Ibadah Doa Malang, 06 Januari 2022 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14 terkena pada tujuh percikan darah di depan Tabut Perjanjian untuk mengalami penyucian terakhir sampai pada kesempurnaan.

Wahyu 14 terbagi menjadi tiga bagian:
  1. Ayat 1-5 = pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus sebagai Anak Domba Allah (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2021sampai Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2021).

  2. Ayat 6-13 = pemberitahuan tentang penghakiman (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 17 Oktober 2021sampai Ibadah Raya Malang, 05 Desember 2021).

  3. Ayat 14-20 = penuaian di bumi (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Desember 2021).

ad. 3.
Ada dua macam penuaian di bumi:
  1. Penuaian gandum di bumi (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Desember 2021).
    Wahyu 14:14-16
    14:14.Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
    14:15.Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."
    14:16.Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.

    Ini menunjuk pada buah dari percikan darah/ penyucian terakhir yang dibawa masuk ke dalam lumbung kerajaan Sorga.

  2. Penuaian anggur di bumi.
    Wahyu 14:17-20
    14:17.Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.
    14:18.Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."
    14:19.Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
    14:20.Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

    Ini menunjuk pada buah dari kehidupan yang menolak percikan darah, sehingga harus dikilang seperti anggur dalam murka Allah, dan mengalir darah setinggi kekang kuda.

ad. 1.
Wahyu 14:14-16
14:14.Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusiadengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajamdi tangan-Nya.
14:15.Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."
14:16.Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.

Penuaian gandum terjadi di ladang Tuhan.
Ada dua macam pekerjaan di ladang:
  1. Menabur = kegerakan Roh Kudus hujan awal/ kegerakan dalam firman penginjlan untuk membawa orang berdosa supaya percaya Yesus, bertobat, diselamatkan dan diberkati.

  2. Menuai = kegerakan Roh Kudus hujan akhir/ kegerakan dalam firman pengajaran untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai pada kesempurnaan seperti Yesus. Inilah gandum yang masak, tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Sorga yang siap untuk dituai dan masuk ke lumbung kerajaan Sorga selamanya.

1 Korintus 3:9
3:9.Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Ladang Allah sama dengan bangunan Allah. Artinya kegiatan menabur dan menuai sama dengan kegiatan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

'kawan sekerja Allah' = di dalam ladang Tuhan dibutuhkan kerjasama, yaitu:
  1. Kerjasama kita dengan Tuhan, yaitu kita harus mengasihi Tuhan lebih dari semua, taat dengar-dengaran pada Tuhan.
    Kerjasama dengan Tuhan ini hasilnya hanya untuk kita semuanya. Jika kita taat, akan terjadi mujizat bagi kita.

  2. Kerjasama dengan sesama, yaitu mengasihi sesama seperti diri sendiri, saling mengasihi.
    Saling mengasihi dimulai dari saling mengaku dan mengampuni dosa.

    Kalau bisa saling mengasihi, kita akan bisa saling melayani, saling memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan.

Keluaran 25:1-2
25:1.Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
25:2."Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khususkepada-Ku itu.

Dalam pembangunan Tabernakel, Tuhan mulai dengan memberi, yaitu mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan, kemudian memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Kita memberikan waktu, tenaga dan sebagainya, sampai memberikan seluruh hidup kita.

Keluaran 40:33
40:33.Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

Penyelesaian pembangunan Tabernakel adalah 'digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu', artinya menerima Yesus sebagai kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita.

Kesimpulan: apa yang kita berikan untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna tidak sebanding dengan apa yang akan kita terima, yaitu kita menerima Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja, dan Mempelai Pria Sorga yang bertanggung jawab atas hidup kita.

Bagaimana sikap kita terhadap ladang Tuhan?
  1. Melihat ladang Tuhan.
    Yohanes 4:35
    4:35.Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguningdan matang untuk dituai.

    Kita harus melihat ladang Tuhan, artinya mengutamakan perkara Sorga lebih dari semua. Kalau egois, akan terkutuk dan binasa.

  2. Kita harus menerima undangan Tuhan lewat firman pengajaran yang benar.
    Markus 4:35
    4:35.Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."


