[cetak]
Ibadah Doa Malang, 06 Januari 2015 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 2:8-11 penyucian terakhir yang dialami sidang jemaat Smirna.

Wahyu 2:10

2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Sidang jemaat Smirna dipenjara dan mengalami kesusahan selama 10 hari. Artinya, sengsara daging bersama Yesus untuk terlepas dari kebenaran diri sendiri sehingga mendapatkan kasih Allah.

Matius 24:12

24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Pada akhir jaman, kasih menjadi dingin dan kedurhakaan semakin meningkat sehingga mengakibatkan penghukuman Tuhan. Ini sudah pernah terjadi saat Israel akan keluar dari Mesir.

Keluaran 9:23-24

9:23 Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir.
9:24 Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa.

Tulah ke-7 yaitu hujan es (= kasih menjadi dingin) dan api menyambar-nyambar (= kedurhakaan meningkat). Pada akhir jaman akan terjadi lagi saat gereja Tuhan akan keluar dari dunia.

Wahyu 16:17,21

16:17 Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
16:21 Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

2 Petrus 3:10

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Pada akhir jaman, terjadi penghukuman hujan es dan api dari langit yang akan memusnahkan dunia beserta isinya.
Oleh sebab itu kita harus rela mengalami pengalaman kematian, sengsara daging bersama Yesus, untuk mendapatkan kasih Allah supaya kita tidak mengalami penghukuman Tuhan bersama dunia.

Praktek pengalaman kematian bersama Tuhan:
  1. Baptisan air.
    Roma 6:4
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa, harus dikubur bersama Yesus dalam baptisan air, dan bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru, hidup Surga.

    1 Petrus 3:20-21

    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Hidup baru memiliki hati nurani yang baik yaitu taat dengar-dengaran.

    Yohanes 14:15

    14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Hati yang taat bisa menampung kasih Allah. Jika tidak taat, maka kasih akan menjadi dingin.
     
  2. Doa penyembahan.
    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging sehingga kita bisa melihat wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari. Kita mengalami sinar matahari kasih Allah.

    Zefanya 3:16-18

    3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

    Kegunaan kasih Allah:
    1. Menguatkan tangan yang lemah lesu untuk dapat diangkat di hadapan Tuhan.
      Artinya, kita tidak kecewa/ putus asa, tidak tinggalkan Tuhan apa pun yang kita hadapi, tetapi tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Tetap menyembah Tuhan, tetap percaya dan berharap sepenuh kepada Tuhan. Tetap melakukan perbuatan yang benar dan baik.

    2. Kasih Allah memberi kemenangan atas musuh-musuh.
      Kemenangan atas dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Kemenangan atas masalah-masalah, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai kemenangan atas maut, sehingga kita bisa hidup kekal.

    3. Kasih Allah membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari rendah hati dan lemah lembut. Rendah hati adalah kemampuan untuk mengaku dosa, setelah diampuni, jangan berbuat lagi. Lemah lembut adalah kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakan. Maka dosa-dosa diselesaikan oleh darah Yesus dan kita mengalami damai sejahtera, hati bisa menampung kasih Allah. Tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, tetapi kita merasakan kasih Allah yang besar. Maka semua menjadi enak dan ringan.

      1 Tesalonika 5:23-24
      5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

      Allah damai sejahtera memelihara kehidupan kita secara jasmani, sampai berkelimpahan. Juga memelihara kehidupan kita secara rohani, sampai sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.



Tuhan memberkati.