, begitu hatinya lembut dan jujur, ia bisa mengandung bayi Yesus, yang seharusnya sangat berat bagi dia, karena ia masih perawan.
Maria mengandung bayi Yesus sebagai:

  • Juruselamat (Matius 1: 20-21) dengan kuasa penyelamatan.
  • Gembala (Matius 2: 6) dengan kuasa penyucian.
  • Raja (Matius 2: 1-2) dengan kuasa pembaharuan dalam penyembahan kepada Raja.

3 kuasa diatas, itu sebenarnya hanya untuk umat pilihan. Tapi karena umat pilihan tidak mau melihat Yesus, maka terang itu dialihkan pada bangsa kafir.

3 kuasa yang bisa kita terima dengan hati yang jujur dan lembut:

  1. KUASA PENYELAMATAN.
    Prosesnya (Kisah Rasul 2: 36-40):
    • tahu dengan pasti= percaya pada Yesus lewat mendengar Firman Kristus.
    • bertobat, berhenti berbuat dosa, kembali pada Tuhan.
    • baptisan air dan baptisan Roh Kudus, kelahiran baru, pembaharuan.

    Hasilnya: hidup dalam kebenaran= keselamatan.
    Sesudah hidup benar, dilanjutkan dengan berpegang kepada Firman Pengajaran yang benar dan menjadi senjata kebenaran (melayani Tuhan). Itulah keselamatan yang lebih dari harta apapun di dunia. Ini yang harus di pertahankan.

    Matius 16: 26
    Mazmur 37: 25
    Kebenaran, itulah yang menjamin hidup kita sampai pada anak cucu.

  2. KUASA PENYUCIAN.
    Ini terjadi dalam sistem penggembalaan.
    Yesus lahir di kandang= kandang penggembalaan= ruangan suci -> ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

    Jadi, kalau kita mau suci, kita harus ada dalam kandang penggembalaan.
    Yesus lahir di Betlehem, yang artinya adalah rumah roti.
    Ada banyak kandang di Israel, tapi Yesus hanya cari kandang di Betlehem.
    Jadi, cari penggembalaan, harus ada kaitan dengan roti (=Firman pengajaran yang keras).

    Yohanes 6: 60-61
    Kalau hati kita lembut, kita bisa menerima Firman sekeras apapun!
    Sayangnya, orang Betlehem menolak bayi Yesus. Hati-hati! Kita yang sudah menerima Firman Pengajaran, bisa menolak Firman pengajaran, karena hati yang keras.

    Lukas 2: 4, 6-7
    Menolak pedang Firman, nanti akan kena pedang penghukuman (Matius 2: 16).
    Kalau menolak pedang Firman, hidup itu tidak akan pernah bertumbuh rohaninya dan ia akan menghadapi pedang antikris. Kalau tidak tahan, hidup itu akan masuk dalam kebinasaan.

    Betlehem menolak Yesus, maka ada kesempatan bagi bangsa kafir.

    Matius 15: 21-28
    = inilah kesempatan bagi bangsa kafir. Dimana wanita ini bisa menerima Firman yang keras yang sangat meremehkan dia. Tapi justru Firman inilah yang mampu menolong.
    Kalau Firman disampaikan, maka terjadi penyucian lidah dari lidah yang menjilat muntah (Amsal 26: 11; Ayub 5: 2)= perkataan-perkataan yang berasal dari iri hati dan sakit hati.

    Lidah anjing juga ada yang menjilat borok (cerita Lazarus)= cacat-cacat atau kelemahan-kelemahan orang.
    Orang berdosa, itu sudah mempermalukan dirinya. Tidak perlu lagi kita beberkan kesalahan orang itu pada orang lain.

    Lidah anjing juga menjilat darah orang tidak bersalah (cerita Nabot)= kata-kata fitnah.
    Kalau lidah bisa disucikan, maka bangsa kafir menjadi domba yang tergembala (Mazmur 23: 1). Dan kita dipelihara oleh Tuhan, sampai tidak kekurangan apapun, tak bercacat cela, sudah sempurna (Yakobus 3: 2).

    1 Petrus 3: 10
    Kalau lidah sudah disucikan, maka semua akan jadi baik.

  3. KUASA PEMBAHARUAN.
    Matius 2: 11-12
    Cara kita menyembah adalah dengan haleluya.
    Hasilnya, kita mengalami kuasa penciptaan dan kuasa pembaharuan, keubahan hidup.

    Keubahan hidup itu bagaikan mempersembahkan kemenyan, mas dan mur.
    'kemenyan'= kehidupan yang berbau harum, sehingga bisa membawa banyak orang mendekat.
    'mur'= getah damar, prosesnya seperti karet yang di gores supaya keluar tetesnya= korban Kristus. Kalau kita mempersembahkan mur, artinya kita menjadi kehidupan yang tidak kikir/tidak serakah, tapi suka memberi.
    'emas'= tabiat Ilahi, paling sedikit taat dengar-dengaran.

    Kalau sudah ada persembahan dan ada pembaharuan hidup, maka kita pulang dari tempat ini dengan jalan baru (Matius 2: 12). Sang Raja, selain menciptakan hidup bagi kita, Ia juga menciptakan jalan baru, jalan yang melintasi laut, tirai terbuka.

    Yesaya 43: 15-17
    Jalan baru yang Tuhan berikan pada kita:

    • jalan baru melalui laut (terjadi waktu Firaun mengejar Israel). Saat itu Israel seperti sumbu yang hampir padam dan buluh yang terkulai. Mungkin keadaan kita seperti ini. Itu artinya hati kita belum benar. Jalan baru melalui laut artinya, ada jalan keluar dari masalah hidup kita.

      Firaun yang tadinya kuat, tapi kalau tidak mengalami pembaharuan, ia hanya mengalami kematian total.
      Sebaliknya, kita yang tidak punya apa-apa dan tidak ada harapan, Tuhan mampu menolong dan memelihara kita.
    • Yosua 3: 4 = jalan kegerakan rohani, kita dipakai oleh Tuhan. Sekalipun kita seperti buluh yang terkulai, kalau dibaharui, Tuhan masih bisa memakai kita.
    • Ibrani 10: 19-20 = jalan hidup kekal. Ini jalan tanpa Herodes lagi. Jalan hidup kekal= jalan salib untuk merobek pintu tirai.

    Lukas 23: 39-43
    ay. 41= kunci untuk membuka jalan ke Firdaus. Kalau jalan ke Firdaus terbuka, maka jalan melewati laut Kolsom dan Sungai Yordan, juga akan terbuka. Sampai jalan ke Yerusalem Barupun juga akan terbuka.

Tuhan memberkati.