    Pembangunan tubuh Kristus adalah ajakan/ undangan Tuhan untuk bertolak ke seberang.
    Kalau kita menerima undangan Tuhan, kita akan mengalami kebahagiaan Sorga yang semakin meningkat sampai pada kebahagiaan di dalam perjamuan kawin Anak Domba.

    Kalau menolak undangan Tuhan, akan menderita.

  3. Menuruti perintah Tuhan.
    Matius 8:18
    8:18.Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.

    Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna merupakan perintah Tuhan untuk bertolak ke seberang.
    Kalau taat, kita akan menuju pelabuhan damai sejahtera di Yerusalem baru.

    Kalau menolak perintah Tuhan, akan berdosa sampai tenggelam di lautan dunia bahkan tenggelam di lautan api dan belerang.

Matius 8:24
8:24.Sekonyong-konyong mengamuklah angin ributdi danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Aktif di ladang Tuhan pasti akan menghadapi angin ribut dan gelombang yang dahsyat, yang di dalamnya ada kuasa maut untuk menggugurkan kita dari iman sampai binasa selamanya.

Angin ribut = ajaran-ajaran palsu.
Gelombang = dosa-dosa dan puncaknya dosa, masalah-masalah yang mustahil yang membuat kita menyangkal Tuhan.

Angin dan gelombang terjadi sekonyong-konyong, tidak bisa diperkirakan sebelumnya.
Yang menentukan kita tenggelam atau tidak, bukan angin dan gelombang, tetapi ada Yesus atau tidak di dalam perahu kehidupan kita.

Oleh karena itu kita harus setia berkoar-kobar dalam ibadah pelayanan. Jangan sampai terlepas dari Tuhan.

Mengapa Tuhan izinkan kita menghadapi angin dan gelombang dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna?
  1. Ayat 24: 'Yesus tidur' = Tuhan izinkan terjadi angin dan gelombang, supaya kita mengenal Yesus sebagai Kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita. Mulai dari Dia yang tidur (mati di kayu salib).
    Kalau tidak mengenal salib Kristus, maka akan menjadi sama dengan setan.

    Ketika Petrus belum tergembala, Petrus menolak salib Kristus, dan Tuhan samakan dia dengan Iblis.
    Ketika Petrus sudah tergembala, ia mengenal salib Kristus.

    1 Petrus 4:1-2

    4:1.Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2.supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Petrus memiliki pengalaman salib, sehingga salib menjadi senjata untuk:
    • Mematikan dosa, bertobat.
    • Mematikan keinginan daging, sehingga kita bisa menuruti kehendak Tuhan, hidup dalam kebenaran. Kita selamat dan diberkati oleh Tuhan.

  2. Tuhan izinkan terjadi angin dan gelombang, supaya kita mengenal Yesus sebagai Kepala yang bangun dari tidur, sama dengan bangkit dari antara orang mati.
    Matius 8:25-26
    8:25.Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
    8:26.Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesusmenghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

    Yesus memiliki kuasa kebangkitan yang menang atas maut.

    Bukti kita mengenal Yesus yang bangun adalah tidak takut dan tidak bimbang, tetapi tenang. Kita menjadi sama seperti batu karang yang teguh dan tidak dikuasai oleh maut.

    Hasilnya adalah:
    • Kita bisa berdoa, menyeru nama Yesus.
      1 Petrus 4:7
      4:7.Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    • Menyerahkan kekhawatiran sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan, mengulurkan tangan iman.
      1 Petrus 5:7
      5:7.Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Ini sama dengan tergembala dengan benar dan baik, menyerah sepenuh pada Tuhan.

    Kalau digabungkan, kita berseru dan berserah kepada Tuhan. Ini terjadi di dalam penggembalaan, dan kita akan mengalami aktivitas Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Imam Besar, Gembala Agung, dan Mempelai Pria Sorga yang mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

    Imam dan belas kasih akan menghasilkan mujizat Tuhan.

    1 Petrus 5:11

    5:11.Ialah yang empunya kuasasampai selama-lamanya! Amin.

    Petrus mengalami kuasa dan mujizat Tuhan.

    Hasilnya adalah:
Tuhan memberkati.