[cetak]
Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 September 2018 (Jumat Malam)

Keluaran 25: 38
25:38. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.

Ini tentang kaki dian emas/kandil/pelita emas yang bercahaya.
Pada kandil harus ada sepit yaitu alat untuk membersihkan lampunya--sumbunya dibersihkan dari kotoran-kotoran--, supaya lebih bercahaya.

Sepit terbuat dari emas. Emas menunjuk pada zat ilahi.
Jadi sepit dari emas artinya firman pengajaran atau firman penyucian yang menyucikan kita dari kotoran-kotoran dosa, supaya kita lebih bercahaya pada kaki dian/berbuah pada pokok anggur.

Yohanes 15: 2-3, 7-8, 16-17
15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3. Kamu memang sudah bersih karena
firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:7. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu
berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
15:16. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan
buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
15:17. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

'dibersihkan-Nya'= disepit.
'firman yang telah Kukatakan kepadamu'= firman penyucian atau firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Inilah firman pengajaran.
Firman penyucian--sepit emas--menyucikan kita supaya lebih bercahaya/banyak berbuah.
Tingkatannya:
  1. Ayat 2= lebih banyak berbuah.
  2. Ayat 7-8= berbuah banyak.
  3. Ayat 16= berbuah tetap; kekal selamanya.

Dari sinilah kita bisa menjadi rumah doa, sehingga doa dijawab Tuhan--'apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu'.

Kalau tidak ada firman penyucian--sepit--, lama-lama pelita bisa padam; mulai tidak bergairah dalam ibadah, dan seterusnya sampai padam.

Ada tiga hal yang memadamkan pelita:

  1. Efesus 4: 30-32
    4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
    4:31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah
    hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
    4:32. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan
    saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

    Yang pertama: mendukakan Roh Kudus.
    Artinya: menyimpan kepahitan, kegeraman, pertikaian, kebencian tanpa alasan, dendam, iri hati dan lain-lain. Itu semua harus dibersihkan/disucikan sehingga kita bisa saling mengampuni--pelita bertambah terang.


  2. 1 Tesalonika 5: 19-20
    5:19. Janganlah padamkan Roh,
    5:20. dan
    janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

    Yang kedua: memadamkan Roh Kudus.
    Artinya: memandang rendah pembukaan rahasia firman Allah/firman pengajaran yang benar: bosan, mengantuk, mengkritik, mencampur-adukkan pengajaran yang benar dengan pengajaran palsu, adat istiadat, pengetahuan, ilustrasi dan lain-lain--seperti seorang perempuan mencampur ragi dalam tiga sukat tepung. Angka tiga menunjuk pada Allah Tritunggal/pengajaran mempelai/pengajaran yang benar.

    Sikap yang benar: hanya mendengar firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.


  3. Matius 12: 31-32
    12:31. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
    12:32. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia
    menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

    Yang ketiga: menghujat Roh Kudus.
    Artinya: menentang pekerjaan Roh Kudus.

    Pekerjaan Roh Kudus hujan awal: menginsafkan manusia akan dosa--pekerjaan penyelamatan. Kita bisa insaf akan dosa; menyadari, menyesali, dan mengakui dosa, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    Kalau tidak mau mengaku dosa sementara Roh Kudus menunjukkan dosa-dosanya, berarti ia sudah menghujat Roh Kudus, dan tidak ada pengampunan lagi--sudah sengaja berbuat dosa.

    Pekerjaan Roh Kudus hujan akhir: pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang benar sesuai jabatan pelayanan, mulai nikah--sebagai suami, isteri--, penggembalaan, antar penggembalaan berdasarkan pengajaran yang benar, sehingga kita bisa menempatkan Yesus sebagai kepala.
    Pengajaran yang salah hanya merusak dan harus dihindari.

    Hubungan Kepala dengan tubuh adalah doa penyembahan.
    Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Roh Kudus inilah yang membantu kita.

    Kalau kita masuk pembangunan tubuh Kristus yang benar--ada pokoknya--; menikah ada pokok pengajaran yang benar, tergembala, fellowship ada pengajaran yang benar, itulah menempatkan Yesus sebagai kepala dan terjadi hubungan tubuh dengan kepala--doa penyembahan.
    Kita tidak menghujat tetapi mengikuti pekerjaan Roh Kudus, dan Ia yang akan menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan keluhan tak terucapkan--hancur hati; menyerah sepenuh kepada Tuhan; merasa tidak layak, tidak mampu, tidak berharga, sampai berbahasa Roh sesuai yang diajarkan oleh Roh Kudus--, dan Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya bagi kita.

    Hasilnya:
    Roma 8: 27-28
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
    mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


    1. Tuhan mengulurkan tangan untuk mendatangkan kebaikan; yang hancur jadi baik, gagal jadi berhasil dan indah, mustahil jadi tidak mustahil, tidak ada jadi ada.
      Kalau sudah tidak bisa dipikir dan dikerjakan lagi, tinggal hancur hati. Minta Roh Kudus! Jangan mendukakan dan memadamkan Roh Kudus. Biar Ia bekerja dalam hidup kita sampai puncaknya kita bisa hancur hati, menyerahkan semua kepada Tuhan.


    2. Tuhan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani mulai dari jujur--'Ya Abba Ya Bapa', dan mujizat jasmani juga akan terjadi, sampai kesempurnaan--tidak hanya menjadi pelita yang menyala, tetapi menjadi terang dunia untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Biarlah Roh Kudus menolong kita semua. Melembut sampai bisa hancur hati!
Kita hanya tanah liat yang tidak bisa apa-apa, biar Roh Kudus dihembuskan kepada kita.

Adakah yang masih mendukakan Roh Kudus, memadamkan Roh Kudus, bahkan menghujat Roh Kudus--mempertahankan dosa bahkan enjoy dalam dosa--? Biar malam ini diubahkan. Kalau terang itu kembali, semua yang tidak baik akan menjadi baik, yang hancur jadi baik, dari tidak ada menjadi ada, mustahil jadi tidak mustahil.
Jujur di hadapan Tuhan. Ini adalah bukti pelita menyala, dan mujizat pasti terjadi. Mungkin masalah sudah mustahil, serahkan dalam tangan Roh Kudus. Nikmati lembutnya sentuhan tangan Roh Kudus! Tuhan yang tahu keadaan kita.

Tuhan memberkati.